[Oneshoot] The Lift

the-lift-request

|| Title: The Lift || Author: Phiyun || Genre: Romance | Horor | Thriller | Merried Life || Rating: 17+ || Cast: Choi Siwon | Im Yoona | Oh Sehun | Kim Jongin ||

 

Poster Credit: @LittleCookie  (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film maupun buku yang pernah di tonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

  • Warning!!! Sorry For Typo 

FF kali ini aku fokuskan di POV Yoona ya ^^

*** Happy  Reading ***

~Summary~

Who the next dead?

~~ooo~~

~Pov Author~

“Tap…tap..tap…”

Terdengar suara langkah kaki berlari dari atas  anak tangga yang beralasan kayu dan asal suara itu semakin berisik saat seorang Yeoja sampai ke ruangan atas. Setibanya disana Yeoja itu langsung menekan gagang pintu tersebut dan membukanya.

Yeobo… bangunlah ini sudah pagi. ” Kata yeoja itu dengan wajah yang senang.

Tapi panggilannya tak dijawab oleh  lawan bicaranya sehingga akhirnya yeoja tersebut itu membuka selimut yang menutupi tubuh pria yang ada dihadapannya dan setelah itu selimut tersebut dibuangnya ke lantai.

“Sayang… mau sampai kapan kau tidur. Ini kan hari pertama kau di pindah tugaskan, jadi cepat lah bergegas, Siwon-ah.” Kata sang istri sambil mengoncang-goncangkan tubuh suaminya.

Namun balasan dari sang suami malah sebaliknya. Pria itu langsung menarik lengan sang istri kedalam dekapannya dan tubuh Yeoja itu langsung dipeluknya dengan erat. Yeoja tersebut sempat terkejut saat pria yang ada didepannya tiba-tiba menyapu lembut bibirnya yang tipis untuk seperkian detik.

“Siwon-ah..” kedua mata wanita itupun terbuka lebar dan tiba-tiba kedua pipinyapun memerah. Dia sempat berfikir apakah pria tersebut masih tertidur ataukah sudah sadar saat melakukannya karena saat pria itu menciumnya kedua mata Namja tersebut masih tertutup rapat.

Yeoja itupun hanya terpaku tanpa kata. Maniknya menatap kearah sang pria dengan intens dan tak beberapa lama kemudian, wanita itupun terkejut saat tiba-tiba pria yang ada dihadapannya menyebutkan namanya. “Yoona-ah, apakah kau berfikir kalau aku masih tertidur?” tanya Siwon dengan kedua matanya yang masih tertutup dan tak lama kemudian pria tersebut membuka sebelah matanya dengan perlahan-perlahan untuk melihat wajah sang istri.      

Kedua mata merekapun saling berpautan. Tidak itu saja jarak wajah mereka berduapun hanya selisih beberapa jengkalan tangan. Bahkan Yoona dapat merasakan hembusan nafas yang berat dari pria yang ada didepannya. Merasa keadaan sedikit cangung, Yoonapun berinisiatif untuk bangun dari atas ranjang, namun belum sempat ia lakukan, pria itu menahanya dengan menarik kembali tubuh mungil Yoona kedalam dekapannya.

Yoonapun langsung menundukan kepalanya, sepertinya Yeoja tersebut enggan menatap langsung kedua mata milik Namja tersebut namun semua itu tak berlangsung lama karena Siwon kemudian menyentuh dagu milik Yoona dan perlahan-lahan mengangkatnya sehingga kedua mata merekapun kembali bertemu dengan intens.

“Yoona-ah, Saranghae…” ungkapnya dengan suaranya yang serak sambil mengelus lembut sebelah pipi Yoona dan kemudian Siwon langsung menundukan kan kepalanya dan mulai melumat bibir Yoona yang merah merekah. Siwon sempat kaget karena balasan Yoona diluar perkiraannya, ternyata Yoona  membalas ciuman Siwon tak kalah mesranya.

Tangan Siwon mulai terlepas dari atas pipi Yoona dan sekarang tangan Siwon mulai masuk kedalam baju Yoona. Tangan itupun mulai beraksi di tubuh mulusnya Yoona. Aksinya  Siwon membuat Yeoja tersebut  mengeluarkan erangan – erangan kecil dan itu semua tidak terdengar karena sudah hilang di balik ciuman itu. Tangan Siwonpun kemudian menyentuh lembut leher jenjangnya milik Yoona dan pria itu mulai memperdalam ciumannya. Ciuman itu semakin lama semakin panas dan mereka berduapun semakin bergairah. Tubuh Yoonapun lalu direbahkannya diatas ranjang. Kali ini tubuh Yoona sudah ada dibawah tindian tubuh atletis milik Siwon.

