Falling For Innocence [Chapter 5]

req-151

 

|| Title: Falling For Innocence || Author: Phiyun || Genre: Sad | Hurt | Romance | Family life | Comedy || Main Cast:  Jiyeon |Kris a.k.a Wu Yi Fan | Tao | Chanyeol | Jessica || Support Cast : Member T-ara & Exo ||

Credit Poster : IVRISLE on GANGSTER Graphic (Thank’s ^^)

Preview:  Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4

Cerita ini Remake dari drama Korea dengan judul yang sama. Mungkin ada beberapa alur ceritanya yang aku singkat. Dan mungkin ada kata yang aku ganti pakai bahasaku sendiri tapi itu tidak mengubah alur ceritanya kok. Walaupun nantinya akan sedikit beda.

Pemain yang ada didalam cerita real milik penulis ya kalau di dunia kenyataan milik Tuhan, keluarganya, Temannya dan agencynya. Heheee… XD

Tulisan paragraf yang bertulis miring adalah percakapan cast yang ada didalam cerita ini  yang pernah terjadi di waktu lalu ya, semoga para reader’s tak bingung ^^

***Happy Reading***

Kemudian merekapun mulai berbincang-bincang tentang masalah perusahaan Hermia.

“Kejadian dalam penggunaan bahan-bahan yang berbahaya juga merupakan pekerjaan dari teman kantor yang satu ini?” Ejek Kris didepan hadapan Tao.

“Hati-hati jika bicara.” Celetuk Jessica.

“Lalu, apa yang ingin kau capai dengan melakukan hal semacam itu? Uang? Aigoo! Mentransfer ke Gold Partners?”  Ujar Kris.

“Tidak masalah kan bila aku meminta Hermia?” Sahut Tao.

Mwo?” Balas Kris dengan terkejut.

“Tentu boleh.” Dengan santainya Jessica berucap seperti itu didepan Kris. Sontak Kris menjadi marah. “Yak!!! Apa yang barusan saja kau katakan, Jessica-ssi?”

Jessica lalu memberitahukan Kris bahwa PresDir Gold Partners  yang memerintahkan agar Tao yang menjadi PresDir baru di Hermia setelah Hermia bangkrut. Mendengar itu Kris langsung menyindir. “Wuaa, Dia banyak mendapatkan keuntungan dengan hanya sekali cakaran.”

Tapi Tao membalasnya dengan santai dan memberi tahu Kris bahwa saat ini membuat Hermia bangkrut sepertinya akan cukup sulit karena PresDir Wu sudah membayar obligasi yang jatuh tempo bulan ini.

“Apa yang kau maksudkan? Apa kau bilang Pamanku bisa membayar semua hutang obligasinya bulan ini?” Dengan ekspresi wajah yang tak percaya dan setelah itu Kris bertanya kepada rekan kerjanya. “Benarkah itu Jessica?” Dengan ragu yeoja itu berkata. “Nde…”

 

“Mwo?! Dengan jelas kau katakan kalau kau akan menahannya untuk mendapatkan dana. Bagaimana kau bisa bekerja seperti itu?!” Bentak Kris

“Benar harusnya kalian bekerja lebih baik dari ini.” Ucapnya sambil menyindir Kris dan Jessica. Tao memberitahu mereka kalau PresDir Wu mendapat dana untuk membayar hutangnya dari hasil penjualan perusahaan cabang. PresDir Gold Partners kemudian membuat rencana lain. Dia menyuruh Tao sebagai PresDir untuk membuat Hermia jatuh bangkrut.

“Sepertinya aku harus bekerja ekstra keras agar Direktur Wu memiliki cuti yang panjang dengan rasa aman.” Sindir Tao dengan tersenyum sinis kepada Kris.

“Hei! Tutup mulutmu sebelum lidahmu tergigit. Apa menurutmu kami tidak memiliki “Kartu” lain?” Balas Kris dengan ekspresi wajah yang kesal.

Dengan santainya Taopun membalas perkataan Kris. “Tidak ada “Kartu” yang sebaik milikku. Karena jika aku tetap berada di sisi PresDir Wu mulai sekarang, aku akan menjadi “Kartu” yang berbahaya. Ini bukan hanya untuk keuntunganku saja tapi untuk kalian juga. Aku akan menjadi orang yang sangat mematikan bagimu jika aku pergi menempati posisi PresDir di Hermia kelak. Jadi apakah anda butuh bantuanku saat ini?” Seketika Kris terdiam terpaku. Laki-laki itu tak bisa membalas lagi perkataan lawan bicaranya.

 

~OoO~

Setelah Tao pergi dari kantor Kris. Kris benar-benar marah kepada Jessica yang membiarkan rencananya hancur saat mereka hampir berhasil. “Kalian semua sudah gila! Bagaimana kalian bisa membuat semuanya jadi terbalik saat kita hampir menyelesaikannya?!” Teriak Kris didepan Jessica.

“Kami tidak mengubahnya! Itu hanya tertunda!” Jessica berusaha membela diri.

“Keberhasilan sudah ada di depan mata, aku melakukannya semampuku! Aku melakukan itu semua hanya untuk melihat kejatuhan Pamanku dengan tanganku sendiri! Tapi karena aku harus cuti beberapa bulan, kau bisa melakukan hal seperti itu?” Tanya Kris kembali dan Jessicapun membalas. “Misi balas dendammu, kami yang akan melaksanakannya. Kita hanya bisa melakukan itu. Kau tinggal hanya menunggu beberapa bulan saja. lebih baik kau ambil saja cutimu seperti yang  sudah kau rencanakan sebelumya.”

 

~OoO~

 

~Keesokan harinya~

Hermia dan Gold Partners mengadakan rapat umum pemegang obligasi. Saat rapat dimulai. Diruang lain para sekertaris pun sibuk mempersiapkan berbagai minuman dan hidangan. Jiyeon pun pergi ke lantai bawah untuk mengambil barang yang kurang dan saat Jiyeon kembali lagi keatas mengenakan Lift tak sengaja ia bertemu dengan Kris yang datang untuk menghadiri rapat itu.

Oh, Good See You.” Sapa Kris sambil melangkah masuk kedalam lift.

“Kau sudah datang?” Sapa Jiyeon dengan membungkukan kepalanya dihadapan Kris.

“Lantai berapa ruang pertemuan yang besar? Jari-jariku terasa sakit” Ujarnya didepan hadapan Jiyeon yang saat itu sedang memengang beberapa kardus di kedua tangannya. Karena ucapan Kris tak dihiraukan oleh Jiyeon, pria itupun bertanya lagi kepada Jiyeon. “Jari-jariku terasa sakit….”

Kemudian Jiyeonpun menekan lantai yang dimaksud oleh Kris. dan namja itupun berkata. “Thank you.”

“Masih belum terlambat jika  kau mengubah pikiranmu sekarang?”

“Soal apa?” Tanya Jiyeon.

“Soal bekerja sama denganku. Ini proposalku yang terakhir kalinya. Kau tidak memiliki kesempatan lagi begitu meninggalkan lift ini.”

“Tidak apa-apa. Itu lebih baik jika  aku tidak mendengarkan hal seperti ini lagi.” Sahut Jiyeon.

“Kau yakin, kau tidak akan menyesal?” Tanya pria tinggi itu.

“Bahkan setelah 100 kali kau ucapkan aku tidak akan menyesal.” Kemudian Kris berjalan kearah Jiyeon dan berkata.“Oke… Kita lihat, apa kau masih mengatakan hal itu setelah 20 menit dari sekarang.” Balas Kris sambil tersenyum simpul dihadapan gadis itu.

 

~OoO~

~Di ruang rapat.~

Saat rapat mulai membahas tentang pemilihan direktur yangg akan mensurvei obligasi Hermia, Kris langsung masuk menerobos acara rapat tersebut.

Aigoo! Apa kabar kalian semuanya?” Sapa Kris.

Jessica sangat kaget saat Kris masuk kedalam acara rapat tersebut. “Kris-ssi?”

“Apa yang membawamu datang kesini?” Tanya PresDir Wu

“Apa maksud Paman? Aku sudah sembuh jadi, aku harus kembali mencari uang sekarang. Aku sudah benar-benar sembuh berkat ginseng Black-Red yang sudah Paman berikan padaku. Aigoo, Ginseng Black- Red!  Sungguh sangat bagus manfaatnya.” Balas Kris dengan ekspresi wajah yang senang.

Setelah itu Kris membaca proposal yang ada diatas meja. Tapi PresDir Wu berkata dengan menyindir Kris bila ia sudah datang terlambat dalam acara rapat tersebut. “Sangat disayangkan kalau pertemuannya sudah akan selesai.” Ujar Pria paruh baya tersebut.

