[Ficlet] Love

Love

|| Title: Love|| Author: Phiyun || Genre: Romance |School Life | Friendship | Comedy || Cast: Choi Siwon | Im Yoona | Cho Kyuhyun ||

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film n buku yang pernah di tonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Please Don’t Be Silent Reader!

 

Cerita kali ini aku fokuskan ke POV Siwon ya ^^

Kalimat yang bercetak miring adalah isi dalam hati Siwon.

***Summary***

Cinta, suatu kata yang sangat ajaib di dunia ini.

~OoO~

*** Happy  Reading ***

Aku terpaku saat menatap kedua sosok yang saat ini berada di dalam ruangan kelas. Mereka berdua terlihat akrab bahkan bisa dibilang mereka berdua sangat serasi saat bersama. Tatapan mata yang di pancarkan oleh gadis itu pun terhadapan pria yang ada di hadapannya sangatlah indah. Gadis berambut panjang itu terlihat semakin cantik saat ia memperlihatkan senyuman di wajahnya.

Hatiku terasa sesak saat melihat pemandangan semacam itu tepat di depan kedua mata kepalaku sendiri. Aku ingin sekali berlari untuk menggangu percakapan mereka bahkan aku ingin sekali menarik gadis itu untuk pergi jauh dari depan hadapan pria tersebut. Semua itu ingin aku lakukan karena aku sangat menyukainya.

Gadis itu bernama Im Yoona. Tidak sulit bagiku untuk bersama dengan dirinya. Karena kami berdua adalah anggota osis. Yoona adalah ketua osis sedangkan aku adalah wakilnya. Sepanjang kegiatan osis setelah pulang sekolah kami selalu menghabiskan waktu bersama di ruang osis. Ini adalah tahun terakhir kami bersama karena setelah dua bulan depan kami akan di sibukkan dengan pendalaman materi pelajaran. Karena kami sudah kelas SMA dan di bulan besok jabatan kami berdua akan di berikan kepada pengurus baru.

Jarak antara kami pun kian menjauh semenjak aku memperkenalkan teman baikku kepada Yoona.  Aku akui kalau aku adalah seorang yang kaku dan terlihat menyeramkan. Berbanding terbalik dengan temanku, Cho Kyuhyun yang mempunyai sikap yang menyenangkan dan berwajah ramah. Sejujurnya aku merasa iri kepada Kyuhyun karena, pria itu bisa membuat gadis yang aku sukai tersenyum. Karena dia sama sekali tak pernah menunjukan senyuman semanis itu di depanku, jadi wajar aku merasa hal semacam itu.

Setiap aku melihat wajah gadis itu, membuatku selalu menghela napas. Parasnya yang cantik dan senyumannya yang mempesona membuat dadaku sesak dan perih. Yang membuat dadaku sesak dan perih adalah karena aku hanya bisa menatap sosok dirinya dari kejauhan.  Dan aku tak bisa berharap lebih kepadanya karena gadis itu mencintai sahabat karibku.

~OoO~

“Kalau aku masuk sekarang, menggangu tidak ya?” gumamku pelan di depan pintu ruangan osis. Kakiku terasa kaku saat hendak akan masuk ke dalam ruangan tersebut. “Kenapa aku jadi canggung? Bersikaplah seperti biasanya saja, Choi Siwon-ah!”  dan pedal pintu ruangan itu pun aku dorong ke depan untuk membuka pintu yang saat itu sedang tertutup sedikit.

“Aku suka padamu, Kyuhyun-ah! Aku merasa senang saat bersama dengan mu.” seru Yoona di saat aku baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut. Yoona dan Kyuhyun terkejut saat melihat keberadaanku di antara mereka. Suasana di dalam ruangan itu pun menjadi canggung.

“Menyebalkan kenapa aku harus melihat adengan semacam ini!” teriak batinku saat harus melihat dan mendengar pengakuan cinta dari wanita yang aku cintai.

Tak lama Kyuhyun berkata. “Kau merasa senang saat bersama dengan diriku? Apakah itu di namakan cinta?” mendengar perkataan Kyuhyun membuat Yoona terpaku. “Yoona-ah, aku dengar selama beberapa minggu ini kau mengambil kelas tambahan karena nilai rapot matematikamu selalu mendapatkan merah. Asal kau tahu saja, Yoona-ah. Aku tak suka dengan gadis yang bodoh.” kata Kyuhyun enteng di hadapan Yoona tanpa memperlihatkan ekspresi bersalah.

