Ask You – Chapter 2 #Goodbye

ask me copy

Title
Ask You 2#Goodbye

∴ Author ∴
EunFebbyHaema or Febby Fatma

∴ Leght ∴
Chaptered

∴ Genre ∴
Romance, Sad, School Life

∴ Rating ∴
General

∴ Cast ∴
Baekhyun and Kim Chunhee (OC)

∴ Other Cast ∴
Kim Jongdae

@@@@

Goodbye

Sungguh, aku tak sedikitpun marah

Hanya, aku kecewa padamu

Sungguh, aku tak akan bisa membencimu

Hanya, kurasa aku akan pergi darimu

Terima kasih

Untuk waktumu menemaniku

Terima kasih

Untuk semua candaanmu yang menghibur

Terima kasih

Untuk pembelaanmu selama ini

Terima kasih juga

Untuk senyum yang kau suguhkan

Aku minta maaf

Kalau aku hanya menyusahkanmu

Aku minta maaf

Kalau aku banyak memintamu

Aku minta maaf

Kalau tak bisa memberimu sesuatu yang berarti

Aku juga minta maaf

Kalau aku hanya pernah menangis di depanmu

Kalau aku tak pernah menghiburmu

Dan kalau aku tak tersenyum padamu

Maafkan aku

Dan

Aku harap kita bisa bertemu lagi

Nanti di kehidupan yang lain

Dan

Aku harap saat itu kita bersama

Dan kau akan mengerti ini

Dan

Sampai jumpa pada saat itu

@@@@

“Hey! Apa yang kau lakukan di sini? Sedang menghindari kami??” Seorang gadis yang tadinya sedang duduk diam membaca buku yang dibawanya mendongak saat seorang gadis lain menendang kakinya.

Chunhee, gadis yang ditendang kakinya tadi hanya diam saat pertanyaan itu terlontar padanya. Dia tak memiliki kekuatan lebih untuk menjawab pertanyaan gadis di depannya yang diikuti oleh dua orang temannya yang lain.

“Aku bertanya,” gadis itu semakin berani dengan menjambak rambut Chunhee.

“A..aku hanya tidak ingin membuat kalian marah,” sahut Chunhee.

Rasanya dia benar-benar ingin pergi dari tempat itu langsung, tapi kalau dia melakukan itu pasti akan membuat tiga gadis yang ada di hadapannya saat ini akan mengejarnya dan mempermalukannya seperti terakhir kalinya mereka datang.

Dalam hatinya Chunhee menyesal, kenapa dulu dia tak benar-benar pergi dari sekolah ini dan memilih untuk Home Schooling saja? Satu yang pasti saat Home Schooling, dia tak akan dibully seperti saat ini.

Lagi karena hal ini, Chunhee mengingat sosok yang selama tiga bulan sebelumnya ada di sisinya. Menemaninya dan menjaganya dari orang-orang macam mereka yang ada di depan Chunhee saat ini.

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk berhenti, dia harus menunggu dua bulan lagi baru bisa berhenti bersekolah umum seperti saat ini. Dan itu akan sangat berat baginya. Karena sekarang tak ada lagi Baekhyun di sampingnya, tak ada lagi seseorang yang akan melindunginya.

Air mata Chunhee jatuh ke tanah mengingat Baekhyun. Bukan karena sakit dijambak, tapi karena sakit mengingat Baekhyun yang sekarang tak ada di sisinya.

“Hahaha, kau menangis? Kau pikir menangis bisa merubah keadaanmu? Jangan harap!” Bersamaan dengan kata ‘Jangan Harap’ tadi gadis yang menjambak rambut Chunhee melepas jambakannya dengan kasar dan membuat Chunhee langsung menunduk.

Seolah masih belum puas seorang teman gadis tadi merebut buku yang dipegang Chunhee dan langsung membuka lembarannya, membaca sesuatu yang di baca Chunhee.

“Dasar kutu buku bodoh. Buku seperti ini untuk apa kau baca?” Ejek gadis itu tapi bukunya masih tetap dibolak-balik dengan harapan akan menemukan sesuatu. Dan hasilnya nihil.

