I Love You So Much [Part 1]

redo-i-love-you-so-much-phiyun-2

|| Title: I Love You So Much || Author: Phiyun || Genre: Romance | Friendship | School life || Cast: Jiyeon | Sehun | Kai || Member Suport : T-ara | Exo ||

Poster Credit : Raphaels @ Hospital Art Design (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Preview: Teaser

*** Happy  Reading ***

 

~Summary~

Now and forever you will always to be mine

~~~ooo~~~

Dengan tergesa-gesa, Oh Sehun berlari keluar dari ruang kelasnya dan kemudian berlari kencang menyusuri lorong kampus. Sesekali pria berperawakan tinggi tersebut melirik ke arah jam tangannya yang berada di sebelah pergelangan tangan kanannya dan ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 14:00. Banyak mata yang memandang dirinya tapi Namja itu tak memperdulikannya. Ia tetap berlari dengan wajah yang riang.

Semakin lama langkah kakinya kian ia percepat entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Yang jelas di dalam pikirannya adalah sesegera mungkin tiba di tempat tersebut. Dari ke jauhan terlihat ada sesosok Yeoja sedang duduk melamun di bangku taman belakang kampus.

Kali ini langkah kaki Sehun pun diperlambat dengan perlahan – lahan Namja itu berjalan ke arah gadis tersebut dengan mengendap-endap dan…

“Door!” teriak pria tinggi tersebut dengan ekspresi wajah yang geli. Gadis yang saat tadi dikejutkannya pastinya sangat kanget bahkan sampai-sampai Yeoja itu berteriak tanpa suara karena saking terkejutnya.

“Yak!!! Oh Sehun! Itu tak lucu tahu!” pekik gadis itu sambil berdiri dari tempat duduknya dengan kedua mata yang membulat lebar karena ia sedang mencoba menahan amarahnya.

Namun tiba-tiba air muka gadis itu berubah sendu dan tiba-tiba kedua mata gadis itu mulai berkaca-kaca saat melihat wajah Sehun untuk beberapa saat. Melihat tingkah laku yang terlihat aneh yang diperlihatkan oleh gadis itu padanya. Namja itu pun menghentikan tawanya. Sehun menyadari kalau becandaannya membuat gadis itu kesal dengan rasa bersalah Sehun pun meminta maaf kepada lawan bicaranya. “Jiyeon-ah, Mianhae..” ungkapnya seraya meraih pergelangan tangan Jiyeon tapi dengan sigap gadis itu langsung menepisnya dan kemudian Yeoja itupun memunggungi Sehun tanpa sedikitpun membalas perkataan Sehun.

Sehun semakin merasa bersalah saat Jiyeon hanya diam seribu bahasa. Pria jangkung itu lalu berjalan pelan ke arah Jiyeon dan kemudian menepuk lembut pundak milik gadis itu. “Maafkan aku, Jiyeon-ah. Sungguh aku tak bermaksud…” belum sempat Namja itu menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Jiyeon membuka suaranya.

“Di matamu aku ini apa?” tanya Jiyeon masih dengan posisi memunggungi Sehun. Sekarang sebaliknya, kali ini Namja itu yang diam seribu bahasa. Sesekali pria itu menelan salivanya dengan susah payah bahkan sekarang tanpa ia sadari sudah banyak peluh yang menetes di pelipisnya. Karena tak ada jawaban dari Sehun yang masih mematung gadis itu kembali membuka suara. ”Mengapa kau tak menjawab pertanyaan ku?” suara pelan milik Jiyeon pun memecahkan keheningan di antara mereka.

Mendengar perkataan Jiyeon, pria itu berusaha untuk membela diri. “Yah, Jiyeon-ah. Apakah kau sedang becanda? Mengapa kau menanyakan hal semacam itu padaku?” balas Sehun dengan berusaha keras memperlihatkan senyumannya. Merasa dirinya dianggap sedang becanda gadis itu langsung membalikkan tubuhnya dan kali ini kedua bola mata Jiyeon sudah menatap intens kedua manik milik Sehun.

