[Oneshoot] I Just Wanna Say “Saranghaeyo”

i-just-wanna-say-saranghaeyo-request-kimhanasTittle : I Just Wanna Say “Saranghaeyo”

Poster by (Junnieart @ Home Design)

Author : Kimhana’s

Cast : Oh Sehun, Ahn Sohee (OC)

Supporting cast : Find it yourself

Genre : Fluff, Romance,School Life,

Rating : Teen

Length : Oneshoot

Disclaimer : All Story Is Mine !!! I HATE PLAGIAT !!!

Tolong jangan mnjadi siders !!

WARNING TYPO(s) !!!!

 

Happy Reading 😀

-I Just Wanna Say “Saranghaeyo”-

Jatuh cinta itu memang menyenangkan. Tapi, resikonya juga lumayan ‘menyenangkan’. Maksudnya, alangkah meneyenangkan bila pernyataan cinta dibalas oleh orang yang kita cintai . tapi, kalau tidak ? mau bagaimana lagi . kita tidak bisa merubah perasaan orang lain. Harus diakui, masalah cinta itu sangat rumit. Tapi kalau hidup tanpa cinta, apakah hidup sudah lengkap ?

-I Just Wanna Say “Saranghaeyo”-

Sohee Pov

“Soonmi, kau sudah mengerjakan tugas yang diberikan Lee seosaengnim ?” Aku menepuk pundak sahabatku yang terlihat sedang melamun.

“Aishh .. Sohee .. Kau mengagetkanku saja .. Baru datang kau sudah mengerjakan tugas .. Aku sudah mengerjakannya.. Pasti kau belum mengerjakannya bukan ?” Tebak Soonmi, dan yap ! Bingo ! Tepat sasaran .. Aku belum mengerjakannya sama sekali, karena semalaman aku hanya memikirkan seseorang yang … Yaaa.. Seharusnya tidak aku pikirkan.

“Yakkk! Kenapa kau melamun ?”.

“Aah .. Aniyo .. Soonmi, aku pinjam buku tugasmu ya .. Soalnya pelajaran Lee seosaengnim jam pelajaran pertama .. Aku harus cepat ! Sebagai imbalannya, kau ku traktir nanti istirahat ..” Aku membawa buku tugas Soonmi yang tergeletak di meja nya dan kembali duduk di meja ku.

 

Atuhor pov

Ketika Sohee berkutat dengan tugas yang belum dikerjakannya, masuklah seorang namja. Hawa kelas itu menjadi dingin seperti didatangi dementor. Namja itu berjalan menuju bangku Sohee dan duduk disebelah Sohee. Dia duduk disebelah Sohee, karena dia memang teman sebangku Sohee. Namja itu selalu bersikap dingin kepada siapa saja, bahkan bisa disebut lebih dingin dari ice princess Jessica, bahkan bisa juga lebih dingin dari dementor.

“Cih, untuk apa kau sekolah kalau kerjaanmu tiap hari hanya menyontek tugas orang lain ?” Sohee menoleh kesamping, tepatnya menatap namja itu dengan tatapan sebal.

“Aku yang menyontek kenapa jadi kau yang repot ?” Kata Sohee lalu kembali mengerjakan tugasnya.

“Dasar yeoja babo” Kata namja itu lalu mengeluarkan buku dari tas punggung nya dan membacanya. Sohee menatap namja itu penuh kekesalan, tatapan Sohee seolah – olah ingin memakan namja itu hidup hidup.

“Hey, kenapa kau menatapku seperti itu ? Apa kau menyukaiku hah ?” Kata namja itu tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.

