Don’t Leave Me (Chapter 8)

Don’t Leave Me (Chapter 8)

Don't Leave Me New

Don’t Leave Me (Chapter 8)  || Vera Riantiwi  || Main Cast : Im Yoona – Lee Donghae –Jessica Jung || Other Cast : Kim Taeyeon – Park Jungsoo – Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun – Lee Donghwa (OC) – Kim Yeojin (OC) || Romance –Sad – Angt – Family || Chapter || PG-15 || Poster by Me

Disclaimer : FF ini murni pemikiran 100% milik Author dan imajinasi Author. Untuk Cast yang ada di dalamnya nanti milik Tuhan, Orang Tua mereka, dan tentunya Entertaiment mereka. NO PLAGIAT !

Back Song : Super Junior – Don’t Leave Me, Super Junior KRY – Coagulation, Super Junior M – After A Minutes & My Love For You, S – Without You, Lee Seung Gi – Let’s Break Up, K.will – First Love End, The One – Don’t Cry My Love, etc.

Biar berasa Feelnya di lagu itu,… wkwkkwkw… lagunya super duper galau yaa….

Author Note : Annyeong!!! Readers Semua….. Im Come Back …. Adakah yang merindukan aku..kekkekeke….. Udah ahhh gak mau banyak basa-basi nanti kelamaan…. Enjoy reading all…. And jangan lupa tinggalkan jejak-jejak cantik kalian… kekekkkekek…

 

 

WARNING! TYPO EVERYWHERE

 

 

Happy Reading

ALLOWED!!

“Maaf oppa aku tidak bisa.. ” ucap Yoona lirih.

“Waeyo??Apa kamu belum yakin dengan oppa?? Oppa janji tidak akan meninggalkan kamu, oppa akan selalu menjaga kamu, Yoong.!” Kata Donghae yang kecewa dengan jawaban yang diberikan Yoona.

“Bukan karena itu oppa.” Gumam Yoona lirih.

“Lalu kalau bukan karena itu karena Apa Yoong? Apa karena kita baru saja mengenal?” kata Donghae dengan nada kesal.Tapi Yoona hanya tetap diam tak memberikan alasannya.

“Yoong… jawab Oppa”

“Bukan karena aku belum yakin dengan Oppa atau apa pun apalagi alasan kita baru mengenal dan baru berhubungan.Aku tahu oppa pasti tidak akan meninggalkan aku dan akan selalu menjaga aku.” Kata Yoona.

“Lalu kalau bukan karena itu karena apa?” Tanya Donghae dengan penasaran.

“Makanya kalau aku belum selesai bicara jangan di potong lebih dahulu.”Dumel Yoona kesal.Akhirnya Donghae diam sambil menunggu Yoona berbicara.

“Maksud dari kata-kata aku yang aku tidak bisa itu bukan berarti aku menolakkan. Maksud dari perkataan aku itu adalah…”

“Apa Yoong…”

“Aku tidak bisa… tentu saja aku tidak bisa menolak oppa.”Kata Yoona tersenyum puas.

“Jinjja Yoong…!!! Kamu tidak sedang bercanda lagi kan? ” Pekik Donghae yang masih tidak percaya dengan jawaban Yoona

“Ne oppa.Aku tidak bercanda saat ini.” Kata Yoona.

Donghae langsung merengkuh tubuh mungil Yoona dan memeluk Yoona erat sekali.Dia sangat bahagia akhirnya Yoona menerima lamarannya langsung tanpa harus menolaknya lebih dulu.

“Gomawo, chagi.Saranghae” kata Donghae.

“Cheoman oppa.Lagi pula oppa yang berhasil membuat aku menjadi seperti dulu lagi.Gomawo karena oppa hadir di hidupku saat ini.”Kata Yoona yang masih berada dalam pelukan Donghae.

“Oppa yang seharusnya berterima kasih sama kamu,  Yoong. Terima kasih karena sudah memberikan kesempatan untuk oppa memiliki yeoja secantik dan sebaik kamu,chagiya…”

“Ne, oppa.Ayoo kita makan aku sudah lapar…”rengek Yoona pada Donghae.

“Arra… ”

Akhirnya Yoona dan Donghae makan dengan saling berbincang.

“Ini kau yang memasak semua ini.” Tanya Donghae.

“Ne, tentu saja. Tapi di bantu dengan Eommonim heheheh…”

“Wahhh sepertinya calon nyonya Lee ini sudah semakin akrab dengan calon mertuanya…” goda Donghae.

“Oppa…. sudahlah jangan menggoda ku terus menerus..” ucap Yoona dengan menahan malu.

“Hahahahhaahhh… arra… oppa berhenti menggodamu chagiya…”

“Oiya Oppa, aku tidak bisa lama-lama berada di sini.” Kata Yoona.

“Waeyo… oppa kan masih merindukan kamu, yoong.”rengek Donghae.

“Tapi kan aku harus menyusul Yeojin eonni di salon,  oppa.” Kata Yoona.

mendengar perkataan Yoona akhirnya Donghae mengeluarkan ponselnya.

“Yeobseo, noona naya Donghae.”

….

“Noona, apa Yoona boleh aku pinjam hari ini.”

,…..

“Aku masih merindukannya Noona.Kau kan sudah menculik Yoona beberapa hari ini.”

…..

“Jebbal, Noona… aku janji akan mengantarnya sebelum jam 10.”

….

“Waeyo noona?”

….

“Ahhh arraseo… aku akan mengantarnya sebelum jam makan malam. Gomawo noona….”

….

Klik…

“Semua sudah beres chagi.Hari ini kamu milik oppa seharian…” kata Donghae senang.

“Oppa, aku kan tidak enak dengan Yeojin eonni…”

“Waeyo??”

