Heart Of The Werewolf [Part 1]

Phiyun - Heart of the werewolf

|| Title: Heart Of The Werewolf || Author: Phiyun || Genre: Romance | Family | Hurt | Sad | Friendship | Fantasy | Tragedi  || Cast: Park Jiyeon (T-ara) | Park Chanyeol (Exo) | Nana (After School) ||

Poster Credit : Analeeseu@ArtZone (Thank’s ^^)

Preview: Teaser

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Cerita di part ini aku fokuskan di Chanyeol Pov ya, semoga kalian gak bingung saat membacanya.

*** Happy  Reading ***

~Summary~

Apa yang terjadi kepadaku?

~~~ooo~~~

~Author POV~

Chanyeol mengulurkan kedua lengannya. Ia merasakan ada sesuatu yang aneh sedang berjalan di antara pembulu darah kedua lengannya. Ia bahkan merasakan ada sesuatu sensasi yanganeh yang amat menyakitkan, sesuatu yang asing itu bergerak bergelombang naik dan turun di sepanjang lengannya seakan-akan benda asing itu mencoba keluar dari dalam pembulu darahnya.

Chanyeol juga mendengar derakan-derakan tulang. Yang membuatnya mati rasa. ”Tulang-tulang ku?” Pria itu semakin bingung dengan apa yang ia rasakan. Tak berapa lama hidungnya terdorong maju dan tumbuh semakin panjang dan tebal. Hidung mancung pemuda itu berubah menjadi sebuah moncong seekor binatang. Lalu seketika mencuatlah rambut-rambut tebal di seluruh tubuhnya.

Rahangnya mengejang dan bergerak di luar kendalinya. Lidahnya terjulur keluar. Chanyeol merasakan gigi-giginya menjadi tajam dan runcing. Ia mulai terengah-engah seperti seekor anjing bahkan sekarang dirinya berada diposisi merangkak.

Chanyeol mencoba berdiri, tapi ia jatuh kembali ke tanah. Pemuda itu pun mulai melihat kembali  kedua tangannya dan betapa terkejutnya dia saat menatap kedua tangannya sudah penuh dengan bulu-bulu hitam keperakan yang sudah menutupi semua sela-sela jari jemarinya. Bulu-bulu itu dengan cepat menyebar keseluruh punggung tangannya kemudian pergelangan tangannya dan setelah itu menjalar di kedua tangannya dalam waktu sekejab.

Tak berapa lama jemari-jemarinya membesar dan tumbuhah kuku-kuku jari yang mengerut. Mengerut menjadi cakar yang mematikan. Chanyeol mengeram pelan. Otot-otot tubuhnya menegang dan mengencang. Bahunya membungkuk. Bahkan kedua otot kakinya ikut mengejang dan bulu-bulu hitam keperakan tersebut mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Jantung Chanyeol mulai berdetak dengan cepat. Ia merasakan bahwa sepertinya jantungnya akan menyembur keluar dari rongga mulutnya.

Dengan tertatih-tatih Chanyeol berjalan merangkak kearah depan pintu. Sesampainya di sana ia mulai meraih pedal pintu kamarnya dengan sebelah tangannya yang sudah penuh dengan bulu-bulu tebal berwarna hitam keperakan yang telah mencuat dari tubuhnya. Saat ia menoleh kebelakang betapa kagetnya Chanyeol saat melihat bayangan wujud tubuhnya dari cermin.

“Wwoooff…wwooff!!!” (Serigala? Aku jadi  serigala!!!)

~OoO~

Aku  langsung berlari keluar dari dalam kamar menuju ke bawah dan disaat aku sudah tiba di ruang tengah aku melihat ayah dan ibuku sedang sibuk dengan aktifitasnya masing – masing. Ibuku sedang asik menyulam sedangkan ayah, dia sedang serius membaca koran. Aku menjadi panik dengan apa yang barusan saja terjadi pada tubuh ku.  Aku takut bila kedua orangtuaku melihat keadaan tubuhku sekarang, tapi pada siapa lagi aku mengadu dengan apa yang telah terjadi padaku saat ini hanya merekalah yang bisa aku andalkan.

