Don’t Leave Me Chapter 6

Don’t Leave Me Chapter 6

ff Don't Leave Me New Poster

Don’t Leave Me (Chapter 6)  || Vera Riantiwi  || Main Cast : Im Yoona – Lee Donghae – Kim Kibum – Jessica Jung || Other Cast : Kim Taeyeon – Park Jungsoo – Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun – Lee Donghwa (OC) – Kim Yeojin (OC) || Romance –Sad – Angt – Family || Chapter || PG-15 || Poster by Me

Disclaimer : FF ini murni pemikiran 100% milik Author dan imajinasi Author. Untuk Cast yang ada di dalamnya nanti milik Tuhan, Orang Tua mereka, dan tentunya Entertaiment mereka. NO PLAGIAT !

Back Song : Super Junior – Don’t Leave Me, Super Junior KRY – Coagulation, Super Junior M – After A Minutes & My Love For You

Author Note : Annyeong!!! Readers Semua….. Im Come Back …. Adakah yang merindukan aku.. kekkekeke….. Mianhae karena terlalu lama Post FF ini karena terbentur Inspirasi yang tak kunjung datang-datang juga. Bukannya ngelanjutin FF ini malah Sibuk bikin FF yang lain… hehehehe….

 

 

WARNING! TYPO EVERYWHERE

 

 

Happy Reading

ALLOWED!!

@ Taman Hiburan

 

“Oppa, Kenapa Sooyoung Eonni dan Kyuhyun Oppa lama sekali datangnya?” Tanya Yoona pada Donghae.

“Sabar, chagi. Mereka sedang dalam perjalanan kesini kok. Baru saja Kyuhyun mengirimkan pesan pada Oppa. Jadi lebih baik kita menunggu mereka saja.”jawab Donghae dengan lembut dan mengusap lembut puncak kepala Yoona.

“Arra, Oppa. Kajja kita ke kedai es krim saja” Ajak Yoona kepada Donghae.

“Es Krim… lagi… Aiggo chagi bukankah sebelum makan siang tadi kamu sudah memakan es krim. Kenapa sekarang lagi, apa kamu tidak takut sakit, chagi.” Ucap Donghae.

“Tidak akan Oppa. Aku sudah sering makan es krim banyak. Apalagi kalau malam hari kadang kalau aku lembur membuat desain gaun atau tidak bisa tidur aku selalu makan es krim baru bisa tidur.” Jelas Yoona.

“Mwoo,, apa kamu tidak takut gemuk, chagi.” Tanya Donghae lagi.

“Tentu saja tidak akan Oppa. Aku kan memang tidak bisa gemuk walau makan banyak. Aku kan sama dengan Sooyoung eonni. Kajja Oppa kita ke kedai itu, sambil menunggu Sooyoung eonni dan Kyuhyun Oppa.” Pinta Yoona pada Donghae.

“Hahhhhahha… arra… arra… kajja kita kesana dan pesan sepuasnya es krim kesukaan kamu,chagi.” Kata Donghae.

“Jinjja.. Oppa…. Donghae Oppa memang Jjang…” pekik Yoona senang.

Melihat sikap Yoona yang lucu dan imut membuat Donghae tersenyum kembali. Dia merasa bahagia melihat Yeoja yang dicintainya mulai bahagia dan tidak sedih lagi. Yoona sekarang sudah bisa kembali seperti semula. Tidak lama mereka menunggu Sooyoung dan Kyuhyun, akhirnya mereka datang.

“Mianhae, Hyung.. Yoong… tadi jalanan macet sekali jadi kita telat kalian tidak marahkan.” Ucap Kyuhyun. Kyuhyun tahu benar bahwa Yoona paling benci menunggu lama seperti itu. Dia akan langsung marah dan tidak akan mempedulikan alasana apapun. Tapi melihat ekspresi Yoona yang bahagia dan tidak marah membuat Kyuhyun lega.

“Gweachana Oppa… Eonni…” jawab Yoona riang.

“Mwoo, tumben sekali kamu tidak marah Yoong? Biasanya kamu langsung dan tidak mau peduli apapun alasannya. Tapi kenapa sekarang biasa saja dan Eonni lihat kamu senang sekali.” Ucap Sooyoung.

“Memang Eonni mau aku marah dengan kalian berdua?” tanya Yoona balik.

“Anniya…” jawab Sooyoung dengan cepat.

“Yoona tidak akan marah dengan kalian berdua karena dia sudah puas makan es krim dari tadi sampai sekarang.” Jelas Donghae.

“Mwoo, kamu makan es krim lagi Yoong?? Kamu tidak ingat apa akibatnya kalau kamu terlalu banyak makan es krim. Apa kamu ingin jatuh sakit lagi?” omel Sooyoung pada Yoona.

“Eonni tenang saja. Aku tidak makan es krim itu kok. Aku hanya makan es krim Coklat saja.” jawab Yoona berusaha menenangkan Sooyoung.

“Kamu yakin?” tanya Sooyoung ragu.

“Ne, Eonni aku yakin sekali. Kenapa Eonni tidak percaya pada ku?”  gerutu Yoona.

“Eonni tidak ingin kamu sakit Yoong.” Ucap Sooyoung lembut.

“Memang kenapa Youngie? Apa Yoona ada alergi khusus dengan jenis Es krim?” tanya Donghae yang memang belum banyak mengetahui tentang Yoona.

“Yoona, tidak bisa memakan es krim campuran buah. Dia akan langsung demam, apalagi kalau terlalu banyak.” Jelas Kyuhyun.

“Aiggoo… bagaimana kalau kamu sakit chagi? Oppa tidak ingin kamu sakit Yoong..” ucap Donghae khawatir.

“Oppa, aku bukan anak kecil seperti Minho…..” rengek Yoona.

“Aiishhh… Arra… sebaiknya kita mulai saja wahana yang ada disini.” Kata Kyuhyun berusaha memisahkan perdebatan Yoona, Sooyoung. Karena kalau di diamkan saja perdebatan itu akan memakan waktu lama. Karena Kyuhyun sudah membuktikannya.

“Itu ide bagus, kajja chagi..” ajak Donghae yang sudah menyadari kode yang diberikan Kyuhyun. Akhirnya perdebatan Yoona dan Sooyoung terhenti.

“Aiiishhh eonni menyebalkan… kajja oppa.” Ajak Yoona pada Donghae.

“YAa,, kamu ini selalu saja seperti itu.” Gerutu Sooyoung.

Akhirnya mereka menghabiskan waktu seharian ini untuk berkencan. Bahagia tentu saja yang dirasakan Yoona karena sejak hari menyedihkan itu tak pernah ada senyum diwajah Yoona. Yoona selalu saja murung dan menutup diri dari siapa pun.

Melihat itu Sooyoung tersenyum lebar. Tapi dalam hatinya dia gelisah apa lagi sejak pertemuannya dengan yeoja itu. Karena tidak tahan mengingat itu, Sooyoung izin untuk membeli minuman bersama Kyuhyun.

“Chagi, waeyo?” tanya Kyuhyun yang melihat perubahan pada sikap Sooyoung.