“Masalah yang paling penting belum dibicarakan,  masalah soal pemilihan dari Direktur yang akan dikirimkan untuk Survei…” Balas Kris namun buru-buru Jessica memotong pembicaraan Kris. “Dengar, Tuan Kris. Mereka sedang mencari calon yang pantas di kantor pusat saat ini jadi. kau…”

Kemudian Kris membalas apa yang saat tadi dilakukan kepada dirinya. “Itu tidak perlu. Aku yang akan mengambil posisinya.” Seraya melemparkan proposal tersebut keatas meja. Semua mata tertuju kepada Kris dan kebetulan juga Jiyeon baru saja masuk kedalam ruang rapat tersebut untuk menghidangkan jamuan kepada semua pegawai yang sedang melakukan rapat dan tak sengaja Jiyeon juga mendengar ucapan Kris yang barusan saja ia ucapkan.

“Mengapa Kalian jadi sangat takut? Posisiku hanya sebagai boneka yang cuma bisa melihat apakah kalian semua membayarnya tepat waktu atau tidak.” Celetuk Kris namun tanggapan PreDir Wu berbeda. “Apa yang kau rencanakan?” Ucapnya dengan nada yang menyindir.

“Rencanakan? Mengapa kau berkata seperti itu kepada orang yang menyelamatkan perusahaan mu ini?”

PresDir Wu tak percaya, dia yakin kalau Kris sengaja mengambil posisi itu untuk memanipulasi dana perusahaan. Kemudian PresDir Wu pun berkata. “Renacanamu adalah untuk memanipulasi dana secara terbuka setelah kau menyatakan diri kalau kau adalah Direktur yang dikirimkan oleh Hermia kan?”

Kris dengan santainya membalas perkataan Pamannya. “Untuk itu cepatlah, bayar hutangnya. Begitu kau melunasinya, semuanya selesai.”

Dengan nada yang berat PresDir Wu membalas, “Baiklah, akan aku ikuti kemauanmu, Kris-ssi.” Ucap PresDir.

Akhirnya PresDir Wu menerima tantangan Kris dengan menyetujui bahwa Kris yang menempati posisi direktur pengawa itu. Karena posisinya sudah disetujui maka Kris sekarang menuntut seorang pegawai untuk bekerja sama dengan dirinya. Dengan langkah yang santai Kris berjalan menuju kearah Jiyeon.

“Sekertaris Park. Berikan dia kepadaku.” Sambil menarik lengan gadis itu. Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang berteriak kearahnya. “Dengar, Tuan Wu Yi Fan-ssi! Berani sekali kau mengambil sekertaris dari pemilik perusahaan?” Bentak Tao dengan wajah yang kesal.

Tangan Krispun ia lepaskan dari lengan Jiyeon dan kemudian pria itu membalas perkataan Tao dengan ekspresi wajah yang datar. “Apa kau tidak mengecek peraturan di departemen legal kalau Direktur yang dikirimkan berhak untuk memilih karyawannya sendiri?” Lalu Kris membalikkan wajahnya kearah gadis yang ada disampingya. “Bukan berarti sekertaris Park akan mengatakan semua rahasia PesDir Wu jika dia mulai bekerja denganku bukan?” Ucapnya sambil mencolek pinggang Jiyeon yang sedang menundukan kepala, sontak Gadis itu sangat kaget sampai-sampai gadis itu mengerjabkan kedua matanya secara cepat saat melihat Kris.  “Kau bukan tipe orang yang seperti itu, kan? Sekertaris Park Jiyeon-ssi?” Kris menyindir sinis kearah Jiyeon dengan tertawa geli.

Setelah berkata itu Kris langsung menatap Pamannya yang ada dihadapannya. “Saat Aku mengatakannya dengan senyum kau harus mempertimbangkan permintaanku. Kalau  ini adalah  perintah, Paman.” Dengan nada yang dingin Kris menjelaskan kepada PresDir Wu bahwa walaupun dia mengatakan semua ini dengan senyuman tapi ini bukanlah permintaan ini adalah perintah. PresDir Wu dan Kris pun saling bertatapan tajam untuk sesaat dan PresDir Wu kemudian mengiyakan perintah, Keponakannya itu.

“Kau bisa melakukannya. Aku juga akan mengawasi pekerjaanmu dari sini.“ Ujarnya dengan nada yang datar. “Sekertaris Park, untuk beberapa bulan kedepan, jaga dia baik-baik.” Perintah PresDir Wu dan langsung di iyakan oleh Jiyeon. “Nde, Araseumnida.”

 

~OoO~

Acara rapatpun selesai. Setelah selesai rapat, Tao langsung protes kepada Kris tentang tindakannya yang telah mengambil Jiyeon untuk menjadi sekertaris pribadinya. “Apa yang sedang kau lakukan?”

“Tidak bisa tahu hanya dengan melihatnya?” Balas Kris dengan santai.

“Apa kau benar-benar harus melakukannya? Apa kau benar-benar membutuhkan seorang sekertaris?” Tanya Tao lagi kali ini dia berusaha menahan amarahnya.

“Yah… keputusuan itu aku sendiri yang membuatnya. Kau hanya melakukan apa yang kuperintahkan. Seperti seekor anjing.”

“Apa kau bilang?”

“Aku sudah mendengarnya Pegawai yang termuda dari Hermia dan Anjing PresDir Wu  adalah dirimu, kan?”

Melihat Tao yang terlihat marah Kris pun lalu berjalan mendekati pria tersebut kemudian merapikan dasi yang dikenakan Tao dan kemudian Kris berkata. “Melihatmu dari dekat ternyata kau sangat tampan.” Ternyata tingkal laku Kris tak jauh beda dengan Chanyeol karena kebetulan Chanyeol sering berkata seperti itu dan melakukan hal yang sama seperti yang barusan saja Kris lakukan pada Tao.

Setelah selesai merapikan dasi yang dikenakan Tao, Kris lalu menatap aneh kearah lawan bicaranya ini dengan mengatakan. “Tapi mengapa sungguh jengkel saat aku melihatmu, ya?” Tanya Kris dengan ekspresi wajah yang bingung.

Percakapan mereka kemudian terpotong saat Kris melihat Jiyeon sedang berjalan menuju dirinya dan Krispun emnghampiri gadis itu dan bertanya dengan nada yang menyindir. “Atasanmu adalah seorang Gangster.  Apa tidak masalah bagimu?”

“Ya. Itu bukan masalah.” Jiyeonpun membalas perkataan Kris dengan senyuman yang percaya diri.

“Oke, Ayo kita ciptakan rekan kerja yang hebat.” Kris langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Jiyeon dan Jiyeonpun membalasnya.”Mohon pertunjuk dari anda, Direktur Kris-ssi.” Sambil meraih  uluran tangan pria itu namun saat Jiyeon menjabat tangan Kris. Kris langsung menarik tangannya dengan kasar kearah depannya dan kemudian namja itupun berbisik tepat di sebelah daun telinga Jiyeon. “Kau benar, bahkan setelah hidup kembali, aku hanya bisa berpikir untuk menginjak apa yang ada di bawahku ini, perusahaan ini… Menurutmu siapa yang akan jadi korban pertama?huh..?” Setelah mengatakan itu kemudian Kris pergi meninggalkan Jiyeon yang masih terdiam terpaku karena kanget dengan apa yang barusan pria itu katakan padanya.

 

~OoO~

~Di malam harinya~

Kris menghabiskan waktu meneliti laporan bisnis Hermia selama 5 tahun belakangan ini. setelah sekertaris Oh membawa setumpuk dokumen untuknya, Kris langsung memerintahkan untuk mencari laporan-laporan lainnya.

“Kenapa? Kenapa, kau tidak minta bantuan sekertarismu yang baru? Kenapa kau meminta sekertaris lamamu untuk melakukannya?” Sindir Sehun dengan kesal kepada Kris.

“Mengapa kau banyak sekali bicara disaat aku sangat sibuk…?” Ucapnya namun setelah itu Kris melanjutkan kesibukkannya dengan dokument-dokument yang ada dihadapannya melihat dirinya tak dipedulikan oleh Kris, Sehunpun menjadi tambah kesal dan kemudian iapun berkata dengan nada yang marah. “Apa menurutmu aku tidak kesal!? Apa sih kekuranganku sehingga kau  memerlukan sekertaris lain? dan bagaiman dengan cuti setahun yang sudah kau rencanakan bersama denganku?”

