[FF] Touch My Heart ~ Touch my heart (Chapter 1)

[FF] Touch My Heart (Chapter 1)

image

Author : SimbaDeer307 || Main Cast: Im YoonA – Choi Siwon || Support Cast: Kwon Yuri SNSD – Im Seolung 2AM – Seulgi RV find yourself ||Genre: Romance, Meriagge Life, Comedy || Length: Chapter || Rating: PG17 || Twitter: @SimbaDeer307

Disclaimer : this story pure my imagination… Jika ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan belaka.
Maaf jika banyak Typo…

~¤¤¤¤Happy Reading ¤¤¤¤~

Masa lalu berdetak dalam diriku seperti hati yang kedua. Masa lalu yang sempat ku lupakan kini kembali lagi dalam kehidupanku.

Hari ini bulan Desember dimana butiran-butiran kristal berjatuhan menyelimuti ibu kota Seoul dan menutupi seluruh pemukiman warga, bahkan suhu lingkungan di sekitar sangatlah dingin hingga mencapai -6o C. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat warga seoul untuk menyambut hari natal dan tahun baru yang akan diselenggarakan beberapa minggu ke depan. Bahkan sebagian dari mereka telah menyiapkan berbagai keperluan natal dan menghabiskan waktu terbaik mereka untuk menikmati keindahan suasana kota bersama keluarga tercinta, seperti; bermain ski, ice sketing atau mengunjungi winter festival menjadi salah satu aktivitas seru yang dapat dilakukan saat musim dingin. Tapi tidak menutup kemungkinan pula, banyak dari mereka menghabiskan waktunya di dalam rumah ketika musim dingin tiba.

Seperti halnya yang dilakukan seorang gadis cantik bernama Im Yoona. Gadis yang kini hanya berdiam diri di kamar tanpa melakukan aktifitas apapun. dia hanya menghabiskan hari-harinya dengan melamun dan menyendiri. Hal itu membuat semuanya khawatir. Baginya hidupnya kini tak ada artinya lagi. Kejadian waktu itu telah merubah dirinya menjadi gadis pemurung dan pendiam.

Dari luar kamar, terdengar suara langkah kaki seseorang dan masuk ke dalam kamar Yoona. seorang gadis belia berambut kepang dua dengan bandana merah jambu sehingga menambah kesan manis di wajahnya. Dia berjalan menghampiri ranjang Yoona dan duduk di tepi ranjang itu dengan gerakan ragu. Dia takut jika kakaknya akan memarahinya lagi.

“Sudah ku bilang aku tidak ingin menemui siapapun, Seulgi-ah!” Seru Yoona yang menyadari kedatangan Seulgi.
Dengan susah payah gadis itu menghilangkan keraguannya dan bersuara.
“Eonni-ya! Aa… aku kesini ingin menyampaikan jika Appa memanggilmu, dia ingin bicara sesuatu denganmu!” Ucapnya dengan tersendat-sendat karna takut. Ya, bagaimana tidak. Kakaknya kini berubah menjadi monster yang menakutkan. Bahkan amarahnya saja seperti kobaran api yang bisa melalap nyali seseorang di sekitarnya.
“Mwo? Appa sudah kembali??” ucap Yoona terkejut seraya bangun dari tidurnya dan menatap kearah Seulgi. Gadis belia yang di yakini bernama Seulgi itu menggangguk dengan
“Apakah Appa sudah mengetahui semuanya?” Pikir Yoona.
“Seulgi-ah, apakah appa tahu keadaanku sekarang?” Tanya Yoona memastikan.
Seulgi terlihat berpikir dan ia berkata. “Molla, sepertinya begitu.”
“Oh, Baiklah aku akan turun 15 menit lagi.” Seru Yoona datar dan beranjak ke kamar mandi.
“Semua ini gara-gara pria itu, dia telah membuat Yoona eonni patah hati.” Gumam Seulgi seraya menatap punggung Yoona yang hilang di balik pintu kamar mandi.

