This Is A Secret [Part 1 Of 2]

thisisasecret-arinyessy

|| Title: This is a secret || Author: Phiyun || Genre: Romance | Comedy | School life | Friendship || Cast: Choi Siwon | Im Yoona || Member support : Suju ||

 

Poster Credit: arin yessy @ Indo Fanfictions Arts (Thank’s ^^)

 

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film maupun buku yang pernah di tonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Tulisan miring adalah ungkapan didalam hati Yoona ^^

 

*** Happy  Reading ***

~Pov Yoona~

 

Hampir satu minggu aku pindah rumah dan sekolah ku yang baru. Bukan hanya rumah baru saja yang aku dapatkan tapi aku juga mendapatkan nama yang baru juga di sekolah baru ku.

 

-Sepulang sekolah-

 

“Yah! Anak aneh… anak aneh…anak aneh” Ledek beberapa murid laki-laki yang sekelas dengan ku.

“Lihat wajahnya terlihat sangat aneh kan?” Ujar murid lain dan disusul oleh temannya. “Betul, itu… jangan-jangan ia bodoh lagi, hahaha!” Sambil tertawa terbahak-bahak.

 

Mendengar perkataan itu, aku hanya bisa membalas ucapan mereka dengan senyuman. Bukan salah ku bila wajah ku tak bisa mengekspresikan apa yang mereka inginkan.  Aku juga tak bisa membalasnya dengan berbalik mengejek mereka semua satu persatu karena semua itu tak akan selesai bila kita membalas kejahatan dengan kejahatan. Jadi aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman meskipun hatiku sakit dan perih karena selalu disebut dengan panggilan anak aneh plus bodoh.

 

Semenjak kejadian itu, setelah mendengar bel tanda pulang sekolah aku langsung bergegas keluar dari dalam kelas bersamaan dengan guru yang setelah selesai mengajar. Aku selalu melakukan hal semacam itu selama disekolah ku yang baru tapi setelah aku bertemu dengannya hidupku berubah drastis dan disaat itu juga aku merasakan jatuh cinta untuk pertama kali.

 

~OoO~

 

-Di belakang halaman sekolah-

 

Terlihat ada segerombolan anak laki-laki yang sedang berjalan. Salah satu dari mereka sedang asik bengobrol dan sesekali mereka juga tertawa terbahak-bahak. Ternyata tak jauh dari sana ada seorang anak perempuan sedang bersembunyi dibalik semak-semak yang tak jauh dari mereka.

 

Pembicaraan anak laki-laki itupun terdengar sayup-sayup ditelinga sang anak gadis tersebut. Gadis kecil itupun mulai menggeserkan tubuhnya untuk lebih dekat lagi ke arah mereka. Sepertinya gadis kecil itu penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh mereka semua.

 

“Yah… apakah kau tahu murid pindahan dari Busan itu? Dia sangat aneh ya.”

“Benar, dia aneh tapi wajahnya cukup manis.” Sahut salah satu dari mereka. Mendengar ada kalimat manis dari ucapan salah satu temannya,  merekapun tertawa. “Hahaha!!!. Manis?? Katamu ia manis? Adanya wajah seperti itu dikataakan bodoh!” Balas temannya dengan tertawa terbahak-bahak.

 

Aku sangat sedih saat mendengar itu. Akupun lalu menutup kedua telingaku erat-erat dengan kedua telapak tangan ku. aku melakukan itu semua agar aku tak dapat mendengarkan ocehan mereka tapi itu percuma saja karena semakin aku menutup kedua telingaku, malahan aku semakin tersiksa. Aku tak kuat lagi, kesabaranku sudah melampaui batas. Saat aku hendak keluar dari persembunyian ku tiba-tiba ada seorang anak laki-laki menjoroki ku dari belakang alhasil  tubuhkupun jatuh kembali ke semak-semak.

 

Tak berapa lama kemudian terdengar suara … “Byuurrr!!!”

 

“Apa yang kau lakukan!!! Apa kau tak melihat ada orang disini?!” Gerutu segerombolan anak laki-laki tersebut. Aku sempat kaget saat melihat pakaian mereka sudah basah kuyup semua dari balik semak-semak. “Apakah dia sengaja atau dia tak tahu ada orang disana?