“Sehun-ah… Tolong jawab pertanyaan ku, heemm…”

Seketika senyuman pria itu pun hilang dari wajahnya. Ia merasa kali ini Jiyeon sedang tak becanda kepadanya. Dengan kepala yang menunduk Namja itu pun berkata. “Neo…

“Aku apa?” kali ini Jiyeon bertanya dengan nada yang sedikit ditinggikan.

“Kau, itu teman ku. K-kau teman baikku, masa kau tak tahu itu?” tutur Sehun sambil tertawa kecil seraya kepalanya ia tonggakkan. Saat dirinya melihat ekspresi gadis yang ada dihadapannya, senyum Sehunpun pudar.

Pandangan mata gadis itu tak berani menatap langsung dirinya. “Begitu ya?” ungkapnya dengan menghela napasnya yang berat. “Baiklah, aku pergi dulu ya, Chingu.” kata Jiyeon sambil menepuk atas bahu milik Sehun, kemudian gadis itu pun pergi berlalu tanpa sedetik pun menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat Sehun.

~OoO~

Sepanjang hari Sehun selalu memikirkan perkataan yang diucapkan oleh Jiyeon.

“Begitu ya?”

“Baiklah, aku pergi dulu ya, Chingu.”

Kalimat itu selalu bergema di dalam kepalanya sampai-sampai hampir sepanjang mata kuliah yang sedang ia ikuti sekarang ini, sama sekali tak menyangkut di otaknya. Banyangan Jiyeon selalu hadir di dalam ingatannya. “Chingu?hah!!” sambil menggaruk-garuk puncak kepala dengan frustasi.

“ Kenapa kalimat itu yang aku katakan padanya.  Padahal aku kan…”

Tiba-tiba lamunan Namja itupun terusik saat seseorang menepuk atas bahunya.

“Kau kenapa?” tanya seorang Namja yang saat ini sedang berdiri di samping tempat duduknya.

Kkamjjagiya! Yaa! Baekhyun-ah… kau membuat jantung ku hampir copot tahu!” ujar Sehun sambil sebelah tangannya memegang dada sebelah kirinya dengan sebelah tangannya. Melihat Sehun yang terkejut membuat Baekhyun tertawa geli. Karena tak biasanya pria tersebut terkejut bisa di kageti olehnya. “Yah… Sehun-ah, apa yang kau sedang pikirkan sekarang? Apa kau sedang memikirkan gadis itu?” tanya Baekhyun sembari menaik turunkan kedua alis matanya.

Sehun menjadi kikuk saat harus menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Bahkan Namja yang berkulit putih pucat tersebut langsung mengalihkan obrolan sambil berpura-pura sibuk merapikan alat tulis yang ada diatas mejanya. “Apa kau mau makan, Baekhyun-ah?” tanya Sehun yang masih sibuk memasukkan alat tulisnya kedalam tas. Namun tiba-tiba Baekhyun pun berkata dengan nada yang dingin dan kalimat itu tepat menusuk jantung Sehun.

“Apa kau sedang berusaha mengalihkan pembicaraan kita.”

Sontak aktivitas yang sedang dilakukan oleh Sehun pun terhenti. Dengan perlahan-lahan Sehun menonggakkan kepalanya untuk melihat lawan bicaranya. Terlihat dengan gambalang Baekhyun menatap ke arahnya dengan kedua matanya yang tajam. “Lebih baik segeralah kau ungkapkan perasaan mu kepada gadis itu sebelum Yeoja itu di rebut orang.”

“Mengungkapkan apa? Ga-gadis yang mana? Kau pasti sedang salah…” Sehun berusaha berkilah  namun nampaknya Baekhyun tak bisa di bodohi olehnya.

