[Ficlet] The Thief Of Hearts

req12pt2

|| Title: The Thief Of Hearts || Author: Phiyun || Genre: Romance || Cast: Choi Siwon | Im Yoona | Cho Kyuhyun || Member support : SNSD ||

Poster Credit: Pastelpops @ Art Zone (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film n buku yang pernah di tonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Tulisan yang miring adalah ungkapan isi dalam hati Yoona ya, semoga reader’s  gak bingung saat membacanya  ^^

*** Happy  Reading ***

~Pov Yoona~

Aku diminta oleh seseorang untuk bertemu d belakang gedung sekolah tepat saat jam istirahat. Kata pria tersebut ada hal penting yang ingin ia katakan padaku dan aku pun mengikuti kemauannya tanpa memberi penolakan sama sekali dan sekarang kami bertemu ditempat yang sudah ia katakan. kami berdua pun saling berhadapan. Sesekali angin bertiup menggelitiki daun telinga ku.

“Aku suka kamu Im Yoona-sii, maukah kau menjadi kekasih ku?” Ucapnya dengan wajah yang kemerahan seraya sebelah tangannya menggaruk-garuk pelan lehernya yang jenjang. Mungkin ia menahan rasa malu didalam hatinya hingga membuat kedua pipinya bersemu merah.

Aku mungkin seorang gadis yang sangat mudah berubah perasaan bahkan bisa dikatakan mudah jatuh cinta. Padahal namja itu baru mengatakan kalimat itu saat 10 detik yang lalu tapi aku langsung jatuh cinta padanya.

Entah apa yang merasuki tubuh ku dan dengan mudahnya aku mengganguk kan kepala didepan pria itu. Namja itupun langsung bersorak senang.

“Yes…!!!” Sampai-sampai ia melompat kegirangan saat aku membalas perkataannya dengan anggukan kepala. Setelah itu pria itu menghampiriku dan menepuk puncak kepala dan berkata. “Nanti kita pulang sekolah bersama ya.” Kemudian namja itu tersenyum dan setelah itu pergi meninggalkan diriku yang masih diam terpaku.

Saat belakang punggung pemuda itu kian menjauh, tiba-tiba tubuh ku roboh. Kedua kaki ku sepertinya tak mampu menahan berat tubuhku lagi. Jantung ku bergemuruh kencang dan kepalaku serasa berputar-putar.

“Yoona-ah, apa yang kau lakukan tadi? Bagaimana mungkin aku berpacaran dengan dirinya? Kau kan menyukai pria lain?”Tubuhku mulai menggigil ketakutan.

Yak!!! Im Yoona-ah… neo… michesseo?!”.

~Pov Yoona-End~

~OoO~

-Di dalam kelas-

Terlihat ada seorang murid perempuan sedang duduk dibangkunya dengan kedua tangannya yang meremas kencang rambutnya sembari menundukan kepala. Ekspresi gadis itu sangat ketakutan dan juga tampak bingung. Melihat tingkah laku murid perempuan  tersebut seperti itu kemudian dua sahabat gadis itupun mendatangi bangkunya.

“Yoona-ah? Ada apa dengan mu?” Tanya salah satu sahabatnya.

Kemudian teman satunya lagi ikut bertanya kepada Yoona. “Iya, kenapa kau terlihat sangat depresi? Oh iya tadi saat jam istirahat kau pergi kemana?”

“Ta-tadi ada seseorang yang mengatakan ci-cinta padaku?” Ujar Yoona dengan terbata-bata sambil tetap mempererat cengkraman kedua tangannya.

Kedua temannya pun menjadi bingung dengan tingkah laku Yoona. Kenapa gadis ini malah terlihat menyesal. Kemudian salah satu sahabat Yoona pun berkata. “Kenapa kau terlihat sangat muram? Harusnya kau senang kan? Benar tidak Sunny-ah.” Ucap gadis itu sembari sikutnya menyenggol Sunny.

Nde, benar apa yang dikatakan Sooyoung, Yoona-ah.” Balas Sunny.

Tiba-tiba Yoona langsung bangkit dari tempat duduknya dan tak sengaja kedua tangannya memukul kencang atas mejanya. “Bagaimana aku tak shock, aku mengiyakan pengakuan pria itu sedangkan aku menyukai…” Belum sempat Yoona menyelesaikan kalimatnya tak sengaja ia melihat sosok namja yang saat tadi ia temui dibelakang sekolah sedang masuk kedalam ruang kelasnya.

Seketika Yoona terpaku. Keduanya matanya menatap tajam kearah pria itu tanpa suara. Namja itupun lalu berjalan menghampiri Yoona. Untuk beberapa saat gadis itu berhenti bernafas saat pria siswa tersebut berjalan melewatinya dan namja itu kemudian berhenti tepat di belakang bangku Yoona untuk menaruh tasnya kemudian siswa itupun duduk di belakang bangku Yoona. Kedua kaki Yoona pun lemas dan gadis itupun jatuh begitu saja di atas bangkunya. Wajah Yoona langsung terlihat pucat. Sunny dan Sooyoung menjadi tambah bingung dengan sikap sahabatnya ini. Dengan perlahan-lahan Sunny pun bertanya kepada Yoona. “Yoona-ah? Gwenchana?” Lalu gadis itu membalasnya dengan anggukan kepala.

