[Oneshoot] He’s My Brother?

hes-my-brother-request

 

|| Title: He’s My Brother? || Author: Phiyun || Genre: Romance || Cast: Im Yoona | Choi Siwon ||

Poster Credit : Little Cookie@ArtZone (Gomawoyo ^^)

 

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film maupun buku yang pernah ditonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

 

Cerita kali ini aku fokuskan di Pov Yoona ya ^^

 

*** Happy  Reading ***

~Summary~

You’ll never be my brother because I love you!

~~~000~~~

Dari kejauhan terlihat ada seorang gadis sedang duduk sendiri sambil bertopanag dagu tak jauh dari bangku taman. Wajahnya nampak sangat sendu, entah apa yang sedang dia fikirkan sekarang. Tak berapa lama kemudian datanglah seseorang menghampiri gadis tersebut.

 

“Yoona-ah, kenapa kau terlihat murung?” Tanyanya sambil menepuk pundak gadis itu.

“Ah, Sooyoung-ssi. Aku sekarang lagi tak mood.” Balas Yoona seraya menghela nafas yang panjang.

 

Temannyapun lalu duduk disamping Yoona dan mulai bertanya kepada Yoona kenapa dia terlihat tak bersemangat. “Kau bisa menceritakan padaku, kalau kau mau. Aku akan setia mendengarkannya.” Kata Sooyoung sembari merangkul pundak temannya untuk lebih mendekatkan tubuhnya disampingnya.

 

Gomawo, Sooyoung-ah. Sebenarnya tadi pagi ibuku bercerita kalau dia akan menikah lagi dengan seorang pria duda yang memiliki seorang anak laki-laki. Aku takut, kalau aku nantinya tak bisa akrab dengan keluarga baruku ini. Apalagi aku dan ibuku sudah terbiasa tinggal berdua jadi aku mungkin akan merasa canggung nantinya.” Ucapku.

 

“Aku setuju dengan mu Yoona-ah, pasti semua itu akan berat kau jalani. Tapi kau harus ambil segi positifnya kalau ibumu akan bahagia kelak bersama pasangan hidupnya sekarang. Apakah kau tak merasa kasihan bila tak ada seorang laki-laki yang menemani ibumu?” Tanya Sooyoung lagi.

 

Aku hanya bisa menghela nafas yang panjang saat memikirkan itu. Benar apa yang dikatakan oleh Sooyoung, kasihan juga eomma, bila tak ada seorang pria yang melindunginya. Setelah 4 tahun appa pergi meninggalkan kita berdua meninggalkan dunia ini. eomma selalu bekerja keras, dia bahkan jarang dirumah. Dan kini dia sangat bahagia karena sudah ada pendamping hidupnya. Kalau aku tak merestuinya aku pasti akan menjadi anak yang tak tahu diri.

 

“Benar apa yang barusan saja kau katakan Sooyoung-ah, mungkin aku harus bisa memikirkan sisi positifnya.” Kataku sembari tersenyum tipis. “Begitu dong, kau harus tetap senang. Bagaimana kalau aku ajak kau kesuatu tempat yang seru.” Tawar Sooyoung.

 

“Memangnya kita mau kemana?” Tanyaku. Kemudian Sooyoung mengambil sesuatu dari kantong sweeternya. “Tada… ayo kita pergi ke kencan buta.” Kata Sooyoung sambil memperlihatkan sebuah brosur kehadapanku dan itu membuatku tersentak kaget. “Hahha… makasih, sepertinya aku harus pulang.” Kataku sembari bangun dari tempat duduk namun saat aku hendak bangun tanganku langsung ditarik oleh Sooyoung. “Yoona-ah, jebal. Tolong teman aku Yoona-ah. Aku ingin mencoba sekali saja, lagipula kita ini kan sudah kelas 3 SMA jadi kita sudah cukup dewasa untuk mengenal seorang pria, betulkan Yoona-ssi.”

“Benar sih, tapi…”Dengan nada yang ragu.

“Tapi kenapa, Yoona-ah?”

 

Akupun terdiam. Sebenarnya aku sama sekali tak tertarik dengan hal seperti itu. Lagipula aku tak mungkin bilang kalau aku sedang menunggu seorang pria selama 4 tahun belakang ini kepada Sooyoung. Kalau aku mengatakannya mungkin aku akan ditertawakannya habis-habisan kelak.

 

“A-apakah kau tak takut kalau nanti saat kita bertemu dengan mereka kita nantinya dipaksa untuk ikut pergi bersama dengan dirinya? Ka-kalau dia memaksa kita untuk pergi ke hotel bagaimana?” Kilahku.

“Yah.. Yoona-ah kau teralu berfikir terlalu jauh. Tak mungkinlah dia akan melakukan itu. Meskipun iya kita langsung pergi saja.” Jawab Sooyoung dengan nada yang santai. “Jadi kau mau ikut tidak?” Tambahnya. “A-aku…” Tiba-tiba dari belakang punggungku ada seseorang yang memelukku dan kemudian orang tersebut mengambil brosur yang ada di gengamanku.

 

“Jangan menyuruh orang yang sangat berhargaku ini melakukan hal yang konyol.” Kata sosok dibelakangku. Saat aku menolehkan kepalaku kebelakang aku sangat terkejut. “K-kau…” dengan mulut terbuka lebar dan kedua mata yang terbelalak lebar.

 

“Ini aku kembalikan.” Kata namja itu kepada Sooyoung sambil memberikan brosur yang ada di gengamanku kepada Sooyoung. “Ayo kita pergi sekarang, Im Yoona-ssi.” Ucapnya seraya menarik lengan ku untuk pergi berjalan dengan dirinya dan akupun ikut bersama dengan pria itu tanpa ada perlawanan sedikitpun.

 