“Kenapa aku merasa ikut sakit hati. Harusnya aku senang, bukan? Karena pengakuan gadis yang aku sukai di tolak mentah-mentah oleh pria itu.”

 

Merasa suasana semakin tak mendukung, akhirnya aku memutuskan untuk pergi menjauh dari hadapan mereka berdua. Saat aku hendak pergi tiba-tiba seseorang menarik kencang lengan tanganku kebelakang. Sontak tubuhku pun oleh dan dalam hitungan detik aku jatuh di dalam dekapan orang tersebut. “Yang aku sukai itu Siwon. Aku sangat menyukaimu, Siwon-ah. Bahkan kita pernah mandi bersama dan tidur bersama, benarkan Siwon-ah” ucap Kyuhyun sambil menarik kepalaku ke dalam dekapan.

“Apa-apaan anak ini!!” aku berusaha melepaskan diriku dari dalam pelukan Kyuhyun namun kekuatanku hilang saat aku menatap kedua bola mata milik Yoona. Ya, kedua manik miliknya sudah basah oleh buliran-buliran bening yang jatuh dari kedua sudut matanya.

“Choi Siwon-sii, Aku benci kau!!!” teriak Yoona sembari meneteskan airmata.

“Tunggu dulu, kalimat itu tak pernah ingin aku dengar dari gadis yang aku cintai.” Aku pun mencoba menjelaskan kalau semua ini hanyalah salah paham. “Yoona-ah, ini bukan seperti yang kau pikirkan, aku dengan Kyuhyun…”

 “Aku tak mau melihat kau lagi!!” teriak Yoona dan kemudian gadis berambut panjang itu pun pergi berlari menjauh dari hadapanku.

Melihat itu, aku pun ingin segera berlari menghampiri Yoona. “Ya! Lepaskan, aku Kyuhyun-ah!”

“Tak mau!” bantah Kyuhyun sambil tetap memeluk erat tubuhku. “Yah!!! Gara-gara ucapanmu itu, membuat Yoona menjadi salah paham, tahu!” teriak ku kesal tapi nampaknya Kyuhyun sama sekali tak menggubrisnya. Dia malah berkata dengan santai kepadaku. “Yang aku katakan kan benar. Kita pernah mandi bersama dan tidur bersama juga kan?” sambil memperlihatkan sederet giginya di depan hadapanku. “Apakah aku salah?” ucapnya kembali.

Aku hanya bisa menghela napas karena apa yang ia katakan adalah benar. “Tapi itukan sudah lama, saat kita masih kecil karena kita bertetangga.”

“Betul sekali, aku jadi merindukan hal itu. Bagaimana kalau kita melakukannya lagi?” celetuknya membuat bulu romaku bergidik ngeri.

“Jangan harap!” seruku sambil menjitak puncak kepala pria berwajah manis tersebut.

~OoO~

-Keesokan harinya-

Semenjak kejadian itu sikap Yoona menjadi dingin kepadaku. Dia semakin menjaga jarak terhadapku bahkan dia selalu membuang wajahnya saat berpapasan denganku. Aku menjadi frustasi dengan sikap yang di tunjukan dia kepada diriku. Apalagi salah paham ini semakin menjadi karena Kyuhyun selalu bersikap aneh di depanku.

-di depan kelas-

“Aku suka kamu…” sambil mencubit lembut sebelah pipiku.

-di depan ruang osis-

“Aku rindu kamu…” sambil memelukku dari belakang.

-di depan kamar mandi sekolah-

“Aku ikut ya, aku kan menjagamu dari tatapan nakal orang yang ada di dalam kamar mandi.” ucapnya dengan senyum yang merekah. “Tidak! Terimakasih.” seruku untuk menolak tawarannya.

Semua kejadian itu terjadi terus menerus tepat di depan hadapan gadis yang aku cintai, yaitu Yoona. Tatapan mata Yoona pun semakin terlihat sinis dan dingin terhadap diriku.

