BLIND – CHAPTER 7

Blind

Author : IRISH

Tittle : Blind

Main Cast :

EXO Oh Sehun, Kim Jongin, OCs Lee Yookyung, Kang Sooyeon

Genre : Fantasy, School-Life, Romance

Rate : PG-16

Lenght : Chapterred

Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

In Sooyeon’s Eyes..

Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku harus merasa sesakit ini? Bodoh. Sungguh bodoh. Memangnya apa yang salah jika Sehun dengan Yookyung? Mendengar ucapan Sehun tadi saja aku sudah bisa menduga mereka sudah saling mengenal sejak dulu.

Bodoh. Bodoh. Memangnya apa yang selama ini aku pikirkan? Ish. Jeongmal pabo.

DUK. DUK. DUK. DUK.

Aku kembali membenturkan kepalaku, berharap bisa melupakan kejadian tadi. Nihil. Aku malah terbayang-bayang terus. Aku menghela nafas panjang, lalu memandang ke pohon-pohon gelap dekat kapal. Aku yakin kapal sudah berada di tepi daratan.

Eh? Apa itu?

Aku membidik menggunakan kameraku, memandang ke arah pepohonan yang tampak sedikit aneh.

DEG.

Jantungku terpompa kencang saat melihat ada seekor serigala hutan di dekat pohon itu. Ia tampak tengah memangsa sesuatu. Astaga. Kami akan melakukan perjalanan ini di tengah hutan yang ada serigalanya!?

Aku terkesiap saat tatapan hewan liar itu tertuju padaku. Dengan segera aku bangkit, dan melangkah menjauh. Tapi ternyata serigala itu berlari ke arah kapal. Sial.

Aku berlari ke arah pintu. Tapi pintu dek sudah terkunci. Jalan satu-satunya hanya.. tangga! Benar. Aku bisa masuk dari atap.

Aku dengan segera menaiki tangga di dekat pintu, dan berlari di atap dek. Dengan jelas aku mendengar suara gedebuk pelan di bawah. Serigala itu, pasti. Aku membuka pintu atap dek, dan menuruni tangga.

SRAAKK!

Akh. Neomu appo. Aku segera menutup pintu atap, menguncinya. Dan ku dengar suara serigala itu di atap. Aku segera duduk, keadaan gelap di sekitarku membuat aku semakin takut. Aku mengeluarkan saputanganku di saku celana, membebat luka goresan di lengan atas ku, lalu aku segera mengenakan jaketku. Melangkah mencari pintu keluar dek.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau darimana saja? Aku hampir mencarimu di semua toilet.”, ucap Yujin kesal saat aku dengan beruntung bertemu dengan nya di salah satu lorong.

“Ha? Ani. Tadi aku tersasar.”, bohongku sambil melangkah cepat

“Neo gwenchana? Dia sedari tadi mencarimu?”

“Nugu?”, tanyaku

“Sehun tentu saja. Kau meninggalkan nya sendirian.”, ucap Yujin

“Kan sudah ada Yookyung. Kenapa dia tidak ikut Yookyung?”, kataku sedikit kesal

Yujin segera menghadang langkahku.

“Sooyeon-ah, apa kau menyukai Sehun?”, tanya Yujin membuatku terkesiap

“Tentu saja tidak!”, bantahku cepat

“Eh.. Apa kau jadi yeoja-chingu nya dengan terpaksa?”, tanya Yujin lagi

“Ha? Kau bicara apa sih?”, ucapku kesal

“Aish! Katakan padaku. Apa Sehun memaksamu untuk jadi yeoja-chingu nya?”, tanya Yujin

Aku memandang Yujin dengan ribuan kerutan kebingungan di dahiku. Apa sebenarnya yang sedang Ia bicarakan?

“Tadi saat kau pergi, Sehun bertanya, dan dia sudah mau menyusulmu. Lalu Yookyung melarangnya, tapi Sehun bilang, dia harus memastikan kau berada di tempat yang aman. Nah, bisa kau jelaskan?”, ucap Yujin

“Haaa???”, apa tadi kepala Yujin terbentur saat Ia dalam perjalanan menemuiku?

