[Ficlet] Ringing Bell #Seri 1

RINGING BELLCast:

Kim Yeri, Han Sanghyuk, Kim Yoojung

Genre:

Friendship, A little romance, Sad

Length: Ficlet [about 880 words]

Rating: General

“Where’s the ringing bell?”

Tiga orang siswa SMA Namhyuk sedang disibukkan oleh tugas mata pelajaran kimia – yang sangat tidak disukai oleh mayoritas siswa. Ketiganya serap kali mengerutkan kening saat menyelesaikan satu soal yang dianggap ‘sulit’.

“Yaak! Jenis soal seperti apa ini? Kenapa Jung saem memberikan tugas mengerikan bagaikan monster seperti ini?” gerutu Yeri – gadis berambut panjang dan berparas imut yang kini tengah menggeletakkan kepalanya di atas meja ruang tamu di rumahnya.

Han Sanghyuk – teman sekelas Yeri – hanya melirik gadis itu seraya menyunggingkan salah satu sudut bibirnya. “Kenapa? Kau tidak bias mengerjakannya?”

Yeri tersinggung. Ia segera menegakkan punggungnya dan menatap tajam ke arah Hyuk yang duduk tepat di depannya. “Bukan begitu. Aku bias mengerjakannya. Memangnya kau bisa? Eoh?” Sepasang bola mata milik Yeri melotot kesal pada Hyuk.

Hyuk mengangkat kedua bahunya. “Aku juga tidak bisa,” jawabnya ringan – tanpa merasa bersalah telah membuat Yeri kesal.

“Yaak! Hentikan lelucon kalian berdua! Aku bisa gila belajar bersama kalian sepanjang waktu,” keluh Yoojung – mengalihkan tatapannya dari lembaran buku pelajaran kimia ke arah Hyuk dan Yeri. “Nasibku sial sekali. Kenapa aku harus satu kelompok dengan kalian berdua?”

Yeri dan Hyuk melirik Yoojung tak senang.

“Kalau begitu, kerjakan saja sendirian.”

Hyuk menyenggol siku Yeri – mengingatkan gadis itu kalau ucapannya tadi dapat menyakiti perasaan Yoojung yang notabennya adalah siswi teladan di kelas mereka.

Yoojung menghembuskan nafas kasar. “Baiklah. Aku akan mengerjakannya sendiri.” Segera, ia menutup semua buku yang ada di hadapannya kemudian menegakkan tubuhnya dan bersiap pergi.

“Yoojung-a, tunggu!” Hyuk menahan Yoojung pergi dengan memegang lengan gadis itu. Melihat Yoojung yang menurut begitu saja, Hyuk pun melanjutkan kata-katanya. “Setidaknya, biarkan kami belajar sesuatu yang baik dari gadis baik sepertimu. Sekali ini saja, eoh?”

Yeri dan Yoojung tak menyangka kalau Hyuk akan mengatakan hal seperti itu pada gadis terpandai di kelas mereka. Hyuk memamerkan senyum manisnya pada Yoojung – berharap gadis cantik itu luluh dan mengurungkan niatnya pergi dari rumah Yeri.

Diam, itulah yang dilakukan Yeri setelah melihat sikap Yoojung yang ternyata sama keras dengan dirinya. Ia merasa bersalah. Tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada Yoojung. Bagaimanapun juga, ia dan Hyuk harus berterimakasih pada Yoojung karena siswi terpandai itu bersedia belajar bersama mereka berdua. “Yoojung-a, maaf. Tidak seharusnya aku bersikap seperti tadi. Mari kita kerjakan bersama-sama.”

Yoojung menggerakkan bola matanya – menatap sosok Yeri kemudian Hyuk secara bergantian. “Baiklah,” jawabnya singkat. Ia pun duduk kembali di tempat semula.

Hyuk tersenyum senang karena usahanya telah berhasil. Ya, setidaknya mereka tidak akan mendapat nilai merah untuk tugas kimia kali ini.

