Light in the dark

Featured image

Light in the dark | Erlinapark | Park Chanyeol, OC | Oneshot | Angst, AU? Hurt/Comfort | 15+

Ini murni hasil pemikiran ku yang amsrut. Semoga menikmati. Tidak ada Plagiat. Warning! Typo nya banyak..

Summary : “Bagaimana bisa? Seharus nya Chanyeol lah yang menjadi penerus perusahaan itu, bukan paman nya yang licik itu”

—-

Jalan setapak yang begitu tebal karena banyak nya salju yang turun dari atas langit. Membuat semua orang harus mengenakab pakaian tebal serta hangat, tidak ada yang mau mati konyol hanya karena dingin nya musim salju.

Pemuda tinggi dengan kulit putih tampak baru saja keluar dari rumah nya. Park Chanyeol, orang-orang memanggil nya dengan Chanyeol. Pria tinggi itu hidup sendiri dirumah peninggalan Park Kyung Joo, ayah Chanyeol. Ayah dan ibu nya telah lama meninggal, sejak Chanyeol duduk dibangku kelas 2 sekolah menengah akhir. Mengharuskan diri nya untuk mencari nafkah untuk diri nya sendiri. Tidak ada sanak saudara yang Chanyeol kenal.

Chanyeol melangkah kan kaki nya sembari mengerat kan mantel nya. 9.15 AM, waktu nya Chanyeol untuk bekerja, sebagai pelayan di restoran Viva Polo  yang begitu terkenal dikalangan bangsawan kaya, bahkan dengan membawa dompet tebal berisikan lembaran won bisa untuk menikmati makanan mahal di restoran itu.

Setelah sampai, Chanyeol segera menuju keloker nya. Menaruh barang-barang nya dan berganti dengan pakaian khusus pelayan restoran disana. Chanyeol keluar dan tidak sengaja perpapasan dengan salah satu koki.

“Datang lebih awal?” wanita dengan name tag Kwon Jaehe, wanita yang lebih tua dari Chanyeol, menyapa Chanyeol yang datang lebih awal.

Chanyeol menganggukan kepalanya “Nde” meninggalkan Jaehe sendiri.

Kwon Jaehe mengenal kepribadian dari seorang Park Chanyeol. Pria dingin yang tidak banyak bicara dan ramah kepada semua orang disekitar nya.

**

Jam makan siang menghampiri semua karyawan perusahaan di seluruh kota Seoul. Termasuk dengan Baek Lena. Direktur disebuah perusahaan Baek’s Golden. Perusahaan milik orang tua nya yang diberikan kepada anak tunggal nya.

Lena melangkah kan kaki nya menuju ke restoran yang selalu ia datangi saat makan siang. Tidak terlalu jauh dari kantor nya. Jadi hanya hanya berjalan kaki.

Lena juga bersama teman nya Jung Nana.

“Tidak kah mencari tempat lain? Aku bahkan sudah memakan semua menu direstoran itu” pekik Nana tidak suka pada Lena yang selalu mengajak nya untuk makan di restoran Viva Polo.

“Kalau kau tidak ingin. Cari saja rumah makan yang kau inginkan!” Lena menjawab dengan ketus kepada sahabat nya.

“Arra!”

Terpaksa Nana tetap menemani Lena untuk makan siang.

Setelah sampai Lena memesan makanan yang diikuti juga oleh Nana. Setelah memesan tatapan Lena mengedar diseluruh ruangan, seperti mencari seseorang. Nana yang menyadari tingkah, direktur nya hanya menyipitkan mata nya.

“Kau mencari lelaki itu?” Nana pertanya dengan sangat hati-hati.

“Iya, aku tidak melihat nya sedari tadi” jawab Lena masih dengan tatapan mencari seseorang.

“Tepat berada dibelakang mu, sajangmin!” setelah mendengar ucapan dari Nana, Lena membalik kan badan nya.

Bingo! Lena dapat melihat lelaki yang ia cari sedari tadi. Lelaki itu sedang melayani seseorang sepasang kekasih yang sedang makan siang.

“Kau tidak berniat mencari tau nama nya?”

“Entah lah”

Seorang pelayan tampak menuju kearah Lena dan Nana. Benar saja pelayan itu mengantarkan pesanan nya.