 

Dengan santainya anak laki-laki yang saat tadi menabrakku berkata. “Maaf,  aku tak tahu kalau ada kalian disana? Tadi aku sedang menyiram tanaman.” Sambil tersenyum riang.

Mwo?? Kau becanda? Hah!!” Bentak salah satu dari mereka dan kemudian anak laki-laki itu langsung meraih ember yang dipegang olehnya setelah itu ember tersebut dibantingnya cukup kencang.

 

“Bbrraanggkkk!!!”

 

Anak laki-laki yang tadi menabrakkupun hanya diam terpaku. Kali ini ia ada didepan ku sehingga aku hanya dapat melihat belakang punggungnya dari balik semak-semak. Melihat dirinya terpojok, aku jadi ingin menolongnya. Akupun lalu berdiri dan siap keluar saat aku akan keluar tiba-tiba anak laki-laki yangg tadi terdiam itu berteriak.

 

“Tetaplah kau disana, jangan bergerak!!!”

 

Entah kenapa aku langsung mengikuti perintahnya. Walaupun aku tak tahu apa dia berkata untukku atau kepada orang yang ada dihadapannya. Dan akupun hanya dapat diam sambil kembali bersembunyi dibalik semak-semak setelah itu mengamati apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

 

“Apa kalian sudah selesai bermain disini? Kebetulan aku ingin melanjutkan menyiram tanaman di sekitar sini.” Sambil tersenyum.

 

Mendengar perkataannya, anak laki-laki yang ada dihadapannya menjadi kesal. Iapun lalu mendorong-dorong pundak pria yang menolongku dengan tangannya.

 

“Yah! Apa kau becanda?!” sambil tetap mendorong. Tiba-tiba tangan anak laki-laki yang mendorong dirinya digengam erat olehnya setelah itu iapun berkata. “Becanda? Haha!!” Kali ini ia yang tertawa. “Boleh… akan aku tunjukan cara becanda sesungguhnya kepada kalian. Apa kalian ingin bermain permainan dengan ku?” Tambahnya tapi ekspresi wajah yang ia tunjukan terbading terbalik saat tadi sambil menggepal erat tangan lawan bicaranya, yang membuat ku aneh kenapa tampang lawan bicaranya terlihat gugup dan tak lama kemudian segerombolan anak laki-laki itu pergi kocar-kacir seperti ketakutan padanya. Padahal diakan tidak berkata kasar pada mereka tapi kenapa mereka terlihat sangat ketakutan?

 

Setelah itu diapun berjalan menghampiri diriku yang masing bersembunyi. “Anak aneh!” Ujarnya kepadaku. Aku kira ia adalah orang yang baik ternyata ia tak jauh beda dengan mereka. Aku juga sudah bosan dan kesal selalu dipanggil dengan sebutan itu.

 

“Nama ku Im Yoona! Bukan anak aneh!! Aku memang seorang yang pendiam tapi aku tidak aneh dan bodoh!!!” Bentakku kepadanya. “Kenapa semua teman sekelasku selalu mengatai aku seperti itu? Apa salah ku pada mereka?” Tanpa aku sadari akupun mulai meneteskan airmata. Airmataku tak dapat aku hentikan, semakin aku ingin menghentikannya malahan terjadi sebaliknya pada diriku.

 

“Itu kau tahu. Kalau begitu aku panggil kamu Yoona, ya. Perkenalkan nama ku Siwon, salam kenal Yoona-ah.” Katanya sambil menepuk-nepuk lembut puncak kepalaku seraya tersenyum manis dihadapanku.  Baru pertama kali aku melihat senyuman seorang pria yang semanis ini, senyumannya seperti malaikat dan didetik itu juga aku jatuh cinta untuk pertama kalinya.

 

~Pov Yoona-end~

 

~OoO~

 

~5 Tahun kemudian~

 

“Tap…tap..tap…”

 

Terdengar dari kejauhan suara langkah kaki yang sedang berlari cepat kearah lantai dua. Ternyata yang membuat kegaduhan adalah seorang gadis yang berpakaian sekolah. Setibanya ia diatas, gadis itu langsung masuk kedalam kamar yang ada dilantai dua tanpa permisi terlebih dahulu dengan sang pemilik kamar.