Sooyoung pun menjadi penasaran siapa siswa yang sudah mengatakan cinta pada dirinya, sampai-sampai Yoona menjadi depresi seperti ini. kemudian Sooyoung pun bertanya.“Kalau boleh tahu, siapa yang menem…” Saat Sooyoung hendak bertanya kepada dirinya, Yoona langsung menyumpal mulut Sooyoung dengan kedua tangannya. Sunny sempat kaget tak ter kecuali Sooyoung melihat tingkah Yoona yang semakin aneh.

Dengan nada berbisik Yoona berkata kepada kedua sahabatnya ini. “Orang itu tepat dibelakang ku.” Lirihnya. Kedua mata Sunny dan Sooyoung seketika membulat lebar bahkan Sooyoung sampai-sampai menjerit tanpa suara.

“Benarkah itu, Yoona-ah… kau di tembak oleh Siwon?” Balas Sooyoung dengan berbisik dan dibalas oleh Yoona dengan anggukan lemah kepalanya.

“Bagaimana mungkin, kau dan dia…” Kata Sunny seraya kedua maniknya menatap Yoona setelah itu melihat namja yang sedang duduk tepat dibelakang sahabatnya kemudian maniknya menatap kembali Yoona dengan tatapan tak percaya. “Benarkah itu???” Tanya gadis itu kembali untuk meyakinkan kalau yang ia dengar barusan adalah kenyataan. Dengan nada yang ragu Yoona pun membalas. “Nde….

Mwo?!!” Jerit kedua temannya serentak.

~OoO~

“Teng…teng…teng…!!!” Tiba-tiba terdengarlah suara bel masuk. Waktu jam istirahatpun berakhir. Sunny dan Sooyoung pun kembali ke meja mereka masing-masing yang ada di seberang bangku Yoona. Padahal dulu mereka bertiga selalu duduk bersebelahan karena wali kelas mereka digantikan maka tempat duduk para siswa akan dilakukan sistem roling atau penggantian tempat duduk sesuai keinginan sang wali kelas barunya dan entahlah apakah Yoona harus bersyukur atau tidak? Baru dua hari ia pindah tempat duduk, gadis itu malah mendapat sebuah pengakuan cinta dari seorang namja yang sangat menyeramkan baginya. Ya, namja itu adalah Choi Siwon. Siswa yang terkenal dengan wajah innocentnya.

Meskipun dia berwajah menyeramkan, Yoona tak bisa memungkiri kalau pria tersebut sangatlah tampan tapi banyak juga rumor kalau Siwon adalah siswa yang selalu bersikap arrogan, entahlah apakah itu benar atau tidak yang jelas sekarang ini jantung Yoona berdegup sangat kencang hal ini tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Tak berapa lama kemudian Yoona mulai berkata dengan suara yang pelan kepada namja yang ada dibelakangnya sambill tetap memunggungi  pria tersebut.

“A-apakah… kau serius menyukai ku?” Ungkapnya sembari menunduk. Mendengar itu Pria tersebut lalu mendecak seperti ia tak menyukai pertanya gadis itu.

Sontak Yoona pun langsung ketakutan. “Kenapa ia mendecak? Benarkan dia itu sangat menyeramkan. Apa yang harus aku lakukan sekarang??” lirih Yoona dalam hati dan tak lama kemudian Siwonpun berkata. “Iya, aku serius menyukaimu.”

“Deg!!!” Jantung Yoona mulai berdebar kencang. Wajah gadis itupun langsung merona merah.

“Memangnya kenapa kau menayakan hal tersebut?” Tanya Siwon.

Yoona menjadi grogi saat ia membalas perkataan Siwon. “A-aku…”

Untuk sesaat ucapan Yoona terhenti. “Aku harus meminta maaf padanya dan mengatakan kalau aku tak bisa menerima cintanya.” Dan tiba-tiba Yoona pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Saat gadis itu hendak berdiri dari bangkunya tak sengaja tempat pensil dan buku tulis Yoona yang ada diatas mejanya jatuh semua karena tersenggol dengan tangannya.

“Brakk!!” Melihat alat tulisnya berserakan diatas  lantai Yoona pun lalu berinisiatif untuk segera memunguti alat tulisnya yang jatuh dan saat ia hendak menunduk untuk mengambilnya ternyata Siwon sudah memungutlah lebih dulu.

“Maaf… biar aku saja yang mengambilnya.” Kata Yoona sembari berjalan kearah Siwon yang sedang berjongkok tak jauh dari depan meja duduknya. Belum sempat Yoona mendekat Siwon pun membalas dengan nada yang dingin. “Duduklah! Biar aku yang mengambilkannya untukmu.”

Mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan oleh namja tersebut Yoona langsung kembali ketempat duduknya. Gadis itu hanya diam membisu seraya kedua matanya menatap jari jemari sang pria yang sedang memunguti pensil dan pulpen yang berserakan di atas lantai setelah itu alat tulis milik Yoona dimasukkan kedalam tempat pensil.

Kenapa tempat pensil ku terlihat kecil? Apakah tempat pensilku sekecil itu? Ataukah semua tangan namja itu sangat besar?”

