Falling For Innocence [Chapter 2]

req-poster-phiyu-art-zone (1)

|| Title: Falling For Innocence || Author: Phiyun || Genre: Sad | Hurt | Romance | Family life|| Main Cast:  Jiyeon |Kris a.k.a Wu Yi Fan | Tao | Chanyeol | Jessica || Support Cast : Member T-ara & Exo ||

Credit Poster : AngllyRyx@Artzone (Thank’s ^^)

Preview: Part 1 || 

Cerita ini Remake dari drama Korea dengan judul yang sama. Mungkin ada beberapa alur ceritanya yang aku singkat. Dan mungkin ada kata yang aku ganti pakai bahasaku sendiri tapi itu tidak mengubah alur ceritanya kok. Walaupun nantinya akan sedikit beda.

Pemain yang ada didalam cerita real milik penulis ya kalau di dunia kenyataan milik Tuhan, keluarganya, Temannya dan agencynya. Heheee… XD

***Happy Reading***

Terlihat ada seseorang pria sedang terduduk diatas sofa sambil kedua bola matanya menatap fokus kearah luar jendela kamarnya. Entah apa yang sedang ia lihat diluar sana, sedangkan diluar sana langit nampak mendung tak berbintang. Tak beberapa lama kemudian ada seseorang yeoja datang menghampirinya sambil memeluk tubuh pria tersebut dengan lembut dari belakang.

“Kris-ah… mengapa kau belum tidur? Apa yang sedang kau pikirkan?” Ucapnya wanita berpakaian minim itu tepat di sebelah daun telinga pria tersebut.

Lalu Krispun menjawab sambil memejamkan kedua matanya untuk beberapa saat. “Aku sedang memikirkanmu.” Mendengar perkataan yang baru saja Kris lontarkan membuat wanita itu senang dan diapun mulai mempererat pelukannya dan berkata. “Benarkah?” Dengan wajah yang sumeringah.

Nde… aku sedang berpikir, kalau Aku ingin sekali kau secepatnya pergi dari tempat ini.” Gumamnya pelan. Gadis itupun langsung melepaskan kedua tangannya dari atas tubuh Kris dengan wajah yang kecewa. “Aku tidak bisa tidur bersamamu, pulanglah.” Tambah Kris dengan wajah yang dingin.

Lalu Yeoja itupun membalas perkataan lawan bicaranya tersebut. “Jika kau ingin seperti ini, seharusnya sedari awal kita tinggal di kamar hotel yang terpisah. Mengapa kau bawa aku kesini?” Tanya wanita itu sambil kedua matanya menatap kearah Kris yang masih memunggunginya.

“Ahh, aku terburu-buru dan aku malas.” Tuturnya seraya berdiri dari tempat duduknya kemudian pria itu berjalan menghampiri depan pintu dan pintu itupun dibukanya. “Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal yang sia-sia denganku. Kau tahu kalau aku memasang penyadap kesemua orang yang bekerja denganku. Terutama para sekertaris, seperti dirimu.” Sambil sebelah jari telunjuknya menunjuk kearah wanita yang sedang terdiam terpaku dibelakang sofa yang baru saja ia duduki.

Tak beberapa lama kemudian yeoja itupun membalikkan tubuhnya ke arah Kris yang sudah berdiri didepan pintu yang sudah terbuka. “Bisakah kau berbicara sedikit manis meskipun, harus berbohong?” Tanya gadis tersebut dan Krispun menjawab dengan ekpresi wajah datarnya. “Kau akan menjadi teman tidurku yang terakhir.”

Wanita itupun semakin kesal saat mendengar jawaban yang baru saja dikatakan oleh Kris. Lalu Yeoja tersebut langsung mengambil setelan bajunya yang ada diatas bangku di depan ranjang dengan wajah yang penuh amarah sambil berkata. “Lebih baik aku tidak mendengar perkataan itu!” Kemudian gadis itupun pergi keluar dari dalam kamar tersebut.

Setelah gadis itu pergi pintu kamar hotel Krispun ia tutup dengan wajah yang tak terlihat menyesal sama sekali. Dia malah mengumpat wanita itu. “Dasar wanita gila. Aku bicara jujur padanya.” Lalu Krispun berjalan kembai menuju sofa yang saat tadi sedang ia duduki namun sebelum itu dia mengambil sebuah botol obat yang berisi beberapa kapsul. Krispun kemudian mengeluarkan satu butir kapsul dari dalam botol obat tersebut dan kemudian ia meminum obat tersebut dengan segelas wisky di tangannya.