***** Heart Attack *****
Seusai membersihkan dan menyegarkan tubuhnya, Yoona kini bergegas menuruni tangga dan menghampiri sang Eomma yang sedang menyiapkan sarapan. Di tempat itu dia tidak melihat sang Appa, hanya ada Oppa dan adiknya saja.
“Dimana Appa, eomma?” kata Yoona seraya duduk di kursinya.
“Appamu masih berada di ruang kerjanya. Sebentar lagi juga turun. Ini makanlah! Sejak kemarin kau belum makan apapun?” Jawab sang eomma seraya meletakan selembar roti di atas piring Yoona.
“Aku tidak lapar eomma.” Kata Yoona dengan tak selera.
“Ayolah, makanlah sedikit saja Yoong!” Paksa sang eomma. Yoona tidak ingin membuat eommanya khawatir. Ia pun memakan rotinya sedikit. Sedetik kemudian pikiran Yoona telah melayang entah apa yang sedang dia pikirkan? Semua menatap Yoona dengan sedih.

“Yoona-ya, apa yang kau pikirkan? Kau masih memikirkannya?” Tegur Seolung membuyarkan lamunannya.
“Ahh, aniyo oppa.” Jawab Yoona singkat.
“Lalu apa yang kau pikirkan?” Yoona hanya tertunduk tak menjawab. Seolung tahu betul jika Yoona sedang memikirkan pria itu.
“Dengarkan aku, Yoong! Terkadang, perpisahan adalah untuk kebahagiaan. Karena mungkin kau akan merasa lebih tersakiti jika tidak berpisah dengannya. Jadi bersyukurlah Tuhan telah memberikan jalan ini untukmu.” Kata Seolung menghiburnya.
“Ya kau benar Oppa. Ini sudah jalan dari tuhan untukku. Tapi aku tidak yakin apakah aku bisa membuka hatiku lagi setelah ini.” Balas Yoona dengan lirih.
“Aku yakin dengan berjalannya waktu kau bisa melupakannya. Asal kau mau membuka hatimu. Ini hanya masalah waktu saja, percayalah!” Tutur Seolung.
“Nde, yang dikatakan Oppa sangat benar. Kau tidak perlu membuang waktumu hanya untuk pria tak tahu diri itu. Karena appa telah mempunyai calon untukmu.” Sahut Seulgi menimpali perkataan Seolung. Tanpa sadar Seulgi telah mengatakan terlebih dahulu pada Yoona sebelum tuan Im memberitahunya. Eomma dan Seolung hanya bisa menepuk jidat karna kesal.
“Astaga, kau ini. Kenapa kau mengatakannya?” Omel Ny. Im pada Seulgi. Yang kini hanya menyengir kuda dengan menunjukan salam dua jari.
Yoona tertegun mendengar pernyataan Seulgi. Bagaikan sambaran petir di siang bolong.
“Apa yang kau katakan Seulgi-ah?” Tanya Yoona minta penjelasan.
“Ahh sudahlah Yoong. Dia hanya asal bicara saja.”
“Tidak eomma, aku mendengarnya. Jadi Appa memanggilku untuk membicarakan ini?”
“Ah, mau bagaimana lagi. Kau sudah mengetahuinya.” Ucap eommanya.
“Eooh! Eomeoni, dangsin-eun nongdam?”
“Aniyo, naneun simgag haeyo! hari ini dia akan datang dan kau yang harus menjemputnya.” Tutur sang eomma.
“Mwo? Aku? Kenapa harus aku? Aniyo, aku tidak mau? Kenapa tidak Seolung Oppa saja yang menjemputnya?” Tolak Yoona mentah-mentah.
“Tidak bisa, oppamu akan pergi keluar kota untuk meeting.”
“Aish, memangnya siapa pria itu? Dari mana asalnya? Apa dia rekan bisnis appa? Apa aku mengenalnya?” Yoona melontarkan beberapa pertanyaan sekaligus.
“Kau bertanya seakan kau sedang mengintrogasi saja. sepertinya kau begitu penasaran siapa yang menjadi calon suamimu.” Ucap Seolung yang mulai menggoda Yoona.