Nafas Yoona semakin memburu saat Siwon menciumi setiap lekuk tubuhnya dan tanpa ia sadari juga kemeja yang ia kenakan sudah terlepas dari tubuhnya dan saat ini Yoona hanya terbalut kan pakaian dalam. Tubuh putih Yoonapun terekspos dan itu membuat Siwon semakin tak dapat menahan gejolak yang ada didalam dirinya untuk segera menyatu dengan istri tercintanya.  Saat Pria itu berniat untuk  melepaskan pengait pakaian dalam milik Yoona tiba-tiba Yeoja tersebut berkata. “Aku lupa mematikan kompor!” Teriaknya kemudian Yoona Langsung bangkit dari atas ranjang dan setelah itu berlari keluar dari kamar tersebut. Siwonpun hanya bisa terpaku saat melihat dirinya ditinggali oleh sang istri. Tak berapa lama kemudian terlihatlah seulas senyuman dari wajah Namja tersebut. “Sepertinya pagi hari ini juga, aku harus mandi air dingin lagi.” tuturnya dengan senyuman yang lebar.

~Pov Author-end~

~OoO~

“Omoo…Omoo!!!” Teriak ku sambil berlari ke arah dapur dan kemudian aku langsung mematikan pematik kompor tersebut. Dengan perlahan-lahan aku membuka tutup panci dan apa yang aku takuti sedari tadi akhirnya terjadi.. sop ayam yang sedang aku masak tadipun hangus. Didalam panci itu sudah tak ada lagi air sedikitpun sehingga ayam yang sedang aku rebus gosong dan bentuk ayam utuh itupun sekarang tak terlihat.

“Sepertinya hari ini sarapan roti panggang lagi.” kata ku sambil menghela nafas.

Pada akhirnya hari ini aku harus membuang masakan ku ini lagi. Sebenarnya kalau mau jujur aku tak terlalu pandai memasak. Bisa dikatakan aku adalah, newbe dalam hal yang mengenai dapur karena sepanjang hari sebelum kami menikah dua minggu yang lalu aku adalah seorang wanita karir dan kami berduapun bertemu di tempat kerja. Kebetulan saat itu kami berdua adalah relasi bisnis jadi kami sering bertemu dan sering juga menghabiskan waktu dalam membicarakan project yang akan selanjutnya kami lakukan dan disaat itu juga tumbuhlah benih-benih cinta tanpa kami berdua sadari. Aku terkesima akan kharismanya dalam mengurus perusahaan yang ia pimpin. Meskipun ia hanya seorang wakil direktur tapi dia melakukan semuanya dengan profesional dan yang membuat aku tambah terkesan adalah dia mau hidup mandiri kenapa aku bilang begitu karena pria yang saat ini telah menjadi suami ku sebenarnya orang yang berada. Kedua orangtuanya adalah pemilik perusahan terbesar se-asia tapi dia tak mau berpangku tangan di bawahan naungan kedua orangtuanya dan itu menjadi nilai plus untuknya.

Jadi aku ingin membuat dirinya bangga sudah menikahi diriku. Meskipun dia tahu aku tak pandai memasak, dia tetap tak pernah mengeluh sama sekali tapi sikap seperti itulah yang membuatku menjadi tak enak hati padanya. Meskipun sulit  tapi demi dirinya aku akan menjadi ibu rumah tangga yang baik.

~OoO~

~POV Author~

~Beberapa menit kemudian~

-Di ruang makan-

Yoona sudah menyiapkan sarapan untuk disantap oleh Suaminya diatas piring. Tiga buah roti panggang yang sudah dilumirinya oleh tiga macam aneka selai. Tak berapa lama kemudian Siwonpun tiba diruang makan. Pria itu sudah rapi dengan pakaian jasnya yang berwarna hitam. Siwon langsung duduk dan menyantap roti panggangnya tanpa mengatakan sepatah katapun dan tiba-tiba Namja tersebut menghetikan aktifitas makannya.

