BLIND – CHAPTER 9

Blind

Author : IRISH

Tittle : Blind

Main Cast :

EXO Oh Sehun, Kim Jongin, OCs Lee Yookyung, Kang Sooyeon

Genre : Fantasy, School-Life, Romance

Rate : PG-16

Lenght : Chapterred

Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

In Sooyeon’s Eyes..

Aku berdiam di ceruk kecil sebuah pohon besar yang sudah tumbang. Berharap Chunji tidak akan menemukanku malam ini. Terutama karena lenganku sudah tidak bisa ku gunakan untuk memanjat pohon lagi. Dan juga.. tidak ada pohon yang akan kuat dan cukup tinggi untuk ku panjat.

Aku memejamkan mataku, berusaha untuk tidak terjaga. Tapi mendengar suara langkah melewati pohon perlindunganku membuatku kembali siaga. Aku mendengar suara langkah. Apa itu Chunji?

“Aku tidak bisa menemukan nya di kelompok-kelompok kecil manusia itu..”

“Aku juga. Apa Ia berpisah dari mereka?”

“Tidak.. Sooyeon tidak mungkin terpisah..”

Sehun..

Aku merangkak ke salah satu ujung pohon itu, tapi aku terhenti saat melihat bayangan bergerak tak jauh dari ujung itu. Aku segera berbalik, duduk di titik tengah pohon. Diam. Berharap Sehun tidak pergi terlalu jauh.

“Hah. Bertemu denganmu disini membuatku muak.”

“Apa yang kau mau? Aku tidak memangsa satupun incaranmu.”, itu suara Sehun.. Apa orang yang bicara dengan nya adalah Chunji?

“Aku tau. Bukan itu masalahku sekarang.”

“Lalu apa?”, ucap suara lain

“Yeoja yang kau kenal itu. Dia adalah mangsa ku. Dimana dia?”

“Sooyeon? Kau bicara soal Sooyeon?”, kata Sehun

“Tentu. Siapa lagi yeoja di sekolah yang kau kenal selain dia?”

“Tidak. Kau tidak boleh menjadikan nya korbanmu!”

Terdengar suara tawa di sana.

“Benarkah? Lalu siapa yang harus ku jadikan korban ku? Haruskah.. Yookyung? Ahh, dia juga lahir di tanggal dan bulan genap..”

“Tidak!! Kau tidak boleh menyentuhnya!”

“Oh, ayolah. Kau berusaha melindungi dua orang itu? Kau sangat tidak konsisten. Ini daerahku. Aku yang membuat rencana ini.. Dan aku lah yang berhak untuk memilih korbanku.”

“Tidak untuk dua orang itu.”, ucap Sehun, terdengar marah

“Kau harus memilih Oh Sehun.. Yookyung.. Atau Sooyeon. Dan salah satu di antara mereka, harus ku habisi. Baru aku akan mengembalikan sisa dari mereka yang masih hidup.”

Sehun diam. Beberapa lama aku hanya mendengarkan dengan intens.

“Kau terlalu lama berpikir. Kau hanya tinggal memilih. Jika kau tidak juga memilih.. Kurasa menghabisi keduanya bukanlah hal yang buruk.”

“Tidak. Aku akan memilih.”, ucap Sehun

Jantungku berdegup beberapa hentakan lebih kencang saat Sehun bicara.

“Cepatlah. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama.”

“Yookyung.. Jangan lukai dia.”

“Ha ha ha. Aku sudah tau kau akan memilihnya. Ayo Byunghun, kita cari Sooyeon. Dia pasti belum jauh dari tempat tadi.”

“Tunggu!”

“Apa lagi?”, ucap Chunji

“Yookyung.. Jangan sedikitpun kau berani menyentuhnya.”, ucap Sehun

“Tentu saja. Dia bukan sasaranku. Aku hanya menginginkan korban terakhirku.”