“Aku kan sudah berjanji pada Yeojin eonni untuk menemaninya.”

“Tenang saja, Noona sudah mengijinkannya chagiya…. ayolah… apa kau tidak merindukan oppa… hmmmm….”kata Donghae dengan memajukan tubuhnya ke Yoona.Membuat Yoona gugup.

“Ak..aku…merindukan oppa.. kok…”

“Lalu kenapa kau seperti itu, hmmm… seolah kau tidak ingin bertemu dengan oppa.”

“B..b..ukan seperti itu oppa…”

“Lalu seperti apa, hmmm….??”

“Aku…”

Belum sempat Yoona menyelesaikan ucapannya Donghae sudah membungkap bibir mungil Yoona.Donghae tidak membiarkan tautan bibirnya dengan Yoona terlepas.Donghae benar-benar tidak membiarkan itu.Cukup lama mereka berdua berada di posisi seperti itu. Sampai kegitan mereka terhenti ketika tiba-tiba pintu ruangan kerja Donghae terbuka dengam sosok Minho dan Siwon berada di sana. Untung saja Siwon dengan cepat menutup mata Minho.

“Yakk… kalian berdua apa tidak ada tempat lain untuk bermesraan hhaahh…” pekik Siwon dengan kesal.

“Aiisshh kau mengganggu sekali, hyung…”desis Donghae kesal.

“Yakk kau ini…” hampir saja Siwon ingin memukul kepala Donghae tapi dilarang oleh Minho dan malah Siwon lah yang di pukul oleh Minho.

“Yaakkk… appoyo… ” pekik Siwon kesal.

“Appa tidak boleh memukul Donghae Appa.”Kata Minho dengan polos.

“Mwo.. Donghae Appa?” Kata Siwon bingung mendengar perkataan Minho.

“Ne, sekarang Minho mempunyai dua Appa dan dua Eomma.”Jawab Minho senang.

“Maksudmu?”

“Ne, sekarang itu Donghae Samchon dan Yoona Immo itu sudah menjadi orang tua Minho juga.”Kata Minho senang.Dan setelah itu Minho berlari kearah Yoona dan Donghae dan memeluk mereka berdua.

“Eomma…  appa…” pekik Minho senang.

“Aiisshhh…. pantas saja sejak kemarin dia merengek minta bertemu kalian berdua.Ternyata…” kata Siwon tersenyum melihat tingkah putranya yang lucu.

“Appa…. eomma… bogoshipo…” rengek Minho.

“Hahahahhaha… kau ini…. ” ucap Donghae gemas.

“Eomma…. appa…. kajja kita jalan-jalan lagi…”rengek Minho pada Donghae dan Yoona.

“Mianhae… Minho-ah… eomma dan appa tidak bisa… ” ucap Donghae menyesal.

“Waeyo, Appa??”

“Eomma dan Appa saat ini sedang ada pekerjaan…  lain kali saja ne. Kita jalan-jalannya tidak apa kan.” Bujuk Donghae.

“Ne, Appa gweachana… kalau begitu Minho dan Siwon Appa akan pulang kasian eomma di rumah sendiri.Apalagi sekarang Eomma sedang mengandung adik bayi.Minho juga ingin mempunyai adik bayi dari kalian berdua.”Kata Minho dengan polos.

“Mwoo…” ucap mereka bertiga secara bersamaan.Mereka tidak mengira kata-kata polos Minho berhasil lolos dari bibir mungilnya.Membuat Siwon tertawa.

“Minho-ah, kau ingin memiliki adik dari mereka berdua?” tanya Siwon jahil.

“Yakk Oppa..” pekik Yoona kesal.

“Ne, Appa… biar Minho tidak sendirian lagi nanti..” jawab Minho dengan polos.

“Kalau kau memang ingin memiliki adik bayi suruh mereka berdua menikah seperti Appa dan Eomma.” Jelas Siwon.

“Memang kalau mau memiliki adik bayi harus menikah dulu ya..appa?”

“Ne,Chagi..”

“Kalau begitu segera kalian berdua menikah..”

“hahhahahha….” Tawa Siwon meledak dia tidak menyangka Minho yang bisa menyatukan Yoona dan Donghae.

“Aiiisshhh… hyung. Tanpa kau suruh Minho untuk membujuk kami juga akan menikah setelah Jungsoo Hyung dan Taeyeon menikah.” Jawab Donghae santai.

“Jinjja…” pekik Siwon terkejut.

“Ne, tentu saja… tapi sepertinya aku akan membiarkan Sooyoung dan Kyuhyun segera menikah juga sebelum aku yang mendahului mereka berdua… hahahhaha…” kata Donghae santai.

“Ya sudah kami berdua pulang dulu ne. Fanny sudah merengek agar kami berdua segera pulang.” Pamit Siwon.

Akhirnya Minho dan Siwon pergi dari kantor Donghae.

“Kajja..” ajak Donghae.

“Oppa, memang kita ingin kemana?” tanya Yoona bingung.

“Ikut saja nanti kau juga akan tahu, chagiya…”

Akhirnya Yoona dan Donghae keluar dari ruangan Donghae dengan menggandeng mesra tangan Yoona.Semua orang yang melihat itu merasa iri.Berbeda dengan Jieun, dia bahagia melihat Yoona sudah bahagia seperti dulu lagi.

“Aku bahagia, melihat kau sudah kembali sepeti Yoona yang ku kenal.”gumam Jieun pelan.

***

Donghae dan Yoona sedang berada di mobil Donghae. Untung saja tadi Yoona naik taksi menuju kantor Donghae.

“Oppa, sebenarnya kita mau kemana?”Tanya Yoona yang masih penasaran.

“Hhhmmm… kemana yaa….. rahasia…” goda Donghae pada Yoona.

