[Series] The Precious Gift : Chanyeol Ver.

dfsafsd

 

Tittle : The Precious Gift

By : Indri-Ber

Genre : Romance, Fluff

Rating : T

Length : Ficlet

Cast :  Chanyeol, OC

*all cast belong to god, saya hanya pinjam nama

I hope you enjoy and please show some respcet with like and comment

Happy Reading ^^

Mungkin beberapa orang memandang tidak suka bahkan tak jarang orang menganggapnya gila, aneh atau mungkin tepatnya bodoh. Tentu saja, siapa yang tidak menyangka seorang namja seperti Park Chanyeol dengan tinggi hampir mencapai 190 cm memiliki suara bass yang seksi dan jangan lupa rentetan giginya yang tersusun dengan rapi setiap kali ia tersenyum membuat hampir seluruh yeoja yang mengenalnya mengaguminya.

Oh, satu lagi. Dia adalah pewaris tunggal Park Corps, perusahaan yang sangat sukses dengan aset yang melimpah di lebih 50 negara di dunia dan bukan itu saja dia mengelola sendiri studionya. Ya, Chanyeol memang berbakat di bagian seni terutama musik.

Tunggu, bukan itu yang menyebabkan mengapa sebagian orang menganggap dirinya bodoh,

 

Bukan.

 

Tapi itu karena Bae Eun Gi.

 

Ya, Bae Eun Gi

 

Gadis yang memiliki wajah yang bahkan kurang dari standar untuk dikatakan cantik. Kulitnya bahkan tak seputih kulit Chanyeol dan jangan lupa dia hanya memiliki tubuh setinggi 159 cm saja. Bayangkan saja itu, sosok Eun Gi adalah milik Chanyeol seutuhnya.

Eun Gi sendiri bahkan tidak tahu dan sama sekali tidak menyangka kenapa Chanyeol menginginkannya dan mencap-nya sebagai milik Chanyeol. Ia sama sekali tidak tahu tapi tentu saja siapa yang tidak bahagia jika dengan bangganya Chanyeol mengklaim-mu sebagai miliknya, itu lebih dari sebuah anugrah untuk Eun Gi.

“jangan pulang sebelum aku menjemputmu”

Inilah, inilah yang Eun Gi benci dari Chanyeol. Begitu mengekang dan menyiksanya.

“aku tidak akan lama jadi jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu, kau terlihat jelek”

Meskipun begitu tentu saja Eun Gi menerimanya dengan senang hati. Bahkan ia tidak tahu harus membalas dengan apa semua kebaikan Chanyeol untuknya. Mulai dari membayar semua biaya kuliahnya, biaya berobat ibunya di rumah sakit, bahkan Chanyeol ingin membiayai semua kebutuhan hidupnya tapi Eun Gi dengan setengah mati menolak dan jangan lupa Chanyeol akan mengabulkan semua yang keluar dari mulut gadisnya itu, terkecuali jika ketidakwarasan Chanyeol kumat.

Dan beginilah keadaan Bae Eun Gi jika Chanyeol datang menjemputnya. Bahkan dia datang sebelum kelas Eun Gi berakhir. Dan tentu saja mereka berdua menjadi pusat perhatian, oh tidak bukan mereka berdua tapi tepatnya hanya Chanyeol.

Bagaimana Chanyeol dengan sabar menunggui sang kekasih, bagaimana Chanyeol dengan gently-nya menuntun gadisnya itu berjalan, bagaimana Chanyeol tidak pernah sedetik pun melepaskan genggaman tangannya di jari jemari Eun Gi, dan bagaimana semua perlakuan manis yang dilakukan Chanyeol terhadap kekasihnya itu.

Itu membuat siapa pun yang melihatnya iri.

Begitu iri.

“kau mau kemana Chanyeol ?”

“memangnya tidak ada kata kita yah dikamus mu hm ?” Chanyeol menghentikan langkahnya dan menatap gadis itu lekat-lekat hingga mengikis jarak diantara mereka hanya beberapa inci membuat Eun Gi tegang lantaran dia dapat merasakan dengan jelas deru nafas Chanyeol dihadapannya.

Eun Gi menggigit bibir bawahnya takut-takut salah bicara dan tidak ingin Chanyeol bertindak lebih jauh mengingat mereka masih dikampus. Ingat masih di kampus dengan orang-orang yang memperhatikan mereka.

“em kemana pun kau pergi kan aku juga ikut jadi……” belum sempat Eun Gi melanjutkan katanya Chanyeol sudah mencubit pipi gadisnya itu gemas membuat Eun Gi tidak bisa berkutik lagi.