“Kau pasti tahu siapa gadis yang aku katakan.”

“Ga-gadis apa sih!” balas Sehun dengan suara setengah berteriak dan tiba-tiba Baekhyun membisikkan sesuatu di sebelah daun telinga milik Sehun. Seketika tas yang sedang di gengam oleh pria itu pun jatuh ke bawah lantai. Kedua mata Sehun terbuka lebar saat mendengar ucapan yang barusan saja dilontarkan oleh sahabatnya tersebut.

Melihat wajah Sehun yang shock membuat Namja itu menarik kedua sudut bibirnya. “Benarkan? Lebih baik kau ajak makan saja dia, aku pulang dulu ya.” setelah mengucapkan itu Baekhyun pun pergi berlalu meninggalkan Sehun yang masih diam terpaku di tempat duduknya. “Ba-bagaimana mu-mungkin dia tahu?” gumam Sehun tak percaya dengan mulut yang ternganga.

~OoO~

Saat Sehun hendak pulang, tak sengaja dia melihat seorang Yeoja yang ia kenal sedang berdiri sendirian di depan pintu gerbang kampus. Sehun pun lalu berlari menghampirinya.

“Jiyeon-ah.”

“Ah..Kau.”

“Jiyeon-ah, Apa kau sudah makan? Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang.”

“Eh..?” gadis itu sempat terkejut saat Sehun menarik sebelah lengannya untuk ikut bersama dengannya. Tapi belum sempat mereka beranjak jauh dari sana tiba-tiba ada seseorang menarik sebelah lengan milik Jiyeon yang satunya.

Langkah kaki Jiyeon dan Sehun pun terhenti dan di waktu bersamaan mereka berdua menoleh ke arah belakang.

“Jongin-ssi…” ucap Jiyeon pelan.

“Apa yang sedang kau lakukan dengan gadisku?” kata Namja tersebut sambil menatap kearah Sehun dangn tatapan mata yang tak suka. Mendengar perkataan yang baru saja di keluarkan oleh pria tersebut, Sehun langsung melepaskan gengaman tangannya dari lengan milik Jiyeon.

Ah… Mianhae…” setelah melepaskan gengamannya dari lengan Jiyeon. Namja itu langsung menarik tubuh Yeoja tersebut ke dalam dekapannya. Nampaknya ia tak mau kalau Jiyeon berada di dekat sisi Sehun. Tapi situasi itu tak berlangsung lama karena gadis itu sesegera mungkin menjauh dari dalam dekapan tubuh Jongin.

“Sehun-ah, sebenarnya…” saat Jiyeon hendak menjelaskan kepada Sehun tiba-tiba Jongin memotong perkataan Jiyeon. “Aku kekasihnya.” kata Namja tersebut sembari sebelah tangannya meraih pinggul milik Jiyeon ke arahnya. “Jiyeon-ah, sepertinya kita sudah terlambat, ayo kita pergi sekarang.” ujar Jongin sambil melihat jam arlojinya. “Kami pergi dulu ya.” tambah Jongin kepada Sehun lalu Namja itu langsung menggengam lembut jari- jemari Jiyeon dan setelah itu menariknya untuk masuk ke dalam mobilnya.

Alhasil Sehun hanya dapat memandangi mobil sedan yang berwana hitam tersebut yang sudah berlalu di hadapannya. Mobil tersebut semakin lama semakin jauh dan tak lama kemudian mobil tersebut sudah tak terlihat lagi oleh pandanganya.

“Apakah semua ini sudah terlambat bagi ku?” lirihnya pilu.

~OoO~

Dengan langkah yang gontai Sehun berjalan menyelusuri sepanjang jalan menuju rumah ke diamannya. Setibanya di depan pintu gerabang rumahnya, Namja itu hanya diam berdiri di tempatnya berpijak. Hampir setengah jam ia melakukannya tanpa gerakan yang berarti, tak lama kemudian tatapan mata pria tersebut, ia alihkan ke depan pintu gerbang rumah yang tepat di depan ke diamannya. Kedua mata Namja itu menatap sendu dan dengan langkah yang perlahan-lahan, Sehun pun berjalan menghampiri depan pintu gerbang rumah yang ada di seberangnya.