“Anniya Oppa.” Jawab Sooyoung pelan. Kyuhyun tahu pasti Sooyoung sedang berbohong padanya. Dia tahu mana saat Sooyoung berbohong atau tidak.

“Tidak usah berbohong pada Oppa. Oppa tahu ada yang kamu pikirkan chagi?” ucap Kyuhyun.

“Ne, Oppa benar. Ada yang aku pikirkan saat ini. Aku bahagia melihat Yoona bahagia saat ini bersama Donghae Oppa. Tapi bila mengingat kejadian yang di café, aku takut kebahagian Yoona dan Donghae Oppa terganggu. Aku tidak ingin Yoona sedih lagi Oppa. Aku tidak ingin melihat Yoona kembali seperti…..hikkss…”akhirnya isak tangis Sooyoung tak dapat dia tahan lagi. Dengan cepat Kyuhyun merengkuh tubuh kecil Sooyoung.

“Uljima,chagi…. Itu tidak akan mungkin terjadi sayang. Aku tahu Donghae Hyung seperti apa, dia tidak mungkin meninggalkan Yoona. Aku tahu Donghae hyung sangat mencintai Yoona. Oppa bisa melihat itu dari mata Donghae hyung. Lagi pula Oppa tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti Yoona. Jadi kamu tenang saja ne, chagi.” Ucap Kyuhyun lembut.

Dilain tempat, Donghae dan Yoona sedang menunggu pasangan SooKyu.

“Oppa, kenapa mereka lama sekali.” Tanya Yoona pada Donghae.

“Mungkin, sedang ramai chagi. Kamu bisa lihat kan disini banyak sekali pengunjung. Jadi sabar saja ne. itu mereka tiba.” Ucap Donghae setelah melihat Sooyoung dan Kyuhyun.

Tapi entah kenapa melihat Sooyoung seolah-olah dia memiliki masalah raut wajahnya berbeda dengan yang sebelum dia pergi membeli minuman. Ternyata bukan hanya Donghae yang menyadarinya tapi Yoona pun menyadarinya.

“Eonni, Gweachana?? Apa Eonni sedang sakit? Lebih baik kita pulang saja sekarang dan Eonni istirahat. Aku tidak ingin melihat Eonni sakit.” Ucap Yoona dengan penuh prihatin.

“Gweachana Yoong. Eonni baik-baik saja, mungkin Eonni terlalu lelah saja.” Jawab Sooyoung berusaha untuk meyakinkan Yoona agar tidak khawatir.

“Jinjja?? Eonni sedang tidak berbohong padaku kan?” Tanya Yoona pada Sooyoung.

“Tidak, Yoong. Mana Mungkin Eonni berbohong pada mu.” Jawab Sooyoung berusaha menghilangkan rasa sedih yang ada.

“Geure. Kalau begitu lebih baik kita pulang saja kerumah.” Usul Donghae.

“Benar juga. Kajja chagi kita pulang dan kamu istirahat supaya lebih baik besok.”ucap Kyuhyun lembut pada Sooyoung.

“Arra, Oppa. Kajja kita pulang. Dan kalian juga sebaiknya pulang kerumah juga.” Kata Sooyoung.

“Ne, Eonni lagi pula Taeng Eonni sudah menghubungi agar aku dan Donghae Oppa segera pulang. Katanya ada yang ingin dikatakan oleh mereka.” Kata Yoona.

“Arra. Ya sudah kami duluan ne. Dan kalian hati-hati dijalan. Annyeong….” Pamit Kyuhyun pada Yoona dan Donghae.

Setelah kepergian Kyuhyun dan Sooyoung pun akhirnya Yoona dan Donghae pun memutuskan untuk pulang kerumah. Karena hari ini hari yang benar-benar melelahkan bagi Donghae. Karena persiapan jelang pernikahan kakaknya yang sebentar lagi akan terlaksana jadi dia membantu keperluan yang diperlukan untuk pernikahan mereka.

“Yoong, apa kamu bahagia saat ini?” Tanya Donghae pada Yoona yang sedang melihat keluar jendela mobil dengan senyum yang tidak pernah hilang dari wajah cantiknya.

“Tentu saja Oppa. Aku bahagia sekali saat ini. gomawo Oppa sudah menemani aku seharian ini. aku bahagia sekali.” Ucap Yoona lembut pada Donghae.

“Sama-sama chagi. Oppa senang kalau melihat kamu bahagia. Karena Oppa tidak akan membiarkan air mata kamu mengalir lagi. Oppa akan menjaga kamu dan membahagiakan kamu, itu janji Oppa sama kamu, Yoong.,” ucap Donghae dengan yakin dan jelas.

“Ne, Oppa aku percaya pada Oppa.” Jawab Yoona sambil tersenyum tulus.

Ketika mereka sampai di rumah Yoona ternyata Taeyeon dan Leeteuk sudah menunggu kedatangan mereka berdua.

“Yoong, kamu sudah pulang. Kajja kita masuk.” Sapa Taeyeon sambil memeluk Yoona.

“Ne, Eonni aku pulang. Kajja kita masuk..” jawab Yoona sambil membalas pelukan Taeyeon.

“Ahh.. kalau begitu Oppa pulang dulu ne,chagi…” pamit Donghae pada Yoona.

“Lho, Oppa kenapa pulang. Kita makan malam bersama saja, karena ada yang ingin kami berdua beritahu pada kalian berdua. Benarkan Oppa.” Usul Taeyeon.

“Ne, Hae-ah. Kita makan malam bersama saja.”

Akhirnya mereka berempat masuk dan berjalan menuju ruang makan. Disana Taeyeon memang sengaja untuk memasak semua menu kesuakaan Yoona.

“UUwwwwahhh…. Kenapa Eonni memasak banyak makanan? Apa kita sedang melaukakan perayaan. Setahu aku Ulang Tahun Eonni dan oppa masih lama. Sebenarnya ada apa?” Tanya Yoona heran melihat banyak makanan yang ada di meja makan.

“Tidak ada perayaan khusus Yoong. Eonni dan Teuki Oppa memang sengaja membuat semua makanan kesukaan kamu. Ini semua eonni buatkan untuk merayakan bersatunya kalian berdua. Dan…..”

“Dan Apa Eonni??” Tanya Yoona dengan penasaran dengan kata-kata Taeyeon.

“Oppa.. saja yang menyampaikannya.. “ kata Taeyeon pada Leeteuk.

“Kamu saja chagi…”

“Yaakkk, Eonni dan Oppa kenapa kalian berdebat. Siapa saja tidak masalah memang ada apa sih,… jangan membuat aku penasaran..” omel Yoona yang tidak tahan melihat perdebatan antara Taeyeon dan Leeteuk.

“Gini Yoong. Oppa dan Eonni mu akan segera bertunangan..” kata Leeteuk akhirnya.

“Mwoo… Jinjja Oppa? Taeng Eonni apa itu benar?” pekik Yoona senang dan terkejut mendengar ucapan dari Leeteuk.

“Ne, Yoong. Apa Eonni boleh bertunangan dengan Teuki Oppa?” Tanya Taeyeon ragu pada  Yoona.

