Ask You – Chapter 4#Please!!

ask me copy

Title
Ask You 4#Please!!

∴ Author ∴
Febby Fatma

∴ Leght ∴
Chaptered

∴ Genre ∴
Romance, Sad, School Life

∴ Rating ∴
General

∴ Cast ∴
Baekhyun and Kim Chunhee (OC)

∴ Other Cast ∴
Kai
Kim Jongdae (Chen)

$$$$

Kumohon

Bukan ini

Aku mohon jangan ini

Aku hanya ingin kau

Bukan yang seperti ini

Sungguh aku menyesalinya

Tapi aku hanya bisa diam

Aku tak bisa berbuat banyak untuk ini

Aku hanya berharap kau mengerti

Dan percayalah padaku

Andai aku bisa lebih kuat lagi

Andai aku tak selemah ini

Akan aku pastikan bukan ini

Akan aku buat kita yang sesungguhnya

Maafkan aku

Aku sangat menyesalinya

Maafkan aku yang tak bisa

Maafkan

Aku mohon maafkan aku

Lalu tetaplah menjadi milikku

Menjadi orang yang mempercayaiku

Dan jangan pergi dariku

Aku mohon

Maafkan aku

Aku mohon

Tolong mengerti diriku

Walau aku tak mengatakannya

Aku yakin kau tahu

Kau pasti mengerti

Karena itu aku mohon

 

$$$$

 

Baekhyun berjalan keluar rumahnya. Pagi ini cuaca cerah walau angin bertiup kencang. Dia menggenakan jaket hitam yang biasa dia kenakan setiap hari sebelumnya.

Entah kenapa hari ini Baekhyun ingin pergi sendiri. Setelah kemarin berhasil mengganggu Jongdae yang sedang berusaha mendekati Chunhee kini Baekhyun tak berniat seperti itu. Walau nyatanya dia merasa tidak tenang.

Dalam hatinya dia berharap kalau nanti dia akan bertemu dengan Jongdae yang sedang sendiri, tidak dengan Chunhee.

“Hoy Baekhyun!!” Sebuah seruan membuat Baekhyun menoleh dan melihat seseorang yang memanggilnya itu.

“Oh, Kai. Ada apa?” Kai orang yang memanggil Baekhyun tadi mendekat sambil tersenyum senang karena bisa menemukan Baekhyun.

“Hanya ingin berangkat bersamamu.” Kai mensejajari langkahnya dengan langkah kaki Baekhyun.

“Kau tidak biasanya seperti ini. Sejak kapan kau ingin berangkat bersamaku seperti ini?” Mendengar pertanyaan Baekhyun itu Kai langsung tertawa. Baekhyun memang tidak pintar seperti Chunhee tapi dia juga tidak bodoh hingga tidak menyadari sikap aneh Kai ini.

“Haha, langsung ketahuan ya?” Baekhyun hanya menatap teman sekelasnya itu dengan tatapan heran. “Aku hanya ingin bertanya padamu.”

“Bertanya apa? Aku bukan guru yang bisa kau tanyai.” Mendengar jawaban Baekhyun yang terkesan kejam itu Kai hanya tertawa. Dia mengerti kenapa Baekhyun seperti ini.

Selain teman sekelasnya Kai juga orang yang paling Baekhyun percaya. Hampir semua masalahnya Baekhyun ceritakan pada Kai dan meminta pendapat Kai. Itu sebabnya Kai ada di samping Baekhyun pagi ini.

“Kenapa kau sendirian? Di mana Jongdae dan Chunhee??” Kai sadar pertanyaannya ini salah, tapi ini memang satu-satunya pertayaan yang harus dia tanyakan saat ini.

Baekhyun diam, masih terlalu pagi baginya untuk memulai bad mood. Tapi mau bagaimana lagi, mendengar dua nama itu membuat Baekhyun ingin sekali berteriak keras-keras.

“Kenapa kau menanyakan mereka?” Baekhyun balik bertanya dan Kai lagi-lagi tertawa walau nyatanya tak ada yang lucu saat ini.

“Seharusnya kau ada di antara mereka. Kau tidak bisa begini.” Baekhyun sama sekali tak memprotes kata-kata Kai barusan. Kai memang benar.

Seharusnya Baekhyun ada diantara dua orang itu kalau dia tak menyukai hal itu. Harusnya dia buat Jongdae tak bisa menoleh pada Chunhee dan hanya melihat padanya. Itu yang seharusnya dia lakukan. Tapi kenapa dia tidak bisa?

Kenapa dia merasa jahat seperti saat ini?

“Kau harusnya menjelaskan semuanya. Bukan kabur seperti sekarang.” Lagi Baekhyun tak memprotes kata-kata Kai.

“Aku tidak bisa. Aku hanya ingin melihatnya.”

Kai menunduk sebagai ganti rasa prihatinya. “Kalau begitu yakinlah pada pilihanmu, kau pasti benar melakukan ini.”

