BLIND – CHAPTER 10 [END]

Blind

Author : IRISH

Tittle : Blind

Main Cast :

EXO Oh Sehun, Kim Jongin, OCs Lee Yookyung, Kang Sooyeon

Genre : Fantasy, School-Life, Romance

Rate : PG-16

Lenght : Chapterred

Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

“Sebenarnya kenapa kau tidak menyelamatkan nya?”, tanya Yookyung

Sehun menoleh, mereka sekarang tengah berjalan melintasi hutan gelap. Tidak ada rasa takut terbesit sedikitpun dalam benak Yookyung karena adanya Sehun di dekatnya.

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Menyelamatkan nya dan membiarkanmu mati?”

Yookyung tersentak.

“Temanmu itu mengincarku juga?”, ucapnya kaget

“Tentu saja. Hal seperti ini pernah terjadi dulu bukan?”

Yookyung terdiam.

“Mianhae.. Waktu itu aku tidak memilih dengan tepat.”, ucap Yookyung

Sehun memandang yeoja di sampingnya, diam. Tapi kemudian namja itu menghela nafas panjang, membuat Yookyung menoleh bingung.

“Wae?”, tanya Yookyung

“Aku selalu berpikir jika kau lupa kejadian itu, ternyata aku salah.. Aku selalu mengira kau memilih untuk kembali karena kau membenci kenyataan bahwa aku adalah seorang werewolves, tapi ternyata aku salah..”, ucap Sehun

“Ani.. Kau tidak sepenuhnya salah,”, kata Yookyung

“Mwo?”, kali ini Sehun yang menyernyit bingung

“Awalnya aku sangat takut saat tau kau berbeda.. Keundae.. Saat kita sama-sama terjebak disini.. Saat kau menyelamatkan nyawaku.. Semuanya jadi berbeda.. Aku menyukaimu. Walaupun kau berbeda.”, ucap Yookyung

Sehun mengusap puncak kepala yeoja itu lembut.

“Aku juga menyukaimu Yookyung, lebih dari apapun di dunia ini..”

Yookyung menggeleng.

“Sooyeon menyukaimu juga, Sehun-ah..”

Sehun menyernyit, lalu Ia tertawa pelan.

“Ia bisa saja salah memilih juga bukan? Lagipula.. Tidak semua manusia yang mengenal kami akan berakhir dengan cinta.”, ucap Sehun

“Keundae dia—”

“Sooyeon dan aku memang dekat, maksudku.. dia yeoja pertama yang dekat denganku setelah beberapa tahun kita berpisah, dan dia.. aku yakin Ia tidak benar-benar suka padaku, maksudku, suka yang lebih dari teman.”, ucap Sehun

Yookyung terdiam.

“Apa menurutmu Ia sekarang berada di tempat yang aman?”, tanya Yookyung

“Ku harap begitu..”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Chanyeol memandang sekitarnya. Berusaha menemukan bahaya di dekatnya. Ia sekarang berada di penjara bawah tanah Istana. Namja itu berhasil menyusup dengan jalur yang Ia temukan saat mengikuti beberapa orang pengawal istana.

Chanyeol melangkah pelan, memandang satu persatu jeruji di dekatnya. Ia menyernyit saat melihat beberapa tengkorak di dalam sana. Memang orang-orang yang masuk ke penjara bawah tanah Istana akan di biarkan sampai mati dengan sendirinya.

Langkah namja itu terhenti. Mencium bau darah yang sangat di kenalnya. Ia sekali lagi memutari penjara itu, berusaha mencari sumber bau yang di ciumnya. Dan Ia berhenti tepat di depan sebuah jeruji.

Namja itu menjentikkan jarinya, membuat api kecil muncul. Ia menyoroti jeruji itu, dan terkesiap saat menemukan seorang yeoja terbaring dengan pucat di dalam sana. Namja itu segera memadamkan apinya, dan terhuyung mundur. Sangat kaget. Dan tidak percaya dengan yang Ia temukan di dalam jeruji itu.

“Akh.. Park Chanyeol.. Apa itu kau?”

Chanyeol terlonjak kaget saat mendengar suara seorang yeoja memanggilnya. Ia diam. Dan sangat tau jika yeoja itu bisa tau tentang keberadaan nya.

“Chanyeol.. Tidak ada orang lain disini..”

Chanyeol bergerak maju mendekati jeruji itu. Sekali lagi menjentikkan jarinya dan menyorotkan api nya ke dalam jeruji. Ia terhenti saat melihat wajah seorang yeoja yang memandang ke arahnya.

Tapi namja itu kecewa. Sosok di depan nya tidak lah seperti dulu. Mata yeoja itu tidak berwarna merah darah, melainkan cokelat meneduhkan. Dan hal itu membuat Chanyeol tersadar, namja itu segera memadamkan apinya.

“Aku tidak mengenal penghianat sepertimu, Jung Mina.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Jongin memandang yeoja yang tengah duduk di dekat sungai kecil dekat gubuknya. Namja itu melangkah pelan, dan terhenti saat yeoja itu berbalik, tersenyum memandangnya.

“Kita berangkat sekarang Jongin-ah?”, tanya Sooyeon

Jongin mengangguk.