“Tentu saja boleh. Kenapa aku harus melarang kalian berdua untuk bersatu. Aku malah bahagia kalau melihat kalian berdua bersatu. Aku tahu ini impian kalian dari dulu, tapi karena sikap kekanakan aku kalian jadi menunda ini semu. Mianhae Eonni … mianhae Teuk Oppa,…” ucap Yoona pelan sambil memaksakan seulas senyuman di wajahnya. Mendengar itu Taeyeon terharu dan berdiri dan berjalan menuju Yoona untuk memeluk Yoona.

“Anniya, Yoong. Ini bukan karena kamu. Eonni memang yang menunda ini semua. Karena Eonni masih ingin menjaga perasaan Ahboji dan Eomma yang baru kehilangan putra kesayangan mereka. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu Yoong.” Ucap Yoona lembut sambil memeluk Yoona.

“Kapan rencananya kalian akan menyelanggarakan pesta pertunangan kalian,hyung?” Tanya Donghae.

“Rencananya, setelah pesta pernikahan Hyung mu, Hae.”

“Mwo, berarti tinggal beberapa hari lagi kalau begitu?” Tanya Yoona terkejut.

“Ne, tinggal beberapa hari lagi. Lagipula persiapan kami sudah hampir selesai.”

“Kapan kalian berdua menyiapkan itu semua? Bukannya kalian berdua selalu sibuk belakangan ini?” Tanya Yoona.

“Kamu benar Yoong. Kami sibuk ya karena mengurus ini semua.”

“Kalian ini benar-benar ya…. Lalu apa gaun Eonni sudah siap?”

“Gaun belum ada. Karena Eonni ingin kamu yang membuatkannya. Bagaimana? Apa kamu bersedia Yoong?”

“Tentu saja… apa yang tidak buat kalian berdua. Aku akan membuatkannya yang paling indah dari gaun yang lain. Tapi…..”

“Tapi kenapa Yoong?” Tanya Taeyeon heran melihat ekspresi Yoona yang berubah.

“Aku akan tinggal sendiri lagi. Kalau kalian menikah..” jawab Yoona sedih.

“Apa kamu mau tinggal bersama kami, Yoong? Aku yaki Teuki Oppa tidak akan keberatan.” Usul Taeyeon.

“Anniya… Eonni… aku tidak mau mengganggu rumah tangga kalian nanti. Aku ingin belajar mandiri mulai saat ini.”

“Kamu, yakin Yoong. Kamu saja susah sekali untuk bangun pagi. Apalagi kalau tinggal sendiri. Bisa-bisa kamu akan terlambat dan Sooyoung akan mengamuk tiap hari.” Ledek Leeteuk.

“Yaa, Oppa jangan bicara seperti itu di depan Donghae Oppa.?” Omel Yoona pada Leeteuk.

“Hahahah…. Bagaimana kalau kamu tinggal bersama Oppa saja Yoong?” usul Donghae.

“Tidak boleh. Enak saja. Lebih baik Yoona tinggal bersama Aku dan Teuki Oppa daripada tinggal bersama Hae Oppa.” Dumel Taeyeon.

“Waeyo Taeng. Oppa sekarang Namjachingu Yoona. Jadi tidak masalahkan.” Jawab Donghae dengan enteng.

“Shireo, kalian juga kan baru jadian. Jadi tidak boleh tinggal bersama, nanti apa kata orang. Apa lagi saat ini Yoona sudah menjadi Desainer terkenal di Korea. Dan Oppa pengusaha muda terkenal tinggal bersama, itu bisa menghancurkan karir Yoona, Oppa.” Omel Taeyeon.

“Benar yang dikatakan Taeng, Hae. Kalian berdua kan baru resmi. Kecuali kalian sudah bertunangan dan ingin menikah, tidak masalah kalau kalian ingin tinggal bersama. Tapi kalau saat ini lebih baik jangan.” Kata Leeteuk dengan bijak.

“Arra, aku mengerti Hyung.” Jawab Donghae dengan lemas.

“Sudah lah kenapa kalian berdebat seperti ini. Aku tidak masalah bila harus tinggal sendiri, aku juga ingin belajar untuk mandiri. Tidak mau menyusahkan orang lain terus.” Ucap Yoona menengahi perdebatan Taeyeon dengan Donghae.

“Tapi chagi. Apa oppa masih boleh main kesini?” Tanya Donghae pada Yoona.

Yoona menjawab dengan tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya.

“Tentu saja Oppa. Aku malah senang bila Oppa sering berkunjung ke sini.” Ucap Yoona.

“Ahhhh… gomawo chagi….” Ucap Donghae senang dan memeluk Yoona erat.

“Ehhmm…ehhmmm…ehhmm.”

“Apa kalian tidak ada tempat lain untuk bermesraan?”sindir Taeyeon.

“Waeyeo Eonni?”Tanya Yoona dengan polos.

“Wae…Wae…Wae… kalian tidak lihat disini ada siapa main bermesraan seperti itu?” dumel Taeyeon.

“Eonni dan Teuki Oppa juga sering melakukannya di depan aku. Jadi kenapa sekarang aku tidak boleh melakukannya??”jawab Yoona dengan enteng.

Mendengar jawaban dari Yoona membuat Taeyeon malu dan pipinya bersemu merah.

“Ya sudah, lebih baik kita makan. Oppa sudah lapar sekali.” Ucap Leeteuk.

“Ne, selamat makan” ucap mereka bersamaan.

Akhirnya mereka semua makan malam dengan bahagia. Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan untuk Yoona. Disamping hari ini hari jadian dia dengan Donghae, dia mendapatkan kabar bahagia lainnya, yaitu kabar bahagia dari Taeyeon dan Leeteuk yang akan melangsungkan pertunangan. Kabar kedua itu benar-benar kabar yang ditunggu oleh Yoona sejak lama, karena mereka berdua adalah orang-orang yang selalu menjaganya dan melindunginya.

Yoona POV :

Hari ini Yoona sengaja bangun lebih awal, karena dia ingin menyiapkan sarapan untuk Taeyeon. Dia ingin menyiapkan sarapan pagi ini, karena selama ini Taeyeon lah yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam untuk mereka semua.

Setelah membasuh wajahnya Yoona pergi menuju dapur. Dia bingun apa yang harus ia siapkan untuk sarapan pagi ini. Akhirnya pilihan jatuh pada nasi goreng kimchi, karena menu itu yang paling simple dibuat dan dimakan untuk sarapan pagi.

Setelah selesai menyiapkan sarapan, Yoona segera masuk ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk berangkat ke butik karena hari ini dia ada rapat dengan kolega baru dari America.

Tak berselang lama dari Yoona yang masuk ke kamarnya, Taeyeon keluar kamar sudah rapih dengan pakaiannya dan terkejut melihat dimeja makan sudah siap makanan untuk sarapan pagi ini.

“Siapa yang menyiapkan ini semua? Apa mungkin Yoona? Tumben sekali dia bisa bangun sepagi ini?” Tanya Taeyeon dalam hati. Sambil memikirkan itu Taeyeon berusaha mengecek kamar Yoona dan ketika membuka kamar Yoona ternyata benar Yoona sudah bangun. Setelah itu Taeyeon kembali ke ruang makan sambil menunggu Leeteuk datang menjemputnya.