“Tolong kembalikan buku itu, itu buku perpustakaan.” Chunhee memohon tapi ternyata tiga gadis tu malah mempermainkan Chunhee. Mereka senang ada yang lebih lemah dari mereka.

“HOY!!”

Teriakkan itu seolah sesuatu yang begitu mengganggu hingga tiga gadis tadi langsung menoleh dan melihat siapa yang dengan kurang ajarnya mengganggu acara mereka.

“Apa yang kalian lakukan pada gadis ini?” Seorang laki-laki yang tadi berteriak bertanya dan menatap tajam satu persatu mereka yang melakukan tindakan pembullyan itu.

Seperti tercekik gadis-gadis tadi tak bisa berbuat apapun selain diam. Bahkan untuk menenggak ludahnya sendiri mereka merasa takut. Laki-laki itu, laki-laki yang berdiri di depan mereka saat ini bisa saja menjadi boomerang yang membongkar tindak kekerasan ini.

“Kau baik-baik saja?” Laki-laki itu membantu Chunhee yang terduduk diam dengan bekas air mata di wajahnya untuk berdiri dan merebut buku yang dia yakini milik Chunhee dari tangan gadis tadi.

“Pergilah, tapi kalau sampai aku lihat ini lagi, akan aku pastikan kalian bertiga datang ke ruang kepala sekolah keesokan harinya.” Usir laki-laki itu seraya memberi ancaman yang tak berbeda dengan apa yang dulu seseorang lakukan.

Seolah mengalami de javu Chunhee hanya bisa diam dan tak bisa mengucapkan apapun. Dia seperti melihat Baekhyun yang dulu datang padanya dan membelanya. Tapi kini yang ada di depannya bukanlah Baekhyun dan itu membuat dia semakin takut. Takut mengulangi hal yang sama.

“Kau pasti kaget melihatku. Perkenalkan, aku Kim Jongdae, tapi di China aku dipanggil Chen. Aku siswa baru di sekolah ini, baru pindah dari China.” Jongdae, laki-laki yang baru saja membela Chunhee itu menunduk sedikit untuk memberi salam perkenalan dan dengan ragu Chunhee membalasnya.

“Aku tadi sedang berkeliling sekolah ini sebelum lusa aku akan datang sebagai siswa sekolah ini, dan kebetulan tadi aku tak sengaja melihat mereka. Kau baik-baik sajakan?” Jelas Jongdae sebelum akhirnya dia kembali bertanya tentang keadaan Chunhee.

“Iya, aku baik-baik saja. Terima kasih.” Chunhee menjawab dan kemudian menunduk melihat buku di tangannya dengan tatapan nanar. Dadanya sesak dan rasanya dia ingin menangis mengingat Baekhyun dan semua yang Baekhyun berikan padanya sebelum ini.

“Kalau boleh tahu, namamu siapa?” Jongdae menatap gadis di depannya dengan tatapan yang berbinar. Sebelumnya dia tak pernah melihat gadis yang cantik sekalipun ada bekas air mata di wajahnya. Yang dia tahu, semua gadis hanya cantik ketika tersenyum, tidak saat menangis dan habis menangis.

“Aku.. Panggil saja aku Chunhee.” Chunhee tak ingin memperkenalkan dirinya seperti dulu lagi. Memberitahukan nama lengkapnya dan mulai dekat dengan laki-laki di sebelahnya ini. Dia takut memulai kisah yang sama.

“Baiklah Chunhee. Aku harap kita bisa jadi teman. Berhubung aku siswa baru, kau mau jadi teman pertamakukan??”

Sesaat Chunhee menatap laki-laki di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia tak percaya laki-laki itu ingin menjadi temannya. Bukannya seorang laki-laki tak menyukai gadis lemah?, pikir Chunhee.

“Kau maukan?” Jongdae mengulangi tawarannya dan berharap gadis cantik di depannya saat ini akan menjawab ‘Ya’ atau hanya sekedar memberikan respon yang berarti ‘Ya’.