JTAK!

“Yak!! Yujin!”, gerutuku

“Kau ini! Setidaknya kau harus memberitahuku, jadi aku bisa membantumu untuk menjelaskan ke anak-anak yang lain.”, ucap Yujin

“Anak-anak yang lain?”, ucapku bingung

“Ya. Semua yang di cafetaria mendengar ucapan Sehun.”, ucap Yujin

“Dan mereka pikir aku yeoja-chingu nya Sehun?”

“Ya. Aku juga berpikir begitu.”

Aku berdecak.

“Aku bukan yeoja nya. Dan juga, dia bukan siapa-siapa ku. Hentikan semua pemikiran bodohmu ini, mengerti? Sekarang, dimana Sehun?”, tanyaku

“Masih menunggumu di cafetaria. Dia tidak mau di tuntun siapapun selain kau.”, ucap Yujin

Aku melangkahkan kakiku dengan cepat ke arah cafetaria. Memandang Sehun dari kejauhan. Ia masih duduk di tempat yang sama, hanya saja, tidak ada Yookyung di sebelahnya.

“Eh chakkaman, kenapa cafetaria masih ramai?”, tanyaku bingung

“Kan aku sudah bilang mereka semua penasaran.”, ucap Yujin

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

Dengan cepat Sooyeon melangkah ke cafetaria, lalu mengambil tas ranselnya, dan kemudian memandang sekitarnya dengan bingung.

“Kalian melihat apa?”, ucap Sooyeon

Beberapa orang diam, berpura-pura melakukan aktifitas lain, tapi sebagian lain masih memandang ke arah Sooyeon dan Sehun bergiliran.

“Ayo ke depan.”, ucap Sooyeon kemudian

“Kau tadi darimana?”, tanya Sehun

“Berjalan-jalan di dek belakang.”, ucap Sooyeon sambil membantu namja itu untuk melangkah, walaupun tanpa Sooyeon tau, Sehun sudah bisa melihat jelas keadaan di sekitarnya.

Saat mereka sudah melangkah di tempat yang cukup sepi, Sehun menghentikan langkahnya. Membuat Sooyeon memandangnya bingung.

“Ada apa?”, tanya Sooyeon

“Kenapa kau meninggalkanku lagi? Aku kan sudah bilang kau tidak boleh jauh dariku.”

“Aish, tadi kan sudah ada—”

“Yookyung? Kau pergi karena kau cemburu pada Yookyung?”, potong Sehun cepat

Sooyeon seolah kehabisan kata-katanya.

“Kau kemarin juga pergi meninggalkanku karena cemburu pada Jihae. Mengenalmu beberapa hari saja sudah membuatku tau sifatmu.”, ucap Sehun

“Memangnya kenapa kalau aku cemburu? Apa efeknya? Kau juga tidak rugi kan?”, ucap Sooyeon gusar

“Kau tidak boleh cemburu lagi.”, ucap Sehun sambil kemudian menarik lengan yeoja itu untuk pergi ke dek depan.

“Neo..”, Sooyeon menatap namja itu tak percaya

Sehun kembali menghentikan langkahnya, menatap lembut yeoja itu.

“Aku memang mengenal Yookyung, dia orang yang ku sayangi, dan kurasa sampai sekarang aku masih sayang padanya. Dan aku tidak suka jika kau cemburu seperti ini.”, ucap Sehun

“Jinjja? Kalau begitu jalanlah dengan nya. Aku akan bersama dengan Yujin.”, ucap Sooyeon enteng

Sehun terdiam. Bukan hal itu yang di maksudnya. Ia tidak mau menjauh dari Sooyeon karena tau jelas hidup yeoja ini tengah terancam.

“Kau yakin Yujin tidak akan takut gelap? Kita akan berjalan di hutan menuju ke danau itu. Dan karena aku tiba-tiba bisa melihat dengan jelas seperti ini.. kurasa kau lah yang membutuhkan tuntunanku.”

Sooyeon merengut.