“Tidak lama lagi…” Dengan nafas yang berat. “Wu Yi Fan-ah kau harus bisa bertahan, tak lama lagi..” Ucapnya kembali seraya kedua maniknya menatap sendu kearah luar jendela kamar hotelnya.

~~~ooo~~~

_Di pagi harinya_

Taopun melaporkan memang benar adanya bahan terlarang yang ada didalam kosmetik Hermia, dan pihak berwenang akan segera mengumumkan hal itu ke media masa. Perusahaan mereka tak bisa memblokir berita tersebut, tapi Tao yang bertugas sebagai pengacara perusahaan dapat memperlambat acara pemberitaannya.

“Selama penundaan, sebaiknya PresDir menguasai pemikiran para kreditor (pemilik obligasi)” Saran Tao kepada PresDir perusahaan tersebut dan pria paruh baya itupun langsung mengiyakannya. Ketua Wu menyuruh bawahannya direktur Yoon mengumumkan isu permintaan maaf setelah berita itu di umumkan dan setelah itu Perusahaan akan mengumumkan bila mereka sudah memecat pegawai yang bersalah dalam pembuatan produk tersebut. Tapi ternyata para karyawan yang bersangkutan telah menghilang beberapa hari yang lalu. Direktur Yoonpun curiga kalau semua ini adalah perbuatan Wu Yi Fan alias Kris.

“Coba cari orang yang bertanggungjawab dengan masalah ini dan cari tahu apa Yi Fan yang melakukannya atau bukan.” Perintah Ketua Wu.

Nde…” Balas direktur Yoon sambil membungkukan kepalanya.

Kemudian Tao memberitahukan kepada atasannya untuk segera pergi keacara pemakaman kliennya. “PresDir, sudah waktunya Anda menghadiri penguburan Ibu dari istri Pengacara Umum.”

“Ya. Saya akan pergi bersama dengan istri saya. Oh iya, Apakah kalian tahu dimana Istriku saat ini?” Tanya Lelaki paruh baya itu. Tanyanya kepada kedua bawahannya.

Kedua pria itu hanya bisa saling menatap satu sama lain, mereka sama sekali tak mengetahui dimana istri Ketua Wu berada sekarang.

~~~ooo~~~

_Ditempat lainnya_

Terlihat ada seorang wanita paruh baya sedang tertidur lelap di atas ranjangnya dengan keadaan tubuh yang tak mengenakan pakaian sama sekali dan disebelah wanita tersebut ada seorang namja yang bisa dilihat usianya dari dirinya. Pria itu terlihat sangat muda dan keadaan pria muda itupun tak jauh beda dengan dirinya.

Tiba-tiba ada seorang gadis masuk kedalam kamar hotel tersebut dan kemudian gadis itupun membuka tirai didalam kamar tersebut dan otomatis sinar mentaripun masuk begitu saja menyoroti kedua orang yang sedang tertidur pulas tersebut.

Ternyata yang datang adalah Jiyeon. Setelah membuka semua tirai tersebut Jiyeonpun berkata. “Chung Sang Jun, tolong tinggalkan tempat ini dalam 15 menit.” Ucapnya. Dengan mata yang berat akhirnya wanita paruh baya itupun membuka matanya dan kemudian disusul oleh pemuda yang sedang berbaring disamping tubuhnya. “Siapa ajumma ini?” Tanya pemuda itu kepada wanita yang masih berbaring disampingnya.

“PresDir Wu yang mengirimku kesini. Aah ya, aku hampir lupa memberitahumu kalau wakil PresDIr dari perusahaan Anda, akan segera tiba disini. Anda bisa keluar tanpa ketahuan, kan?” Kata Jiyeon kembali dan dengan cepat pemuda itu langsung bangun dari atas ranjang dan kemudian pria itu langsung lari kucar kacir sambil membawa pakaiannya keluar dari kamar hotel tersebut.

Wanita paruh baya itupun hanya bisa mengacak-acak rambutnya dengan frustasi sambil menatap Jiyeon. “Cepat keluar! Bagaimana bisa kau mendapatkan kunci kamar ini?”

Namun gadis itu tak menggubris perkataan istri PresDir dia malah meminta Nyonya Wu segera bersiap-siap untuk pergi ke acara pemakaman bersama dengan PresDir. “Tolong persiapkan diri Anda dengan segera. Sudah waktunya Nyonya untuk pergi ke acara penguburan Ibu dari Istri pengacara umum dengan PresDir. Aku juga sudah katakan kepada PresDir kalau anda sedang dalam perjalanan sehabis bermain golf.”