Beberapa menit kemudian Siwon pun bangkit dari berjongkoknya dan kemudian pria itu mengembalikan tempat pensil dan buku tuis milik Yoona di atas meja gadis itu.

“Terimakasih…” Ucap Yoona dan Siwon hanya membalasnya dengan wajah datarnya.

Benarkan dia sangat menyeramkan?” Rintih Yoona. Tak sengaja Yoona melihat secarik kertas yang terselip buku tulisnya. Ternyata itu sebuah memo yang ditulis oleh Siwon sewaktu ia membantu Yoona memunguti alat tulis miliknya.

Memo itu bertuliskan. “Tunggulah aku dikelas. Nanti kita pulang bersama setelah aku selesai latihan.” Setelah membacanya Yoona pun langsung berkata “Ya…” Ujarnya sambil tetap memunggungi lawan bicaranya.

Mendengar kata ‘ya’ dari bibir gadis itu, Siwon pun tanpa sadar menyunggingkan senyum tipisnya sambil kedua mata tajamnnya memandang belakang punggung gadis itu.

~OoO~

~Sepulang sekolah~

-Di dalam kelas-

“Bagaimana bisa kau berpacaran dengan Siwon? Pria yang berwajah galak seperti itu? Bukannya kau menyukai Kyuhyun, sang ketua osis?” Tanya Sooyoung.

Yoona pun membalasnya dengan gelengan kepala yang cepat sambil berkata. “Molla???” Balasnya dengan frustasi. “Ta-tapi kenapa aku merasa senang saat ia mengatakan cinta padaku lalu saat dia mengajak pulang bersama aku pun juga merasa senang? Apa yang terjadi padaku? Apakah aku sudah gila?” Tanya Yoona kepada kedua temannya.

Nde… Neo michesseo?!” Balas kedua sahabatnya berbarengan dan itu membuat Yoona semakin down. “Iya… aku sepertinya memang sudah gila… Yoona-ah pabo… Paboya…” Umpatnya pada dirinya sendiri  lalu gadis itu  menjedoti keningnya diatas meja duduknya.

Melihat Sahabatnya ini semakin depresi Sunny menjadi sedikit khawatir, ia pun memberi masukan kalau hal yang dialami oleh Yoona tak begitu buruk. “Yoona-ah apakah kau tahu? Gadis itu lebih bahagia bila dikejar dari pada mengejar. Kasar katanya wanita itu akan sangat beruntung bila dirinya dicintai daripada merasakan cinta sebelah pihak.” Celetuk Sunny dan di benarkan oleh Sooyoung.

“Benar itu Yoona-ah… kau jangang down seperti itu dong. Lagipula Siwon-ssi tidak jelek-jelek amat. Dia terkenal juga loh dikalangan para gadis disekolah ini, yah meskipun sikapnya sangat dingin dan cuek.” Tambah Sooyoung sembari merangkul pundak Yoona.

“Oh iya, memangnya pria idealmu seperti apa?” Tanya Sooyoung.

Dengan semangat Yoona memberitahukan keteria pria idamannya. “Aku ingin dia tinggi, pintar, berkarisma dan satu lagi pemuda itu haruslah memakai kacamata dan saat ia akan menciumku ia akan melepaskan kacamatanya. Aku sangat menyukai pria yang berkacamata.” Ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.

“Tunggu-tunggu, jangan bilang kerteria pria impianmu itu Kyuhyun, sang ketua osis kita.”

“Heemm…”Balasnya Yoona dengan tersenyum.

“Yah.. Im Yoona-ah, kau pemimpi ya? Sebegitu sukanyakah kau dengan pia berkacamata. Haha…” Kata Sooyoung sambil terkekeh.

“Yah… hentikan tawamu, Sooyoung-ah, kau membuatku menjadi malu.”

“Iya, tapi kenapa kau sangat tergila-gila dengan pria berkacamata?” Tanya Sunny.

“Soalnya waktu aku kecil aku pernah diperiksa sama dokter yang berkacamata dan dokter itu sangat tampan…”

“Sayangnya, Siwon tak memakai kacamata, tak seperti Kyuhyun. Benar tidak Sunny?” Gurau Sooyoung dan tiba-tiba terdengar suara pintu kelas terbuka.

“Braakk!!!”

Ternyata yang membuka pintu adalah Siwon. Pria itu terlihat sangat kelelahan saat memasuki ruangan kelas. Kedua sahabat Yoona pun terkejut saat melihat Siwon sudah berdiri didepan pintu tak terkecuali Yoona. Mereka bertiga serantak terdiam. Keadaan kelas itupun menjadi sepi saat kehadiran Siwon.

“Tolong, ambilkan tas ku?” Kata Siwon kepada Yoona sambil menghapus keringat yang ada diatas keningnya. Yoona pun langsung bergegas memberikan tas milik Siwon.

“Ini…”

“Terimakasih.”

Untuk sesaat suasana disekitar mereka berdua serasa canggung. Siwon dan Yoona terdiam membisu saat mereka berdua berhadapan. Sooyoung pun berusaha mencairkan suasana diantara mereka berdua. Lalu gadis itu pun berkata.