“Tenang saja. Aku hanya takut pada ruangan-ruangan yang gelap. Bukan alam. Aku sudah tau bagaimana gelapnya hutan. Jadi jangan khawatir, aku tidak akan takut kegelapan alam.”, ucap Sooyeon cuek sambil melangkah pergi.

Yeoja itu berbalik, memandang Sehun sebentar.

“Kau sudah bisa melihat kan? Cari saja jalan sendiri.”, ucap Sooyeon sambil melanjutkan langkahnya menjauhi namja itu.

Sooyeon turun dari kapal, memandang sekitarnya, sudah cukup lama sejak terakhir kali Ia pergi ke hutan.

“Dari sini, tim berjalan akan di bagi masing-masing 5 anak. Jalanan nya curam, jadi berhati-hati lah.”

Seperti yang di ucapkan Sooyeon, Ia benar-benar berniat mengabaikan Sehun. Sementara di sisi lain, Yookyung mengapit namja itu.

“Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi. Apa kau tadi berpura-pura tidak bisa melihat?”, tanya Yookyung

Tatapan Sehun masih berputar, mencari keberadaan Sooyeon.

“Tidak. Aku memang tidak bisa melihat.”, ucap Sehun

“Tapi kau bisa melihatku kan?”

“Ya. Kebetulan saja.”, ucap Sehun, masih mencari keberadaan Sooyeon di barisan depan, berusaha memastikan bahwa yeoja itu akan baik-baik saja.

“Soal kata-katamu di cafetaria tadi, aku bisa memaafkan nya.”, ucap Yookyung kemudian

Sehun menatap yeoja itu.

“Maaf? Apa aku meminta maaf padamu?”, ucap Sehun

“K-Keundae.. Kita kan—”

“Kau sudah pergi berapa tahun? Kau pikir tidak akan ada yang berubah? Aku masih sama seperti dulu, aku berbeda denganmu. Kau dulu meninggalkanku karena itu kan?”, ucap Sehun berusaha menahan emosi aneh yang menyelimutinya

“Tapi aku sudah kembali. Aku.. Mianhae. Waktu itu aku terlalu shock saat tau kita berbeda.. Tapi sekarang, perbedaan itu bukan masalah lagi. Bogoshipeoyo.. Sehun-ah..”

Sehun menatap yeoja di depan nya. Yookyung masih sama seperti yang di kenalnya dulu. Tatapan lembut itu masih sama, tutur nya juga masih sama. Yeoja yang di mata Sehun begitu sempurna walaupun di saat itu Ia tidak bisa melihat.

Tapi entah kenapa satu sisi hati namja itu merasa yeoja di hadapan nya bukanlah yeoja yang dulu dikenalnya. Yeoja di hadapan nya adalah sosok yang di bencinya.

“Kau tau, jika kita tidak bertemu disini, aku sudah pastikan bahwa aku akan melenyapkanmu, Yookyung. Berhentilah menganggapku sebagai masa lalumu. Aku sudah melupakanmu, dan satu lagi.. jangan pernah kau ungkit hubungan menyedihkan kita.”, ucap Sehun sambil berbalik, hendak melangkah meninggalkan Yookyung

Tapi langkah namja itu terhenti saat melihat Sooyeon dengan wajah kusut melangkah mendekatinya. Sehun tersenyum tipis, ekspresi kesal Sooyeon selalu membuatnya ingin tertawa.

“Seongsaengnim bilang aku tidak boleh jauh-jauh darimu karena takut kau tidak ada yang mengawasi.”, ucap Sooyeon kesal

Sehun tersenyum tipis, lalu menarik lengan yeoja itu, walaupun tanpa sadar membuat Sooyeon menyernyit, menahan sakit di lengan nya yang tergores.

“Bagus. Seongsaengnim baik sekali..”, ucap Sehun sambil menarik Sooyeon untuk melangkah mengikuti barisan di depan mereka

“Eh? Kenapa Yookyung tidak ikut?”, tanya Sooyeon

“Aku tidak mengizinkan nya.”, ucap Sehun singkat

“Eyy.. Kau ini..”