 

“Sudah terlambat!! Mau sampai kapan kau tidur, Siwon-ah!!!” Teriak gadis itu sambil berkacak pinggang. Mendengar ocehan sang gadis, Siwonpun malah menarik selimutnya sampai menutup kepalanya. Melihat dirinya tak digubris oleh Siwon, yeoja itupun  mulai kesal dan tanpa basa-basi selimut yang menutupi tubuh namja itu ia tarik dan kemudian selimut tersebut dibuangnya kelantai.

 

“Bangun!!! Kau membuat ku terlambat masuk sekolah, Siwon-ah. Cepatlah bangun! Dasar pemalas!” Kata gadis itu sambil mengoncang-goncangkan tubuh sang pria. Tapi nampaknya namja itu tak suka bila waktu tidurnya diganggu oleh perempuan yang berkuncir kuda tersebut.

 

Dengan suara yang berat pria itu berkata dengan espresi wajahnya yang berang. “Yah! Kau menggangu saja!” Tapi nampaknya perkataan Siwon tak berpengaruh dengan diri gadis itu. Gadis itu malah memukul-mukul tubuh Siwon dengan bantal, agar dirinya bangun.

 

“Cepat bangun!!! Ini sudah jam 7 pagi!!! Hari ini kita ada ulangan!” Kata gadis itu sambil tetap sibuk memukuli tubuh Siwon dengan bantal. Siwonpun jadi kesal dan namja itu langsung meraih lengan gadis itu dan menariknya keatas ranjang. Kemudian pria itu mengunci tubuh gadis itu didalam pelukannya sambil berkata. “Tunggulah sebentar, aku masih mengantuk, Yoona-ah.” Ujarnya sambil mendekap erat tubuh gadis itu dan entahlah apakah itu sengaja atau tidak, Bibir Siwon hampir saja menyentuh bibir Yoona yang berwarna peach tersebut.

 

“Aaahkk!!!” Teriak Yoona histeris. Sontak Yoona langsung mendorong tubuh Siwon cukup kencang dan… “Bruukkk!!!” Tubuh pria itupun tersungkur kencang ke bawah lantai. “Yak!!! Apa yang kau lakukan, Yoona-ah! Kau mau mati, hah!!!” Teriaknya sambil menyeringai kesakitan dengan kedua matanya yang menatap tajam ke arah sosok gadis polos tersebut.

 

Yoonapun menjadi kikuk saat dirinya ditatap oleh Siwon dengan mata elangnya. Kemudian gadis yang berkuncir kuda itu lalu turun dari atas ranjang milik Siwon kemudian dengan lantangnya ia berkata.” Mwo?! Adanya itu kalimatku.” Ungkapnya seraya berkacak pinggang dan tiba-tiba Yoona memukul kepala Siwon cukup kencang dengan bantal yang barusan ia gunakan untuk memukul pria itu.

 

Neo…neo… paboya!” Teriak gadis itu setelah itu Yoonapun berlalu. Siwon terlihat bingung dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya. “Dasar gadis aneh..” Gumamnya sambil menarik sebelah sudut bibir tipisnya.

 

~OoO~

 

-10 menit kemudian-

 

“Ayo kita berangkat sekarang, Yoona-ah.” Ucapnya. “kau lamban sekali, Yoona-ah. Keleletanmu membuatku terlambat pergi kesekolah.” Tambahnya dengan ekspresi wajah yang senang.

“Sialan! Adanya itu ucapan yang aku katakan padamu, dasar sinting.” Umpatnya dengan suara yang berbisik pelan dibelakang Siwon sambil mengepal kencang kedua tangannya.

 

Tiba-tiba langkah kaki namja itu terhenti. Entah apakah pria itu mendengarkan makian gadis itu atau dia memang sengaja menghentikan langkahnya untuk menunggu sang gadis, yang jelas Yoona langsung mengunci rapat-rapat mulutnya saat Siwon mulai berjalan menghampiri dirinya.

 

Yoonapun terpojok, tanpa ia sadari  dirinya memundurkan langkah kakinya. Tapi baru beberapa langkah yeoja itu melangkah mundur, pria yang ada dihapannya langsung memotong aktivitas yang dilakukan oleh gadis itu dengan menggengam erat pergelangan tangannya.