Lalu Nyonya Wu bangun dari atas ranjang kemudian wanita paruh baya itupun meraih baju mantel yang tak berada jauh dari dirinya kemudian mantel itupun dipakainya sambil berkata kepada Jiyeon. “Saat kau membuat alibi, bukannya lebih bagus bila kau katakan kalau aku mengalami  kecelakaan di jalan Tol? Jadi aku bisa mempunyai waktu lebih lama bersama dengan pria itu. Lalu kenapa kau tidak mengenakan baju untuk pergi kepemakaman?” Tanya Nyonya Wu sambil berjalan kearah Jiyeon.

Dan Jiyeonpun menjawab. “Maafkan aku nyonya. Aku rasa, aku tidak dapat menghadiri acara penguburan itu hari ini.” Sambil membungkukan tubuhnya. “Waeyo?” Tanya Isri PresDir lagi. “Karena aku sudah ada janji penting yang harus aku tepati.” Jawab gadis itu dengan tersenyum.

~~~ooo~~~

_Di rumah sakit_

Disana Kris sedang melakukan pemeriksaan tubuhnya di Lab. Laki-laki jangkung itupun merebahkan tubuhnya diatas kasur tabung yang kemudian kasur itupun memasukkan tubuh Kris kedalam tabung yang cukup besar untuk memeriksa keadaan tubuhnya.

Setelah beberapa jam kemudian hasil ronsen itupun keluar. Krispun sudah menunggu didalam ruangan dokter yang merawatnya yang kebetulan juga dokter tersebut adalah dokter pribadi keluarga Kris dan juga dokter itu juga yang merawat Kris sampai ia beranjak dewasa. Kemudian dokter itupun memberitahu kalau ternyata jantung Kris sudah rusak sebelah, biasanya orang lain hanya akan bertahan lima tahun dengan kondisi itu tapi Kris bisa bertahan lebih lama, bahkan dokter tersbut kaget dengan keadaan fisik Kris yang bisa bertahan lebih lama dari pada ayahnya tetapi sekarang kerusakan jantungnya semakin parah.

“Kekebalan tubuhmu lebih baik dibandingkan Ayahmu.”

“Hentikan senda guraumu dan langsung pada pokok pembicaraan, Ahjussi.

“Aku akan jujur padamu. Aku pikir kau bisa bertahan paling tidak selama 6 tahunan, tapi…” Tiba-tiba kalimat itupun terhenti namun itu tak berlangsung lama, kemudian odkter itupun melanjutkan perkataannya. “Aku rasa lebih dari satu bulanpun sangat sulit untuk mu.”

Seketika Krispun terdiam membisu pria Jangkung itupun lalu berdiri kearah jendela dan memandangi pemandangan diluar dari tempat dimana ia berdiri dan dengan nafas yang berat pria itupun berkata. “Oh begitu… Aku mengerti.” Lalu Kris mengambil jasnya yang ada didatas kursi. Melihat itu dokter itupun bertanya kemana Kris akan pergi.

“Kemana kau akan pergi?”

“Menurutmu aku akan kemana? Aku harus bekerja lebih keras jika waktuku tinggal satu bulan.” Ucap Kris dengan wajah innocentnya.

“Tapi…Kris-ah. Apakah Seseorang yang tahu kapan dirinya akan mati akan bertindak seperti ini?” Ujarnya dengan ekspresi wajah yang khawatir.

“Jangan pernah kau keluarkan kata-kata untuk menyuruhku dirawat, Kecuali Ahjussi ingin memberikan jantungmu untukku.” Tantang Kris dengan nada yang sedikit becanda.

Lalu dokter itupun berjalan menghampiri Kris. “Kris-ah… tetaplah kau disini. Kita tunggu donor jantung dari rumah sakit.” Kata pria berumur itu.

“Lagipula aku percaya kalau diriku dapat hidup tidak bisa lebih dari usiaku yang sekarang, 35 tahun. Aku sudah menerima nasibku ini dari dulu.”

“Yah.. Wu Yi Fan…” Ucap Pria itu lagi namun wajahnya terlihat sedih.

Dengan ekspresi wajah yang sama Krispun berkata. “Hanya 1% perkiraannya untuk mendapatkan kondisi donor jantung yang cocok untuk ku. Aku tidak akan bergantung dengan 1%  ini di seumur hidupku. Aku pergi.” Setelah mengatakan itu Krispun pergi.

Dokter itupun hanya bisa diam termenung sambil menatap punggung Kris dari dalam  jendela ruang praktiknya dengan tatapan yang sangat khawatir. Pria paruh baya itupun menghela nafas yang panjang saat memikirkan keadaan kondisi Kris.

“Yah… Wu Soo Ji…  Kau seharusnya bisa memberikan sesuatu yang lain pada putramu. Bahkan didetik terakhir usiamupun kau masih begitu kejam pada dirinya.” Gumamnya pelan seraya menatap punggung milik Kris yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.

Didepan dokter Kris nampak tenang, tapi saat didalam mobil Kris termenung. Pria itu memikirkan penyakit yang ada didalam tubuhnya dan nasip dirinya. Krispun lalu menyandarkan kepalanya di bangku kemudinya dan berucap  dengan suaranya yang parau. “Kau pasti bisa, Yi Fan-ah… kau bukanlah Yi Fan yang dulu kau adalah Kris, pemuda yang tangguh dan tahan banting jadi bertahanlah sedikit lagi…” Lirihnya sambil memejamkan kedua matanya.