“Aiisshhhh oppa menyebalkan…”desis Yoona kesal.

“Hahahahha… jangan merajuk seperti itu chagiya… nanti oppa bisa saja mencium kamu di sini.”

“Oppa….”

“Hahahahahhaha…..”

***

Setelah melalui perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju oleh Donghae.

“Kita sudah sampai chagi…” ucap Donghae lembut berusaha tidak membuat yoona terbangun karena terkejut.

“Hmmm… kita sudah sampai oppa.”

“Ne, chagi kita sudah sampai. Bangunlah…”

“Kita ada dimana oppa??”

“Kita ada di Pantai heundae – busan”

“Mwoo… Busan??Berarti aku tertidur sangat lelap sekali.”Gumam Yoona pelan.

“Kajja kita turun dari mobil. Pemandangan di luar sangat indah chagiya…”

Yoona dan Donghae turun dari mobil,  terlihat wajah Yoona sangat bahagia sekali. Wajah cantik Yoona saat ini bener-benar terpancar.

“Apa kamu bahagia chagiya?”Tanya Donghae pada Yoona.

“Ne oppa..aku sangat bahagia sekali. Gomawo sudah mengajak aku ke sini.”Kata Yoona dengan bahagia.

“Syukurlah kalau kamu senang Yoong.Oppa ikut senang.Memang kamu belum pernah kesini sebelumnya?”Kata Donghae dengan bahagia.

“Belum pernah Oppa.Tapi aku hanya melihat pantai ini dari drama-drama oppa.” Kata Yoona.

“Mwoo… kau suka melihat drama juga?”Tanya Donghae dengan menggoda Yoona.

“Tidak kok.Aku hanya iseng kalau aku tidak bisa tidut oppa.Oiya  oppa, Apa kita masih sempat kembali untuk makan malam?”tanya Yoona pada Donghae.

“Semoga saja bisa tapi kalau tidak bisa terpaksa kita harus menginap di malam ini dan kita pulang besok pagi.” Jawab Donghae.

“Mwo pulang besok?Apa tidak bisa hari ini juga kita sampai Seoul.”

“Waeyo?Apa kamu ada janji?”

“Aku tidak enak dengan Yeojin Eonni oppa.”

“Baiklah oppa usahakan pulang hari ini juga.”Kata Donghae mengalah.

Yoona tersenyum puas mendengar jawaban Donghae.Dia bahagia bisa pergi ketempat ini. Mereka berdua bermain di air, meminum kelapa muda berdua dan saling mengenal satu sama lain. Mereka berdua berusaha untuk saling mengenal satu sama lain.

“Yyaakk,,, Aghasi pulang lah hari ke penginapan akan ada hujan badai jam 6 nanti.” Kata salah satu pengunjung.

“Hujan badai?Apa kami masih bisa untuk kembali ke Seoul.” Tanya Donghae.

“Tidak akan sempat lebih baik kalian mencari penginapan disini.Daripada kalian berdua celaka.”

“Oppa,othoke…” kata Yoona yang sudah gelisah dan ketakutan.

“Kamu tenang ne. Sekarang kajja kita ke villa Donghwa hyung kita menginap disana dan mengabarkan mereka karena kita terjebak hujan badai.”

Donghae menggandeng tangan Yoona menuju mobilnya.Dimobil dia juga berusaha menghubungi Donghwa dan Yoona berusaha menghubungi Yeojin.

“Othoke oppa.Yeojin eonni atau Sooyoung eonni juga tidak mengangkat panggilan ku.”Kata Yoona dengan gusar.

“Tenang saja.Donghwa hyung akan menghubungi Yeojin noona.”Kata Donghae berusaha untuk menenangkan Yoona.

Tak berselang lama mereka berdua sampai di vila Donghwa. Mereka berdua masuk ke dalamnya karena Donghwa sudah menghubungi penjaga villanya untuk membukakan pintu villa itu dan menyiapkan kamar untuk mereka berdua.

“Yoong kamar kamy yang itu dan yang ini kamar oppa.” Kata Donghae.

“Ne, oppa…”

“Oiya itu kamar Yeojin Noona.Di lemarinya ada pakaian ganti yang bisa kamu pakai.Tadi aku sudah izin dengan Donghwa hyung.”

“Nde, gomawo oppa.”

“Ne, chagi… sekarang kamu ganti baju dan kita makan malam.Karena Shin Ahjuma sudah menyiapkan makan malam untuk kita berdua.”Kata Donghae lembut sambil mengacak rambut Yoona lembut.

Setelah itu Donghae berjalan masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.

***

Tak lama dari itu Donghae sudah menunggu Yoona keluar dari kamarnya di meja makan.Makanan memang sudah tersusun rapih disana. Setelah menunggu beberapa menit Yoona akhirnya muncul dengan mengenakan dress cream dan membiarkan rambut panjangnya yang bergelombong terurai. Yoona terlihat sangat cantik dan anggun sekali malam ini.

“Waeyo??Apa ada yang salah dengan penampilan aku, oppa?”Tanya Yoona sambil membenarkan tantanan bajunya.

“Anniya., namu.. yeoppo…chagi..” ucap Donghae sambil beranjak dari duduknya dan berbisik di telinga Yoona, Membuat pipi Yoona kembali bersemu merah karena malu.

“Aiisshhh oppa… gomawo…”

Donghae menarik bangku yang akan digunakan Yoona untuk duduk.

“Silahkan duduk untuk my princess Yoona.” Kata Donghae dengan manis dan menggoda Yoona.

“Gomawo uri Prince Donghae.”Kata Yoona sambil tertawa.Mereka berdua makan dengan sambil berbincang.Setelah selesai makan malam mereka berdua membereskan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan.Mereka tampak bahagia sekali tak terlihat bahwa hubungan mereka baru mereka terlihat seperti pasangan yang memang sudah siap untuk menikah.