~OoO~

-Sepulang sekolah-

“Yoona-ah, kau masih salah paham padaku, ya?” tanyaku seraya menepuk atas pundaknya saat kami berdua sedang berjalan di lorong sekolah. Langkah Yoona terhenti saat tanganku menyentuh atas pundaknya. Dengan perlahan-lahan Yoona membalikkan badannya dan…

“Lepaskan…” ucapnya datar sedingin wajahnya. Kedua matanya memancarkan perasaan yang penuh kebencian kepadaku. “Yoona-ah, aku…” belum sempat aku menyelesaikan perkataanku. Tatapan gadis itu langsung menatap sinis sebelah tanganku dari atas pundaknya dan setelah itu ia menatap ke arahku dengan tajam. Mau tak mau akhirnya aku menurunkan tanganku dari atas bahunya. Setelah terlepas, Yoona  langsung pergi berlalu meninggalkanku. Aku berusaha menahan langkah kakinya dengan cara memanggil namanya. “Yoona-ah! Kau harus mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu.” tapi sayangnya gadis itu sama sekali tak menggubris panggilanku bahkan perkataanku di anggap angin lalu olehnya.

~OoO~

-Di ruang osis-

“Kau sedang mengerjakan soal tambahan?” tanyaku dari depan pintu. Untuk sesaat gadis itu menoleh ke arahku namun itu tak berlangsung lama, karena ia langsung membuang pandangannya dari depan wajahku.

 

“Kalau begini, sepertinya tak ada harapan lagi untukku bisa mengatakan cinta kepada dirinya. Boro-boro mengatakan cinta, mendekati dirinya saja sulit.” lirih batinku getir saat diriku selalu di acuhkan olehnya.

Aku ingin sekali melupakan dirinya di dalam pikiranku. Tapi saat aku menatap wajahnya, aku kembali terpesona akan sinar mata miliknya yang begitu indah. “Mengapa sekarang aku mulai merasa muak dengan semua ini.”

“Soal begitu gampangnya kenapa tak bisa kau selesaikan? Kau ini benar-benar bodoh ya.” ucapku begitu saja setelah selesai mengerjakan soal matematika yang ada di atas meja tempat duduknya.

Gadis itu langsung berdiri dari tempat duduknya saat mendengar perkataanku. “Memang aku bodoh! Lalu memangnya kenapa!” bentaknya kesal sambil menonggakkan kepalanya ke arahku.

“Aku tak bermaksud merendahkanmu, tapi kalau kau memang suka dengan Kyuhyun seharusnya kau mau berusaha dengan lebih keras untuk dapat menarik perhatiannya, kan?”

Mendengar perkataanku, gadis itu pun tertegun. Aku bisa melihat kalau dia mengakui ucapan yang barusan aku lontarkan ada benarnya untuk dirinya.

“Soal nomor satu itu hasilnya, 2x dan yang soal nomor dua itu hasilnya 14.” ujarku dengan jari telunjuk yang melayang ke atas buku miliknya. Yoona langsung terdiam seribu bahasa. Dia sama sekali tak membantah dengan apa yang barusan saja aku katakan.

Beberapa saat kemudian Yoona berkata padaku dengan suaranya yang lemah. “Apakah kau benar-benar berpacaran dengan Kyuhyun?” sontak aku terkejut dengan apa yang baru saja ia ucapkan padaku. “Tak mungkin aku berpacaran dengan seorang pria.” tawa dalam hatiku.

 

Entah kenapa aku malah berkata aneh di depan hadapan-nya. “Kalau begitu, mengapa kau tak menyerah saja. Kalau sudah tahu akan kalah?” unjarku. Tiba-tiba gadis yang ada di depan hadapanku berdiri sambil menggebrak kencang atas meja dan berkata. “Matematika! Kau harus mengajariku selama seminggu ke depan, kau harus menjadi guruku!”

“Boleh saja, tapi apakah kau yakin bisa mendapatkan nilai 100?” tantangku.

Dengan percaya diri gadis itu berkata dengan suaranya yang lantang. “Pasti bisa! Aku pasti akan mendapatkan nilai sempurna itu!” ucapnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. “Aku mau pergi ke toilet dulu!” tambahnya sambil berlari keluar dari dalam kelas.