“Siwon-ah, kapan kau akan mencium Yoona. Sepertinya Yoona tak sabar menunggunya.” Celetuknya. Dan tak lama kemudian namja berpostur tinggi itu membalas. “Tak perlu kau mengingatkannya, aku selalu memikirkan hal itu saat menatap dirinya.” Ujar Siwon sambil menatap wajah Yoona dengan kedua mata elangnya.

Mendengar perkataan itu, kedua pipi Yoona langsung merona merah dan kemudian kedua manik mereka saling bertatapan. Tanpa basa-basi Siwon langsung menarik pergelangan tangan Yoona untuk pergi bersama dirinya keluar dari ruang kelas.

“Yah… Sooyoung-ah, apa yang kau lakukan? Liat perkataan aneh mu itu? Membuat Yoona dalam masalah.” Ujar Sunny sambil memukul kencang belakang punggung Sooyoung. Gadis itu pun meringgis kesakitan. “Auw… apha Sunny-ah! Aku  hanya becanda saja, sungguh aku tidak kepikiran seperti ini jadinya.” Balas Sooyoung kepada Sunny yang sangat terlihat marah padanya.

~OoO~

-Diluar kelas-

Diluar kelas kedua pasang kekasih itu saling terdiam membisu. Sang pria tetap menggengam erat jari jemari sang gadis tanpa kata. Tak lama kemudian sang namja itu pun berkata dengan suaranya yang berat. “Sebentar lagi aku selesai latihan, bisakah kau menunggu ku ditempat latihan?”

“Eh…???”Balas Yoona kaget.

“Apakah kau tak bisa?” Tanya Siwon kembali.

Yoona lalu membalasnya dengan gelengan kepala. Sepertinya Yoona ingin memberitahu kalau dirinya setuju untuk menemani Siwon latihan. Dengan perlahan-lahan gadis itu menegadahkan kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk melihat lawan bicaranya. Saat Yoona memandang wajah Siwon tiba-tiba gadis itu berteriak. “Waaah!!!”

Mwo?!” Tanya Siwon kaget bercampur bingung.

“Siwon punya cambang!” Dengan mulut yang masih menganga.

“Oh, itu. Memangnya kenapa?” Ujar Siwon sambil menyentuh wajahnya.

“A-aku kira cuma ayah ku saja yang mempunyai itu?” Ujarnya dengan wajah yang polos.

Saat mendengar perkataan Yoona, pria itu langsung tersenyum dan kemudian ia menepuk –nepuk lembut puncak kepala Yoona, sambil berkata. “Bodoh… semua pria pasti mempunyainya.” Ucapnya dan entah mengapa kedua pipi Yoona langsung memanas dan jantungnya berdebar-debar saat melihat senyum tipis diwajah Siwon yang terkenal galak tersebut. Dengan cepat gadis itu langsung menundukan kepala. Nampaknya ia tak mau kalau Siwon melihat wajahnya yang tidak karuan saat ini.

Jantungku setiap kali berdebar saat didekatnya tak seperti saat aku melihat ketua osis? Apakah aku sudah jatuh hati kepada dirinya? Yang paling aku bingung kenapa saat ia menggegam erat jari jemari ku, aku sama sekali tak takut malah aku merasakan hal yang sebaliknya.”

~OoO~

-30 menit kemudian-

Terlihat ada sesosok yeoja sedang duduk termangun di pinggir lapangan sekolah. Kedua matanya terlihat fokus memandangi salah satu namja yang sedang berlari di dalam lapangan tersebut.

“Ternyata dia ikut eskul sepak bola ya?” Gumam gadis itu pelan. Tiba-tiba anginpun tertiup kencang, gadis itu pun menoleh kebelakang ternyata saat ia menoleh dia melihat ada sosok pria yang yang selama ini ia kagumi. “Kyuhyun-ssi?” Untuk sesaat kedua manik gadis itu terjaga saat dirinya menatap sosok pria yang baru saja berlalu dibelakangnya.

Sang namja yang saat tadi di perhatikan oleh gadis itupun melihat apa yang sedang dilakukan yeoja tersebut. “Siwon-ah! Fokuslah!” Teriak pelatihnya dan pria itu pun mulai berlari lagi didalam lapangan hijau dan saat itu juga lamunan sang gadis menghilang saat dirinya mendengar nama pria yang ia kenal dipanggil.

Seketika pandangan gadis itu kembali lagi ke dalam lapangan hijau dan tak sengaja ia melihat pria  yang tadi namanya dipanggil terjatuh saat berebutan bola. Tapi itu tak lama karena namja itu langsung bangkit dan berlari kembali. “Apakah dia tak apa-apa? Pasti itu sangat sakit.” Kata Yoona dengan wajah yang cemas.

~OoO~

-Sepulang sekolah-

“Nis… Mut…” Ucap Siwon sambil menunduk. Mendengar itu Yoona bingung apa yang baru saja dikatakan oleh Siwon kepada dirinya. “Eh…?? Apa yang kau katakan tadi?” Tanya Yoona dengan wajah yang gugup.

“Tadi saat diperjalanan kau bertanya padaku, kenapa aku menyukaimu dan akupun menjawabnya sekarang.”

“Oh…. ta-tapi bisakah kau ulangi lagi? ta-tadi pikiranku kemana-mana jadi tidak dengar.” Pinta Yoona tapi nampaknya Siwon tak berniat untuk mengucapkan kalimat itu untuk yang kedua kalinya.

