BLIND – CHAPTER 2

Blind

Author : IRISH

Tittle : Blind

Main Cast :

EXO Oh Sehun, Kim Jongin, OCs Lee Yookyung, Kang Sooyeon

Genre : Fantasy, School-Life, Romance

Rate : PG-16

Lenght : Chapterred

Previous Chapter

Chapter 1

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

In Author’s Eyes..

“Tidak bisakah aku pindah ke sekolah lain yang jauh dari yeoja?”

“Kenapa? Ayolah. Berhentilah membenci yeoja untuk alasan tidak logika seperti itu. Kau harus bisa memulai lembaran baru.”

“Tidak. Aku tidak suka semua yeoja manusia. Mereka hanyalah beban yang harus di lenyapkan.”

“Astaga. Tunggu saja sampai kau kembali jatuh cinta pada yeoja.”

“Tidak akan! Aku tidak akan menyukai satu yeoja manusiapun!”

“Kau membenci semua yeoja hanya karena dia?”

“Ya.. Dan aku akan melenyapkan semua yeoja yang berusaha untuk dekat denganku.. Lihat saja..”

“Jangan melenyapkan manusia yang tidak ada hubungan nya dengan rencana ini. Kau bisa membuat keberadaan kita terancam!”

“Aku tidak peduli. Selama aku melakukan nya dengan tersembunyi.. Akan sangat mudah bagiku.”

“Tsk. Terserah kau saja. Asal kau tidak membuat keberadaan kita terungkap oleh manusia lain.”

“Arraseo.”

“Aku punya firasat..”

“Firasat apa?”

“Dia akan kembali..”

“Baguslah. Dan saat Ia kembali.. Aku akan membunuhnya.”

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Seorang yeoja tampak duduk terdiam, menatap kosong ke arah bulan yang tengah kesepian nun jauh disana. Yeoja itu menghela nafas pelan, di tangan nya, selembar kertas yang sudah lusuh di genggamnya dengan erat, sementara di pangkuan yeoja itu terdapat sebuah buku tebal dan kamera. Yeoja itu memejamkan matanya, membiarkan angin malam bertiup melewati wajahnya, sedikit membuat rambutnya berantakan. Yeoja itu kemudian membuka mata, dan aliran bening terlintas cepat di wajahnya yang tampak pucat di bawah pantulan cahaya bulan.

“Maafkan aku.. Aku tidak seharusnya pergi saat itu..”, yeoja itu bergumam pelan, tau bahwa tidak akan ada yang mendengarkan, dan Ia juga tak berharap seorangpun akan mendengar ucapan pelan nya yang sarat akan luka yang dalam.

Yeoja itu kemudian mengusap air mata yang tadi nya hendak terjatuh kembali dari mata bening dengan warna hazel itu. Ia mengerjap cepat, berusaha menghilangkan kabut bening di matanya, tidak ingin menangis.

Hanya yeoja itu yang tau tentang rasa sakit yang kini Ia rasakan. Hampir setiap malam Ia termenung di bawah pantulan cahaya bulan, berharap sosok itu akan kembali..

“Aku akan menyusulmu kesana..”

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

In Sooyeon’s Eyes..

KRIIIIIIINNNNGGG!!!

“Sooyeon! Ayo bangun! Kau tidak boleh terlambat ke sekolah barumu!”

Suara teriakan Eomma dan dukungan dari jam beker ku membuatku terpaksa harus bangun walaupun rasanya mataku masih sangat ingin tidur lagi. Ugh. Badanku masih terasa sakit semua karena perjalanan panjang beberapa hari ini. Tsk.

“Arraseo Eomma, aku bangun.”, ucapku sambil melangkah turun dari tempat tidur. Masih dengan mata setengah tertutup, aku bergerak mengambil handukku.

Baiklah. Untuk hari yang baru.. Fighting Sooyeon!

Sekolah baru. Teman baru. Kelas baru. Seongsaengnim baru. Rumah baru. Tetangga baru. Seragam baru. Astaga. Banyak sekali hal baru di tahun ini.

“Annyeong haseo. Sooyeon imnida, aku pindahan dari Busan. Mannaseo bangapseumnida.”, ucapku dengan sopan di depan kelas baruku

“Baiklah Sooyeon, kau bisa duduk di bangku yang masih kosong disana.”, ucap seongsaengnim

Aku mengangguk, lalu melangkah ke belakang kelas, ada kursi kosong disana. Aku duduk, dan memperhatikan teman di sekitarku, mereka menatapku.. aneh.