Kedua matanyapun mulai menatap tajam kearah Wanita yang ada dihadapannya. Yoonapun ikut terpaku saat melihat Siwon tiba-tiba menghentikan makannya. Dengan nada yang ragu Yoonapun berkata. “Apakah kau tak menyukai sarapanmu, Yeobo?” katanya ragu tapi Siwon tetap terdiam sambil menatap dirinya.

 Yoonapun merasa bersalah terhadap suaminya. “Maafkan aku, Siwon-ah. Kau pasti bosan setiap pagi selalu makan roti panggang.” kata Yeoja tersebut.

“Apakah kau mau makan yang lain? Akan aku bikinkan untuk mu.” kata Yoona mendengar ucapan sang istri Siwon pun langsung menaruh potongan roti yang sudah tergigit oleh dirinya keatas piring.  “Jelas aku bosan, kau tanya apa yang mau aku makan? Kau tahu apa yang aku inginkan sekarang.” tuturnya sambil menghela nafasnya yang panjang.

Yoona sempat bingung apa maksud Siwon. dia sama sekali tak mengerti apa maksud dari perkataannya. “I-itu… maaf aku tak tahu apa yang kau mau?” ucap Yoona ragu sambil menundukan kepalanya karena merasa bersalah. Lalu Siwonpun beridiri dari atas kursinya dan berjalan menuju Yoona. Setibanya disana kursi Yoonapun di gesernya sehingga kini Yoona duduk tepat didepan hadapannya namun Yoona tak berani menatap Siwon. Yeoja itu tetap menundukan kepalanya.

Merasa diacuhkan. Siwonpun  lalu menyentuh dagu milik Yoona dan menonggakkan wajah Yoona keatas dan…

“Chu…”

Pria itu mengecup lembut bibir Yoona untuk seperkian detik. Tanpa Yoona sadari kedua bola matanya membuat lebar karena terkejut.

~POV Author-end~

~OoO~

“Kenapa kau terlihat sangat terkejut, Chagia?” tanya Siwon seraya memperlihatkan sebelah lesung pipitnya. Untuk beberapa saat aku hanya terdiam tapi itu tak berlangsung lama karena aku langsung mengalihkan pandangan ku.

“A-ani! I-itu hanya perasaan mu saja.” kilah ku tanpa berani melakukan kontak mata dengan dirinya. “Benarkah?” kali ini Siwon menatapku dengan menaikkan sebelah alisnya.

Merasa terpojok akhirnya aku langsung berdiri dari atas kursi dan berjalan kearah dapur, namun belum sempat aku melakukannya tiba-tiba Siwon menggengam erat pergelangan tangan ku. Sontak aku langsung diam mematung. “Kau mau kemana?” ucapnya dengan suaranya yang berat.

Seketikan jantungku berdetak tak karuan. Namun aku harus dapat mengendalikan perasaan yang aku rasakan sekarang. Dengan perlahan-lahan aku menolehkan kepala ku untuk melihat pria yang selalu membuat diriku salah tingkah. “A-aku… mau ambil minum dulu untuk mu.” kata ku dengan suara yang pelan tapi perkataan ku langsung dibantah olehnya.

“Pembohong…”

“T-tidak… aku benaran ingin membawakan mu air.” balas ku.

Tapi Siwon langsung menoleh kearah meja makan dan disana sudah ada segelas air mineral disana. aku mulai panik saat dirinya muai menatap kembali kedua mata ku dengan sorot mata elangnya. aku tak sanggup berkata-kata lagi dan mungkin saja sekarang wajahku terlihat gugup bahkan mungkin saja ekspresi wajahku tak karuan.

“Mianhae… Siwo..” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku tiba-tiba Siwon memeluk tubuh ku dengan erat. “Yoona-ah… jangan kau lakukan hal semacam itu lagi. Kau kan tahu aku takdapat  hidup tanpa kau disisiku bila kau selalu menghindar dari ku, aku merasa seperti akan mati. Jadi kumohon jangan lakukan hal itu lagi.” setelah mengatakan itu Siwon pun mulai melonggarkan pelukannya dari tubuh ku. aku baru sadar kalau apa yang selama ini aku lakukan dihadapannya malah membuat dirinya merasa bersalah kepadaku.