Selesai membereskan dapur dan meja makan mereka melanjutkan oboran mereka di ruang tengah sambil menonton film.Ketika mereka sedang asik menonton tiba-tiba saja lampu padam dan hujan badai terus mengguyur dengan deras.

“Mwoo… oppaa… dimana?? Aku takut ” teriak Yoona sambil mencari keberadaan Donghae.

“Sebentar Oppa sedang cari ponsel oppa dulu.”

“Oppa jangan tinggalkan aku sendiri…hikkss….”

“Hussshhhh…  uljima ne. Oppa disini jadi jangan menangis lagi.” Ucap Donghae dengan lembut berusah membuat Yoona tenang dan berhenti menangis.

Melihat Yoona yang sudah sedikit tenang Donghae mengajak Yoona ke kamarnya untuk istirahat.

“Kajja oppa antar kamu ke kamar dan istirahat ne.”Kata Donghae dengan lembut.

“Tapi aku takut sendirian oppa.Aku takut gelap… oppa temani aku yaa…”mohon Yoona pada Donghae.

“Arraseo, oppa temani oke..”

Yoona meluk pinggang Donghae dengan erat sekali.Dia memang takut gelap dan dia benci gelap dan dia juga sangat benci hujan dan petir.Karena saat hujan dan petir datang saat itu juga orang-orang yang di cintainya meninggalkan dia untuk selama-lamanya.

“Berbaringlah, oppa akan duduk di sofa itu.”

“Kajima oppa… oppa berbaringlah juga disini. Aku yakin oppa tidak akan melakukan apapun pada ku. Jebbal oppa aku saat ini benar-benar takut sekali”.

Yoona tertidur pulas sambil memegang tangan Donghae dengan erat seolah dia tidak ingin kehilangan Donghae.

***

Sinar mata hari menembus kamar itu dan membuat seseorang yang sedang terlelap dalam tidurnya terganggu.Dia mencari sosok yang semalaman ketakutan dan tak ingin sendiri itu tak ada disampingnya.Membuat namja itu terbangun dan turun dari ranjang untuk mencari keberadaan yeojanya itu.Ketika dia melihat punggung yeoja itu sedang memasak dia tersenyum lega dan berjalan dengan hati-hati untuk tidak mengganggu.Ketika itu dia langsung memeluk pinggang yeoja itu erat membuat yeoja itu terkejut.

“Ommo..oppa…” menagetkan saja.

“Morning chagi..” kata Donghae dengan suara yang parau.

“Morning to oppa..Oppa sudah bangun?” kata Yoona.

“Ne, chagi… Oppa kira kamu pergi Yoong…”

“Oppa jangan berkata seperti itu!!Aku tidak mungkin pulang ke Seoul sendirian.Lagipula aku tidak membawa mobil. Ya sudah Oppa mandi sana, sebentar lagi sarapan akan siap…”

“Chagi… kau lupa sesuatu?” goda Donghae pada Yoona.

“Lupa apa Oppa??”

“Morning Kiss ku mana?”

“Mwoo… YAkk Oppa apa kau bosan hidup hahhhhh….” Pekik Yoona keras dan dengan cepat Donghae berlari ke kamarnya untuk mandi.

***

Setelah beberapa menit akhirnya Donghae keluar dari kamarnya sudah berganti dari baju tidurnya.

“Silahkan duduk Oppa…” kata Yoona tersenyum manis sekali.

“Uaaaahhhh…. Kenapa banyak sekali makanannya?” kata Donghae dengan berbinar melihat makanan yang ada di depannya.

“Ne, aku sengaja memasak ini untuk Oppa.Karena semalaman Oppa menjaga aku dari phobia aku dengan gelap dan hujan semalam.”

“Kamu tak perlu seperti itu Yoong… ini semua sudah tanggung jawab Oppa untuk menjaga kamu dari hal apapun.” Kata Donghae dengan tersenyum dan berjalan kearah Yoona dan memeluk yeoja itu.

“Oppa akan melakukan apapun untuk menjaga kamu dan tak akan Oppa biarkan kamu pergi dari pelukan Oppa, Yoong.”

“Ne, Oppa aku tahu itu… kajja kita makan aku sudah lapar sekali Oppa.” Kata Yoona berusaha mencairkan suasana.

Mereka makan dengan saling bersuap-suapan sangat mesra sekali. Setelah selesai makan dan membereskan meja makan Yoona masuk ke kamar untuk berganti pakaian yang akan dia gunakan untuk kembali ke Seoul.

***

“Akhirnya besok Donghwa Oppa dan Yeojin Eonni menikah… uaahhh… leganya… aku senang mereka menikah…” kata Yoona dengan gembira.

“Ne, Oppa juga senang. Mereka berdua memang benar-benar pasangan yang serasi.” Kata Donghae dengan masih focus pada jalanan di depan.

“Ne, mereka pasangan serasi Oppa.Dulu mereka berdua hampir saja berakhir karena orang ketiga dari masa lalu Donghwa Oppa dan Yeojin Eonni yang menginginkan hubungan mereka berakhir.”Gumam Yoona lirih.

“Jinjja… aku tidak tahu itu…” kata Donghae terkejut.

“Jelas saja Oppa tidak tahu Oppa kan sedang tidak ada di Korea.” Dumel Yoona kesal mendengar perkataan Donghae.

“HEhehehhe…. Oppa lupa..bisa kau ceritakan Yoong…”

“Jadi sebelum kematian Kibum Oppa mantan pacar Donghwa Oppa dan Yeojin Eonni datang secara bersamaan.”

“Maksudnya datang secara bersamaan apa Yoong?”