“Terima kasih Kai. Kau memang teman yang baik. Maaf karena harus membuatmu terkesan kejam hari itu. Kau orang baik, tapi karenaku kau terlihat kejam di matanya.” Kai mengangguk dan merangkul Baekhyun layaknya seorang sahabat.

“Aku tak keberatan menjadi jahat asal aku melakukan itu untuk sebuah kebenaran. Yang aku tidak mau adalah terlihat jahat untuk sesuatu yang tak berarti.” Kali ini Baekhyun tersenyum.

“Jangan tersenyum seperti itu. Kau terlihat seperti yeoja.” Kai langsung menurunkan tangannya yang tadi merangkul Baekhyun dan bersikap seolah jijik pada Baekhyun.

“Kalau aku seorang yeoja apa kau mau menjadi kekasihku?”

“Jangan bercanda. Kalau kau seorang yeoja kau adalah yeoja teraneh yang ada di dunia ini.”

“Hahaha..” Bekhyun tertawa puas sedang Kai hanya menatapnya sebal. Yah, paling tidak Kai tahu kalau temannya itu tidak sedang dalam keadaan stress saat ini. Itu sudah cukup.

 

$$$$

 

“Kau dengar itu?”

“Apa?”

“Katanya Baekhyun akan pergi keluar negri.”

“Benarkah?”

“Iya. Katanya dia akan pergi ke Kanada untuk tinggal dengan kakaknya di sana.”

“Wah sayang ya? Kita akan kehilangan satu pemandangan indah di sekolah ini.”

“Tapi masih ada Kai dan Jongdae bukan?”

Chunhee menghentikan aktivitasnya yang menguping perkataan teman-teman sekelasnya yang menggosipkan Baekhyun.

Dia yakin kalau yang dimaksudkan teman-temannya itu adalah Baekhyun yang dikenalnya. Dia juga yakin kalau hanya ada satu Baekhyun di sekolahnya.

Baru Chunhee berdiri dan mulai berjalan keluar kelas, tepat di depan pintunya ada seseorang yang menunggunya. Orang yang beberapa hari lalu membuat dia harus menahan tangisnya.

“Aku harus bicara sesuatu padamu. Bisa kita pergi berdua sekarang?” Chunhee menatap orang itu tak percaya.

“Kau mengajakku?” Orang itu, namja yang diketahui menetap di kelas sebelah mengangguk pada Chunhee. Tak perduli kalau ada siswi lain yang menatap mereka sambil berbisik dan membuat gossip baru.

“Ayo.” Tanpa ada jawaban dari Chunhee, namja itu menarik tangan Chunhee.

Baru setelah sampai di tempat biasa Chunhee duduk untuk membaca buku, namja itu melepaskan genggamannya dari tangan Chunhee.

“Ada apa?” Tanya Chunhee langsung.

“Kau sudah mendengarnya?” Namja itu balik bertanya pada Chunhee.

“Sudah dengar apa?”

“Kau pasti sudah mendengarnyakan?”

“Apa? Kau ini sedang menanyakan apa Kai?”

Kai, namja yang mengajak Chunhee datang ke tempat ini mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia bingung bagaimana cara memberitahu yeoja di depannya ini.

“Ada apa Kai? Apa yang harus aku dengar?” Chunhee bertanya penasaran.

Mendadak yeoja itu terdiam. Matanya menatap Kai, tapi pandangannya seperti ruang hampa. Kosong. Dia ingat apa yang dia dengar di kelasnya tadi.

Jadi apa itu benar? Baekhyun akan pergi ke Kanada? Tinggal dengan kakaknya di sana? Meninggalkan tempat ini dan pergi jauh. Meninggalkan Chunhee lebih jauh lagi dari saat ini. Apa itu benar?

“Jadi itu benar?” Chunhee bertanya masih dengan pandangan yang menatap lurus ke arah Kai dan terlihat kosong.

“Baekhyun akan pergi? Apa itu benar?” Kali ini Kai menatap balik Chunhee yang bertanya padanya. Kai bisa melihatnya, yeoja itu seperti tak percaya dengan apa yang dia ketahui.

“Banarkan kau sudah mendengarnya?”

“Jawab aku Kai. Apa itu benar?” Kali ini Chunhee bukan bertanya tapi menuntut jawaban pada Kai.

“Itu benar. Dia akan pergi, dia dipaksa kakaknya untuk ikut tinggal di Kanada.” Seketika itu juga Chunhee menunduk. Tangannya gemetar, dadanya sesak dan kakinya terasa lemas.

Ingin rasanya ia jatuh dan tak sadarkan diri saat itu juga. Tapi tidak bisa. Dia masih sadar hingga saat ini. Hanya hatinya yang terus terasa semakin sakit dan semakin sesak. Dia ingin menangis tapi sulit. Dia tak ingin terlihat lemah lagi, apa lagi ada Kai di depannya saat ini.

 

$$$$

 

“Baekhyun!” Baekhyun menoleh dan mendapati seorang namja dan seorang yeoja berjalan mendekatinya. Namja yang merupakan sahabatnya dan juga yeoja yang sampai saat ini harusnya masih menjadi kekasinya.