Dengan santai Krispun menjawab. “Kita bisa pergi kapan saja yang kita mau. Aku sudah menginformasikan kepada PresDir kalau aku akan cuti setelah proyek ini selesai.” Mendengar itu, Sehun menyadari kalau sikap Kris masih sama seperti yang dulu. Dia masih bekerja keras seolah dia hanya punya waktu satu bulan lagi di hidupnya.

Tak berapa lama Krispun jatuh kelelahan di atas sofa dan iapun tertidur pulas. Ia bermimpi hal yang sama. Didalam mimpinya kali ini dirinya tampak berbaring tak sadarkan diri dan wanita misterius itupun menangis disisinya. Wanita itu mengulurkan tangannya menyentuh sebelah pipi Kris dan lalu gadis itupun berkata. “Beristirahatlah sekarang, Beristirahat dengan tenang…” Kris lalu terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya telah meneteskan airmatanya lagi.

 

~OoO~

~Ditempat yang lainnya~

Jiyeon pun pergi pulang kembali kerumahnya. Saat dirinya ada di tangga menuju rumahnya diatas bukit, kedua mata Jiyeon mulai berkaca-kaca membayangkan Chanyeol muncul dihadapannya dan bertanya bagaimana hari ini. Gadis itupun menjawab pertanyaan itu didalam hatinya. “Oh Chanie. Sungguh baik hariku ini.”

“Kau bohong. Kau terlihat sudah sangat kelelahan.  Apakah kau takut? Aku bilang itu bukan apa-apa. Jangan takut. Tidak ada yang Abadi didunia ini.” Kata banyangan Chanyeol dihadapan Jiyeon. “Arayo.” Balas gadis itu didalam hatinya.

“Kebahagiaan akan hilang. Namun kesedihan juga akan menghilang dan yang paling penting adalah kau memiliki aku disisimu.” Ucap Chanyeol lagi dan di iyakan oleh Jiyeon. “Betul kau akan selalu ada disisiku.”

Tiba-tiba banyangan Chanyeol menghilang dari hadapannya. Jiyeon pun mulai menapaki anak tangga satu persatu dengan langkah yang berat karena disetiap anak tangga tersebut penuh dengan kenangan indah bersama dengan Chanyeol. Bagaimana dulu Chanyeol selalu menunggu kepulangan dirinya di atas tangga dengan membawakan makanan kesukaan Jiyeon.

“Ta da! Kau belum makan, kan? Aku membelikan makanan kesukaanku, Mie dingin.” Kata Chanyeol.

“Wuaa mie dingin!” Balas Jiyeon dengan wajah yang riang.

 

Bahkan pernah Chanyeol menunggunya pulang sambil membawa seorang penjahat yang baru saja dia tangkap.

“Oh Yeol-ah ! Siapa orang ini?”

“Jiyeon-ah, sepertinya kita tidak punya pilihan lain untuk membawa laki-laki ini bersama dengan kita. Yak! berikan hormatmu, dasar brengsek!” Perintah Chanyeol pada penjahat yang sedang dia borgol dengan dirinya.

“Hallo, Kakak Ipar.” Kata penjahat itu sambil menunudukan kepalanya didepan Jiyeon.

 

Bahkan saat Jiyeon mengalami masalah pencernaan karena sering stres, Chanyeol langsung pergi membeli obat saat mendengar berita itu dari Tao dan menunggu gadis itu pulang kerja di atas tangga dengan membawa obat tanpa memperdulikan wajahnya sendiri yang lebam sehabis terkena pukulan oleh penjahat yang sudah ia tangkap.

“Yeol-ah..?? ada apa dengan dirimu.” Tanya Jiyeon sambil menyentuh wajah namja yang ia sayangi.

“Aku tidak apa-apa. Aku benar-benar baik-baik saja karena aku sudah melihatmu.“ Balas Chanyeol lalu memberikan botol obat kepada Jiyeon.

“Apa itu?” Tanya Jiyeon.

“Tao bilang kau memiliki masalah dengan pencernaan. cepat minum ini.”

“Yak!! Kau ini…” belum sempat Jiyeon menyelesaikan perkataannya Chanyeol langsung menyelanya. “Cepat dan minumlah…” Balas Chanyeol dengan tersenyum lebar di hadapan Jiyeon.

 

Semua kenangan itu membuat Jiyeon tak bisa lagi membendung air matanya yang selama ini iya tutupi didepan orang lain. Gadis itupun jatuh terduduk lemas dan menangis terisak-isak di atas anak tangga tersebut. Tak lama kemudian, tiba-tiba Jiyeon mendengar alunan lagu yang saat Chanyeol menyanyikannya waktu melamar dirinya dari telefon gengam milik orang lsin yang sedang berjalan kearah dirinya.

Dengan perlahan-lahan Jiyeon mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang ada dihadapannya dan betapa kagetnya Jiyeon saat gadis itu melihat Kris yang ada didepan hadapannya. Kris juga terheran-heran bagaimana mungkin ia bisa bertemu dengan Jiyeon ditempat semacam ini.

“Mengapa kau ada disini?” Tanya Kris didepan Jiyeon yang sedang terdiam terpaku menatap dirini dengan posisi kedua kakinya yang sedang berlutut.

 

~OoO~

 

~Di kantor polisi~

Eunjung ternyata masih bertahan untuk mencari siapa pembunuh Chanyeol dan tak sengaja rekan kerja Eunjung mendapatkan telefon dari saksi mata atas kasus penabrakkan Chanyeol. Eunjungpun langsung segera datang kekantor polisi, disana iapun mulai menanyakan apa yang saksi itu lihat saat hari kejadian.

“Ya, Aku mengingatnya karena aku kesana untuk merayakan ulang tahun mertuaku, mobil itu melaju sangat kencang. Tak jauh dari tempat TKP.” Kata saksi mata itu kepada Eunjung dan rekannya.

Lalu Eunjung bertanya lagi kepada saksi mata tentang mobil apa yang digumakanoleh pelaku. “Apa anda ingat jenis mobil apa yang anda lihat saat itu?” Dan iapun menjawab. “Nde… mobil itu jenis White Pride.”

 

~OoO~

~Dirumah kediaman Park Chanyeol~

Setelah pulang bekerja Taeseok atau bisa dibilang ayah Park Chanyeol mendapatkan telefon misterius dari seseorang yang tiba-tiba orang yang ada didalam telefon itupu menangis. Ternyata yang menelefon dirinya adalah seorang pria paruh baya yang menjadi kaki tangan Tao dalam skandal kosmetik di Hermia. Pria itupun menangis dengan sangat sedih sampai ia tak bisa mengatakan satu katapun ditelefon. Dan tak jauh dari tempat dia menelefon ahjussi itu memarkirkan mobil pride berwarna putih miliknya disebelah box telefon umum.

 

~OoO~

 

~Kembali lagi ke tempat dimana Kris dan Jiyeon bertemu~

“Mengapa kau menangis disini?” Tanya Kris yang sedang asik memakan permen lolipop dimulutnya. Jiyeonpun lalu kemudian langsung menghapus air matanya dan berdiri dari berlututnya dan kemudian gadis itu membalas pertanyaan Kris. “Apa yang membawa anda datang kesini Direktur?”

“Lalu mengapa kau ada disini?” Tanya Kris lagi.

“Ini lingkungan rumahku.”

“Jadi kau tinggal disekitar sini? Ah, tak heran…” Balas Kris dengan nada yang menyindir dan itu membuat Jiyeon kesal lalu gadis itupun berkata. “Apa yang membawa mu datang kesini!? Aku sedang malas berhubungan dengan mu malam ini!” Bentak Jiyeon.

“Beraninya kau berkata… seperti itu terhadapku?! Tapi karena hatiku lagi senang akan aku maafkan kau saat ini. Lagipula aku tidak tahu kenapa aku ada disini, Aku hanya..” Saat Kris melihat jepit rambut kupu-kupu yang sedang dipakai Jiyeon. Pria jangkung itupun langsung berteriak histeris sambil jari telunjuknya menunjuk-nunjuk kearah gadis itu. ”Aaahhhkkk!!!”

Sontak Jiyeon langsung terkejut saat Kris berteriak dihadapannya. Dengan ragu gadis itu bertanya. “Apa ada masalah?”

“Kau… Kau…dimana kau menemukan jepitan itu?” Tanya Kris dengan kedua matanya yang membulat lebar. Dan Kris tiba-tiba mencengkram kepala milik Jiyeon. “Hei, apa ini kepalamu?” Jiyeonpun berusaha untuk melepaskan kepalanya dari cengkraman Kris. “Apa yang anda lakukan? Omo!” Ucapnya sambil menghempas kedua tangan Kris dengan kasar.