“Boleh kah aku bertanya?” Nana menyuarakan suara nya kepada pelayan wanita yang mengantarkan pesanan nya.

“Silahkan, noona”

“Siapa pria yang ada disana?” Nana menunjuk seorang lelaki tinggi. Diikuti dengan Lena yang menolehkan wajah nya.

“Oh, pelayan Park. Nama nya Park Chanyeol”

Lena dan Nana hanya mengangguk mengerti “Terima kasih” ujar Lena menggantikan Nana yang sudah asik makan.

“Baik. Silah kan menikmati” pelayan itu pun berlalu pergi meninggalkan Lena dan Nana yang sedang asik makan siang.

Diperjalanan kembali ke kantor. Lena hanya melihat kosong kearah bawah, memikirkan lelaki yang bernama Chanyeol yang mampu membuat pikiran nya kosong.

“Awas didepan!” Nana berucap dengan suara sangat pelan.

Aww..” Lena memekik kesakitan dibagian ubun-ubun nya. Lena akhir nya melihat lurus didepan nya dan berubah menjadi tatapan sinis kearah Nana “Kenapa kau tidak memberihu ku!”

“Aku sudah memberitahu mu” Nana berucap dengan rasa tidak bersalah.

“Tidak! Kau sungguh jahat Nana” Lena masih mengelus ubun-ubun nya yang masih terasa sakit.

“Kau saja yang tidak mendengar, sajangmin”  Nana tersenyum dan kembali berjalan kearah kantor nya.

“Aishh!!” Dengan langkag besar, Lena mengejar Nana yang mulai mendekati kantor.

Sungguh tingkah Lena tidak mencermin kan bahwa diri nya adalah seorang Direktur. Masih seperti anak sekolah akhir yang masih begitu kekanakan.

.

.

11.00 PM

Waktu nya Chanyeol untuk pulang kerumah nya. Setelah berberes juga mengelap meja, Chanyeol segera keloker nya. Chanyeol berpamitan kepada semua pegawai disana.

“Aku duluan” Sungguh ucapan yang keluar dari mulut Chanyeol tidak beritama senang atau pun sedih. Hanya ada ucapan kata dingin saja.

Chanyeol keluar dari restoran itu dan mulai melangkah kearah rumah nya. Pria itu selalu beraktifitas seperti itu. Pagi sampai malam hanya bekerja dan setelah bekerja dirinya sibuk berdiam diri dirumah nya. Kadang juga saat malam hari Chanyeol menyempatkan diri nya untuk mengunjungi makam ayah dan ibu nya yang berada dikawasan Gangnam. Tetapi ketika hari libur Chanyeol berkunjung disalah satu rumah sakit khusus untuk anak penderita kanker kronis. Chanyeol senang berbagi kebagian kepada semua orang.

Begitu lah Chanyeol. Tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan lelaki penyendiri itu. Tapi tetangga nya sering kasihan kepada nya. Menafkahi diri nya sendiri tampa mementingkan orang lain. Tetangga,Chanyeol juga sering memberikan sarapan kepada Chanyeol dan Chanyeol juga menerima nya dengan senang. Chanyeol bahkan tidak memiliki teman atau sahabat yang dekat dengan nya.

Sampai dipersimpangan jalan. Chanyeol terhenti sejenak lampu berwarna merah tampak menyala diseberang sana.

Chanyeol hanya menatap lurus kearah lampu merah itu. Tanpa melihat kearah lain.

Saat lampu sudah menjadi warna hijau. Saat akan melangkah, ada salah satu mobil yang berhenti tepat didepan Chanyeol berdiri.

Mobil itu menurunkan kaca kiri nya dan memunculkan kepalanya.

Chanyeol hanya  berekspresi datar saat melihat wajah wanita yang meilhat wajah nya.

“Butuh tumpangan?” dapat dipastikan Chanyeol hanya mengerutkan dahi nya.

Seolah tidak memperdulikan ucapa  wanita yang akan memberikan nya tumpangan, Chanyeol melangkah lagi kaki nya meninggalkan wanita itu sendiri.

“Nama ku Baek Lena” Seolah disihir Lena mengerjar Chanyeol yang sedikit memperbesar langkah nya.

Tetap saja Chanyeol tidak memperhatikan nya. Tapi Lena masih saja membuntuti Chanyeol dari arah belakang pria tinggi itu.