~~~ooo~~~

Ternyata Kris berniat pergi ke pabrik Hermia bersama dengan anak buahnya untuk mengamankan aset yang akan segera mereka jual tanpa sepengetahuan Presdir. Rumor itupun langsung terdengar oleh Jessica selaku pemegang saham juga di gold partners lalu gadis itupun langsung menelefon Kris yang masih mengendarai mobilnya menuju pabrik tersebut.

Yak… Neo michesseo?! Kau belum mendapatkan persetujuan dari PresDir, tapi kau sudah berencana untuk menjual Pabrik itu ke Cina? Kemana akal sehatmu, Kris-ssi!” Bentak wanita itu dengan nada yang emosi.

Dengan tenangnya Kris membalas perkataan gadis itu dari telefon. “Bagaimanapun juga, kita juga akan menjualnya.  Jadi apa perbedaannya antara 1,2,3 dan 3,2,1?”

“Apa kau tidak memikirkan soal prosedurnya, Kris-ssi? Kita bahkan belum membicarakan hal itu kepada investor?”

“Kau tak perlu memikirkan masalah penjualan biar masalah itu menjadi tanggung jawabku, Kau cukup menyiapkan prosedur pembelian tambahan saja. Satu bulan… dalam satu bulan aku pasti akan mendapatkan investor besar.”