“Kesini sebentar.” Kata Kris kepada Jiyeon dan kemudian pria itu sekarang menggengam erat kedua bahu Jiyeon. “Ye..??” Balas Jiyeon dengan wajah yang bingung dan Kris langsung menarik tubuh Jiyeon kedalam pelukannya untuk meyakinkan dirinya apakah Jiyeon adalah gadis yang selama ini ada didalam mimpinya.

 

~OoO~

~Flash Back ~

-Pov Kris-

Sejak aku masih kecil, hidupku sudah menderita.

“Yi Fan-ah, Ibu dan Ayahmu benar-benar orang tua yang hebat. Mereka selalu hidup dan peduli dengan kesusahan orang lain dan banyak memberi sedekah. Kau tidak boleh melupakan itu.” Kata Dokter Jo kepadaku saat kematian Ibuku.

Dan akupun menjawab perkataan beliau. “Ya, aku tidak akan lupa. Kenyataannya kalau Ayahku seorang yang sangat bodoh di seluruh dunia.”

Itu sebabnya Aku memutuskan nasibku menjadi orang yang lebih kejam dari kehidupan yang kualami.

“Kau tidak akan hidup lebih dari 3 tahun. Kau harus segera berhenti bekerja.” Kata Dokter yang menanganiku di amerika.

Setelah mendengar diangnosa dari dirinya akupun lalu menghubungi seseorang. “Oh kau tidak punya waktu hari ini? Projek Hermia kita harus lebih cepat bergerak dari sebelumnya.”

 

Dan setelah 20 tahun, aku akan menjadi monster yang paling kejam. Tapi saat itu, aku tidak tahu kalau nasibku sudah berubah sedikit demi sedikit.

-Beberapa jam yang lalu sebelum Kris bertemu Jiyeon-

Setelah aku terbangun dari mimpi ku , aku lalu berjalan-jalan dengan linglung tanpa arah namun kedua kakiku membawa langkahku menuju ke suatu tempat. Aku baru tersadar dari lamunanku saat seekor kucing mengeong keras dihadapanku.

“Agh, sungguh mengagetkan! Dasar kucing sialan!” Umpat ku. “Dimana aku?” Sambil menengok kanan kirinya. Lalu akupun langsung menelefon Sekertaris Oh untuk menyuruhnya menjemput diriku sekarang.

“Hallo?” Dengan nada yang mengantuk Sehunpun menjawab panggilan ku.

“Hei, aku ini ada dimana?”

“Hah… maksudmu aku dimana?” Balas Sehun dengan nada yang masih mengantuk.

“Bukan kau tapi aku!” Teriak ku di telefon.

“Ah… Mengapa kau tanyakan itu kepadaku?”

“Aku rasa aku kesasar. Datanglah dan temui aku!” Perintah ku.

Itu membuat Sehun bingung, bagaimana dia harus menjemput Kris kalau Direkturnya sendiri tak tak tahu keberadaannya sekarang. “Ambillah gambar tanda arah yang ada disekitarmu dan kirimkan kepadaku. Nanti aku akan menjemputku.” Kata Sehun.

Lalu Kris kemudian menututup telefonnya dan mulai memfoto tanda arah yang ada disekitarnya. Tanpa sengaja Kris melihat sebuah rumah yang cukup besar didepannya. Rumah itu tampak membuat perasaan Kris menjadi tenang. Tanpa Kris mengetahuinya, rumah itu adalah rumah impian Chanyeol dan Jiyeon yang pernah dijanjikan oleh Chanyeol kepada Jiyeon saat sesudah ia melamar gadis itu.

Juga, masa depan yang tidak bisa Kubayangkan… sedang menantiku.

~Flash Back-end~

 

~OoO~

 

“Kesini sebentar.” Kata Kris kepada Jiyeon dan kemudian pria itu sekarang menggengam erat kedua bahu Jiyeon. “Ye..??” Balas Jiyeon dengan wajah yang bingung dan Kris langsung menarik tubuh Jiyeon kedalam pelukannya untuk meyakinkan dirinya apakah Jiyeon adalah gadis yang selama ini ada didalam mimpinya.

Setelah beberapa saat memeluknya, Kris langsung melepaskannya dengan teriakan kencang dan bertanya kepada Jiyeon, apakah gadis itu berada di ICU saat dirinya pingsan waktu itu.“ Aaahhkkk!!! Kau…Kau datang ke RS kan? Kau datang mencariku, memelukku dan menangis, kan?!”

Jiyeonpun menjawab. “Mengapa aku mencari mu? Apa anda tidak tahu kalau hanya anggota keluarga yang diijinkan masuk ke ruang ICU?”

“Itu benar. Lalu apa semua ini?” Kris sangat bingung dengan apa yang baru saja ia rasakan saat tadi. Apakah ini suatu kebetulan semata atau memang…

 

~OoO~

 

~Di pagi harinya~

Jessica dan Sekertaris Oh menjemput Kris di kamar hotelnya tapi saat mereka berdua tiba disana mereka tercengang dengan penampilan baru Kris karena Kris mengubah cara berpakaainnya lebih casual dari biasanya dan Pria itu juga mengubah tatanan rambutnya lebih rapi dari pada biasanya.

“Kriss-ssi?” Panggil Jessica dengan tersenyum

“Ya. Kalian sudah datang?” Balas Kris sambil mengenakan jam arlojinya.

Dalam perjalanan ke Hermia, Jessica memberitahu bahwa Hermia memperbarui kontrak dengan Mall Jinyang, karena jika tidak maka Hermia akan mengalami krisis keuangan. Mendengar itu, Kris pun langsung membuat rencana utama untuk memastikan bahwa kontrak itu tidak akan berjalan sukses.

Setelah membicarakan hal itu Kris pun bertanya kepada Jessica kenapa dirinya ikut bersamnya ke perusahaan Hermia. “Mengapa Kau di mobil ini disaat kau tidak ingin pergi ke Hermia?” Tanya Kris sambil mengambar sesuatu di atas kertas.

“Hmm, Bisa dikatakan…kalau penampilan baru mu menarik perhatianku.” Balas Jessica dengan tersipu malu. Tapi Kris sama sekali tidak tertarik dengan jawaban yang dilontarkan oleh gadis yang sekarang ini sedang duduk tepat disampingnya.

“Supir, Oh tolong antarkan aku pulang terlebih dahulu sebelum kau mengantar Kris ke Hermia.” Pinta Jessica kepada Sehun. “Yah… aku bukan supir, aku ini sekertaris.” Gumam sehun dan didengar oleh Kris dan Jessica. Kris pun hanya tersenyum tipis saat mendengar dumalan yang di ucapkan oleh sekertarisnya kepada Jessica.

Setibanya di kantor Hermia, Kris disambut oleh Tao dan beberapa direktur lainnya. Tao brkata bahwa dirinya sudah diperintahkan oleh PresDir Wu untuk mengajaknya berkeliling sekaligus menjelaskan situasi perusahaan ini.

Saat mereka hanya berdua didalam Lift, Kris  memuji Tao karena pria itu sudah memberi bocoran informasi tentang pembaruan kontrak Hermia dengan Mall Jinyang.

“Aku dengar kau adalah orang yang memberikan informasi itu kepada kamu, Tao-ssi.”

“Soal kontrak ulang dengan  Jinyang?” Tanya Tao.

Nde… Sungguh berguna sekali, Aku akan memanfaatkannya.” Tambah Kris.

“Aku harap kalau rencanamu berjalan dengan baik.” Sahut Tao dengan dingin.

Mendengar itu, Kris langsung mengangkat sebelah tangannya dengan kesal kearah Tao. Tapi belum sempat ia memukul pintu lift itupun terbuka. Dan Kris langsung menurunkan sebelah tangannya saat dirinya melihat Jiyeon yang sudah ada didepan pintu lift.

“deg..deg…deg…” Entah mengapa begitu melihat Jiyeon, jantung baru milik Kris lagi-lagi berdebar dengan kencang.

“Kenapa, ini terjadi lagi?” Lirih Kris dalam batinnya.

 

~OoO~

Setelah rapat usai, Kris kemudian kembali kekantornya dimana sudah ada Jiyeon sebagai sekertaris barunya. Melihat Jiyeon, lagi-lagi jantung Kris berdebar dengan cepat dan Kris semakin bingung dengan perasaan aneh yang dia rasakan akhir-akhir ini saat melihat diri Jiyeon.

“Apa ini? Mengapa perasaanku menjadi aneh saat aku melihatnya?” Ungkap batinnya dan kemudian Kris menyuruh Jiyeon untuk masuk kedalam ruangannya. “Ikuti aku kedalam.” Katanya sambil berlalu dihadapan gadis itu. Jiyeonpun lalu langsung mengikuti perintah atasan barunya tersebut.