“Kalau begitu aku pergi dulu.” Sambil melepaskan pelukannya dari ku. aku tak mau kalau kesalah pahaman ini menjadi berlarut-larut. Saat Siwon hendak pergi dari hadapan ku dengan refleks aku langsung menarik kencang dasinya. Sontak Siwon terkejut saat aku menarik secar kasar dasinya yang berwarna hitam tersebut. “Dasimu miring.” Ucap ku sambil memperbaiki ikatan dasinya.

Siwon pun hanya terdiam, mungkin dia sekarang merasa bingung atau mungkin dirinya masik kaget dengan apa yang barusan saja aku lakukan pada dirinya. Untuk memecahkan keheningan akupun memulai perbincangan. “Bukannya aku berusaha menghindarimu, tapi entah kenapa bila aku berada di samping mu, jantung langsung berdegup kencang sampai-sampai aku sulit bernafas bahkan aku selalu salah tingkah dihadapan mu. Meskipun kita sudah menjadi sepasang suami istri tapi tetap saja aku merasa malu bila dihadapanmu. Aku takut bila semua itu membuat dirimu menjadi segan padaku bahkan membenciku. Aku takut itu.”

“Yoona-ah…” Siwon lalu menatap ku dengan tatapan matanya yang sendu. “Kau tak harus…” saat Siwon hendak berkata, aku sudah terlebih dahulu menyumpalnya dengan bibir ku. “Aku akan menjadi istri yang bisa kau banggakan.” ucapku sambil memperlihatkan senyuman terbaik yang ku miliki dan pria yang sangat aku cintai itupun membalasnya dengan senyuman dan tatapan matanya yang lembut kepada ku.

~OoO~

~POV Author~

-3 Jam kemudian-

“Kring…kring…kring!!!”

Terdengar suara bel telefon rumah yang berdering tanpa henti dari beberapa menit yang lalu. Tak berapa lama kemudian datanglah sang pemilik rumah yang baru saja pulang dari supermarket yang tak jauh dari kediamannya. Tanpa hendak menaruh barang belanjaannya Yeoja tersebut langsung meraih gagang telefon yang sedari tadi berdering tanpa henti.

“Halo, Kediaman keluarga Choi disini. Ada yang…” tak sempat Yeoja itu mengakhiri perkataannya tiba-tiba dari lawan bicaranya langsung memotongnya. “Yoona-ah… bisakah kau membawakan dokument ku kesini.” Kata seorang Namja dari dalam telefon dan Yeoja itu langsung mengenali suara milik sang penelefon. “Yeobo??

Nde… ini aku Siwon. Dokument ku tertinggal diatas meja kerja. Bisakah kau membawanya kemari. Aku ingin sekali pulang untuk mengambilnya tapi sebentar lagi Client ku yang dari Amerika akan segera tiba.”

“Hemm… kau tak usah khawatir. Aku akan mengatarkannya padamu. Setengah jam lagi aku tiba di kantor mu.” balas Yoona di telefon dan setelah itu Yeoja tersebut langsung berlari ke ruang kerja Siwon untuk mengambil berkas dokument yang tertinggal.

~POV Author-end~

~OoO~

Setibanya disana. Aku langsung berlari menuju lift kelantai atas dimana tempat ruang kerja Siwon. Pintu lift pun terbuka dan disana sudah ada beberapa orang yang sudah ada didalam lift tersebut untuk naik kelantai atas.

“Seperti hari ini cukup ramai.” kata batin ku.

saat lift naik ke lantai 4 tiba-tiba pintu lift pun terbuka.

“Kreek!”

Masuklah seorang pemuda dengan perawakan tubuh yang tinggi dengan kulit yang berwana putih pucat. Namja itu sepertinya kesulitan saat hendak masuk karena ia sedang membawa cukup banyak beberapa box di kedua tanggannya besaerta sebuah troli yang sudah ada beberapa box yang cukup besar. Karena merasa iba akhirnya aku mengulurkan tangan untuk membantunya.

“Mari saya bantu.” Kata ku sembari menggerek troli yang tak jauh dari samping Namja tersebut. Namja itu lalu menundukan kepalanya dan mengucapkan terimakasih kepadaku. Namun saat lift tersebut akan naik ke lantai 5 tiba-tiba lift tersebut bergoncang hebat. Sontak seluruh pengunjung yang ada didalam lift panik. Lampu liftpun tiba-tiba redup dan itu menambah kepanikan didalam lift tersebut.

