Freelance – Naman Sarangbwajo (Chapter 3)

wef-copy
[Freelance ] Naman Sarangbwajo (chapter 3)

story by Nani hunhan
cast(s): Oh Sehun, Im Yoona, Park Chanyeol, and find it.
Genre: school life, friendship.
Rating: PG-13

poster by Deerkkamjong07 ( http://deerkkamjong0794.wordpress.com )

this story is pure my idea. But, the cast not mine.
Silent readers? Andwe!

/Happy Reading/

Chap 3

“Hati-hatilah Him, bisa-bisa kau terkena efek dari duduk sebangku dengan Baekhyun.” canda Minha
“mwo? Kau~” geram Baekhyun.
“kecilkan suaramu, Bacon!” tegur Himchan, dan Baekhyun mengangguk.

“Molla.. jangan tanyakan padaku. Mau itu karena siswa baru atau efek Baekhyun, itu masalahnya. Lagian, sejak kapan kau ingin tahu tentang anak itu.” ucap Dasom pada Baekhyun, sebab Dasom juga tak tahu dan tak ingin tahu.
Biarkan adiknya (Sehun) mengatur hidupnya sendiri, seperti yang di kata Sehun sendiri bahwa ia tak ingin dan tak suka diatur.
“Aku hanya bertanya, bukan berarti ingin tahu. Biasa saja, kenapa!?” balas chanyeol ketus.

“sampai disini materi pada hari ini. Himchan, tolong bawakan buku ini keruanganku. Baiklah, sampai jumpa minggu depan.” Guru Lee segera meninggalkan ruang kelas tersebut.
Tak lama, bunyi bell istirahat berbunyi.

Sehun menghampiri Noona-nya, yang selalu mengikuti Chanyeol. Sehun tak suka Dasom mendekati Chanyeol.
Sehun tahu persis, dan ia sangat peka jika Noona-nya itu menyukai Chanyeol. Namun, Chanyeol tak menyukai Noona-nya. Karena cinta Noona-nya bertepuk sebelah tangan itulah, membuat Sehun melarang Dasom mendekati Chanyeol.

Sehun menyuruh Dasom agar menunggunya diluar kelas sebelum ke kantin bersamanya.

Yoona yang merasa ditinggalkan oleh Sehun begitu saja, merasa bingung sendiri. Ia belum akrab betul dengan penghuni kelas barunya ini.

Usai menyatakan ada yang perlu diambil di dalam kelas pada Dasom, Sehun kembali ke kelas tempat tas ranselnya berada.

‘ah, tebakanku benar. Pasti ia akan menawariku pergi dengannya.’ batin yoona.

Namun, apa yang di pikirkan yoona meleset.
Sehun kembali bukan untuk mengajaknya atau apapun itu, namun Sehun hanya mengambil sesuatu dari dalam tas ranselnya, dan itu adalah handphone dan PSP-nya. Setelah itu, Sehun berlalu begitu saja tanpa memperdulikan yoona. Senyum sebelum pergi saja, tak ditampakkan oleh Sehun.

Didalam kelas itu, hanya tersisa beberapa siswa saja dengan kesibukan masing-masing.

Yoona Pov
ingin rasanya tadi aku menyapa Oppa, tapi kenapa malah ia cuek dan seperti tak kenal padaku? Aku jadi ragu menyapanya.

Sepertinya aku akan menjadi anak bodoh yang hanya berdiam diri saja ditempat duduk.

Namun, tak selang lama ada seorang yeoja yang kutahu ia juga satu kelas denganku dengan ramahnya menyapaku.
“Hai, yoona. Aku, Minha. Kau tak ingin keluar? Jika aku tak harus keruang OSIS sekarang, aku bisa saja menemanimu keluar.” ucap Minhan ramah.
“Hai, Minha. Kau terlalu baik, tapi aku tak masalah dan aku juga tak ingin merepotkanmu. Gomawo..” jawabku, ia tersenyum setelah mendengar jawabanku.

“ah, gwenchana. Itu, gunanya teman.” balas Minha.
‘Minha sangat baik dan ramah, semoga aku bisa berteman baik dengannya.’ batinku.

“umm.. Minha, sebelum kau pergi, apa aku boleh…” belum selesai apa yang ingin ku utarakan padanya, Minha telah menyelahnya.
“katakan saja.” selanya dengan semangat.
Aku hanya terkekeh.

“bisa kau panggilkan Chanyeol kemari, untuku?” pintaku sedikit ragu.
“Ah, hanya itu?” tanyanya dan aku mengiyakan.
Setelah itu, ia terlihat asik dengan mengotak-atik ponselnya.

Ternyata ia menghubungi seseorang.
“Yoebseo.. Yeol, kau bisa kekelas sekarang? Jal deréséyo, Temani Yoona, ia sendiri disini. Sekarang, bukan besok.” kata Minha pada orang yang ia hubungi, dan jelas sekali jika orang itu Chanyeol.
“ok.” putus Minha.

“yeol akan segera kemari. Dan Aku harus pergi.” ungkap Minha dan usai menerima anggukan dariku, ia lalu berlalu keluar kelas.

Yoona Pov End

@kantin

“Nugu?” tanya Baekhyun pada Chanyeol.
“Minha yang menghubungiku. Jadi, aku duluan yah.” jawab Chanyeol dan hendak pergi.
“Yeol, kau mau kemana? ” tanya Dasom.
Yah dikantin amat ramai hari ini, mungkin penyebabnya karena ada Oh Sehun.
“waeyo, Kau tuli yah? Aku telah mengatakannya kan tadi, jika Minha perlu bantuanku. Araseo!?” tegas Chanyeol dan hendak pergi,
namun Sehun meneriaki namanya.

“Yah, Chanyeol!! Tak bisakah kau ramah sedikit pada Yeoja?” teriak Sehun yang ditujukan untuk Chanyeol.
“Bisa, sangat bisa. Tapi, ada tapinya. Jika gadis itu adalah Noona-mu, makanya aku tak bisa ramah dan baik padanya.” balas Chanyeol tajam.

“Him, kita harus menghentikan mereka. Sepertinya akan terjadi perkelehaian sengit. Bagaimanapun Sehun adalah teman kita dan Chanyeol juga.” ungkap Baekhyun
“Jika Sehun aku akui dia adalah teman kita, tapi Chanyeol? Ia mungkin hanya Temanmu. Aku malas melerai mereka.” gumam Himchan.

“Him, Bacon, lakukan sesuatu.” ujar Dasom khawatir.

TBC

Don’t Forget, RCL Readers.
Mian, jika setiap chap pendek sebab itu adalah ciri ffku.
See you, next chapter.

 

Advertisements

7 thoughts on “Freelance – Naman Sarangbwajo (Chapter 3)

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s