“Ada apa?”, tanyaku

“Sebaiknya kau pindah duduk saja anak baru, teman sebangkumu itu tidak suka yeoja.”, ucap salah seorang

“Nde?”, aku menyernyit bingung

“Geurae. Dia benar-benar menyeramkan jika tau ada yeoja di dekatnya.”

Jika tau? Memangnya dia sulit untuk tau? Ahaha. Memangnya teman sebangku jenis apa yang akan jadi teman sebangkuku ini? Kursinya juga tampak kosong. Kurasa Ia bukan tipe pelajar yang sering datang tepat waktu.

“Oh, kau datang juga akhirnya. Duduklah nak, sekarang kau dapat teman baru. Anak-anak, kalian lanjutkan pelajaran nya sampai disini.”, ucap seongsaengnim, tapi tatapanku tertuju pada seorang namja yang datang dengan di papah oleh seorang namja berpostur tinggi.

Namja itu berjalan.. eh? Dia.. Tidak bisa melihat?

“Dia datang. Cepat pindah saja Sooyeon-ah.”

Aku terlalu bingung saat mendengar mereka bicara bersahut-sahutan. Yang jelas, entah sejak kapan, dia—teman sebangkuku? Bisakah aku menyebutnya begitu?—sudah ada di samping meja. Ia menatap lurus, tidak menatapku.

“Bisakah kau pergi?”, ucapnya

“N-Nde? Keundae.. Tidak ada kursi kosong lagi di kelas ini.”, ucapku, kenapa dia egois sekali? Jelas-jelas di kelas ini tidak ada kursi lain yang kosong—oh ayolah. Dia buta.

“Kalau begitu pergilah ke kelas lain.”, ucapnya dingin

“Kenapa harus? Memangnya kau membayar berapa di sekolah ini sampai bisa mengusirku sesukamu?”, ucapku tak mau kalah

BRAK!!

Aku terkesiap saat Ia menggebrak meja, ku akui keberanianku mulai meluruh.

“Pergilah. Sebelum aku melenyapkanmu.”, ucapnya sangat pelan, tapi bisa ku dengar dengan jelas.

“Kau mengancamku??”, kataku tak percaya, lalu aku berdiri, menariknya untuk menghadapku

“Memangnya kenapa jika aku duduk disini? Aku tidak menderita penyakit apapun, juga aku tidak berisik. Aku juga tidak akan meledekmu karena kau buta atau apa. Tidak perlu khawatir. Bersikap saja seperti kita tidak saling mengenal.”, ucapku

“Aku. Tidak. Suka. Yeoja.”, katanya, menekankan setiap kata yang Ia ucapkan

“Oh, ternyata kau penyuka sesama jenis.. Tenang saja, pamormu tidak akan berubah bahkan jika aku disini.”, gumamku

Ku sadari beberapa anak di sekitar kami tertawa geli. Apa yang menurut mereka lucu? Selama ini mereka tunduk di bawah ancaman namja buta ini? Hah. Yang benar saja.

“Pergi. Sebelum aku benar-benar melenyapkanmu.”

“Lenyapkan saja aku jika kau bisa. Mungkin di balik kekuranganmu itu.. kau punya mesin pemusnah manusia.”, kataku sambil duduk di tempatku

“Neo..”, namja itu melayangkan tangan nya, dan membuatku membelalak tak percaya

Aku yakin pukulan nya akan bersarang padaku jika saja seseorang tidak menahan nya. Salah seorang murid kelasku juga.

“Kekerasan di larang di sekolah ini. Sooyeon, bereskan barangmu, kau akan bertukar duduk denganku.”

Aku menatap namja itu, yang beberapa detik lalu ingin memukulku. Inikah sambutan yang aku dapatkan di sekolah baruku!?

Aku memandang nametag namja itu, Oh Sehun, lalu aku membereskan barang-barangku. Benar-benar kesal dengan sikap egois namja ini.