“Nae. Kajja.”, ucap namja itu

Sooyeon segera berdiri dengan semangat. Masih tersenyum memandang ke arah Jongin yang menunggunya.

“Ayo kita berangkat.”, ucap Sooyeon

Mereka berdua kemudian melangkah dengan cepat melintasi jalur yang sudah di hafal oleh Jongin. Walaupun sepanjang perjalanan nya, namja itu kebanyakan berdiam diri.

“Kau baik-baik saja Jongin-ah?”, tanya Sooyeon

Jongin segera tersadar dari lamunan nya, dan mengangguk cepat.

“Ya. Aku baik-baik saja.”, ucap Jongin kemudian

Sooyeon hanya memandang namja itu, tanpa bisa berkomentar apapun. Ia tau, dan sangat yakin jika Jongin tengah memikirkan sesuatu yang sangat penting. Terbukti dengan bagaimana namja itu hampir tidak mendengar apa yang di bicarakan Sooyeon sepanjang jalan.

“Aku tidak yakin kau baik-baik saja..”, gumam Sooyeon pelan, Ia melirik ke arah Jongin, namja itu sudah kembali hanyut dalam pikiran nya, dan bahkan tidak mendengar ucapan Sooyeon.

Yeoja itu mendesah pelan, memutuskan untuk memandang sekitarnya, mengalihkan pikiran nya. Ia memandang pepohonan di sekitarnya, memandang salah satu pohon dengan sangkar burung di salah satu dahan tingginya.

Sooyeon tersadar. Ia sudah pernah berjalan melewati jalan itu. Ia memandang Jongin, berusaha memastikan apa namja itu tidak tersasar. Tapi Sooyeon menggeleng pelan. Ia percaya pada namja itu. Dan tidak ingin merusak rasa percayanya hanya karena kejadian seperti itu.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun memandang yeoja yang masih tertidur pulas di bilik kayu buatan nya. Tarikan dan hembusan nafas yeoja itu seolah mengisi seluruh pendengaran Baekhyun. Sampai namja itu tersadar. Semua yang Ia tengah lakukan.. melanggar tugasnya.

“Tidak.. Aku tidak boleh menyerahkan Miyoung pada King.. Dia bisa mati..”

Baekhyun duduk dengan gusar. Tidak pernah sekalipun Ia melanggar tugasnya. Dan selama ini Ia lah satu-satunya yang selalu melakukan tugas dengan baik. Tapi kali ini.. Karena munculnya seorang yeoja.. berhasil mengubah pemikiran namja itu.

Baekhyun beranjak keluar dari tempat persembunyian nya. Hari memang masih sangat larut, tapi namja itu sudah sangat terbiasa dengan kegelapan. Tapi yang Ia pikirkan saat ini bukanlah masalah kegelapan total di hadapan nya.

“Aku tidak bisa menipu King.. Tapi aku tidak bisa menyerahkan Miyoung padanya.. Miyoung juga tidak bisa terus berada disini.. Kecuali jika Ia.. sama sepertiku..”, Baekhyun segera menggeleng cepat, membuang jauh-jauh pemikiran nya.

“Miyoung harus tetap jadi seorang manusia. Ia tidak akan suka tempat ini. Ia tidak akan bisa hidup di tempat seliar ini.. Aku harus mengembalikan Miyoung ke kehidupan nya..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tidak hanya Baekhyun yang tengah larut di bawah kekalutan. Hal yang sama juga terjadi pada Chanyeol. Terutama karena Ia tidak tahan setiap jam nya mendengar rintihan kesakitan dari yeoja yang selama beberapa hari ini Ia awasi.

Chanyeol melangkah mendekati jeruji yang beberapa hari lalu di datanginya. Mendengar deru nafas yeoja itu sangat pelan.

“Kenapa? Kenapa mereka menangkapmu?”, ucap Chanyeol

“Mereka.. Mereka menginginkanku kembali Chanyeol-ah.. Aku tidak mau.. Aku tidak mau..”

Ucapan yeoja bernama Mina itu kembali membuat emosi Chanyeol memuncak.

“Tidak mau? Bukankah kau dulu juga salah satu dari kami?”, ucap Chanyeol

“Tidak Chanyeol-ah.. Kehidupan sebagai manusia jauh lebih baik..”

“Manusia? Makhluk rapuh itu kau bilang jauh lebih baik?”

“Kau tidak tau seperti apa kehidupan mereka..”

“Aku tidak tau. Dan sama sekali tidak tertarik untuk tau. Kau memang pantas untuk di musnahkan Mina.”, ucap Chanyeol dingin

Mina merintih pelan. Membuat Chanyeol sangat ingin meledakkan tempat itu dan membawa Mina pergi. Tapi Ia tidak mungkin melakukan nya bukan?

“Benar.. Lebih baik aku musnah daripada harus kembali menjadi werewolves..”

Tangan Chanyeol bergetar menahan emosi. Namja itu menggeram marah.

“Dan jika aku bisa memilih.. Aku ingin kau yang memusnahkanku Chanyeol-ah.. Aku percaya kau tidak akan memusnahkanku dengan cara yang kejam..”