Tiba-tiba seorang pengunjung wanita dengan menggunakan pakaian ala wanita gipsy menunjuk-menujuk kearah langit-langit lift sambil berkata. “Ma-malaikat maut dia ada disini…” ucapnya terbata-bata mendengar perkataannya seketika bulu kuduk ku mulai mengidik ngeri. Tak berapa lama kemudian tubuh wanita tersebut tumbang tampa perlawanan.

Dan tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri disampingku mencengkaram erat dadanya yang sebeah kiri sambil berteriak. “Aakkhh!!!” jeritnya sambil tetap mencengkram erat mantelnya dan dalam hitungan detik, tubuh wanita paruh baya itupun ikut roboh tepat didepan mataku.

“Aaahkk!!!” teriak ku histeris sambil menutup mataku dengan kedua telapak tangan. Tubuh ku mulai mengigil ketakutan. Tiba-tiba hawa didalam lift tersebut mulai terasa dingin dan semakin dingin dalam waktu beberapa menit. Sampai –sampai saat aku menghembuskan nafas keluarlah uap panas dari dalam hidung ku.

Aku berusaha menekan tombol darurat namun tak ada respon sama sekali. Aku bahkan sudah lupa telah berapa lama menekannya dan sudah berapa lama juga aku terkurung didalam lift ini. Bibirku mulai membiru karena tubuhku mulai tak mampu menahan rasa dingin yang merejang di setiap inci tubuhku.

Tiba-tiba seorang  Namja menghapiri diriku ya, Namja itu adalah pria yang aku tolong saat tadi, dia pun lalu membuka mantel yang sedang ia gunakan dan kemudian memberikannya padaku. Namun aku menolaknya dengan lembut karena aku tahu kalau bukan aku saja yang merasakan dingin tetapi ia juga merasakan hal yang sama karena wajahnya tak kalah pucatnya dari ku.

“Tidak, terimakasih.” Ujarku padanya, namun nampaknya Namja itu tak menggubrisnya ia lalu langsung menaruh mantelnya diatas tubuh ku dan  setelah itu mengancinginya. “Aku tak apa-apa, sungguh.” Kata ku untuk meyakinkannya. Saat aku hendak melepaskan mantel tersebut,  Namja itupun berkata. “Anggap saja itu ucapan terimakasih ku padamu, aku tak suka berhutang budi kepada orang lain.” Ungkapnya. Mendengar perkataannya, niat ku ingin mengembalikan mantel jasnya  pun aku urungkan. Aku tak mampu mengatakan apapu lagi didepannya jadi akhirnya aku hanya dapat mengatakan satu kalimat yang mewakili rasa terimakasih ku padanya. “Kamsahamnida.”  dan Namja itupun membalasnya dengan senyum tipisnya.

Tinggallah 3 orang yang masih bertahan didalam lift tersebut. Hawa dingin semakin menusuk hingga ke dalam tulang sumsum ku dan tak berapa lama kemudian pandangan mataku mulai kabur dan aku pun kehilangan kesadaran.

~OoO~

~POV Author~

-Beberapa jam kemudian-

Terlihat dari kejauhan ada seorang Namja sedang duduk di samping bangsal sambil menggengam lembut jari jemari Seorang Yeoja yang sedang tak berdaya di atas ranjang. Sesekali pria tersebut membelai lembut puncak kepala milik sang wanita sambil menatap penuh khawatir saat melihat kondisi wanita yang ada dihadapannya.

Pria itu terus setia menemani Yeoja tersebut. Diwajah sang pria tak pernah terlihat sedikitpun lelah saat menunggu  wanita tersebut. Hatinya semakin miris saat dirinya tak dapat melakukan hal apapun untuk wanita yang sangat ia cintai.

Mianhae, Yoona-ah. Seandainya kau tak datang kesini untuk memberikan dokument ku mungkin keadaan ini tak akan terjadi menimpa dirimu.” Ucap Siwon sambil mengecup lembut jari jemari Yoona.

Tanpa diduga tiba-tiba jari jemari milik Yoonapun bergerak, melihat itu Siwonpun terkejut dan kemudian Namja itu lalu memanggil-mangil nama istri tercintanya. “Yoona-ah…Apakah kau mendengarku, sayang.” Ucapnya pelan seraya membelai lembut rambut hitam milik Yoona yang terurai begitu saja diatas bantal. Kelopak kedua mata Yoonapun mulai bergerak naik dan turun dan tak lama kemudian dengan perlahan-lahan kedua mata gadis itupun terbuka sempurna. Melihat istri tercintanya sudah siuman Siwonpun langsung memeluk tubuh Yoona dengan hati yang senang bercampur lega.