Dengan perlahan-lahan aku mencoba berjalan dengan menyeret-nyeret kedua kakiku kehadapan mereka berdua dengan tubuh yang membungkuk. Aku bahkan tak yakin apakah mereka berdua bisa mengenal  diriku atau pun mengerti dengan ucapanku sekarang.

Dengan segenap keberanianku, aku coba untuk berbicara kepada ayah dan ibuku walaupun aku harus mengeluarkan suara yang teregah-engah. “Wooff… Wooff…” (“Appa, Eomma?”)

Seketika kedua orangtuaku menghentikan aktivitas mereka bersama-sama dan kedua mata mereka lalu menatap kearahku dengan tatapan yang datar. Aku mulai panik saat diriku melihat ekspresi wajah mereka yang terlihat begitu tenang dan bisa dikatakan biasa saja.

Apakah mereka sangat terkejut saat melihat sosokku? Ataukah dia tak bisa mengenal ku?

Aku mulai bertanya-tanya di dalam hati. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tak ada lagi tempat yang bisa menjadi sandaranku. Kenapa semua ini terjadi disaat tepat di hari ulang tahunku yang ke 17. Ini tak adil untukku. Dengan langkah yang gontai aku mulai berjalan menjauh dari mereka berdua. Langkah ku semakin berat saat aku sudah berdiri di depan pintu keluar. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan selanjutnya setelah keluar dari rumah ini. Apakah selamanya aku akan menjadi sosok monster yang sangat mengerikan ini di sepanjang hidup ku?

~OoO~

~Author POV~

Chanyeol lalu berjalan menuju depan pitu dengan langkah kakinya yang berat. Saat dirinya hendak membuka pintu tersebut tiba-tiba ada seseorang yang memanggil dirinya dari belakang sontak Chanyeol langsung menolehkan tubuhnya untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.

“Kau mau pergi kemana, Nak?” ujar ayahnya seraya menaruh koran yang saat tadi ia baca ke atas meja. Setelah itu pria paruh baya tersebut berjalan menghampiri putranya tanpa rasa takut.

“Akhirnya waktu ini tiba. Maaf kan aku tidak memberitahukan mu senjak dulu.” ungkapnya sambil memeluk tubuh Chanyeol yang telah berubah seluruhnya seperti seekor serigala. Tubuhnya  mulai bergetar hebat dan tak lama kemudian keluarlah buliran bening dari sudut kedua matanya yang berwarna kecoklatan.

“Wooffh….” (Appa….)

Lalu pria paruh baya itu muai menepuk-nepuk pelan belakang punggung putranya yang sudah penuh di tumbuhi dengan bulu yang berwarna hitam keperakan. Tak lama wanita paruh baya tersebut ikut menghampiri suaminya beserta putranya.

“Chayeol-ah… kau akan baik-baik saja, Nak… Percayalah pada Eomma.” ucapnya parau sambil sebelah tangannya membelai lembut wajah anaknya yang tak luput dengan bulu-bulu hitam yang berwarna sedikit keperakan tersebut di sekujur wajahnya.

~OoO~

Setelah suasana agak tenang ayah dan ibu mulai menceritanya apa yang sesungguhnya kepada diriku. Suasana sempat menegang. Aku pun mulai merasa canggung dan gugup dengan apa yang akan dikatakan oleh mereka berdua. Namun perasaan itu langsung hilang seketika saat kedua orangtuaku menggengam erat kedua tangan milikku dengan lembut sambil kedua mata mereka menatapan   ke arahku dengan tatapan mata yang penuh kasih.

“Kau pasti terkejut dengan apa yang telah terjadi dengan tubuh mu?” ucap laki-laki paruh baya itu dan aku langsung membalasnya dengan anggukan kepala. Kemudian ayah mulai menceritakan mengapa aku bisa berubah menjadi sesosok manusia serigala.