~~~000~~~

 

Ditengah perjalanan langkah kaikupun aku hentikan. Namja itupun ikut menghentikan langkah kakinya. “Yah! Kapan kau kembali dari luar negeri Choi Siwon-ssi?” Tanya ku, tapi pria itu hanya menyunggingkan senyuman padaku. Aku tak suka saat dia tersenyum padaku. Lalu gengaman tangannyapun aku hempaskan. “Lepaskan, aku! Aku tak mau bertemu dengan mu lagi!” Bentak ku lalu akupun berjalan melintasi dirinya namun saat aku melewati Siwon, lenganku ditahan olehnya. “Mianhaeyo, Yoona-ah. Maaf sudah lama aku tak menghubungimu.”

 

Akupun lalu menoleh kearahnya. “Maaf?? Sebegitu mudahnyakah kau berkata pada ku dengan kata Maaf saja? Aku sudah menunggumu hampir 5 tahun, apakah kau sadar itu? Katanya kau akan menghubungiku tapi mana buktinya kau malah menghilang tanpa kabar berita.”Kataku dengan nada yang bergetar.

 

Untuk sesaat Siwon hanya terdiam namun itu tak berlangsung lama, akhirnya Siwonpun membalas perkataanku. “Aku memang salah kepadamu. Aku sangat menyesal sudah membuatmu menunggu terlalu lama untuk diriku. Tapi kita akan selalu bersama untuk kedepan nantinya percayalah padaku.” Katanya sembari menggengam kedua tanganku.

“Benarkah? Benarkah kau tak akan pergi lagi meninggalkan diriku seperti 4 tahun yang lalu?” Ucapku dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

“Heemm… Aku akan selalu disampingmu, karena kau adalah orang yang sangat berharga dihidupku. Tuturnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya. “Kalau begitu ayo ikut dengan ku. Ada yang mau akau perlihatkan padamu.” Tambahnya sembari menarik lenganku kembali untuk ikut bersama dengan dirinya.

 

“Tapi… kita mau pergi kemana?”

“Sudahlah, kau ikut saja dengan ku. Nanti juga kau akan tahu kemana kita akan pergi.”

 

Setelah itu kamipun naik kedalam bis. Di perjalanan Siwon tersenyum riang apa yang sedang ada didalam pikirannya kali ini. Saat aku tanya dia haya berkata. “Tunggu saja, nanti kau akan tahu apa yang akan aku tunjukan kepadamu.” Kalimat itu se;alu terngiang-ngiang di telingaku. Sebenarnya apa yang sedang dia sembunyikan padaku. Itu membuatku semakin penasaran dengan apa yang akan dia unjukan padaku.