“Yang benar saja? Bagaimana mungkin dia bisa mendapat nilai sempurna dalam waktu seminggu?” gumamku pelan seraya menatap sendu belakang punggung kecilnya dari kejauhan. “Begitu sukanya kah kau dengan Kyuhyun…”

Dadaku terasa sesak dan perih, bahkan di dalam hatiku yang terdalam aku ingin sekali menagis tapi aku tak mampu melakukannya. Aku akan menahan semua perih ini selama itu aku bisa berada di sisimu, itu sudah cukup untukku.

~OoO~

Setelah hari itu, kami berdua semakin dekat. Setiap jam istirahat maupun setelah jam pulang sekolah kami berdua selalu menghabiskan waktu bersama di ruang osis. Hampir seminggu aku mengajarinya pelajaran matematika. Aku jadi semakin mengenal dirinya semenjak saat itu juga. Seperti dia sangat menyukai minuman jus strawbery, dia bisa menghabiskan tiga sampai 4 kotak jus strawbery dalam sehari. Kadang bila dia bingung dengan jawaban soal yang ku berikan dia selalu memanjangkan isi dalam pensil mekaniknya dengan kedua mata yang tertutup. Gadis itu bisa memberikan bermacam-macam ekspresi dalam waktu satu jam. Dia hanya mempunyai dua ekspresi yaitu ekspresi imut dan ekspresi sangat menggemaskan dan itu membuatku semakin terpesona akan kecantikannya.

“Manis..” terdengar suara dari balik belakang punggungku. Aku pun menoleh ke belakang dan ternyata orang yang sangat tidak ingin aku jumpai sudah ada di belakangku. “Oh, kau Kyuhun-ah.” sapaku kepadanya setelah itu aku kembali fokus mengajari  Yoona.

“Benci… Kata itu ajaib ya! Di mulai dari ‘Benci’ jadi ‘Suka’, benarkan?” ucap Kyuhyun sambil memeluk belakang punggungku seraya kedua matanya menatap ke arah gadis yang ada di depan hadapanku.

“Yah! Kenapa kau berkata seperti itu di depan Yoona!” teriak batinku. Aku tak mau ada salah paham diantara kami berdua.

“Itu tak akan mungkin!” teriak Yoona memecahkan keheningan di antari kami bertiga. Mendengar kalimat itu, membuat jantungku perih seperti tertusuk beribu-ribu sebilah pisau. Aku tak mampu berkata apa-apa lagi. Bibirku terkunci rapat.

Aku pun lalu bangkit dari atas kursi untuk pergi. Tapi langkah kakiku di hentikan oleh Kyuhyun. Dengan cara menepuk atas pundakku dari belakang. “Kau mau kemana? Kau tak boleh pergi dari sini sebelum kau mendengar perkataanku.” ucapnya pelan.

Mau tak mau aku pun membalikan tubuhku ke depan hadapan Kyuhyun. “Apa yang mau kau katakan.”

“Aku suka kamu!” teriaknya.

“Diam!! Kau membuat gendang telingaku sakit dengan suara teriakanmu sepanjang hari.”

“Kalau terlalu kencang, bagaimana kalau kata itu aku bisikan di telingamu.”

Dengan cepat aku langsung menutup kedua telingaku dengan kedua telapak tanganku sambil berkata setengah berteriak. “Aku tak mau dengar!!!”

Suasana canggung di dalam kelas itupun seketika  hilang dan berganti dengan gelagak tawa.

~OoO~

-Sore harinya-

“Baiklah, pelajaran hari ini kita akhiri sampai di sini. Aku doa kan semoga ulangan matematikamu mendapat kan  nilai sempuran seperti keinginanmu.” ujarku dan Yoona hanya membalas ucapanku dengan anggukan kepalanya.

Sebelum aku pergi meninggalkan dirinya, aku ingin kesalah pahamanku dengan  Yoona selesai dengan cara yang baik. “Aku dengan Kyuhyun hanya teman, tak lebih.” ucapku gamblang di depan hadapannya. Tapi respon yang di balas dari Yoona hanyalah ekspresi wajah yang datar.