Kriiiing!!

Kriiiiiing!!

Yeri menutup kedua telinganya saat alarm Hyuk berbunyi. “Yaak! Tak bisakah kau mematikan alarm-mu itu sehari saja, eoh? Telingaku sudah muak mendnegar bunyi alarm itu.”

“Hehe… maaf. Aku mau ke kamar kecil dulu.” Hyuk beranjak ke kamar mandi yang berada pada jarak 10 meter dari ruang tamu.

***

Hyuk masuk ke dalam kamar mandi kemudian mengeluarkan botol kecil berisi beberapa butir obat yang harus ia minum saat itu juga. “Ah, seharusnya aku pergi ke dapur, bukan ke kamar mandi.” Ia pun membuang air bersih yang digunakan untuk membuat suara tipuan agar terdengar benar-benar sedang buang air di dalam kamar mandi itu. Tak lama kemudian, Hyuk keluar dengan ekspresi datar dan langsung pergi menuju dapur yang memang terletak dekat dengan kamar mandi itu.

“Akhirnya…” lirih Hyuk saat ia melihat air putih dan gelas kosong di atas meja makan. Ia meraih gelas itu dan menuangkan air putih secukupnya. Detik berikutnya, Hyuk meminum satu butir obat bersamaan dengan air putih yang mengalir membasahi kerongkongannya. Ia dapat bernafas lega setelah obat itu masuk ke dalam lambungnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Deg!

Sontak, Hyuk membalikkan tubuhnya dan membelalakkan kedua bola matanya saat melihat sosok Yeri berdiri di depannya. “A, aku… hanya haus. Ya, aku haus. Jadi… aku pergi ke sini untuk mengambil air minum.”

Yeri tak percaya begitu saja pada Hyuk. Ia mengerutkan keningnya. “Bukankah aku sudah menyediakan air minum di ruang tamu?”

Deg!

Benar, Yeri sudah menyediakan air minum dan beberapa makanan ringan di ruang tamu. “I, itu….” Hyuk mengeluarkan keringat dingin. Ia sangat gugup, lidahnya kelu – tak dapat mengatakan sesuatu, entah itu kebenaran atau kebohongan.

Yeri masih menatap Hyuk dengan harapan mendapat jawaban logis dari teman sekelasnya, sekaligus teman masa kecilnya itu.

“Jarak dari kamar mandi ke dapur lebih dekat, jadi aku putuskan untuk mengambil air minum di sini.” Akhirnya satu jawaban meluncur dari mulut Hyuk – meskipun itu mengandung unsur kebohongan. “Ayo kembali ke sana. Kasihan Yoojung.” Hyuk menarik lengan Yeri agar gadis itu tak sempat berpikir macam-macam tentang dirinya.

Setiap hari Hyuk harus mengaktifkan alarm di ponsel dan jam tangannya agar tidak melupakan jadwal minum obat yang sudah ditentukan oleh dokter pribadinya. Alarm itulah yang setiap hari didengar oleh Yeri – selaku teman karibnya sejak kecil.

Hyuk dan Yeri kembali ke tempat belajar – di mana Yoojung tengah menunggu mereka berdua dengan raut wajah kecewa. “Bisakah kalian serius sebentar saja? Tugas ini tidak akan selesai jika kita tidak serius mengerjakannya.”

“Baik. Ayo kita kerjakan bersama,” sahut Hyuk bersemangat.

Yeri dan Yoojung langsung menatapnya aneh.

“Yaak! Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?” Tanya Hyuk bingung dengan tatapan Yeri dan Yoojung padanya.

Yoojung menggeleng dan menjawab tidak ada apa-apa. Namun Yeri masih diam dan menatap Hyuk lekat-lekat – seakan ingin menerkam laki-laki itu dalam keadaan hidup.

“Kita harus bicara berdua… di lain waktu,” ucap Yeri – membuat Hyuk tegang dan Yoojung penasaran.

TBC to 2nd Part

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s