“Kau pulang sendiri?” Baekhyun mengangguk menjawab pertanyaan Jongdae.

“Kita boleh pulang bersama?” Pertanyaan itu membuat Baekhyun menahan nafasnya beberapa detik agar detak jantungnya tetap tenang. Tapi gagal.

Ada apa dengannya? Hanya karena Chunhee bertanya seperti itu kenapa rasanya ingin sekali Baekhyun memeluk yeoja itu.

“Apa aku tak mengganggu?” Chunhee langsung menggeleng. Jongdae sendiri tak bisa berkata apapun selain mengikuti apa yang Chunhee mau saat ini.

“Kalau begitu aku akan sangat berterima kasih,” Baekhyun melihat Jongdae sekilas dan tersenyum pada sahabatnya itu. “Tapi kurasa akan lebih baik jika aku pulang sendiri atau dengan Kai saja.”

Baekhyun melenggang menjauhi Chunhee dan Jongdae. Ditariknya nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Baginya inilah yang benar. Sikap ini yang paling benar baginya. Dia akan baik-baik saja kalau seperti ini.

“Kau ingin kabur?” Chunhee berteriak. Baekhyun menghentikan langkahnya dan Jongdae menatap Chunhee bingung.

“Baiklah. Kaburlah yang jauh, kurasa kau memang hanya bisa melakukan itu saat ini. Walau nyatanya aku bisa memberikan kesempatan kau juga sepertinya tak akan menerima itu. Jadi kaburlah yang jauh dan jangan temui aku lagi.” Chunhee berhenti berkata tepat saat kakinya berhenti berjalan di depan Baekhyun.

“Kaburlah. Akan aku lupakan semuanya. Kau tenang saja.” Lanjut Chunhee.

“Chunhee,”

“Aku juga akan pergi sebentar lagi. Tenang saja, akan aku pastikan aku akan menjauh. Maka kaburlah yang jauh mulai sekarang.”

Baekhyun diam. Dia sadar kalau Chunhee sedang memarahinya dengan kata-kata yang menantang itu. Dia tidak takut pada Chunhee, tapi dia takut dengan kata-kata yeoja itu. Chunhee juga akan pergi.

Baekhyun tak ingin Chunhee pergi.

“Chunhee kumohon jangan seperti ini,” tangan Baekhyun ditepis oleh Chunhee saat dia ingin menyentuh tangan itu.

“Jangan tinggalkan apapun untukku. Termasuk bekas tanganmu. Aku tak ingin mengenangmu.”

“Chunhee, aku..”

“Kau sedang kabur dariku. Kau membuat aku tersiksa dengan semua perlakuanmu itu. Dan kau harus tahu kalau aku tidak suka kau yang seperti ini. Kau bukan Baekhyun.”

Jongdae yang berdiri di tengah antara Chunhee dan Baekhyun hanya bisa diam. Dia bingung dengan semua yang dilihat dan didengarnya. Makanya dia diam agar bisa mengerti arah semuanya.

“Kumohon dengarkan aku,” lagi-lagi Chunhee menepis tangan Baekhyun yang berusaha menyentuhnya.

“Akan aku dengarkan asal kau kembali. Kau punya waktu sebelum kau benar-benar aku anggap kabur.” Baekhyun diam. Dia bingung harus bagaimana sekarang.

“Akan aku tunggu, tapi setelah waktunya lewat jangan pernah berharap kalau aku akan mendengarkanmu lagi. Melihatmu juga aku tak akan mau.” Setelah berkata seperti itu Chunhee lari meninggalkan Baekhyun juga Jongdae.

Hatinya sakit harus berkata seperti itu pada Baekhyun. Dia harusnya bisa memaklumi semua itu, tapi dia tak ingin berpisah dengan Baekhyun, itu sebabnya dia berkata seperti itu pada Baekhyun.

“Kau baik-baik saja?” Jongdae bertanya setelah menepuk pundak sahabatnya itu.

“Maafkan aku. Aku merusak acaramu lagi.”

“Haha.. Kau lucu juga Baekhyun. Dari dulu kau selalu saja seperti ini. Ini bukan waktunya melucu.” Baekhyun menatap Jongdae yang tertawa dengan tatapan tak percaya.

“Aku datang ke Korea lagi karena kau yang memintanya. Karena kau bilang kau akan pergi dan kau ingin aku menjaga sesuatu. Iyakan?” Baekhyun mengangguk. “Aku akan menjaganya untukmu. Akan aku pastikan dia akan tetap menjadi milikmu.”

Baekhyun semakin tak yakin dengan dirinya yang barusan mendengar kata-kata Jongdae.

“Aku tak akan mengambilnya darimu. Kalau saja kau katakan padaku kalau dia yang harus aku jaga aku juga tak akan mendekatinya sepeti kemarin. Maafkan aku.” Baekhyun mengangguk. Rasanya satu bebannya baru saja terangkat. Tapi masih ada satu lagi yang lebih besar.

“Aku tidak bisa Chunhee. Maafkan aku.”

 

$$$$

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s