Mwo…?” Balas Jessica dengan nada yang tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Kita bicara lagi nanti. Cocokan jadwal pertemuan untuk tujuan itu dalam bulan depan.” Lalu telefon itupun langsung ditutup oleh Kris. “Yah…Yak! Kris-ssi!” Teriak gadis itu. Jessicapun semakin berang karena Kris menutup panggilannya begitu saja.

~~~ooo~~~

_Di Pabrik Hermia_

Sudah ada Park Jiyeon yang telah tiba terlebih dahulu disana karena Jiyeon sudah berjanjian dengan Chanyeol untuk menemui ayahnya Chanyeol. Mereka berdua berencana akan memberitahu ayahnya Chanyeol tentang pertunangan dan rencana pernikahan mereka berdua kelak, tapi ternyata ayah Chanyeol sudah tahu kabar itu. Disana ternyata ayah Tao bekerja juga sebagai penjaga keamanan di dalam pabrik tersebut. Sedangkan ayah Chanyeol adalah ketua buruh pabrik disana.

Tak berapa lama kemudian Kris dan timnya tiba di depan pabrik Hermia. Dia juga tak lupa membawa beebrapa bodygurd bersama dengan dirinya masuk kedalam ruangan tersebut. Tak sengaja dia melihat sosok gadis yang terlihat familiar di matanya ternyata gadis itu adalah Jiyeon kemudian Krispun langsung masuk kedalam ruangan produksi dimana ada Jiyeon disana.

Aigoo, lihat siapa yang datang disini? Bukankah ini Sekertaris Park Jiyeon,  A-ani.. ini adalah anjing PresDir yang menggonggong, generasi terakhir?” Dengan tatapan mata yang mengejek.

“Apa yang membuatmu ada disini?” Balas Jiyeon gugup.

“Siapa orang ini?” Tanya Ayah Chanyeol selaku ketua buruh di pabrik ini. Tapi Jiyeon tak mampu menjelaskannya kepada calon Ayah mertuanya. Gadis itu berkata dengan nada yang terbata-bata sambil menundukan kepalanya.

Kemudian Krispun langsung memperkenalkan dirinya langsung kepada Pria tua tersebut. “Aku akan memperkenalkan diriku. Aku Investor dari perusahaan ini, Direktur departemen Asia dari Gold Partners, dan anak dari Alm. PresDir Wu Soo Ji, Wu Yi Fan.”

Semua mata para buruh disekitar ruangan tersebut langsung menatap kearah Kris. tak sedikitpun buruh yang saling berbisik-bisik dibelakangnya, entah apa yang sedang mereka perbincangakan saat itu dan Krispun juga tak mau ambil pusing dengan semua itu.

“Aku anak kecil yang berumur 9 tahun yang kehidupannya sudah kau hancurkan dengan mencalonkan Pamanku sebagai PresDir di perusahaan ini.” Teriak Kris dengan tatapan mata yang penuh amarah sambil memandangi semua buruh yang ada disekelilingnya. “Silahkan mulai.” Kemudian Pria tinggi itu mempersilakankan para investor untuk melihat-lihat ruangan pabrik tersebut.

Melihat itu Jiyeonpun langsung protes. “Apa yang sedang Kalian lakukan saat ini?”

“Apa maksudmu pertanyaanmu itu? Aku beritahukan padamu kalau kami sedang mencari sesuatu yang bisa untuk dijual dan menyingkirkannya.” Kata Kris sambil kedua matanya sibuk memperhatikan para investor yang sedang berjalan mengelilingi ruangan produksi tersebut.

“Aku sudah katakan ikuti prosedurnya!” Bentak Jiyeon.

“Kau sepertinya sudah salah paham. Hal-hal yang bisa kita jual dan singkirkan bukan hanya peralatan saja, Kalian semuanya disini hanya duduk dan mendapatkan uang begitu saja.” Kemudian Krispun membalikkan tubuhnya kehadapan Jiyeon yang sudah berdiri dibelakangnya. Lalu pria jangkung itupun berkata lagi dengan tatapan mata yang sinis kearah Jiyeon sambil jari telunjuknya mendorong atas pundak milik gadis itu. “Aku katakan padamu lebih jelas lagi kalau kami akan menyingkirkan kalian semua.”

Setelah itu Kris berkata kepada semua para buruh yang ada disekitar ruangan itu. “Jika Kalian masih ingin mendapatkan gaji bulanan, pergi dan tunggulah di pojokkan sana. Oke?”

“Pembunuh kau itu lebih kejam daripada seorang iblis!” Kata Jiyeon dengan suaranya yang bergetar.

Mwo…? Saat kalian memberi harga pada orang-orang yang salah, maka pemimpin yang sebenarnya akan menjadi Penjagal manusia. Kata-kata itu diucapkan oleh Alm. PresDir.”

A-anii… anda salah PresDir tak pernah mengucapkan kalimat seperti itu.” Balas Jiyeon dan kemudian gadis itu memebri pengumuman kepada para buruh untuk tidak mendengar perkataan Kris tersebut. Melihat tindak tanduk Jiyeon Krispun tertawa terbahak-bahak diapun sampai-sampai menepuk kedua tangannya dengan wajah yang riang diahadapan gadis itu.

“Hahaha! Baiklah kalau begitu biarkan aku membuat proposal  juga kepada kalian semua. Aku memberimu waktu 3 menit dari sekarang kepada kalian semua. Bagi mereka yang tidak pergi dari tempat ini dalam waktu 3 menit maka merekalah yang pertama yang akan di PHK-kan.” Teriak Kris dengan suara yang lantang.

“Bukankah ini tugasku karena sekarang ini, aku penjagal manusia? Apa yang harus aku lakukan selain menyingkirkan manusia-manusia sampah ini? Kalian semua adalah sampah yang tidak bekerja yang kerjanya hanya mengambil uang perusahaan saja. Aku si Tukang sampah yang membersihkan sampahnya, kalian akan di hancurkan dan aku yang akan memisahkan sampahnya. Oke?” Kata Kris pelan seraya mendekatkan wajahnya dan kemudian memiringkan kepala saat menatap kedua mata Jiyeon yang mulai berkaca-kaca.

Tiba-tiba ada seseorang yang melepar sebuah box yang berukuran sedang tepat di belakang kepaa Kris. Krispun lalu langsung menyentuh kepalanya dan menoleh kebelakang. Ternyata disana sudah Chanyeol yang sedang berjalan kearah Kris dan kerah baju Krispun langsung diangkatnya dengan kasar dengan kedua tangannya.