Seketika itu juga api kemarahan Chanyeol kembali redam. Ucapan yeoja itu. Cara yeoja itu bicara.. Bagaimana kepercayaan yeoja itu padanya.. Semuanya masih sama seperti yang dikenal oleh Chanyeol.

“Kenapa.. Kenapa kau masih bersikap sama seperti dulu..”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Jongin-ah.. Apa tempat itu masih jauh?”, tanya Sooyeon

Jongin tersadar. Ia memandang yeoja di sampingnya. Lalu mengangguk.

“Ya. Lumayan jauh. Apa kau lelah Sooyeon-ah? Kita bisa beristirahat dulu..”, ucap Jongin sambil menghentikan langkahnya

Sooyeon langsung duduk bersandar di bawah sebuah pohon. Memejamkan matanya. Berusaha merilekskan sel-sel nya. Sementara Jongin memandang yeoja itu diam.

“Mianhae Sooyeon-ah..”, ucap Jongin pelan membuat Sooyeon membuka matanya, memandang bingung

“Nde? Mianhae? Untuk apa?”, tanya Sooyeon bingung

“Karena membuatmu kelelahan..”, ucap Jongin

Sooyeon tersenyum.

“Gwenchanayo.. Dan, gomawo Jongin-ah.. Kau benar-benar baik karena mau membantuku kembali ke rumah..”, ucap Sooyeon

Dua orang itu sama-sama terdiam. Sooyeon dengan rasa bingung dan penasaran nya pada perubahan sikap Jongin sejak mereka melakukan perjalanan ini, dan Jongin karena rasa bingung dan ragunya.

“Kenapa kau diam terus sepanjang perjalanan kita?”, tanya Sooyeon

“Nde? Apa iya aku diam saja?”, tanya Jongin

Sooyeon mengangguk.

“Nae. Kau lebih banyak diam. Apa ada masalah??”, tanya Sooyeon pelan

Jongin menatap yeoja itu tepat di kedua manik matanya, membuat namja itu akhirnya mengalihkan pandangan nya, tidak kuat untuk terus melihat tatapan sedih dan penasaran Sooyeon atas pertanyaan nya yang tidak kunjung terjawab.

“Gwenchana..”, ucap Jongin

“Jongin-ah..”

“Ya Sooyeon??”, ucap Jongin, memandang yeoja itu

“Jika aku kembali.. Apa kita bisa bertemu lagi?”, tanya Sooyeon

“A-Ani.. Dunia kita berbeda. Kau tidak bisa kembali ke sini lagi.”, ucap Jongin

Sooyeon menghela nafas panjang.

“Berarti kita tidak bisa bertemu lagi..”, ucapnya pelan

“W-Waeyo?”, tanya Jongin

Sooyeon tersenyum tipis.

“Ani. Aku takut jika nanti suatu hari aku ingin bertemu denganmu.. Tapi kita tidak bisa bertemu..”, ucap yeoja itu kembali membuat pikiran Jongin tertegun.

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kapan kau bisa menyukai tempat ini?”

“Aku tidak pernah suka tempat ini..”

“Aku tau kau tidak pernah suka rumahku..”

“Dan kau juga tidak suka di bumi. Kita impas kan?”

Perdebatan antara dua orang itu terhenti. Mereka sama-sama diam. Larut dalam pikiran masing-masing.

“Mianhae. Aku hanya merasa tempat ini tidak aman. Tidak seperti di rumahku.”, ucap Yookyung akhirnya

“Gwenchana..”, sahut Sehun pelan

“Aish.. Kau marah? Kau masih saja kekanak-kanakkan seperti dulu.”, gerutu Yookyung membuat Sehun memandangnya.

“Dan kau masih pemarah seperti dulu. Hah. Ku kira tadinya kau sudah jadi yeoja normal.”, timpal Sehun

“Mwo!? Jadi kau bilang aku tidak normal!?”, kata Yookyung tidak terima

“Ya. Kau yeoja aneh yang sangat suka marah-marah dan membentak orang.”, ucap Sehun membuat Yookyung berdecak kesal.

“Baiklah. Lalu kenapa kau suka padaku huh?”, ucap Yookyung langsung menohok Sehun. Membuat namja itu tidak bisa menjawab apapun.

“Hah. Kau kalah.”, ucap Yookyung penuh kemenangan

Sehun hanya diam. Sesekali melempar pandangan ke arah Yookyung. Yeoja itu tampak sibuk berusaha menjauhi tumbuhan-tumbuhan menjalar di sekitarnya. Dan hal itu tanpa sadar membuat Sehun ingin tertawa geli.

“Aku heran bagaimana kau bisa hidup disini..”, ucap Yookyung

“Aku tinggal di tempat manusia selama beberapa tahun ini.”, ucap Sehun

“Mwo? Kenapa?”

“Karena kau.”, kata Sehun

Yookyung diam.

“Mianhae.. Karena aku kau jadi—”

“Bodoh. Berhentilah merasa bersalah.”, potong Sehun cepat, sudah menduga hal seperti itu lah yang akan keluar dari mulut Yookyung

“Keundae—”

“Ish. Kau berisik sekali. Sudah diamlah.”