“Sungguh, aku dengan Cho Kyuhyun itu hanya teman, apakah kau tak percaya.” Kali ini aku berkata dengan suara yang agak di tinggikan. Tiba-tiba gadis yang ada di depan hadapanku tertawa sambil berkata. “Aku tahu kok, kalau Kyuhyun hanya becanda padamu.” kekehnya.

“Aku hanya penasaran saja padamu, Siwon-ah. Bagaimana mungkin kau tak mempunyai seorang gadis sampai sekarang. Kau itu tampan dan pintar pasti banyak gadis yang ingin memelukmu.” ucap Yoona dengan tersenyum.

Aku terpaku saat melihat senyum manisnya. “Ia tersenyum…di depanku.”

“Lebih baik kau bukalah hatimu, Siwon-ah. Aku yakin pasti banyak gadis yang akan jatuh hati padamu dan lagi rubahlah sedikit ekspresi wajah dinginmu. Kau lebih terlihat tampan bila tersenyum.” tambah Yoona kepadaku. Tanpa aku sadari kedua sudut bibirku sudah terangkat ke atas begitu saja saat kedua mataku menatap seulas senyum lembut miliknya.

“Apakah tak ada gadis yang kau sukai?” tanya gadis itu kembali padaku. Seketika senyuman yang saat tadi mengembang di wajahku pun pudar. Aku langsung memalingkan wajahku dari hadapan Yoona. Karena aku tak ingin ia melihat ekspresi wajahku yang tak karuan saat ini.

“A-da… ada gadis yang aku sukai.”

“Siapa?” tanyanya penuh penasaran.

Aku tak mungkin mengatakan kalau gadis itu adalah dirinya, bukan? Dengan ragu aku pun menjawab. “Sayangnya gadis itu menyukai Kyuhyun.” senyumku getir seraya memalingkan kembali padanganku dari hadapannya.

“Begitukah?” kali ini ekspresi yang di tunjukan Yoona terlihat sendu dan itu membuatku berpikiri kalau memang sepertinya cintaku harus berakhir detik ini juga. “Mari aku antarkan pulang, kalau tak sekarang nanti kita kemalaman di jalan.” ujarku sambil menarik lembut pergelangan tangan Yoona untuk pergi bersama dengan diriku.

~OoO~

-Di perjalanan pulang-

“Siwon-ah, apakah kau tahu kenapa Kyuhyun lebih di sukai oleh banyak siswi di sini?”

“Hentikan! Aku tak mau dengar! Kenapa kau salalu membicarkan pria lain di depanku?” kalimat itu yang ingin aku katakan padanya tapi aku tak mampu mengatakan kalimat kasar semacam itu terhadap dirinya. Pada akhirnya aku hanya dapat membalas pertanyaan Yoona dengan anggukan kepala. “Hemm..”

“Siwon-ah, ada sesuatu yang mau aku ungkapkan padamu. Sebenarnya saat bersama dengan dirimu aku merasa berdebar-debar tapi rasa debaran itu berbeda saat bersama dengan Kyuhyun. Kau itu…”

“Berbeda?” aku ingin sekali mendengar kalimat itu hingga akhir.  “Maksudmu, apa Yoona-ah?” tanyaku kembali namun kali ini entah mengapa aku mengatakannya dengan nada yang sedikit memaksa.

“Kau berbeda dengan Kyuhyun. Kau selalu membuat hatiku tak karuan dan membuat dadaku sesak. Tapi…” untuk beberapa saat Yoona menghentikan percakapannya dan kemudian ia menoleh ke arahku sambil berkata. “Tapi, kalau kau memaksa untuk menyentuhku. Aku tak akan menolaknya.” Seraya menyungingkan senyuman lembutnya kepadaku. Setelah mengatakan itu Yoona berjalan terlebih dahulu dari hadapanku.

Di sepanjang jalan, kami berdua hanya terdiam. Aku hanya mampu menatap belakang punggungnya dari belakang di dalam diamku. Tak lama turunlah buliran-buliran putih yang turun dari atas langit. Ya, salju pertama yang turun di bulan Desember.

“Wah, lihat Siwon-ah. Salju pertama turun.” serunya senang sambil menegadahkan sebelah tangannya untuk merengkuh salju yang turun dari atas langit.

Tiba-tiba aku teringat dengan ucapannya saat tadi. “Tapi, kalau kau memaksa untuk menyentuhku. Aku tak akan menolaknya.”

