[Ficlet] 사랑 하치마 (Don’t Love)

SARANGHAJIMA

Cast:
Kwon Yuri, Choi Minho
Genre:
Romance, Drama
Length: Ficlet
Rating: General / G

Yuri pov
Hari ini merupakan hari ke-40 aku bekerja di kediaman keluarga Choi. Hah! Pekerjaan yang sama sekali tidak sesuai dengan keinginanku menjadi bumerang yang mengganggu ketenangan batinku. Aku sudah tak sanggup lagi mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah mewah milik tuan Choi. Setiap aku melihat wajah putera tunggal mereka, hatiku berdebar tak karuan.

“Noona!”

Ya Tuhan, suara itu memanggilku. Ya, Minho selalu memanggilku seperti itu karena umurnya lebih muda dariku.

“Ah, ya. Ada apa?” Aku segera berlari menuju tempat di mana pemuda tampan itu berada.

Sesampainya di dapur, kedua mataku melotot melihat apa yang terjadi pada tuan muda rumah ini. “Apa yang sedang Anda lakukan?” tanyaku pada tuan muda Minho.

Pemuda itu hanya tersenyum sembari menggoyang-goyangkan penggorengan yang dipegangnya. Ya, dia sedang menggoreng sesuatu yang… baunya sangat sedap.

“Kemarilah, Noona!” seru Minho padaku.

Tanpa ragu, aku pun mendekatinya. Ku lihat masakan yang tengah ia aduk di dalam wajan. “Masak apa?” tanyaku spontan yang terdengar sok akrab.

Minho menoleh ke arahku. Senyumnya tak luntur dari wajahnya. “Aku lupa nama masakannya. Tapi… maukah kau mencicipinya, Noona?”

Ya Tuhan… aku tahu perasaan Minho padaku. Tak dapat dipungkiri, Minho juga menyukaiku. Aku dapat merasakan perubahan sikapnya yang semakin manis dan semakin manis hingga aku lupa diri siapa aku ini.

“Ini,” ucap Minho seraya menyodorkan sesendok makanan yang sedang ia masak.

Aku membuka mulut perlahan untuk menerima suapan makanan dalam sendok yang disodorkan oleh Minho. Hmm rasanya benar-benar lezat. Tak ku sangka putera kesayangan tuan Choi sangatpandai memasak.
Yuri pov end

“Aku ingin memasak makanan yang lezat untukmu setiap hari, Noona.”

Deg!
Yuri tercengang mendengar pengakuan Minho yang sangat mengejutkan.

“Untukku?” tanya Yuri untuk memastikan kalau dirinya tidak salah dengar.

Minho mengangguk mantab kemudian memeluk Yuri. “Aku menyukaimu, Noona. Tak peduli siapa dirimu, tak peduli apa pekerjaanmu, yang terpenting adalah kau membuatku merasa nyaman.”

Bagai tersengat listrik ribuan volt, tubuh Yuri tak bergerak sedikit pun karena tegang. Ia membiarkan tubuhnya dipeluk sang pujaan hati begitu saja. Benar dugaannya bahwa Minho juga menyukainya. Namun apa yang dapat ia lakukan setelah mendengar pengakuan berharga dari Minho? Yuri tak kuasa menggerakkan bibirnya sekedar untuk mengucapkan sepatah kata dan menjawab ‘ya, aku juga menyukaimu’.

Minho melepaskan pelukannya. “Noona, maukah kau menjadi kekasihku?”

Ribuan kata melayang-layang di pikiran Yuri hingga membuatnya bingung hendak memilih kata yang tepat untuk diucapkan.
“Noona, kenapa? Ada yang salah?” Minho merasa bingung melihat sikap Yuri yang sama sekali tidak meresponnya.

“Eoh, ada yang salah. Otakmu salah, hatimu salah dan pikirabnu juga salah. Tak seharusnya kau menyukaiku. Aku hanyalah… seorang pembantu. Jangan menyukaiku sebagai seorang wanita. Anggap aku sebagai kakakmu saja.” Yuri mengatakan setiap kata dengan terburu-buru. Ia takut tak dapat melanjutkan kalimatnya jika tak mengatakannya dengan cepat. “Pikirkan dulu sebelum kau menyatakan perasaanmu pada seseorang.”

Yuri melepaskan tangan Minho yang menggenggamnya erat. Ia membalikkan badan dan bersiap melangkah pergi.

Tap!
Minho berhasil memegang tangan Yuri yang terlepas. “Kenapa? Apakah aku salah jika menyukaimu, Noona? Aku menyukaimu sebagai seorang wanita karena… aku merasa nyaman berada di sampingmu. Aku sama sekali tidak ingin memandang pekerjaanmu. Noona, aku benar-benar menyukaimu, mencintaimu sepenuh hatiku.”

“Hentikan! Aku anggap kau hanya bergurau.” Yuri melepaskan tangannya lagi lalu berhambur pergi meninggalkan Minho yang berdiri terpaku menghirup bau masakan yang hangus. Ekspresi wajahnya penuh kekecewaan dan penasaran kenapa Yuri menolaknya. Minho yakin kalau Yuri juga menyukainya. Lalu apa yang salah?

Selesai menjemur semua pakaian milik keluarga Choi, Yuri beristirahat di halaman belakang rumah. Ia duduk di atas dipan yang sengaja diletakkan di bawah pohon sakura yang tak berbunga. Yuri teringat kata-kata Minho yang sangat disukainya. “Aku sangat menyukaimu, Minho-a. Aku mencintaimu sebagai seorang laki-laki. Tapi… aku tidak bisa bersamamu karena usiamu lebih muda dariku. Aku benar-benar menyesal telah bersumpah bahwa aku tidak akan menyukai orang yang lebih muda dariku,” lirih Yuri yang tanpa disadari kalau Minho mendengar semua kata-katanya dari balik dinding rumah.

Minho mendesah pelan. Sekarang ia tahu kalau ternyata Yuri juga menyukainya namun gadis itu tidak ingin melanggar sumpahnya sendiri. “Aku mengerti, Noona. Maafkan aku yang telah menyukaimu.”

End

 

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s