 

~~~000~~~

 

~1 Jam kemudian~

Siwon Lalu mengajak ku kesebuah apartemen. Jantungku berdegup kencang, kenapa dia mengajak ku ke apartement. Apakah dia akan memperkenalkan ku kepada kedua orang tuanya. Dengan nada yang berhati-hati akupun bertanya. “Siwon-ah, apakah kau ingin mengajakku bertemu dengan orang tuamu sekarang?”

 

Pria itupun lalu  menjawab pertanyaanku dengan anggukan kepala  seraya menunjukan lesung pipitnya kepadaku. “Kenapa kau tak memberi tahuku dari awal? Aku kan bisa mempersiapkan diriku terlebih dahulu.” Kataku. Kemudian  akupun menghentikan langkah kakiku sejenak kemudian berkata. “Bagaimana kalau aku membeli sesuatu terlebih dahulu untuk orang rumah mu.”

 

“Yoona-ah, kita sudah tak punya banyak waktu, sudahlah kau tak usah membawa apapun, lagipula yang di inginkan oleh orang rumah bukanlah buah tangan dari kita tapi kita berdua.” Kemudian Siwon membawaku kedepan sebuah pintu dan kemudian pintu itupun dibukanya.

“Cekklek…”

 

Kami berduapun masuk dan tiba-tiba keluarlah sosok wanita yang aku kenal, ya sangat aku kenal malahan. “Eomma?!” Teriak ku kaget dengan kedua mata yang membulat lebar.

 

Lalu wanita paruh baya itu menarik seorang pria yang tak jauh umurnya dari dirinya kehadapan Yoona yang masih terkejut. “Yoonaku sayang, perkenalkan ini calon ayah barumu, Tuan  Choi.” Kata wanita paruh baya itu seraya tersenyum lebar. “Mwo?!” Tanyaku lagi namun kali ini dengan mulut yang terbuka lebar. “Iya, tadinya eomma mau mengenalkannya nanti saat kau lulus SMA tapi Tuan Choi ingin segera melamar eomma secepat mungkin.”

 

“Deg…”

 

Seketika jantungku seperti tertusuk beribu-ribu sebilah pisau. Pikiranku tiba-tiba kosong bahkan kedua kakikupun tak mampu lagi menompang tubuhku. Namun sebelum aku terjatuh, tubuhku sudah di tahan oleh orang yang dibelakangku.

 

“Siwon-ah, a-apakah i-ini maksud perkataanmu saat kita diperjalanan?” Tanyaku dengan suara yang parau.

“Ya, ini maksudku. Aku bahagia kita bisa menjadi satu keluarga dan aku juga bisa selalu menemanimu.” Ucapnya sambil tersenyum padaku.

 

A-ani!!! Aniya!!! Aku tak mau!!!” Aku ingin berteriak. Kalimat itu yang ingin aku ucapkan didepan mereka semua. Aku benar-benar ingin meneriaki kalimat itu, tapi aku tak punya daya untuk melakukannya. Bibirku terasa terkunci rapat. Terngerokanku seperti tercekik bahkan aku tak mampu menelan ludahku sendiri saat memikirkan hal itu.

 

“Yoona-ah, gwenchana?” Tanya Siwon dengan wajah yang khawatir. Aku tak mampu berkata-kata lagi. tubuhku seperti mati rasa. Dan dengan tangan yang bergetar aku raih kerah lengan jaket milik Siwon dan berbisik pelan padanya. “Siwon-ssi, bisakah kau membawa ku pergi dari sini. Kepalaku terasa pusing.” Ucapku sambil menundukan kepal karena aku tak mau dia melihat ekpresi wajahku yang tak karuan saat ini.

 

Appa, aku mau mengantarkan Yoona dulu kekamar, sepertinya dia nampak kelelahan.”

“Ya, bawalah dia untuk beristirahat.” Setelah berpamitan lalu tubuhku digendongnya menuju kesebuah kamar. Ya, kamar miliknya. Tubuhkupun lalu ditaruhnya diatas ranjangnya. “Yoona-ah, aku tinggalkan kau sebentar ya. Aku mau mengambil  obat untuk meredakan sakit kepalamu.”

 

Saat dia hendak pergi aku meraih lengan jaketnya. “Tidak usah, Siwon-ah. Aku hanya cukup istirahat sebentar. Terimakasih sudah mengantarkan ku kesini.” Ucapku kemudian aku menarik selimut yang ada dibawah kaki dan lalu tidur memunggunginya. “Baiklah, kau beristirahatlah sejenak. Nanti aku akan membangunkanmu saat makan malam tiba.”

 

Aku tak sanggup membalas ucapannya. Tubuhku bergetar hebat karena aku berusaha menahan air mataku dari hadapannya. Aku tak terima dengan kenyataan ini. Aku tak mau menjadi adiknya. Sungguh aku tak mau. Tak berapa lama kemudian pintupun tertutup. Perlahan-lahan aku menolehkan kepalaku kebelakang. Ternyata dia sudah keluar dari sini dan akhirnya airmata yang aku bendungpun tumpah. Aku mulai manangis terisak-isak. Aku tahu semua itu tak akan mengubah apapun, seberapa banyakpun air mata yang aku keluarkan untuknya bahkan walaupun aku menangis darahpun itu tak akan mengubah kenyataan kalau pada akhirnya kita akan tetap menjadi satu keluarga ya kakak beradik yang tak bisa aku hindari dari dirinya. Orang yang sangat aku tunggu selama 4 tahun lebih dan cinta pertamaku yang tak akan pernah bisa aku gapai untuk selamanya.

 

~~~000~~~

 

~Flash Back~

~4 tahun yang lalu~

 

Terlihat ada seorang gadis manis dengan baju seragam sekolah SMP sedang duduk didalam cafe. Wajahnya tampang ceria sambil menunggu pesanannya. Tak berapa lama kemudian datanglah seorang namja dihadapannya sambil membawa dua buah ice cream yang cukup besar didalam satu gelasnya.

 

“Tada… pesan mu sudah tiba, Nona Im Yoona-ssi.” Ucap pria tersebut.

“Ah… Gomawoyo, Tuan Choi Siwon-ssi.” Balasnya seraya mengambil gelas berisi ice cream dari atas nampan di hadapannya dan kemudian ice cream itu dilahapnya.

“Eehmm… bolehkan aku duduk.” Tanya Siwon dengan senyum yang memaksa.

“Silakan, tanpa aku pintapun kau juga akan tetap dudukkan?” Kata gadis itu sambil tetap sibuk memakan ice creamnya.

Ne..ne..ne… Baiklah aku kalah lagi dengan mu.” Kemudian duduk didepan Yoona.

“Memangnya kita sedang bermain apa? Kok kamu bisa kalah dengan ku?” Tanya Yoona dengan wajah polosnya.