Setibanya Jiyeon didalam ruangannya, Krispun lalu bertanya. “Kau tidak merasa takut? Karena ini hari pertama kau bekerja untuk seorang Gangster?”

“Aku sudah bekerja sama dengan empat orang bos sejak, aku bergabung dengan perusahaan ini anda hanya bos yang ke-lima dimana aku harus bekerja dengan anda.” Kata Jiyeon dengan nada yang tenang.

“Mulai sekarang aku yang bertanggung jawab. Apa kau bisa melakukan semua yang kuperintahkan?” Tanya Kris dan Jiyeonpun menjawab. “Selama tidak melanggar hukum dan jika hal yang menurut atasanku itu sangat penting untuk dilakukan.”

“Bagus! aku akan memberikan perintah dengan  pandangan seperti itu, namun jika kau gagal dalam menjalankan tugasmu kau langsung akan dipecat. Bahkan jika melakukan sekali kesalahan, kau akan tetap dipecat. Arasso?” Tanya Kris kembali. Lalu Jiyeonpun membalas. “Nde… araseumnida.

Kris lalu memberi perintah pada Jiyeon untuk mengganti semua interior yang ada didalam ruang kerjanya. Mengambil semua interior untuk rumah barunya dan menata ulang semua file lama dengan file baru yang sebentar lagi akan dikirim dari Amerika.

Setelah itu Kris keluar kantor untuk menemui beberapa investor. Jiyeon mengikuti Kris  sampai keluar gedung. Saat Kris hendak masuk kedalam mobil, Jiyeon berusaha menghentikan Kris untuk masuk karena gadis itu ingin memberikan sesuatu kepada Kris. Dan tak sengaja jari Jiyeonpun terjepit cukup kencang saat Kris  menutup pintu mobil.

“Aahhkk!” Teriak Jiyeon sambil menggengam tangannya yang berdarah karena terkena jepitan pintu sembari berjongkok. Sekertaris Oh langsung keluar dan melihta keadaan Jiyeon.

“Darah! ada darah! Kau seharusnya lebih berhati hati!” Kata Sehun kepada Kris yang sedang keluar dari dalam mobil. “Tunggulah sebentar disini aku akan membawakan obat untuk mu.” Lalu Sehunpun berlari mencari obat untuk Sekertaris Park.

Walaupun tangannya sangat perih dan sakit, tapi Jiyeon berusaha menahannya untuk memberikan sebuah ID Card kepada Kris. “Maafkan aku Direktur, aku belum memberikan anda aksesnya untuk bisa masuk, kau harus memiliki kartu akses…” Tiba-tiba Jiyeonpun terdiam saat dirinya tak sengaja melihat Kris tiba-tiba meneteskan air mata dihadapannya. “Direktur…” Kata Jiyeon pelan.

Kris tak mengerti mengapa dirinya menjadi seperti ini. lalu Pria itupun berkata. “Kau yang terluka.. Mengapa aku…?” Lalu mereka berduapun saling bertatapan dalam ke heningan.

 

~OoO~

~Di malam harinya~

“Apa kau sudah gila?” Kata Sehun kepada Kris.

“Mengapa aku seperti itu? Mengapa aku seperti itu? yang terluka kan bukan jari-jariku!” Balasnya sambil duduk diatas sofa seperti anak kecil.

“Mengapa kau seperti ini, benar-benar..? Kau berkelahi dengan ahjumma, berkeliaran di lingkungan yang asing sampai larut malam… dan bahkan kau menangis dengan tanpa alasan?”

“Apakah aku sudah gila?” Kata Kris lagi didepan Sehun dengan wajah yang takut.

“Kau juga berpikir kalau dirimu sudah gila, kan?”

“Sedikit.” Akunya.

Lalu Sekertaris Oh langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya dan kemudian pria itu langsung menempelkan selembar jimat pengusir setan dan kemudian ditempelkan di pipi Kris sambil mengucapkan mantra-mantra.

“Roh jahat! Keluarlah! Keluarlah!” Sambil melemparkan butiran beras kearah tubuh Kris.

“Yah!!! Apa yang kau lakukan?” Tanya Kris kemudian lembaran jimat yang menempel di pipinya ia lepaskan.

“Ini semua demi kebaikanmu! Aku menemui seorang dukun dan dukun itu bilang, kau pelan-pelan akan menjadi gila karena roh jahat telah merasuk dalam tubuhmu saat kau di opname.” Jelasnya kepada Kris setelah itu Sehun melanjutkan lagi melempari butiran beras kearah wajah Kris sekali lagi. “Pergilah, Roh Jahat! Menyingkirlah, Roh jahat! Keluarlah!”

Krispun menjadi marah, pria itu lalu memukul kepala Sehun dengan bantal yang tak jauh dari atas sofa. Dan Sehunpun pergi menjauh karena Kris terlihat sangat marah kepadanya. Namun sebelum Sehun pergi dari rumahnya, Kris menyuruh Sehun membersihkan butiran beras yang berhamburan di atas lantai. “Bersihkan!” Kata Kris sambil jari telunjuknya menunjuk kebawah lantai. Dengan hati-hati Sehunpun kembali dan pria itupun kembali melempari Kris dengan beras pemberian dari dukun. “Roh jahat! Pergilah!!” Kemudian Sehun berlari meninggalkan Kris. “Aaissh!!!” Krispun menjadi naik pitam lalu Pria jangkung itupun menyusul Sehun berlari sambil membawa bantal digengamannya.

 

~OoO~

Dimalam harinya Kris bermimpi lagi, tapi kali ini dia bermimpi berbaring tak berdaya dengan kepala yang berlumuran darah disebuah jalan yang gelap. Didepannya dia melihat tangan seseorang yang sedang memakai jam tangan dan didalam jam tangan itu tampak sebuah gambar ikan. Kris tersentak kaget saat terbangun dari mimpinya di keesokan paginya dengan keringat dingin dan nafas yang terengah-engah.

~OoO~

 

~Di pagi harinya~

Ternyata Tao sudah menunggu Jiyeon sedari pagi untuk mengantar Jiyeon berangkat kekantor tapi sebelum mereka berangkat kekantor Tao membawa Jiyeon ke rumah sakit untuk mengobati lukanya. Setelah tangan Jiyeon diobati, mereka berangkat kekantor bersama. Sesampainya diparkiran Jiyeonpun keluar bersama dengan Tao dan tiba-tiba Tao melihat sebuah mobil melaju kencang kearah mereka. Dengan sigap tubuh Jiyeonpun ditarik oleh Tao kedalam dekapannya. Mobil yang hampir menabrak mereka adalah Kris. setelah keluar dari dalam mobil Kris langsung mengucapkan maaf dan kemudian iapun berlalu.

Saat mereka bertiga sedang menaiki lift yang sama, Tao memperingatkan Kris untuk tidak melakukan lagi hal semacam itu. Kris pun membalas menyindir mereka berdua. “Ada seorang lelaki dan perempuan yang bermain-main dengan api. Ini bukan apa-apa?”

“Direktur Tao dan aku adalah teman.” Kata Jiyeon menjelaskan pada Kris.

“Benar begitu, Direktur Tao? Kalau orang ini adalah benar-benar temanmu?” Tanya Kris lagi dengan nada yang mengejek kearah Tao, Tao pun menjadi kesal dengan perkataan Kris. “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

Krispun berkata. “Yang jelas aku tidak ingin kau menjadi temanku. Aku selalu curigai dengan sekertarisku, aku benar-benar tidak ingin melihat  sekertarisku dekat dengan orang lain.”

“Kalau begitu  perlakukan dia dengan baik. Sehingga, aku tidak terlalu mengkhawatirkannya. Kau membuat jarinya terluka. Bagaimana bisa, aku tinggal diam dan tidak khawatir?”

Pintu Liftpun terbuka. Tao langsung pergi meninggalkan Kris dan disusul oleh Jiyeon. Kris menjadi marah, karena ucapannya tidak digubris oleh Tao. Saat Kris keluar dari dalam lift pintu lift itu langsung ia tendang dengan penuh amarah.

“Sialan… lihat saja nanti, akan aku balas kalian.” Umpat Kris sambil kedua matanya menatap punggung Jiyeon dan Tao dari kejauhan.

 

~OoO~

 

~Didalam ruangan kerja Kris~

Jiyeon membawakan segelas minuman kedalam ruangan kerja Kris dan menaruhnya tepat dihadapan pria tersebut. Saat Kris melihat jari Jiyeon yang diperban, Kris langsung mengerutu kesal lalu menyuruh Jiyeon untuk tidak dekat dengan Tao maupun pegawai lainnya.