Hening. Kemudian aku mendengar suara langkah menjauh. Dan hening lagi. Aku menahan diriku untuk tidak menangis. Rasanya terlalu bodoh untuk menangis di saat seperti ini. Saat aku sudah tau dengan jelas siapa yang jelas di lindungi oleh Sehun.

Hah. Untuk apa aku membuang waktu dan mencarinya? Bodoh..

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Yookyung? Kau benar-benar—”

“Aku tau apa yang aku lakukan.”, potong Sehun cepat

“Tapi itu artinya—”

“Aku tidak bisa untuk tidak memilih.”, ucap Sehun

“Ya! Berhentilah memotong ucapanku!”, bentak Chanyeol kesal

Sehun memandang namja di sampingnya.

“Pergilah hyung. Aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri.”, ucap Sehun ringan membuat Chanyeol terbelalak tak percaya

“M-Mwo!?”

Sehun memandang namja itu sekali lagi. Masih dengan tatapan yang sama.

“Aku bisa menyelesaikan nya sendiri.”, ulang Sehun

“Kau tidak bisa Oh Sehun! Tidakkah kau ingat apa yang terjadi terakhir kali kau berkata bahwa kau bisa menyelesaikan nya sendiri!?”, teriak Chanyeol marah

Sehun terdiam. Fakta yang di ucapkan Chanyeol seketika membuatnya ingat akan masa lalu kelam yang selama ini berusaha di kuburnya.

“Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama.”, ucap Sehun

“Hah! Benarkah!? Lalu apa yang akan terjadi padamu? Kau akan jatuh ke lubang baru yang sama besarnya—oh ani! Bahkan jauh lebih besar dari lubang sebelumnya!”, ucap Chanyeol membuat Sehun memandang namja itu penuh amarah

“Aku sudah punya rencanaku sendiri, hyung.”

Chanyeol mendengus marah. Lalu melangkah menjauhi Sehun.

“Lakukanlah sesukamu Oh Sehun, dan jangan menyesal saat nanti kau kehilangan dua nyawa sekaligus..”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

Seorang namja menatap lurus ke arah tempat yang sudah Ia awasi sejak semalam. Ia sudah berniat untuk menyerang mangsanya begitu mangsanya keluar. Hari sudah menginjak siang, tapi mangsanya masih tidak keluar.

SRAAKK..

Namja itu segera bersiap. Tapi Ia terhenti saat melihat seorang manusia lah yang keluar dari sana. Yeoja. Namja itu menatap ke arah yeoja yang tampak pucat itu. Yeoja itu melangkah menjauh, dan masuk ke wilayah kekuasaan namja itu.

Namja itu mengikuti langkah yeoja di depan nya, menatap yeoja itu lama. Ia tau yeoja di hadapan nya adalah seorang manusia. Tapi Ia merasa aneh saat melihat yeoja itu.

BRUGK.

Yeoja itu ambruk. Wajahnya tampak sangat pucat. Namja itu segera melangkah mendekati yeoja itu. Tapi Ia terkesiap saat ada dua ekor serigala hendak menyerang yeoja itu. Dengan cepat namja itu berubah menjadi sosok aslinya, dan menyerang dua ekor serigala itu. Memastikan jika yeoja itu akan baik-baik saja.

Dua ekor serigala itu menjauh dengan luka di tubuh mereka. Dan namja itu berubah menjadi sosok manusianya. Mendekati yeoja itu.

“Kau.. baik-baik saja?”, ucap namja itu pelan

Yeoja itu masih terbaring. Tubuhnya gemetar pelan. Tanpa menunggu lama, namja itu mengangkat tubuh yeoja tersebut dan membawanya pergi.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sehun menatap diam sosok yang duduk tak jauh di depan nya. Yeoja yang dulu sangat di bencinya, tapi sekarang kembali dan membuatnya melupakan segala kebencian nya. Sehun melangkah pelan mendekati yeoja itu, suara gemerisik langkah Sehun membuat yeoja itu menoleh kaget, mengerjap cepat karena tau Sehun lah yang datang.

“Kenapa kau disini?”, tanya sosok itu, Yookyung.