Dengan geram akhir nya Chanyeol menghentikan kaki nya dan menoleh kearah Lena yang saat ini tengah terdiam kaku akibat tatapan Chanyeol yang begitu tajam.

“Pergi!” kata Chanyeol tidak bersahabat.

“Tidak akan, sebelum aku tau dimana rumah mu” jawab Lena melipat kedua tangan nya didepan dada nya.

Chanyeol tetap saja tidak manggapi perkataan dari wanita yang baru saja ia temui.

Setelah sampai di depan rumah, Chanyeol langsung masuk kedalam rumah nya. Tanpa melihat kearah Lena yang ada dibelakang nya.

Dengan langkah sedih, Lena meninggalkan pekarangan rumah Chanyeol dan menuju ke mobil yang terparkir tadi, akibat rasa ingin tahu kepada seseorang yang menarik perhatian nya.

**

Keesok hari nya Lena kembali ke kantor nya. Hem berwarna pink soft dan rok hitam selutut yang membuat nya tampak cantik hari ini.

Karyawan yang melihat kearah Lena lantas membungkuk hormat kearah nya. Lena lantas hanya tersenyum kepada karyawan nya.

Lena memasuki kantor nya yang berada dilantai 4 gedung itu. Berselang beberapa menit asisten Jung masuk kedalam ruangan nya, membawa berkas untuk hari ini.

“Noona, ada perkas yang harus Anda tanda tangani” kata asisten Jung dan menaruh berkas itu dimeja Lena.

“Masalah apa?” tanya Lena memeriksa berkas.

“Untuk menjalin kerja sama, noona.” jawab asisten Jung.

Perusahaan CL.Park begitu lah nama perusahaan nya. Perusahaan yang memegang aset terbesar di Korea Selatan ini.

Setelah Lena menandatangani berkas nya lantas ia memperikan nya kepada asisten Jung.

“Tuan Jung, boleh kah aku bertanya?” ucap Lena.

Asisten Jung hanya mengangguk kn kepalanya.

“Mau kah kau menyelidiki seseorang?”

Asisten Jung mengerutkan dahi nya tidak mengerti dengan ucapan direktur nya. “Untuk apa noona? Apa noona mendapat masalah.”

“Tidak tidak. Aku tidak ada masalah, hanya saja aku ingin mengetahui identitas keluarga nya” lanjut Lena dengan menatap mata asisten Jung.

“Dimana saya harus memulai nya?” Lena tersenyum senang saat mendengar penuturan asisten nya itu.

“Nama nya Park Chanyeol, salah satu pelayan restoran di Viva Polo, rumah nya terletak di Gangnam blok A nomer 1.” ujar Lena dengan memberikan nya identitas selengkap lengkap nya.

“Baik lah, noona. Saya akan menyelidiki, saya perpisi terlebih dahulu.” setelah mencatat semua ucapan Lena, asisten Jung keluar dari ruangan Lena.

**

Dua hari telah berlalu.

Seperti biasa Lena kembali ke kantor nya. Ingin sekali Lena mengambil hari libur, tapi perusahaan ini terlalu sibuk di setiap hari nya. Mengharuskan Lena berkerja selama 5 Hari full.

Lena merenggangkan tubuh nya sejenak. Penat dengan semua berkas ini itu yang ada dimeja kerjanya saat ini. Memijat sedikit pelipis nya yang sedikit pusing.

Tok..tok..

Suara pintu ruangan Lena berbunyi mengharuskan Lena menegakkan posisi nya kembali.

“Masuk lah.” ujar Lena dari dalam ruangan nya.

Asisten Jung tampak masuk ke ruangan Lena dengan seyum ramah dibibur nya.

“Apa lagi yang harus aku periksa tuan Jung? Sungguh kepala ku saat ini sedang pusing dengan setumpuk berkas ini” ujar Lena tidak suka.

Asisten Jung hanya terkekeh mendengar ucapan atasan yang sudah dianggap anak nya sendiri itu.

“Mungkin ini kau harus memeriksanya, noona?” kata asisten Jung dan memberikan perkas itu kepada Lena.

Lena menerutkan dahi nya dan menerima berkas itu dengan sopan.