“Chanyeol-ah… Appa akan ceritakan asal mulanya kepadamu, nak…”

Dengan seksama aku mendengar cerita yang telah di katakan oleh ayah. Aku sempat kaget karena ayahku mengaku kepadaku kalau dirinya adalah seorang werewolf. Ya, ayahku adalah seorang serigala sebelum bertemu dengan ibuku dan sekarang darah werewolf itu mengalir di dalam tubuhku. Saat aku mendengarkan penjelasan ayah, aku sama sekali tak percaya bagaimana mungkin semua ini terjadi kepadaku? Apakah ayahku sedang becanda di depanku saat ini. Bagaimana mungkin aku adalah keturuanan werewolf.

Bila aku menceritakan pada orang lain, tentang diriku sebenarnya pasti aku disangka sudah membual bahkan lebih parahnya lagi mungkin saja aku dikira orang yang tak waras alias ‘gila’. Aku sendiri saja tak percaya dengann perkataan yang baru saja ayahku katakan. Werewolf itu hanya ada di dalam film bahkan hanya ada di dalam buku-buku novel yang pernah aku baca tapi sekarang aku harus bisa mempercayai semuanya. Karena aku adalah seorang werewolf.

~OoO~

~Author POV~

“Sayang tolong bawakan selimut untuk anak kita.” ucap Tuan Park kepada istrinya dan Nyonya Park langsung bergegas pergi untuk mengambil sebuah selimut untuk putranya.

Tak berapa lama kemudian Nyonya Park pun kembali dan wanita paruh baya itu tak lupa membawa selembar selimut yang cukup besar di kedua tangannya. Setelah itu selimut tersebut di lebarkannya di atas tubuh anak laki-lakinya dan selimut itu sekarang sudah menutupi hampir seluruh tubuh putranya. Chanyeol sempat bingung dengan apa yang sedang dilakukan oleh ibunya.

Kemudian Tuan Park melepaskan sebuah kalung dari lehernya. Kalung itu terlihat sangat simpel dan sederhana. Kenapa dibilang sederhana? Karena kalung itu terbuat dari seutas tali yang dililitkan oleh kulit imitasi dan yang membuat kalung itu menarik adalah di tengah-tengah kalung tersebut bertengger sebuah gigi taring yang berwarana putih gading. Taring itu menambah ke eksotisan dan ke classic-kan kalung tersebut. Setelah itu Tuan Park memberikan kalung tersebut kepada istrinya untuk dikenakan  di atas leher milik Chanyeol.

Anehnya beberapa menit kemudian tubuh Chanyeol mulai menyusut. Bulu-bulu hitam yang lebat yang menutupi tubuhnya mulai menghilang. Jari jemari laki-laki itu pun mulai mengecil dan kuku –kuku panjang yang runcing saat tadi menghilang dengan sekejap. Bahkan moncong yang ada di wajahmu mulai menyusut dan dengan hitungan detik wajahnya kembali menjadi seorang manusia  yang sempurna tampa taring dan bahkan bulu-bulu hitam yang keperakan yang saat tadi menutupi hampir bahkan seluruh tubuhnya.

Appa… Eomma…. tubuhku kembali lagi!” sorak Chanyeol dengan terkejut dan tak lama pria jangkung itu menyunggingkan senyum lebarnya di antara sudut bibirnya.

Tuan dan Nyonya Park membalas perkataan putranya dengan senyuman simpulnya. Kemudian Tuan Park memberi beberapa wejangan kepada putra semata wayangnya sebelum Chanyeol pergi beranjak dari tempat duduknya.

 “Chanie-ah… Appa akan memberi tahu kan mu beberapa hal penting yang harus kau patuhi.”

“Apa itu?

Dengan napas yang berat pria paruh baya itu pun berkata. “Kau harus bisa mengendalikan perasaanmu, terutama dengan perasaan panik maupun gusar. Karena saat kau melakukannya tampa sengaja kau bisa berubah menjadi sesosok werewolf. Otot-otot tubuhmu akan mengejang saat jantungmu berdebar dengan cepat. Jadi ayah mohon agar kau mengontrol perasaan mu. Apakah kau mengerti?”

