Don’t Leave Me ( Chapter 7 )

Don’t Leave Me ( Chapter 7 )

Don't Leave Me New

Don’t Leave Me (Chapter 7)  || Vera Riantiwi  || Main Cast : Im Yoona – Lee Donghae – Kim Kibum – Jessica Jung || Other Cast : Kim Taeyeon – Park Jungsoo – Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun – Lee Donghwa (OC) – Kim Yeojin (OC) || Romance –Sad – Angt – Family || Chapter || PG-15 || Poster by Me

Disclaimer : FF ini murni pemikiran 100% milik Author dan imajinasi Author. Untuk Cast yang ada di dalamnya nanti milik Tuhan, Orang Tua mereka, dan tentunya Entertaiment mereka. NO PLAGIAT !

Back Song : Super Junior – Don’t Leave Me, Super Junior KRY – Coagulation, Super Junior M – After A Minutes & My Love For You

Author Note : Annyeong!!! Readers Semua….. Im Come Back …. Adakah yang merindukan aku..kekkekeke….. Mianhae karena terlalu lama Post FF ini karena terbentur Inspirasi yang tak kunjung datang-datang juga. Bukannya ngelanjutin FF ini malah Sibuk bikin FF yang lain… hehehehe….

Don’t Leave Me ( Chpter 1 ) , – Don’t Leave Me ( Chpter 2 ), – Don’t Leave Me ( Chpter 3 ), – Don’t Leave Me ( Chpter 4 ), – Don’t Leave Me ( Chpter 5 ), – Don’t Leave Me ( Chpter 6 )

  

WARNING! TYPO EVERYWHERE

 

 

Happy Reading

ALLOWED!!

Sooyung berjalan kearah yeoja yang baru saja masuk kedalam gedung ini.Dia berjalan dengan tatapan kesal dan gelisahnya. Dan dibelakang yeoja itu Kyuhyun sedang berusaha menyusul Sooyoung yang sudah berada jauh di depan sana.

“Ada, apa kau kesini?” ucap Sooyoung dingin.

“Aku kesini hanya ingin menemui pemilik butik ini.Memang kenapa?” jawab Jessica.

“Aku, salah satu pemilik butik ini.Ada apa?” jawab Sooyoung ketus.

“Bukankah pemilik Butik ini Nona Im Yoona?” tanya Jessica dengan angkuh.

“Pemilik Butik ini ada Empat Orang, dan aku salah satu dari pemilik Butik ini. Kau ingin apa?”

“Aku, hanya ingin mengajak kerja sama dengan Butik kalian.Apa kalian mau bekerja sama dengan ku?” ucap Jessica dengan angkuhnya.

“Mwoo..kerja sama jenis apa?”

“Aku ingin mengadakan pameran di Seoul dan aku ingin bekerja sama dengan Perancang-perancang busana terkenal yang ada di Korea ini.Dan aku sempat mendapat referensi bahwa di butik ini rancangannya bagus-bagus dan terkenal. Makanya aku datang kesini untuk mengajak bekerja sama dengan butik ini. Apa kalian mau?” jelas Jessica.

“Tapi, maaf untuk kali ini saya tidak dapat memutuskan hal seperti ini. Mungkin kami akan memikirkannya lebih dahulu. Jadi sekarang anda bisa pergi dari sini karena saya sedang sibuk.Permisi.”Ucap Sooyoung dengan ketus dan pergi menjauh dari Jessica. Dan membuat Jessica murka melihat apa yang dilakukan oleh Sooyoung. Dia dengan kesal akhirnya pergi dari butik itu.

“Chagiya…. Kau memang daebak…” pekik Kyuhyun senang yang melihat Sooyoung berhasil mengusir Jessica.

“Aiishhh.. Oppa… memalukan…” desis Sooyung. Dan mereka berdua berjalan menuju ruangan dimana Yoona dan yang lainnya sedang menunggu mereka.

***

“Eonni, apa sudah selesai?” tanya Yoona pada Sooyoung.

“Ne, kamu tenang saja, arra?” jawab Sooyoung.

Tak lama dari itu Donghwa keluar dari ruang gantinya.Disana mereka sedang menunggu calon pasangan pengantin itu berganti gaun pengantin.

“Uaawaahhh…. Oppa tampan sekali?” puji Yoona dan membuat Donghwa salah tingkah.

“Aiisshhh..tanpa dari mana lebih tampan juga aku…” desis Kyuhyun. Mendengar perkataan Kyuhyun, dengan cepat Sooyoung langsung menginjak kaki Kyuhyun.

“Aiishshh… Appo?” desis Kyuhyun yang menahan sakitnya.

“Sudahlah Oppa tidak usah dengarkan perkataan Evil itu.Dia memang menyebalkan.”Ucap Yoona membuat Donghwa tidak jadi marah.

“Jadi bagi kamu Oppa tidak tampan, hmm” ucap Donghae sambil berjalan mendekati Yoona dan terus berjalan mendekati Yoona dan Yoona pun berjalan mundur berusaha menjauh dari Donghae.Sampai akhirnya di terjebak di pinggir tembok dengan Donghae yang semakin melangkah mendekat dan semakin mendekat Yoona bisa merasakan deru napas Donghae yang tak beraturan dan setelah itu Donghae mengecupnya pelan Yoona terkejut saat itu.Tapi dia akhirnya membalas ciuman Donghae dengan lembut.Setelah satu menit berlalu akhirnya Yoona memutuskan menghentikan ciuman mereka karena dia sudah kehabisan napas.Tanpa disadari mereka berdua ternyata ada tiga orang yang terkejut melihat kejadian itu.Mereka tertegun, mereka tidak menyangka bahwa Donghae dan Yoona bisa langsung sedekat itu.Kerena yang mereka ketahui Yoona dan Donghae baru saja bersama.

“Ehhmm… apa kalian tidak tahu tahu tempat untuk bermesraan.Lihatlah Minho jadi melihat kejadian itu.”Desis Tiffany kesal.