“Mulai sekarang, jangan terlibat secara pribadi bukan hanya dengan Direktur Tao tapi dengan seluruh karyawan yang ada.”

“Tapi…mengindahkannya setelah 20 tahun.. itu” belm sempat Jiyeon menyelesaikan ucapannya Kris langsung memotongnya. “Lalu, sekarang kau ingin mengindahkan atasanmu? Bagaimana dengan kata-kata yang kau ucapkan untuk mematuhi semua yang diperintahkan atasanmu? Apa kau sudah melupakannya? Apa kau membuangnya kedalam teh itu?” Ujarnya sambil membuang pandangannya ke secangkir teh yang dibawa oleh Jiyeon.

“Aku mengerti. Aku akan pastikan untuk  membatasi hubungan pribadi dan pekerjaan ketika ada di kantor.” Balas Jiyeon sambil membungkukan tubuhnya.

Kris lalu memberi Jiyeon sebuah tugas. Yaitu menjamu klien dari prancis yang akan datang ke korea yang akan melakukan kontrak kerja sama dengannya. Tenyata berita itu cepat meluas di dalam perusahaan Hermia. Direktur Yoon buru-buru melaporkan informasi penting pada PresDir Wu. Mall Jinyang ingin menghentikan kontraknya dengan meraka dan menggatikan dengan kosmetik dari perusahaan Perancis.

Yang menjadi masalah perwakilan Perancis itu akan datang hari ini dan akan langsung pergi melakukan inspeksi ke mall Jinyang dan yang paling mencengangkan yang menjamu investor itu adalah Jiyeon. PresDir Wu langsung marah besar, ia langsung menyuruh Direktur Yoon segera menjemput Sekertaris Park menghadap dirinya sekarang juga.

 

~OoO~

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Apa maksudmu?” Balas Kris sambil tetap sibuk membaca arsip-arsip kantor.

“Kita kedatangan tamu dari Palair hari ini. Apa ada moment yang penting, apa mungkin  behubungan dengan kontrak itu? Tapi mengapa kau meminta Nona Jiyeon untuk bertanggung jawab? Bagaimana jika dia membuat semuanya jadi berantakan?”

Sekertaris Oh benar-benar tidak mengerti kenapa Kris menunjuk Jiyeon sebagai pemandu klien dari Perancis. Dengan santainya Kris memberitahu Sehun bahwa kontrak itu sebenarnya hanyalah kebohongan.

“Mwo?! Lalu kenapa Direktur menyuruh Nona Jiyeon untuk pergi menjamu investor palsu itu?” Tanya Sehun lagi.

Dengan suara yang berbisik kesal Kris berkata. “Dia sangat tinggi mengangkat hidungnya (Sombong). Aku hanya berusaha untuk menurunkannya (membuatnya rendah hati).” Lalu Kris bangkit dari kursinya dan berjalan keluar ruangannya. Semenjak ia berhasil melakukan transplantasi jantung, pendengaran Kris menjadi tajam. Baru saja ia membuka pintu ruangannya, dia bisa mendengar umpatan dari sekertarisnya. “Dia benar-benar sampah!” Lirih Sehun

Lalu Kris membalikkan tubuhnya dan berkata. “Ah. Aku dengar itu. Apa  Sampah?” Dengan nada yang kesal melihat Kris marah Sehun langsung berjalan cepat untuk menyiapkan mobil. “Aku akan menyiapkan mobilnya.”

Saat melewati meja kerja Jiyeon, Kris melihat ada sebuah brosur pumpkin club yang di dalam brosur itu ada gambar ikan yang simbo itu sama persis dengan yang dia lihat dalam mimpinya. Jiyeonpun lalu pergi kebandara untuk menjemput klien dari Perancis yang bernama Wigo yang ternyata Wigo adalah anak buah Kris yang berpura-pura menjadi investor untuk mengerjai Jiyeon.

 

~OoO~

Kris mendengar kalau Jiyeon tidak menuruti perintahnya. Saat Kris kembali kekantor, tentu saja dia langsung marah besar pada gadis itu. Jiyeon lalu meminta maaf tapi Kris tidak mau menerima maafnya. Kris juga mengancam Jiyeon untuk tidak mengatakan apapun tantang apa yang terjadi pada hari ini, jika tidak maka dirnya akan membuat Jiyeon tidak bisa bekerja dimanapun.

Setelah selesai beragument dengan Jiyeon, Kris lalu pergi bertemu dengan Wigo di malam harinya. Wigo ternyata bukan wakil perusahaan kosmetik Perancis tapi pria itu adalaha senior keuangan di Gold Partners sekaligus rekan kerja Kris. Dan apa yang mereka lakukan pada Jiyeon tadi hanyalah akting untuk mengetes kesetiaan gadis itu dan menipu PresDir Wu dengan cara memanfaatkan Jiyeon sebagai pengalih perhatian. Karena acara penandatanganan kontrak yang sebenarnya sudah di ambil alih oleh Kris.

Krispun tertawa geli saat menceritakan apa yang sudah ia lakukan pada gadis itu didepan Wigo. Dan tiba-tiba Wiga memberitahu kepada Kris bahwa Jiyeon sudah mengetahui kalau dirinya adalah investor palsu dan gadis itu juga tahu kalau Wigo juga adalah karyawan dari Gold Partners.

 

“Sekertarismu tahu kalau aku ini palsu.”

“Apa?!!” Teriak Kris dengan terkejut.

“Bahkan dalam situasi yang dia hadapi, Gadis itu masih menghormatiku sampai akhir, dia masih mengantarkanku sampai ke hotel selayaknya tamu anda, Direktur.” Kata Wigo kepada Kris. mendengar penjelasan rekan kerjanya Kris menjadi semakin tertarik dengan Jiyeon dan kemudian pria itupun berkata. “Apa dia sesempurna itu atau  dia memang tidak memiliki harga diri?” Gumam Kris.

~OoO~

 

Ditempat yang berbeda Jiyeon melepaskan kekesalannya dengan meminum Soju sendirian di sebuah kedai kaki lima yang tak jauh dari daerah rumahnya. “Ahjumma. Tolong satu botol Soju lagi disini.” Pinta gadis itu.

“Sekertaris Park, ada apa denganmu tiba-tiba minum alkohol? dan terlebih lagi kau juga makan ceker ayam? Kau bilang kalau sekertaris tidak bisa makan makanan yang baunya tajam dan minum alkohol?” Tanya wanita paruh baya itu.

Ahjumma hari ini.. aku sudah dipecat Jadi sekarang  aku bisa makan apapun yang aku mau. Sungguh menyenangkan bukan, Ahjumma?” Balas Jiyeon dengan tersenyum riang dihadapan wanita tua itu.

Setelah puas minum Soju, Jiyeonpun kembali pulang kerumahnya dengan langkah yang gontai. Jiyeon berjalan pulang menaiki anak tangga seperti biasa dengan tubuh yang gontai dan pandangan mata yang kabur sambil bergumam kepada dirinya sendiri dengan mengatakan kata-kata yang sering Chanyeol katakan pada dirinya.”Semua akan berlalu, kebahagian akan berlalu dan kesedihanpun akan berlalu…”

Tiba-tiba Kaki Jiyeonpun tersandung dan tubuh gadis itu hampir terantuk anak tangga. Tapi dari belakang ada seseorang yang dengan cepat meraih tubuh gadis itu yang hempir terjatuh. Dengan pandangan yang buram Jiyeon melihat sosok Kris ada dihadapannya. “Bahkan disaat aku mabukku wajah pria brengsek itu selalu hadir didepan mataku.” Umpat Jiyeon dalam hatinya dan tak berapa lama iapun tak sadarkan diri.

 

~OoO~

 

~Dipagi harinya~

Setelah melihat brosur yang ada diatas meja kerja Jiyeon, Kris pun pergi ke alamat toko tersebut. setibanya disana ternyata tempat itu adalah toko akseoris dimana barang-barang yang dijual semuanya bergambar ikan. Dan saat Kris melihat-lihat dia menemukan sebuah jam tangan yang sama persis dengan jam yang ia lihat didalam mimpinya. Seteah itu Krispun kembai lagi ke Hermia.

Sementara di Hermia, PresDir Wu mendapatkan kabar kalau Mall Jinyang sudah melakukan tekan kontrak dengan perusahaan Perancis. Kejadian itu membuat Direktur Yoon dan PresDir Wu berpikir kalau Jiyeon melakukan pengkhianatan kepada mereka. Walaupun sebenarnya Jiyeon sampai akhir dipecat oleh Kris karena gadis itu bersih keras untuk tetap setia kepada PreDir Wu. Tapi PresDir Wu dan yang lainnya tak tahu pengorbanan yang sudah Jiyeon lakukan terhadap perusahaan Hermia.