Mwo?! Itu tak mungkin! Bagaimana mungkin kau tak mendengarkannya lagi pula aku tak bisa mengulangi perkataan itu dua kali terhadapmu.” Gerutunya.

“Ta-tapi…” Belum sempat Yoona berkata, dari kejauhan terdengar suara tangisan anak kecil. Siwon dan Yoona pun berlari kearah asal dimana suara tangisan itu berada.

Disana terlihat ada seorang anak gadis sedang menagis tersedu-sedu didepan pohon yang tak terlalu besar. Siwon pun menghampiri anak kecil tersebut dan saat Siwon melihat wajah anak kecil perempuan itu. Terlihat atas kening gadis kecil itu memerah. Mungkin tadi tak sengaja anak kecil itu menabrak pohon kecil itu.

Tiba-tiba Siwon langsung menendang kencang pohon tersebut seraya berkata. “Pohon nakal!” Setelah itu Siwon berjongkok didepan hadapan anak kecil itu. Dan anak kecil itu langsung menghentikan tangisnya namun tiba-tiba wajah gadis kecil itu berubah menjadi takut saat melihat Siwon karena tak sengaja pohon kecil yang ditendang oleh Siwon tiba-tiba patah.  Melihat itu anak tersebut langsung lari tunggang langgang meninggalkan Siwon dan Yoona.

“Yah… kenapa kau kelihatan ketakutan seperti itu?” Panggil Siwon tapi tak dihiraukan oleh anak gadis tersebut.

Kenapa aku berpikir kalau dia menyeramkan ya? Ternyata sikap namja ini sangat manis.” Ungkap Yoona dalam hati. Yoona pun tak berapa lama kemudian tertawa terbahak-bahak. “Hahhaha!!!”

“Yah… apa yang kau ketawakan? Kenapa dia lari seperti itu depan ku? Aku kan tak bermaksud untuk menakuti anak kecil itu.”  Ujarnya sembari menyilangkan kedua tangannya.

Lalu Yoona menghentikan tawanya dan berkata. “Kau itu ternyata manis ya.” Kata Yoona sambil tersenyum tipis dan Siwon pun membalas perkataan Yoona. “Adanya kau yang lebih manis bila tersenyum seperti itu, Yoona-ah.” Kata Siwon dengan memperlihatkan lesung pipitnya kearah Yoona.

Seketika senyum Yoona memudar, wajah gadis itu langsung terasa panas dan Yoona langsung pergi meninggalkan Siwon. “Curang! Kenapa kau berkata seperti itu padaku? Kau membuat jantungku selalu berdebar-debar dengan hanya melihat senyuman mu saja.

Siwon bingung dengan apa yang terjadi pada Yoona. Lalu pria itu pun memanggil Yoona yang sudah jalan terlebih dahulu didepannya. “Yoona-ah, kau mau kemana? Yoona-ah, tunggu aku!” Panggilnya dan gadis itupun menghentikan langkah kakinya kemudian membalikkan tubuhnya dan berkata. “Jangan kau panggil aku dengan sebutan itu!” Teriaknya sambil menundukan kepala.

“Karena saat kau memanggil nama ku seperti itu, jantungku semakin berdetak tak karuan hanya dengan kau menyebut nama ku saja.” Lirihnya.

Dengan perlahan-lahan Yoona menaikan wajahnya untuk melihat lawan bicaranya. Siwon pun langsung menghentikan langkah kakinya saat mendengar perkataan Yoona. Pria itupun langsung terdiam dan ekspresi wajah namja itu terlihat muram. Melihat Siwon terlihat sedih, Yoona jadi tak enak hati. Dengan ragu gadis itu menghampiri laki-laki itu.

“Ada daun diatas kepalamu?” Kata Yoona.

Lalu Siwon pun langsung mengusap-usap kepalanya untuk menjatuhkan daun tersebut tapi sayangnya daun itu tak kunjung jatuh. Kemudian Yoonapun mempunyai inisiatif untuk mengambilnya namun sayangnya gadis itu tak mampu meraihnya karena postur tubuh Siwon cukup tinggi.

Ternyata pria ini cukup tinggi juga ya?

Yoona lalu berniat untuk menyuruh Siwon merunduk tapi sebelum dirinya berkata, namja itu sudah menundukan kepalanya terlebih dahulu. Kesempatan itu langsung di ambil oleh Yoona untuk mengambil daun yang ada diatas kepala Siwon dan gadis itupun juga langsung meminta maaf atas perkataannya saat tadi padanya. “Maafkan aku… Tadi aku…”

“Kau tak salah, aku yang salah…” Potongnya.

“Eh..??”

“Aku tahu kau menyukai Kyuhyun-ssi. Jadi lupakan saja pengakuan cintaku padamu saat siang tadi.” Ucapnya seraya meninggalkan Yoona yang masih terlihat bingung.

“Deg!!!” Mendengar perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Siwon padanya membuat jantung gadis itu berdetak kencang tapi kali ini Yoona merasakan sesuatu yang perih didalam hatinya. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal dijantungnya dan itu amat menyakitkan.