Mendengar perkataan Tiffany membuat wajah Yoona dan Donghae merah karena malu.

“Samchon kenapa mencium Yoona Imo? Kalau Samchon mencium Yoona imo berarti kalian seperti Eomma dan Appa dan kalian akan mempunyai adik bayi.” tanya Minho polos.

“Mwoo, kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu, Minho-ah?” tanya Kyuhyun.

“Kyuhyun Samchon tidak tahu?” tanya Minho lagi. Kyuhyun dengan polosnya hanya menggelengkan kepalanya.

“Kata Appa, kalau Eomma di cium oleh Appa nanti Eomma akan cepat mempunyai adik bayi.” Jelas Minho dengan polos.

“Mwoo, Siwon-ah kau sudah mengajari anakmu seperti itu?” desis Donghwa dan Siwon hnaya tersenyum konyol.

Tiba-tiba Yeojin keluar dengan sudah memakai gaun pengantin,dan semua mata terpukau melihat itu.

“Eonni kau sangat cantik sekali…” ucap Yoona memecahkan keheningan.

“Ne, Noona kau cantik sekali…” kata Donghae dengan tersenyum.

“Tidak salah kalau aku merancang gaun ini.aku tidak menyangka gaun ini akan pass dan cocok bila dipakai oleh kau Eonni..” jelas Yoona.

“Tentu saja, Desaigner Im Yoona selalu bisa menampilkan karya terbaiknya untuk rancangan gaun pengantin.Gomawo Yoong… eonni menyukainya… sangat…” ucap Yeojin dengan tulus dan memeluk Yoona erat.

“Ne sama-sama Eonni.Aku melakukan itu karena aku tidak ingin mengecewakan hari bersejarah untuk Eonni dan Donghwa Oppa.Aku merancang itu semua dengan cinta karena aku mencintai kalian semua.Kalian selalu ada saat aku membutuhkan kalian, seharusnya aku yang mengucapkan terimakasih pada kalian bukan kalian yang mengucapkan terimakasih.Gaun ini belum seberapa untuk semua kebaikan kalian.”kata Yoona dan membuat Yeojin dan Donghwa memeluk Yoona erat.

“Eomma, aku juga mau dipeluk Yoona imo.”Ucap Minho dengan polos dan membuat tiga orang itu menghentikan acara menangisnya.Dan Yoona berjalan kearah Minho dan berjongkok sambil memberitanda pada Minho untuk berjalan kearahnya dan memeluknya.Melihat tanda itu Minho langsung berlari kedalam pelukan Yoona.

Melihat betapa Yoona sangat mencintai dan menyayangi Minho membuat yang ada disana terharu.Karena sebelum Donghae datang hanya Minho lah yang berhasil membuat Yoona tersenyum walau hanya senyum yang dipaksakan.

Donghae pun berjalan kea rah dua orang yang sedang berpelukan dan dia memeluk mereka berdua.

“Samchon kenapa ikut memeluk ku juga?” tanya Minho dengan polosnya.

“Karena Samcon ingin berterima kasih pada Minho karena telah menjaga Yoona Imo sebelum Samcon pulang kemarin-kemarin.”Ucap Donghae dengan lembut.

“Samchon tak perlu berterima kasih karena Minho juga sayang Yoona Imo.”Ucap Minho dengan senang.

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan lagi seperti kemarin?Apa Minho mau?” ajak Donghae pada Minho.Mendengar itu Minho kecil sangat senang sekali.Dan langsung menerimanya.

“Tapi, Minho harus ijin pada Eomma dan Appa.” Kata Yoona.

“Mereka pasti mengizinkan kok?” ucap Minho dengan santai.

“YYAAKK…. Siapa yang mengajarimu seperti itu.” Pekik Tiffany.

“Aigoo Eomma… Eomma kan tidak boleh terlalu lelah mengurus aku lagi. Jadi aku ingin pergi dengan Yoona Imo saja.Eomma kan tidak bisa diajak pergi-pergi lagi mulai sekarang karena adik bayi.”Kata Minho dengan polos.

“Jinjja… Eonni kau hamil lagi?” kata Sooyoung dengan semangat.

“Ne, Youngie….” Kata Tiffany.

“Uaahhhh selamat Eonni Oppa…” kata Sooyoung senang dan memeluk kedua kakaknya.

“Ne, gomawo, Soo-ah…”

“Aku ingin anak ini nantinya yeoja..” kata Sooyoung.

“Waeyo, Soo?”

“Karena kalau namja pasti aku akan dibuly lagi dengan anak itu saja sudah membuat ku pusing.” Dumel Sooyoung.

“Jadi Sooyoung Imo tidak suka dengan Minho?” tanya Minho.

“Ne…”

“Ya sudah Imo pergi saja dari rumah jangan tinggal di rumah lagi.”Kata Minho dengan santai.

“YYYAAAKKK… KKAAAUUU…” pekik Sooyoung dan berusaha untuk mengejar Minho tapi Minho dengan cepat bersembunyi dibalik tubuh Yoona dan Donghae.

“Kemari kau dasar anak nakal…” desis Sooyoung kesal.

Melihat Sooyoung yang akan memarahinya Yoona langsung berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Minho.

“Minho-ah, kau tak boleh berkata seperti itu pada Sooyoung Imo, itu tidak sopan.Biar bagaimanapun juga Sooyoung Imo adalah Imo kamu juga. Siapa yang menjaga kamu saat Halmonie,Haraboji, Eomma dan Appa sibuk tidak dirumah,hmm?” tanya Yoona lembut.

“Sooyoung Imo..” jawab Minho pelan dan menundukkan kepalanya.

“Lalu siapa yang membelikan semua mainan yang kamu inginkan kalau kamu tidak mendapatkan dari orang tuamu?” tanya Yoona lagi pada Minho.

“Sooyoung Imo..”