Chanyeolpun mengganguk – anggukan kan kepalanya memberi tanda kalau ia mengerti. Lalu Tuan Park memberi tahu kan sesuatu hal yang sangat penting bagi putranya, Chanyeol. Kalau dia harus berhati-hati dengan  pemburu serigala. Karena bila ia sampai tertembak tepat di jantungnya dengan peluruh timah peraknya maka Chanyeol akan mati seketika karena seorang werewolf tak kebal dengan peluru sang pemburu.

“Benarkah itu, Appa?

Nde… meskipun bangsa werewolf itu kebal akan semua benda tajam seperti pisau maupun panah tapi bila tubuh kau terkena peluru timah perak milik pemburu, maka tamatlah riwayatmu.”

Seketika wajah Chanyeol berubah pucat pasih. Buliran-buliran bening mulai berjatuh-han di atas pelipisan. Dia amat berkeringat dan wajahnya sangat ketakutan. Ayahnya mengetahui betapa takutnya sang anak. Pasti dia amat terkejut dengan perkataan yang terakhir ia katakan pada anaknya tentang pemburu Serigala.

“Apakah kau takut, Nak?” celetuknya dan itu membuat Chanyeol memiringkan sebelah sudut bibirnya dengan terpaksa.

A-aani…” kilahnya.

Tuan Park diam-diam tersenyum saat melihat tingkah laku anaknya yang bersikap tenang di hadapannya.

“Ada satu cara agar membuatmu bisa kembali menjadi manusia seutuhnya.” kata Tuan Park namun kali ini wajahnya terlihat serius dari biasanya. Chanyeol pun lalu langsung menatap kedua mata Tuan Park dengan intens.

“Apa itu?” tanyanya penuh semangat sampai-sampai kedua manik pemuda itu membulat lebar.

“Kau harus menemukan cinta sejatimu, yang tulus mencintaimu apa adanya. Tak peduli kau itu adalah seorang werewolf maupun manusia. Namun bila gadis itu tak bisa menerima dirimu seutuhnya maka dia bukanlah takdirmu. Meskipun kau sangat menyukainya tapi itu semuanya percuma.”

“Tapi bagaimana aku bisa tahu kalau ia adalah takdirku?” tanya Chanyeol lagi.

Tuan Park pun membalasnya dengan singkat. “Itu hanya kau sendiri yang bisa mengetahuinya. Kau akan menyadarinya bila kau berada di dekatnya. Kau juga diberi kelebihan bisa mendengar suara dari kejauhan beratus-ratus kilo meter saat seseorang memanggil  namamu dan kau juga bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan oleh lawan bicaramu saat kau menatap kedua matanya.”

Chanyeol mulai mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh ayahnya. Ekspresi wajah Chanyeol langsung berseri-seri, nampaknya ia sangat senang. Lalu Chanyeol mencoba kekuatan supernya terhadap Nyonya Park dan binggo, dia benar-benar bisa membaca pikiran sang ibunya.

Akhirnya anak ku menjadi dewasa, tapi tetap saja ia akan tetap menjadi anak kecil di depan mataku.

Eomma… aku ini sudah 17 tahun masa masih dikatakan anak kecil?” gerutunya di hadapan Nyonya Park.

Nyonyak Park sempat kaget dengan perkataan yang baru saja di ucapkan oleh putranya. “EH..?? Bagaimana kau tahu apa yang …??” belum sempat Nyonya Park menyelesaikan perkataannya, ia tersadar kalau putranya sedang mencoba kekuatan supernya terhadap dirinya.

“Yak!!! Chanyeol-ah, apa kau sedang mencoba membaca pikiranku?”

Nde…

“Apakah kau tahu kalau itu tak sopan? Sini, akan aku beri pelajaran, kau!” kata Nyonya Park sambil berkacak pinggang dan tak lama ia pun menghampiri putra kesayangannya dan Chanyeol pun langsung lari tunggang langgang menuju kamarnya.