“Baiklah, kau benar-benar bersikap tidak ramah. Aku ingin tau, separah apa.. penyakit penyuka sesama jenismu itu.”, ucapku tajam, lalu melangkah meninggalkan mejanya

Hah. Dia pikir dia siapa bisa mengusirku begitu saja? Dia belum tau siapa aku? Baiklah. Dia memang tidak tau karena dia tidak bisa melihatku. Oh! Memangnya tadi dia tau darimana tentang keberadaanku?! Bisa saja kan teman baru itu adalah namja. Hah. Kau benar-benar aneh Oh Sehun..

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Paginya, aku duduk di bangku pertamaku. Yap. Benar. Di sebelah namja aneh bernama Sehun itu. Menunggunya. Tentu saja.

“Kau duduk disini lagi!?”

“Ani. Aku hanya ingin menyapa mantan teman sebangkuku itu. Dan juga.. Dia satu-satunya teman sekelas yang belum ku kenal. Gwenchana. Aku akan melindungi diriku sendiri kali ini.”, ucapku santai

Beberapa anak tampak memandangku, tapi setelah mendengar penjelasan berantai, mereka akhirnya diam. Tak lama, aku melihat namja bernama Sehun itu. Ia datang sendirian kali ini, tidak seperti kemarin. Dan aku menunggunya sampai…….ia sampai di sebelahku.

“Pergi.”

Aku diam. Menatapnya. Bagaimana bisa Ia tau bahwa aku lah yang duduk disini?

“Pergilah dari sini!”, Ia membentakku, walaupun tidak menatapku

Aku mengarahkan kameraku ke arahnya, mengambil beberapa gambarnya. Sosok menyebalkan ini juga perlu ku abadikan.

BRAK!!

Aku sudah melatih diriku semalam dengan suara meja. Hahaha. Gebrakan mejanya tidak akan membuatku takut kali ini.

“Bisakah kita berkenalan baik-baik? Kau satu-satunya teman sekelas yang belum aku kenal.”, ucapku padanya

“Mengenalmu tidaklah penting.”

“Benarkah? Bisa saja nanti suatu hari kau akan butuh bantuanku..”, kataku lagi

“Pergilah.”, Ia hampir berdesis sekarang, dan aku ingin tertawa melihat ekspresi marahnya. Benar-benar menggelikan.

Aku menyingkir dari tempatku tadi duduk dengan santai. Lalu Ia duduk. Aku memandang namja itu, kenapa Ia terus bersikap sedingin es pada yeoja?

“Baiklah, sampai kita berkenalan dengan baik, aku akan terus mengajakmu bicara.”, kataku sambil melangkah ke tempatku.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

“Aku heran kenapa kau berani mengajaknya bicara, bahkan kami yang sekelas dengan nya sejak kelas satu saja tidak berani.”, ucap Yujin, teman sekelasku

“Memangnya kenapa jika aku mengajaknya bicara? Lagipula.. kukira dia benar-benar penyuka sesama jenis.”

“Neo michyeoso!?”, Yujin membelalak menatapku

“Wae? Bisa saja dia begitu pada yeoja karena dia penyuka sesama jenis kan?”, kataku santai

“Ish. Ku dengar.. Ia dulu menjadi buta karena seorang yeoja, dan kabarnya sejak itu Ia membenci semua yeoja.”, ucap Yujin

Aku tertawa. Astaga! Jadi alasan Ia tidak suka pada yeoja adalah karena hal seperti itu!? Lucu sekali namja itu.

“Ya! Memangnya apa yang lucu?!”, ucap Yujin

“Tentu saja lucu. Satu yeoja bersalah, dan dia membenci semua yeoja, aish! Dia benar-benar namja yang lucu.”, aku hampir saja tersedak karena terus tertawa

“Jangan main-main dengan nya. Berurusan dengan Sehun itu benar-benar menyeramkan.”, ucap Yujin

“Memangnya kenapa?”, tanyaku semakin penasaran

“Setiap yeoja yang terlalu lama berusaha mendekatinya, mereka berakhir na’as.”, ucap Yujin

“Ah, kau terlalu berlebihan.”

“Itulah kenapa kami melindungimu kemarin pabo! Dulu dua teman sekelas kami pernah jadi korban ancaman ‘lenyap’ milik Sehun itu. Pertama Jiyoon, teman sebangku nya, karena Jiyoon tidak kunjung pindah, setelah tiga bulan, Jiyoon di temukan mati di bawah gedung Seni. Kata seongsaengnim Ia bunuh diri.”