“Mengawasimu,”, sahut Sehun ringan

Yookyung tersenyum simpul.

“Kau tidak perlu mengawasiku, aku akan baik-baik saja,”, ucapnya lembut

Sehun tertawa pelan.

“Kau masih sama seperti dulu. Selalu mengatakan kau akan baik-baik saja, melarangku untuk mengawasimu, dan detik selanjutnya nyawamu sudah terancam.”, ucap Sehun membuat Yookyung memandangnya.

“Kau masih ingat tentang itu..”, kenang yeoja itu

Sehun kemudian duduk bersandar di sebuah pohon, tak jauh dari tempat Yookyung. Diam. Memperhatikan yeoja itu.

“Kenapa kau tidak pergi berlindung ke tempat itu?”, tanya Sehun

“Tempat itu bukan milikku, tempat itu milikmu,”, ucap Yookyung

“Tapi kau kan tau disanalah tempat satu-satunya yang aman,”, ucap Sehun

Yookyung menggeleng pelan.

“Tempat paling aman bagiku adalah rumah.”, ucapan Yookyung membuat Sehun terdiam. Terbesit perasaan kecewa dalam benak namja itu.

“Kau tidak suka disini..”, gumam Sehun pelan

“Karena aku seharusnya tidak disini Sehun-ah.. Tempatku di bumi, bersama manusia lain, bukan disini,”, ucap Yookyung

Sehun tertunduk.

“Kau tidak seperti Yookyung yang aku kenal. Yookyung yang aku kenal sangat menyukai tempat ini, Ia sering kesini di sore hari hanya untuk menghabiskan waktu disini..”

Yookyung mendesah pelan.

“Tidak bisakah kau berhenti mengungkit masa lalu?”, ucap yeoja itu membuat Sehun tersentak.

“Kenapa? Kau tidak mau aku bicara soal kejadian itu?”, tanya Sehun

Yookyung menggeleng cepat. Yeoja itu memejamkan matanya, tampak raut kesedihan begitu dalam di wajah yeoja itu.

“Ani.. Setiap mengingatnya.. Aku selalu merasa seperti seharusnya aku sudah mati, bertahun-tahun aku hidup dengan rasa bersalah.. Aku.. Tidak mau terus menyiksa diriku dengan rasa bersalah..”, ucap Yookyung

“Jika kau merasa bersalah itu artinya seharusnya kau menebus kesalahanmu, Yookyung-ah.”

“Harus dengan cara apa? Kau mau aku buta juga?”, tanya Yookyung pelan

Sehun menggeleng.

“Tidak. Hiduplah denganku.. Yookyung.”

“K-Keundae..”

“Jangan menolak lagi Yookyung-ah. Kau mau melukaiku lagi?”, ucap Sehun

Yookyung menggeleng cepat.

“Ani.. Aniya.. Maksudku.. Apa.. Aku satu-satunya manusia yang tersisa di antara mereka yang ke sini?”, tanya Yookyung

Sehun segera terkesiap.

“A..Ada satu orang lagi..”

“Nae? Siapa? Kenapa kau tidak menyelamatkan nya?”, ucap Yookyung

Sehun menggeleng.

“Aku tidak bisa menyelamatkan nya.”

“Mwo? Sehun-ah. Sejak kapan kau jadi begini? Kau bisa menyelamatkan nya. Apa yang membuatmu tidak mau menyelamatkan nya?”, ucap Yookyung

“Itu.. karena..”

“Sehun-ah. Kau yang aku kenal dulu bukanlah seseorang seperti ini..”, ucap Yookyung pelan, terdengar nada sedih begitu kental dalam suaranya

Sehun memandang yeoja itu.

“Arraseo.. Kajja.. Kita selamatkan dia.. Asal kau berjanji kau akan hidup denganku jika dia selamat..”, ucap Sehun

Yookyung menatap namja itu.

“Kau tidak bisa menggunakan nyawanya sebagai bahan perjanjian, Sehun-ah.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Bodoh! Oh Sehun bodoh!!”, umpat Chanyeol saat Ia untuk ke sekian kalinya merusak pohon di hadapan nya dengan amarah.