Melihat Siwon mulai berjalan menjauh darinya, gadis itu langsung mengejarnya dan kemudian menarik kerah lengan jaket milik namja tersebut sambil berkata. “Ta-tapi… Siwon-ssi?? A-aku…”

“Sudahlah… kau tak usah memaksakan dirimu lagi. Aku tak ingin menjadi pria yang jahat di depan matamu, jadi aku akan membantumu untuk mendapatkannya. Besok datanglah kepertandingan ku dan kau harus datang bagaimanapun yang terjadi.

“A-aku…” Masih dengan suara yang terbata-bata.

“Kalau begitu aku pergi dulu, Im Yoona-ssi.”  Siwon lalu melepaskan gengaman tangan Yoona dari atas jaketnya dengan lembut dan setelah itu iapun pergi berlalu dari hadapan gadis tersebut.

~OoO~

~Pov Yoona~

Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku? Kenapa semua terasa bagaikan mimpi. Aku akui diriku adalah gadis pemimpi dan aku sadari aku juga yeoja yang mudah goyah pendiriannya. Senjak awal aku memang menyukai pria itu tapi mengapa aku menerima pengakuan pria lain. Aku selalu membayangkan bisa bersama-sama dengannya. Pulang sekolah bersama bahkan  bergandengan tangan. Itu selalu ada didalam khayalanku saat memikirkan dirinya.

Tapi semua pendirianku goyah dalam waktu 10 detik, saat pria itu mengatakan kalau dia menyukaiku. Khayalan yang selalu aku pikirkan bersama Kyuhyun seketika berganti menjadi nyata akan sosok dirinya.

Sampai detik ini aku masih bingung apakah semua ini adalah nyata atau hanya sekedar khayalan ku. Aku masih bingung siapa yang aku sukai. Apakah namja itu atau sosok dirinya. Hatiku masih ragu, apakah yang harus aku lakukan sekarang. Semoga apa yang aku pilih kesokan harinya adalah sesuatu pilihan yang tepat.

~Pov Yoona-end~

~OoO~

-Keesokan harinya-

-Di studio lapangan sepak bola inigayo-

Dari kejauhan terlihat ada seorang gadis sedang termenung di depan pintu studio lapangan bola. Sesekali gadis itu mengintip dari luar area lapangan untuk melihat pertandingan tapi belum sempat ia melihat sesuatu yang ada didalam studio tersebut. gadis itu langsung keluar dari dalam area pertandingan dan tak berapa lama kemudian datanglah seseorang menghampiri gadis tersebut.

“Yoona-ah, kenapa kau tak masuk kedalam lapangan. Sekiranya kau berikanlah semangat untuk Siwon-ssi.” Kata Sooyoung sambil menarik Yoona untuk masuk kedalam studio bersama dengan dirinya.

“Ta-tapi… a-aku…” Balasnya dengan nada yang gugup.

Tiba-tiba Sooyoung memicingkan sebelah matanya saat menatap Yoona kemudian ia bertanya. “Yah… apakah kalian kemarin berdua berciuman?!” Tanyanya dengan nada yang shock.

“Yak!!! Apa yang kau katakan! A-aku dan dia tidak melakukannya, Sooyoung-ah.” Yoona buru-buru menyangkalnya sambi menggerakkan kedua tangannya dengan cepat kekanan dan kekiri seperti memberi isyarat bahwa itu semuanya tak benar.

“Kalau begitu tak ada alasan kan kalau kau tak menonton pertandingannya. Ini sudah babak perpanjangan waktu dan sebentar lagi pertandingan selesai.”

“Ta…tapi…”

“Sudahlah… jangan tapi…tapi terus, ikut dengan ku sekarang.” Kemudian Sooyoung menarik tangan Yoona secara paksa masuk kedalam studio lapangan bola dan disana sudah ada Sunny sedang serius menonton pertandingan antar sekolahnya dengan sekolahan yang lain.

“Sunny-ah bagaimana skornya?” Tanya Sooyoung sambil duduk disamping Sunny dan disusul oleh Yoona yang duduk disamping sahabatanya Sooyoung.

“2 : 3, untuk School King dan School Star. Sepertinya School King sangat kuat, pemain sepak bola kita sampai kewalahan bahkan Siwonpun juga terlihat sangat tertekan menghadapi sekolah pesaing.” Balas Sunny yang tetap memandang fokus kearah lapangan hijau tersebut.

Dari kejauhan terlihat ada seorang namja sedang berdiri di depan tralis penghalang menuju lapangan hijau tersebut. “Yah, Yoona-ah, lihat siapa yang datang untuk melihat pertandingan. Kyuhyun-ssi. Ketua osis kita bahkan semangat sekali membarikan semangat untuk atlit pesepak bola kita.” Seru Sooyoung kepada Yoona.

Jadi dia sudah tahu kalau Kyuhyun-ssi akan datang juga kepertandingan ini. Dasar Siwon-ah, Paboya…” Yoona lalu berdiri dari tempat duduknya dan kemudian gadis itu berjalan menghampiri sosok pria yang sedang berdiri didepan tralis tersebut.

“Kyuhyun-ssi…” Panggilnya tapi tak terdengar karena keadaan studio lapangan bola tersebut sangatlah bising. Lalu Yoona mulai mendekatkan dirinya lebih dekat lagi hingga batas  mereka berdua kira-kira satu meter dan Yoona mencoba memanggil pemuda itu untuk yang kedua kalinya.