“Sudahlah, lihat? Yujin mencari-carimu.”, ucap Sehun membuat Sooyeon segera memandang ke arah Yujin yang memandang kiri dan kanan.

“Yujin-ah!!”, ucap Sooyeon

Yujin segera berlari kecil menghampiri Sooyeon.

“Aigoo. Aku mencarimu dari tadi.”, ucap Yujin

Mereka kemudian melangkah bersama menyusuri hutan itu.

“Whoaahh!!! Daebak!!”, ucap Sooyeon heboh saat mereka sampai di danau tiga warna itu

“Keren sekali!! Aigoo!!”

Sehun tersenyum tipis. Ia tentu sudah pernah ke tempat ini. Jadi, namja itu membiarkan saja kehebohan Yujin dan Sooyeon yang kini sibuk berlarian di tepi danau. Tanpa sadar perhatian Sehun tertuju ke arah luka di wajah Sooyeon. Teringat bahwa luka itu ada disana karena dirinya.

Sehun menghampiri Sooyeon yang duduk sendirian di tepi danau, lalu duduk di sebelah yeoja itu.

“Dimana Yujin? Yang lain sudah mau kembali ke kapal.”, ucap Sehun

“Yujin memintaku menunggunya disini. Tadi Ia bilang ada urusan sebentar.”, ucap Sooyeon sambil melipat celana panjangnya, membersihkan sisa pasir di celananya.

“Oh, baiklah.”, ucap Sehun

“Eh, aku masih bingung, kenapa kau tiba-tiba bisa melihat?”, tanya Sooyeon

Sehun menyernyit.

“Aku juga tidak tau. Hanya di tempat-tempat tertentu saja aku bisa melihat jelas seperti ini.”, ucap Sehun

“Eh? Aneh sekali..”, gumam Sooyeon

“Menurutku juga ini aneh. Kurasa aku harus menanyakan nya pada hyung ku nanti setelah kita pulang.”, ucap Sehun

“Apa saat pulang kau akan tetap bisa melihat seperti ini?”, tanya Sooyeon

“Molla.. Aku berharap ya.”

“Aish, Yujin lama sekali.. Tinggal kita saja yang disini.. Apa kau ingat jalan kembali ke kapal, Sehun-ah?”

“Ya, aku masih ingat jalan kesana.”, ucap Sehun

“Aish, memangnya hal penting apa yang—”

“Kyaaa!!”

Dua orang itu langsung terkesiap.

“Yujin! Itu suara Yujin!”

Sehun segera berdiri.

“Tunggu disini. Jangan pergi kemanapun, teriakkan namaku jika ada bahaya.”, ucap Sehun sambil berlari mengikuti arah datangnya teriakan itu

Sehun menemukan Yujin tengah berlari panik.

“Yujin!”, teriak Sehun sambil menyusul yeoja itu

“Tolong aku! Tolong!”

Sehun segera melesat berusaha menyusul yeoja itu. Tapi..

BYUUURRR!!

“Apa yang—”

Ucapan Sehun terhenti saat Ia melihat seekor serigala ikut terjun ke dalam sungai itu. Dan detik selanjutnya, Sehun hanya bisa melihat bagian air di sungai itu berubah merah kelam.

“Andwae! Andwae!”

Sehun segera terkesiap. Ia melesat, mengenal suara Sooyeon. Namja itu terkesiap melihat ada dua ekor serigala di dekat Sooyeon, mengitari yeoja itu.

Sementara itu, Sooyeon segera melangkah menjauhi dua ekor serigala itu. Walaupun Ia tak yakin akan bisa bertahan lama disana. Sooyeon terkesiap saat melihat satu serigala melompat melewatinya, menyerang dua serigala itu.

Yeoja itu terpaku melihat pemandangan di depan nya. Masih bergeming. Tapi kemudian Ia terkesiap saat salah satu serigala itu terlempar ke pohon, dan muncullah kabut hitam. Sooyeon kaget saat sesosok namja lah yang ada disana.

Sementara itu perkelahian antara dua serigala di dekatnya masih berlangsung.

SRAAKK!! BUGK!