“Hentikan oppa, aku tidak sedang bercanda! Aku serius.” Balas Yoona dengan wajah sebal.
“Baiklah, dia datang dari luar negeri dan merupakan anak dari rekan bisnis appa juga, dia datang kemari karena sesuatu hal penting. Dan kurasa kau mengenalnya.” Tutur Seolung penuh teka-teki, membuat Yoona berpikir keras untuk menebaknya.
“Nuguseyo? Jangan bermain tebak-tebakan denganku Oppa? Seulgi-ah apa kau tahu siapa pria itu?” Yoona balik bertanya pada Seulgi.
“Aku tidak tahu, eonni.” Kata Seulgi.
“Eomma, kau pasti tahu kan? Siapa pria itu?”
“Ah, kau ini pura-pura tidak tahu.” Ledek Seolung.
“Aku serius Oppa, aku tidak tahu. Rekan bisnis appa kan banyak. Jadi aku tidak tahu siapa? Ayo cepat, katakan padaku siapa pria itu?” Desak Yoona pada keluarganya.

“Dia adalah CHOI SIWON!” Seru seseorang dengan santai yang kini telah berdiri tak jauh dari mereka semua. entah sejak kapan pria paruh baya itu berdiri dan mendengarkan percakapan mereka?
Lalu tuan Im Jaebum yang tak lain adalah sang Appa, kini berjalan mendekati mereka semua dan duduk di bangku utama.
“Appa, apa yang kau katakan? Kau tidak serius kan?” Yoona merasa terkejut dan berharap jika Appanya hanya bergurau mengatakan hal itu.
“Nde aku serius, Kenapa kau terkejut seperti itu?” Kata sang Appa dengan santai seraya menyeruput kopinya.
“Aish, Appa! kau tahu kan aku dan dia itu tidak pernah akur? Aku tidak mau menikah dengannya. Aku tidak menyukai dengannya.” Tolak Yoona dengan tegas.
“Nde aku tahu kau dan dia tidak pernah akur. tapi apa salahnya dengan hal itu? Dia sudah menyukaimu sejak dulu. Dan keluarganya juga sangat dekat dengan keluarga kita. Dan kau tahu aku dan orang tua Siwon telah merencanakan ini sejak dulu. Jadi kau tidak bisa menolaknya.” Tutur tuan Im jaebum menjelaskan.

“Tapi appa, aku tidak mau. Apa tidak ada pria lain selain dirinya? Sungguh, kenapa kalian tidak mengerti diriku?” Kesal Yoona seraya beranjak dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan meja makan.
“Kau lupa dengan kesepakatan kita, Yoong?” Seru tuan Im Jaebum membuat Yoona terpaku di tempat.
Sekilas Yoona mengingat kesepakatan itu dengan sang Appa di malam, dimana di hati itu dia mengakhiri hubungannya dengan Donghae.

“Appa kumohon mengertilah! Aku dan dia tidak bisa bersama. Appa boleh menjodohkanku dengan pria mana pun tapi jangan pria itu. Lagi pula ini tidak adil, appa menggunakan kesempatan di saat aku seperti ini. Tidak, aku tidak akan menikah dengannya?” Protes Yoona tanda tidak setuju.

“Yak-yak! Dengarkan aku dulu. Aku tahu kalian sejak kecil tidak pernah akur, tapi kau tidak bisa menolaknya. Dia pria yang tepat untukmu, Yoong. Dia pilihanku, mau tidak mau, setuju tidak setuju kau harus menikah dengannya. Dan Keputusanku sudah final, Jadi kau jemput dia di bandara.” Tukas sang Appa dengan tegas dan jelas.

“Ooh, tapi aku ~hhmp” belum sempat bicara Seolung sudah menyumpal mulut Yoona dengan selembar roti.
“Aish, Ku dengar dari tadi kau selalu banyak protes, kau tidak dengar apa yang di katakan Appa, hmm? Jemput dia sekarang!” Seru Seolung dengan jahil.

“Aish, kau ini. baiklah-baiklah! Aku akan pergi. Di rumah ini tidak ada yang mengerti diriku sama sekali.” Ucap Yoona seraya berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja.
“Eonni, tunggu! Aku ikut denganmu.”
“eomma, Appa aku ikut eonni ke Bandara, nde? Aku juga ingin tahu calon iparku! kata Seulgi meminta izin seraya berlari mengejar sang eonni.

~*****~ Heart Attack ~*****~

Di sebuah bandara international Incheon, Yoona sedang menunggu seseorang di pintu kedatangan dengan wajah kesal. pasalnya sudah hampir 1 jam dia menunggu pria itu. tapi orang yang di tunggu-tunggu tak menunjukkan batang hidungnya. Dia sampai mondar-mandir seperti orang gila.