“M-mwoya !!, jangan bermimpi Oh Sehun !! Mana mungkin aku menyukai namja sepertimu ! Namja yang tidak tau bagaimana memperlakukan yeoja ..!” Sementara Sohee mengomeli Sehun, yang diomeli tetap saja membaca bukunya dengan tenang. Sohee seolah – olah seperti orang gila karena mengomeli patung. Karena terlalu asik mengomeli Sehun, Lee seosaengnim datang dengan ekspresi garang yang menghiasi wajah nya yang yeppeo bagaikan anak yang masih belia. Sohee menyadari kedatangan Leeseosaengnim, karena aura gelap terlihat dimana – mana. Karena tadi ia terlalu lama mengomeli Sehun, tugas yang diberikan Lee seosaengnim yang sedang ia contek di buku Soonmi belum selesai disalin. Sohee hanya duduk pasrah menanti hukuman apa yang diberikan Lee seosaengnim untuknya. Sohee menyadari, bahwa kelakuan Sehun tadi hanya untuk menghambatnya mengerjakan, tepatnya menyalin tugas. ‘Aissh .. Sehun.. Ini semua gara gara kau .. Wajahmu seperti malaikat, tapi kelakuanmu itu… Aarrrggghhh!!’ Gerutu Sohee dalam hati.

“Annyeong, hari ini kalian semua kedatangan murid baru dari mokpo.. Saya harap kalian bisa berteman baik dengannya.. Untuk pelajaran hari ini saya tidak akan masuk, karena ada rapat guru mendadak, jadi kegiatan belajar mengajar diliburkan untuk hari ini dan besok.. Tugas yang saya berikan, dikumpulkan minggu depan.. Sohee-ah, saya tau kamu belum mengerjakan tugas.. Iya kan ?” kata Lee seosaengnim panjang lebar sepanjang jalan kenangan dan selebar badan pretty asmara. Lalu seosaengnim menyuruh murid baru itu masuk ke kelas dan memperkenalkan dirinya.

Murid baru itu seorang namja, ya .. Bisa di deskripsikan dengan satu kata, perfect. “Annyeonghaseyo, Park Chanyeol imnida ^^. Mannaseo bangapseumnida”. Setelah membungkukkan badannya, murid baru itu melangkahkan kakinya dengan kangkah gontai ke arah meja yang kosong, didepan meja Sohee dan Sehun.

“Okay, kuharap kalian semua bisa berteman baik dengannya..” Seru Lee seosaengnim.

“Ne, seosaengnim !” balas seluruh  murid. Lee seosaengnim keluar dari kelas dan menuju kantor untuk mengahdiri rapat guru. Hampir semua murid meninggalkan kelas dan pulang. Di kelas hanya ada Soonmi,Chanyeol, Sohee dan Sehun. Sohee berdiri dan berjalan menuju meja Soonmi yang berada didepan meja Chanyeol.

“Soonmi-ah.. Mianhae .. Kau tidak jadi ku traktir, karena aku belum sempat menyalin sedikitpun tugasnya, karena ada pengganggu!” Kata Sohee dengan menekankan saat menyebut ‘pengganggu’ dan mendelik kearah Sehun. Namun Sehub tidak menghiraukannya, ia tetap membaca bukunya, lebih tepatnya membaca novel baru nya.

“Aah ne ..” Soonmi mengambil buku catatannya dari tangan soonmi.

“Aah.. Sohee.. Aku pulang duluan ya .. Aku ada urusan mendadak, Annyeong !” Soonmi langsung berlari keluar dari kelas. Dikelas tersisa Chanyeol, Sohee, dan Sehun.

Sohee melangkahkan kakinya ke arah meja nya. Saat melewati bangku Chanyeol,tiba tiba Chanyeol memegang tangan Sohee.

“Kau, Sohee ?? Ahn Sohee ?” Tanya Chanyeol dengan tatapan menyelidik.

“Ne, waeyo ?” Sohee balik bertanya pada Chanyeol.

“Ini aku ! Chanyeol! Kau ingat ?” Kata Chanyeol dengan menunjuk  nunjuk dirinya sendiri.

“Chanyeol?” Sohee nampak berpikir, pikirannya melintas ke beberapa tahun lalu saat ia masih duduk dibangku sekolah dasar.