“Nah, jadi sekarang kamu tidak boleh seperti itu lagi pada Sooyoung Imo.Dan sekarang kamu minta maaf pada Sooyoung Imo dan Imo akan mengajak kamu ke taman bermain.”Bujuk Yoona lembut.Akhirnya Minho menuruti perintah dari Yoona dan berjalan menghampiri Sooyoung dan memeluknya.

“Imo, Mianhae… Minho tidak bermaksud berkata seperti itu.”Ucap Minho dengan sungguh-sungguh.

“Ne, chagi… Imo juga minta maaf kalau Imo salah bicara tadi..” kata Sooyoung lembut dan dia mengecup pucuk kepala Minho.

“Sudah Yoona Imo… kajja kita pergi…” ajak Minho dengan semangat.

***

Setelah kepergian mereka bertiga.Disisakan mereka yang sengaja tidak juga ikut pergi.

“Donghwa hyung apa sudah tahu bahwa Jessica Jung kembali?” tanya Kyuhyun.

“Ne, baru saja kami bertemu dengannya di Kafe jam makan siang tadi” jawab Donghwa.

“Othoke, apa yang harus kita lakukan?” gumam Yeojin pelan.

“Mmm.. sebenarnya Jessica Jung itu siapa?” tanya Taeyeon yang memang tidak mengetahui masalahnya.

“Jessica itu mantan pacar Donghae.Dia itu Yeoja gila yang hanya mengincar harta Namja lainnya.”Jawab Tiffany dengan nada kesal.

“Dia meninggalkan Donghae hanya demi namja yang lebih kaya dari Donghae.Dan dia juga yang membuat Appa jatuh sakit dan meninggal.”Ucap Donghwa dengan lirih.

“Pokoknya kita harus mencegah mereka bertemu.Aku tidak ingin Yoona kembali seperti dulu lagi, Oppa. Pokoknya dengan cara apapun itu.” Ucap Yeojin.

“Kamu tenang saja Chagi.Kita juga tidak akan membiarkan itu terjadi.”Ucap Donghwa berusaha menenangkan calon istrinya.

“Tadi saja hampir mereka bertemu.” Gumam Kyuhyun.

“Ahh..iya Youngie-ah tadi mau apa dia kesini?” tanya Donghwa.

“Dia ingin mengajak kerja sama untuk fashion show dia disini. Dan meminta Yoona untuk ikut serta.Tapi aku menolaknya dengan alasan Yoona dan semua pemilik Butik ini sedang sibuk.” Jelas Sooyoung.

“Tapi kamu tidak sepenuhnya berbohong Youngie…” ucap Taeyeon.

“Maksud Eonni?”

“Setelah pernikahan Donghwa Hyung dan Yeojin Noona, kami berdua akan bertunangan.”Jawab Jungsoo dengan tersenyum lepas.

“Jinjja?” pekik Tiffany senang.

“Ne, kami berdua sudah memutuskannya.Lagipula Yoona sekarang sudah menemukan kebahagiaannya kembali.Kami memang sengaja menunda pertunangan ini karena kami tidak ingin membuat Yoona bersedih melihat kebahagian kami karena Kibum Oppa sudah meninggal.”Jelas Taeyeon dengan tatapan sedihnya.

“Ne, kami juga mengerti perasaan kamu Taeng-ah. Eonni mohon jangan tunjukan kesedihan lagi di depan Yoona.” pinta Yeojin. Taeyeon tersenyum kembali mendengar perkataan Yeojin.

“Jadi intinya kita menolak kerja sama itu kan?” tanya Tiffany.

“Ne, Eonni aku sudah menolaknya.” Jawab Sooyoung.

“Tapi, apa tidak apa-apa kalau Yoona tidak diberitahu?” gumam Taeyeon pelan.

“Waeyo Eonni?”

“Kalian tahu kan Yoona adalah pemilik dari Butik ini. Aku takut Yoona akan marah bila mengetahuinya.” Kata Tiffany.

“Biar, aku yang bicara dengan Yoona nanti.Dia pasti tidak akan marah.” Kata Taeyeon menenangkan yang lain.

***

“Imo, ayo kita naik wahana itu?” ajak Minho sambil menunjuk wahana ekstrim lagi.

“Shireo Imo tidak mau..kau naik dengan Samchon saja ne.” bujuk Yoona.

“Imo takut Yaa…” ledek Minho.

“Ne… jadi Minho naik bersama Samchon saja ne.” bujuk Yoona.

Setelah itu Donghae dan Minho naik wahana itu dan Yoona hanya menunggu mereka dari bawah.Yoona tersenyum melihat Donghae dan Minho yang layaknya orang tua dan anaknya.

“Aghasi sedang menunggu Suami dan anaknya naik wahana ini yaa…”

“Nde…”

“Yang mana mereka kalau suami dan anak saya yang disana…” tunjuk orang itu.

“Itu mereka…”

“Uaawaahhhh… kalian pasangan muda yaa… kalian serasi sekali… suami dan anak anda juga tampan…”

“Ne, Khamsahamida…” ucap Yoona sambil tersenyum. Dia tidak menyangka bahwa mereka bertiga datang kesini di kira keluarga kecil yang bahagia.Mendengar perkataan seseorang itu Yoona berpikir untuk memiliki keluarga kecil seperti ini.

Akhirnya Donghae dan Minho turun dari wahana itu dan berlari menghampiri Yoona.

“Imo, aku lapar…” rengek Minho.

“Ne, kajja kita makan lagipula sebentar lagi jam makan malam.Bagaimana?” ajak Donghae pada Yoona.

“Ok.. Call… Oppa,..” ucap Yoona senang.

Akhirnya mereka bertiga berjalan bergandengan tangan. Bagi orang yang tidak mengetahui itu akan mengira bahwa mereka bertiga adalah keluarga kecil yang bahagia. Mereka tiba di restaurant di kawasan Myeongdong.