“Oh, mungkin saja kan dia benar-benar bunuh diri?”, ucapku santai

“Ish! Dengarkan lanjutan nya. Masih ada lagi. Ahra. Dia yeoja baru sepertimu, dan dia menyukai Sehun. Seperti Jiyoon, Ahra juga berusaha mendekati Sehun terus, dan kau tau apa? Hmm, kurasa sekitar dua minggu, Ahra mati di bawah gedung Seni juga. Dengan kasus yang sama.”, ucap Yujin

“Baiklah. Itu artinya Sehun berada di antara yeoja-yeoja yang rawan untuk bunuh diri, makanya dia tidak suka yeoja.. kurasa dia punya sixth sense, dan tau bahwa yeoja-yeoja yang berada di dekatnya semuanya punya potensi besar untuk bunuh diri kekeke~”, aku kembali tergelak dengan fakta menggelikan yang ku ciptakan itu

“Aish.. Kau ini. Tetap saja, kau juga berusaha mendekatinya kan? Lebih baik jangan. Kami saja sudah takut pada keadaan Jihae, dia kan menyukai Sehun, kau lebih baik jangan dekat-dekat dengan nya lagi.”, ucap Yujin

Aku memandang Yujin, lalu tertawa pelan.

“Kau tau.. sebenarnya Sehun itu lumayan juga..”

“Ya!! Sooyeon!!”

Aku tertawa keras, wajah Yujin tampak begitu panik saat aku bicara seperti itu. Astaga. Dia menggelikan sekali.

“Mian mian. Aku hanya bercanda saja.”, ucapku

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Ini sudah minggu ketiga sejak aku disini. Dan Sehun masih seperti dulu, mengusirku. Hebatnya, karena rasa penasaran yang begitu besar ini, aku masih bertahan untuk bisa berkenalan dengan nya.

“Kau Sooyeon?”

Aku mendongak, memandang Jihae yang berdiri di depanku.

“Ya. Kita sekelas kan? Kenapa kau tidak tau aku?”, ucapku

Jihae tersenyum.

“Hanya memastikan. Bisakah kau berhenti mendekati Sehun? Kau tau kan dia tidak suka di dekati yeoja.”, ucap Jihae langsung

“Wae? Aku tidak mendekatinya untuk menyukainya sepertimu. Aku hanya ingin berkenalan saja.”, kataku santai

“Tapi kau membuat langkah pendekatanku semakin terhambat!”

Aku menatap Jihae. Tampaknya Ia benar-benar menyukai Sehun.

“Benarkah?”, kataku

“Tentu saja! Kau mengekorinya setiap saat, membuatnya berteriak marah setiap waktu. Tidakkah kau tau bagaimana hal itu membuat Sehun terganggu?!”

“Lalu kenapa kau tidak melanjutkan usaha pendekatanmu? Toh aku juga hanya ingin berkenalan saja dengan nya.”, ucap ku, yeoja ini marah-marah pada hal aneh tidak berguna.

“Tidakkah kau tau apa yang terjadi pada yeoja-yeoja yang membuat Sehun marah?”

“Mati bukan? Kau ingin memperingatiku akan hal itu juga? Aku sudah kebal.”

“Begitukah? Itulah kenapa kau bertahan menjadi benalu yang mengekorinya sepanjang waktu.”

Aku mengambil tas ku.

“Kita lihat saja.. siapa yang akan duluan mati di antara kita.”, ucapku sambil melangkah meninggalkan Jihae

Hah! Dia pikir dia siapa mau mengancamku seperti itu!? Bahkan ancaman Sehun saja ku abaikan. Dasar bodoh.

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

In Author’s Eyes..

“..Bisakah kau berhenti mendekati Sehun? Kau tau kan dia tidak suka di dekati yeoja.”

Langkah Sehun terhenti saat Ia akan berbelok ke arah kelas. Pendengaran nya yang tajam jelas bisa menangkap pembicaraan itu.

“Wae? Aku tidak mendekatinya untuk menyukainya sepertimu. Aku hanya ingin berkenalan saja.”

Namja itu menyernyit. Masih tidak bisa mengenali suara sosok yang bicara itu.

“Tapi kau membuat langkah pendekatanku semakin terhambat!”