Aish, dimana dia? Kenapa belum menunjukkan batang hidungnya? Appa bilang, dia akan tiba sebentar lagi, tapi sudah 1 jam kita menunggunya, menyebalkan.” Gerutu Yoona kesal.

Tunggu sebentar eonni, mungkin dia masih berada di dalam sana. Seulgi terlihat santai sambil memainkan smartphonenya.

“Ah, babo! Seharusnya aku meminta fotonya. Bagaimana aku bisa mengenalinya?” Desah Yoona seraya mendudukan bokongnya di kursi dengan gusar. Pasalnya dia tidak ingat seperti apa wajah Siwon dalam kurun waktu 15 tahun ini. Pasti sudah banyak perubahan yang ada di dirinya. Apakah masih sama seperti dulu? Siwon yang bertubuh gempal dan berkaca mata?
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Yoona melihat seorang namja bertubuh gempal keluar dari pintu kedatangan dengan wajah kebingungan. Yoona berasumsi bila pria gempal itu pastilah Choi Siwon.
“Ahh, apa itu dia?” Pikir Yoona. tanpa berpikir lagi Yoona pun menghampiri pria gempal itu dan langsung memarahinya.
“Yak, Kau! Darimana saja kau ini, eoh? aku sudah menunggumu -+ 1 jam tapi kau baru muncul sekarang. Apa kau ketiduran di dalam sana, eoh? Apa kau tidak tahu kakiku sampai pegal menunggumu disini.” Yoona mengomeli pria itu tanpa memberi kesempatan pria itu bicara.
“Maaf agashi, tapi aku”
“Sudahlah, jangan banyak alasan. Kau sejak dulu tidak berubah ya? Selalu banyak alasan. Sejak tadi, aku berdiri disini dan kau pura-pura tidak mengenaliku. Aku Im Yoona, pasti appa sudah menceritakan semuanya padamu kan?” Timpal Yoona pada namja gemuk yang dia kira adalah Siwon tanpa memberikan kesempatan pria itu bicara.

Eonni, eonni sudahlah. jangan marahi dia. Malu dilihat orang. bisik Seulgi menengahi Yoona.

“Tunggu nona, aku rasa kau telah salah orang. Sungguh aku sama sekali tidak mengenalmu. Dan aku bukanlah Choi Siwon!” Kata pria itu menjelaskan.
“Apa? Kalau kau bukan Choi Siwon lalu kau siapa? Terus kenapa kau berdiri di sana seperti orang bingung, kau sedang menunggu seseorang kan?”
“Nde, aku memang sedang menunggu seseorang, tapi bukan anda nona.” Jawab pria gempal itu dengan sopan. Lalu pria itu merogoh saku celananya untuk mengambil sesuatu di dalamnya.

“Ini kartu namaku, nona!”
“Aku Lee Sindong, aku seorang wartawan majalah Style Fashion Korea.” Tutur pria gempal itu. Yoona dan Seulgi terdiam seraya menatap pria itu dengan seksama. Wajah Yoona berubah memerah karena malu.
“Ahh, Choesonghamnida! Amugeot mollayo! Aku kira kau teman lamaku yang baru saja tiba dari L.A. sekali lagi aku minta maaf.” Ucap Yoona sambil mengembalikan kartu nama itu dan merendahkan badannya. Dalam hati, Yoona merutuki kebodohannya sendiri karena telah bersikap konyol.
“Gwenchanayo agassi, lain kali tanyakan dulu, supaya tidak ada kesalah pahaman.” Balas namja itu dengan ramah seraya menyimpan kembali kartu pengenalnya dan pergi.

“Astaga, apa yang ku lakukan? Ini sangat memalukan sekali. Sungguh Semua ini terjadi karena Choi Siwon.” Keluh Yoona kesal.