Mereka kini kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Dan jangan lupa Chanyeol yang tidak pernah melepaskan tautannya dijemari Eun Gi seperti seorang ayah yang takut kehilangan anak gadisnya.

Kini mobil Chanyeol melaju entah kemana arahnya. Eun Gi tidak tahu dan tidak terlalu peduli. Ia tahu Chanyeol pasti tidak akan membawanya ketempat yang berbahaya atau pun mencelakainya karena orang pertama yang akan merasakan sakit jika dia dalam bahaya itu adalah Chanyeol.

Sebenarnya Bae Eun Gi bukanlah sosok gadis yang pendiam. Dia hanya jadi pendiam jika bersama orang baru dikenalnya dan dia sangat benci keheningan seperti saat ini. Ketika Chanyeol hanya fokus menyetir mobilnya tanpa mengeluarkan sepatah kata sedikit pun.

“Chanyeol ?”

“hm”

“kau tahu ada dosen baru di kampus kita ?”

“tidak”

“kau tidak mau bertanya memangnya kenapa ?”

“tidak”

Eun Gi mendecak. Ia tahu persis Chanyeol tidak akan jadi cerewet jika bersamanya apalagi kalau membahas hal-hal yang tidak menyangkut dirinya ataupun Eun Gi. Eun Gi selalu berusaha bersikap santai jika bersama Chanyeol tapi ia tidak bisa, ia membutuhkan basa-basi agar bisa menghilangkan kecanggungannya tapi ia tahu Chanyeol benci berbasa-basi.

Eun Gi hanya heran kenapa Chanyeol jika bersama dengan teman-temannya jadi lebih seperti bayi besar yang bertindak super hiperaktif. Oh, itu menurut Eun Gi. Sebenarnya Chanyeol memang seperti itu hanya saja jika bersama Eun Gi Chanyeol berubah.

Begitulah Chanyeol. Ia tidak tahu efek apa yang sudah diberikan Eun Gi kepadanya. Yang jelas Chanyeol merasa benar-benar jadi tak karuan jika bersama Eun Gi dan lucunya ia menyukai hal itu karena dia tidak bisa jika tidak melihat Eun Gi.

Memikirkan jenis obrolan apa yang bisa dibahas membuat Eun Gi menguap lebar dan menutup mata. Tidak cukup semenit Eun Gi tertidur. Sangat pulas.

Mereka pun sampai di tempat tujuan Chanyeol. Sebenarnya sudah sejak tujuh menit yang lalu mereka tiba hanya saja Eun Gi belum terbangun, tepatnya Chanyeol yang tidak membangunkan gadisnya itu. Ia masih saja sibuk menatap wajah Eun Gi dan memainkan jari-jarinya di wajah kekasihnya itu.

“sudah waktunya” Chanyeol bergumam dan beranjak dari posisinya. Ia keluar dari mobil dan membuka pintu tempat Eun Gi duduk kemudian menarik ujung hidung Eun Gi.

Dan berhasil.

Eun Gi terbangun dari tidurnya dan belum cukup sedetik Eun Gi segera berlari kecil dan berpegangan di pinggir jembatan.

Eun Gi tak henti-hentinya meneriakan kata kagum atas pemandangan yang dilihatnya ini bahkan dia lupa bersama siapa dan untuk apa dia kesini.

Tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggangnya kemudian mengecup puncak kepalanya lalu meletakkan dagunya di atas puncak kepala Eun Gi. “aku mendengar kau selalu ingin memotret sunrise tapi karena aku tahu kau malas bangun pagi jadi sunset tidak jadi masalah kan ?”

“tapi aku tidak bawa kamera”

“itu karena aku tidak mau kau memotret sunset ini, nanti kau mencampakkanku”

“lalu untuk apa kita kesini kalau hanya menyaksikannya saja tanpa memotret ?”

“karena aku ingin sunset ini yang menyaksikan kita. Kau tahu sunset dan sunrise dimanapun tidak mengalahkan betapa indahnya objek yang ada dipelukanku ini”

Eun Gi membungkam bibirnya. Ia terlalu malu mendengar kalimat Chanyeol dan untungnya mereka tidak berhadapan karena saat ini warna merah sudah penuh menghiasi wajahnya.

“aku mencintaimu Eun Gi-ya”

****

 

maaf jelek, absurd dan gak jelas

series ini mungkin akan ada 12 versi jadi ditunggu versi selanjutnya ^^

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s