Chunhee tersenyum dan mengangguk. “Baiklah.” Jawab gadis itu lembut. Suaranya terlalu lembut hingga rasanya Jongdae tak akan bisa mendengar suara itu kalau saja angin berhembus lebih kencang sedikit saja.

“Aku harap aku akan satu kelas denganmu.”

 

@@@@

 

Lusanya, Jongdae berjalan menuju tempat ia melihat Chunhee dibully waktu itu. Dan pilihannya tepat. Gadis itu ada di sana, dia sedang duduk sambil membaca bukunya lagi. Buku yang berbeda dengan waktu itu dan malah terlihat lebih tebal.

Annyeong~” sapa Jongdae dan Chunhee langsung menoleh melihat laki-laki yang benar-benar sekelas dengannya mulai hari ini.

Saat masuk kelas pagi tadi Chunhee langsung mengenali sosok Jongdae dan begitu pula dengan Jongdae yang bisa langsung menangkap sosok Chunhee yang duduk di pojok nomor dua dari belakang.

Entah takdir atau bukan tapi nyatanya gadis itu sekarang akan selalu melihat Jongdae setiap kali ia akan menoleh ke belakang. Karena Jongdae duduk tepat di belakangnya.

“Boleh aku duduk di sini?” Jongdae menunjuk tempat yang ada tepat di samping Chunhee.

Chunhee sendiri hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan membaca, dia tak perduli dengan Jongdae yang duduk diam di sampingnya. Paling tidak itu tak akan membuatnya teringat akan Baekhyun. Karena biasanya Baekhyun akan tidur atau membaca komik tapi laki-laki itu hanya duduk santai dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

Hingga jam istirahat selesai dibunyikan Jongdae masih setia dengan pikirannya sendiri dan baru sadar akan hal itu setelah Chunhee mengajaknya untuk kembali ke kelas mereka.

Karena itu juga, Jongdae merasa kalau sekarang Chunhee sudah mulai menerimanya sebagai teman.

Selama pelajaran, berulang kali Jongdae bertanya pada Chunhee dan gadis itu juga tak keberatan. Karena dia memaklumi kondisi Jongdae yang sebagai siswa baru. Jadi dengan senang hati juga dia menjawab pertanyaan Jongdae yang bahkan bisa membuatnya tertawa pelan.

Guru mereka tak menegur karena tugas yang ia berikan adalah diskusi, jadi ada tawa, protes dan lain sebagainya dalam diskusi itu adalah hal yang wajar. Malah ia berharap siswanya akan semakin mudah mengerjakan tugas itu.

“Baiklah, kalian teruskan tugasnya di rumah. Besok sebelum jam tujuh tugasnya harus sudah ada di meja saya. Bagi yang telat akan ada punishment-nya di pertemuan kita yang selanjutnya.” Ucap sang guru memberi instruksi pada muridnya setelah terdengar bel pulang sekolah.

Semua pasangan yang tadi berdiskusi rata-rata berjumlah tiga sampai empat siswa, hanya Chunhee dan Jongdae saja yang berdua. Itu lebih baik dibandingkan sebelumnya, karena Chunhee hanya akan sendirian tak mendapat teman diskusi walau dia ingin.

“Kita kerjakan di rumahmu saja ya?” Chunhee mengangguk saat tawaran itu Jongdae ajukan.

 

@@@@

 

“Kim Jongdae!!” Jongdae juga Chunhee yang sedang berjalan di sampingnya menoleh saat suara seruan itu menyebut nama Lengkap Jongdae.

“Yo.. Byun Baekhyun!! Apa kabarmu??” Jongdae langsung menyambut teman lamanya yang memaksa dia untuk meninggalkan China dan kembali ke Korea dengan pelukan singkat.

“Kenapa tak memberikan kabar padaku kalau kau sudah pindah?” Tanya Baekhyun cerewet. “Untung aku mendengar pembicaraan teman-temanku di kelas tetang siswa pindahan dari China.”

“Haha.. Maaf, aku sengaja ingin memberi tahumu nanti di rumah, tapi sudah ketahuan duluan seperti ini jadinya.” Jawab Jongdae dengan tawa ringan yang menyertai kata-katanya.