 

Apakah bila aku memaksa dirinya, apa ia akan menyukaiku? Sebenarnya hal itu sangatlah mudah aku lakukan terhadap dirinya. Tubuhnya yang mungil dan terlihat lemah, aku bisa saja memeluknya tampa harus mengeluarkan banyak tenanga. Bahkan aku rela menjadi tempat sandaran dirinya untuk menangis.

“Apakah aku harus mencoba memeluknya sekarang?”

~OoO~

Yoona terkejut saat tiba-tiba aku memberikan jas almamaterku ke tubuh gadis itu. “Siwon-ah…” sambil menoleh kebelakang.

“Pakailah.” balasku dengan tersenyum simpul. Yoona mencoba menolaknya, tapi aku berhasil menyuruhnya tetap menggunakannya. Dengan alasan  aku tak ingin ia sakit di esok harinya.

Aku sengaja melakukan itu karena jaket ku dapat menghangatkan tubuhnya  terkesan romantis memamang sikap yang aku lakukan terhadap dirinya.

“Ada sesuatu yang mau aku berikan padamu.” sambil memberikan sebuah gantungan kunci berbentuk rusa santa claus kepada dirinya. “Apa ini?” tanyanya dengan ekspresi yang bingung. “Benda itu selalu aku bawa, karena benda itu juga aku bisa mendapatkan rangking 1 hampir selama dua tahun belakangan ini.” balasku.

“Benarkah? Apakah ini Jimat keberuntunganmu?”

“Hemm…”

“Wow… keren! Gomawoyo, Siwon-ah.” dengan kedua matanya yang berbinar-binar.

Dari pada harus memaksa dirinya untuk menerima pelukan dariku, aku lebih bahagia dengan berakhir seperti ini. “Aku tak mau membuat hubungan kita semakin canggung kedepannya.”

~OoO~

-Author Pov-

~ D-Day ~

 

Siwon terlihat gelisah sepanjang waktu. Sesekali ia berjalan mondar-mandir untuk sekedar melihat sesuatu yang ada di luar pintu ruangan tersebut. Mendapati tak ada orang yang ia tunggu, pria itu pun berjalan kembali masuk ke dalam dan duduk. Ternyata di sana bukan hanya ada dirinya seorang tapi ada satu orang laki-laki lainnya disana yang sedang duduk santai di tempat duduknya.

“Siwon-ah, apakah kau tahu sikapmu itu terlihat berlebihan.” kata sahabatnya risih. “Yoona hanya ulangan remidial, bukan ujian nasional. Jadi berhentilah mondar-mandir di depanku.” ungkap pria itu dengan berpangku tangan.

“Yah! Kyuhyun-ah. Apakah kau tak tahu ia melakukan itu semua demi dirimu? Dia berusaha keras untuk mendapatkan nilai 100 demi dirimu!” sambil menggebrak atas meja sahabatnya. Tapi tanggapan yang di terima oleh Siwon sebaliknya. Kyuhyun malah berkata dingin tehadap dirinya.

“Gadis yang berpura-pura berusaha malah membuatku semakin muak melihatnya.” ungkapnya angkuh.

“Apa maksud ucapanmu itu? Kau itu memang brengsek!”

Di katai brengseng oleh sahabatnya, membuat Kyuhyun meradang. Pria itu langsung bangkit dari tempat duduknya dan berkata. “Kaulah yang brengsek! Membunuh perasaanmu sendiri dan berusaha keras demi gadis yang kau sukai untuk bersama dengan orang lain! Kau itu munafik, Siwon-ah!” ucap Kyuhyun lantang. Seketika lawan bicaranya pun terdiam, Siwon sama sekali tak mampu membalas lagi perkataan Kyuhyun.

“Apakah itu maumu? Apa kau menginginkan aku jadian dengan Yoona?” tanya Kyuhyun kembali tapi Siwon tetap terdiam dia tetap diam seribu bahasa. “Baiklah bila itu maumu, aku akan jadian dengan Yoona.” Setelah mengatakan itu Kyuhyun langsung berjalan ke arah pintu keluar dan apakah itu kebetulan atau memang sudah di atur oleh Tuhan. Tiba-tiba datanglah gadis yang sedari tadi di tunggu oleh Siwon. Gadis itu terlihat senang saat masuk ke dalam ruangan osis dengan menggunakan jaket almamater milik Siwon.