Sesampainya di sana tubuhnya langsung terjatuh lemas tanpa perlawanan yang berarti. Air muka wajahnya pun berubah drastis. Namja itu terlihat frustasi, bahkan sampai-sampai ia berteriak tanpa suara dengan wajah yang sudah merah padam karena menahan gejolak yang ada di dalam tubuhnya. Namja itu lalu duduk meringkuh tepat di depan pintu gerbang sambil menundukan kepalanya. Tak berapa lama kemudian terdengar suara Yeoja yang memanggil namanya. “Sehun-ah, apa yang kau lakukan disini?”

Sehun tersentak kanget saat ada seseorang menyembut namanya. Lalu dengan hati-hati  Namja itu pun menegadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudah memanggilnya. “Jiyeon-ah!” teriak Sehun dan dengan cepat pria jangkung itu langsung berdiri.

“Ta-tadi… a-aaku…” Sehun berusaha mencari alasan di depan Jiyeon tapi sepertinya Yeoja tersebut menyadari ada sedikit rasa canggung di antara mereka setelah kejadian saat tadi. “Apa kau sudah makan?” tanya Jiyeon dan Sehun langsung menghentikan perkataannya dan Namja itu langsung menjawab pertanyaan Jiyeon dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Jiyeon mendengus saat mendapati jawaban Sehun yang seperti itu. Kajja!. Lalu, Jiyeon menarik lengan Sehun untuk ikut bersama dengan dirinya masuk ke dalam rumah ke diamannya.

“Ki-kita mau kemana?” tanya Sehun dengan ekspresi wajahnya yang polos.

“Kemana lagi? ke rumahku lah, akan kubuatkan kau makanan.”

“Memangnya kau bisa masak?” tanya Sehun kembali dan kali ini Jiyeon pun tertawa saat melihat ekspresi wajah Sehun yang semakin terlihat kaget.

“Aku akan memasakkanmu, ramyeon… untuk memasak itu tak perlu mempunyai keahlian khusus kan. Sudahlah ayo masuk.” titah Jiyeon dan Sehun pun langsung menuruti perkataan Yeoja itu tanpa perlawanan.

Tanpa Jiyeon dan Sehun sadari gelagat mereka sudah di amati oleh seseorang dari kejauhan.

~OoO~

~Flash Back~

-Di dalam mobil-

Jiyeon hanya terdiam selama di perjalanan dan itu membuat suasana di dalam mobil yang sedang di kendarai oleh Jongin menjadi sedikit canggung. Untuk mencairkan suasana tersebut Jongin pun berinisiatif untuk memutarkan radio.

“Radio… Bagaimana kalau kita nyalakan radio. Oh iya, Jiyeon-ah musik apa yang kau suka?” kata Jongin kepada Yeoja yang sedang duduk disampingnya.

“Aku mau turun. Bisakah kau menepikan mobilnya.” balasnya dengan dingin.

Lalu Jongin mengikuti permintaan gadis tersebut. Setelah mobil itu ditepikan, Jiyeon mulai bergegas keluar namun saat gadis itu hendak membuka pintu, tiba-tiba Jongin berkata. “Apakah semua ini kau lakukan karena dirinya.” ujarnya dengan nanarnya yang menatap fokus ke arah depan.

“Jongin-ssi… Aku…”

“Baiklah, lain waktu saja kita pergi.” balas Namja itu tanpa mau mendengar penjelasan Jiyeon.

“Jongin-ssi… Mianhae.” ucap Jiyeon dengan suaranya yang parau.