*****
Masih di tempat yang sama, di sebuah bandara international Incheon. Seorang pria berwajah tampan bertubuh jangkung keluar dari pintu kedatangan, tepatnya setelah seorang pria gempal itu keluar. dengan mengenakan atasan kemeja bergaris-garis dipadu blazer abu-abu dan skinny jeans denim, Dia tampak sangat modern dan modis. Dia membuat tarik maskulinnya, menyoroti tinggi badan dan fisiknya yang sempurna. Pria itu berjalan menuju seseorang yang telah mengikat hatinya sejak dulu. Dengan senyum yang menawan pria itu hendak melambaikan tangannya ke arah gadis itu namun dia mengurungkan niatnya ketika dia nelihat gadis itu menghampiri seorang pria gempal dan memarahinya.

Lantas Pria tampan itu merasa penasaran dan melepas kacamata hitamnya. Dia tak pernah lepas mengulas senyuman di setiap percakapan yang dia dengar. Dia pikir gadis itu mengira jika dirinya masih seperti dulu. Pria yang tak lain adalah Choi Siwon, dia berjalan menghampiri mereka.
“Astaga, apa yang ku lakukan? Ini sangat memalukan sekali. Sungguh Semua ini terjadi karena Choi Siwon.” Keluh Yoona sangat kesal.
“Aahh, Lalu dimana dia? Kenapa dia belum keluar juga? bukankah penerbangan L.A Korea sudah landing beberapa menit yang lalu?” desah Yoona frustasi seraya menghentak-hentakkan kakinya.
Sabar eonni, kita tunggu sebentar lagi.”
Sudahlah! aku lelah! aku mau pulang saja. Aku tidak peduli dengan pria itu. kesal Yoona yang sudah di ubun-ubun. Lalu dia membalikan badannya dan bersamaan itu seorang pria berada di hadapannya

Yoona terkesiap melihat seorang pria yang berdiri tepat dihadapannya dengan menatapnya lekat.
Dengan wajah bingung Yoona bertanya pada pria tampan itu.
“Maaf tuan, kau siapa? Kenapa kau menghalangi jalanku?” Cetus Yoona dengan nada kesal. Yoona merasa kesal karena merasa di permainkan sampai-sampai dia berkata ketus dengan orang lain.

Pria itu tersenyum dengan senyuman mautnya. yang menampilkan kedua dimple manisnya. Yang membuat wanita manapun meleleh seperti coklat jika melihat senyumnya.
“Annyeonghaseo, honey?” sapa Siwon dengan senyuman dikulum dan pria itu semakin tampan.

“Maaf tuan, aku tidak mengenalmu.” Ujar Yoona dengan ketus.
“Apa kau sama sekali tidak mengenaliku? Coba kau perhatikan wajahku ini!” Kata pria itu.
“Baiklah, dia sangat tampan, cara berpakaiannya juga modis dan maskulin. Dia juga terlihat seperti orang kaya. Aku yakin dia pasti melakukan perawatan untuk semua ini. Tapi aku seperti pernah bertemu dengannya.” Kata Yoona dalam hati sambil menatap pria itu dengan tatapan menilai.

“Maaf, aku sungguh tidak mengenalmu. kau mungkin salah orang.” Ucap Yoona mulai kesal.
“Oh baiklah, tidak masalah jika kau tidak mengenalku. Yang penting aku sangat mengenalmu dan kau adalah tunanganku.” Ucap pria itu dengan santai.

“Apa kau bilang? Tunangan? Ohh… jadi kau—?” Yoona menggantungkan ucapannya karma terkejut
“Nde, ini aku Choi Siwon.” Ucapnya dengan senyuman dikulum.
“15 tahun tidak bertemu, kau masih sama. Masih galak seperti dulu. Tapi aku suka itu.” Gods Siwon.
“Yak, simpan rayuamu itu untuk wanita lain. Sejak tadi aku menunggumu disini dan kau tidak merasa bersalah sama sekali. Kau selalu menyebalkan.” Semprot Yoona dengan nada kesal.
“Ya ya aku tahu itu, sampai-sampai kau salah orang seperti tadi. Kau mengira aku masih gendut seperti dulu kan?”
“Mwo? kau melihatnya?” Tanya Yoona terkejut.
“Ye, aku melihatnya! Itu sangat lucu.” Kata Siwon bergelak. Seketika wajah Yoona memerah karna kesal sekaligus malu.
“Aish, kau —” Yoona semakin kebesar tatkala Seulgi memotong ucapannya dan menengahi antara Siwon dan Yoona. Yang membuat badan Yoona bergeser.
Ohh, jadi kau Siwon Oppa, calon kakak iparku?” Seru Seulgi tanpa mempedulikan gerutuan sang eonni.