Dikamar Yoona berdandan sambil sedikit bersenandung riang. Tiba-tiba saja Handphonenya berbunyi panggilan masuk dari Donghae.

“Annyeong Oppa?? Ada Apa??” Tanya Yoona pada Donghae.

“Annyeong Yoong. Anniya hanya saja Oppa rindu dengan kamu.” Ucap Donghae

“Aiiishhh, Oppa ini. Oppa sekarang sedang dimana?” Tanya Yoona pada Donghae.

“Maunya Oppa ada dimana sekarang, hhmmm!!!”

“Aiisshhh…. Oppa. Aku serius.” Dumel Yoona.

“Arra.. arra… Oppa hanya bercanda. Oppa sekarang ada di depan rumah Nyonya Lee Yoona.” Jawab Donghae.

“Jinjja Oppa.” Pekik Yoona tidak percaya.

“Iya, chagi. Coba saja kamu lihat ke depan rumah sekarang.” Jawab Donghae.

Akhinya Yoona berlari menuju Jendela kamarnya dan melihat ke luar dan ternyata benar Donghae sudah berdiri di samping mobil nya sambil melambaikan tangannya.

“Okke oppa. Aku akan segera turun tunggu ne.” kata Yoona sambil mematikan sambungan telponnya. Yoona melihat penampilannya dahulu, setelah sekiranya sudah sempurna dengan penampilannya Yoona bergegas turun dari kamarnya untuk membukakan pintu untuk Donghae.

“Yoong, kenapa kamu terburu-buru seperti itu?” Tanya Leeteuk heran yangmelihat Yoona berlari dari kamarnya tapi tidak dihiraukan oleh Yoona.

“Mungkin di luar ada Donghae Oppa. Biarkan saja Oppa.” Kata Taeyeon.

Setelah membukakan Pintu rumahnya ternyata Donghae sudah berada di depan pintu sambil membawa sebuket mawar putih kesukaan Yoona. Yoona berhambur memeluk Donghae.

“Ahhh…sebegitu rindunya kah kamu pada Oppa, Yoong?” kata Donghae meledek Yoona.

Mendengar perkataan Donghae Yoona langsung melepaskan pelukannya dan wajahnya bersemu merah.

“Yak, kenapa dilepas, Yoong. Ayo peluk Oppa lagi.” rengek Donghae.

“Shireo… kajja kita masuk Oppa, kita sarapan bersama.” jawab Yoona.

“Aiisshhh… baiklah kajja..” ucap Donghae sambil menggandeng mesra Yoona.

“Aku benarkan Oppa?” kata Taeyeon pada Leeteuk.

“Mwoo.. maksud Eonni apa??” Tanya Yoona bingung dengan perkataan Taeyeon berusan.

“Tidak kok. Tadi Teuki Oppa bertanya kenapa kamu terburu-buru seperti tadi. Eonni jawab paling di depan ada Donghae Oppa makanya dia buru-buru seperti itu.” Jelas Taeyeon.

“Hhahhaha… memang yeojaku ini semangat sekali menyambut namjachigunya…” ledek Donghae sambil mengacak rambut Yoona gemas.

“YYakk Oppa rambut ku ini sudah rapih. Kenapa di berantakin lagi… “ dumel Yoona pada Donghae.

“Sudahlah…. Lebih baik kita sarapan sekarang. Daripada telat ke kantor masing-masing.” Lerai Taeyeon.

“Masista, siapa yang memasak Nasi Goreng Kimchi ini, chagi?” Tanya Leeteuk pada Taeyeon.

“Tebak saja Oppa?” jawab Taeyeon dengan misterius.

“Mwoo, memang bukan kamu yang membuat ini?” Tanya Leeteuk heran.

“Tentu saja bukan.”jawab Taeyeon singkat.

“Lalu siapa??” Tanya Leeteuk heran.

“Tentu saja calon nyonya Lee Donghae, dong Oppa…” jawab Taeyeon sambil tersenyum puas meledek Yoona. Mendengar perkataan Taeyeon, Yoona kembali malu dan wajahnya bersemu merah.

“Mwo, Jinjja chagi kamu yang memasak ini semua?” Tanya Donghae pada Yoona.

“Ne, Oppa. Aku sengaja memasak semua ini untuk merayakan pesta pertunangan Taeng Eonni dan Teukie Oppa sebentar lagi. Aku juga ingin berterimakasih kepada mereka berdua karena mereka dengan sabar menghadapi sifat aku yang egois dan sudah menyayangi aku selama ini dan menjaga aku selama aku tinggal disini. Taeng Eonni Khamsahamidah selama ini sudah menjaga aku dan merawat aku. Dan Teukie Oppa juga Khamsahamidah karena selama ini juga sudah melindungi aku dari orang-orang jahat dan ingin menyayangi aku seperti Adik Oppa sendiri. Sekali lagi Jongmal Gomawo.” Ucap Yoona dengan tulus.

Mendengar ucapan Yoona Taeyeon terharu dan langsung memeluk Yoona erat. “Kamu tak perlu seperti ini Yoong. Eonni dan Oppa ikhlas melakukan semua itu karena kamu itu penting untuk kami berdua. Kamu itu sudah kami anggap seperti adik kadung kami sendiri dan berarti kamu itu keluarga kami. Jadi kamu tidak perlu khawatir ne. walau kami nanti sudah menikah pun kami akan terus mengunjungi kamu disini.” Ucap Taeyeon lembut sambil mengusap punggung Yoona lembut.

“Ne, Arrayo Eonni.” Ucap Yoona lembut.

“Sudahlah, ini masih pagi kenapa kalian berdua malah bersedih-sedihan seperti itu. Lebih baik kita segera berangkat ke kantor chagi.” Ucap Leeteuk pada Taeyeon.

Taeyeon dan Yoona segera menghapus bekas air mata yang jatuh di pipi mereka. Dan tersenyum kea rah Leeteuk.

“Ya, sudah Yoong. Eonni dan Teuki Oppa berangkat dulu ne. ahh,,, apa kamu hari ini berangkat ke Butik?” tanya Taeyeon pada Yoona.

“Sepertinya tidak Eonni. Karena hari ini meeting di handle oleh Sooyoung Eonni. Jadi aku free hari ini.” ucap Yoona mengingat jadwalnya hari ini.

“Itu tidak benar taengie. Hari ini jadwal aku dan Yoona akan padat?” kata Donghae dengan tiba-tiba.

“Mwo, maksud Oppa apa?” tanya Yoona dengan penuh bingung.

“Ne, tentu saja. apa kamu lupa untuk membantu Donghwa hyung dan Kim Yeojin Noona mempersiapkan pernikahan yang tinggal menghitung hari itu.” Kata Donghae.

“Ahhh… aku baru ingat. Donghwa Oppa pernah berkata seperti itu. Hehheheh… setelah pernikahan Donghwa Oppa dan Kim Yeojin Eonni, aku akan membantu untuk mempersiapkan pesta pertunangan kalian berdua.” Jawab Yoona dengan semangat.