“Kyuhyun-ssi! Saranghae!!!” Teriaknya dengan lantang. Seketika keadaan lapangan bola tersebut sunyi. Kyuhyun pun tersentak kanget saat mendengarkan teriakan Yoona, entahlah apakah dia dengar atau tidak, yang jelas wajah pia itu terlihat bingung bercampur kaget.

Nde…?” Balas Kyuhyun dan tak berapa lama kemudian keadaan lapangan bola tersebut riuh kembali.

Yoona lalu menghampiri Kyuhyun dan gadis itupun berkata lagi kali ini Yoona berkata dengan suara yang lantang dan mantap. “Tapi itu dulu! Kyuhyun-ssi, annyeong!!” Ucap Yoona sambil membungkukan punggungnya dihadapan Kyuhyun setelah itu pandangan Yoona menuju lapangan hijau tersebut dan berteriak kencang pada salah satu pemain disana. “Siwon-ah! Berjuanglah! Kau harus menang!!!” Teriak Yoona histeris untuk memberikan semangat kepada orang tersebut.

Aku memang suka pada Kyuhyun-ssi, walaupun aku hanya dapat memandang dirinya. Tapi itu semua hanya mimpi atau sekedar khayalan. Kini aku sadar kalau rasa suka yang hanya menatap berbeda jauh dengan rasa sayang kepada orang yang aku suka. Mungkin saja hatiku sudah ia curi olehnya saat dia mengatakan cintanya kepadaku, tapi aku tak menyadarinya atau mungkin aku yang terlalu telat untuk meyadarinya.

“Teeetttt!!!”

Suara bel perpanjangan waktupun berakhir dan pemenang pertandingan tersebut dimenangkan oleh School Star. Semua penontonpun bersorak riang karena sekolah mereka memenangkan pertandingan tak terkecuali Yoona yang sedang berdiri tak jauh dari lapangan. Matanya mulai berkaca-kaca saat menatap Siwon yang ada ditengah lapangan. Untuk sesaat kedua mata mereka saling beradu pandang. Yoona lalu menyunggingkan senyuman tipisnya kearah Siwon sambil memberikan acungan jempol jari tangan kanannya kepada Siwon dan namja itu kemudian membalasnya dengan tersenyum simpul.

~OoO~

-1 jam kemudian-

Hampir satu jam Yoona menunggu tim sepak bola Siwon keluar dari ruang ganti. Gadis itu menunggu didepan pintu keluar dengan tetap berdiri padahal didekat dirinya ada sebuah kursi tunggu tapi gadis itu sepertinya tak punya niat untuk menduduki kursi tersebut. tak berapa lama keluarlah segerombol tim sepak bola dan salah satu anggotanya adalah orang yang selama ini ia tunggu.

“Kau menunggu ku?” Tanya namja berpostur tinggi tersebut sambil menghampiri Yoona.

“Heemm…” Balasnya. “Selamat atas kemenangan mu.” Tambahnya.

“Terimakasih, atas ucapannya.” Jawab Siwon dan tak lama kemudian namja itu dipanggil oleh teman clubnya. “Siwon-ah, ayo berangkat sekarang!” Panggilnya dari kejauhan. “Ya!” Sahut Siwon.

“Oh iya bagaimana dengan hubunganmu dengan ketua osis apakah tadi berjalan lancar?” Tanya Siwon.

“i-itu…” saat Yoona ingin membalasnya tiba-tiba Siwon dipanggil lagi oleh temannya dari dalam mobil club. “Yak!!! Kalau kau lama akan kami tinggal!” Ancam salah satu temannya. Dan Siwonpun langsung secepatnya mengakhiri perbincangannya dengan Yoona.

“Aku pergi dulu, ya. Semoga hubunganmu dengan ketua osis berjalan lancar.” Ucapnya dan saat Siwon hendak pergi. Tiba-tiba Yoona menarik tas milik pria itu.

“Tunggu sebentar!”

“Eh…??” Siwonpun menghentikan langkah kakinya.

“Ada daun di atas kepalamu, merunduklah.” Ucap Yoona

“Daun…?”

“Iya, cepat menunduk!” Pinta gadis itu dan di iyakan oleh Siwon.

Siwonpun menundukan kepalanya dihadapan Yoona dan kesempatan itu langsung diambil oleh gadis itu. Kerah jaket yang dikenakan oleh Siwon langsung ia cengkram dan kemudian menarik kedepan wajahnya.

“Chu…”

Untuk beberapa detik kedua mata Siwon membulat lebar. Namja tinggi itu terpaku saat bibirnya menyentuh lembut bibir mungil milik Yoona yang berwarna merah tersebut untuk beberapa detik.

“Yoona-ah… apa yang kau lakukan?” Ujar Siwon dengan wajah yang merah padam sambil sebelah tangannya menutup bibirnya dan yang jelas wajah pemuda itu berubah menjadi merah padam.

Pertanyaan Siwon lalu dibalas oleh Yoona dengan senyuman. “Kau sekarang boleh memanggil ku dengan sebutan itu. Karena aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang juga, benarkan Wonppa… aku jadi ingin memelukmu.” Ungkapnya dan kemudian Yoona memeluk erat Siwon.