“Nde, kau pasti Seulgi bukan? ” tanya Siwon dengan ramah. Seulgi mengangguk.
“Ahh, kau sudah besar sekarang. ” lanjut Siwon seraya mengusap Puncak kepala Seulgi dengan sayang.
“Hmm, tunggu oppa! apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kok aku tidak mengingatnya?” kata Seulgi bingung saat mendengar perkataan Siwon yang menyatakan jika dirinya sudah besar.
“Ya tentu saja kau tidak mengingatnya, karena waktu itu kau masih sangat kecil. Kau masih berusia 2 tahun dan kita sering bermain bersama.” Tutur Siwon.

“Ooh, Jeongmal?”
“Nde, kau dulu sangat lucu dan menggemaskan.”

Sementara itu Yoona yang sejak tadi menjadi pendengar dan penonton antara keduanya hanya memutar bola matanya merasa jengah dengan percakapan mereka.

“Yak, sampai kapan kalian akan berbicara? Aku sudah lelah. Cepat bawa kopermu itu ke mobil! Semua orang sudah menunggu kedatanganmu di rumah.” Tegur Yoona dengan datar dan beranjak pergi.

“Tssk, kalian ini hanya membuang waktuku saja.” gerutu Yoona kesal. Lalu mereka pun pergi meninggalkan bandara.

********* Touch My heart *********

30 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di pekarangan rumah keluarga Im. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Tn. Im dan Ny. Im yang sudah berdiri di depan rumah.

Selamat datang Siwon-ah, bagaimana kabarmu?” kata tuan Im Jaebum seraya memeluk calon menantunya.
“Aku baik paman, bagaimana dengan paman dan bibi, kalian baik-baik saja kan?” Balas Siwon dengan ramah.
Nde, kami semua baik-baik saja. Ayo masuk! Kita bicara di dalam.” Ajak Tuan Im Jae bum. Mereka pun berjalan memasuki rumah.
Ny. Im menyuruh pelayan-pelayannya untuk membawa koper Siwon ke kamar tamu yang sudah disiapkan serta menyiapkan makan siang.
“Hmm, aku penasaran. Bagaimana mereka berdua bisa menemukanmu? Maksudku, padahal aku tidak memberikan foto pada mereka.” Tanya Tuan Im yang penasaran.
“Appa, sebenarnya kita berdua tidak tahu Siwon oppa, malah Yoona eonni yang salah orang karna mengira Siwon oppa masih gendut. Untung saja Siwon oppa datang tepat waktu dan menghampiri kita. Kalau tidak kita sudah pulang. Kalian tahu, ternyata Siwon oppa berada tidak jauh dari kita dan melihat tingkah konyol eonni juga.” Cerita Seulgi pada kedua orang tuanya yang di iringi gelak tawa. Yoona yang mendengar hanya mendengus dan mencibir.

Ya dia akui, saat itu memang kejadian yang sangat memalukan. Tapi hal itu tidak akan terjadi jika Siwon menghampirinya dari awal.
“Yak, itu karna appa tidak memberiku fotonya. Bagaimana aku bisa mengenalinya? Kita saja sudah hampir 15 tahun tidak bertemu.” Sahut Yoona memberi alasan atas kekonyolannya di bandara tadi.
“Aigoo, Kau yang pergi begitu saja tanpa bertanya padaku, mana aku tahu kau akan salah orang seperti itu.” Kata Tuan Im dengan tertawa.