“Tsk. Aku tidak tau dimana Baekhyun. Dan Sehun sudah jadi sekacau ini.. Aish. Aku harus bagaimana sekarang?”, gumam Chanyeol, Ia duduk di bawah salah satu pohon, memandang sekitarnya.

“Tunggu.. Jika Sehun mau mengembalikan manusia itu ke tempatnya, dia harus ke Istana. Menemui King. Benar. Aku harus mendahuluinya. Aku harus ke Istana.”, ucap Chanyeol, bangkit dan kemudian Ia memandang ke arah Istana yang menjulang tinggi di belakangnya, sangat jauh.

“Ani ani.. Bisa saja Sehun terjebak masalah saat dia di perjalanan.. Aish..”

Chanyeol terdiam. Berusaha berpikir jernih. Kemudian namja itu berdecak kesal.

“Bagaimanapun aku tidak bisa mengikuti Sehun, atau menemukan Baekhyun. Satu-satunya cara untuk mereka hanya lah dengan menunggu di Istana. Gerbang masuk Istana.”, ucap namja itu sebelum akhirnya Ia berubah menjadi sosok serigala dan berlari dengan cepat ke arah Istana.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Miyoung membuka matanya saat Ia mendengar gerakan pelan di dekatnya. Yeoja itu segera terkesiap saat melihat seekor ular di dekatnya, tapi rasa takut yeoja itu terhenti ketika ular itu nyatanya tidak melakukan apapun padanya. Hanya lewat begitu saja.

Miyoung memandang seisi ruangan yang di tempatinya, yeoja itu tergerak untuk turun, tapi langkahnya terhenti saat nyatanya kakinya masih terasa sangat sakit.

Miyoung memandang kakinya, terpaku saat luka di kakinya sudah mengering, tidak tampak menyedihkan seperti kemarin. Tangan Miyoung bergerak untuk menyentuh luka itu, ingin memastikan apa kesembuhan cepat itu benar-benar nyata.

“Sebaiknya jangan kau sentuh luka itu,”

Miyoung menoleh kaget saat Baekhyun sudah berdiri di dekatnya.

“S-Sejak kapan kau disini?”, ucap Miyoung

“Kami bisa bergerak dengan cepat tanpa kalian sadari.”, ucap Baekhyun, meletakkan sebuah ceruk di meja kecil di samping Miyoung.

“Obat lagi?”, tanya Miyoung

Baekhyun menggeleng.

“Ani. Itu sup.”

“Sup?”, Miyoung menyernyit, mengambil ceruk kecil itu, memandang isinya.

“Memang berbeda dengan sup buatan manusia. Tapi.. setidaknya sup itu.. bisa kau makan.”, ucap Baekhyun

Miyoung menyeruput cairan di dalam ceruk itu, lalu tersenyum tipis.

“Rasanya unik..”, gumam yeoja itu pelan

Baekhyun sedikit terbelalak saat melihat yeoja itu menghabiskan sup dengan sangat cepat. Namja itu mengerjap cepat, berusaha menghilangkan ekspresi kekagetan nya.

“Berapa hari kau berkeliaran di hutan? Kau pasti sangat kelaparan..”, ucap Baekhyun, mengambil ceruk itu dari tangan Miyoung

“Aku lupa berapa hari.. Temanku.. Chunji, dan satu teman nya yang lain, dia terus mengejarku.. aku tidak mengerti kenapa mereka sangat ingin membunuhku..”, ucap Miyoung pelan

“Membunuhmu? Bagaimana kau tau mereka ingin membunuhmu?”

“Karena Chunji berteriak seperti itu terus. Dia selalu berteriak ‘Kwon Miyoung, kau akan mati mengenaskan jika kau tertangkap’ dan aku sangat takut..”, ucap Miyoung

Yeoja itu terkesiap saat sadar tangan Baekhyun mengusap pipinya—lebih tepatnya mengusap bekas debu yang mengotori pipi yeoja itu—membuat Miyoung seketika itu berfokus memandang wajah Baekhyun.