“Minho, mau makan apa?” tanya Yoona lembut.

“Minho mau ini Imo…” tunjuk Minho pada gambar menu pada Yoona.

“Arra… sebentar ne…” ucap Yoona dan dia memanggil salah satu pelayan Restaurant itu.

Setelah memesan makanan untuk mereka bertiga akhirnya mereka berbincang-bincang sambil menunggu makanan dihidangkan.Tak beberapa lama dari itu makanan yang mereka pesan dihidangkan.

“UUUaahhh… sepertinya enak..” pekik Minho senang. Melihat itu Yoona dan Donghae tersenyum gembira melihat tingkah Minho yang lucu.Mereka bertiga makan dengan lahap sambil sesekali berbincang.

Setelah selesai mereka bertiga sedang menunggu hidangan penutup yang sedang disiapkan.

“Maaf, Agashi kami tidak memesan Es Krim ini.” ucap Yoona dengan sopan.

“Ahh… iya ini bonus untuk keluarga kecil yang bahagia.Semoga keluarga kalian tetap harmonis seperti ini yaa…” ucap pelayan dan pergi menuju dapur restaurant.

“Tidak apa Yoong. Memang kita sudah pass untuk memiliki keluarga.” Ucap Donghae mencoba menggoda Yoona.

“Aiiishhh… Oppa ini…”

“Minho, mau kok menjadi anak kalian berdua.Karena kalian berdua sangat sayang pada Minho. Jadi mulai sekarang Minho akan memanggil Yoona Immo dengan sebutan Yoona Eomma. Dan Donghae Samchon dengan Sebutan Donghae Appa.Apa boleh?”

“Tentu saja boleh Minho-ah.”Ucap Donghae dengan tersenyum.

“Kalau Imo, Othoke?” tanya Minho yang masih harap-harap cemas.

Yoona tersenyum dan mengagukkan kepalanya “Tentu saja boleh?”

Mendengar jawaban itu Minho berjalan menuju ketengah mereka berdua dan memeluk Yoona dan Donghae erat.

“Gomawo… Yoona Eomma …. Gomawo Donghae appa…” kata Minho dengan senang.

“Sama-sama chagi… sekarang kajja kita pulang pasti Eomma dan Appamu sudah menunggu kepulangan kita.” Kata Yoona.

“Ne, Eomma…” kata Minho dengan ceria.

Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju mobil untuk mengantar Minho pulang kerumahnya.Selama perjalanan Minho yang memang lelah karena seharian ini terlalu aktip akhir tertidur pulas dalam dekapan Yoona.

“Oppa, Gomawo..sudah menemani aku seharian ini.” ucap Yoona.

“Sama-sama chagiya… lagipula Oppa belum terlalu sibuk dengan kerjaan Oppa.”

“Akhirnya kita sampai juga.Sebentar ne, kamu jangan turun lebih dulu.”Kata Donghae dan dia keluar dari mobilnya dan berlari kearah pintu mobil untuk membukakan pintu untuk Yoona.

“Sini biar Oppa saja yang menggendong Minho. Kau pasti lelah dari tadi kan.” Kata Donghae lembut dan mengambil alih tubuh Minho yang ada di dekapan Yoona dan menggendongnya.

Tok…tok..tok…

Yoona mengetuk pintu keluarga Choi.

Ceklekkk…

“Ommo…. Minho tertidur?Langsung tidurkan saja dikamarnya.” ucap Tiffany yang membukakan pintu.

“Ne, Eonni mungkin dia terlalu lelah seharian ini bermain.Mianhae karena terlalu malam mengantar Minho pulang, karena tadi kami bertiga mampir untuk makan malam bersama.”Kata Yoona yang tidak enak karena mengantar Minho terlalu malam.

“Gweachana Yoong. Lagipula dia sangat senang sekali kalau pergi dengan kamu.Dia itu seperti anakmu saja yang selalu menurut apa yang kamu katakan.” Dumel Tiffany.

“Hhahhaha… kau ini…. dia tentu saja akan menurut dengan kamu kalau kamu tidak manja juga.” Ledek Donghae.

“YYAAKK…” pekik Tiffany.

“Aiiisshh, chagiya… ingat Minho sedang tidur dan ingat uri aegy yang ada dikandungan kamu.” Omel Siwon.

“Ya sudah Eonni kami pamit pulang dulu ne. Karena besok aku akan mulai merancang gaun pertunangan Taeyeon eonni dan Jungsoo Oppa.” Kata Yoona.

“Yoong, jangan terlalu lelah. Eonni tahu betul kamu kalau kamu akan terus-terusan begadang dan telat makan kalau sudah mulai merancang gaun. Apalagi ini gaun yang special juga.” Nasehat Tiffany.

“Eonni tenang saja.aku akan jaga kesehatan kok. Lagipula tidak mungkin juga aku begadang karena sebentar lagi Yeojin Eonni menikah aku tidak ingin mengecewakan hari bahagia mereka dengan keadaan aku sakit nanti.”Kata Yoona dengan tersenyum.

“Kau tenang saja Fany-ah Yoona tidak akan telat makan dan aku akan mengawasinya terus menerus.” Kata Donghae.

“Bagaimana Oppa bisa mengawasi Yoona?seperti Oppa tinggal bersamanya saja?”

“Uaahhh… sepertinya itu ide yang bagus… iya kan Chagiya?” goda Donghae.

“Aiiishhh… berhenti menggoda ku Oppa.”Desis Yoona kesal.

“Oiya Yoong, kapan Abhoji pulang dari Paris? Bukankah pernikahan Yeojin Eonni dia akan kembali ke Korea?” tanya Tiffany pada Yoona.

“Molla Eonni. Appa belum menghubungi aku lagi.Mungkin lebih sayang dengan pekerjaannya dibandingkan dengan putrinya yang cantik ini.”

“Oiya, tadi juga Yeojin eonni berpesan kamu diminta untuk menginap di tempat Yeojin.Katanya dia ingin bernostalgia dengan kamu sebelum menikah.”