 

Siwon hanya bisa menghelakan nafas yang panjang sambil pandangannya memandang jauh keluar arah cafe. “Kita memang sedang tak bermain, Im Yoona-ssi. Aku hanya… sudahlah itu tak penting, lebih baik kau habisi saja ice cream mu itu.”

“Tentu akan aku habiskan, tanpa kau suruh aku akan menghabiskannya bahkan ice cream punyamu aku sanggup menghabiskannya, hehehe…” Tawanya riang dan namja itupun ikut tersenyum saat melihat gadis dihadapannya terlihat senang.

 

Beberapa saat kemudian pria itupun menghentikan memakan ice creamnya. Wajahnyapun berubah menjadi sedih saat melihat gadis yang sedang ada dihadapannya. Gadis itupun merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Siwon.

 

“Ada apa, dengan mu Siwon oppa? Apakah kau baik-baik saja?”

“Yoona-ah sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu.” Sambil menaruk sendok makannya.

“Katakan saja padaku. Kenapa wajahmu terlihat begitu sedih?”

“Sebenarnya aku ingin berpamitan dengan mu. Aku akan melanjutkan sekolahku ke Belanda. Kebetulan ayahku dipindah tugaskan disana jadi mau tak mau aku harus ikut bersama dengann dirinya kesana.” Kata Siwon dengan suara yang berat dan tiba-tiba sendok yang ada digengaman Yoona jatuh begitu saja dari gengamannya.

 

Untuk sesaat keadaan disekitar mereka terasa canggung. Yoonapun bingung ingin berkata apa saat ini. Pandangan Yoonapun di lemparkannya ke luar jendela cafe, dia tak sanggup untuk melihat lawan bicaranya saat ini. Tapi itu tak berjalan lama karena Yoona akhirnya mencairkan suasana tersebut. “Baiklah, kau diijinkan untuk pergi. Belajarlah yang giat dan buat banggalah kedua orang tuamu. Aku akan mendoakanmu dari jauh.” Balas gadis itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

 

Gomawo, Yoona-ah.” Lalu siwon menggengam kedua tangan gadis itu.”Aku akan kembali lagi secepatnya kesini dan aku akan langsung menemuimu. Aku janji.“

Jinjja?? Kalau kau berbohong padaku apa hukumannya untuk mu?”

“Aku akan menjadi budakmu selama satu hari full.” Katanya dengan nada yang meyakinkan Yoona.

“Baiklah, akan aku pengang janjimu. Seandainya kau melanggarnya maka kau harus siap menerima hukuman dariku, araso!” Dengan nada yang ditinggikan. “Ne, Araseumnida agashi.” Balas Siwon dan mereka berduapun tertawa bersama-sama.

 

~Flash back end~

 

~~~000~~~

 

~Malam harinya~

 

“Tok..tok..tok..” Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar Yoona. Karena tak ada sahutan dari dalam kamar tersebut akhirnya Siwonpun langsung masuk kedalam. “Yoona-ah, ini aku bawakan makan malam untuk mu.” Kata Siwon namun Yoona tetap tidur memunggungi Siwon. “Baiklah, kalau begitu makanannya aku taruh di atas meja ya.”

 

Saat Siwon menaruh makan malam Yoona diatas meja yang berada tepat disamping ranjang, Yoonapun langsung bangun dari atas ranjangnya. Ternyata sedari tadi Yoona hanya berpura-pura tidur. “Dasar Pembohong!” Kata Yoona

“Eh…?”

“Sudah senjak kapan kau kembali ke Seoul?” Tanya Yoona.

“Hampir setengah tahun yang lalu. Aku sebenarnya ingin menghubungimu tapi aku kehilangan nomor kontakmu sehingga aku tak bisa menghubungimu.” Balasnya.

 

Melihat wajah Siwon seperti itu akupun menjadi tak tega namun hatiku tak bisa berbohong kalau aku sangat kesal dengan dirinya saat ini. “Yah Siwon-ssi, aku juga tak suka saat kau tiba-tiba tadi datang menghampiriku di taman dan melarang aku pergi dengan sahabatku Sooyoung ke acara kencan buta yang akan kami datangi tadi.” Kataku dengan berkacak pinggang.

 

“Perbuatan yang akan kau lakukan itu sangat berbahaya, Yoona-ah.”

“Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tak butuh perlindungan darimu. Aku ini sudah dewasa, bukan anak kecil lagi! Kau jangan berlaga seperti kakak ku, kau itu bukan kakak ku!!!” Bentakku dengan nada yang emosi.

 

Tiba-tiba wajah Siwonpun berubah drastis, ekspresi wajahnyapun menjadi serius. Tiba-tiba Siwon langsung mendorong tubuhku kebelakang dan alhasil tubuhku sekarang ada dibawah tindian tubuhnya dengan kedua tanganku yang dikuncinya dengan erat.

 

“Yah! Apa yang sedang kau lakukan Siwon-ssi!” Teriak ku.

“Katamu, kau bisa menjaga dirimu? Coba sekarang buktikan padaku kalau kau bisa melawanku.” Balasnya dengan wajah yang datar. Akupun mulai meronta-ronta tapi tenagaku tak cukup kuat untuk melawannya.

“Yah, Im Yoona-ssi. Kau jangan suka bermain-main dengan namanya lelaki. Tenagamu tak cukup kuat melawannya.”

“Kau jangan sok menguruiku!” Teriakku lagi dan akupun masih sibuk melepaskan diri dari  tindian tubuhnya. Tapi itu percuma aku tak berdaya olehnya. “Apakah kau tahu, Yoona-ah. Gerakan tubuhmu yang seperti itu membuat lawanmu itu semakin ingin mengerayangi tubuhmu.” Kata Siwon sambil mendekatkan wajahnya padaku.

 

“Deg…” Jantungku seketika berdetak kencang. Kedua pipiku pun mulai memanas dan tanpa aku sadari kedua matakupun meneteskan airmata. Melihat itu gengaman tangankupun dilepaska oleh Siwon dan diapun lalu bangun dari atas tubuhku.

 

“Maafkan aku, Yoona-ah. Aku terlalu berlebihan tadi.” Katanya sambil membelakangiku. Sebenarnya aku menangis bukan karena perbuatannya yang tadi tapi aku merasa sedih kenapa saat aku sudah bertemu dengan mu aku harus menerimamu menjadi saudara tiriku. Aku tak mau ini semua terjadi.

 

“Lebih baik kau beristirahlah dulu, aku pergi dulu.” Lalu Siwonpun berjalan keluar dan kemudian menutup pintu tersebut. Akupun berjalan untuk menghampirinya namun keinginan itu aku urungkan. Tanganku tak mampu untuk membuka pedal pintu ini.

“Aku tak mau menjadi adikmu, Siwon-ah. Aku tak mau.” Gumamku pelan dan ternyata dibalik pintu tersebut masih ada Siwon yang sedang bersandar diluar sana. “Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan tadi, paboya. Kau seharusnya menahan perasaanmu saat tadi, Siwon-ssi.” Maki Siwon dalam hatinya.

 