“Kau bisa lanjutkan ceritamu..”, ucap Baekhyun pelan

Tapi Miyoung diam. Lidah yeoja itu seketika kelu. Membuat Baekhyun memandangnya bingung.

“Wae? Apa ada yang salah?”, tanya Baekhyun

Miyoung tertunduk. Wajah yeoja itu memerah.

“W-Wajahmu terlalu dekat.. A-Aku jadi gugup..”, ucap Miyoung kaku

Baekhyun tersenyum. Senyuman yang berbeda. Ia menatap geli yeoja di depan nya saat mendengar ucapan Miyoung yang begitu polos.

“Maaf, aku tidak pernah bicara dengan satu manusia pun disini,”, ucap Baekhyun

“G-Gwenchana,”, ucap Miyoung berusaha terdengar senetral mungkin

Baekhyun memandang yeoja di depan nya, sebelum Ia kembali membuka mulut.

“Tanggal berapa kau lahir?”, tanya Baekhyun

“Nae? Ah, 2 Juni, wae geurae?”, ucap Miyoung bingung

Baekhyun menggeleng. Tapi pikiran namja itu tertuju pada satu hal lain yang menurutnya berbahaya. Namja itu melangkah ke jendela lebar di ruangan tersebut, memandang ke arah sebuah pohon yang berdiri tegak di kejauhan. Lalu tatapan namja itu tertuju pada Istana megah yang jaraknya lebih jauh lagi daripada pohon tersebut. Ia kemudian memandang yeoja yang ada di belakangnya, dan mendesah pelan.

“Sekarang aku mengerti kenapa Sehun bisa ceroboh seperti itu di masa lalu..”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sooyeon membuka matanya perlahan saat Ia merasakan sesuatu yang lembap menempel di sekitar wajah dan lengan nya. Yeoja itu langsung terkesiap saat Ia menyadari bahwa Ia ada di tempat asing. Sooyeon menyentuh wajahnya, ada daun menempel di wajahnya, dan juga di lengan nya.

“Kau sudah bangun?”

Sooyeon menoleh kaget, menatap namja asing yang berdiri di mulut ceruk cukup besar yang menyerupai pintu itu.

“Neo nuguya?”, ucap Sooyeon takut

Namja itu tersenyum.

“Bukankah seharusnya kau berterima kasih dulu? Aku sudah menyelamatkan hidupmu.”, ucap namja itu

Sooyeon menatap kaku ke sekitarnya. Ia seolah berada di sebuah ruangan besar dengan dinding kayu.

“Ini dimana?”, ucap Sooyeon

“Rumahku. Kau tadi pingsan karena infeksi parah luka di lenganmu. Untung saja dua ekor serigala itu tidak menyerangmu..”, ucap namja itu sambil melangkah mendekat

“Serigala?”, Sooyeon berusaha mengingat

“Kau masih perlu istirahat. Berbaringlah. Aku perlu memberi ini di lukamu supaya cepat sembuh.”, ucap namja itu

“Siapa kau?”, tanya Sooyeon lagi

“Namaku Jongin, Kim Jongin. Tapi aku biasa di panggil Kai. Tapi.. terserah kau saja, memanggilku Jongin, atau Kai. Kau bisa memilih.”, ucap namja itu, berdiri di samping Sooyeon

“Sekarang bisakah kau berbaring? Luka mu perlu di obati.”

Sooyeon berbaring, diam. Sementara namja itu meneteskan sesuatu di luka Sooyeon.

“Auw!”

“Appo? Tahanlah sebentar. Obat ini bereaksi dengan sangat cepat.”

Sooyeon memandang ke arah luka di lengan nya, luka itu perlahan mengeluarkan darah, dan namja itu dengan cekatan mengusap darah yang keluar.

“Lukanya..”, Sooyeon terkesima saat luka itu mengering, dan merapat. Seperti kulitnya sedia kala.