“Yoona-ah… akhirnya kau siuman juga. Apakah kau tahu betapa aku sangat mengkhawatirkan mu.” kata Siwon sambil tetap memeluk mesra sang istri. Yoonapun lalu membalas pelukan Siwon dan berkata dengan suaranya yang lemah. “Maafkan aku, karena sudah membuatmu cemas.” Ucapnya sembari menepuk-nepuk pelan belakang punggung Siwon.

~POV Author-end~

~OoO~

“Apakah kau baik-baik saja, Yoona-ah?” tanya Siwon padaku dan akupun membalasnya dengan anggukan kepala seraya memperlihatkan senyuman simpul dihadapannya. “Pasti kau sangat shock saat ini. Maafkan aku, Yoona-ah karena sudah membuatmu menjadi seperti ini.” tambahnya dengan wajah yang bersalah.

Mendengar ucapannya  akupun  langsung menggeleng-gelengkan kepala ku dihadapannya. Aku ingin apa yang ia pikirkan sama sekali tak benar dan juga aku tak ingin ia merasa bersalah padaku. “Aku benar- benar baik-baik saja, Siwon-ah. Jadi kau jangan berfikir seperti itu, heemm…” balas ku  sambil menatap langsung kedua bola matanya. Siwon pun hanya dapat membalas perkataan ku dengan  menghela nafas yang panjang.

Setelah berapa saat aku baru ingat bagaimana keadaan orang yang selamat saat kejadian di dalam Lift. Lalu aku bertanya bangaimana kondisi pengunjung yang sama-sama terjebak di dalam lift saat tadi kepada Siwon tapi Siwon tiba-tiba menatap ku dengan sorat matanya yang kaget.

“Apakah kau tak ingat apapun, Yoona-ah?” tanya Siwon dan aku hanya dapat menggelengkan kepala. “Sebenarnya hanya kau seorang yang selamat di tempat kejadian tersebut, Yoona-ah. Saat aku berhasil mengevakuasi tempat tersebut aku sudah meihat dirimu tak sadarkan diri dan ketiga pengunjung yang lainnya sudah tak bernyawa. Aku bersyukur kalau kau baik-baik saja.”

Mendengar penjelasan dari Siwon membuatku terkejut. Bagaimana mungkin didalam sana hanya ada 4 orang. Jelas-jelas yang terjebak didalam lift itu ada 5 orang. “Itu tak   mungkin, Siwon-ah. Bukannya didalam lift itu ada 5 orang beserta diriku?” tanyaku ragu dan pertanyaan ku langsung dijawab oleh Siwon dengan nada yang berusaha meyakinkan ku. Tidak, Yoona-ah. Disana hanya ada satu pria dan dua wanita dan kau adalah wanita satunya lagi jadi totalnya disana ada 4 orang. Kebetulan pria yang ada didalam lift tersebut adalah karyawan yang bekerja di gedung ini juga. Dia adalah Kim Jongin. Ucapnya lagi.

Tak lama kemudian datanglah dua orang polisi ke ruang rawat ku. Mereka berdua ingin meminta pengakuan saksi mata ditempat kejadian. Lalu salah satu polisi itupun memberikan beberapa lembar foto orang yang ada didalam lift dan semua orang yang ada didalam foto tersebut ada semua saat kejadian tersebut tapi hanya satu orang yang tak ada disana. ya. Orang itu adalah Namja yang saat tadi aku tolong untuk memasukkan barang bawaannya kedalam lift.

“Apakah anda baik-baik saja, Nyonya Choi?” tanya salah satu polisi kepadaku dan aku menjawabnya dengan anggukan kepala yang lemah. Aku masih bingung kemana pria yang telah memberikan mantelnya padaku tak mungkin kan ia menghilang begitu saja seperti hantu.

Seketika tenggorokan ku tercekat saat didalam hatiku mengucap kata hantu. “Apakah mungkin dia…” gumamku pelan dan tak sengaja didengar oleh Siwon. “Dia siapa, sayang? Apakah kau mengenal seseorang disana?”

A-ani… aku tak mengenal siapapun disana, semuanya terjadi begitu cepat sehingga aku bingung apa yang harus aku lakukan saat itu.” Kata ku dengan parau. Mendengar pengakuan ku kedua polisi itu dapat mengampil hasil kesimpulan kalau kejadian itu adalah murni kecelakaan bukan faktor kesengajaan.