“Jihae..”, Sehun bergumam, sadar bahwa satu dari sosok itu adalah Jihae.

“Benarkah?”

“Tentu saja! Kau mengekorinya setiap saat, membuatnya berteriak marah setiap waktu. Tidakkah kau tau bagaimana hal itu membuat Sehun terganggu?!”

Sehun menyernyit. Satu-satunya sosok yang mengikutinya sepanjang waktu adalah Sooyeon. Yeoja pindahan di kelasnya.

“Lalu kenapa kau tidak melanjutkan usaha pendekatanmu? Toh aku juga hanya ingin berkenalan saja dengan nya.”

“Tidakkah kau tau apa yang terjadi pada yeoja-yeoja yang membuat Sehun marah?”

“Mati bukan? Kau ingin memperingatiku akan hal itu juga? Aku sudah kebal.”

“Begitukah? Itulah kenapa kau bertahan menjadi benalu yang mengekorinya sepanjang waktu.”

“Kita lihat saja.. siapa yang akan duluan mati di antara kita.”

Sehun masih berdiri diam. Ia jelas sangat membenci dua orang itu. Ya. Dia membenci semua yeoja yang berusaha untuk mendekatinya. Tapi mendengar bagaimana dua orang itu tau tentang ancaman kematian yang melingkupi mereka, membuat Sehun goyah.

“Bodoh, aku hanya tinggal melenyapkan mereka berdua.”, ucap Sehun

  ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

“Annyeong!!”

Sehun sudah hampir terbiasa saat mendengar sapaan Sooyeon setiap paginya. Tidak seperti hari-hari sebelumnya—dimana Sehun akan berteriak penuh kemarahan untuk mengusir yeoja itu—hari ini Sehun memutuskan untuk diam.

“Ahh, jarang sekali kau tidak berteriak, padahal aku sudah memakai sumbat telinga.”, ucap Sooyeon, Sehun mendengar jelas yeoja itu tertawa geli

“Kau mau apa?”, ucap Sehun dingin

“Masih sama seperti biasanya. Kita sampai sekarang belum berkenalan.”, ucap Sooyeon santai, Sehun mendengar suara berderit di dekatnya, tanda bahwa yeoja itu duduk di dekatnya.

Sehun mengkeretakkan rahangnya, sangat tidak suka jika ada yeoja yang berada di dekatnya. Tapi namja itu berusaha meredam kemarahan nya.

“Aku sudah tau tentangmu.”, ucap Sehun

“Eh? Jinjjayo?”, Sooyeon terdengar terkejut

“Ya. Kang Sooyeon. Lahir di Mokpo tanggal 24 Juni. Tinggal di Gangwondo blok J nomor 12. Tinggal hanya dengan Eomma mu. Ciri-ciri fisikmu, tinggi 164, rambut hitam lurus sepanjang punggung dengan poni pendek. Punya lesung pipi di sebelah kanan. Ada bekas luka di lengan kanan atas mu karena kecelakaan saat kau kecil. Sudah puas?”, ucap Sehun, namja itu mendengar jelas bagaimana Sooyeon terdengar sangat kaget dan kagum

“Bagaimana kau bisa tau? Whoah. Kau hebat sekali..”, ucap Sooyeon

“Pergilah.”, ucap Sehun

“Chakkaman, kau belum memperkenalkan dirimu.”, ucap Sooyeon

“Oh Sehun, lahir 12 April, tinggal di Kyunggi blok A nomor 5. Aku tinggal bersama 2 saudaraku, kedua orang tuaku sudah meninggal. Aku buta karena kecelakaan. Sudah puas?”

Sehun mendengar kursi di dekatnya berderit pelan.

“Coba dari dulu kau memperkenalkan diri, aku pasti tidak akan sepenasaran ini.”, ucap Sooyeon, lalu yeoja itu meletakkan sesuatu di depan Sehun

“Mintalah bantuan salah seorang saudaramu untuk membaca isinya.. Senang bisa berkenalan denganmu. Aku akan berhenti mengganggumu lagi setelah ini.”, Sehun mendengar langkah yeoja itu menjauh.

“..Aku akan berhenti mengganggumu lagi setelah ini.”

“Dia.. Kenapa dia bicara sepertinya..”

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

“Ini sudah malam, kau tidak berburu?”