“Hahahhahaha… arra… Oppa mengerti. Kalau begitu kami berdua berangkat duluan ne.” pamit Leeteuk pada Yoona.

“Ohh iya… Lee Donghae, tolong jaga uri princess ne. jangan sampai dia terluka sedikit pun. Arra…” ucap Leeteuk.

“Tenang saja hyung. Yoona tidak akan terluka sedikitpun aku akan menjaganya dengan hati-hati. Hahahhahha….” Ucap Donghae dengan tersenyu.

“Aiiisshhh…. Oppa sudahlah jangan menggoda Yoona terus…Oppa tidak lihat dari tadi pipi Yoona bersemu merah. Karena di goda terus.” Kata Taeyeon mencoba menghentikan Leeteuk yang menggoda Yoona sejak tadi.

“Ne, Chagi. Mianhae…. Oppa senang saja akhirnya Oppa bisa menggoda Yoona lagi seperti ini. hahahhha…. Kajja Taeng kita tinggal kan mereka berdua nanti kita malah mengganggu saja.”

Setelah Taeyeon dan Leeteuk pergi, disana tinggal Yoona dan Donghae yang tertinggal berdua. Mereka tampak canggung.

“Ehmmm… Oppa apa sudah selesai sarapannya? Kalau sudah aku ingin membereskan ” tanya Yoona berusaha untuk mencairkan suasana yang canggung itu.

“Ne, sudah. Oppa bantu ne.” ucap Donghae lembut.

“Tidak perlu Oppa. Memangnya Oppa pernah melakukan ini?” tolak Yoona.

“Tentu saja Oppa sering. Oppa kan selama tinggal di Jepang tinggal sendiri di Apartement tanpa ada pembantu. Oppa masak makanan sendiri dan mencuci bekas makan sendiri juga.” Jelas Donghae.

“Jinjja…. Berarti Oppa bisa memasak dong?” ucap Yoona dengan senang.

“Tentu saja. kapan-kapan Oppa akan memasak untuk kamu dan untuk kita berdua bagaimana?” ucap Donghae dengan tersenyum.

“Ne, tentu saja aku mau Oppa. Pasti makanannya enak sekali.” Ucap Yoona yang membayangkannya.

Setelah selesai membersihkan sisa sarapan dimeja makan akhirnya Yoona masuk kekamar untuk mengambil tas dan merapihkan tantanan rambutnya dan make up yang ada di wajahnya.

“Kajja Oppa kita berangkat. Aku sudah siap.” Ucap Yoona sambil tersenyum lembut.

“Ne, Kajja.” Ucap Donghae dan menggandeng tangan Yoona erat menuju keluar rumah.

Selama perjalanan tidak henti-hentinya mereka bercanda bercerita banyak hal. Donghae bertanya tentang banyak hal tentang Yoona begitupun sebaliknya.

“Cahh… sudah sampai. Kajja kita keluar.” Ucap Donghae sambil membuka sabuk pengaman yang ia kenakan dan turun terlebih dahulu. Dan dia berjalan kea rah sebaliknya untuk membuka pintu mobil untuk Yoona.

“Gomawo Oppa” Ucap Yoona sambil tersenyum tulus. Setelah keluar dari mobil mereka berjalan memasuk sebuah gedung untuk sesi pemotretan selanjutnya. Karena Yoona yang membuat semua baju pernikahan Donghwa dan Kim Yeojin mau tidak mau Yoona yang harus ikut memantaunya. Belum lama mereka masuk tapi seorang yeoja paruh baya tersenyum tulus melihat kedatangan Yoona dan Donghae.

“Hae-ah, kamu sudah mengenal Yoona.” ucap Eomma Donghae pada Donghae.

“Tentu saja Donghae mengenalnya Eomma. Yoona sekarang ini kan yeojachigu Donghae.” Ucap Donghwa dan sontak membuat pipi Yoona bersemu merah kembali.

“Jinjja….” Pekik Eomma Donghae.

“Ne, Eomma. Dan berhentilah memekik seperti itu. Apa kau tidak malu banyak orang yang melihatnya.” Dumel Donghwa.

“Aiishhh kau ini, biarkan saja semua orang melihat ini semua. Karena hari ini aku sedang senang, akhirnya yang aku dan mendiang ayahmu akhirnya terlaksana juga.” Ucap Eomma Donghae dengan lirih.

“Maksuda Eomma apa?” tanya Donghae penasaran.

“Sebenarnya Eomma dan mendiang ayahmu berencana menjodohkan kamu dan Yoona, Hae-ah. Karena kami berdua sudah berjanji pada kedua orang tua Yoona. apalagi saat ini Eomma Yoona dan Appa sudah tiada. Eomma sempat terkejut waktu Kibum memperkenalkan Yoona. Eomma tidak tahu kalau Yoona yang di perkenalkan Kibum saat itu adalah Yoona putri Sahabat kami, yaitu kedua orang tua Yoona. Tapi saat itu aku dan ayah Yoona tidak bisa memaksakan kehendak kami beruda karena Yoona sudah memiliki Kibum dan Kau Lee Donghae kau mencintai Jessica. Walau akhirnya Kau disakiti juga oleh Jessica dan memutuskan untuk pergi dari Seoul. Tapi saat Kibum kecelakaan dan tidak selamat entah Eomma senang atau sedih, tapi saat itu perasaan Eomma serba salah. Tapi sudahlah itu sudah berlalu, yang penting sekarang kalian berdua bersatu. Eomma bahagia melihatnya.” Jelas Eomma Donghae dan memeluk Yoona erat.

“Selamat datang di keluarga Lee, Yoong. Apa sebaiknya kalian langsung bertunangan saja.” ucap Eomma Donghae dengan semangat.

“YAAkkk… Eomma kami saja baru beberapa hari menjalin hubungan ini. kenapa terburu-buru seperti ini. Lagipula tidak romantic sekali tunangan tapi aku tidak melamar Yoona langsung dengan romantic.” Dumel Donghae.

“Habis, Eomma sudah tidak sabar melihat kamu dan Yoona menikah.” Desis Eomma Donghae dengan kecewa mendengar jawaban Donghae.

“Sudahlah. Kalian jangan berdebat terus. Lebih baik kita lakukan sesi pemotretan keluarga ini.” ucap Kim Yeojin akhirnya mengakhiri perdebatan antara anak dan ibu itu. Yoona tersenyum melihat wajah Nyonya Lee yang kesal dengan Putranya itu.

“Chakaman….” Ucap Nyonya Lee dan berjalan ke arah Yoona. Donghwa sudah kesal dengan Ibunya dan hampir kesal kalau tidak di tahan oleh Kim Yeojin.

“Oppa, sabarlah.” Kim Yeojin Lembut.

“Yoong, kajja kau ikut berfoto bersama kami?” ajak Nyonya Lee.

“Anniya, Ahjuma… kalian saja. Ini kan foto keluarga kalian, aku kan belum menjadi keluarga kalian.” Tolak Yoona dengan halus.

“Anniya, Yoong. Kamu ini sudah menjadi bagian keluarga kami.” Ucap Nyonya Lee dengan tersenyum.

“Tapi….” Ucap Yoona ragu.