“Jadi mereka datang di salah satu acara yang diadakan di salah satu hotel dan disana mereka berempat kembali bertemu.Pertama kali Yeoji Eonni yang bertemu dengan mantan kekasihnya yaitu Kim Hyun Jo Oppa. Entah dengan sengaja atau tidak Hyun Jo Oppa langsung memeluk Yeojin eonni di depan Donghwa Oppa. Dan itu membuat Donghwa Oppa marah dan pergi meninggalkan mereka berdua. Ketika Yeojin eonni berhasil lepas dari pelukan Hyun Jo Oppa, dia mencari keberadaan Donghwa tapi miris Yeojin eonni melihat Donghwa Oppa berciuman dengan yeoja lain yang dia tahu itu mantan pacarnya Shin Hani. Saat menyadari keberadaan Yeojin Eonni Donghwa Oppa langsung melepaskan paksa ciuman itu dan mengejar Yeojin Eonni tapi Yeojin Eonni sudah terlanjur pergi.”

“… mereka sempat saling tidak bertegur sapa seolah mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Yeojin Eonni dan Donghwa Oppa sama-sama seperti mayat hidup saat itu. Aku, Kibum Oppa, Sooyoung Eonni, Kyuhyun Oppa, Jungsoo Oppa dan Taeyeon Eonni semua berusaha untuk menyatukan mereka berdua. Sooyoung Eonni sampai memaki-maki Hani yang tidak mau pergi dari Donghwa Oppa saat itu.Sampai akhirnya kami semua mempunyai alat untuk menyuruh Hani pergi saat itu.”

“Memang apa yang membuat Hani itu menyerah?” tanya Donghae.

“Keluarganya terlibat hutang bank yang membuat perusahaan ayahnya bangkrut dan Sooyoung Eonni mengancam tidak akan menaruh saham satu persen pun di perusahaan ayahnya.Akhirnya Hani menyerah dan pergi dari kehidupan Donghwa Oppa.Tapi ketika mereka ingin bersatu kecelakaan itu terjadi Oppa.Kibum Oppa yang sedang diperjalanan untuk menjemputku kecelakaan saat hujan turun. Dan saat dipemakaman Kibum Oppa aku berkata kepada Yeojin Eonni dan Donghwa Oppa untuk tidak egois satu sama lain kalau masih saling mencintai kalau tidak kalian menyesal dan saat itu juga mereka kembali bersatu.”

“Ternyata Hyung juga pernah mempunyai masalah seperti itu? Dia tidak pernah cerita apapun pada ku, pantas saja saat itu dia datang ke Jepang dengan kondisi yang memprihatinkan dan ketika aku tanya dia hanya berkata kelelahan karena bekerja itu saja terus.” Kata Donghae.

“Ya sudah kita tak perlu membahas yang sudah lalu kan Oppa. Intinya sekarang mereka berdua bersatu dan menikah itu saja.” kata Yoona dengan bijak.

***

Yoona kembali terlelap disaat diperjalanan pulang yang cukup menyita waktu itu.Dan akhirnya mereka sampai di Hotel dimana upacara pernikahan dan resepsi pernikahan Yeojin dan Donghwa dilaksanakan.Dua keluarga dan kerabat terdekat mereka memang sudah mulai menginap di hotel itu.

Hotel milik keluarga Yoona yang dipilih Yeojin dan Donghwa untuk hari bersejarah mereka berdua.Dan ayah Yoona sendiri sudah kembali ke Korea untuk menjadi pengganti dari mendiang ayah Yeojin yang sudah meninggal.

“Yoong, irona… kita sudah sampai…” kata Donghae dengan lembut.Yoona akhirnya terbangun dan menatap sekelilingnya dan ternyata benar dia sudah sampai di Hotel.

“Gomawo Oppa… aku masuk dulu kalau begitu…” pamit Yoona.

“Tunggu Yoong..oppa antar ne. lagipula Oppa mulai malam ini akan menginap di Hotel ini juga biar Oppa tidak bolak-balik lagi. Lagipula Donghwa Hyung dan Eomma sudah menginap disini juga.Eomma benar-benar tidak sabaran dengan pestanya besok.”

“Hahahhahah… tentu saja Eommonim memang seperti itu…”

Mereka berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesra sampai akhirnya Yeojin melihat Yoona yang berjalan dengan Donghae dan menghampiri mereka berdua dan memeluk Yoona erat.

“Yoong… gweachana??” tanya Yeojin khawatir.

“Ne, Eonn nan gweachana” jawab Yoona dengan tersenyum.

“Eonni khawatir sekali dengan kamu saat Donghwa Oppa bilang kalian berdua terjebak hujan badai itu.Kau kan sangat takut sekali dengan gelap dan hujan Yoong…” kata Yeojin dengan terus khawatir.

“Eonni tenang saja Donghae Oppa menjaga aku dengan baik malam itu jadi aku tidak takut lagi.”Kata Yoona seraya menenangkan Yeojin.

“Syukurlah kalau begitu Eonni tenang mendengarnya.Gomawo Hae-ah, sudah menjaga Uri Yoona. Noona tahu pasti Yoona saat itu sangat manja sekali, kerena itu setiap hujan datang dia tidak pernah berani sendiri makanya dia memutuskan tinggal dengan Taeyeon.” Jelas Yeojin.

“Tidak perlu berterima kasih seperti itu Noona.Aku melakukan itu murni dari hati ku yang paling dalam, lagipula Yoona itu kan yeojaku jadi sudah seharusnya aku menjaganya selalu.”

“Ahh iyaa… Yoong… Abhoji sejak tadi cemas dengan keadaan kamu sekarang temui dia dulu ne.” kata Yeojin.