“Aah .. Ne ! Aku ingat padamu ! Kau Chanyeol, kau murid baru pindahan waktu kelas 2 bukan ?” Chanyeol mengangguk sambil tersenyum.

“Sangat betul sekali pakai banget, Sohee agashi .. Aku tau kau tidak bisa semudah itu melupakan namja tampan, imut nan mempesona ini kan ?” Kata Chanyeol dengan tingkat kenarsisan yang lebih dari 1000%.

“Kau berubah ya ..” Kata Soheee sambil memerhatikan Chanyeol.

“Ne, aku memang tampan hohoho~! .. Jangan bilang kau menyukaiku ..” Kata Chanyeol dengan tingkat ke PEDE annya yang melebihi batas normal.

“Ani, bukan itu ! mana mungkin aku menyukaimu ! aku kan sudah punya namja yang kusukai ..! yang kumaksud kau berubah itu, umm .. penampilanmu ! seingatku, kau dulu itu botak, pendek, dan suka mengeluarkan apolo 11 dari hidungmu..” jelas soorim. “aissh .. neo, jinja .. kau memang tidah berubah ..” kata Jay gregetan(?) sambil mencubit pipi soorim.
Minwoo yang sedari tadi memerhatikan mereka, hanya menatap mereka dengan tatapan kesal.
Soorim berjalan menuju meja nya dan duduk disebelah minwoo dan mencoba mengerjakan sendiri tugas yang diberikan janey seosaengnim. Sedangkan Jay, ia meminjam buku catatan hari ini pada soorim dan menyalinnya ada catatannya yang masih kosong.
“ya, soorim-a .. kau menyukai seorang namja ? kau menyukaiku hah ?” tanya minwoo sambil tersenyum dan langsung membuat soorim menatapnya. “mworago ?! PD sekali kau ini ..” soorim kembali mengerjakan tugasnya. “ya ! aku sudah selesai !” soorim tersenyum karena pekerjaannya sudah selesai. Soorim berdiri dan menenteng tas selempang nya. Minwoo juga ikut berdiri dan membawa tas nya. Jay merasa dirinya akan ditinggalkan temannya, dia cepat cepat membereskan buku catatannya dan catatan soorim kedalam tas nya.

Jay berjalan disamping soorim dan merangkul sahabat kecilnya itu. Sedangkan minwoo berjalan dibelakang mereka. Jay merangkul pundak soorim dan tangan soorim dipinggang Jay *moga ngerti ya ..*. “aku duluan, kalian berjalan lama sekali, dasar sama sama penghambat !” minwoo berjalan mendahului soorim dan Jay.
“soorim-a , dia itu kenapa sih ? daritadi aku lihat auranya begitu suram .. apa dia namjachingumu yang cemburu karena melihatku dekat denganmu ?”
“ya! Jay Jeon Ji Hwan, dia itu memang begitu, dia itu namja yang , ya .. menurutku namja yang paling dingin.. paling jutek, dan tidak tau cara memperlakukan yeoja.. dan satu lagi, dia bukan namjachinguku.. arra ?!”
“ha .. ne , arraseo ..”

-I just wanna say “saranghaeyo”-

-Sore hari-

“kkkkyyyaaaaaa!!” Jay kaget setengah hidup setelah menekan bel rumah soorim. Tak lama kemudian  soorim membukaa pintu. “ya ! kenapa bunyi bel rumahmu seperti itu sih ? untung aku tidak mempunyai penyakit jantung, kalau saja punya mungkin aku sudah mati ditempat .. hhhuuuhhh ..” Jay duduk di kursi ruang tamu, menghela nafas dan melampiaskan seluruh kekagetannya pada soorim. “aissh .. kau mau apa kesini hah ?” tanya soorim. “aku mau mengembalikan buku catatanmu ..” soorim mengambil buku catatan yang dipinjam Jay. “cepat sekali kau menyalinnya, padahal materi pelajaran itu sangat banyak .. hebat!”. “iya dong, siapa dulu, Jay !”. “ah .. aku tau kau, kau pasti tidak menyalinnya, kau pasti memfotokopinya, iya kan ?” “hehe ..” Jay hanya nyengir kuda memamerkan deretan giginya yang putih.