Chunhee yang berdiri di sana hanya bisa diam dan tak berani berkata apapun. Selain takut mengganggu, di depannya sekarang ada Baekhyun. Seseorang yang bisa saja membuat ia menangis hanya dengan menyebut namanya.

Baekhyun sendiri sadar ada Chunhee di sana setelah Jongdae sedikit bergeser dan menampakan siapa gadis berambut panjang yang berdiri di sampingnya. Saat matanya bertemu pandang dengan mata Chunhee seketika itu juga senyum Baekhyun hilang, tapi saat menatap Jongdae dia akan kembali tersenyum.

“Kau mau pulangkan?” Tanya Baekhyun pada Jongdae.

“Iya, tapi nanti.”

“Memang kau mau ke mana?”

“Aku harus mengerjakan tugas pertamaku di sekolah ini bersama dengan Chunhee di rumah Chunhee.” Jongdae masih terus menyuguhkan senyum di wajahnya yang tampan itu saat menjawab pertanyaan Baekhyun.

Tapi Baekhyun sendiri terlihat kecewa dengan jawaban itu.

“Ah, Jongdae aku rasa aku bisa mengerjakan tugas itu sendiri. Kalau kau tidak bisa juga tak apa kok, besok aku akan langsung menumpuknya di meja Park sonsaengnim.” Chunhee menyela dan langsung membuat Jongdae menatapnya bingung.

“Tapi..”

“Tak apa, aku biasa mengerjakan tugasku sendiri kok, kau tenang saja dan bersenang-senanglah dihari pertamamu kembali sebagai warga Korea.” Chunhee langsung memotong kata-kata laki-laki itu.

Jongdae dan Baekhyun sempat bertatapan sebentar sebelum Chunhee melanjutkan kata-katanya.

“Kalau begitu aku pulang duluan.” Setelah berkata seperti itu Chunhee langsung berlari menjauhi Jongdae dan Baekhyun yang masih berdiri di depan gerbang sekolah mereka.

Terus berlari dan berlari sampai dirasanya dia pantas menangis karena sesak akibat berlari tadi. Yah, dadanya sesak karena melihat Baekhyun di depannya tapi dia tak ada alasan untuk menangis di depan Baekhyun dan Jongdae.

Sakit rasanya saat Chunhee lihat Baekhyun yang berdiri kurang dari dua meter dengannya tapi hubungan mereka terasa jauh seperti antara bumi dan matahari yang terpisah jarak jutaan tahun cahaya. Baginya akan terasa lebih baik seandainya dia dan Baekhyun tak pernah saling mengenal.

Sedang Jongdae masih bingung dengan sikap Chunhee barusan, Baekhyun sudah mengerti kenapa gadis itu pergi. Dia mungkin membenciku, pikir Baekhyun.

“Ah, Baekhyun.. Aku rasa aku harus mengejar Chunhee sebelum dia jauh. Aku tetap harus mengerjakan tugas itu dengannya. Maaf ya, kita lanjut nanti malam di rumahmu saja. Oke?” Bakhan sebelum Baekhyun sempat menjawab Jongdae sudah lari menjauh meninggalkannya dan mengejar Chunhee.

Padahal Baekhyun ingin mengatakan dia bisa mengantar Jongdae ke rumah Chunhee kalau sahabatnya itu mau. Padahal Baekhyun ingin dia tetap bisa melihat wajah itu lagi saat berjalan pulang. Tapi rupanya tak akan bisa lagi.

“Baekhyun Bodoh.”

 

@@@@

Advertisements

One thought on “Ask You – Chapter 2 #Goodbye

  1. Wih ada saingan baru buat Baekhyun nih, pasti nyesek banget tuh tak baekhyunnya kalau chunheenya jadian ma chen. secara chen temen deketya dia 😀 aku masih agak bingung sebenernya apa sih alasan buat baekhyun mutusin buat menghindari chunhee? padahal kan dia masih cinta? penasan aku langsung baca selanjutnya ya 😀

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s