“Jadi, katakanmu kalau semua yang disini adalah milikmu?”

“Yeol-ah… hentikan.” Kata Jiyeon sambil berusaha melerai kedua lelaki itu. Tapi Chanyeol tidak memperdulikann perkataan Jiyeon, dia malah semakin kencang menarik kerah kemeja Kris.

“Siapa kau?” Tanya Kris dan Chanyeolpun membalas perkataan Kris. “Katakanmu kalau semua yang disini adalah milikmu? Siapa kau memangnya berani-beraninya berkata itu?” Datanglah sekelompok bodygurd Kris membantu meleraikan mereka berdua.

Tubuh Chanyeolpun dijauhkan dari hadapan Kris. “Wuaah, mengapa ada banyak sekali hal yang harus di musnahkan disini? Manusia yang seperti dirimu yang tak punya pikiran logis, dan tidak rasional. Membuatku tidak punya pilihan lain selain menjual dan menyingkirkan semuanya!” Ujar Kris dengan geram tapi ekspresi yang di tunjukan oleh lawan bicaranya itu malah sebaliknya, pria itu malah tersenyum dan membalas perkataan Kris dengan tersenyum. “Benarkah? Lalu mengapa kau tidak mulai menjual diriku?!”

Tiba-tiba Pria itu memberontak dan tubuhnyapun berhasil keluar dari kawalan bodygurd Kris dan “Buukk!!!” Wajah mulus Krispun terkena pukulan oleh Chanyeol. Tubuh Kris langsung oleng dan diapun terjatuh. Kesempatan itu langsung diambil Chanyeol untuk menindi tubuh Kris dan dia mulai memukul kembali wajah Kris untuk yang kedua kalinya bahkan dia berhasil memukul yang ketiga kalinya sebelum dirinya direrai kembali oleh Jiyeon dan anak buah Kris.

“Ayo jual aku!!!” Teriak Chanyeol dihadapan Kris sambil kedua tangannya dipegangi oleh anak buah Kris.

“Yah!!! Sialan! Beraninya kau melakukan itu padaku!!! Ku bunuh kau!!!” Umpat Kris dengan amarah yang membeludak namun kedua bodygurdnya langsung menjauhkan tubuh Kris dari hadapan Chanyeol karena tatapan kedua lelaki ini seperti akan saling membunuh tanpa ampun bila ada sebilah pisau ditangan mereka masing-masing.

Alhasil di perkelahian itupun pihak Kris yang kalah karena Kris belum sempat emmbalas pukulan yang di berikan oleh Chanyeol. Krispun langsung menuntut Chanyeol dengan kasus penyerangan namun Chanyeol tak mau meminta maaf atau menyelesaikan perkara mereka dengan sebutan kata damai.

“Detektive Park, minta maaf dan berdamailah. Kau bisa dengan mudah melakukannya.” Ujar sahabatnya.

“Meminta maaf? Lebih baik Aku menerima hukuman atau membayar denda.” Sambil memandang sinis kerah Kris yang sedang memunggunginya.

“Cek usianya. Aku rasa dia baru kelas 2 SD.” Celetuk Kris

“Apa? Dasar brengsek! harusnya aku memukul mu lebih banyak lagi disana.” Tambah Chanyeol.

“Coba kalau kau berani! Sebelum kau melakukan itu kau yang akan habis ditanganku.”

Omo… benarkah? Aku jadi takut dan gemetaran mendengar itu.” Ejek Chanyeol dan itu membuat Kris semakin gusar.

Tak berapa lama kemudian tibalah pengacara yang menangani kasus Kris dan disusul oleh Tao yang sebagai pembela Chanyeol. Kedua pengacara itupun mulai bernegosiasi dan Krispun menunggu hasil negosiasi mereka diluar gedung kantor polisi.

Saat Kris sedang menunggu pengacaranya, Jiyeon mendatangi dirinya dan diapun mulai meminta maaf pada Kris atas nama Chanyeol. “Tolong mengerti Dia dan maafkanlah. Aku minta maaf atas namanya.”

“Kenapa harus kau yang minta maaf? Si penyerangnya saja hanya duduk disana, acuh tak acuh.” Balas Kris.

“Dia bukan tipe orang yang mau berkata minta maaf.” Kata Jiyeon lagi sambil menundukan kepalanya.

“Jadi untuk apa aku memaafkannya? Bila dirinya bersikap seperti itu?” Ucap Kris lagi namun Jiyeon tak membalas perkataan Kris. Gadis itu diam membisu sambil tetap menundukan wajahnya dihadapan Kris.

“Mengapa kau tiba-tiba saja diam? Apa menurutmu aku pantas untuk dipukul?” Tanya pria itu lagi.

“Bukankah situasi yang membuatnya seperti itu?” Balas Jiyeon dengan nada yang gugup.

Krispun hanya menyunggingkan sebelah atas bibirnya dan berkata. “Situasi yang membuatnya seperti itu?”

“Aku mohon padamu, tolong maafkan dia.” Pinta gadis itu lagi dengan wajah bersalahnya.

Krispun mulai mencari kesempatan yang ada dihadapannya diapun berniat melakukan kesepakatan kepada Jiyeon. “Aku tidak berniat untuk melakukannya untukmu, tapi aku memang ingin membuat kesepakatan kepadamu.”

Nde..??” kali ini wajah gadis itupun diangkatnya dan kedua mata mereka berduapun saling bertatapan.

“Jika aku mau melakukan apa yang kau inginkan, Apa yang bisa kau lakukan untukku?”

“Apa ada sesuatu yang kau inginkan?” Tanya Jiyeon.

Kemudian Kris berjalan menghampiri Jiyeon dan diapun mulai berjalan mengelilingi tubuh mungi gadis itu sambil berkata “Sesuatu yang kuinginkan? Aku memang menginginkan sesuatu.”

“Apa itu?” Tanya Jiyeon kembali namun kali ini dia mulai merasa risih saat kedua mata Kris menatap dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan yang aneh bagi dirinya.

“Kau…” Sontak Jiyeon langsung membulatkan kedua matanya saat mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan Kris padanya. “ Jika aku bisa mendapatkanmu, aku akan memikirkannya…” Tambah Pria itu sambil wajahnya mulai mendekat ke depan wajah Jiyeon. Gadis itupun tak mampu berkata apa-apa lagi dia hanya diam terpaku dengan kedua mata mereka yang saling menatatap satu sama lain.