“mau minum apa ?”tanya soorim. “ummm .. apa saja ..”jawab Jay. “ne .. tunggu ya ..” Jay hanya mengangguk. Tak lama kemudian, soorim datang membawa nampan yang hanya ada 2 gelas air putih diatasnya. “ige ..” soorim menyerahkan 1 gelas air putih pada Jay dan 1 gelas lagi untuknya. “mwo ? hanya air putih ? dasar kau ya .. tidak berubah .. tetap pelit .. ckckckck”. “kan tadi kau yang bilang minum nya apa saja .. mau kukasih air kobokan atau air got ?”. “aa .. ini lebih baik ..” kata Jay lalu meneguk air minumnya sampai habis.

“soorim-a, aku pulang dulu ya .. annyeong !”. “ne, hati hati!”kata soorim lalu kembali ke kamarnya.

-malam hari-

‘Ddrrrtt dddrrrtt’ hp soorim bergetar, tanda pesan masuk. Soorim membuka pesan itu, dan ternyata para pemirsa, pesan itu dari minwoo.

From : Dementor MinU xD
Annyeong soorim-a, aku tau kau belum tidur, jadi sekarang juga kau keluar, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, aku menunggumu di teras rumahmu. Aku tidak menerima penolakanmu. Arra?

“aisshh .. anak ini ..” soorim bergegas mengambil jaketnya dan juga sarung tangannya untuk menghangatkan tangannya karena udara diluar sangat dingin. Ia bergegas keluar, karena ia tau minwoo tidak suka menunggu lama lama.

-di luar-

“kau telat 7 menit” kata minwoo. “ne, mian ..” soorim membungkukkan badannya. “tak perlu seperti itu, kajja..!” minwoo menarik tangan soorim menuju motornya yang ia parirkan didepan gerbang rumah soorim. “ige, pakai..” minwoo menyerahkan salah satu helmnya kepada soorim. Soorim memakai helmnya dan langsung nik ke motor ninja yang berwarnna merah milik minwoo. Minwoo melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga membuat soorim memeluk pinggangnya. Minwoo hanya tersenyum dengan reaksi soorim padanya. Namun senyumnya tak terlihat karena tertutup oleh helm.

Motor Sehun berhenti. Sohee turun, membuka helmnya dan memberikannya kepada Sehun. “Yakkk ! Kau mau membunuhku hah ?!” Sehun hanya tersenyum Sohee merasa aneh dengan sikap Sehun hari ini.

“Yakkk ! Oh Sehun !!, mau apa mengajakku malam malam ke pantai ? Apa hanya untuk menemanimu melamun saja ?” Sehun menatap Sohee, dan membuat Sohee menjadi salah tingkah.

“Aahh Aniyo .. Aku hanya membutuhkan seseorang untuk menemaniku melihat keindahan pantai malam ini ..” Kata Sehun lembut dan Sohee mengangguk pelan.

“Aah iya Sohee, aku mau bertanya padamu .. Ehmm .. bagaimana namja kriteriamu ?” Tanya Sehun.

“Sebenarnya namja kriteriaku tidak rumit .. Namja kriteriaku , harus berkepribadian bagus .. Dan juga namja yang pengertian padaku..” Sehun mengangguk.

“Sehun, untuk apa kau bertanya hal seperti itu ? Jangan jangan, kau suka padaku ya ?” Tebak Sohee dengan nada meledek.

“Mana mungkin aku menyukai yeoja babo sepertimu” Kata Sehun sedikit gugup. Namun, kata kata minwoo itu membuat Sohee cemberut dan marah tentunya.