~OoO~

~Di dalam kamar~

Setibanya di dalam kamar aku langsung mengunci pintu kamarku dari dalam. Entahah apa yang aku rasakan sekarang. Saat ini aku merasa sangat senang karena mempunyai kekuatan super yang selama ini pernah aku lihat di dalam film. Aku tak mengira kalau aku mendapatkan kelebihan semacam ini.

“Ini pasti akan menyenangkan.” gumamku sambil tersenyum puas namun senyumanku memudar saat mengingat kembali perkataan ayah tentang pemburu serigala dan cara menghapus kutukan leluhurnya ini.

“Bagaimana aku bisa tahu siapa takdirku? Punya kekasih saja aku belum pernah bagaimana aku bisa menemukan takdirku? Gadis yang ada di dekatku cuma dia…” tiba-tiba aku mengingat seseorang yang selama ini selalu ada di dekatku.

Kemudian aku langsung meraih ponsel yang ada di atas tempat tidurku. Tanpa berpikir panjang aku langsung menekan angka 1, ya panggilan cepat dari ponselku. Tak berapa lama kemudian terdengarlah suara dari balik panggilan tersebut.

Yeoboseo… Ada apa kau menelefon ku tengah malam begini, Chanyeol-ah?” suara merdunya membuat ku terkekeh tanpa sebab. “Jiyeon-ah… apakah kau sudah tidur?” tanyaku.

“Yak!! Memangnya kau kira sekarang jam berapa? Ini sudah jam 1 pagi, dasar bodoh!” umpatnya dengan suara yang lemah. Aku dapat mengartikan kalau saat tadi ia sudah tertidur lelap tapi ia terpaksa mengangkat telefonnya. Tapi aku tak tahu kenapa aku ingin sekali bertemu dengan dirinya saat ini.

“Jiyeon-ah, bisakah kau memanggil namaku setelah aku menutup telefon.” ujarku tapi hampir beberapa saat tak ada tanggapan darinya. Lalu aku mencoba menanyakan lagi kepada Jiyeon. “Yah… Park Jiyeon-ah! Apa kau sudah tidur?!” kali ini aku meninggikan suarakan hampir 2 oktaf kepadanya.

“Eemm…. baiklah….” balasnya dan tak lama kemudian panggilan telefon ku di tutup olehnya.

~OoO~

~30 menit kemudian~

Hampir setengah jam yang lalu aku menelefonnya tapi hampir sekarang ia tak kunjung memanggil namaku?

“Apakah dia sudah tidur?”

Kemudian aku meraih telefon gengamku lagi untuk mencoba menghubunginya namun saat aku melihat jam yang bertengger di atas dinding kamarku. Niatku, aku urungkan.

“Sudah hampir jam 2 pagi, mungkin dia memang sudah tidur.”

Aku pun lalu berjalan ke arah tempat tidur ku namun saat aku belum sempat merebahkan tubuh ku di atas ranjang tiba- tiba aku mendengar suara sayup-sayup. Ya suara itu milik nya. Ia memanggil namaku.

Chanyeol-ah… datanglah? Bisakah kau datang ke hadapanku sekarang? Tapi apakah dia benar-benar akan datang bila aku panggil dirinya kesini? Memangnya siapa dirinya? Kesatria berkuda hitam…”

Tanpa berpikir panjang lebar aku langsung keluar dari jendela kamarku menuju kediaman Jiyeon sahabat terbaikku.

~OoO~

~Di kediaman Jiyeon~

Tok…tok..tok…

Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Jiyeon dan tak berapa lama kemudian masuklah seseorang pria yang bertubuh tegap.

Appa??

“Jiyeon-ah… bisakah kau ikut denganku sekarang?” pintanyanya  kepada putrinya dan Jiyeon pun mengikuti keinginan ayahnya tanpa perlawanan.