~~~ooo~~~

Setelah berkata itu Kris lalu pergi dari tempat polisi dan tak berapa lama keluarahh Tao selaku pembela Chanyeol. Tao mulai menceritakan hasil dari negosiasi dari pengacara yang disewa oleh Kris kepada Jiyeon.

“Jika dia mau berdamai, Chanyeol tidak akan didakwa atas penyerangan. Begitu Chanyeol  di dakwa, maka akan menjadi sulit. Masalahnya bertambah besar. Yang terburuknya Chanyeol bisa dipecat atas dkwaan penyerangan.”

“Apakah tak ada cara lain?” Tanya Jiyeon.

“Sampai detik ini tak ada. Hanya itu cara yang terbaik.” Balas Tao.

Tak berapa lama kemudian Chanyeol keluar dari dalam gedung itu dan diapun mengucapkan terimakasih padanya namun Tao mengatakan semua itu dilakukan oleh Jiyeon. Jiyeon kesal pada Chanyeol dan diapun langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.

Ternyata diperjalanan pulang menuju rumah, Jiyeon sudah diikuti oleh kekasihnya dari belakang. Jiyeon terlihat sangat kesal tapi dia tak bisa marah terlalu lama kepada Pria yang dia kasihi ini. meskipun Chanyeol mempunyai alasan yang jelas dengan semua hal itu tapi tetap Jiyeon meminta Yeol untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan lagi. Chanyeol merasa dirinya belum cukup dewasa dihadapan Jiyeon. Chanyeolpun lalu mengetuk ujung hidung Jiyeon dengan jari telunjuknya sebanyak 3 kali dan kemudian tubuh gadis itupun dipeluknya. “Aku tidak akan melepaskanmu, didalam kamusku tidak ada kata perpisahan. Aku akan mengikutimu sampai kau merasa lelah Nona Park Jiyeon-ssi.”

Paboya! Kau terlalu berharga untuk diberikan kepada orang lain. Hari ini bukan kesalahanmu. mungkin, menjadi tunanganku yang menjadi masalah untuk mu.”

“Apa yang sedang kau bicarakan saat ini?” Ujar Chanyeol seraya melepaskan pelukannya dari tubuh gads yang dia cintai.

“Yeol-ah, jebal… Jangan kau lakukan hal itu lagi.” Pinta Jiyeon.

“Baiklah, aku salah. Aku tidak akan melakukannya lagi. Maafkan aku Jiyeon-ah.” Kemudian Chanyeol kembali mendekap tubuh Jiyeon didalam pelukannya sambil berkata. “Saranghae… Jiyeon-ah. Aku tak akan melakukan hal semacam itu lagi dikemudian hari. Maafkan aku, Park Jiyeon-ah.”