Nampaknya Jongin  tak mau bila Jiyeon merasa bersalah kepadanya lalu ia pun menolak permintaan maaf gadis itu. Kenapa kau harus meminta maaf? Lain waktu saja kita…” kali ini perkataan dirinyalah yang dipotong oleh Jiyeon. “Aku meminta maaf bukan hanya hal itu saja tapi sepertinya aku tak bisa, Jongin-ssi. Aku tak bisa bila…”

“Sudahlah, pembicaraan ini kita lanjutkan nanti saja. Sebenarnya aku ingin membahas tentang jalan-jalan kita tapi ada pertemuan yang tak bisa aku tunda jadi bisakah kau turun dari mobilku sekarang? Karena aku harus pergi ke tempat pertemuan itu.”

Ye? Ah, ye…” lalu Jiyeonpun keluar dari dalam mobil hitam tersebut dan setelah itu Jongin melajukan kendaraannya dengan cepat.

~End~

~OoO~

Ternyata Jongin mengikuti Jiyeon secara sembunyi-sembunyi dan apa yang dipikirkannya pun kejadian. Disana sudah ada Sehun yang sudah menunggu Jiyeon pulang. Pria itu semakin kesal karena Jiyeon menunjukan senyuman yang lembut saat di hadapan Sehun dan Sehunpun ikut tersenyum bersama dengan Yeoja itu.

“Hah! Kita lihat siapa yang akan tersenyum di akhir cerita kau atau aku, Oh Sehun-ssi.” ujar pria itu penuh dengan tatapan sinis saat meihat dari kaca sepion mobilnya yang memantulkan bayangan mereka berdua yang sedang masuk ke dalam ke diaman Jiyeon.

~TBC~

 Hai…hai…hai /lambai-lambai tangan/

Kali ini aku buat ffnya gak terlalu panjang biar kaga bosen aja pas bacanya tapi meskipun rada pendek aku harap kalian tetap menyukainya 😉

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya dear, biar nanti secepatnya aku update nih ffnya, hihi 😀 karena semakin banyak yang meminta kelanjutannya pasti authornim yang galau ini gak jadi galau saat buat kelanjutannya, hehe 😀

See you next chapter 2-nya, Gomawoyo ❤

Advertisements

30 thoughts on “I Love You So Much [Part 1]

  1. wah ini rapi banget pembungkusan ceritanya/ea wkwk
    ane terkakum-kagum ..
    .tiap kalimat jelas banget
    eyd-nya bagus… sensei pernah buat fic anime ya?
    biasanya author anime itu kalo buat fic rapi bener-bersih trs komplit, krn biasanya author anime kena flame klo ada yang salah, jd cuma bener” org yg pengetahuan eyd aja yg berani jd author ff anime :v

    sensei ini auranya author anime, iya kan? hehehe :3

    Liked by 1 person

  2. Sehun gimana sih, pas Jiyi tanya dia apa buat Sehun, Sehun cuman jawab temen. Giliran ada namja yg ngenalin diri sebagai namchin na Jiyi, dia gx rela gitu… huuuh
    KaiYeon belum pacaran atw gimana sih??

    Liked by 1 person

  3. aaaaaaaahhhhhh my sehun sm my jongin duo bangsat rebutan cewe aaaahhh mau bgt jd jiyeon iiihhh gemes iiiihhh pada gk mau ngaku sm perasaan masing” tumben jg ada yg bikin peran sehun kaya gini sukaaaaa keren lanjutkan 😃😃😃

    Liked by 1 person

    • wkwkw… sama authornya juga pengin kaya jiyi, di rebutin ma cowo kece 😀
      Maap ya kalau ceritanya rada gaje, hehe. Jujur aku jarang banget update buat baca FF, jadi pas buat FF yah dadakan, tergantung mood. biasa waktunya abis untuk buat FF doang sama sibuk di dunia real life.
      Makasih yah dah nyempetin mampir kesini buat baca ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s