“Ahhhh… Ne eonni.Yeojin Eonni pernah bilang hal itu kok. Aku kira hanya bohongan ternyata benar ya… ejhehehhe..ya sudah Eonni Oppa kami berdua pamit dulu ne.” pamit Yoona pada Siwon dan Tiffany.

Selama perjalanan Yoona tertidur sangat lelap.Hari ini memang hari yang melelahkan bagi mereka.Setelah sampai di pelataran rumah Yoona.Donghae tidak langsung membangunkan Yoona karena dia tahu Yoona sudah tertidur sangat pulas sekali.

“Kamu memang cantik Yoong.Bukan hanya wajah kamu yang cantik tapi hati kamu juga cantik.Tidak salah kalau Kibum sangat mencintai kamu selama hidupnya. Dan mulai saat ini Oppa tidak akan pernah membiarkan air mata kamu jatuh lagi di wajah cantikmu itu. Oppa janji itu.”ucap Donghae dengan pelan setelah itu dia keluar dari mobil dan menggendong tubuh Yoona ke dalam rumahnya.

“Hae-ah, Yoona kenapa?” tanya Jungsoo panik melihat Yoona yang terlelap dalam tidurnya.

“Gweachana Hyung. Mungkin Yoona hanya terlalu lelah.Dimana kamar Yoona, hyung.”Tanya Donghae setelah mengetahui letak kamar Yoona dia berjalan kearah kamar Yoona dan meletakkan tubuh Yoona dengan perlahan dan memakaikan selimut ke tubuh Yoona.Tidak lupa dia melepaskan sepatu yang dikenakan Yoona.Sebelum Donghae keluar dari kamar Yoona tak lupa dia mengecup kening Yoona lembut.

Melihat apa yang dilakukan Donghae pada Yoona dari luar pintu kamar Yoona, Taeyeon melihatnya dengan tersenyum. Dia yakin Donghae akan membahagiakan Yoona. Tapi dengan cepat senyum itu sirnah setelah pembicaraannya dengan Sooyoung tadi siang.Dia tidak ingin melihat Yoona kembali bersedih lagi.

“Ahhh… Taeng-ah, Oppa pamit pulang dulu ne.” pamit Donghae pada Taeyeon.

“Ne, Oppa hati-hati dijalan.Terimakasih juga sudah mengantar Yoona sampai rumah dan maaf kalau Yoona merepotkan. Hehehhee….”

“Aiishhh kau ini memangnya Yoona seperti Minho kecil yang merepotkan.Kalau masalah mengantar Yoona sampai di rumah itu udah seharusnyakan karena Yoona adalah Yeojachiguku.”

***

Donghae sampai dirumah dan dia berjalan masuk ke dalam rumahnya yang cukup besar.Dia menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu yang saat itu Donghwa memang sengaja menunggu Donghae pulang.

“Kau baru pulang Hae-ah?” tanya Donghwa yang masih fokus membaca.

“Ne, Hyung. Kau belum tidur ini kan sudah malam.”

“Ne hyung memang sengaja karena Hyung menunggu kau pulang ada yang ingi Hyung tanyakan padamu.”

“Ada apa Hyung?”

“Apa kau benar-benar mencintai Yoona?”

“Kenapa Hyung berkata seperti itu?”

“Jawab saja pertanyaan Hyung, Hae-ah!”

“Tentu saja aku mencintai Yoona.”

“Lebih cinta Yoona atau dengan Jessica?”

“K..Kenapa Hyung bertanya seperti itu?”

“Jawab saja Hae.Hyung hanya butuh jawaban kamu saja.”

“Memang dulu aku mencintai Jessica… tapi itu dulu Hyung.Sebelum semuanya ini terjadi, aku juga tidak ingin membuat Eomma bersedih lagi kalau aku kembali pada Jessica.Disaat detik terakhir Appa menghembuskan napas terakhirnya aku tidak ada disisinya.Aku menyesal karena lebih mementingkan perasaan Jessica.Jika saja saat itu aku mengikuti permintaan Eomma untuk pulang ke Korea mungkin tidak akan seperti ini.”

“Dan mulai saat itu rasa cintaku dengan Jessica sudah hilang hyung.Saat bertemu Yoona pertama kali karena aksident tabrakan tidak sengaja itu.Apalagi aku tahu dia adalah yeoja yang Kibum cintai dan Kibum pernah menitipkan Yoona padaku sebelum dia meninggal.”

“Jadi, apabila Jessica kembali dan meminta kau untuk kembali apa kau akan menerimanya atau kau akan tetap bersama dengan Yoona?” tanya Donghwa.

“Kenapa hyung bertanya seperti itu?Memang Jessica kembali ke Korea?” Tanya Donghae.

“Kenapa kau malah berbalik bertanya pada hyung?Kan Hyung yang bertanya padamu.”

“Aku tidak akan kembali pada Jessica walau dia kembali ke Korea dan memintaku untuk kembali padanya.Karena hati ku sudah mantap bersama dengan Yoona.Dia gadis yang baik dan dia sangat menyayangi orang-orang yang ada disekitarnya.”

“Baguslah kalau seperti itu.Jadi tidak akan ada perang dunia kedua dirumah ini.”

“Maksudmu apa Hyung?”

“Yaa perang antara kau dan Eomma.Kau tahu sendiri Eomma sangat senang sekali kalian berdua bersama jadi Hyung harap kau jangan mengecewakan Eomma lagi.”

“Ne, Hyung aku tidak akan mengecewakan Eomma.Aku juga senang melihat Eomma hari ini yang begitu bahagia bertemu dengan Yoona.”

“Ya sudah sekarang sudah malam istirahatlah.Hyung tahu kau sangat lelah seharian ini, hyung juga ingin istirahat dulu.”pamit Donghwa.

“Ne, Hyung. Jaljayo….”