“Ne, Eonn… Oppa aku ke kamar dulu ne…” pamit Yoona.Setelah Yoona sedikit menjauh Yeojin mengajak Donghae untuk duduk di restaurant Hotel tersebut.

“Ada apa Noona?” tanya Donghae bingung yang melihat tidak ada tanda-tanda Yeojin akan memulai sesuatu pembicaraan.

“Apa Yoona mengatakan sesuatu saat hujan badai itu?” tanya Yeojin.

“Maksud Noona apa?Aku tidak mengerti.”

“Apa Yoona menjelaskan kenapa alasan dia takut hujan dan gelap?” tanya Yeojin.

“Ne, aku sudah tahu semua itu ada sangkut pautnya dengan kepergian Kibum kan.” Jawab Donghae santai.

“Ne, kau benar Hae-ah.Apa kamu ingin berjanji sesuatu dengan Noona?”

“Berjanji apa Noona?”

“Tapi kau harus janji harus menepatinya, Hae-ah.”

“Ne, aku janji tapi apa dulu?”

“Mau kah kau berjanji pada Noona. Untuk selalu bersama dengan Yoona dan tidak akan meninggalkannya walaupun ada ganguan yang datang dihubungan kalian berdua. Jangan sampai dalam hubungan kalian terdapat korbannya.”

“…. Cukup dalam hubungan Noona dan Hyungmu saja yang terjadi.” Gumam Yeojin lirih.

“Maksud Noona apa?”

“Waktu hubungan ku dan Hyungmu kandas semua orang berusaha untuk menyatukan kami berdua lagi sampai naas belum sempat kami bersatu Kibum kecelakaan dan itu terjadi karena dia ingin menjemput Yoona yang sedang bicara dengan mantan kekasihku.”

“Itu semua bukan karena kalian berdua kok.”

“Kau sudah tahu cerita ini?”

“Ne, tadi Yoona menceritakannya. Ini semua bukan kemaunan kalian atau pun kita semua, tapi ini semua murni kecelakaan.” Kata Donghae dengan bijak.

“Kau salah Donghae-ah. Semua ini bukan murni kecelakaan..” gumam Yeojin.

“Maksud Noona ada dalang dibalik ini semua?” tanya Donghae penasaran.

“Ne, ini semua ulah Hani mantan kekasih Donghwa Oppa.Dia sengaja merusak rem mobil itu, dia tidak tahu bahwa mobil itu bukan aku yang memakai melainkan Kibum yang membawanya karena ingin menjemput Yoona.Awalnya Hani ingin membuat aku celaka dan dengan begitu dia bisa kembali lagi dengan Donghwa Oppa.Tapi sayang bukan aku yang mengenakannya tapi Kibum dan akhirnya kecelakaan itu tidak dapat terhindari.”

“Darimana Noona tahu itu semua? Bahkan Yoona sendiri tidak tahu kenyataan itu?” tanya Donghae dengan penuh pertanyaan.

“Polisi memeriksa mobil yang dikenakan Kibum dan melihat CCTV yang ada di sekitar rumahku.Dan melihat Yeoja itu sedang merusak rem mobil itu.Semua memang sengaja menyembunyikan ini semua.Karena tidak ingin Yoona semakin sedih bila melihat kenyataan ini.Biarkan dia mengetahuinya kalau Kibum meninggal karena murni kecelakaan tanpa ada hal yang disengaja seperti itu.Jadi mau kan kau berjanji pada Noona.”

“Tentu saja aku tidak akan membiarkan Yoona menangis lagi Noona tenang saja.” kata Donghae dengan yakin.

“Syukurlah Noona lega mendengarnya.Kalau begitu Noona ke kamar istirahat untuk besok, kau juga istirahat lah kau pasti lelah perjalanan tadi. Dan kau harus tampil tampan sebagai pengiring pengantin ara..”

“Ne Noona… jaljjayoo….”

***

@ A day Wedding Lee Donghwa & Kim Yeojin

Yoona sudah bangun pagi-pagi sekali dan mengenakan gaun yang di pesan oleh Yeojin untuk dia dan para sahabatnya. Yoona memakaikan make upnya tipis tapi tetap terlihat cantik dan mempesona. Dia juga menata rambutnya dengan rapih dan dia mengenakan mahkota kecil di kepalanya.Dia benar-benar seperti putri cantik saat ini.Setelah dia rasa selesai dia keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar Yeojin yang ternyata sudah berkumpul disana Sooyoung, Taeyeon, dan Tiffany.Mereka terpanah melihat penampilan Yoona saat ini yang sangat cantik sekali.

“Ommo… ini benar Im Yoona?” goda Sooyoung.

“Ne, aku Im Yoona waeyo?Apa tidak pantas yaa… apa aku terlihat aneh?? Apa make-upnya terlalu tebal?” tanya Yoona dengan cemas.

“Anniya Yoong… kau sangat cantik hari ini padahal Eonnilah pengantin wanitanya tapi kenapa kamu yang cantik saat ini… hmmm” goda Yeojin.Dalam seketika pipi Yoona memamanas dan bersemu merah karena malu.

“Hahhaha…… tidak masalah Yoong… pasti nanti Donghae Oppa akan terkejut melihatnya…kekekkeke…” goda Sooyoung.

“Eonni… sudahlah menggodaku…” rengek Yoona yang sudah tidak bisa menahan malunya lagi.

Tok…tok…

“Masuk….” Teriak Yeojin. Ketika pintu terbuka datanglah Siwon, Jungsoo, Donghae, dan Kyuhyun.

“Kalian kenapa masuk ke ruangan ini?” tanya Yeojin heran.

“Aku hanya ingin mencari istriku saja, Yeojin-ah….” Jawab Siwon.

“Dan kau Jungsoo Oppa?”