Satu serigala yang lain juga menghantam pohon, dan berubah menjadi sosok namja. Sooyeon memandang serigala yang ada di hadapan nya, hewan itu mendekatinya, membuat Sooyeon terhuyung mundur.

WHUSH.

Kabut hitam menyelimuti serigala itu dengan cepat. Dan kini Sooyeon bisa melihat jelas namja di hadapan nya adalah Sehun.

“S-Sehun?”, ucap Sooyeon tak percaya

“Mianhae..”, ucap Sehun pelan, berdiri, menghampiri yeoja itu.

Sooyeon masih terhuyung mundur, berusaha menjauh dari namja itu.

“Aku sudah yakin kau akan begini jika tau seperti apa aku sebenarnya Sooyeon-ah. Kemarilah, aku hanya akan mengantarmu kembali ke kapal.”, ucap Sehun

Sooyeon memandang namja itu, masih tak percaya.

“Kau.. Makhluk apa kau sebenarnya?”, ucap Sooyeon

Sehun diam. Ia memilih untuk memandang ke arah dua orang yang baru saja Ia kalahkan. Namja itu diam.

“Maafkan aku hyung, dia bukan mangsa untuk kalian.”, ucap Sehun

“Akh. Oh Sehun, kau ingin membunuhku huh?”, ucap salah seorang namja itu sambil membantu satu teman nya untuk bangun

“Sejak kapan kau kembali huh? Dan kenapa ada banyak manusia disini?”, ucap namja yang satunya

“Aku sudah menyangka ada yang salah disini..”, gumam Sehun pelan

“Yujin.. Dimana Yujin..”, ucap Sooyeon membuat Sehun segera teringat pada Yujin yang tadi terlambat di tolongnya.

“Kau harus cepat kembali ke kapal. Bahaya mengincarmu disini.”, ucap Sehun

“Tidak. Aku tidak akan kembali ke kapal tanpa Yujin.”, ucap Sooyeon

“Yujin tidak akan kembali.”, ucap Sehun akhirnya

“M-Mwo.. Apa yang kau bicarakan?”, ucap Sooyeon bingung sekaligus takut

Sehun menarik lengan yeoja itu untuk berdiri, membimbing langkah yeoja itu untuk menjauh dari tempat itu. Menyusuri jalanan berliku untuk kembali ke tepi sungai tempat tadi kapal mereka berada.

“Kapalnya tidak ada..”, ucap Sooyeon tak percaya, menepis tangan Sehun, yeoja itu berlari ke tepi sungai, tapi kemudian Sooyeon kembali terhuyung mundur saat melihat sosok-sosok tidak bernyawa di dekat sana.

“Kenapa kalian disini?”, tanya Sehun pada dua orang yang di kenalnya itu

“Ayolah jangan bercanda. Ini rumah. Tentu saja kami akan ada disini.”, sahut salah seorang dari mereka

“Rumah?”, ucap Sehun tak percaya

“Itulah kenapa kami bingung saat ada banyak manusia disini. Soal orang-orang itu, kami bukan pelakunya.”, ucap yang satu lagi

“Jangan pergi kemana-mana hyung.”, ucap Sehun sambil melangkah mendekati Sooyeon, yeoja itu terduduk dalam ketidakpercayaan.

Tapi langkah Sehun terhenti saat melihat beberapa orang menghampiri Sooyeon.

“Dia sudah bersama manusia yang lain.”

Sehun menoleh.

“Dan juga, kelihatan nya Ia tidak suka fakta bahwa kau adalah salah satu dari kami.”

“Hyung, diamlah.”, ucap Sehun kesal

Sooyeon tampak bangun di bantu oleh beberapa orang itu. Ia melangkah pergi tanpa memandang ke arah Sehun sedikitpun, membuat namja itu terluka.

“Bagaimana kau bisa tersasar sendirian Sooyeon-ah?”

“Molla..”, jawab Sooyeon lemah

“Yujin.. eodiseo?”

Sooyeon mengkeretakkan rahangnya, menahan rasa sesak di dadanya, sangat sakit. Kehilangan sahabat pertama yang Ia dapatkan di sekolah barunya itu, membuat Sooyeon masih tidak percaya jika Yujin sudah pergi meninggalkan nya.

