[Ficlet] Angel.

 

Shinera Ahra Art Poster.png

Angel.

Cast:
Han Sera.
Oh Sehun.
Park Chanyeol.
Im Yoonji.

Genre: Friendship, Romance, Marriage life, Hurt.

Rate: 15.

Lenght: ficlet

Author: JuneGrace Story

Poster: Shinera Art Poster.

oOo

Aku berjalan di atas tumpukan es putih yang dingin, sekarang adalah salju partama bulan Desember tahun ini, salju-salju putih sudah memenuhi kota seoul, dan aku lebih memilih berjalan keluar rumah ketimbang berada diatas kasur kamar dan membungkus tubuh dengan selimut tebal untuk bermalas malasan.

Tubuhku mulai menggigil, kugosok kedua telapak tangan ku, sekedar untuk memberikan rasa hangat pada tubuh ku, berulang kali kepulan asap putih keluar dari hidung dan mulut ku, udara yang dingin membuat nafas ku juga terasa sangat dingin, jalanan sangat sepi, hanya beberapa mobil yang singgah untuk berpergian bersama keluarga mereka, karena natal akan segera tiba.

Pikiran ku hanya tertuju pada satu titik, besok adalah hari pernikahan Chanyeol, ia mengundang ku untuk memenuhi acara itu, dan tentunya harus melihat namja yang kucintai berciuman mesra bersama seorang yeoja yang telah lama menjadi sahabat karib ku.

Tiga bulan yang lalu aku menyimpan perasaan ku pada Chanyeol, namja payah yang sekarang berubah menjadi namja tipe ideal nan tampan dan keren, air muka nya yang tampak ceria, sangat menyejukkan hati ku, namun sayang hal itu tidak hanya terjadi pada ku, melainkan pada sahabat ku juga, Im Yoonji.

Aku bersahabat dengan nya sejak sekolah dasar, dan sejak itu kami selalu bersama, bermain, jalan jalan, suka bunga yang sama, makanan yang sama, baju yang sama, suka film yang sama, sekolah sama, memiliki toko bunga bersama mempunyai semua yang sama, termasuk mencintai namja yang sama.

Dua minggu yang lalu yoonji bilang chanyeol melamarnya, dan dengan sepenuh hati, ia menerima lamaran itu, bahkan ia sampai rela bermalam di kamar ku demi menceritakan semuanya yang terjadi.

Aku merelakan nya, merelakan apa yang memang seharusnya menjadi miliknya, chanyeol mencintai yoonji dan yoonji mencintai chanyeol, mereka saling mencintai, apa hak ku ingin melarang hubungan mereka demi kepentingan ku sendiri.

Kreattt.

sebuah bis berhenti tepat di depanku saat aku sudah sampai di depan halte, aku melangkah masuk kedalam bis itu dan mendapati ruang bis yang sepi dan hanya di isi oleh seorang yeoja paruh baya bersama cucu yeoja nya.

aku berjalan menelusuri lorong bis untuk mencari tempat yang terlihat nyaman, atau tepatnya bagian paling ujung, karena menurut ku tempat itu adalah tempat paling nyaman.

kubuka tas ransel yang sendari tadi setia menggantung di bahuku sejak pagi, aku mengeluarkan ponsel ku bersama handset dan mulai memainkan lagu sing for you, kupejam mata ku mencoba menghayati setiap bait melodi yang ada disana.

kriiiiiitttt.

Bis yang ku tumpangi berhenti di sebuah persimpangan jalan yang sudah begitu familiar untukku dan aku memutuskan untuk turun di sana bersama yeoja paruh baya tadi. Aku menunggu sampai bis itu hilang dari pandanganku sebelum akhirnya melanjutkan langkah menuju sebuah taman.

Tidak ada tempat khusus untuk hang out di kawasan ini, namun hampir di sepanjang jalan raya akan menemukan cafe-cafe mungil dengan desain interior menarik, yang jaraknya cukup berdekatan dengan taman.

Aku berada di depan taman yang biasa aku datangi, aku akan mendatangi tempat ini setiap aku memiliki waktu luang. Bahkan kadang bertemu teman-teman ku, walau hanya sebentar.

Kreeettt.

Aku duduk dan mulai menggoyangi ayunan yang sekarang aku duduki, mataku tak henti hentinya menatap pepohonan yang sudah gundul di halaman taman, salju salju sudah memenuhi halaman itu, tidak ada bunga, daun, ataupun buah yang bertengkar di pohon itu, hanya menyisakan batang pohon, ranting, dan akarnya yang berwarna hitam, sungguh malang pohon itu, mungkin tidak lama lagi pohon itu akan mati.

“Sera…”

Aku masih diam setelah menyadari seseorang memanggil ku, entahlah tubuhku benar benar malas untuk bertemu seseorang sekarang, atau ada alasan lain.

Kreatt.

Sehun datang dan duduk di ayunan sebelah ku, dia itu terkadang memilih wajah yang polos, tapi terkadang juga memilih wajah serius, jika ia sedang serius, jangan sekali kali membuat nya kesal atau dia akan mengganggu mu sebelum ia mendapat bubble tea kesukaannya, hufft, benar – benar makhluk polos yang jahil dan suka gratisan(?).

“Waeyo?, kenapa kau sombong sekali?” Tanya Sehun sambil menyesap hot chocolate miliknya.

“Anieyo, aku hanya malas untuk berbicara”

“Cheongmal?, Aigoo, padahal aku datang kesini untuk mengajak mu berbicara” gumam sehun sambil mengikuti arah pandanganku pada pohon itu.