“Sudahlah, Yoong jangan menolak ucapan Eomma. Karena Eomma tidak menerima penolakan dia pasti akan memaksa kamu terus menerus. Jadi sebelum Eomma memaksa kamu terus menerus lebih baik ikuti permintaannya.” Ucap Donghae dan mendengar ucapan Donghae Nyonya Lee tersenyum puas.

Akhirnya sesi foto keluarga Lee selesai juga. Dan Yoona mengganti pakaian seperti semula.

“Yoong, bagaimana kalau kita makan siang bersama. Kita sudah lama sekali tidak makan bersama, mau ne…. kalian berdua tidak ada perkerjaan lain kan?” bujuk Nyonya Lee.

“Shireo, Eomma. Aku ingin pergi kencan berdua dengan Yoona, Eomma….” Tolak Donghae dengan kesal. Mendengar jawaban yang tidak memuaskan dari Donghae akhirnya Nyonya Lee memukul kepala Donghae.

“Yakk… kau… kalian berdua kan bisa berkencan habis makan siang bersama. Pokoknya Eomma tidak mau tahu kalian semua harus menemani Eomma makan siang hari ini juga… TITIK… tidak ada penolakan….” Ucap Nyonya Lee Kesal dan berjalan lebih dulu keluar dari gedung pemotretan.

“Aiiissshhh… kau Lee Donghae babo… kau juga merusak kencan kami berdua…” desis Donghwa kesal.

“Sudahlah Oppa. Wajar saja mereka ingin berdua terus, mereka berdua kan pasangan baru. Dulu juga kau seperti itu.” Bujuk Kim Yeojin.

Akhirnya mereka berempat berjalan menyusul Nyonya Lee yang memang sudah berada di mobil Donghae.

“Eomma, kajja di ke mobil aku saja.” Bujuk Donghwa.

“Shireo, Eomma ingin disini saja. Kalau Eomma bersama kalian nanti Eomma hanya jadi lalat pengganggu saja dan kalian lebih asik bermesaraan berdua.” Ucap Nyonya Lee dingin.

“Hehehhehe….” Tawa Donghwa sambil mengusap kepalanya yang tidak gatal.

“Eomma, dengan Hyung dan Noona saja ne…” bujuk Donghae dengan memelas.

“Shireo, Eomma ingin bersama kalian berdua.. ayolah Hae-ah…. Bolehkan Yoong??” katanya Nyonya Lee pada Yoona. Yoona bingung dan dia menatap Donghae dengan meminta pendapat Donghae. Tapi melihat penolakan Donghae tadi dia juga meresa kasihan dengan Nyonya Lee.

“Tentu saja boleh Ahjuma…” kata Yoona sambil tersenyum lembut.

“Tuh, Yoona saja mengijinkannya. Kajja Yoong… Ohhh iya mulai saat ini kamu harus memanggil aku Ommonim, ne..” pinta Nyonya Lee.

“Ne, Ommonim…” kata Yoona.

“Yoong, kenapa kamu duduk dibelakang?” ucap Donghae.

“Yoona duduk dengan Eomma, dan Kau Lee Donghae mengemudilah dengan hati-hati. Arra…” ucap Nyonya Lee ketus.

“Aiisshhh menyebalkan sekali…” desis Donghae kesal.

Dengan kesal Donghae berjalan masuk ke dalam mobilnya. Di perjalanan Donghae sangat kesal sekali dengan Eommanya. Dan hanya mendumel kesal dengan sikap Eommanya. Tapi di satu sisi dia bahagia melihat dua orang yeoja yang dicintainya bisa sedekat ini. Dulu waktu dia dekat dengan Jessica, Eommanya tidak pernah seramah ini dengan Jessica. Tapi baru bertemu dengan Yoona lagi dia bisa sedekat ini. Apalagi sejak kematian Ayahnya itu, Eommanya tidak lagi banyak tersenyum. Dan Donghae merasa bersalah dengan Eommanya itu, karena disaat ayahnya dalam masa kritis Donghae masih mementingkan Jessica. Setelah mendengar Ayahnya meninggal itu pukulan terberat untuk Donghae dan akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan kuliahnya di jurusan Bisnis yang tidak dia sukai itu demi menebus rasa bersalahnya pada keluarganya.

Setelah sampai mereka bertiga masuk ke Restaurant disana Donghwa dan calon Istrinya sudah menunggu kedatangan mereka bertiga. Mereka berbincang dengan gembira, tidak ada lagi gurat kesedihan di wajah Yoona. Donghwa yang melihat itu tersenyum bahagia, akhirnya Yoona sudah kembali seperti dulu tidak lagi sedih lagi.

Tiba-tiba saja Nyonya Lee pamit untuk kembali ke kantor karena ada meeting. Itu membuat Donghae bahagia akhirnya dia bisa berdua bersama Yoona.

“Syukurlah akhirnya Eomma pergi juga.” Gumam Donghae bahagia mendengar ucapan Donghae dengan ringan Donghwa memukul kepala Donghae dengan sendok yang ada di tangannya.

Pluk..

“YYAAkk.. Hyung… Appo…” desis Donghae kesal.

“Lagi kau ini seperti anak kecil saja. apa kau tidak malu dengan yeojamu..mmm” ucap Donghwa ketus.

“Oppa, aku ijin ke toilet ne.” pamit Kim Yeojin pada Donghwa.

Setelah kepergian Yeojin mereka bertiga membicarakan persiapan pernikahan Donghwa yang tinggal beberapa hari lagi.

“Yoong, apa semua sudah selesai?” tanya Donghwa khawatir.

“Tentu saja, Oppa tenang saja. semua sudah selesai gaunnya juga tinggal viting satu kali lagi dan itu bila sudah berarti selesai. Bukankah jadwal kalian viting baju pengantin hari ini?” tanya Yoona.

“Syukurlah, ne kami berdua ingat kok…” jawab Donghwa tersenyum.

@ Kim Yeojin

Yeojin berjalan memasuki toilet Restaurant, ketika selesai dia merapihkan dirinya di depan cermin dia tidak sengaja menabrak seseorang.

“Mianhaeyo… saya tidak sengaja Aghasi..” ucap Yeojin yang masih sibuk merapihkan barang-barang yang jatuh dari tas kecilnya.

“Ne tidak apa-apa kok..” kata orang itu.

Ketika mendengar suara yang tidak asing baginya Yeojin berusaha melihat wajah orang itu dan betapa terkejutnya orang yang dilihatnya saat itu. Jessica Jung, dia adalah wanita yang membuat Donghae berantakan dan sempat bertengkar dengan orang tuanya. Jessica Jung, wanita yang membuat Donghae menderita karena di tinggal olehnya. Jessica Jung, wanita yang hanya mementingkan harta dari laki-laki yang lebih kaya dari Donghae.

“Yeojin Eonni?” sapa Jessica dengan ramah.

“Ne, apa kabar Jessica-shi…” ucap Yeojin yang berusaha seramah mungkin.

“Baik Eonni. Aku dengar Eonni dan Donghwa Oppa akan menikah minggu ini? kalau begitu Chukaeyo?”  kata Jessica.