“Aku mencari uri Taengi…”

“Kau Kyu…”

“Tentu saja aku mencari Shinskhis ku…”

“Yeojin Noona… apa Yoona belum keluar dari kamarnya? Kenapa dia tidak ada?” tanya Donghae dengan polos. Dan itu membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak…

“hahhahah….. Oppa tidak melihat Yoona?” kata Taeyeon sambil menahan tawanya.

“Hahahha… padahal dia ada disini…” kata Sooyoung dan membuat Donghae terkejut.

“Jinjja tapi aku tidak….” Belum sempat Donghae melanjutkan perkataannya sosok yeoja itu berbalik kearah Donghae dan membuat Donghae dan namja lainnya terkejut.Dengan pelan Donghae berjalan maju kearah Yeoja itu sambil terus menatap wajah cantik itu dengan intents dan tidak membiarkan sedikitpun terlewati.

“Ini benar Yoona…” kata Donghae masih tetap menatap Yoona dengan intents.

“Ne Oppa… naya Yoona…”

“Kamu cantik sekali chagiya…”

“Gomawo oppa..”

“Kajja kita semua keluar untuk mempersiapkan semuanya.” Ajak Tiffany pada yang lainnya.

“Ne, kalian semua keluarlah. Biarkan Abhoji yang mendampingi Yeojin saat ini.” kata Tuan Im pada yang lain.

Mereka saling berpegangan tangan dengan erat.Yeojin bahagia pernikahan dia juga telah mempertemukan Yoona dan Donghae saat ini.Dia juga terharu karena Ayah Yoona bersedia untuk menggantikan posisi ayahnya yang sudah tiada itu.

“Yeojin-ah, kau sudah siap…” Tanya Tuan Im.

“Ne, Abhoji… Othoke aku sangat gugup sekali, aku takut aku terjatuh disaat perjalanan menuju altar nanti.” Kata Yeojin yang benar-benar gugup saat ini.

“Hahhahaa…. Kau tenang saja Abhoji tidak akan membiarkan kamu jatuh saat berjalan nanti. Abhoji akan memegang erat tangan kamu jadi jangan gugup lagi ne.”

“Ne, gomawo Abhoji sudah mau menjadi pengganti dari mendiang Appa ku.Aku senang sekali…” kata Yeojin sambil memeluk Tuan Im.

“Kau tak perlu seperti ini.Abhoji senang bisa hadir dan menjadi saksi di hari bersejarah untuk kamu ini. Kau ini sudah aku anggap seperti anak kandung ku sendiri, sama seperti yang lain kalian semua sudah mencintai Yoona dan menjaga Yoona jadi kalian itu sudah seperti bagian dari hidupku. Sudah jangan menangis lagi sekarang kajja kita keluar kasian nanti calon suamimu pasti sudah tidak sabar untuk melihat calon istrinya yang cantik ini.”Jelas Tuan Im.

“Aiiishhh Abhoji bisa saja…”

Akhirnya Yeojin dan Tuan Im berjalan menuju altar dan di depan sana Donghwa sudah menunggu dengan menggunakan tuxedo putih sangat tanpan dan gagah sekali.

Tuan Im menyerahkan tangan Yeojin pada Donghwa sambil tersenyum.

“Tolong jaga anakku ne. Aku percayakan Yeojin pada Donghwa-ah..” kata Tuan Im.

Setelah itu Donghwa dan Yeojin saling mengucap janji suci pernikahan dan di akhiri dengan ciuman lembut di bibir mungil Yeojin.Semua tamu undangan sangat bahagia melihat pasangan baru itu akhirnya sudah resmi menjadi suami istri.

Yoona terharu melihat acara pernikahan Yeojin dan Donghwa apalagi dalam hubungan mereka Yoona harus rela kehilangan Kibum. Yoona sebenarnya sudah mengetahui apa penyebab kecelakaan yang merengut nyawa namjanya itu tapi dia menutupi itu semua dia tidak ingin semua orang jadi memikirkan dirinya terus-menerus.

“Kenapa kamu menangis Yoong?” Tanya Donghae sambil berbisik.

“Aku menangis bukan karena sedih Oppa. Tapi aku menangis karena bahagia, bahagia akhirnya aku bisa melihat Yeojin Eonni dan Donghwa Oppa bersatu.” Kata Yoona sambil menghapus air matanya yang jatuh.

“Uljima ne. Kita juga akan segera menikah bukan…hmm…” goda Donghae supaya membuat Yoona tidak bersedih lagi.

“Aiisshhh Oppa…”

Donghae langsung merangkul pundak Yoona agar membiarkan Yeoja itu untuk bersandar di pundaknya.

***

Setelah acara upacara pernikahan selesai acara selanjutnya di lanjutkan dengan resepsi pernikahan.Di resepsi itu memang Yeojin dan Donghwa mengundang semua teman dan relasi di perusahaan keluarga mereka.

Disana tampak Yoona-Donghae, Sooyoung-Kyuhyun, Tiffany-Siwon-Minho, Taeyeon-Jungsoo sedang asik berbincang-bincang.

“Setelah acara pernikahan ini aku dengar kalian berdua yang akan segera menyusul?” Tanya Siwon pada Jungsoo dan Taeyeon.

“Bukankah Eonni bertunangan dulu baru menikah?” Tanya Yoona.

“Tidak jadi Yoong.Jadi acara pertunangan itu sudah dilaksanakan semalam dan hanya keluarga kami berdua saja yang hadir. Jadi kau harus segera membuat gaun pengantin yang cantik ne untuk calon pengantin ku nanti.” Jelas Jungsoo.

“Mwoo… kalian berdua bertunangan tidak mengundang aku? Keterlaluan sekali.” Dumel Yoona dengan kesal.