~~~000~~~

 

~Keesokan paginya~

 

Dengan wajah yang ditekuk Yoonapun turun dari kamar Siwon dengan baju yang sudah disiapkan oleh ibunya saat kemarin siang untuk berganti bajunya. Dibawah tangga Siwonpun sudah berpakaian rapi saat menunggu Yoona turun dari atas ruang kamarnya.

 

“Kita sarapan di luar yuk.” Tawar Siwon dengan wajah yang ceria.

Shireo!” Balasku.

“Yah, aku sudah rapi-rapi begini masa tak jadi pergi.”

“Kau saja yang pergi aku dirumah saja.” Sambil berjalan melewati Siwon.

 

“Yoona-ah!  aku ingin meminta maaf padamu saat kejadian kemarin.” Teriaknya sembari memanggil namaku. Langkah kakikupun terhenti dan setelah itu tubuhku aku baikkan. “Hari ini aku siap menerima hukuman darimu.” Tambahnya.

 

“Hukuman apa?”Tanyaku. “Kitakan dulu pernah berjanji kalau aku melanggar sumpahku aku akan menjadi budakmu selama seharian penuh dan aku siap menjalani hukumanku hari ini.” Aku sempat kaget dengan apa yang barusan saja dia katakan padaku. Dia menganggap serius ucapannya saat waktu dulu. Aku saja sudah lupa dengan janji itu.

 

Lalu akupun menjawab sambil menyunggingkan sudut bibirku. “Baiklah, kau harus menuruti semua keinginanku tanpa pengecualian. Apakah kau mengerti?” Siwonpun lalu menganguk-angukan kepalanya seprti memberi tanda kalau dia mengiyakan perkataanku. “Kalau begitu aku mau…”