Mereka berdua kembali berjalan dalam diam. Menyisakan pembicaraan bisu. Sampai langkah mereka berdua terhenti saat melihat sosok yang mereka kenal..

“Itu..”

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sooyeon’s Eyes..

Kenapa? Kenapa Jongin bersikap aneh seperti ini? Kenapa perjalanan berhari-hari kami ini belum berakhir? Berulang kali aku mengutarakan pertanyaan pada Jongin, berulang kali pula Ia menjawab dengan perkataan yang sama.

“Kita akan segera sampai Sooyeon-ah.. Tenang saja..”

Aku sudah sangat hafal. Terlalu hafal.

“Tunggu disini Sooyeon-ah, aku akan carikan buah untukmu.”

“Ah, nae Jongin-ah.”

Selalu seperti ini. Saat hari menginjak malam, Jongin akan meninggalkanku beberapa menit, dan Ia akan kembali dengan membawa buah-buahan. Beberapa hari ini Ia selalu melakukan hal itu pada—

“Akhirnya dia meninggalkanmu sendirian juga..”

Aku tersentak.

“C-Chun—”

Tanpa sempat aku bicara apapun, sosok Chunji dan teman nya langsung menarik ku dengan kasar. Dengan gerakan yang sangat cepat.

“Jongiiinnn!!! Jongin-aahh!!! Jongiinn!!”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Jongiiinnn!!! Jongin-aahh!!! Jongiinn!!”

Jongin tersentak. Ia segera berlari ke arah tempat Ia tadi meninggalkan Sooyeon. Namja itu terpaku saat Sooyeon sudah tidak ada disana. Dan yang ada di sana adalah seorang sosok, yang tersenyum sinis ke arahnya.

“Kau terlalu lama memutar-mutarnya di wilayahmu..”

“Byunghun..”, ucap Jongin geram, mata namja itu perlahan berubah kemerahan, menyala, begitu menakutkan.

Byunghun, sosok itu, tertawa sinis.

“Apa? Apa kau mau membunuhku di wilayahku sendiri? Beranikah kau? Menentang titah dari King?”, ucapan Byunghun seketika itu juga menghilangkan api kemarahan yang tadi ada di tatapan namja itu.

Byunghun menatap sosok di hadapan nya.

“Kau tidak bisa menentangnya Jongin.. Karena kau tidak berani..”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Itu teriakan Sooyeon! Aku sangat mengenalnya!”, ucap Sehun kaget, tersentak dari lamunan nya.

Sementara itu Yookyung memandang namja itu. Sama paniknya.

“Tapi dia berteriak.. Seperti ketakutan..”, ucap Yookyung

Sehun diam. Berusaha menajamkan pendengaran nya.

“Jongin.. Dia menyebut nama itu..”, ucap Sehun, rahang namja itu terkatup begitu keras. Penuh kemarahan.

“J-Jongin??”, ucap Yookyung, terpana.

Secara otomatis Sehun melemparkan pandangan nya ke arah yeoja itu. Yookyung tampak sangat kaget. Sekelebat ingatan masa lalu langsung menghampiri yeoja itu saat Ia mendengar nama Jongin. Dan hal itu.. membuat Sehun menggeram marah.

“Apa lagi yang iblis itu lakukan..”, ucap Sehun, segera menarik Yookyung untuk mengikuti langkahnya.

Dengan instingnya Sehun berusaha menemukan sumber suara yang tadi di dengarnya begitu jelas. Tapi langkah namja itu terhenti saat Ia melihat seorang sosok di kejauhan. Sosok yang sangat di kenalnya.

“Iblis itu..”, Sehun menggeram marah, perlahan api kemarahan muncul dari dalam namja itu. Menguasai dirinya. Membuatnya dengan refleks melepaskan Yookyung dari pegangan nya.

“Tunggu disini..”, desis Sehun, suara namja itu terdengar samar dari sela-sela taringnya yang sudah muncul dan memanjang.

Yookyung segera terhuyung mundur. Yeoja itu gemetar. Tidak membayangkan kejadian di masa lalu yang sudah begitu lama Ia coba untuk lupakan, kini terjadi untuk kedua kalinya di hadapan nya.

Yookyung menyembunyikan dirinya di balik sebuah pohon, menutup telinganya rapat-rapat. Jelas-jelas bisa mendengar auman dan lolongan panjang yang ada di dekatnya. Mendengar retakan-retakan dan erangan kesakitan. Sama seperti di malam itu..

Yookyung membuka matanya saat Ia tak lagi mendengar suara cakaran dan kemarahan buas dari dua ekor serigala yang ada disana. Yeoja itu memberanikan dirinya untuk keluar dari persembunyian nya. Dan terkesiap. Saat bukanlah serigala dengan bulu dominan berwarna abu-abu yang ada disana. Melainkan serigala dengan bulu hitam kelam, dan sekarang tengah menatap ke arahnya dengan mata berwarna merah menyala.

“Sehun!!”, teriak Yookyung, segera berlari mendekati tempat itu tanpa peduli bahwa nyatanya ada bahaya lain disana.