~OoO~

~Beberapa menit kemudian~

Dengan langkah yang gontai, gadis itu memasuki pintu kamarnya. Wajah gadis itu terlihat sangat murung setelah kembali dari percakapan dengan ayahnya. Saat gadis itu hendak membalikkan tubuhnya tiba-tiba ada sesosok bayangan hitam sekilas dan dalam hitungan detik tubuh Jiyeon langsung terkunci oleh seseorang yang ada di belakang punggungnya. Bahkan saat Jiyeon hendak berteriak, bibir mungil miliknya sudah di sumpal oleh sebelah tangan seseorang yang ada tepat di belakangnya.

Jiyeon mulai meronta-ronta tapi tenaganya tak cukup kuat dan tanpa dia sadari gadis itu pun berhenti meronta dan tak lama keluarlah tetesan airmata dari kedua sudut matanya. Sontak seseorang yang saat tadi menyekap Jiyeon. Langsung melepaskan tubuh milik gadis itu dan kemudian membalikkan tubuh Jiyeon tepat di hadapannya.

Mianhaeyo… Jiyeon-ah…” ucapnya dengan nada yang bersalah.

Gadis itu hanya terdiam tanpa bergeming. Air matanya mulai deras membasahi kedua pipinya. Chanyeol pun semakin panik. Saat Jiyeon tak henti-hentinya menangis. Dengan lembut kedua jari jemari pria itu menghampus kedua pipi milik Jiyeon yang sudah basah dengan air mata.

Kedua matanya menatap dua manik milik Jiyeon dengan intens. Sang gadis pun hanya diam terpaku saat dirinya di tatapan oleh lawan bicaranya.

“Apakah kau baik-baik saja, Jiyeon-ah?” masih tetap menyentuh kedua pipi Jiyeon dengan kedua tangannya. Jiyeon tetap terdiam dan tiba-tiba Jiyeon langsung memeluk pria yang ada di hadapannya. Gadis itu tetap diam membisu di dalam dekapan Chanyeol.

~OoO~

~Di tempat kediaman Chanyeol~

“Sayang, apakah tak masalah bila Chanyeol keluar di tengah malam seperti ini?” tanya Nyonya Park sambil memberikan secangkir kopi pada suaminya.

“Tenang saja, sayang. Dia sudah dewasa mungkin saja ia ingin mencoba kekuatan supernya.” balas Tuan Park dengan santai seraya menenguk minuman yang sudah di siap kan oleh istrinya.

Kemudian Nyonya Park menayakan kembali ciri-ciri tentang cinta sejati anaknya pada suaminya. “Tapi, Yeobo. Memangnya wanita yang di takdirkan untuk anak kita seperti apa?” tanya Nyonya Park penasaran.

“Entahlah? Yang jelas takdir untuk dirinya adalah seseorang yang unik dari pada yang lain dan hanya dia yang dapat mengetahuinya. Mudah-mudahan ia tak salah dalam memilih siapa yang akan menjadi cinta sejatinya.”

“Tapi kalau seandainya anak kita salah memilih bagaimana?” tanya Nyonya Park tapi kali ini nada wanita paruh baya itu nampak khawatir.

Tuan Park pun tak kalah khawatir di bandingkan sang istri. Pria paruh baya itu pun membalas pertanyaan istrinya dengan nada yang berat. “Bila ia sampai salah memilih atau takdirnya adalah wanita yang tak seharusnya di cintai oleh sebangsa werewolf maka hubungan cinta mereka akan kandas sebelum di mulai.”

“Maksud mu?”

“Ya, bila takdirnya adalah anak dari pemburu serigala maka nasip percintaan mereka akan berakhir dengan tragis. Karena kakakku pernah mengalaminya dan aku sendiri yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya. Mereka akan terpisah. Bukan takdir yang memisahkan mereka tapi keadaan yang mengharuskan dirinya untuk berpisah. Mereka akan saling membunuh atau mereka  berdua memilih untuk  bersama-sama menyusul kematian.” seraya menghela napas panjang.