“Nan mollaseo..”, ucap Sooyeon pelan

Sooyeon menunduk, menenggelamkan wajahnya. Kepala yeoja itu terasa pening, dan Ia sangat ingin menangis.

“Dimana Sehun?”, tanya Yookyung, Ia pernah berada di tempat ini, dan kembali ke tempat ini lagi membuatnya tidak tau harus bagaimana

“Kenapa kau mencarinya?”, tanya Sooyeon pelan

“Kau meninggalkan nya!?”, ucap Yookyung dengan nada meninggi

“Bisakah kau bicara baik-baik padaku? Kau pikir kau siapa berani bicara dengan nada seperti itu?”, ucap Sooyeon dingin

“Neo.. Kau meninggalkan Sehun di hutan itu sendirian!?”

“Yookyung-ssi. Sudahlah. Jangan mendesak Sooyeon.”

Sooyeon melemparkan pandangan nya ke arah Yookyung, jelas jika yeoja itu sangat marah. Tapi Ia mengabaikan hal tersebut.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hari menginjak gelap, dan Sooyeon masih bergeming di tempatnya. Bahkan tidak berniat untuk bergabung dengan beberapa orang yang ada bersamanya.

“Maaf soal ucapanku..”

Sooyeon mendongak. Memandang sosok yang bicara padanya.

“Gwenchana.”

“Tenanglah Sooyeon-ah.. Kita pasti akan pulang..”

“Jinjja? Bagaimana kita bisa pulang, Yookyung-ssi?”, tanya Sooyeon balik

Yookyung duduk di sebelah yeoja itu. Ia mengira bahwa Sooyeon hanya shock karena melihat kematian di dekatnya, tanpa tau jika yeoja itu sudah mengetahui bahwa mereka tidak lagi berada di bumi.

“Seseorang akan datang menolong kita..”, ucap Yookyung

“Seseorang? Apa seseorang akan berani datang ke tempat ini? Apa kita semua akan mati disini?”, ucap Sooyeon membuat Yookyung terkesiap.

Sudah jelas tidak akan ada manusia yang bisa menembus dimensi waktu dengan mudah. Dan sudah sangat jelas jika tidak akan ada manusia yang sanggup menolong mereka.

“Yookyung-ssi..”

Yookyung menoleh, memandang yeoja di sampingnya.

“Apa hubunganmu dengan Sehun?”, pertanyaan Sooyeon seketika membuat Yookyung terkesiap.

“A-Ani, tidak ada. Kami hanya teman lama..”, ucap Yookyung

“Benarkah?”, tanya Sooyeon

“Y-Ya, kami hanya teman lama. Kenapa kau bertanya begitu Sooyeon?”

“Itu karena.. Aku menyukai Sehun. Dan karena kau hanya teman lamanya.. Tidak menutup kemungkinan jika aku bisa terus menyukai Sehun kan?”, kata Sooyeon, menatap Yookyung tepat di manik mata yeoja itu.

Yookyung terpaku.

“K-Kau menyukai Sehun??”

“Nae. Wae? Apa kau juga menyukainya?”, tanya Sooyeon

Yookyung menggeleng cepat.

“Ani. Aku tidak menyukainya..”

“Aku memegang ucapanmu, Yookyung-ssi..”

Yookyung memandang yeoja itu. Diam. Tidak tau harus berkata apa.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sooyeon’s Eyes..

“Keundae.. Aku kan mau menjagamu.”

“Apa kau masih menganggapku temanmu?”

“Apa kita masih berteman bahkan jika aku bukan manusia?”

“Ya. Sesuatu yang buruk akan terjadi. Itulah kenapa kau tidak boleh jauh dariku.”

Aku terbangun. Keadaan di sekitarku sudah sangat gelap. Satu-satunya pencahayaan hanyalah api unggun di dekat kami. Beberapa orang yang bertahan di tepi danau. Dan aku mengenali sosok Yookyung berbaring di dekatku. Apa Ia tidur di dekatku? Molla.