Nde… Nado… Aku juga sangat mencintaimu, Yeol-ah.” Balas Jiyeon seraya membenamkan wajahnya didalam pelukan pujaan hatinya.

~~~ooo~~~

Setelah kejadian itu Kris kembali ke Hotel dimana biasanya ia menginap. Kebetulan malam ini ada rapat di perusahaannya satu jam lagi, tapi Kris tidak ingin datang ke rapat itu sehingga dia menyuruh sekertarisnya Oh Sehun untuk melaporkan semua yang dibicarakan didalam rapat itu.

Tapi Sekertarisnya merasa khawatir saat melihat wajah Direkturnya yang terlihat pucat. “Kau sepertinya tidak enak badan. Mengapa tidak pergi ke…”

Belum sempat Sehun menyelesaikannya Kris sudah memotong perkataannya. “Berhenti bicara. Segera pergi dan hadiri pertemuannya”

“Tapi, Direktur…”

“Jika Aku mengalami kesulitan, Aku akan menghubungi Dokter Jo. Jadi kau tak perlu mengkhawatirkan kondisi ku.” Ucapanya sambil menegak sebutir kapsul dari dokter pribadinya. Sehunpun akhirnya pergi meninggalkan Kris dengan berat hati.

~~~ooo~~~

Tibalah Jiyeon dan Chanyeol didepan pintu apartemen kecil milik Jiyeon. Chanyeol juga menyuruh Jiyeon segera masuk kedalam rumah karena kebetulan cuaca malam ini terihat sangat dingin. Jiyeonpun menurut perkataan Chanyeol namun saat dirinya sudah tak melihat sosok Chanyeol didekat apartemennya, gadis itupun keluar dari dalam rumahnya dan Jiyeon kemudian menghubungi seseorang via telefon. “Kemana kau ingin aku pergi?” Tanpa gadis itu sadari dia berkata sambil menghela nafas yang panjang. Namun tiba-tiba wajah Jiyeon berumah drastis kedua iris matanya terbuka lebar. Jiyeonpun bertanya sekali lagi kepada orang yang ada diseberang telefon tersebut. “Kemana?” Kali ini Jiyeon berkata dengan bibirnya yang bergetar hebat.

~~~ooo~~~

Ternyata orang yang dihubungi oleh Jiyeon adalah Kris. Dia melakukan itu semua agar Kris dapat mencabut dakwaan penyerangan yang dilakukan Chanyeol padanya. Karena dia tak mau bila kekasih hatinya mendapatkan masalah besar. Kemudian Krispun menyuruh Jiyeon untuk bertemu dengan dirinya di Hotel Empire dimana Kris biasa beristirahat disana.

Setibanya disana Jiyeon mulai berjalan gugup menuju ruangan kamar Kris. Setibanya didepan pintu kamar Kris, dengan jari yang bergetar hebat Jiyeon menekan bel pintu kamar hotel Kris. Krispun lalu membuka pintu setelah menanyakan siapa yang datang.

Nuguseo?

“Maafkan aku untuk kedatangku yang selarut ini.”

Tiba-tiba Kris terjatuh lemas tepat menimpah tubuh Jiyeon. Jiyeonpun sangat kaget dengan apa yang sedang terjadi kepada diri Kris. Beberapa detik kemudian kesadaran Krispun perlahan-lahan menghilang. Pria itu jatuh terkapar tak berdaya di bawah lantai bersamaan dengan Jiyeon.

_TBC_

~~~ooo~~~

Annyeonghaseo yeorobun ….

Ketemu lagi sama Phiyun disini (^-^)/ mudah-mudan gak bosen yah ketemu aku terus, hehe 😀

Maaf bila di part ini aku beum bisa memberikan moment untuk Krisyeonnya yang banyak mungkin dipart selanjutnya, akan aku perbanyaki lagi.

Maaf juga kalau banyak Typo’s yang bertebaran saat membaca cerita ini, maklum author juga manusia biasa ^^

Penasaran sama lanjutan ceritanya ? Ayo jangan lupa berikan  komennya ya biar secepatnya aku postingin kelanjutannya. Komentar dari para readers adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

See you ….

Khamsahamida (^-^) v

Advertisements

30 thoughts on “Falling For Innocence [Chapter 2]

  1. aigooo ada maksud apa kris buat kesepakatan sama jiyi? kira2 kesepakatan seperti apa?
    moga aja gak ngeberatin jiyi.
    aduhhhh gak tega sama chanyeol.
    kris parah bgt kyknya udah penyakitnya, nyampe pingsan gitu

    Liked by 1 person

    • Krisnya tahu tapi pasti dia ngelakuin itu semua ada maksudnya?? itu menurut ku, hehee 😀
      makasih yah dah mampir kemari n komennya ^^

      Like

  2. aih kris sakit ?! dia pengen dapetin jiyeon ? ihh maunya apaacobaaa…. gatau jiyeon mau nikah sama ceye apa ? tapi aku kan krisyeon shipper/? lanjuttt lanjuut

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s