~OoO~

~Jiyeon POV~

Bukan karena aku ketakutan aku menangis dan bukan karena dia juga diriku menangis. Yang membuat aku menangis adalah saat aku di beritahukan tentang asal muasal kematian ibuku. Ibuku meninggal karena menolongku dari kekejaman sang manusia serigala. Manusia serigala itu telah mencabik-cabik tubuh ibuku dan mengoyak-ngoyakkannya. Saat itu aku pernah melihat ibuku  jatuh terkapar penuh dengan lumuran darah tapi itu saat aku masih berumur 1 tahun dan saat itu aku masih tak mengerti bila saat itu ibu sudah tak bernyawa lagi. Aku di sembunyikannya di bawah ruangan bawah tanah yang kecil yang hanya berukuran cukup untuk tubuhku.

Senjak saat itu ayahku menjadi pemburu manusia serigala untuk membalas dendam kematian ibuku dan aku pun diajak untuk turut serta memburu sang werewolf. Tapi bagaimana mungkin aku bisa membunuhnya? Membunuh semut pun aku tak sanggup.

Lalu bagaimana bisa aku membedakan yang mana manusia dan yang mana werewolf?  Itu sangat membingungkanku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku ikut membalas dendam atas kematian ibu bersama dengan ayahku?

~OoO~

~Di tempat yang lainnya~

“Nana-ah… kau istirahatlah sekarang, ingat besok adalah hari pertama kau masuk sekolah barumu. Kalau bisa kau bertemanlah di sana.” ucap wanita paruh baya tersebut sambil tetap sibuk dengan file-filenya.

“Aku harap aku mendapatkan sahabat, memangnya salah siapa aku jadi seperti ini?” balas gadis itu kesal. Dan tak sengaja di dengar oleh wanita paruh baya tersebut.

“Eh…? Apa kau baru saja bicara padaku?” tanyanya. Dengan cepat gadis muda itu menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia pun pergi berlalu meninggalkan wanita tersebut.

“Aku harap di sekolah baruku ini, aku mendapatkan seorang teman atau mungkin saja cinta sejati ku? Semoga esok berjalan lancar.” gumam gadis itu seraya mengembangkan senyuman di wajahnya.

~OoO~

Aku menatap kedua mata Jiyeon dengan seksama namun tak ada yang bisa aku dengar. Aku ingin tahu apa yang membuatnya menangis?

Apakah ia menangis karena lelucoanku atau dia menangis karena ada sesuatu yang membuat hatinya sedih?”

Kalimat itu yang ingin kau katakan kepadanya. Tapi aku tak mampu untuk menanyakan pertanyaan itu kepada dirinya.

“Apakah kekuatan ku tak berfungsi lagi? Apakah kekuatanku itu ada batas waktunya? Kenapa semuanya sama sekali tak bekerja terhadap dirinya? Kenapa aku menjadi frustasi saat melihat gadis ini bersedih?”

 

-TBC-

-TBC-

Annyeonghaseo Yeorobun, ketemu lagi dengan Phiyun disini, hehehe 😀

Mudah – mudahan kalian gak bosen ya ketemu sama aku terus. Akhirnya aku bisa mempublish FF ku ini yang sudah hampir terlupakan oleh ku mahkan kalian semua… maap ya kalau kalian menunggu kelanjutannya sampe lumutan bahkan sampe gak inget/ hehe/ ngarep di tunggu/ kekeke 😀

Maaf juga ya kalau ada kata yang typo bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum author juga manusia biasa, hehehe 😀

Jangan lupa RCL-nya ya, karena komentar dari readers semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam membut fanfic selanjutnya.

See you next chapter berikutnya…

Gomawo ^^

Advertisements

35 thoughts on “Heart Of The Werewolf [Part 1]

  1. hmm chanyeol nanti jadi nya gimana yahh ?? jiyeon atau nana ??
    sehubung aku chanana shipper jadi chanana hehe ,, tapi terserah athor teh yang penting ada chanyeol & nana nya ,, trs nana nya gak jahat hehe

    next thorr ,, jgl lama lama yahh nanti kangen wkwkkw

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s