“Baiklah kalau begitu kami mohon undur diri dulu.” Kata salah satu dari mereka berdua dan setelah itu merekapun pergi.

~OoO~

Sepanjang hari pikiran ku selalu memikirkan kalimat terakhir yang dikatakan oleh wanita gipsy tersebut.

“Malaikat maut… tapi apakah mungkin dia?” lirih ku dan tak lama kemudian lamunanku terusik saat  tiba-tiba seseorang memeluk ku dari belakang.

“Apa yang sedang kau fikirkan, sayang?” aku sedikit terkejut saat Siwon sudah berada tepat dibelakang ku. “Ayo kita pulang kerumah sekarang.” tambahnya dan aku pun membalasnya dengan angukan kepala. “Heemm…kajja.” ucapku sambil merangkul mesra sebelah lengan suami tercinta ku.

Saat kami sedang berjalan pulang  menuju mobil di parkiran tiba-tiba Siwon menanyakan sesuatu hal padaku. Pertanyaan itu sangat sulit untuk aku jawab, tak mungkin kan aku mengatakan kalau aku sudah diselamtkan oleh seorang malaikat maut. Pasti bila aku katakan padanya, aku dikira sudah tak waras olehnya jadi aku hanya dapat membalas pertanyaannya dengan sebuah senyuman.

“Aku tak peduli siapa dirinya. Apakah ia manusia seperti diriku atau bahkan ia adalah seorang malaikat maut sekalipun. Aku akan tetap mengucapkan terimakasih kepada dirinya, karena dia sudah menyelamatkan diriku atau mungkin dia sudah telah berbaik hati memberi kesempatan kedua kepadaku. Aku tetap bersyukur karena aku masih diberi waktu untuk tetap berada disampingmu dan aku akan memberikan cintaku lebih banyak lagi bahkan seluruh cintaku akan aku berikan hanya untuk mu seorang.” -Yoona-

~THE END~

 

Haloo… Chingu!!! Ketemu lagi kita disini, hihi 😀

Aku membawakan Fanfic baru nih, yang berbau horor ma thriller gitu tapi kayanya feel horor sama thrillernya gak berasa ya, malahan lebih ke romancenya, haha. maap kan daku ya. Soalnya authornya rada lemah kalau buat cerita kaya gini tapi penasaran untuk buatnya. FF ini juga sengaja author buat untuk peramai Hallowen… yang jatuh tepat hari ini. Treat or trick!!! Semoga kalian semuanya menyukai FF ku ini ya ^^

Maap kalau ceritanya rada nyeleneh bahkan terlalu vulgar saat bacanya soalnya itu tak sengaja author buat jadi maafkan kehilafan ku yah, itupun langsung aku cut soalnya kalau gak bakalan bahaya, wkwkw 😀

Oh iya jangan lupa tinggalkan jejaknya ya dear ^^ sampai ketemu di ff ku selanjutnya…

Gomawo ^^

Advertisements

40 thoughts on “[Oneshoot] The Lift

  1. Jadi sebernya siapa donk yg nyelamatin yoona….apakah bener malaikat…hihihihihihi….untung oneshoot jd horornya ga terlalu berasa..

    Fighting n gomawo ya…

    Like

  2. Hahaha.. siwon kalah sama kompor 😁
    Apa sbnarnya yoona juga seharusnya meninggal y dex??
    Tpi krna kbaikan hatinya jadi dia di beri kesempatan??
    Hmm… apapun itu pkoknya salut dech buat adx,sejauh ini oke semua dex 👍
    Bca yg laen aahh… 😆

    Liked by 1 person

    • Wkwkw… ember 😀
      Iya di sini yoona harusnya meninggal tapi gak jadi soalnya yoong orgnya bae, jadi di kasih kesempatan deh ^^
      Sip… SIlakan kak, kalau mau baca ffku yang lain, jangan kapok-kapok ya buat mampir ke sini lagih… Makasih ya dah nyempetin mampir kesini ❤

      Like

    • Hahaha, ini mah ffnya horornya gagal, maklum authornya kaga bisa buat genre kaya begini 😀 ini FF malah sedikit menuju ke NC 😀
      btw Makasih ya dah nyempetin mampir kesini buat baca ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s