Dipagi Jiyeon datang ke Perusahaan Hermia untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya di HRD. Tao diberitahu oleh salah satu rekan Jiyeon kalau PresDir Wu sangat marah besar pada Jiyeon bahkan Jiyeon Juga sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Mendengar berita itu Tao sangat marah pada Kris. Taopun langsung menghampiri ruang kerja kris yang kebetulan Kris baru saja datang.

“Sudah aku katakan padamu untuk menjaga Park Jiyeon dengan baik sehingga aku tidak perlu mengkhawatirkannya. Tapi, kau melakukan hal  seperti itu?” Dengan nada yang penuh amarah.

Mwo?! Ap yang edang kau bicarakan sekarang?” Tanya Kris bingung.

“Jika ada sesuatu yang terjadi pada Park Jiyeon-ssi,  Kau akan mati di tanganku!” Ancam Tao kemudian ia pergi keluar dari ruang Kris sambil membanting kencang pintu ruangan tersebut.

Kris menjadi marah karena baru kali ini ada orang yang berani mengancam dirinya. Pria itupun lalu mengejar Tao dan tak sengaja saat ia kan menyusul Tao disana sudah ada Jiyeon yang sedang berjalan dan tiba-tiba dari arah belakang punggung Jiyeon sudah ada PresDir Wu yang sedang berjalan cepat kearah Jiyeon dan…

“Plakk!!!” tampa basa-basi PresDir Wu langsung menampar gadis itu dengan keras sampai-sampai Jiyeon jatuh tersungkur.

“PresDir…” Ucap Jiyeon sambil menyentuh sebelah pipinya yang terlihat memerah dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

“Aku sudah membesarkamu dalam perusahaanku dan kau sudah bergantung padaku! Berani sekali kau membalasnya seperti ini? Hah!!!” Bentaknya.

“PresDir…” Kali ini Jiyeon membalas dengan bibir yang bergetar.

“Berani sekali kau mengucapkan kata PresDir dari mulutmu itu. Aku tak sudi mendenagr dari mulut mu!!”

Kris yang melihat Jiyeon di tampar dan di caci maki oleh pamannya, membuat jantung baru Kris berdebar kencang namun kali ini jantungnya terasa sangat perih dan pilu apalagi gadis itu menangis didalam pelukan Tao. Itu membuat Kris menjadi sulit bernafas saat melihatnya. Tubuh Krispun mulai tumbang  karena jantungnya berdebar begitu kencang nafasnyapun mulai tersengal-senggal, namun dia segera menyandarkan tubuhnya sebelum iya jatuh tersungkur dibawah lantai. Setelah memaki Jiyeon PresDir Wu langsung pergi dari hadapan gadis itu dan Tao. Taopun lalu membantu Jiyeon untuk bangun dan memapah gadis itu keluar kantor.

“Tao-ah Terimakasih. Maafkan aku sudah merepotkanmu.  Cepat kembalilah kedalam.”

“Tidak. Aku akan mengantarkanmu pulang dengan mobilku.”

“Jangan! Ada pertemuan darurat dalam waktu 30 menit lagi. Kau tidak boleh melewatinya.” Tambah Jiyeon.

“Tapi tetap saja! Jiyeon-ah…”

“Tenanglah, Eunjung akan menjemputku nanti. Sekarang kau masuklah kedalam.”

Tiba-tiba Tao memeluk Jiyeon dengan erat dan kemudian berkata. “Kenapa kau lebih mengkhawatirkan diriku di saat ini? Maafkan aku. Karena aku tidak memiliki kekuatan untuk membantumu.”

Kedua mata Jiyeon berubah menjadi berkaca-kaca saat mendengar ucapan Tao namun gadis itu berusaha keras untuk menahannya sampai akhir. Kemudian Tao menggengam kedua tangan Jiyeon dengan lembut sambil menatap kedua mata gadis itu dengan lembut. “Bertahanlah sedikit lagi… Jiyeon-ah. Aku akan membuatmu tersenyum lagi. Oke? Sebentar lagi…” Dan Jiyeonpun membalas perkataan Tao dengan anggukan kepalanya dan tersenyum simpul dihadapnnya.

 

~OoO~

 

Setelah kejadian tersebut Krispun berjalan kembali masuk kedalam ruangannya dengan wajah yang sedih. Setibanya disana dia baru menyadari kalau Jiyeon sudah mengganti semua furniture yang diperintahkan Kris. Jiyeonpun juga sudah menyusun dokument-dokument sesuai keinginanya. Tak sengaja saat Kris keluar dari ruangannya pria itu menemukan sesuatu dari atas meja Jiyeon. disana ia menemukan sebuah buky tentang pertolongan pertama bagi pasien jantung, menyadari ketulusan Jiyeon, Kris pun langsung memutuekan berlari mengejar gadis itu.

Kris mencari keberadaan Jiyeon dengan wjah yang cemas dan bersalah. Dia pun terus berlari mengikuti instingnya. Sesekali Kris mencengkarm jantungnya dengan kencang karena merasa perih. “Ah. Seharusnya aku tidak boleh lari. Tapi… persetan dengan itu semua!” kemudian Kris melanjutkan berlarinya.

Akhirnya kris berhasil menyusul Jiyeon. tiba-tiba ada seorang pria misterius menarik tubuh Jiyeon kemudian pria itu langsung mengeluarkan Pisau lipatnya. Kebetulan Eunjung yang sudah berjanjian dengan Jiyeon sudah tiba tak jauh dari kejadian itu. Tanpa basa-basi Eunjung langsung berlari menyusul Jiyeon yang sedang disandra dan yeoja itu langsung mengeluarkan pistol.

Kris yang ada ditengah-tengan mereka menjadi panik sendiri didepannya ada seseorang yang memengang pisau dan di belakangnya sedang mengacungkan pistol. Dan saat Kris melihat penjahat itu mulai menaruhkan pisau lipatnya kerah leher Jiyeon, tiba-tiba keberanian Kris muncul. Kris tiba-tiba berusaha menyelamatkan Jiyeon dengan cara yang sama persis seperti Chanyeol saat menangkap penjahat dengan cara melepaskan jam tangannya kearah penjahat tersebut. Eunjungpun tersentak kaget karena kelakuan Kris sama persis dengan rekan kerjanya almarhum Chanyeol.

Kris lalu melepaskan jam tangan mahalnya dan kemudian melemparnya kearah penjahat tersebut. namun usahanya gagal totla karena penjahat itu sama sekali tak termakan tipuan yang dilakuakn Kris. alhasil jam tangan mahal itupun pecah. Kris langsung marah besar dan tanpa berpikir panjang, dia langsung berjalan mendekati pria itu dengan penuh amarah.

“Ya kau brengsek! Apa kau tahu seberapa mahal jam tangan ini?” Maki Kris dengan emosi.

Penjahat itu langsung mendorong tubuh Jiyeon menjauh lalu penjahat itu mulai berusaha menusukkan pisaunya kearah Kris. tapi tak disangka-sangka Kris mempu begerak menghindari tusukan pisau dari penjahat tersebut. Kris langsung menekel kaki penjahat tersebut lalu membanting tubuh pria itu dengan kencang di atas trotoar.

Melihat penjahat itu kalah telak, Eunjung langsung beralari mengamankan penjahat. Tiba-tiba Kris merasaka sesuatu yang aneh daam tubuhnya ada perasaan merinding saat dirinya sudah berhasil melumpuhkan penjahat tersebut. Dengan kesal Kris lalu melepaskan sebelah sepatu katsnya kemudian memukul-mukul dengan kencang tubuh penjahat tersebut sambil mengumpat prai jahat itu. “Kemarilah kau brengsek! Kau bajingan! Bajingan!!”

 

~OoO~

 

~Di kantor polisi~

Setelah selesai dengan permasaahn itu Kris dan Jiyeon keluar bersam-sama dari dalam kantor polisi tersebut. Kris ingin sekali mengatakan kalimat yang lembut kepada Jiyeon tapi entah kenapa bibirnya malah mengucap kalimat kasar lagi didepan gadis itu. “Hei! Apa kau tahu seberapa layakkah hidupmu hari ini?” Lalu Kris menunjukan jam tangannya yang sudah rusak kedepan hadapan gadis itu. “Jam ini seharga  20,000 Dollar, apakah kau tahu?” Ejek Kris.

“Aku minta maaf…” Balas Jiyeon dengan sambil membungkukan punggungnya.

“Tidak perlu minta maaf. Kita selesaikan saja sekarang.” Kata Kris.

Mwo?