“Bukan begitu Yoong.Eonni berusaha menghubungimu sebelumnya tapi ponselmu tidak pernah aktip. Dan bukannya malam itu kau sedang dengan Donghae Oppa di Busan.” Kata Taeyeon.

“Ahhh… iya benar… sinyal saat itu sangat susah sekali.” Rancau Yoona tidak jelas.

“Jadi kapan kalian akan menikah?” Tanya Tiffany.

“Dua minggu dari sekarang. Mulai besok kami sudah mulai untuk mempersiapkan semuanya.” Jawab Jungsoo dengan santai.

“Uaaahhh ini harus di umumkan…” pekik Kyuhyun senang dengan senyum evilnya.

“Mwoo maksud mu apa Kyu?” Tanya Jungsoo.

“Liat saja nanti kajja Yoong.” Dengan senyum evilnya. Yoona mengerti apa yang di pikirkan Kyuhyun dan dia berjalan kedepan untuk naik ke atas panggung.

“Hkkmmm.. tes..tes… “ kata Kyuhyun.

“Saya Cho Kyuhyun dan di sebelah saya…”

“Im Yoona…”

“Kami berdua ingin memberitahukan kabar gembira dari teman kami sekaligus sudah seperti keluarga kami sendiri.Park Jungsoo dan Kim Taeyeon.”

“Dan mereka akan menikah dalam waktu dekat ini….” Pekik Yoona senang.Dan semua pengunjung bertepuk tangan.

Melihat kelakuan Yoona dan Kyuhyun yang memang dikenal sangat evil itu menutupi wajah mereka berdua karena malu.

“Aiiisshhh anak ini… awas saja…” desis Taeyeon kesal.

“Hahhahahha…..apa itu sifat asli Yoona, Hyung?” Tanya Donghae pada Jungsoo.

“Ne, Yoona dan Kyuhyun memang sangat iseng.Dia sering sekali menjahili kami semua itu dan hal ini sudah lama sekali hilang. Aku senang saat ini Yoona benar-benar kembali.” Kata Jungsoo dengan senyum bahagianya.

Yoona dan Kyuhyun berjalan menghampiri yang lain dengan masih bercanda. Tawa di wajah Yoona benar-benar tidak hilang Tuan Im dan Nyonya Lee benar-benar bahagia melihat hal itu. Yoona yang mereka kenal sudah kembali lagi dan tidak akan membiarkan Yoona kembali terpuruk lagi.

Taeyeon menghampiri Yoona dan memukul kepala Yoona pelan.

“Yaakkk Eonni… Appoyo…” ringis Yoona.

“Lagi kamu ini apa-apaan sih…” desis Taeyeon dengan kesal.

“Oppa… sakit…” rengek Yoona pada Donghae.

“Hahhhahaha… jangan merajuk seperti itu kamu mau Oppa cium di depan banyak orang.” Goda Donghae.

“Uhhh..menyebalkan…”

“Hahahhahahah….”

***

Ketika mereka sedang asik berbincang-bincang ternyata tamu yang tidak diharapkan datang muncul.Pertama kali orang itu datang untuk mengucapkan selamat pada Donghwa dan Yeojin.Saat melihat kedatangan orang itu membuat tubuh Yeojin membeku, hal yang sangat ditakutinya saat ini adalah kedatangan orang itu.

“Happy Wedding Donghwa Oppa…. Yeojin Eonni…” kata Jessica Jung.

Ternyata orang yang di maksud adalah Jessica Jung mantan kekasih dari Donghae.

“Ne… gomawo Jessica kau sudah datang di acara pernikahan kami.”Kata Donghwa dengan nada suara yang terdengar biasa.

“Ne cheoman… kalian berdua kan temanku jadi aku harus datang ke acara bersejarah kalian berdua.” Kata Jessica.

“Ne.. silahkan nikmati hidangannya dan nikmati pestanya.” Kata Donghwa basa-basi.

“Ne, Oppa.” Kata Jessica singkat dan berjalan untuk mencicipi hidangan di pesta itu.Setelah kepergian Jessica Yeojin benar-benar merasa gelisah.

“Oppa, othoke…” gumam Yeojin pelan.

“Molla chagi… kita berharap saja Yoona dan Donghae tidak bertemu dengannya.” Kata Donghwa.

Ketika Jessica sedang berjalan-jalan tiba-tiba saja dia melihat namja yang dikenalinya dan dicarinya sejak dia tiba di Korea.Jessica langsung berjalan cepat menghampiri namja itu dan memanggilnya.

“Donghae Oppa…” panggil Jessica.Mendengar namanya dipanggil Donghae pun membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat seseorang yang memanggilnya itu.

Melihat dia tidak salah memanggil dengan cepat Jessica memeluk Donghae tanpa menyadari semua orang memandang mereka berdua termaksud Yoona.

“Bogoshipo Oppa…..” kata Jessica senang.

_TBC_

Kyyyaaaa…. Aku kembali… hayooo… galau lagiii kan FFnya… wkkwkwkwkkww…..

Mau tahu kelanjutannya ditunggu ajah yaa… kayaknya FF ini akan lama dilanjut coz mau mendekati Ending atau memang Chapter besok Ending… wkwkwkkwkw….

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaaa guys….

Gomawo yang sudah menjadi Readers yang baik dan tidak menjadi Siders yang jahat,… wkwkwkwkkww….

NB : Untuk chapter 9 dan Ending akan di protect yaa…. kalau yang mau PWnya harus komen di FF sebelumnya tau bisa via SMS ke aku langsung bisa ke no. 0812 9391 8903 atau via Inbox di FB juga bisa… kekekkeke….

Yang mau kenal aku bisa add FB aku di Riantiwivera

Advertisements

12 thoughts on “Don’t Leave Me (Chapter 8)

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s