“Siwon-ah, ada kabar gembira akhirnya aku bisa…”

“Yoona-ah ada yang ingin aku katakan padamu. Ayo ikut dengan ku.” potong Kyuhyun sambil menarik lengan gadis itu dan secara mengejutkan Siwon menarik lengan milik Yoona yang sebelahnya dengan beralawanan arah dan kemudian…

“Chu…” pria itu mengusap lembut bibir Yoona yang berwarna ke merah mudaan itu dalam waktu beberapa detik. Kedua mata Yoona membulat sempurna saat mengetahui dirinya sudah ada di dalam dekapan pria itu bahkan Yoona semakin terkejut saat bibirnya menyentuh bibir tipis milik Siwon.

Yoona langsung mendorong kencang tubuh Siwon dari tubuhnya. “Aku benci kamu!!!” teriak Yoona sambil membuang sebuah benda ke arah Siwon, setelah itu Yoona pun berlari kencang meninggalkan kelas. Siwon terpaku saat melihat gantugan rusa yang di berikan oleh dirinya kepada Yoona tadi malam saat ini tergeletak di bawah lantai.

Kyuhyun pun membantu mengambil benda tersebut yang tak jauh dari bawah kaki Siwon. “Aku memang seorang yang munafik, ya.” ucap lelaki itu parau kepada sahabatnya, Kyuhyun. Mendengar pengakuan Siwon Kyuhyun hanya tersenyum masam dan kemudian berkata. “Pikirkan sendiri.” sambil memberikan gantungan kunci tersebut kepada Siwon dan setelah itu Kyuhyun pun berlalu.

~OoO~

Beberapa saat kemudian aku pun belari untuk mengejar Yoona. Aku berlari mengelilingi satu persatu ruang kelas. Aku ingin menjelaskan kepada Yoona kenapa tadi aku menciumnya. Aku ingin menyatakan isi hatiku pada dirinya. Tak sengaja aku bertemu dengan Kyuhyun yang sedang berdiri bersandar di lorong sekolah. Lalu aku berjalan menghampiri Kyuhyun yang sedang tertegun.

“Kyuhyun-ah… mianhae. Maafkan perkataan kasarku tadi.” pria itu sedikit terkejut dengan kedatanganku. Terasa canggung memang namun akan lebih aneh bila aku tak meminta maaf kepadanya, benarkan?

“Aku sudah memaafkan dirimu, sebelum kau mengatakan kalimat itu padaku.” katanya santai. “Lagipula di bandingkan Yoona aku akan lebih memilih dirimu, Siwon-ah.” tambah Kyuhyun dengan tersenyum.

Aku merasa terharu saat mendengar perkataan sahabat baikku, Kyuhyun. “Terimakasih banyak.” ucapku penuh haru dan Kyuhyun membalas. “Jadi, bersabarlah sedikit lagi ya.”

“Eh…?” aku bingung dengan maksud yang barusan saja di katakan Kyuhyun padaku. Tiba-tiba Kyuhyun berjalan mendekati diriku dan tiba-tiba kedua tangannya menyentuh kedua pipiku. Sontak aku terkejut setengah mati. Tak mungkin kan dia mau menciumku.

“Tu-tunggu sebentar. Apa-apaan kau ini!” kata sambil berusaha melepaskan kedua tangannya dari atas pipiku. “Sebentar lagi… tunggulah sebentar lagi.” bisiknya padaku. Aku semakin tak mengerti apa maksudnya. “Yah! Lepaskan, apa kau sudah gila!” maki ku dan saat aku hendak akan meninju dirinya tiba-tiba datanglah seseorang yang menabrak tubuhku cukup kencang.

“Bruk!!!”