“Beberapa hari yang lalu kau menyuruh ku untuk mencari identitas sesorang yang bermarga Park. Aku sudah menemukan nya.” lanjut asisten Jung.

“Kau berhasil mendapat semua informasi nya?” tanya Lena memastikan.

Asisten Jung hanya mengangguk “Benar, pria itu adalah anak dari Park Kyung Joo, direktur perusahaan CL.Park yang cukup terkenal, akibat dari kecelakaan yang menimpa Kyung Joo dan istri nya 7 tahun silam membuat pria itu tinggal sendirian di rumah peninggalan orang tua nya. Anak itu juga lulusan dari Seoul University jurusan managemen. Perusahaan CL.Park saat ini dibawah kendali oleh adik Kyung Joo yang begitu licik untuk mendapat kan tempat direktur diperusahaan itu. Mengharuskan diri nya bermain licik dengan membunuh Kyung Joo dan istri nya yang noteben nya adalah kakak nya” Asisten Jung memaparkan semua yang diketahui nya saat ini.

Mata Lena lantas membulat seketika. Anak dari pemilik CL.Park yang begitu terkenal? Tidak mungkin, ucap Lena dalam hati saat mendengarkan ucapan asisten Jung.

“Mengapa ia tidak mengambil posisi ayah nya dan malah bekerja di restoran? Bodoh nya diri nya.” ucap Lena dalam nada yang rendah.

Tapi asisten Jung dapat mendengar nya “Aku tidak tau. Tapi katanya setiap mlam adik dari Kyung Joo selalu datang ke rumah kakak nya untuk bertemu dengan Chanyeol, tapi Chanyeol menolak nya dengan kasar” tutur nya tanpa melewatkan satu lata sedikit pun.

“Bagaimana bisa? Seharus nya Chanyeol lah yang menjadi penerus perusahaan itu, bukan paman nya yang licik itu” jawab Lena entang.

“Tapi mengapa noona sampai melakukan hal ini? Sebenar nya ada apa?” asisten Jung bertanya dengan curiga.

“Entah lah paman, pria itu selalu memenuhi otak ku. Padahal aku sama sekali tidak mengenal nya” jawab jujur Lena menundukkan kepala nya.

“Aku akan keluar sebentar” Lanjut Lena mengambil tas nya dan juga berkas yang diberi oleh asisten Jung tadi.

Lena lansung menuju ke rostoran Viva Polo, tempat Chanyeol bekerja.

Sesampai nya disana ia mengedarkan pandangan nya keseluruh punjuru ruangan itu. Untung saja saat ini bukan jam makan siang jadi terlihat sepi.

Lena menuju kepada kasir yang ada di restoran itu.

“Bisa bertemu dengan Park Chanyeol?” tanya Lena pada wanita yang berada dibelakang kasir.

“Tunggu sebentar, noona” saut nya dan melangkah pergi menuju ke belakang.

Setelah cukup lama Lena menunggu akhir nya Chanyeol, pria yang ia cari. Akhir nya Chanyeol keluar, menuju kerah Lena terduduk.

“Kau?” tanya Chanyeol tidak percaya.

“Ya, ini aku. Kau masih mengenaliku?”

“Tidak”

“Baiklah jika kau lupa. Nama ku Baek Lena

“Untuk apa kau kemari?” tanya Chanyeol to the poin.

“Hanya ingin bertanya. Apakah ayah mu bernama Park Kyung Joo?” Lena bertanya dengan pelan, takut jika saja Chanyeol marah pada nya.

Chanyeol menganggukkan kepalanya pelan.

“Apa kau tau perusahaan CL.Park?” Lena bertanya lagi. Tapi kali ini lebih pelan lagi.

Chanyeol lagi-lagi menganggukan kepalanya.

“Pasti kau tau dengan pria bernama Park..Chayeon?”

Mata Chanyeol lantas membelak mendengar nama itu melintas ditelinga nya.

“Apa tujuan mu bertanya pria itu?!” akhir nya Chanyeol menyuarai suara nya dengan sedikit membentak.

“Tenang lah. Aku ingin membantu mu, merebut kembali apa yang harus nya menjadi hak mu!” jujur Lena, sungguh saat ini diri nya sangat gugup setengah mati.

“Kau tidak perlu ikut campur masalah orang lain, noona!” Chanyeol mulai berdiri dari duduk nya.