 

~~~000~~~

 

“Ini pesenanmu, Nona Im Yoona-ssi.” Sembari memberi nampan yang cukup besar dengan berbagai macam makanan dihadapan Yoona.

“Terimakasih.” Balasku lalu akupun mulai menyantap makanan yang sudah dipesankan oleh Siwon. Saking semangatnya aku sampai tersendak. “Huukk…huukk…hukk!”

“Yah, makanlah pelan-pelan, Yoona-ah.” Ucapnya seraya menepuk pelan punggungku dan kemudian dia memberikan segelas air mineral pada ku. “Makasih.” Balasku kemudian meminum air mineral yang baru saja diberikan pada Siwon.

 

“Yoona-ah, ternyata nafsu bakanmu tak berubah yah, masih sama. Tapi yang membuatku aneh kenapa tubuhmu masih sama seperti dulu.” Kata Siwon lalu dia melipat kedua tangannya. “Maksudmu aku masih pendek begitu?” Sambil kedua mataku melirik Siwon dengan tatapan tajam.

 

A-ani… aku kan tak mengatakan dirimu pendek. Aku hanya bila tubuhmu masih tetap sama seperti dulu hanya wajahmu saja yang berubah.” Kemudian wajah Siwon mendekati wajahku sambil bertopang dagu. “Ma-maksudmu, apa? Memangnya kenapa dengan wajahku?” Balasku dengan tertunduk malu saat dia menatapku dengan kedua matanya yang tajam. “Kamu tambah cantik, aku senang bisa menjadi kakak mu. Mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan oppa ya.” Lalu Siwon mulai mengacak-acak puncak kepalaku dengan lembut dengan sebelah tangannya yang besar.

 

Sebenarnya aku senang saat dia mengatakan aku tambah cantik, tapi didalam hatiku yang terdalam hatiku tak bisa terima kalau dia kelak akan menjadi kakak tiriku. Tak mungkin aku membenam rasa cintaku kepadanya diseumur hidupku kan?

 

“Yak! Hentikan. Kau membuat rambutku berantakan, Siwon-ah. Ya, jelaslah aku tambah canti secara sudah banyak namja yang mengejar-ngejarku. Tinggal aku tunjuk saja siapa yang mau jadi kekasihku.” Kataku dengan percaya diri. “Lalu kalau aku yang mengajukan diri menjadi kekasihmu, apakah aku diterima?”

 

“Deg…deg…deg…” Kali ini detakkan jantungku lebih cepat melebih saat aku dan Siwon berada di dalam kamar kemarin. “Aku mau, kalau kau jadi kekasihku!!!” Teriak ku, namun itu hanya terjadi didalam hatiku saja. Tak mungkin kan kalau aku bilang seperti itu kepadanya.

 

“Aku sudah kenyang, ayo kita pergi sekarang.” Kataku kemudian bangkit dari tempat duduk.

“Yah, tapi makanannya masih banyak yang belum kau habiskan.”

“Kalau begitu, tolong habiskan ya. Aku tunggu kau didepan ya, oppa.” Sambil menyunggingkan senyum kemenangan dihadapannya dan kemudian aku pergi keluar.

“Yoona-ah kau curang, kenapa kau tersenyum seperti itu padaku. Padahal aku sudah menahan perasaanku senjak tadi.” Gumamnya pelan seraya memandangi punggung yoona yang semakin lama semakin menjauh.

 

~~~000~~~

 

~Beberapa menit kemudian~

 

“Maaf lama menunggu.”

“Tidak, aku baru menunggumu 5 menit yang lalu, apakah kau menghabiskan semuanya dalam waktu lima menit?”

“Heemm… memangnya siapa lagi yang akan memakannya kalau bukan aku.”

Deabak!! Baiklah kalau begitu ayo kita pergi nonton.”

“Memangnya kau mau nonton apa?” Tanya pria itu. “Tak bisakah kau meminta hal yang lain?” keluhnya.

“Katamu, kau akan menuruti semua kemauanku. Jadi kau harus mengikutinya.”

“Ta-tapi… baiklah, kau membuatku tak bisa menolaknya. Ayo kita nonton sekarang.”

Kajja…”

 

~Pov Yoona~

Aku tahu kalau kau memangg tak suka pergi kebioskop bahkan mungkin saja ini pertama kalinya kau menginjakkan kaki disini. Aku tak jauh beda seperti dirimu yang baru pertama kali kesini. Apakah kau tahu kita seperti sedang kencan. Dan baru pertama kali juga aku begitu dekat denganmu. senadainya aku bisa menghentikan waktu, aku ingin sekali waktu ini berhenti disaat ini juga.