***

“Yeoji Eonni, apa Appa akan pulang ke Korea nanti?” tanya Yoona yang memang sudah mulai menginap di hotel yang akan menjadi pesta pernikahan Yeojin dan Donghae.

“Molla Yoong. Abhoji  tidak memberi kabar tapi dia hanya bilang akan mengusahakan saja. Tapi Eonni berharap Abhoji datang hari ini dan menjadi wakil dari Appa yang sudah meninggal. Lagipula Abhoji sudah berjanji pada Eonni.” Kata Yeojin pada Yoona.

“Eonni tenang saja.Appa pasti besok datang. Dia tidak mungkin ingkar janji jadi Eonni jangan bersedih ne.” kata Yoona lembut dan sambil memeluk Yeojin.

“Kajja kita tidur Yoong, sudah malam kau juga pasti lelahkan seharian ini menemani Eonni.” Kata Yeojin.

Tapi tiba-tiba saja ponsel Yoona berbunyi dan menandakan panggilan masuk dari Donghae. Memang mereka beberapa hari ini tidak bisa bertemu karena pekerjaan Donghae yang banyak karena Kakaknya yang akan menikah beberapa hari lagi. Dan pekerjaan Yoona yang memang sedang merancang gaun pertunangan Taeyeon dan Jungsoo.

“Siapa yang menelpon?Pasti Donghae yyaaa…” goda Yeojin pada Yoona.Dalam sekejap wajah Yoona bersemu merah.

“Eonni….”

“Ya sudah angkat saja pasti Donghae merindukan kamu Yoong”

“Aku angkat teleponnya dulu ne, Eonni.”

Yoona pergi keluar dari kamar Yeojin untuk mengangkat telepon dari Donghae.

“Yeobseo… ada apa Oppa menelpon malam-malam seperti ini?” kata Yoona.

“Memang kenapa?Apa Oppa tidak boleh menghubungi yeoja yang sangat aku cintai ini, hmmm?” goda Donghae.

“Aiiisshhh Oppa sudah jangan menggodaku terus menerus.”

“Oppa hanya ingin mendengar suara mu Yoong.Oppa benar-benar merindukan kamu, Jongmal Bogoshipo Yoong.apa tidak boleh?”

“Nado Bogoshipo Oppa.”

“Jinjja!!!Kalau begitu bagaimana kalau kita besok bertemu untuk makan siang bersama bagaimana?” ajak Donghae dengan berharap bahwa Yoona mau menerimanya.

“Mmmm… bagaimana ya… mianhae Oppa sepertinya tidak bisa lusakan hari pernikahan Yeojin eonni dan Donghwa Oppa jadi aku masih harus menemani Yeojin Eonni dulu.Lagipula di pernikahan mereka kita pasti bertemu. Bersabarlah Oppa, hanya tinggal dua hari lagi kok…” kata Yoona berusaha membujuk Donghae.

“Aaiissshhh arraseo… kau juga pasti sibuk dengan desaign baju Taeyeon kan?”

“Gomawo Oppa sudah mau mengerti. Kalau Yeojin Eonni tidak meminta aku untuk menemani dia aku pasti mau ketemu Oppa besok.”

Ternyata tanpa disadari Yoona, Yeojin mendengar percakapan Yoona dan Donghae. Dia tersentuh dengan perkataan Yoona. Yoona memang benar-benar menyayangi Yeojin seperti kakak kandungnya sendiri. Semenjak Kakaknya meninggal hanya Yeojin yang selalu menemani Yoona sejak kecil dan ayah Yoona sendiri sering menitipkan Yoona pada keluarga Yeojin. Maka dari itu Yoona dan Yeojin sudah seperti kakak beradik.

“Ya, sudah ini sudah malam kamu istirahat saja ne, chagi.” Kata Donghae lembut.

“Ne, Oppa juga istirahat aku tahu pekerjaan Oppa juga saat ini sedang menumpuk semenjak Donghwa Oppa cuti dari pekerjaannya. Jaljayoo Oppa.” Ucap Yoona lembut.

“Ne, Jalja Chagi..”

Setelah Donghae memutuskan teleponnya Yoona membalikkan badannya dan dia terkejut melihat Yeojin yang memandangnya sedu.

“Eonni, Waeyo?? Kenapa Eonni belum tidur? Bukankah ini sudah malam?” tanya Yoona.

“Eonni tidak apa-apa kok Yoong. Eonni belum bisa tertidur saja.”

“Ohhh…”

“Yoong, sebelumnya Eonni minta maaf karena tidak sengaja mendengar percakapan kalian berdua. Kalau kamu dan Donghae ingin bertemu silahkan saja. Eonni bisa minta ditemani Sooyoung kok, eonni tahu kalian berdua saling merindukan.” Kata Yeojin.

“Tapi, aku kan sudah berjanji pada Eonni. Apa tidak apa? Lagipula besok lusa kita bertemu lagi. Tadi juga Donghae Oppa sudah tidak masalah kok. Jadi Eonni tenang saja.” Ucap Yoona dengan tersenyum lembut.

“Tapi Yoong… eonni tahu Donghae itu mengalah karena tidak ingin membuat kamu marah kalau kamu memaksanya. Bagaimana kamu buat kejutan datang ke kantornya jam makan siang sambil membawa bekal. Setelah itu kamu bisa menjemput Eonni di Salon. Bagaimana?”

“Oke kalau gitu. Pasti Donghae Oppa senang dan akan terkejut. Tapi aku bingung mau membawa bekal apa untuk Donghae Oppa.”

“Besok kamu Tanya dengan Ommonim saja pasti dia tahu. Sekarang kita istirahat dulu, karena sudah malam. Kajja Yoong.”

***

Esok harinya,

Yoona dan Yeojin sudah rapih dengan pakaian mereka Yoona pagi ini memang sengaja bangun pagi karena ingin berbelanja bahan untuk membuat bekal untuk Donghae setelah sebelumnya Yoona sudah menghubungin Ibu Donghae tentang makanan kesukaan Donghae.