“Deg…deg…deg…”

Yoona dapat mendengar jantung Siwon yang sedang berdengup kencang saat dirinya bersandar di atas dada bidang milik namja itu. Yoonapun lalu mempunyai inisiatif untuk menggoda Siwon. Dengan wajah polosnya gadis itu bertanya pada kekasihnya tersebut.

“Oppa-ah… kenapa jantungmu berdebar-debar? Apakah kau baik-baik saja?” Tanya Yoona sambil menegadahkan kepalanya keatas untuk melihat wajah Siwon yang memerah.

Mendengar perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Yoona membuat tenggorokan pria itu tergelitik. “Hheemm!!!” namja itu berdeham untuk mengurangi rasa gatal di tenggorokannya. Setelah itu Siwonpun berkata. “Bagaimana mungkin aku tak kenapa-kenapa? Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuat jantungku berdebar-debar seperti ini!” Tuturnya kemudian pria itu membalas lembut pelukan sang kekasih.

Siwon pun lalu berbisik lembut disebelah daun telinga milik Yoona. “Saranghae… Yoona-ah…”

Nado… Wonppa… Saranghae… ” Balasnnya dengan senyum yang mengembang.

Kemudian kedua mata mereka saling beradu pandang. Kedua tangan milik Siwon pun sekarang sudah memengang lembut kedua pipi milik Yoona. Jarak wajahh diantara merekapun hanya terpaut beberapa centimeter dan saat pemuda itu hendak mendekatkan lagi wajahnya tiba-tiba Yoona berteriak.

“Bis clubmu pergi!! Yah tunggu sebentar!!” Panggil Yoona sambil melepaskan dirinya dari pelukan Siwon tapi beum jauh dirinya pergi untuk menghentikan bis tersebut pergelangan tangan gadis itu sudah ditahan oleh Siwon dan kemudian pria itu menarik pergelangan tangannya, otomatis tubuh gadis itu sekarang jatuh kedalam dekapan namja tersebut.

“Yah… apa yang kau lakukan sekarang, Yoona-ah?” Tanya Siwon dengan suaranya yang berat.

“I-itu… bis mu sudah pergi! Kita harus menghentikannya.” Yoona lalu berniat kembali untuk memanggil bis tersebut tapi niat itu tak pernah terjadi karena belum sempat ia berteriak bibir mungil milik gadis itu sudah disumpal oleh bibir tipis milik Siwon.

“Chu…”

Kali ini wajah Yoona lah yang memerah saat pria yang ada dihadapannya ini mencium dirinya. Kedua mata gadis itu terbuka lebar, mungkin ia terkejut dengan yang baru saja terjadi pada dirinya. Tapi itu tak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian kedua mata gadis itupun terpejam saat membalas ciuman yang diberikan oleh sang kekasih. Tangan Siwon kemudian menyentuh lembut leher jenjangnya milik Yoona dan Siwon mulai memperdalam ciumannya Yoonapun tak mau kalah, gadis itupun lalu melingkarkan kedua tangannya di atas pundak milik Siwon untuk dapat mengimbangi ciuman sang kekasih.

“Yoona-ah, mari kita hentikan…” Sambil melepaskan bibirnya dari atas  bibir mungil Yoona dengan nafas yang berat.

Waeyo..?” Tanya Yoona bingung.

“Soalnya kalau kita tak menghentikannya sekarang, aku takut tak bisa menahannya.” Tambah Siwon sambil menunduk malu. Melihat wajah Siwon yang tertunduk malu membuat Yoona semakin gemas untuk mengerjai pria jangkung itu.

Kemudian kedua tangan Yoona mencubit kedua pipi Siwon sambil berkata. “Kau sangat manis sekali, Wonppa… Aku jadi ingin menciummu lagi…” Ucap gadis itu dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.

-The End-

~OoO~

Annyeonghaseo yeorobun ….

Ketemu lagi sama Phiyun disini (^-^)/

Aku membawakan FF Yoonwon baru sebagai permintaan maap ku kepada readers yang sudah menunggu lama kelanjutan FF in your arms, Unexpected meeting & myth. Mian authornya belum bisa publis itu FF dibulan ini, soalnya miminnya lagi rada sibuk, hehe 😀 tapi tenang bulan depan pasti mimin update ke-3 FF-nya itu. Ditunggu aja ya dear ^^

Oh iya, bagaimana menurut kalian ceritanya kali ini? aku harap kalian semua menyukainya ya  😉 Maaf bila banyak Typo’s yang bertebaran saat membaca cerita ini, maklum author juga manusia biasa ^^

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Chingu…Karena komentar dari kalian semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

See you ….

Khamsahamida (^-^) v

Advertisements

54 thoughts on “[Ficlet] The Thief Of Hearts

  1. So sweet siwon n yoona…kirain yoona bener2 ga ada rasa sm siwon tp ternyata rasa cintanya lebih besar buat siwon drpd buat kyuhyun..

    Fighting n gomawo ya…

    Like

  2. Sempet mikir saat yoona ngungkapin perasaannya dia ke kyu karna dia masih suka eh ternyata udah gak.. suka bgt karna yoonwon akhirnya bersama..

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s