“Ya. Aku akan berangkat sekarang.”, ucap Sehun

“Whoah. Kau kelihatan nya sudah punya mangsa yang pasti.”

Sehun tersenyum tipis.

“Aku akan dapatkan dua mangsa kali ini.”, ucap Sehun

“Baguslah. Semakin cepat kau dapatkan 46 mangsamu, akan semakin cepat juga kau bisa melihat.”

“Arraseo.”

Sehun melesat keluar dari tempat tinggal sekaligus persembunyian nya itu. Tidak seperti saat ada matahari, penglihatan namja itu normal—bahkan melebihi manusia—jika berada di tempat yang gelap. Terutama malam hari.

Namja itu bergerak mengikuti instingnya. Ia harus menghisap darah yeoja yang lahir di tanggal dan bulan lahir genap. Begitulah aturan nya. Dan jika Ia berhasil mendapatkan 100 orang, Ia akan bisa melihat seperti manusia normal.

Tapi lain hal nya jika Ia berhadapan dengan yeoja yang berusaha mendekatinya, namja itu akan dengan senang hati melenyapkan yeoja-yeoja itu walaupun tanggal dan bulan lahir mereka bukanlah angka genap.

Sehun menghentikan langkahnya di samping sebuah rumah, namja itu bisa melihat jelas sosok yang ada di lantai dua kamar itu.

“Tidak.. Tidak malam ini.. Masih ada yang harus ku selesaikan denganmu.. Sooyeon.”

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Pagi berlalu sangat aneh bagi Sehun dan hampir semua anak di kelas. Saat Sooyeon tidak lagi menghampiri Sehun untuk membuat namja itu berteriak marah, semua orang bertanya-tanya. Termasuk Sehun.

Dia.. menepati ucapan nya?

Namja itu berusaha mendengarkan suara Sooyeon, nihil. Suara yeoja itu tidak tertangkap sedikitpun dalam pendengaran tajamnya.

Namja itu berdecak pelan, menyesal karena Ia memilih untuk punya indera pendengaran yang tajam, bukan nya penciuman—mengingat bahwa Ia akan bisa merekam bau darah Sooyeon dengan mudah.

Sementara itu di sisi lain, Sooyeon hanya bisa menatap diam saat Sehun mulai terbiasa dengan ketidak hadiran nya. Di satu sisi, yeoja itu merasa seolah ada yang hilang saat Ia tidak lagi bisa mendengar teriakan marah namja itu. Walaupun rasa penasaran nya masih sangat membuncah, tapi yeoja itu memutuskan untuk diam saja.

“Kau tidak menanyainya lagi? Atau kau takut karena ancaman nya?”, ucap Yujin

“Ish, untuk apa takut pada ancaman bodoh namja itu!? Kami sudah berkenalan, sekarang aku sudah tidak ada bahan pertanyaan lagi.”, ucap Sooyeon

Saat menangkap ucapan itu, Sehun berkeras berusaha menahan rasa gelinya. Sooyeon diam selama berhari-hari karena Ia tidak tau harus bertanya apa?

Sepulang sekolah, Sehun sengaja melangkah lebih cepat, Ia ingin mencegat Sooyeon, walaupun tidak tau bagaimana caranya.

“Kang Sooyeon.”

Sooyeon menghentikan langkahnya, menatap Sehun yang berdiri tak jauh di belakangnya. Yeoja itu lalu melangkah mendekat.

“Kau bicara padaku?”, ucap Sooyeon

“Bukankah kau penasaran.. karena aku bisa tau begitu banyak hal tentangmu?”, ucap Sehun sambil melangkah cepat meninggalkan yeoja itu

Sooyeon terpaku.

“Dia..”

Yeoja itu kemudian tersenyum tipis.

“Aku tau dia pasti merasa kesepian karena tidak ada orang yang mau bicara dengan nya kecuali aku. Ahahhaha.”, Sooyeon tertawa keras, walaupun Ia segera menutup mulutnya.

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

In Sooyeon’s Eyes..

Tidak seperti seminggu belakangan. Hari ini ku mulai dengan satu pertanyaan baru untuk Sehun. Bagaimana Ia bisa tau banyak tentangku.

“Annyeong!”

Bahu Sehun terlonjak pelan.

“Pergi.”, ucapnya, tidak sekasar biasanya.