 

“Apa yang sedang kau lakukan, Siwon-ah.”

Mwo? Apa yang sedang aku lakukan? Masa kau tak mengerti juga? Bukannya kita sudah saling kenal selama  5 tahun belakangan ini, Im Yoona-ah…” Ujarnya sambil menarik lengan gadis itu kehadapannya dan pastinya tubuh Yoonapun sudah ada didepan pria tersebut.

 

Nampaknya Yoona merasa risih dengan tatapan mata namja yang ada di depan hadapannya ini. “A-apa maksudmu, Siwon-ah? Aku sama sekali tak mengerti dengan perkataan mu.” Kilahnya seraya menundukan kepala.

 

Pria itupun malah terkekeh melihat refleks yang diperlihatkan oleh lawan bicaranya tersebut. “Kau masih tak mengerti juga, Im Yoona-ssi?” Ucapnya dengan memperlihatkan sederet giginya yang berwarna putih tersebut didepan gadis yang ada didepan hadapannya.

 

“Kau akan tahu , apa yang akan aku lakukan terhadap dirimu. Jadi bersiap-siaplah, Yoona-ah.” Tuturnya sambil memperlihatkan lesung pipitnya kepada Yoona.

“Eh…??” Balas Yoona bingung.

 

~OoO~

 

“Tap! Tap! Tap!”

 

Dari kejauhan terlihat ada dua orang murid sekolah sedang berlari kencang disepanjang  jalan setapak. Mereka berdua saling bergandengan tangan. Sesekali sang wanita ingin meraih dan memukul pundak sang pria agar menyuruh namja itu berhenti berlari karena nampaknya murid perempuan itu terlihat sangat kelelahan.

“Brruukk!!!” dan tak sengaja gadis itu menabrak tubuh seseorang yang ada didepannya. Tubuh yeoja itupun oleng dan wajah gadis berkuncir kuda tersebut hampir saja menyentuh trotoar tapi itu tak terjadi karena laki-laki yang ada dihadapannya sudah meraih lengannya sebelum itu terjadi.

 

“Yah? Dengan kedua kakimu yang pendek, kita berdua akan terlambat, Yoona-ah!”

Mi-mian…” Balas gadis itu dengan wajah menyesal.

Mendengar kata maaf dari bibir Yoona membuat Siwon tak bisa marah terhadap gadis itu.“Tak ada jalan lain.” Ucapnya dengan menghela nafas yang panjang.

“Eh…??”

 

Dan tanpa berkata apapun, Siwon langsung menarik lengan Yoona dan kemudian menggendong tubuh mungil gadis itu dibelakang punggungnya.

“Yak!!! Turunkan aku, Siwon-ah!” Pinta Yoona sambil menepuk-nepuk pundak namja itu. Tapi nampaknya Siwon tak mengindahkannya. Pria itu tetap menggendong tubuh Yoona dibelakang punggungnya sambil berlari kencang.

 

~OoO~

 

~Pov Yoona~

 

Kau memang curang, Siwon-ah. Apakah kau tahu kau selalu membuat jantungku selalu berdebar-debar. Meskipun dirimu tak sama dengan dirimu yang dulu tapi rasa sayang ku padamu tak berkurang sedikitpun. Aku sangat bersyukur karena aku dapat bertemu dan mengenal dirimu. Kau adalah orang pertama yang menjadi teman baik ku di sekolah baru yang ku tempati. Aku seperti dineraka pada saat itu tapi setelah aku bertemu dengan mu, semuanya berubah. Sekolah yang kuanggap seperti neraka berubah menjadi taman surga saat aku melihat senyumanmu.

 

Aku sangat menyukai senyuma malaikatmu. Kau tersenyum begitu tulus dihadapan ku, dulu aku sempat berpikir seperti itu tapi sekarang tidak lagi karena  semakin lama aku dekat dengan mu dan mulai mengerti dirimu. Aku baru tahu kalau senyuman yang selalu kau tunjukan padaku bukan lah milik ku seorang karena kau juga menunjukan senyuman mu itu kepada semua orang dan hanya aku saja yang tahu wajahmu yang sebenarnya dan hanya aku juga yang tahu sifat aslimu.