“Tanaman ini berguna jika digunakan pada luka manusia.”

Sooyeon memandang namja itu, tersenyum.

“Gomawo.. Jongin.”, ucap Sooyeon

“Tinggal luka di wajahmu.”, ucap namja itu sambil meneteskan obat di wajah Sooyeon. Yeoja itu meringis kesakitan, tapi kemudian rasa sakit itu perlahan menghilang.

“Kau sudah tampak cantik sekarang. Ah, siapa namamu?”, tanya Jongin

“Sooyeon. Kang Sooyeon. Dan.. Gomawo.. Karena sudah menyelamatkanku.”, ucap Sooyeon, teringat pada fakta pahit bahwa Sehun tidak akan melindunginya

“Apa kau lapar? Berapa hari kau tersesat di hutan? Aku tidak bisa menemukan banyak buah yang biasa kalian makan, tapi kurasa akan berguna untukmu sekarang ini.”, ucap Jongin sambil menaruh ceruk berbentuk cekung yang berisi beberapa buah apel dan pisang.

“Untukku?”, ucap Sooyeon tak percaya

“Tentu. Untuk siapa lagi? Aku tidak memakan makanan seperti itu..”, ucap Jongin

“Apa kau.. bisa berubah menjadi serigala juga?”, tanya Sooyeon

“Werewolves. Itulah bangsaku. Tapi tenang saja, aku tidak akan melukaimu. Aku janji.”, ucap Jongin, tersenyum, sambil meletakkan sebuah apel di tangan Sooyeon.

“Makanlah..”, ucap Jongin sambil kemudian melangkah meninggalkan Sooyeon

Dengan masih sedikit ragu, Sooyeon menggigit apel itu. Saat merasa bahwa Ia akan aman, yeoja itu kemudian makan sedikit cepat. Tak lama, Jongin kembali dengan membawa bambu.

“Disini tidak ada perlengkapan seperti di tempat manusia. Air ini bersih, berkali-kali lebih bersih daripada air di tempat manusia. Jangan khawatir.”, ucap Jongin sambil meletakkan gelas bambu itu di meja mungil dekat Sooyeon

“Jeongmal gomawo.. Aku tidak tau bagaimana harus membalas semua ini.”, ucap Sooyeon tulus

“Minumlah. Apa kau mau buah lagi? Aku akan carikan di luar.”, ucap Jongin

Sooyeon minum, lalu Ia menggeleng.

“Ani. Ini sudah lebih dari cukup..”, ucap Sooyeon

Jongin tersenyum.

“Baguslah.. Ah, apa yang membuatmu tersesat di hutan? Tempat ini sangat jauh dari tempat manusia.”, ucap Jongin

Sooyeon terdiam.

“Awalnya perjalanan ini adalah liburan.. sampai di.. danau tiga warna. Ya.. sejak dari tempat itu, kami semua tidak bisa kembali.”, ucap Sooyeon

“Kami semua? Apa kalian.. maksudku, manusia yang bersamamu.. ada banyak?”

“Kurasa puluhan.. Tapi aku tidak yakin berapa orang yang masih hidup.. termasuk aku. Ada dua orang yang sangat ingin membunuhku.. dan dia.. sepertimu.”, ucap Sooyeon

“Werewolves? Astaga. Aku tidak pernah tau ada bangsa ku yang bisa bertahan hidup di tempat manusia.”, ucap Jongin

“Memangnya kenapa?”, tanya Sooyeon

“Jika berpindah ke tempat manusia, kami akan buta. Dan hanya bisa melihat saat malam hari. Jika kami ingin bisa melihat seperti manusia, kami harus membunuh 100 orang manusia. Misalnya aku, jika aku mau bisa melihat, aku harus membunuh 100 orang yeoja, dan lahir di tanggal dan bulan genap. Jika werewolves nya yeoja, dia harus membunuh 100 orang namja, yang lahir di tanggal dan bulan ganjil. Seperti itu aturan nya.”