Yeoja itu menghampiri seekor serigala yang terkapar sedikit jauh dari keberadaan nya dari serigala berbulu gelap itu.

“Sehun.. Sehun-ah..”

Yookyung tanpa sadar menangis. Tidak ingin membayangkan bahwa Ia akan kehilangan sosok itu untuk kedua kalinya.

“Aku bukanlah Iblis yang kau kenal dulu.. Oh Sehun..”

Yookyung melemparkan pandangan nya pada namja yang kini tengah berjalan tenang ke arahnya.

“Pergi!! Pergi dari sini Kai!!”, teriak Yookyung penuh kemarahan

Namja itu menatap nanar ke arah Yookyung, tak lama, Ia mengalihkan pandangan nya. Mendengus penuh kemarahan.

“Bagaimana bisa kau masih hidup?”, ucap Jongin dengan nada mengejek

SRAASSSHHH!!

Jongin seketika itu ambruk saat sosok Sehun—sebagai serigala—menyerangnya. Perkelahian itu terjadi lagi. Tapi menjadi tidak imbang karena Sehun tidak memberi celah sedikitpun pada Jongin untuk berubah menjadi sosok aslinya.

BRUGK!!

Kali ini Yookyung mematung. Sosok Sehun perlahan berubah menjadi dirinya dalam sosok manusia. Ia menatap Jongin yang mengerang kesakitan.

“Kau pikir iblis sepertimu pantas untuk bicara seperti itu pada Yookyung?”, ucap Sehun dingin

Jongin mendengus penuh dengan nada sinis.

“Oh Sehun.. Kau masih seperti dulu.. Begitu bodoh, lugu, dan berpikir bahwa kau mampu melakukan segalanya..”, ucap Jongin, bergerak untuk bangkit, seolah tidak ada luka apapun di tubuh namja itu, Ia bisa dengan normal melangkah mendekati Sehun.

Dua orang namja dengan tinggi tidak terpaut jauh itu berdiri berhadapan. Memandang satu sama lain dengan penuh kebencian.

“Apa yang kau lakukan pada Sooyeon?”, ucap Sehun, pelan, namun tajam. Penuh dengan nada marah.

Seketika itu tatapan Jongin berubah. Dan Sehun juga sadar dengan perubahan di ekspresi namja itu. Membuatnya mengerti.

“Kau membiarkan Chunji menangkapnya? Kau biarkan yeoja itu mati?”, ucap Sehun terus mendesak

Jongin diam.

“Inikah kau sekarang? Iblis yang dulu ku kenal selalu mempertahankan keinginannya, selalu menunjukkan bahwa Ia adalah yang terkuat. Jadi seperti ini kah kau?”, ucap Sehun lagi

“Kemana iblis yang dulu sekuat tenaga berusaha melenyapkanku demi mendapatkan Yookyung? Kemana iblis yang selalu menggunakan akal liciknya untuk mendapatkan apa yang Ia mau? Jadi seperti ini kah kau? Kim Jongin? Kai?”, Sehun terus bicara, tanpa peduli namja di hadapan nya mengepalkan tangan, penuh kemarahan.

“Kekuatan apa yang Chunji punya dan membuatmu takut padanya huh?”, ucap Sehun lagi

“Yeoja itu adalah mangsanya..”, desis Jongin

Sehun tertawa pelan.

“Benarkah? Bukankah dulu Yookyung adalah mangsamu? Kenapa kau tidak melenyapkan nya? Dan kenapa kau menyembunyikan Sooyeon selama beberapa hari ini? Apa kau menandainya? Hah.. Iblis macam apa kau ini? Kau melepaskan yeoja yang kau tandai.. hanya karena tugas?”, ucap Sehun seketika itu membuat Jongin menatapnya

“Oh Sehun..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Jadi.. Aku tidak seharusnya ada disini.. Begitu maksudmu? Baekhyun-ah?”

Baekhyun memandang yeoja di depan nya. Lalu mengalihkan pandangan nya.

“Ya.. Miyoung-ah.. Sangat berbahaya jika kau terlalu lama disini..”, ucap Baekhyun lembut, tersenyum, berusaha meyakinkan yeoja itu bahwa Ia akan melindungi yeoja itu apapun yang terjadi.

“Keundae.. Aku suka disini..”, ucapan Miyoung membuat Baekhyun tertegun.

Terbesit dalam pikiran namja itu untuk mengubah Miyoung menjadi sepertinya. Tapi pikiran itu segera Ia singkirkan. Ia tidak ingin Miyoung kehilangan hidupnya. Bagi namja itu, kehidupan manusia sangatlah berharga.

“Tidak Miyoung-ah.. Tempat ini tidak cocok untuk yeoja sepertimu..”, ucap Baekhyun

“Wae? Karena aku manusia?”, tanya Miyoung, memandang namja itu penuh rasa sedih. Beberapa hari berada di tempat persembunyian Baekhyun entah mengapa memberi rasa nyaman yang asing di benak yeoja itu.

“Ani.. Tapi karena kau memang tidak seharusnya disini.. Dunia kita berbeda Miyoung-ah.. Kau hanya sementara waktu terjebak disini.. Dan kau harus kembali.. Ke duniamu.. Bertemu dengan keluargamu lagi..”, Baekhyun tersenyum, tanpa sadar mengusap lembut puncak kepala yeoja itu

Miyoung menghela nafas panjang. Lalu tersenyum miris.