 

~~~000~~~

 

~Setibanya di Bioskop~

 

“Yoona,ah apa kau yakin akan menonton film seperti ini?”

“Iya, memangnya kenapa?”

“Inikan, film…”

“Iya aku tahu, ini film romantis. Memangnya salah kalau aku mau menonton ini?”

“Tidak… aku hanya…” belum sempat Siwon memnyelesaikan ucapannya aku langsung meraih lengannya untuk masuk bersamaku kedalam bioskop. Sesampainya disana kamipun duduk di bangku yang sudah kami pesan.

 

Kebetualan saat itu keadaan bioskop sedang tak terlalu ramai dan disana juga banyak sepasang kekasih sedang akan menonton. Tak beberapa lama kemudian lampupun dimatikan. Keadaan menjadi remang-remang. Ternyata baru saja dimulai filmnya, tiba-tiba ada adengan ranjang di scening awal. Aku mulai canggung saat hendak menontonnya dan pandanganku aku buang kearah lain ternyata saat aku menengok kesamping ada sepasang kekasih sedang asik berciuman. Sontak kaupun langsung  menunduk malu.

 

‘’Yah, kenapa jadi seperti ini.” Ucapku pelan sambil menutuppi mataku dengan sebelah tanganku. Tak beberapa lama kemudian aku menepuk bahu Siwon. “Siwon-ah ayo kita pergi sekarang.” tapi Siwon tak mengubrisnya. “Yak!Siwon-ssi!” Bentak ku dan akhirnya Siwon menoleh. “Yoona-ah bisaah kau tenang, aku sedang asik menonton filmnya.” Lalu pandangannya kembali kelayar.

 

“Aku mau pergi.” Kataku. Tapi Siwon masih sibuk menonton karena kesal akhirnya aku bangun dari tempat duduk ku tapi sebelum aku meninggalkan bangku ku. Lenganku di gengam oleh Siwon. “Kau mau kemana?” Tanyanya. “Aku kan sudah bilang, aku mau pergi. Kalau kau mau tetap menonton silakan. Tolong lepaskan tanganku.” Pintaku. “Baiklah, ayo kita pergi.” Lalu kamipun berdua keluar dari dalam ruangan teater tersebut.

 

“Ternyata melelahkan juga ya, kalau pergi kebioskop. Lebih baik kita pergi ketempat yang lain.” Ujarku sambil merenggangkan tanganku keatas. Dan tak sengaja baju yang kukenakan terangkat cukup tinggi  saat aku sedang merenggangkan otot-otot tulang tanganku. Siwonpun langsung memelukku dan membantuku menurunkan bajuku yang terangkat.

 

“Diamlah sebentar, bajumu tadi terselip. Yoona-ah, besok-besok kau gunakanlah pakaian yang lebih panjang.” Ucapnya pelan didaun telingaku.

 

 Lalu aku langsung mendorong tubuhnya dari tubuhku. “Kenapa kau bersikap seperti itu padaku? Kenapa kau memperlakukan aku seperti adik yang sangat berharga tapi gerak gerikmu seperti memperlakukan aku seperti seorang wanita yang sangat kau cintai. Aku bingung dengan perbuatanmu kepadaku saat ini.”

 

“Yoona-ah… Aku…”

“Sebenarnya dimatamu aku ini apa?” Tanyaku sambil memandang lekat kedua manik matanya. Terlihat dengan jelas ekpresi yang ditunjukan Siwon padaku. Ya, Ekspresi kaget sama seperti saat aku mengetahui bahwa kami kelak akan menjadi kakak beradik. Siwonpun lalu tertunduk sambil kedua tangannya mengengam kedua bahuku dan lalu berkata. “Kenapa, kau harus menjadi adikku…”

 

“Apakah kau mencintaiku?” Tanyaku lagi. sontak kepala Siwon yang tadi tertunduk sekarang terangkat dan gengaman tangannyapun dilepaskan dari atas bahuku. “Lebih baik kita pulang sekarang dan tolong lupakan ucapanku yang barusan saja aku katakan.” Kemudian lenganku ditariknya untuk ikut bersama dengannya namun aku langsung menghempaskannya dengan kasar.

 

“Aku tak mungkin bisa melupakannya! Coba katakan padaku kalau kau tak pernah menyukaiku.” Pintaku.

“Yoona-ah, tolong jangan paksa aku.”

“Dasar laki-laki pengecut! Padahal aku mencintaimu! Aku memberanikan diri untuk mencintaimu selama ini! Percuma aku menunggumu selama hampir 5 tahun kalau akhirnya seperti ini lebih baik dari awal kita tak perlu berjumpa!!!” Teriakku dengan kedua mata yang berlinangan airmata. Setelah mengatakan itu aku langsung berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan Siwon.

 

~~~000~~~

 

Ditengah perjalanan tiba-tiba hujanpun turun cukup deras. Langkah kakikupun mulai terhenti saat membayangkan betapa bodohnya aku saat tadi. Harusnya tak seharusnya aku mengatakan hal itu. Tapi aku tak sanggup bila harus menyimpannya terus menerus. Aku cukup bersyukur saat ini hujan karena air tetesan hujan membuat airmataku tak terlihat. Sehingga aku bisa puas menangis tanpa perlu malu didepan orang banyak.

 

Tak beberapa lama kemudian tiba-tiba ada segerombolan pria menghampiriku. Aku tak menyadari kalau pakaian yang aku kenakan cukup trawang saat terkena air hujan. Segerombolan laki-laki itupun lalu mulai mendekati ku. “Hai, Nona mau menemani kami?” Tawarnya.

 

Kedua kakiku mulai gemetar saat salah satu pria menyentuh wajahku. Karena saking ketakutannya kedua matakupun aku tutup dan tiba-tiba dari belakang ada yang memelukku dan saat itu juga kedua kakikupun lemas.

 

Saat aku hendak terjatuh orang yang ada dibelakangku lagsung membopongku. “Kau tak apa-apa, Yoona-ah?” Tanya sosok pria yang sekarang sedang memelukku. “Siwon-ah… Ba-bagaimana… kau bisa tahu aku disini?” Balasku dengan suara yang gemetar.

“Pergi kalian semua! Jangan ganggu gadisku!!!” Bentak Siwon kepada segerombolan pria tersebut dan segerombolan itupun pergi meninggalkan kami berdua. Setelah cukup aman, akupun lalu melepaskan diri dari pelukannya.

 

“Siwon-ah kumohan jangan kau berlaku baik padaku. Lebih baik kita menjaga jarak.”

“Aku tak mungkin bisa melakukan itu semua, Yoona-ah.”

“Kumohon… jangan membuat aku semakin mencintaimu! Aku ingin belajar untuk melupakanmu mulai detik ini dan ingin memulai lembaran cinta yang baru dengan pria lain. Jadi kumohon, lupakanlah aku dan aku juga akan melupakanmu.” Ucapku setelah itu aku berjalan pergi namun belum sempat aku berjalan pergi Siwon langsung memeluk punggungku.