“Jadi.. Aku diburu.. karena aku masuk dalam 100 orang itu..”, gumam Sooyeon

“Kau bilang apa?”, tanya Jongin

“Aku lahir di tanggal dan bulan genap.. Dan dua orang yang mengincarku itu.. Aku dengar dia bicara soal korban.. dan dia bilang.. aku korban terakhirnya. Andwae.. Aku tidak mau mati.. Aku tidak mau mati..”, ucap Sooyeon, terisak pelan

Jongin segera menyentuh lembut bahu yeoja itu, berusaha menenangkan nya.

“Hey, gwenchana. Kau bersama ku sekarang. Aku tidak akan biarkan mereka melukaimu.”, ucap Jongin

“Dia.. Dia pasti mengincarku.. Aku takut..”, ucap Sooyeon pelan

“Kau takut? Kau sudah menjelajahi lebih dari setengah hutan ini tanpa tau bahaya apa yang ada di sekitarmu.. dan kau takut pada seekor serigala?”, ucap Jongin

Sooyeon memandang namja itu.

“Bahaya?”, ucap Sooyeon bingung

Jongin tersenyum tipis, lalu Ia mengusap puncak kepala Sooyeon.

“Kau bisa melihat bahaya itu sekarang?”, tanya Jongin

Sooyeon segera terkesiap. Mendapati bahwa ada banyak ular di dekat mereka. Yeoja itu bergerak menjauh, tapi Jongin menahan nya.

“Tenanglah.. Mereka tidak berbahaya. Mereka temanku.”, ucap Jongin

“Darimana mereka muncul? Kenapa tadi aku tidak—”

“Tidak melihatnya? Itu karena tempat ini berbeda dengan tempat manusia. Selama kau berjalan kesini.. Dari tempatmu.. Kau sudah melewati ratusan hewan buas ini.. Tapi kau tidak takut kan? Kenapa kau takut pada seekor serigala?”, tanya Jongin

Sooyeon terdiam.

“Bagaimana jika dia—”

“Sudah kukatakan aku akan melindungimu kan?”, ucap Jongin

Sooyeon memandang namja itu, lama.

“Kenapa? Kenapa kau mau melindungiku?”, tanya Sooyeon

Jongin kali ini terdiam.

“Eum, kurasa ini akan aneh terdengarnya. Tapi.. ini memang yang akan terjadi di tempat kami. Jika satu werewolves jantan.. tertarik pada betina.. kami.. seperti menandai mereka. Jadi, kami tidak bisa berada jauh dari nya, atau membuatnya berada dalam bahaya.”, ucap Jongin

Sooyeon menyernyit.

“Apa kau.. menandaiku?”, tanya Sooyeon

Jongin mengerjap cepat.

“A-Ani. Aku tidak bicara begitu.”, ucap Jongin cepat.

“Lalu maksudmu apa?”, tanya Sooyeon bingung

“Tidak, tidak ada. Lupakan saja Sooyeon. Ah, aku harus keluar sebentar, tinggalah disini dan tunggu aku. Jangan keluar kemanapun.”, ucap Jongin sambil beranjak keluar tanpa menunggu respon Sooyeon

Namja itu melangkah dengan cepat keluar dari gubuk mungil yang merupakan tempat tinggalnya, lalu Ia memandang ke arah Istana megah tak jauh dari tempatnya.

“King..”

“Kau berani melawan titahnya?”

Jongin menoleh kaget. Memandang dua sosok yang berdiri tak jauh darinya. Entah sejak kapan dua orang itu mengawasinya.

“Kalian tidak akan bisa mendapatkan nya.”, ucap Jongin dingin

“Benarkah? Apa kau akan melawan titah dari King sekalipun?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Jongin-ah..”

Jongin mendongak, memandang yeoja yang berdiri beberapa langkah di depan nya.

“Ya Sooyeon?”, ucap Jongin

Sooyeon menggeleng pelan, lalu duduk di sebelah namja itu.