KRESEK!

Aku memandang ke arah hutan gelap di belakangku. Jelas aku mendengar suara sesuatu mendekat. Menepis dedaunan yang mungkin sudah dekat dengan kami.

Apa itu bahaya? Atau mungkin.. Sehun?

Dimana Sehun??

Aku segera memandang isi tas ku, mengambil senter dan pisau yang sudah ku bawa. Ternyata benda ini berguna sekarang. Setidaknya keputusanku untuk membawa perlengkapan mendaki tidaklah buruk.

Aku menyalakan senterku, menyoroti beberapa tempat tergelap. Tidak ada apapun. Ahh. Dimana Sehun? Haruskah aku mencarinya?

“Kenapa kau meninggalkanku lagi? Aku kan sudah bilang kau tidak boleh jauh dariku.”

DEG.

Tidak. Tidak. Aku tidak meninggalkan Sehun. Dia yang pergi kan? Ah. Ani. Bodoh. Tadi aku yang meninggalkan nya.

Keundae, Ia bersama dengan dua orang teman nya itu. Dan mereka.. bukan manusia. Ani ani. Kami masih teman walaupun dia bukan manusia. Aku tidak tau apa yang akan ku lakukan jika bertemu dengan salah satu teman Sehun itu. Tapi.. Aku harus mencarinya.

Aku harus tau apa yang sedang terjadi di tempat ini! Kenapa kami terjebak disini. Kenapa Yujin hilang..

Aku harus mencari Sehun.

Aku melangkah pelan menjauhi beberapa orang itu. Berusaha untuk tidak membangunkan Yookyung. Ia mungkin akan mencegahku, atau ikut denganku? Aku kan mau mencari Sehun, dan dia mengenal Sehun. Dia mengenal Sehun jauh lebih lama daripada aku.

Sehun bilang sesuatu yang buruk akan terjadi. Hilangnya Yujin, juga keadaan kami sekarang. Sudah cukup menggambarkan bahwa hal buruk itu sedang terjadi. Benar. Jadi, hal pertama yang harus ku lakukan adalah.. menemukan Sehun.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kemana kau akan pergi?”

“Baekhyun hyung, aku harus memastikan mereka semua aman.”, ucap Sehun

Sosok bernama Baekhyun itu tertawa pelan.

“Kau bodoh? Mereka sudah di tandai sebagai mangsa. Kau pikir akan mudah untuk menggantinya? Nyawa siapa yang akan kau korbankan untuk mengganti nyawa mereka?”, ucap Baekhyun

“Keundae—”

“Kau tidak bisa begitu saja menyelamatkan mereka saat mereka sudah masuk di wilayah kita. Terutama karena.. bagian hutan tempat mereka sekarang, bukanlah wilayah kekuasaanku ataupun Baekhyun..”, sahut namja satunya

“Chanyeol hyung, kau sudah sering menghadap King. Kau pasti bisa membantuku. Iya kan hyung?”, ucap Sehun

Namja jangkung bernama Chanyeol itu menggeleng.

“King tidak mengatur hal seperti ini. Kami masing-masing sudah di beri otonomi. Mangsa yang tidak berada di daerah kami, bukanlah milik kami.”, ucap Chanyeol

“Hyung!!”, ucap Sehun tak sabar

Baekhyun menepuk bahu namja itu.

“Ada satu hal yang bisa kau lakukan..”

“Apa?”, desak Sehun

“Mengubah tempat mereka.. Kau salah satu dari mereka kan—setidaknya yang mereka tau—dan kau bisa mengajak mereka berpindah.. ke wilayahku.. atau Chanyeol, ah, kurasa wilayah Chanyeol lebih dekat.”, ucap Baekhyun

Senyum segera terukir di wajah Sehun.

“Benar! Itu satu-satunya cara. Ayo hyung!”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

22 thoughts on “BLIND – CHAPTER 7

  1. OMG mereka serigala??????

    Kenapa aku berpikir mereka vampire ya?? Ih bodoh banget sih aku wkwkwk

    Aku baca next chap ya makin penasaran nih

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s