“Aku tidak minta dirimu untuk mengganti jam tanganku. Jadi mari kita selesaikan apa yang  terjadi hari ini.”Tiba-tiba Jiyeon menantap Kris dengan tatapan matanya yang tajam. Dan itu membuat Kris menjadi sedikit salah tingkah. Dengan nada yang ragu Kris berkata. “Mengapa kau melihatku seperti itu?”

“Aku jadi penasaran apa anda ini sedang bergurau denganku atau memang kepribadian anda seperti ini?”

“Apa maksudmu becanda? A-aku ini sedang meminta maaf padamu.” Ujar Kris dengan suara yang tersendat-sendat.

“Apa? Apakah Direktru sedang meminta maaf kepadaku?” Tanya Jiyeon lagi dengan ekspresi wajah yang bingung.

“YA… A-apa Kau baik-baik saja? A-apa kau terluka?” A-aku juga ingin mengatakan ini.” Balas Kris dengan canggung. Melihat itu Jiyeonpun tersenyum dan berkata kepada Kris. “Direktur anda benar-benar orang yang misterius, anda sangat menarik. Apakah Direktur tahu?”

“Eh..??” Balas Kris dengan wajah yang terkejut. Namun ekspresi itu tak lama karena Jiyeon ingin agar Kris tidak mendekati dirinya lagi karena sekarang Jiyeon bukanlah lagi sekertarisnya dan bukanlah lagi pegawai di perusahaan Hermia. Setelah itu Jiyeon langsung pergi meninggalkan Kris.

Kris berusaha memanggil Jiyeon tapi gadis itu tak menggubrisnya. Sebetulnya Kris ingin memberikan sesuatu barang peninggalan dari kekasihnya Chanyeol kepada Jiyeon. tapi sepertinya dirinya tak bisa memberikannya karena nampaknya Jiyeon sangat membenci dirinya.

 

~OoO~

 

Dalam perjalanan pulang, Jiyeon ditelefon oleh seorang  yeoja yang mengaku dari Pumpkin Club dan bertanya apakah Jiyeon menyukai cincin pernikahan pesanan Chanyeol. Jiyeon nampak bingung saat mendapatkan telepon tersebut. segera gadis itu langsung pergi ke toko pumpkin club. Setibanya disana Jiyeon diberitahukan oleh pemilik toko bahwa Chanyeol sudah memesan cincin pernikahan untuk Jiyeon dan kebetulan tadi temann Jiyeon datang untuk mengambil cincin tersebut.

Pemilik toko lalu memberikan selembar pesan yang dituliskan oleh sahabatnya. Jiyeon sangat kanget saat melihat pesan tersebut, ternyata yang mengambil cincinnya adalah Wu Yi Fan. Alias Kris mantan Direkturnya dulu.

Dalam perjalanan pulang, Jiyeon berjalan seperti orang yang linglung sampai gadis itu tak menyadari bahwa ada sebuah sepeda motor yang melaju kencang di depannya, untung saja Jiyeon hanya tersenggol dan terjatuh. Disaat itulah Jiyeon mulai teringat kejadian tadi malam saat dirinya hampir jatuh di tangga. Dia melihat Kris datang menyelamatkannya. “Ternyata itu bukan mimpi…” Gumam gadis itu.

Kenangan malam itu membuat Jiyeon mulai teringat kembali dengan keanehan sikap Kris pada dirinya. Karena sikap kris belakangan ini sangat persis dengan Chanyeol sang kekasihnya. Jiyeon ingat malam itu mereka duduk bersama diatas tangga dan Kris bertanya kepadanya kenapa Jiyeon berpura-pura kuat padahal ia lemah. Dan Kris juga dengan tulus meminta maaf atas kejadian saat itu kepada Jiyeon kemudian setelah itu Kris mengetuk-ngetuk lembut ujung hidung miliknya seperti yang biaa Chanyeol lakukan padanya.

Jiyeonpun lalu langsung berlari menemui Kris yang alamatnya sudah Kris tinggalkan kepadanya diselembar kertas tersebut. dan setibanya disana,  Jiyeon nampak kaget karena ternyata rumah yang ditempati Kris adalah rumah yang pernah Chanyeol janjikan padanya. Tiba-tiba Kris berjalan didepan halaman rumahnya dan kedua mata merekapun perpautan. Dengan heran Jiyeon bertanya kepada Kris. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Kau sendiri apa yang sedang kau lakukan disini? Ini rumahku. Aku baru pindah hari ini.” Kata Kris.

“Apa?!”

Kris terkejut dengan respon yang diberikan oleh Jiyeon. “Ada apa denganmu, Sekertaris Park?” Tanya Kris dengan wajah yang sedikit cemas.

Jiyeonpun lalu berkata dengan lantang didepan namja tersebut. “Siapa kau! Kau itu sebenarnya siapa!!” Teriak Jiyeonseraya membulatkan kedua matanya dengan berkaca-kaca.

 

-TBC-

 

~OoO~

Annyeonghaseo yeorobun ….

Ketemu lagi sama Phiyun disini (^-^)/ maap yah aku postingin kelanjutannya rada lama, biasa lagi sibuk buat ff baru, hehehe 😀

Tapi tenang kali ini aku buat partnya lebih banyak n juga banyak moment Krisyeonnya… Bagaimana menurut kalian ceritanya kali ini… aku harap kalian menyukainya ya ^^

Maaf bila banyak Typo’s yang bertebaran saat membaca cerita ini, maklum author juga manusia biasa ^^

Penasaran sama lanjutan ceritanya ? Ayo jangan lupa berikan  komennya ya biar secepatnya aku postingin kelanjutannya. Komentar dari para readers adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

See you ….

Khamsahamida (^-^) v

 

Advertisements

18 thoughts on “Falling For Innocence [Chapter 5]

  1. Huwaahhh aku baru tau klo udh ada lanjutannya..
    Jd penasaran sebenernya tao itu temennya jiyeon apa chanyeol sih? Terus kyknya tao ada rasa sama jiyeon apa cuma perasaan bersalahnya aja karena udh ngebunuh chanyeol *ngarang
    Ciee kris kyknya mulai beneran suka sma jiyeon haha, aku suka bgt sama part ini

    Liked by 1 person

    • Hehe… ketinggalan ya 😀
      jawaban dari pertanyaan mu ada di part selanjutnya, silakan di cek part selanjutnya sudah aku publish kok…
      makasih yah dah mampir kesini n komennya 🙂

      Like

  2. Serruuuuuu crita na,
    Salut dg jiyi, dy adalh pegawai dg pendirian yg kuat ^^
    Hmm sifat kris dh brubah 80% nich ..
    Kris jht amat ngetes jiyi ky’ gt. Jd na dy ϑi tabok presdir wu, bhkn tngn na Ĵΰƍa brdarah krn terjepit pintu mobil !
    Kris nyebelin ϑi sni (⌣̯̀⌣́)

    Liked by 1 person

  3. kris jadi seperti mempunyai 2 kepribadian..apa gak cinta ama chan baik nya gak ketulungan .perhatian sekali..
    walaupun mati chan tetap ninggalin seseorang buat jaga jiyeon melalui kris..
    tao masih misterius gak kebayang kalau tao yg bunuh kris pasti jiyeon hancur dan benci banget..

    Liked by 1 person

    • Sebenarnya kris bukan mempunyai dua kepribadian sih cuma ia kadang merasa bersalah kalau berlaku kasar terhadap jiyi.
      makasih yah dah mampir kesini n komennya 🙂

      Like

    • amin semoga ya, kris jadi bae sama uri jiyi 🙂
      pastinya bakalan terungkap kok kasus kematian chanyeolnya, oce deh next… ditunggu ya part selanjutnya.
      oh iya dear mian requesant mu yang couple jiyeon ma donghae aku pending dulu yah sampai akhir minggu ini baru aku publish, maap kebetulan dari minggu kemaren aku lagi sibuk jadi kurang banyak waktu buat ngelanjutin ff. btw makasih yah dah nyempetin mampir kesini n komennya ^^

      Like

    • iya disini jiyi belum tahu kalu jantung chanie ada di tubuh kris…
      okeh deh lanjut… ditunggu ya part selanjutnya 🙂
      makasih yah dah nyempetin mampir kesini n komennya ^^

      Like

  4. omo uri krisyeon.. aigo ottokhae.. mdh2an jiyi lgsg tau n stlh ini krisyeob bnr2 dkt lykx namja n yeoja trs jadian deh.. kekekekk #plak.. hmmmm next dong.. pnsrn bngt.. tao sk jiyi apa ga y? Pamanx kris bnr2 jahat ya.. jungie jg mdh2an sdr sm sikap kris yg mrp chanyeol ya..

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s