Yoona dan Yeojin terkejut ketika melihat seorang namja yang sedang duduk di ruang makan dengan membaca Koran.

“Appa…” pekik Yoona senang.

Akhirnya seseorang itu menengok kearah Yoona dan tersenyum. Yoona langsung berlari dan berhambur kepelukan orang itu.

“Bogoshipo Appa…”

“Nado Bogoshipo Chagi.”

“Kenapa Appa tidak memberitahu kalau Appa sudah sampai di Korea? Aku kan bisa menjemput Appa.” Dumel Yoona.

“Hahahha… Appa memang sengaja ingin membuat kejutan kalian berdua.”

“Yeojin-ah, chukae ne. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri dari Lee Donghwa. Abhoji bahagia mendengarnya supaya kau nanti menjadi istri yang baik untuk suami mu nanti.”

“Gomawo Abhoji…” ucap Yeojin lirih dan memeluk Tuan Im erat.

“Ahh… kalian berdua ingin kemana kenapa sudah rapih sekali?” Tanya Tuan Im.

“Kalau aku akan ke supermarket untuk berbelanja bahan makanan?” jawab Yoona riang.

“Dan kalau kau Yeojin-ah. Aku siang nanti ingin perawatan terakhir sebelum besok hari pernikahan.”

“Tumben sekali kamu memasak Yoong?” Tanya Tuan Im.

“Ahh… Abhoji tidak tahu saja Yoona memasak untuk Namjachigunya.” Goda Yeojin.

“Eonniii….”

“Memang siapa Namjachigunya sekarang?”

“Lee Donghae adik dari calon suami aku Lee Donghwa.”

“Ohhh… begitu rupanya….”

“Ya sudah aku pergi dulu ne, Appa.” Pamit Yoona sambil mengecup pipi ayahnya dan pergi dari keluar dari Hotel.

***

Setelah kepergian Yoona hanya tinggal Tuan Im dan Yeojin.

“Aku tahu pasti Abhoji ingin tahu tentang Lee Donghae?”

“Kamu selalu tahu apa yang Abhoji pikirkan.”

“Lee Donghae namja yang berhasil membuat Uri Yoona kita kembali seperti dulu. Dia juga adalah sahabat dari Kibum. Mereka baru menjalin hubungan sebulan ini. Ommonim juga sudah merestui mereka berdua, karena Yoona adalah anak dari Im Jinhwan dan Park Hyuri.”

“Darimana calon mertua mu tahu kalau Yoona anak Abhoji?”

“Lee Donghwa Oppa dan Lee Donghae adalah anak dari Lee Jukshin dan Shin Sera.” Jawab Yeojin.

“Jinjja… calon suamimu dan namjachigu Yoona adalah anak dari Lee Jukshin dan Shin Sera.” Tanya Tuan Im yang masih tidak percaya.

“Ne, Abhoji itu benar. Kalau Abhoji tidak percaya besok lihat saja. Pasti Abhoji senang sekali karena keinginan Eommonim terlaksanakan.” Ucap Yeojin.

“Ne, ini memang sudah direncanakan dulu. Abhoji senang kalau Yoona akhirnya bisa bersama dengan Donghae itu.

***

Setelah berbelanja Yoona langsung membawa mobilnya menuju rumah Donghae karena dia sudah berjanji untuk memasak di rumah Donghae dan tentu saja sambil diajarkan cara memasak dengan Ibu Donghae.

“Annyeonghaseo Eommonim…” sapa Yoona dengan sopan.

“Aiiissshhh… tak perlu sekaku itu. Kajja kita mulai memasaknya.”

Yoona dan Nyonya Lee memasak sambil sesekali mereka berbincang dan bercanda. Mereka terlihat seperti Ibu dan anak perempuannya yang sangat bahagia.

“cahhh… akhirnya selesai juga. Khamshamidah Eommonim…” ucap Yoona senang dan memeluk Nyonya Lee erat.

“Sama-sama Chagi. Jangan sungkan-sungkan karena kau ini akan menjadi calon menantu yang akan dengan mudah mendapatkan restu dari ku… hahhahha…”

“Gomawo Eommoni… kalau begitu aku berangkat dulu ne ke kantor Donghae Oppa. Pasti Donghae Oppa akan terkejut dan senang.”

“Ya sudah. Tapi kamu harus berhati-hati di jalan ne.”

***

Yoona mengendarai mobilnya menuju ke perusahaan Lee Corp. ketika sampai di gedung Lee Corp, Yoona berjalan menuju tempat resepsionist untuk menanyakan ruangan Donghae. Setelah dia mengetahui ruangan Donghae dia berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 10 gedung itu. Ketika di lift dia bertemu dengan Jieun sekretaris dari Donghwa.

“Eonni…” sapa Yoona senang.

“Mwo… kamu sedang apa disini? Bukankah Donghwa Sajangnim tidak ada dikantor?”

“Aku tidak ingin bertemu dengan Donghwa Oppa kok.”

“Lalu ingin bertemu dengan siapa?”

“Dengan Donghae Oppa.”

“Mwoo… kau dan Donghae berkencan?”

“Ne,..”

“Uaahhh…. Chukae ne…”

“aiiishhh Eonni tidak perlu seheboh itu.”

“Aku duluan ne, Eonni.. bye… sampai ketemu lain waktu.”

Yoona berjalan dan ketika sampai di ruangan Donghae dia bertanya dengan sekretaris Donghae.

“Annyeonghaseo, Eonni apa Donghae Oppa ada diruangannya?”

“Ahh.. Yoong… Donghae Sajangnim ada diruangannya. Silahkan masuk saja.”

Yoona mengangguk dan tersenyum kemudian berjalan dan membuka pintu ruang kerja Donghae dengan pelan. Dia melihat Donghae sedang sibuk dengan document-dokument yang ada di mejanya. Yoona tersenyum melihat ekspresi Donghae yang kesal dengan laporan-laporan itu.