 

Aku sedikit senang saat kau bisa berlaku jujur didepan ku tapi terkadang didalam hatiku yang sebenarnya aku merasa iri dengan para yeoja-yeoja yang lain saat kau memperlihatkan senyuman pemungkasmu terhadap mereka. Hatiku sangat pilu, aku juga ingin diperlakukan seperti itu juga oleh mu tapi kan tak mungkin aku mengatakan itu padamu.

 

Kau selalu menolong para gadis di sekolah, sedangkan kau selalu menyuruhku disekolah bahkan diluar sekolah aku seperti anak buahmu. Apakah aku terlihat begitu mudah di injak-injak olehmu atau mungkin memang aku adalah orang yang lemah.

 

Meskipun kau selalu bersikap semena-mena terhadap diriku bahkan disaat kau terkadang berkata kasar didepan hadapanku. Kenapa sampai detik ini aku merasa aman saat berada disisimu? Apakah aku mulai gila ataukah aku seperti kecanduan akan dirimu? Yang paling aku takutkan selama ini adalah saat aku tak bisa bersama dengan dirimu dan kita menjadi orang asing. Aku sangat takut bila itu terjadi. Apabila itu terjadi, aku tak tahu apa yang akan aku lakukan tanpa dirimu disampingku.

 

~Pov Yoona-End~

~OoO~

 

-Di sekolahan-

 

Akhirnya Siwon dan Yoona tiba di pintu depan sekolah mereka. Tapi yang membuat Siwon dan Yoona Bingung adalah kenapa masih banyak murid-murid yang berlalu lalang di luar kelas. Padahal sekarang sudah pukul 7:30 pagi.

 

“Kenapa murid-murid tidak ada yang masuk kelas?” Ujar Siwon sambil menurunkan Yoona.

“Benar, ada apa ya?” Sahut gadis yang ada dibelakangnya.

 

Dari kejauhan ada dua tiga orang murid perempuan berlari kearah mereka berdua. “Selamat pagi, oppa!!” Sapa mereka berbarengan dan tiba-tiba ketiga murid itu langsung mengerumuni Siwon sehingga Yoona terdorong cukup jauh dari tempatnya berdiri tadi.

 

Dasar cewek-cewek ganjen!” Ejek Yoona dalam hati.

 

Siwonpun membalas sapaan ketiga murid perempuan itu dengan senyuman malaikatnya. Melihat itu membuat Yoona semakin kesal kepada ketiga murid itu dan ditambah satu orang lagi yaitu Siwon.

 

Hah! Dia menunjukan senyuman andalannya kepada mereka bertiga, dasar playboy. Dia saja tak pernah menunjukan senyuman seperti itu kepadaku, meskipun aku sudah berlaku baik padanya.” Dengus Yoona kesal.

 

Sepertinya ia sangat sibuk. Lebih baik aku pergi saja dari sini!” Sambil kedua maniknya menatap Siwon setelah itu gadis berkuncir kuda itu mulai berjalan menjauh dari pemuda itu. Tapi belum begitu jauh Yoona pergi, tiba-tiba gadis itu dipanggil oleh pria tersebut.

 

Otomatis langkah kaki gadis itu terhanti dan diapun akhirnya menoleh kebelakang. Ternyata pria yang memanggilnya tadi sudah ada dibelakangnya dan kemudian namja itu berkata. “Yoona-ah, kau mau kemana?” Tanya Siwon.

“Aku mau ke kelas.” Balasnya.

“Wah, kebetulan sekali. Sekalian bawakan tas ku kesana ya.” Tanpa minta persetujuan Yoona, pemuda itu langsung memberikan tas ranselnya kepada Yoona dan setelah itu ia pergi meninggalkan gadis itu. Merasa tak dianggap oleh Siwon membuat gadis itu kesal. Yoona pun lalu memanggil nama Siwon dengan nada yang sedikit membentak.

 

“Yak!!! Choi Siwon-ssi! Kau tak masuk kelas bersama ku!”