“Tapi aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi.. Tidak ada orang yang memperlakukanku dengan baik sepertimu Baekhyun-ah..”, ucap Miyoung pelan

“Tidak mungkin.. Jangan berkata seperti itu seolah kau tidak punya siapapun di duniamu.. Pasti banyak orang yang menyayangimu disana, Miyoung-ah..”, ucap Baekhyun, kembali berusaha menekan keinginan kuatnya untuk bicara pada Miyoung bahwa yeoja itu sangat di terima untuk tinggal selamanya di tempat Baekhyun.

Miyoung terdiam.

“Apa kau pernah menyayangi seseorang, Baekhyun-ah?”, tanya Miyoung kemudian, membuat keadaan berbalik. Kali ini Baekhyun lah yang terdiam. Tertohok oleh fakta bahwa Ia bahkan tidak mengenal banyak bangsanya sendiri, di dunia nya.

“Ya. Sahabat-sahabatku.. Aku sangat menyayangi mereka.”, ucap Baekhyun, segera teringat pada keberadaan Chanyeol

“Jinjjayo? Lalu.. Dimana sahabatmu itu sekarang? Kau tidak bersamanya?”, tanya Miyoung, mengalihkan pikiran Baekhyun pada keadaan yang beberapa hari ini di abaikan nya karena keberadaan Miyoung dan kewajiban nya untuk melindungi yeoja itu.

“A-Ah.. Mereka.. Sedang melakukan tugasnya masing-masing..”

“Tugas? Jadi masing-masing dari kalian punya tugas? Lalu.. Apa tugasmu?”

Baekhyun diam. Merasa tidak ingin menjawab pertanyaan Miyoung walaupun nyatanya namja itu sangat ingin untuk bicara lebih banyak pada Miyoung.

“A-Aku? Tugasku? Kurasa bukan hal yang menarik..”, ucap Baekhyun kaku, berusaha untuk tersenyum menenangkan Miyoung, walaupun nyatanya tindakan itu malah membuat Miyoung semakin memandangnya dengan penuh rasa penasaran.

“Aku tidak pernah tau tentang keberadaan kalian.. Kau tidak mau bercerita lagi?”

Baekhyun bungkam. Sangat tidak ingin melihat tatapan ingin tau di mata Miyoung. Tapi Ia juga tidak ingin Miyoung tau tentang bagaimana jahatnya para werewolves. Tidak ingin yeoja itu merubah pandangan nya dan takut pada keberadaan Baekhyun di dekatnya.

“Baekhyun-ah??”

“Aku bisa ceritakan padamu di lain hari Miyoung-ah.. Mau berjalan-jalan di luar?”, ucap Baekhyun

Miyoung menyernyit bingung.

“Kau bilang akan berbahaya bagiku jika berjalan-jalan di luar.. Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?”, tanya Miyoung

“Ahh, ini kan pagi hari.. Mungkin saja kau ingin melihat keadaan di luar..”, ucap Baekhyun

Miyoung menggeleng cepat.

“Shireoyo.. Aku rasa di luar memang berbahaya.. Lagipula.. Kalau kau tidak cerita lebih banyak sekarang, kau mau cerita kapan?”, tanya Miyoung

Baekhyun menghela nafas pasrah. Dan akhirnya duduk di sebelah Miyoung. Hal itu pada awalnya akan membuat Miyoung berjengit kaget, tapi beberapa hari ini, yeoja itu tampak sudah sangat terbiasa dengan keberadaan Baekhyun, dan malah selalu mencari keberadaan namja itu.

“Kau harus berjanji dulu,”, ucap Baekhyun

“Janji apa?”, tanya Miyoung

“Apapun yang aku ceritakan soal bangsaku.. Kau harus berjanji.. Kau tidak boleh membenciku..”, ucap Baekhyun

Miyoung terdiam. Merasa aneh dengan ucapan Baekhyun.

“Tapi aku sama sekali tidak membencimu Baekhyun-ah..”, ucap Miyoung pelan

Baekhyun tersenyum. Menunggu ucapan Miyoung yang lain.

“Arraseo.. Aku janji aku tidak akan membencimu..”, Miyoung membalas senyuman namja itu. Membuat Baekhyun bisa bernafas lega.

“Baiklah.. Para werewolves disini, punya tugas masing-masing. Ada yang bertugas di Istana, entah menjadi prajurit, atau pencari mangsa.. atau malah pion yang bertugas mencari lebih banyak lagi werewolves.. Kebanyakan werewolves disini, adalah namja.. Dan saat ada werewolves yeoja, rata-rata mereka memang sudah terlahir sebagai yeoja, atau mereka adalah manusia.. yang di ubah menjadi werewolves..”, Baekhyun memulai

“Lalu? Kau sendiri? Apa kau dulunya manusia? Atau memang sudah terlahir sebagai werewolves?”, tanya Miyoung

“Nan? Aku terlahir sebagai werewolves..”, ucap Baekhyun, tersenyum, lebih ke arah Ia ingin meyakinkan pada Miyoung bahwa kenyataan tentang dirinya yang terlahir sebagai werewolves tidaklah menyeramkan.