 

“Aku tak mungkin bisa melupakanmu dan aku juga tak mungkin bisa mencintai wanita lain selain dirimu, Yoona-ah.” Bisiknya dengan suara yang serak. Kalimat itu terdengar sangat manis ditelingaku tapi didalam hatiku yang terdala, aku tak ingin mengecewakan ibuku dan menghancurkan hatinya.

 

Saranghae, Yoona-ah…aku sudah tak memperdulikan lagi janji yang sudah aku sepakati dengan ayahku.” Kemudian tubuhkupun dibalikannya dan kami berdua saling bertatapan. “Aku juga tak mau menanggung rasa tanggung jawab sebagai kakak mu lagi karena aku juga mencintaimu dari awal kita bertemu aku sudah jatuh hati padamu, Yoona-ah.”

 

Dengan kedua mata yang berkaca-kca akupun berkata.“Benarkah semua itu, Siwon-ah? Aku sedang tidak bermimpi kan?” Kataku. Lalu kedua tangan Siwon menyentuh kedua pipiku dengan lembut. “Kau sedang tidak bermimpi sayang, ini nyata.” Ujarnya lalu diapun langsung mengecup bibirku dengan lembut. Meskipun hanya seperkian detik namun ciuman itu terasa sangat manis dibibirku.

 

“Siwon-ah, bagaimana dengan hubungan kedua orang tua kita kelaknya? Apakah kita akan tetap menyembunyikan rahasia ini di depan mereka?”

“Masalah itu biar itu menjadi tanggung jawabku nanti sehabis kita dari sini aku akan mengatakan hal yang sebenaranya kepada mereka. Tapi apakah kau mau menemaniku dengan apa yang akan terjadi kelak kedepannya, Yoona-ah?” Tanya.

 “Tentu aku akan menemanimu sampai kapanpun juga. Karena aku mencintaimu Siwon-ah, saranghae.” Lalu kedua lengan tanganku aku lingkarkan di kedua bahu Siwon dan kemudian aku mengecup sebelah pipinya setelah itu aku menundukan kepalaku karena malu.

Kemudian Siwonpun menyetuh daguku dan kemudian mengakatnya sehingga kedua mata kamipun saling bertautan. “Harusnya kau menciumku bukan disini, Yoona-ah tapi disini.” Kami berduapun lalu berciuman untuk yang kedua kali. Bibir mungilkupun dilumatnya dengan lembut dan penuh perasaan,  akupun juga membalas ciumannya tak kalah mesranya.

 

Aku tahu hubungan ini sangat terlarang untuk kami berdua jalani tapi kami tak bisa menghentikan perasaan cinta kami berdua. Cinta kami berdua tidaklah salah. Tapi memang cinta kita berdua terhalang oleh tiang persaudaraan yang amat tebal dan hanyalah waktu yang bisa memusnakan tiang penghalang ini dari kehidupan kami berdua. Entahlah kapan masalah ini akan selesai namun yang jelas kisah kita berdua baru saja dimulai, bahkan di detik ini juga kami berdua tidak akan pernah melepaskan gengaman tangan kita satu sama lain untuk kedua kalinya. Karena kita sudah berjanji akan selalu bersama meskipun apapun yang terjadi didepan sana.

 

~The End~

~~~000~~~

 

Annyeonghaseo Yeorobun ^^

Ketemu lagi dengan Phiyun disini. Semoga kalian gak bosen yah, hehehe 😀

Aku membawakan lagi nih fanfic lepas Yoonwoon. Oh iya bagaimana menurut kalian cerita kali ini? Aku harap kalian semua menyukainya yah. Sequel?? Maybe tapi gak janji, hihii 😀

Maaf juga kalau ada kata yang typon bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum penulis juga manusia biasa, hehehe 😀

Jangan lupa RCL-nya ya, karena komentar dari readers semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam membut fanfic selanjutnya.

 

See you next Fanficku berikutnya…

Gomawo ^^

Advertisements

62 thoughts on “[Oneshoot] He’s My Brother?

  1. Akhirnya mereka bs jujur sm perasaan masing2..bakalan berat nech kedepannya memperjuangkan hubungan mereka sbg kekasih atau tetep jd sudara tiri…

    Fighting n gomawo ya..

    Like

  2. Telat baca ny, asal ny epilog ny dah publish maka ny baca awal ny dlu..cukup rumit cinta yoonwon apalagi mreka bakal jdi sdra tiri moga aja yoonwon dpat meyakinkan kesua orng tua ny dan cinta mreka akan terwujud

    Liked by 1 person

  3. Aduhh dr awal siwon udh tau kalo calon ibu tiri nya itu eomma nya yoona? Knpa ga langsung jelasin ke tn.choi?
    Semoga para org tua mau mengalah yaa buat anak2 nya hehhee
    Satukan yoonwon dongg thor XD ditunggu yaa sequel nya..
    Ajja ajja Fighting 😀

    Liked by 1 person

    • iya disini siwonnya udah tahu, tapi kayanya dia gak tega kalao ngasih tau appanya…
      semoga aja ya ortu mereka berdua bisa mengerti mereka …
      ditunggu aja yah sequelnya, coming soon
      makasih yah dah nyempetin mampir kesini n komennya ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s