“Dengarkan aku, perusahaan paman mu mengajak perusahaan ku untuk pekerja sama. Aku juga harus mengetahui semua tentang perusahaan itu. Ternyata paman mu cukup licik untuk memegang suatu perusahaan” tutur Lena pada Chanyeol yang masih berdiri terdiam “Duduk lah, aku mohon” Kali ini Lena benar-benar memohon pada Chanyeol.

Dengan senang hati Chanyeol terduduk kembali.

“Aku telah mengetahui semua nya. Aku turut ber duka. Mengapa kau tidak mengambil posisi direktur di perusahaan ayah mu dan memelih untuk paman mu yang mengambil alih?” ucap Lena dengan mata yang menatap kearah Chanyeol “Tidak bisa aku percaya,” lanjut Lena menggelengkan kepalanya.

“Jadi apa rencana mu?” tanya Chanyeol pada Lena.

Dengan sigap Lena manaruh tangan nya di meja “Aku akan menjebak perusahaan itu dan membuat paman mu jatuh ke dalam penjara. Tenang saja, aku wanita karir yang cukup hebat. Jadi jangan khawatir, aku tidak akan gagal” ucap Lena membanggakan diri nya sendiri dihadapan Chanyeol.

“Kau tidak akan bisa”

Wae? Pasti aku bisa hanya dengan melawan orang tua itu. Itu sudah menjadi kebiasaan ku berhadapan dengan pria tua sedangkan aku hanya seorang wanita”

“Terserah kau, noona”

“Bagaimana jika aku bisa memberi mu jabatan direktur diperusahaan CL.Park? Apa yang kau berikan?”

“Sebaik nya kembalilah bekerja, noona”

Hahh, Lena menghembuskan nafas nya kasar “Sudah ku katakan jika nama ku Lena, Baek Lena” ucap Lena tidak suka.

“Baik..Lena-ssi”

Lena tersenyum senang saat Chanyeol menyebutkan nama nya.

Sedangkan Chanyeol hanya sedikit menaikkan sudut bibjr nya saja. Melangkah kan kaki nya meninggal kan Lena yang tersenyum.

.

.

.

Siapa yang tidak kenal dengan club malam yang begitu diminati manusia mulai dari anak pelajar mau pun seseorang yang telah pekerja sekalipun. Banyak yang datang ke tempat itu untuk menghilangkan stres.

Wanita cantik ber rambut panjang dengan dress pink soft yang begitu pas ditubuh nya. Melangkaj melewati mata-mata yang nakal melihat tubuh nya.

Lena berjalan melewati semua tatapan menggoda itu tanpa peduli sekali pun.

Mata nya mengedar ke seluruh club malam itu untul mencara seseorang yang ia cari. Cukup lama mencari ternysta orang ia sedang terduduk di ruang VIP khusus untuk orang yang memiliki banyak uang.

“Lama tidak bertemu, sajangmin” ucap Lena pada seseorang dihadapan nya yang tengah ter duduk santai.

“Duduklah” ujar nya.

“Mengapa kau menyuruh ku untuk ketempat ini?” tanya Lena tidak tau menau.

“Entah lah, aku hanya ingin” kata nya.

“Ayo lah Chan, aku telah membuat mu berubah menjadi sajangmin terkenal saat ini. Ngapa sifat mu masih sama seperti waktu kita bertemu”

Orang itu adalah Chanyeol, pria tinggi yang saat ini telah berubah total. Akibat dari usaha Lena menentang paman nya yang licik untuk memiliki perusahaan milik ayah Chanyeol.

*

Senang bertemu dengan mu tuan Park” Lena menjabat tangan Park Chayeon dengan senyum yang begitu mekar.

“Senang bertemu dengan mu, noona. Ternyata kau lebih muda dari ku. Tidak ku sangka”

“Silahkan duduk lah” Lena memberikan isyarat pada Chayeon untuk duduk dibangku disebelah nya.

“Untuk apa kau meminta perusahaan ku untuk bekerja sama dengan perusahaan mu?” tanya Lena memeriksa berkas yang dibawa oleh Chayeon.