“Apa yang sedang kau lakukan?”, tanya Sooyeon

“Ah.. Itu.. Aku.. Ah, tidak begitu penting. Apa yang membuatmu terbangun?”, tanya Jongin kemudian

“Mollaseo.. Aku terbangun begitu saja..”, ucap Sooyeon, memandang kegelapan total di depan nya.

“Kenapa kau tinggal disini sendirian?”, tanya Sooyeon kemudian

“Nae? Ahh.. Aku bertugas disini.”

“Tugas?”, Sooyeon menyernyit

“Ya. Masing-masing dari kami.. yang berasal dari sana..”, tunjuk Jongin ke arah sebuah istana di kejauhan yang tampak menyeramkan.

“..Kami di beri tugas masing-masing. Dan disinilah aku bertugas.”

Sooyeon mengangguk-angguk pelan.

“Apa tugasmu itu?”, tanya Sooyeon

Jongin terdiam.

“Jongin-ah?”

“Tugasku.. melenyapkan orang asing yang memasuki wilayah kami.”, ucap Jongin pelan, sangat pelan, namun berhasil membuat Sooyeon terkesiap.

“N-Nae?”

“Gwenchanayo.. Kau tidak perlu takut Sooyeon-ah. Aku sudah berjanji bahwa aku akan melindungimu kan? Aku tidak pernah mengingkari janjiku.”, ucap Jongin

“Keundae.. Aku kan masuk dalam hitungan orang asing..”, kata Sooyeon

“Ani, kau bukan orang asing. Kau temanku.”

Sooyeon tersenyum.

“Gomawo.. Jeongmal gomawo.. Jongin-ah..”

“Bagaimana denganmu Sooyeon-ah? Seperti apa kehidupan manusiamu?”

“Nan? Ahh, aku tinggal bersama Eomma ku di sebuah kota, dan.. aku bersekolah. Mengenal seorang werewolves namja sepertimu, dan dia.. buta. Kami ikut di perjalanan ini bersama, keundae.. kurasa dia bertemu dengan seseorang yang di sayanginya..”

“Kau menyukai namja itu nae?”, ucap Jongin membuat Sooyeon mengerjap cepat

“A-Aniiii. Dia itu namja menyebalkan yang sering membentakku. Mana mungkin aku suka padanya.”, ucap Sooyeon

Jongin tertawa pelan.

“Bangsa kami memang bisa dengan mudah menarik perhatian manusia.”, ucapnya

“Aish, tapi aku benar-benar tidak menyukai namja itu.”, kilah Sooyeon

“Jinjja? Lalu kenapa suaramu saat mengatakan ‘seseorang yang di sayanginya’ tadi terdengar sangat sedih?”, ucap Jongin telak

“Ish.. Lupakan saja..”, kata Sooyeon menyerah, kemudian yeoja itu menghela nafas.

“Aku rindu Eomma ku..”, ucap Sooyeon pelan

Jongin mengusap pundak yeoja itu pelan.

“Aku pasti membawamu kembali pada mereka.. Seseorang di istana pasti tau cara mengembalikanmu.”, ucap Jongin

“Gomawo Jongin-ah.. Jeongmal gomawo..”, ucap Sooyeon

Jongin tersenyum simpul.

“Masuklah ke dalam. Udara dingin tidak baik untukmu.”, ucap Jongin

Sooyeon mengangguk, kemudian yeoja itu melangkah masuk ke dalam gubuk kecil yang Ia tempati beberapa hari ini. Sementara itu Jongin terdiam. Pikiran namja itu berkecamuk. Ia melemparkan pandangan nya ke arah Istana, lalu Ia tertunduk.

“Maaf..”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

22 thoughts on “BLIND – CHAPTER 9

  1. Dasar Sehun! Ahk aku jdi kesel sma Sehun! Dasar Sehun napeun. Gapapa deh Sooyeon sma Kkamjong, kan yg udh nyelametin nyawa.a Kkamjong. Btw aku slama ini udh salah nulis nma, hrs.a Yookyung tpi aku malah nulis Yukyong malu aku >.<
    Next ya eon

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s