“Aku masih menyimpan pertanyaan untukmu.”, kataku

“Pergi!!”

Ini baru Sehun yang aku kenal.. Yang membentakku.

“Bagaimana kau bisa tau banyak tentangku?”, tanyaku

BRAK!!

“Baiklah baiklah. Aku bisa bertanya padamu lain hari.”, ucapku santai sambil meninggalkan bangkunya

Dan di mulailah.. hari-hari yang sama seperti seminggu yang lalu..

 ██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Aku pulang agak akhir hari ini. Seongsaengnim memberiku tugas tambahan karena aku tidak ikut ujian nya minggu lalu. Jam setengah lima, aku selesai dengan tugasku.

Kakiku melangkah ke arah gerbang, seperti biasa, menunggu bus G lalu pulang. Tatapanku terhenti pada beberapa sunbaenim ku yang tampak menggeret seseorang. Sudah pasti mereka akan memukuli orang itu.

Tanpa sadar aku melangkah mengikuti mereka. Mereka sampai di belakang sekolah, heran juga kenapa mereka selalu memukuli anak orang di belakang sekolah seperti ini.

“Kau pikir karena Jihae menyukaimu kau bisa membuatnya berada dalam bahaya seperti yang kau lakukan pada yeoja lain!?”

BUGK!

Aku segera menutup mulutku. Ini pertama kalinya aku melihat kejadian pemukulan secara langsung. Dan jujur saja.. Aku tidak tega.

Siapa korban itu.. Jihae? Apa mungkin dia..

“Oh Sehun!! Kau tidak perlu berpura-pura lemah!! Kau adalah pembawa kutukan di sekolah ini! Berhentilah mendekati Jihae! Dan jangan membuatnya berada dalam bahaya!”

Beberapa saat kemudian, yang ku lihat hanyalah bagaimana mereka memukuli Sehun. Dan aku mendengar erangan kesakitan nya.

KLIK. KLIK. KLIK. KLIK.

Tentu saja tidak akan ku biarkan kejadian ini berlanjut. Aku mengambil beberapa gambar, lihat saja.. Mereka akan berurusan dengan guru.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Aku melangkahkan kakiku ke perpustakaan, hari ini aku dapat tugas tambahan lagi karena aku dikeluarkan dari kelas saat ketahuan tidur. Ish.

BRUGK!!

Aku terkesiap, dan tentu saja aku langsung bersembunyi.

“Kau mengadukan kami!? Kau pikir kau akan bisa menghentikan kami jika kau mengadu!? Hah! Pengecut!”

BUGK! BUGK!

Beberapa sunbaenim itu melangkah melewatiku—tapi tidak melihatku. Untung saja.

“Kang Sooyeon. Keluar dari tempatmu bersembunyi.”

DEG.

Aku semakin kaget saat mendengar Sehun bicara. Aku keluar, melangkah mendekati Sehun. Ia terduduk di lantai, tampak kesakitan.

“Neo.. gwenchana?”, tanyaku

“Apa tujuanmu mengadukan mereka? Kau pikir aku akan berterima kasih?”

“K-Keundae..”

“Berhentilah berusaha bicara padaku! Berhentilah berusaha untuk membantuku! Aku tidak membutuhkan bantuanmu! Aku bisa melenyapkan mereka sendiri.”

“A-Arraseo…”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮•)з To Be Continued ε(• -̮•)з▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

22 thoughts on “BLIND – CHAPTER 2

  1. Uhhh makin seru…

    Sehun vampire? Atau ada istilah lain selain vampire? Sooyeon bener bener berani ya..

    Udah sehun nyebelin banget orang ga nanya ditegur pas udah ditanya malah diomlein dasar -_-

    Like

  2. REPORT » chap 2 spotted.

    Yiks! Kenapa Sehun mehrong sekali di FF ini kak!? Dia yg mancing si Sooyeon nanya, giliran diturutin, eh malah marah2 gajelas -_- Kutendang ntar pantatmu bocah cadel! /dicekek/

    Like

  3. Eh Irish eonni toh yg buat ff.a, aku bru liat author.a tdi hehehhe
    Oohh crta.a Sehun Vampir gtu? Eonni emg daebakk lah untuk urusan ff fantasy, aku juga selalu suka ff fantasy hehehhe
    Next ya eon

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s