[Ficlet] Jangan Sampai—

image

Nnafbjnr

Jangan sampai.

Kai&Chen | brothership, family, slice of life, (maybe)comedy | PG-13 | Ficlet

.

.

.

Di hari hujan seperti ini, keributan terjadi antara kedua anak dari keluarga Kim ini. Keduanya laki-laki yang anehnya sering sekali berseteru hanya karena masalah sepele yang bisa di bilang tak masuk akal. Pertengkaran mereka hari ini di sebabkan oleh Jongdae yang menghapus aplikasi game favorit Jongin di tablet-nya. Padahal Jongin sudah menahan lapar di sekolah demi membeli kuota dan menghapus beberapa aplikasi lain demi menempatkan aplikasi terbaru yang menurutnya keren itu di tablet-nya yang penuh dengan aplikasi aneh.

 

Dan itu cukup membuat keduanya saling mengumpat. Jongin memaksa Jongdae agar mengganti uangnya untuk membeli Kuota, namun sang kakak menolaknya mentah-mentah didampingi juluran lidah yang membuat Jongin semakin naik pitam. Tiada hari tanpa bertengkar, adik kakak Jong ini selalu melampiaskan kemarahannya pada benda lawannya jika lawan mereka sedang tidak ada. Namun tidak untuk hari ini. Jongdae memilih untuk masuk ke kamar, dan Jongin keluar rumah berjalan di tengah hujan dengan bosan.

 

“Pergi kau, Jongin! Semoga kau menemukan wifi gratis di luar sana!” cibir Jongdae sebelum masuk ke kamarnya.

 

“Semoga setan dalan tubuhmu keluar, hyung!” Jongin menyahuti dari luar rumah.

 

 

Bantingan pintu keduanya terdengar menggema di dalam rumah. Amarah keduanya meluap-luap. Karena tidak ada kerjaan, Jongdae memilih untuk membereskan kamarnya yang berantakan akibat amukan yang adik tadi.

 

Wait. Ada sesuatu yang hilang.

Ya! Ada yang hilang! Itu adalah benda kesayangan Jongdae, bahkan jarang sekali ia memakainya. Dengan cepat ia pun keluar rumah mengejar Jongin di tengah hujan tanpa membawa benda penyelamat apapun. Harapan Jongin, Jongdae membawakannya jas hujan atau payung dan memaksanya untuk pulang dengan alasan khawatir jika ia sakit. Seperti perempuan memang, tapi ia juga ingin melihat sisi baik kakaknya itu, bukannya hanya sisi jahil nan gila saja yang timbul.

 

Kenyataan berkata lain.

 

“Jong, kau mengambil celana dalam mahalku, ‘kan?” tanya Jongdae pada Jongin di tengah hujan deras ini.

“Memangnya kenapa? Masalah?” jawab Jongin dengan ketus.

“Jaga celana dalamku dengan baik. Jangan sampai basah! Jika kau kembali itu akan aku benar-benar akan membunuhnu!”

“Tenang saja! Aku akan berenang sehabis ini.”

Jongdae melotot mendengar kalimat terakhir Jongin. “Sialan kau!”

Jongdae mengumpat, Jongin pun berlari sambil tertawa. Hei, lihat. Mereka saling mengejar seperti anak kecil. Tawa mereka bersatu dengan suara rintik hujan yang mengenai genting. Aksi kejar-kejaran seperti ini bukanlah gambaran kebencian Jongin atau pun Jongdae. Ini adalah tanda bahwa mereka sudah saling memaafkan tanpa perlu berkata-kata. Setelah lelah mengejar, Jongdae mengajak Jongin untuk duduk di pinggir jalan. Keduanya tertawa sambil sesekali bersin.

“Kita pulang sekarang.”

End.

.

.

ff yang gaje banget sumvah :v aku yg alay begindang/? Pasti typo dimana2 :v maygadh. Komennya~

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s