“Ne, terimakasih. Kalau begitu aku pamit dulu masih ada urusan setelah ini. permisi..” pamit Yeojin dan dia langsung menghubungi Donghwa untuk segera pergi dari Restaurant ini.

Mendapat panggilan Telepon dari Yeongji, Donghwa langsung mengajak Donghae dan Yoona pergi dari Restaurant ini.

“Hae-ah.. Yoong.. kajja kita ke butik karena Yeongji bilang ada janji untuk ke masalah cathering dan gedung.” Ucap Donghwa berusaha terlihat santai.

“Ne, baik lah Oppa. Oiya Donghwa Oppa apa kita boleh ikut kalian seharian ini. Aku ingin banyak membantu persiapan pernikahan kalian berdua. Apa boleh Oppa…” pinta Yoona.

“Apa kamu tidak sibuk Yoong?”

“Tidak Oppa hari ini kan aku tidak boleh bekerja oleh Sooyoung eonni. Aku juga ragu, paling dia hanya ingin berdua-duan dengan Kyuhyun Oppa disana. Apalagi Kyuhyun Oppa tahu aku tidak datang ke Butik.” Dumel Yoona.

“Oke kalau begitu. Tapi apa Ikan tengik itu boleh mengijinkannya?” sindir Donghwa yang melihat kembali ekspresi Donghae yang kesal.

“Oppa, kajja kita bantu mereka berdua saja. Aku ingin membantu mempersiapkan pernikahan mereka. Boleh yaa Oppa… Jebbal…” mohon Yoona pada Donghae.

Akhirnya kali ini dia mengalah lagi dengan Yoona. Yang terpenting bagi Donghae adalah hari ini Yoona bersama dengannya, lagi pula dia susah-payah meminta izin pada Sooyoung untuk Yoona tidak datang hari ini jadi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Arra… kajja kita berangkat. Tapi sebelum itu kita mampir ke mini market sebentar ne. Oppa ingin membeli sesuatu disana.” Ucap Donghae lembut.

“Ne, Oppa.. Gomawo,…” ucap Yoona senang dan reflex dia memeluk Donghae erat. Donghae terkejut tapi dia juga bahagia, karena dengan begitu Yoona sudah menerima dirinya saat ini.

@ Di mobil Donghwa

“Yeojin-ah, sebenarnya ada apa? Tiba-tiba kamu ingin cepat-cepat pergi dari Restaurant itu. Hmm?” tanya Donghwa lembut.

“Anniya Oppa…” jawab Yeojin berbohong.

“Sudahlah, Chagiya… kamu ini tidak pandai berbohong sebenarnya ada apa? Apa ini ada sangkut pautnya dengan Yoona dan Donghae?” desak Donghwa lagi.

“Anniya Oppa…”

Ckkiiittt….

Tiba-tiba saja Donghwa memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.

“Ada apa Oppa? Kenapa kita berhenti disini?” tanya Yeojin heran dan masih berusaha menutupi sesuatu pada Donghwa.

“Kim Yeojin, katakana pada Oppa ada apa? Kalau memang benar ada sangkut pautnya dengan Yoona dan Donghae Oppa harus tahu Yeojin-ah. Mereka itu keluarga Oppa. Oppa tidak ingin mereka tersakiti atau pun terluka. Jadi Oppa mohon katakana ada apa?” ucap Donghwa yang masih berusaha menahan emosinya.

“Jessica kembali Oppa.” Gumam Yeojin lirih.

“Mwoo?? Apa yang kamu katakana coba katakana dengan keras.” Ucap Donghwa.

“Jessica Jung, kembali ke Seoul Oppa? Othoke? Hikksss….” Isak tangis Yeojin tidak dapat di tahan lagi. Apalagi melihat kebahagian Yoona dan Donghae hari ini membuat Yeojin bahagia, karena dia sudah lama menginginkan Yoona bahagia seperti saat ini.

“Apa kamu yakin itu Jessica, Chagi?”

“Tentu saja yakin Oppa. Karena tadi kami tidak sengaja bertabrakan di toilet tadi. Makanya aku minta Oppa untuk mengajak mereka untuk segera pergi dari tempat itu. Aku tidak ingin Jessica melihat mereka berdua dan menghancurkan kebahagian mereka berdua yang baru-baru ini.” ucap Yeojin lirih.

“Kamu tenang saja Oppa tidak akan membiarkan Jessica merusak hubungan mereka berdua. Kalau dia berani dia akan berurusan dengan Oppa dan Eomma. Kamu lihat sendiri Eomma juga bahagia melihat Yoona dan Donghae bersatu dan Eomma pasti akan murka bila mendengar mereka berpisah. Jadi kamu tenang saja semua orang melindungi mereka berdua kok. Dan Oppa mohon jangan bersikap seperti ini nanti mereka berdua bisa curiga dengan ini..” ucap Donghwa dan memeluk Yeojin erat berusaha membuat Yeojin tenang.

“Ne, Oppa gomawo. Tolong lindungi Yoona, dia sudah seperti adik kandungku sendiri. Apa lagi mendiang Eommanya menitipkannya pada ku dan selama Appanya di luar negri dia tanggung jawab aku. Setelah kejadian buruk ini aku merasa gagal menjaga Yoona, dan aku tidak ingin Yoona kembali terpuruk dan bersedih lagi.” Ucap Yeojin dalam isak tangisnya.

Setelah melihat kondisi Yeojin yang sudah lebih baik Donghwa melanjutkan menuju Butik Yoona.

Yoona dan Donghae ternyata sudah sampai lebih dulu. Yoona masuk ke dalam dengan senyum cerianya.

“Yul Eonn, apa Sooyooung Eonni ada didalam?” tanya Yoona.

“Lho, Yoong. Kenapa kamu datang kesini?” tanya Yuri terkejut yang melihat Yoona ada di butik.

“Waeyo Eonni? Apa aku sudah tidak boleh datang lagi kesini?” tanya Yoona dengan kesal.

“Mwo.. bukan seperti itu, Yoong. Bukankah Sooyoung bilang hari ini kau tidak datang.” Bujuk Yuri pada Yoona.

“Aku datang bukan untuk bekerja kok Eonni. Aku hanya mengantar Donghwa Oppa dan Yeojin Eonni untuk Fetting baju pengantin mereka. Eonni apa Sooyoung Eonni ada di dalam?” tanya Yoona lagi pada Yuri.

“Sooyoung ada di ruangannya. Biasalah kau pasti mengerti.” Ucap Yuri pada Yoona.

“Mwo maksud Eonni apa? Apa jangan-jangan ada Evil itu disini.” Ucap Yoona.

Yuri hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

“Oppa, kajja kita keruangan Sooyoung Eonni. Disana pasti mereka sedang bermesraan mereka berdua itu selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kita ganggu mereka selagi menunggu Donghwa Oppa dan Yeojin Eonni datang.” Kata Yoona.

“Ne, kajja… “ ucap Donghae.

“Ahh, iya Eonn kalau nanti Donghwa Oppa dan Yeojin eonni datang suruh langsung keruangan Sooyoung Eonni saja ne.” pesan Yoona pada Yuri. Lalu Yoona berjalan menuju keruangan Sooyoung.