“Ehmm… Maaf Sajangnim apa anda tidak ingin makan siang.”

“Tidak, aku sedang sibuk kau saja yang makan siang.” Jawab Donghae yang masih focus dengan document-dokumen itu tanpa menyadari kedatangan Yoona.

“Ahhh… seperti itu ya sudah sepertinya Lee Sajangnim sedang sibuk sekali … sayang sekali makanan ini harus sia-sia masuk ke tempat sampah.” Kata Yoona dan mendengar perkataan itu Donghae langsung menyadari kalau yang ada di hadapannya itu Yoona bukan sekertarisnya.

“Yoong, kamu datang kesini…” tanya Donghae yang masih tidak percaya bahwa yang dihadapannya itu adalah yeoja yang sangat di rindukannya beberapa hari ini.

“Tentu saja ini aku Oppa. Memangnya Oppa kira siapa, hmm… apa begini cara menyambut yeojanya yang sudah susah panyah dan menyempatkan waktu untuk bertemu dengan namjanya tapi hanya disuruh berdiri.” Sindir Yoona.

Donghae tersenyum mendengar Yoona berkata seperti itu. Lalu dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Yoona. Yoona tersenyum melihat Donghae yang sudah beranjak dari tempat duduknya. Dengan langkah cepat Donghae langsung merengkuh tubuh mungil Yoona dalam dekapan pelukannya. Dia memang merindukan yeoja ini dan dia seperti tidak bernyawa bila tak mendengar suara yeoja ini.

“Bogoshipo, chagiya…” ucap Donghae dalam pelukannya.

“Nado Bogoshipo Oppa…” ucap Yoona dengan membalas pelukan Donghae.

“Yoong, katanya kamu tidak bisa makan siang bersama Oppa. Kenapa kamu tiba-tiba datang ke kantor Oppa?” tanya Donghae.

“Sebenarnya memang tidak bisa Oppa. Tapi karena Yeojin Eonni yang ingin aku menemui Oppa jadi aku datang kesini. Memang kenapa kalau aku tiba-tiba datang ke kantor Oppa? Aku kan ingin memberi kejutan pada Oppa. Padahal aku sudah bela-belain datang ke sini dan menyiapkan bekal yang aku masak sendiri bersama dengan Ommonim dan meninggalkan Appaku yang baru saja datang ke Korea. Kalau memang begini jadi nya aku tida…..” belum sempat Yoona menyelesaikan kata-katanya tapi Donghae sudah membungkap bibir mungil Yoona.

Ciuman itu terus berlanjut sampai akhirnya Yoona jatuh terduduk di sofa yang ada diruangan Donghae. Mereka berciuman sambil melepaskan rasa rindu yang mereka pendam beberapa hari ini. desah-desahan terdengar sampai akhirnya Yoona yang memutuskan ciuman itu.

“O..p..p..a.. ingin … membuat aku mati… karena kekurangan napas, eoh?” dumel Yoona.

“Mianhae, chagiya Oppa seperti itu karena Oppa benar-benar merindukan kamu.”

“Ne, aku mengerti. Sekarang ayo kita makan aku sudah lapar Oppa…” rengek Yoona.

“Arra.. ayo kita makan. Oppa sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan Nyonya Lee Yoona.” goda Donghae.

“Oppa… sudah jangan menggobal terus menerus.” Kata Yoona dengan wajah yang sudah memerah karena malu.

“Oppa serius Yoong. Oppa menjadikan kamu yeojachigu Oppa bukan hanya untuk main-main. Oppa menjadikan kamu kekasih Oppa karena Oppa ingin menjalin hubungan dengan Yeoja hanya untuk sekali dan selamanya. Oppa tidak ingin kehilangan kamu. Apa kamu mau menjadi pendamping hidup Oppa saat Oppa senang,sedih, susah,bahagia,sakit,sehat kita selalu bersama.” Kata Donghae dengan serius.

“Oppa, serius. Oppa tidak sedang bercandakan.” Kata Yoona dengan polosnya.

“Aiiisshhh… Yoong. Oppa sedang serius dan tidak bercanda. Jawab saja pernyataan Oppa.” Dumel Donghae dengan kesal.

“Apa Oppa yakin ingin menjadikan aku sebagai pendamping Oppa untuk selamanya?” tanya Yoona dengan wajah yang serius.

“Tentu saja Oppa yakin. Apalagi melihat kamu dan Eomma sudah saling dekat satu sama lain. Dan kamu juga sudah bisa menjadi Ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti dengan kamu mencintai Minho seperti itu Oppa yakin kita akan menjadi keluarga yang sangat membahagiakan. Jadi sekarang Oppa ulang lagi pertanyaan Oppa. Apa kamu bersedia menjadi pendamping Lee Donghae, Im Yoona?”

Yoona tetap terdiam dia masih menimbang-nimbang pernyataan Donghae.

“Yoong, jangan diam. Apa jawaban kamu?” tanya Donghae lagi dengan was-was.

“Maaf… Oppa… aku… tidak bisa….” Kata Yoona pelan.

_TBC_

Hayoooo… kira-kira Donghae Oppa diterima gak Yaaaa sama Yoona Eonni…. hahhaha penasaran kan sama kelanjutan ceritanya… makanya jangan lupa tinggalkan jejaknya pada komentar kalian yaaa….

Hayyya…. readers setia aku…. Hahahhaha…. Tumben nih aku cepet posting untuk Don’t Leave Me chpter ini. tapi aku mohon dengan readers-readersnya yang kece2 untuk meninggalkan jejaknya yaaa… supaya aku bisa lebih baik lagi dalam menulis cerita. Jgn lupa Follow Twitter /  FB aku Riantiwivera@yahoo.co.id

Advertisements

9 thoughts on “Don’t Leave Me ( Chapter 7 )

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s