Tapi tidak ada reaksi aneh dari yeoja itu, membuat Baekhyun dengan yakin melanjutkan ceritanya.

“Selain bertugas di Istana, ada juga yang bertugas mengawasi wilayah-wilayah tertentu..”, jelas Baekhyun

“Seperti hak otonomi?”, tanya Miyoung

“Otonomi?”, Baekhyun menyernyit

Miyoung terkekeh pelan.

“Hak untuk mengatur daerah atau wilayah masing-masing..”, ucap yeoja itu

“Ahh, ya. Seperti itu. Dan wilayah ini, wilayah milikku.”, kata Baekhyun bangga

“Jinjjayo? Apa bedanya saat kau ada di wilayahmu, dan wilayah yang lain?”, tanya Miyoung

“Hmm.. Saat berada di wilayah sendiri, mangsa yang masuk ke wilayah ini adalah mangsaku. Walaupun werewolves lain mengincarnya, mereka tidak bisa mendapatkan mangsa itu.. Dan juga.. Saat terjadi perang, perang antara werewolves maksudku, dan jika musuh mereka masuk ke wilayah kita, tapi kita tidak mengizinkan mereka untuk membunuh musuh itu.. mereka tidak boleh membunuhnya..”, ucap Baekhyun

“Jadi.. wilayahmu, adalah milikmu sepenuhnya? Begitu?”, kata Miyoung

“Ya. Seperti itu. Wilayahku, aturanku.”, imbuh Baekhyun

“Ahh, jadi, apa tugasmu?”, tanya Miyoung

“Tugasku? Umm, melenyapkan mahkluk asing yang masuk ke wilayah werewolves..”

Miyoung perlahan diam. Membuat Baekhyun sadar akan perubahan yang terjadi pada yeoja itu. Baekhyun memandang yeoja itu.

“Miyoung-ah, gwenchanayo?”, tanya Baekhyun

Miyoung mendongak. Memandang Baekhyun.

“Jadi.. Apa aku juga akan kau lenyapkan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun memandang yeoja yang ada di hadapan nya. Tertegun oleh pertanyaan yeoja itu. Satu sisi hati namja itu tidak ingin kehilangan yeoja itu. Tapi satu sisi hatinya yang lain tidak mengizinkan nya untuk mengkhianati bangsanya.

“Ani.. Aku tidak akan melenyapkanmu.. Miyoung-ah..”

CTAARRR!!!!

Baekhyun dengan sigap menarik Miyoung. Tau bahwa hal seperti ini akan terjadi padanya. Namja itu mencekal Miyoung yang sekarang gemetar ketakutan.

“B-Baekhy—”

“Aku akan melindungimu Miyoung-ah.”, ucap Baekhyun tegas

Tapi takdir berkata lain. Tanpa sempat Baekhyun tahan, sosok Miyoung tertarik menjauhinya. Membuat Baekhyun menatap nanar sosok yang sekarang berdiri di hadapan nya.

“King..”

“Kau sudah melanggar tugasmu.. Manusia ini harus di musnahkan..”

“Tidak!! King!! Jangan lakukan itu!! Andwae!!!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Dua sosok sekarang tengah berhadapan dengan dua sosok yang lain. Sementara Sooyeon berdiri diam. Gemetar ketakutan.

“Jika Sooyeon sudah terlepas.. Bawa dia kembali ke tempatnya..”

Sehun menatap Jongin yang sekarang dengan membabi buta menyerang Chunji dan Byunghun yang ada di hadapan nya. Membuat Sehun sejenak tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

Terutama Ia tidak percaya karena kemampuan Jongin sudah berubah begitu drastis. Namja itu sanggup melawan dua orang itu dalam sekejap.

“Sehun!! Cepat bawa dia!!”, teriak Jongin

Dengan cepat Sehun menarik Sooyeon.

“Tidak! Jongin-ah!!”, teriak Sooyeon seolah tak ingin membiarkan Jongin menghadapi dua orang itu sendirian

“Pergi Sooyeon.. Pergi..”, ucap Jongin

Ucapan Jongin membuat Sooyeon dengan pasrah ikut dengan Sehun dan Yookyung. Mereka dengan cepat bergerak menyusuri jalur di hutan yang sudah sangat dikenal Sehun. Dan terhenti di tepi sungai.

“Kita harus kembali sekarang.”, ucap Sehun

“Andwae! Aku tidak mau meninggalkan Jongin disana!”, teriak Sooyeon penuh kemarahan dan rasa sedih

“Sooyeon-ah, disini bukan tempat untuk kita..”, ucap Yookyung

Tapi tanpa mau mendengar Sooyeon kangsung berlari meninggalkan dua orang itu.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Seperti ini kah akhir persahabatan yang kau mau?”

Chanyeol diam. Berulang kali yeoja di dalam jeruji itu berusaha mengajaknya bicara. Berulang kali itu juga Ia tak mendapat jawaban.

“Chanyeollie..”