Tubuhku terjungkal jauh kebelakang bersamaan dengan seseorang yang telah menabrakku. Betapa terkejutnya diriku saat melihat siapa yang sudah menabrak tubuhku dengan cukup kencang. Yang ternyata yang menabrak diriku adalah Yoona. Ya, gadis itu saat ini ada di dalam dekapanku. Dia memeluk tubuhku cukup erat. Aku semakin bingung saat Kyuhyun memandangi diriku dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“Dasar bodoh! Apakah kau tak sadar dengan ucapan Yoona saat mengatakan dia menyukaiku karena merasa senang? Aku langsung bisa tahu kalau yang di sukai oleh Yoona itu adalah kau, Siwon-ah. Tatapan matanya berbeda saat bersama dengan diriku.” ucap Kyuhyun panjang lebar kepada diriku yang masih jatuh terduduk bersama Yoona yang masih memeluk diriku.Tak lama Kyuhyun pun berkata kembali padaku. “Baiklah, sepertinya urusanku sudah selesai. Kalau begitu aku pergi dulu ya.”

Tinggallah kami berdua. aku masih bingung dengan apa yang telah terjadi, tak mungkin kan kalau Yoona menyukaiku. Tapi mengapa aku berharap kalau semua ucapan yang di katakan Kyuhyun itu adalah kenyataannya.

 “Yoona-ah…Apakah kau…” ucapku ragu.

“Ya!! Meskipun kalian berdua itu teman baik, jangan mesra begitu dong di depanku! Dadaku sesak tahu saat melihat kedekatanmu dengan Kyuhyun! Aku cemburu tahu! Dan juga jangan tiba-tiba menciumku tiba-tiba seperti itu, kau membuatku malu!” teriaknya lantang dengan meneteskan airmata.

 “Siwon, bodoh! Apa kau masih tak menyadarinya juga? yang aku sukai itu kau tahu. Aku kesal saat melihat ekspresi datarmu saat aku mengatakan cinta pada Kyuhyun. Bahkan kau malah membantuku untuk jadian sama dia, Kau ini pria yang jahat!!” ungkapnya lagi sambil memukul-mukul kencang atas dadaku dengan airmata yang menetes di kedua pipinya. Aku semakin tercengang saat Yoona berkata kalau yang dia sukai adalah aku, bukanlah Kyuhyun.

Mendengar semua itu, aku langsung memeluk Yoona ke dalam dekapanku. Aku merasa senang dengan apa yang barusan saja aku dengar di mulut gadis yang aku cintai. “Kau harus mendengarkan isi hatiku, Siwon-ah. Aku Suka k..”

“Hentikan!” sambil melepaskan pelukanku kepadanya. Yoona terkejut dengan apa yang aku katakan. Kedua pupil miliknya yang berwarna kecoklatan tersebut membesar saat menatap diriku. “Kenapa aku tak boleh mengatakannya?”

“Pokoknya aku tak mau dengar!” balasku menegaskan kalau aku benar-benar tidak mau mendengar kalimat itu dari drinya. “Mengapa..? setidaknya dengarkan pengakuanku, masalah di terima atau tidak aku tak mempermasalahkannya, Siwon-ah…” lirihnya kembali dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

Aku tak mampu berkata apa-apa lagi. Aku hanya dapat menatap tajam kedua manik milik Yoona secara intens. “Karena, kata ajaib itu ingin aku ucapkan terlebih dahulu padamu.” ucap batinku.

Dengan senyum yang lembut aku lalu merengkuh kembali tubuhnya yang mungil ke dalam dekapanku sambil berkata. “Saranghae…” bisikku lembut di sebelah daun telinganya.

~The End~

 

Annyeonghaseo yeorobun ….

Ketemu lagi sama Phiyun disini (^-^)/

Aku membawakan FF Yoonwon baru ni sebagai permintaan maap ku kepada readers yang sudah menunggu lama kelanjutan FF ku yang masih ongoing. Mian authornya belum bisa publis itu FF di bulan ini, soalnya miminnya lagi rada sibuk, hehe 😀 tapi tenang di bulan depan pasti mimin update-tin. Ditunggu aja ya dear ^^

Oh iya, bagaimana menurut kalian ceritanya kali ini? Aku harap kalian semua menyukainya ya  😉 Maaf bila banyak Typo’s yang bertebaran saat membaca cerita ini, maklum author juga manusia biasa ^^

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Chingu…Karena komentar dari kalian semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

See you ….

Khamsahamida (^-^) v

Advertisements

37 thoughts on “[Ficlet] Love

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s