Mendengar namanya disebut, namja itu menghentikan jalannya. “Kau duluan saja. Aku mau pergi dulu, lagipula para guru sedang rapat jadi kemungkinan kita tak akan jadi ulangan. Dan tak mungkin aku meninggalkan gadis-gadis cantik yang bersama diriku, benarkan.” Katanya sembari memperlihatkan senyuman memikatnya kepada ketiga gadis yang mengerumuninya dan kemudian Siwonpun pergi berlalu meninggalkann Yoona sendirian.

 

Nappeun namja-ya! Kenapa ia selalu berlaku seperti itu kepadaku!!!” Jeritnya dalam hati dan tanpa Yoona sadari tas ransel milik Siwon diangkatnya tinggi-tinggi. Nampaknya ia hendak akan membuang tas milik pria tersebut.

 

Namun seketika niat gadis itu diurungkannya. “Kasihan juga kalau tasnya aku buang kan? Lagipula bukan salahnya kalau dia selalu baik kepada orang lain, tapi kenapa tas yang ia bawa begitu ringan? Apakah dia sengaja membawa buku sedikit hari ini?” Ucap batin Yoona sambil memeluk erat tas ransel milik namja tersebut.

 

~OoO~

 

-Di kelas-

 

“Sepinya… seperti baru aku yang datang.” Ungkap Yoona. Kemudian gadis itu duduk di tempat duduknya. “Kira-kira kapan ya, rapat guru berakhir? Aku merasa kesepian…” Gumamnya sambil merebahkan kepalanya diatas meja duduknya.

 

Tiba-tiba ada seseorang yang menaruh sebuah roti isi tepat didepan wajah Yoona dari belakang. Yoonapun terkejut, gadis itupun langsung bangkit dari tempat duduknya untuk melihat siapa yang ada dibelakangnya.

 

“Siwon-ah… Bu-bukannya kau… bersama …”

“Bersama ketiga murid itu?” Potong Siwon dengan nada yang dingin lalu pria itu duduk disamping tempat duduk Yoona. “Mereka sangat cerewet! Aku tak suka!!! Gendang telingaku seperti ingin pecah saat mendengar teriakannya!” Kata Siwon dengan santai.

 

Sudah ku duga. Dia itu mudah bosan dengan wanita.” Kata batin gadis itu sambil mengganguk-anggukan kepalanya.

“Tapi, Yoona-ah… apakah kau begitu merindukan kehadiran diriku?” Tanya Siwon seraya mendekatkan wajahnya didepan Yoona. Sontak gadis itu terkejut. “Eh…? a-apa maksud mu?”

“Tadi bukannya kau biang kalau dirimu kesepian…??” Balas Siwon dengan memperlihatkan sebelah lesung pipitnya dihadapan Yoona. “Apakah kau sangat merindukan ku, bila tak ada aku disampingku?” Tambahnya lagi tapi kali ini jarak wajah pria itu hanya terpaut beberapa sentimeter dari wajah sang gadis.

 

“A-aku mau ke toilet dulu!” Teriak Yoona  seraya bangkit dari tempat duduknya kemudian gadis itu pergi berlari menuju kearah pintu keluar kelas.

~OoO~

 

~Pov Yoona~

 

Curang!!! Kenapa kau berkata seperti itu didepanku. Bila kau berkata seperti itu, kau sama saja memberikan aku harapan. Aku tak berani bila berharap terlalu tinggi kepadamu, Siwon-ah. Aku takut bila itu tak terjadi, yang pasti akan sangat terluka tak lain adalah diriku sendiri.

 

Itu tak mungkin terjadikan? Bagaimana mungkin ia menyukai ku.” Keluhku dalam hati sambil berjalan lesu disepanjang lorong kelas.

~Pov Yoona-End~

 

~OoO~

 

Dari kejauhan terlihat ada seorang pria sedang membawa beberapa buku yang cukup banyak di tangannya. Lalu pria itu berlari kerah Yoona yang akan sedang berjalan kembali menuju kelas.

 

“Yoona-ssi…. Tunggu sebentar!” Panggilnya. Dan gadis itupun berhenti untuk menunggu namja tersebut. “Ah…Yesung-ssi, ada apa?” Tanya Yoona.