“Jangan bicara padaku Mina..”, ucap Chanyeol berusaha terdengar dingin, walaupun nyatanya namja itu malah sedih.

“Ku kira kita benar-benar bersahabat..”

Chanyeol memandang yeoja itu.

“Sahabat? Kau menilaiku hanya sebatas sahabat? Tidak taukah kau betapa aku sayang padamu!?”, teriak Chanyeol marah

Mina terpaku. Tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh namja di hadapan nya sekarang.

“Tidak.. Aku tidak hanya menyayangimu.. Aku mencintaimu..”, ucap Chanyeol meralat perkataan nya

“Andwae.. Kau tidak boleh mencintaiku Chanyeollie.. Kita bisa—”

“Kalian bisa bertukar posisi dan saling melupakan satu sama lain..”

Dua orang itu sama-sama terkesiap. Memandang sosok yang sekarang berdiri tak jauh dari mereka.

“King..”, ucap Chanyeol tersadar atas apa yang baru saja Ia lakukan

Sosok bernama King itu tertawa pelan.

“Dua orang baru saja ku lenyapkan.. Apa kau sedang mengikuti apa yang sahabatmu lakukan? Park Chanyeol?”

Chanyeol terpaku.

“B-Baekhyun..”

Sosok King itu tertawa.

“Sudah seharusnya aku melenyapkan kalian berdua seperti mereka.. Tapi.. Akan lebih baik jika kalian kembali terpisah.. Untuk waktu yang lama..”

“Tidaaakk!!!”

“Andwae!!”

SRAAASSSHHHH!!

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

BUGK!

Jongin tersungkur. Tubuh namja itu sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang sangat menusuk di sekujur tubuhnya.

“Inikah akhir yang kau mau? Jongin?”, ucap Chunji sinis

Jongin berusaha untuk berdiri.

“Kau berani melawan King?”, ucap Chunji lagi

“Bodoh.. Kalian berdua sama-sama bodohnya..”

BUGK!

Jongin lagi-lagi tersungkur. Kini Ia memandang dua orang itu dengan tatapan meremehkan.

“Apa sulit bagi kalian untuk mengikutinya?”, ucap Jongin

BUGK!

“Kau jelas sudah tau kelemahan kita.. Kita tidak bisa mengikuti darah manusia yang bersama dengan werewolves..”

Jongin tertawa sinis.

“Benarkah? Lalu.. Apa sulit bagi kalian untuk mengikuti darah werewolves itu?”

Chunji segera tersadar. Ia memejamkan matanya. Lalu tersenyum simpul, menatap ke arah Jongin.

“Kau melukai werewolves itu..”

“Cara yang sangat bagus untuk tidak berkhianat Kim Jongin..”

Tiga orang itu sama-sama tersadar.

“King..”

Sosok King itu tertawa pelan.

“Ku kira kau akan jadi seperti dua teman bodohmu.. Ternyata tidak..”, ucap King sambil melangkah mendekati tiga sosok itu.

“Kau.. Lee Chunji.. Kau tidak memerlukan darah dari manusia manapun lagi.. Kau akan bisa melihat seperti manusia sekarang..”

Chunji terkesiap.

“Keundae.. Bagaimana bisa?”

Sosok King itu tertawa pelan. Memandang ke arah Jongin.

“Kau bahkan merelakan nyawa wanita yang sudah kau tandai huh? Agar tidak melanggar peraturan?”, ucap King

Jongin tertunduk.

“Tugas tetaplah tugas..”, ucapnya

Sosok King tersenyum. Lalu menunjuk ke satu arah.

“Katakan itu padanya juga.. Kim Jongin..”

Jongin segera terkesiap. Ia berbalik. Dan terpaku melihat Sooyeon berdiri disana. Menatapnya tak percaya.

“Sooyeon..”

“Jongin-ah.. Wae.. Wae..”

SRAAASSSHHHH!!!

“Andwaeee!!!!!”

Jongin berteriak penuh kemarahan sekaligus kesedihan. Menatap sosok yang sekarang sudah bersimbah darah.

“Kau membunuhnya!! Kenapa kau membunuhnya!!?”, teriak Jongin, tak peduli jika Ia baru saja berteriak pada rajanya

“Karena dia memang harus di lenyapkan.. Lakukan tugasmu lagi Jongin. Tubuh manusia itu sudah tidak berguna.”

Jongin terpaku. Memandang sosok Sooyeon yang sudah tak bernyawa.

“Tidak.. Sooyeon.. Sooyeon..”

END.

Akhirnya fanfiction ini END juga XD thanks banget buat yang udah baca dan nyempetin komen hehe. Kalau mau main ke blog pribadiku silahkan datang ke SINI. Thankyou~~

Advertisements

34 thoughts on “BLIND – CHAPTER 10 [END]

  1. Daebak thor!!!
    Abang sehun tega bangettt, woy bang sadar bang!!! Sooyeon lebih baik dr pd yookyung!!! Ahh aku ga suka karakter yookyung. Kenapa ga dia yang tewas *ehh
    Abang baek, chan, sama abang kai yang kuat yaa!! Jangan seperti abang sehun yang gabisa memilih… #plakkk Aishhh geregetan Astaghfirullah T.T

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s