“Lalu untuk apa kau mengajak yeoja babo sepertiku ke tempat seperti ini hah ?!!!” Air mata Sohee pecah membanjiri pipinya. Soheeberlari kencang meninggalkan Sehun. Sehun langsung mengejar Sohee. Walaupun udara begitu dingin, keringat begitu deras mengalir di tubuh Sehun. Sehun kehilangan jejak Sohee, karena Sohee berlari begitu kencang. Namun, Sehun tidak meyerah dan terus berkeliling di pantai. Sehun menemukan Sohee sedang duduk diatas pasir. Sehun menghampiri Sohee. Sehun memeluk Sohee dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak soorim.

“Mau apa kau kesini hah ? Mau mengejekku ? Apa kau belum puas mengataiku yeoja babo ?! Untuk apa kau mengejarku sejauh ini ?”.

“Mianhae ..” Kata Sehun lirih. Sohee melepaskan pelukan Sehun dan ia berjalan meninggalkan minwoo.

“Sohee, I Just Wanna Say … Saranghaeyo !!!” Teriak Sehun dengan wajah yang basah karena keringat. Sohee menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah Sehun. Sehun berjalan mendekati Sohee. Sehun memeluk Sohee.

“Saranghaeyo, Sohee-ah” Bisik Sehun.

“Nado, saranghaeyo ..” . “lalu, kenapa kau beitu dingin kepadaku di sekolah ?” minwoo melepas pelukannya dan memegang kedua pundak soorim dengan kedua tangannya sambil menatap mata soorim. “itu karena aku terlalu gugup bila aku berada didekat yeoja yang sangat aku cintai ..”. “walaupun aku ini yeoja babo ?”. “aku tulus mencintaimu ..” mata soorim kembali mengeluarkan air matanya. “waeyo ? apa perkataanku membuatmu terbebani ?” tanya minwoo khawatir. Soorim hanya menggeleng. “aniyo .. aku hanya senang, namja yang aku cintai juga mencintaiku, jadi cintaku tidak bertepuk sebelah tangan ..”. minwoo tersenyum dan langsung memeluk soorim lagi. “gomawo chagi, saranghaeyo ..” . “nado saranghae oppa ..”

Sehun dan Sohee duduk menghadap ke laut. Sehun merangkul pundak Sohee dan Sohee menyandarkan kepalanya di pundak Sehun.

“Jadi, kau belum mengerjakan tugas yang diberikan Lee seosaengnim, karena kau semalaman memikirkanku ?” Tanya Sehun sambil terkekeh.

“Hehehe~!! .. Ne, tepat sekali .. Dan juga pada malam itu aku memikirkan perasaanku padamu, malam itu juga, aku mengatai diriku bodoh karena bisa jatuh cinta pada namja sepertimu .. Ahahaha~! ..” Jawab Sohee sambil tertawa ringan.

Pasangan anak manusia yang sedang jatuh dalam perangkap cinta itu duduk menghadap kelaut sambil menikmati keindahan cahaya bulan dan desiran ombak  malam itu. Walau cuaca begitu dingin, tapi suasana hati mereka begitu hangat karena CINTA.

 

Fin.

notes : Haii semuanyaaa. aku author baru disini, gimna ff ku? Feelnya kurang dapet? alurnya kecepetan? klo iyaa mianhae yaaa.. semoga kalian suka sama ff ku yg ini.. 😀

Regards,
Kimhana’s

Advertisements

One thought on “[Oneshoot] I Just Wanna Say “Saranghaeyo”

  1. maaf sebelumnya….
    tp bnyak typo dsini 😥
    itu knp nama sehun berubah jadi minwoo ya?
    nama chanyeol jg jadi jay….
    terus sohee jadi soorim….
    lebih baik diteliti dulu sebelum dkirim,hehehe….
    mungkin ini dulunya emg bukan ff sehun ya????
    ceritanya bagus sbenarnya tp alurnya terlalu cepat jadi feelnya kurang dapet 🙂
    ditunggu karya” lainnya….
    semangat ya 🙂
    semoga kedepannya jauh lebih baik lagi ^__^

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s