Yoona merasa kesal dan dia tidak mau berkumpul dengan mereka. Yoona memutuskan untuk pergi ke kamarnya begitu saja.
“Hei, kau mau kemana?”tanya tuan Im ketika melihat Yoona pergi.
“Aku lelah, aku mau istirahat.” jawab Yoona dengan suara keras. dan Siwon hanya menyunggingkan senyuman seraya menatap punggung Yoona. Tatapan penuh makna.
“Astaga, dia marah.” seru tuan Im dengan gelak tawa. Dia menganggap putrinya sangat kekanak-kanakan.
“Itu karna appa mengejeknya.” timpal Seulgi ikut tertawa.
“Ah, ya sudah. Pergilah ke kamarmu dan bersihkan dirimu. Setelah itu kita makan siang bersama, hmm. ” titah Ny. Im penuh kelembutan.
“Baiklah, bibi.” balas Siwon seraya beranjak dari duduknya.
“Kau masih ingatkan dimana kamarmu? Dulukan kau sering menginap disini saat orang tuamu pergi.” tanya Ny. Im mengingatkan.
“Tentu, bibi.” ucap Siwon dengan senyuman dikulum.
“Oh, Baiklah.” balas Ny. Im singkat. Lalu Siwon pun berjalan menuju kamarnya berada.

***** Toych My Heart *****
Ketika Siwon berjalan menuju kamarnya, dia melewati kamar Yoona. Ya, kamar yang di tempati Siwon berada tidak jauh dengan kamar Yoona. Sebelum dia berberes, Siwon ingin menemui pujaan hatinya. Perlahan dia membuka Knop pintu dan masuk ke dalam.
Terlihat sebuah kamar tidur minimalis yang di desain bernuansa krem pada dinding dan putih polos pada langit -langit serta warna senada pada sprei dengan bed cover berwarna coklat. sehingga kamar itu nampa rapi dan elegant. Di kamar itu juga terdapat sebuah meja belajar dan rak buku dan di sisi tempat tidur juga terdapat satu sofa panjang berwarna coklat untuk santai.

Ketika Siwon sedang asyik menelusuri setiap sudut, mendadak terdengar suara knop pintu terbuka. Nampak Yoona yang telah selesai mandi dengan mengenakan handuk kimono seraya mengusap-usap rambutnya. Harum semerbak bunga rose blossom tercium segar di Indra penciumannya.
“Yak, Neo! Sedang apa kau disini?” tegur Yoona dengan tatapan dingin.
“Tidak sopan, apa ini etika orang America? Masuk ke kamar seorang gadis tanpa permisi.” cecar Yoona sinis.
Siwon tidak tersinggung dengan perkataan Yoona. Dia tersenyum simpul menanggapinya. Lalu Siwon berjalan mendekati Yoona.
“Apa yang salah honey? Aku masuk ke kamar calon istriku sendiri, menurutku itu wajarkan? Apalagi kalau aku melakukan ini dengan calon istriku. ” Seru Siwon yang langsung menarik pinggang Yoona dan mengecup bibirnya.

Sontak Yoona terkesiap dengan perlakuan Siwon. Entah kenapa seketika sarafnya menegang, darahnya berdesir, wajahnya memanas dan jantungnya berdenyut abnormal. Dengan hati kesal Yoona mendorong dada bidang Siwon.
“Kau benar-benar menyebalkan. Pergi kau dari kamarku!” ucap Yoona penuh amarah yang sudah meledak seperti bom atom. Namun Siwon masih saja bergeming.
“Aish, aku bilang keluar dari kamarku! cepat keluar sana! Aku tidak mau melihatmu lagi.” cercah Yoona seraya mendorong tubuh Siwon menuju pintu.
“Okey, aku keluar. Tapi aku akan kembali. Kita akan sering bertemu sekarang.” ujar Siwon dengan tatapan intim.
“Aku tidak akan mau berdekatan denganmu terus.” cetus Yoona kasar dan menutup pintunya dengan keras.

“Aish, dia pikir dia siapa? seenaknya saja menciumku? Lihat saja, aku akan membuat perjodohan ini di batalkan. Dan aku ingin lihat, seberapa besar usahanya untuk menyentuh hatiku” gumam Yoona dengan senyuman sinisnya.

To be continue…

Semoga suka deh ya… Ini udah ku rombak berkali kali dan aku klop yg ini… Klo ada kekurangan mohon saran kritik positifnya ya… Yg pnya akun Watty add ya Simbadeer307

Advertisements

38 thoughts on “[FF] Touch My Heart ~ Touch my heart (Chapter 1)

  1. Ternyata mereka waktu kecil sdh pny perjanjian toh…pantesan siwon nagih janjinya sm yoona…so sweet hehehehhehe..

    Fighting n gomawo ya…

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s