 

Pria itupun lalu menjawab. “Yoona-ssi bisakah kau membantu ku membawa buku-buku ini keruang guru? A-aku sedang terburu-buru, Tolong ya Yoona-ssi.” Pinta pria itu dengan wajah memelas. Melihat Yesung sepertinya sangat membutuhkan pertolongannya, membuat Yoona tak enak hati bila menolaknya. Lalu kedua tangan gadis itu berniat meraih buku-buku yang sedang dipegang oleh Yesung.

 

“Baiklah… sini aku…” Tiba-tiba ada seseorang yang menggengam erat kedua tangan Yoona dan kemudian ia memeluk punggung Yoona dari belakang. “Maaf, sepertinya Yoona ada keperluan mendesak juga bersama ku. Jadi sepertinya kau sendiri yang harus mengatarkan buku-buku itu.” Kata pria yang sedang memeluk Yoona.

 

Gadis itupun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang ada dibelakangnya. “Siwon-ah….”

“Benarkan, Yoona-ah…” Tambahnya kemudian Siwon mengajak Yoona pergi bersama dirinya.

 

~OoO~

 

Ternyata Siwon mengajak Yoona kembali bersama dengan dirinya ke dalam kelas. Dengan suara yang pelan Yoonapun berkata padanya. “Terimakasih… karena sudah menolongku.”

 

Mendengar Yoona mengatakan kalimat terimakasih kepada dirinya, pria itupun membalikan tubuhnya dan berkata. “Itu hanya kebetulan saja kok, Yoona-ah. Kebetulan aku juga dari toilet dan bertemu dengan mu.” Katanya dengan nada yang sedikit dingin.

 

“Oh… begitu…” Balas Yoona. Tapi nampaknya terlihat jelas kalau gadis itu merasa kecewa diraut wajahnya.

 

“Yoona-ah… ada yang ingin aku katakan padamu.”

“Apa itu?”

“Setelah aku pikir-pikir… aku ingin menjadi kekasihmu. Apakah kau mau menjadi kekasihku?” Tanya Siwon sambil memperlihatkan senyum manisnya didepan Yoona.

 

Wajah Yoona sangat terkejut sampai-sampai gadis itu membulat kan kedua matanya didepan hadapan namja tersebut. Gadis itu nampaknya tak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar.

 

Apakah aku sedang bermimipi?” Kemudian gadis itu mencubit sebelah pipinya dan …

“Auww!!!” Teriaknya. “Sakit… ini bukan mimpi, ini nyata! Siwon mengatakan cintanya kepadaku! Tapi apakah dia sedang mengerjaiku sekarang? Kenapa aku merasa tak yakin dengan apa yang baru saja aku dengar.

 

Dengan hati-hati Yoona lalu berkata kepada Siwon. “Bi-bisakah kau mengatakannya sekali lagi?” Pinta Yoona. “Yah!! Kau ini bagaimana sih? Masa aku harus mengatakannya dua kali?”

“Maaf… soalnya tadi pikiran ku sedang kemana-mana jadi tak mendengar perkataanmu tadi.” Kilahnya.

Siwonpun hanya bisa mendengus kesal tapi wajahnya langsung berubah saat mengatakan kalimat itu untuk kedua kalinya kepada Yoona.

“Aku mau menjadi kekasihmu… jadi apakah kau mau menjadi kekasih ku?” Tuturnya dengan tersenyum manis.

 

-TBC-

~OoO~

 

Annyeonghaseo Yeorobun, ketemu lagi dengan Phiyun disini, hehehe 😀

Mudah  – mudahan kalian gak bosen ya ketemu sama diriku terus, hehhee :D.  Aku buat ff baru lagi nih. Semoga kalian menyukainya ^^

Maaf juga ya kalau ada kata yang typo’s bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum author juga manusia biasa, hehehe 😀

Jangan lupa RCL-nya ya chingu, karena komentar dari reader’s semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam membut fanfic selanjutnya.

See you next chapter berikutnya…

Gomawo ^^

Advertisements

68 thoughts on “This Is A Secret [Part 1 Of 2]

    • Agak rancu sih, sih siwon Oppa suka atau enggak. jawabannya dari semuanya ada di part finalnya, Happy reading 🙂
      Makasih ya udah nyempetin mampir kesini buat baca ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s