“Bicara saja pada hot chocolate mu, aku sedang malas untuk bicara” ucap ku masih dalam keadaan menatap pohon malang itu.

“Lupakan!!”Kesal sehun lalu sesegera mungkin berbalik membelakangi ku.

“Aigoo, kau ini teman ku atau anak TK huh?, sudahlah, katakan apa yang ingin kau katakan”

Sehun berbalik sambil menunjukkan deretan gigi-gigi putih miliknya, tentu saja aku sangat kesal melihat nya seperti itu, karena dia hanya akan tertawa seperti itu jika ia sudah membuat ku jengkel.

“Katakan, apakah kau suka musim salju?”

Huh, Pertanyaan macam apa itu?, kenapa tiba tiba ia bertanya seperti itu?, apakah Sehun sedang sakit?.

“Tentu saja aku suka, salju itu memang dingin, tapi salju itu menyenangkan”

“Bohong”

Aigoo, sepertinya namja disamping ku ini memang sedang sakit, kenapa ia bisa terlihat begitu serius menatap ku, bahkan pertanyaan nya sangat aneh.

“Kau bohong Sera” lanjutnya.

“A..Aku tidak bohong”

“Kau bohong, aku bisa melihat nya di mata mu, jika kau sedang berbohong”

“Yak, kau tahu dari mata ku?, memangnya kau bisa membaca mata ku?, mana buktinya? ” kesal ku saat dia kembali membuat ku jengkel.

“Itu….., Pohon itu” ucapnya sambil menunjuk kearah pohon yang tadi kulihat, lalu ia melanjutkan perkataan nya.

“Salju telah membuat pohon itu sekarat, dan sebentar lagi pohon itu akan mati, bukan kah kau suka tumbuhan seperti pohon itu?, jika kau suka berarti kau harus memilih, seandainya kau adalah pohon itu, dan seseorang menjadi salju, maka kau harus memilih yang mana harus hancur, antara dirimu dan seseorang itu”

“A..ada apa dengan mu Sehun?, apakah kau sakit?, kenapa kau bicara seperti itu?”

“Jawab pertanyaan ku nyonya han!!”

Aku semakin dibuat bingung oleh Sehun, kenapa aku merasa perkataan Sehun mengarah pada chanyeol dan yoonji, soal kehancuran aku, atau mereka.

“Aku akan memilih pohon yang akan hancur, karena memang faktanya, Pohon akan tetap hancur jika berlama lama dengan salju” jawab ku, berharap Sehun segera mengangguk dan mengalihkan topik pembicaraan.

“Tapi aku tidak akan membiarkan pohon itu hancur sera, aku akan menjadi tembok yang dibangun sedemikian rupa, untuk melindungi pohon itu meskipun harus merasakan sakit sekalipun”

“Sudahlah Sehun, pertanyaan mu itu tidak akan ada hasilnya, kajja, hari semakin dingin, apalagi kau tak membawa jaket mu”

“Tidak, aku belum selesai bicara” aku menghentikan langkah ku lalu berbalik, untuk mendengar kan apa lagi hal yang ingin ia katakan lagi, kenapa ia sangat terlihat berbeda dari Sehun yang aku kenal.

“Katakan noona, apakah kau akan memperbaiki kebahagiaan orang lain dan membiarkan kebahagiaan orang lain merobek kebahagiaanmu sendiri?”

Aku masih diam, tidak menjawab pertanyaannya, sepertinya dia ingin melanjutkan perkataan nya, aku masih penasaran apa maksud dan ini dari perkataan nya semua.

“Lupakan chanyeol…, Karena aku mencintai mu”

.

.

.

Author POV.

Yoonji berjalan di altar saat sang pembawa acara mempersilahkan mempelai wanita untuk masuk. Yoonji berjalan berdampingan bersama Tn. Im yonhwo. Di depan altar sudah terlihat chanyeol yang sudah berdiri dengan gagah di hadapan altar.

Yoonji berjalan mengiringi langkah kaki Ayahnya. Sebelah tangannya yang mengenggam erat bunga yang menyemburkan aroma yang sangat wangi.

Setelah sampai, Tn. Im Yonhwa memberikan tangan Yoonji pada chanyeol, siap memberikan seluruh hidup yeoja itu pada chanyeol, calon suami anaknya, Dan chanyeol menyambutnya dengan tersenyum ramah penuh kebahagiaan.

Tak butuh waktu lama mereka mengucapkan sumpah sakral pernikahan mereka, sampai akhirnya tiba saat untuk saling menaut kan bibir pertanda kesungguhan cinta diantara mereka.

Mata Sera memanas, ia terus menahan semua rasa sakitnya, untung saja Sera sudah menerima Sehun, walaupun rasa cintanya pada chanyeol masih sedikit tersisa di hati, dan rasa cinta itu akan menjadi pelajaran untuk nya dikemudian hari.

Suara ricuh tepuk tangan memenuhi ruang pernikahan itu, sekarang adalah saatnya, saat untuk melemparkan bunga kepala seluruh tamu perempuan disana.

Dari depan pintu ruangan tempat acara tersebut diselenggarakan. Seorang pria berdiri mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru ruangan disana.

Dan tepat saat ia menangkap sosok Sera, yeoja itu berbalik dan tersenyum padanya,

“SEHUNNN, AKU DAPATT!!!!”

Fin.

Ok, menurut saya ini beneran gaje, banyak typo dan bahasanya jelek, saya aja bingung sendiri nulis nya, untuk next fanfiction bakal aku perbaiki.

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Angel.

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s