“Sunny Eonn, aku senang melihat Yoona sudah kembali seperti dulu lagi.” Ucap Yuri senang.

“Ne, Nado…”

***

Yoona dan Donghae berjalan keruangan Sooyoung dengan saling tangan yang bertautan mesra. Yoona berjalan lebih dulu untuk masuk keruangan Sooyoung. Ketika Yoona membuka pintu ruang kerja Sooyoung dia terkejut mendapati Sooyoung dan Kyuhyun yang sedang berciuman mesra.

“Ommoo..” pekik Yoona terkejut. Melihat Yoona yang terkejut membuat Donghae penasaran dan melihat apa yang membuat Yoona terkejut.

Kyuhyun dan Sooyung langsung menghentikan kegiatannya karena terkejut mendengar pekikan Yoona. Dan mereka tampak malu dan menundukan wajahnya.

“Jadi ini yang kalian berdua lakukan bila tidak ada aku di kantor?” ucap Yoona ketus.

“Anniya, Yoong. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan?” ucap Sooyoung berusaha meyakinkan Yoona.

“Tidak seperti apa Eonni?? Sudah jelas-jelas aku dan Donghae Oppa sudah melihatnya sendiri.” Ucap Yoona dingin.

“Ya sudah lah Yoong. Kamu juga pasti pernah melakukannya kan?” ucap Kyuhyun dengan cuek dan tatapan evilnya.

“Mwoo…” pekik Yoona. Dan Donghae dengan tiba-tiba mengecup bibir mungil Yoona.

Chu~

Yoona terkejut dan dalam seketika wajahnya bersemu merah.

“Sudahlah chagiya… sekarang kita sama kan? Jadi tak perlu iri seperti itu…” ucap Donghae menggoda Yoona. Melihat itu Kyuhyun tersenyum Evil.

***

Dan tak lama dari itu Donghwa dan Yeojin tiba di Butik Yoona.

“Yeojin eonni, mencari Yoona. Dia ada diruangan Sooyoung kalian berdua langsung saja ke ruangannya mereka sudah menunggu kalian.” Ucap Yuri ramah.

“Gomawo, Yul.” Ucap Yeojin dengan ramah dan tersenyum lembut.

Akhirnya Yeojin dan Donghwa berjalan menuju ke ruangan Sooyoung. Dari luar Yeojin tersenyum melihat kebahagiaan Yoona saat ini. Tapi dia tidak bisa membayangkan kebahagiaan Yoona akan berakhir bila Jessica saat ini hadir lagi.

“Oppa, lihat itu. Wajah itu yang selalu aku rindukan sejak satu tahun yang lalu. Aku tidak ingin kehilangan wajah itu lagi untuk kedua kalinya Oppa. Othoke, apa yang harus kita lakukan?” ucap Yeojin lirih.

“Kamu tenang saja, tidak akan Oppa biarkan Jessica atau siapa pun menyakiti Yoona. Promise You?” ucap Donghwa dan memeluk Yeojin.

“Kajja, kita masuk nanti mereka akan marah bila kita terlalu lama datang. Dan sekarang hapus air mata mu Chagiya, biar Yoona atau yang lain curiga.” Ucap Donghwa lembut.

Akhirnya setelah itu mereka berdua masuk dan tersenyum melihat Yoona yang sejak tadi di goda oleh Kyuhyun dan Donghae. Ketika melihat mereka berdua tiba Yoona langsung berlari kearah Yeojin dan memeluk Yeojin erat.

“Waeyo Yoong?” tanya Yeojin.

“Kamu kenapa Yoong? Siapa yang membuat kamu seperti ini?” tanya Donghwa selanjutnya.

“Mereka jahat Eonni Oppa… mereka sejak tadi menggodaku..” rengek Yoona.

Donghwa langsung berjalan ke arah Donghae dan Kyuhyun dan menjitak kepala mereka berdua.

“Aiisshhh… Appo Hyung?” ringis mereka berdua.

“Siapa suruh kalian berdua menggoda Yoona terus menerus. Dan kau Donghae Ikan Tengik tidak seharusnya kau juga ikut-ikutan menggoda yeojamu sendiri. Kalau Eomma mengetahuinya habislah kau?” omel Donghwa.

Yoona tersenyum mengejek dan menjulurkan lidahnya.

“Aiiisshhh menyebalkan…” desis Kyuhyun kesal melihat sikap Yoona yang tersenyum mengejeknya.

“Sudahlah lebih baik kita feeting gaun kalian berdua saja.” Ucap Sooyoung menghentikan perdebatan mereka berdua.

“Ne, sudahlah Oppa.” Ucap Yeojin.

Dan akhirnya mereka berenam berjalan keruangan feeting dibutik. Tapi di dalam perjalanan menuju ruangan feeting tapi Sooyoung melihat seseorang yang tidak disukainya datang. Yeojin terkejut mendapati Jessica ada di butik ini.

“Ahh, Iya kalian kedalamlah duluan. Ada yang ingin aku selesaikan lebih dulu nanti aku akan menyusul kalian.” Ucap Sooyoung dan pergi.

“Ada apa dengan Sooyoung Eonni? Aku akan menyusulnya.” Ucap Yoona tapi dengan sigap Yeojin menahannya.

“Tidak perlu, biarkan Kyuhyun saja yang menyusulnya. Kalau kamu pergi bagaimana dengan Eonni?” ucap Yeojin.

“Ahh benar juga. Kajja Eonni…” ucap Yoona dan berjalan di depan mereka.

“Kyu, tolong hendle yeoja itu ne.” bisik Donghwa. Dan Kyuhyun menganggukan kepalanya dan pergi berlalu.

“Oppa, apa yang dilakukan yeoja itu disini?” ucap Yeojin yang mulai gelisah.

“Kamu tenang saja chagi, dia tidak akan bertemu dengan Donghae dan Yoona disini.” Jawab Donghwa dengan berbisik.

“Eonni, kenapa? Sepertinya ada yang mengganggu pikiran Eonni?” ucap Yoona.

“Anniya, chagi… Eonni baik-baik saja.”

_TBC_

Hy Reader’s semua…. Akhirnya Don’t Leave Me Chapter 6 terbit juga…. Setelah tertunda beberapa bulan akhirnya bisa nyelesaiin FF ini…

Apa Yang dilakukan Jessica di tempat itu? Apakah Jessica akan bertemu lagi dengan Donghae? Akankah usaha semua orang berhasil mencegah pertemuan Jessica dan Donghae? Ditunggu yyyaaa chapter selanjutnya….

Happy Reading Chingu….

NB: Oiyaa bagi yang mau baca part 5 yang don’t leave me silahkan SMS : 0812 9391 8903 ke Aku yaa… tapi dengan syarat kalian coment di part selanjutnya…

Advertisements

5 thoughts on “Don’t Leave Me Chapter 6

  1. seneng aku baca yahhh unnie . moga2 jessica ga bkl ngancurin hub yoonhae . bikin yoonhae lbh romantis lg donkk unnie heheheheh . sweet bnget
    oh iya aku blm bca yg part 5 yahh .
    fighting unnie

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s