“Perusahaan Anda termasuk perusahaan yang disegani oleh semua perusahaan di Korea Selatan. Sedangkan perusahaan ku adalah perusahaan yang saat perpengaruh untuk perekonomian di Korea Selatan ini” ucap nya panjang lebae menyilangkan tangan nya kedepan dada.

Setelah mendengar itu, Lena tersenyum kecut “Perusahaan mu? Kau yakin kau yang menderikan nya?” tanya Lena denhan menaruh berkas itu dan menatap tajam kearah Chayeon. “Aku tidak yakin dengan ucapan mu?” lanjut nya.

Chayeon hanya membelak tak percaya. Bagaimana bisa direktur muda seperti dia mengetauhui seluk beluk perusahaan CL.Park. “Apa maksud Anda, noona?” Chayeon terlihat sedikit gugup saat ini.

“Park Kyung Joo. Kau tau nama itu? Berani nya adik membunuh kakak nya hanya untuk perusahaan yang jelas bukan dibangun dari usaha mu sendiri. Dan menghancur kan keluarga kaka nya sendiri untuk mengambil alih sebuah perusahaan yang bukan milik, Anda”  Lena berucap dengan sangat entang.

Jelas saja Chayeon saat ini sangat ternganga dengan ucapan wanita muda yang betbicara seolah tidak ada beban “Benar, aku mengambil perusahaan itu. Karena aku iri kepada kakak ku yang begitu terkenal. Jelas aku sangat ingin posisi nya sebagai direktur perusahaan terkenal itu. Jadi aku membunuh nya dan saat ini. Aku telah menjadi direktur diperusahaan milik nya”

“Kau seharus nya tidak pantas dengan posisi itu! Aku tau Tuan Park Kyung Joo memiliki anak lelaki yang pintar, seharus nya ia lah yang menjadi penerus nya bukan kau yang berotak licik, Tuan!” Lena menekan kan setiap perkataan nya kepada Chayeon.

Suasana diruangan itu sungguh sangat panas dan mencekat. Beradu argumen dengan Wanita muda seperti Lena membuat nya harus berucap dengan jujur supaya tidak kalah saat berbicara.

“Jelas saja aku yang pantas! Karena aku telah mengahapus nya didaftar keluarga milik kakak ku!” ucap Chayeon dengan suara yang berat.

“Dan kau pantas untuk masuk kedalam penjara, Tuan!” dengan cepat Lena menepuk tangan nya sebanyak 5 kali.

Bruk..

Suara pintu ruangan Lena berbuka dengan keras. Menampil kan sosor pria gagah dengan seragam polisi yang begitu mapan.

Chayeon otomatis membelak kan mata nya tak percaya dengan apa yang dilakukan dengan Lena.

“Kalian sudah dengan semua pembicaraan nya. Sekarang hukum dia seberat mungkin!” pekik Lena dengan berdiri .

 “Bawa penjahat ini!” lanjut Lena dengan keras.

Tanpa berucap para kepolisian itu membawa tubuh Chayeon keluar dari ruangan itu dengan memborgol kedua pergelangan tangan Chayeon. Sebelum diseret keluar Chayeon melihat sinis kearah Lena.

Lena yang melihat nya dari belakang hanya tersenyum kemenangan terlukis.

“Kau wanita pemberani yang aku kenal, noona!” ucap asisten Jung yang melihat tindakan Lena yang begitu luar biasa.

*

“Berbicarah, jangan hanya satu dua kalimat saja” geram Lena saat berada dihapan Chanyeol.

“Baik”

“Terserah kau saja. Untuk apa kau meminta ku ke tempat ramai seperti ini !” pekik Lena tidak suka pad Chanyeol.

“Mau kah kau tidur dengan ku?!”

Lena membelak kan mata nya tak percaya “Kau kira tubuh ku ini mainan?!”

Chanyeol  tersenyum kecut. “Lalu tujuan mu membantu ku untuk apa? Bukan kah ku menginginkan tubuh ku?” dibantu dengan Dewi Fortuna, saat ini Chanyeol berucap dengan panjang lebar.

Lena tersenyum senang. “Sudah ku katakan kau pasti bisa berbicara dengan kalimat yang panjang” saut Lena.

“Mengalih kan pembicaraan!” Chanyeol melihat kearah Lena, mendekatkan tubuh nya pada Lena “Jawablah pertanyaan ku, noona!”

Saat ini Lena gugup bukan main. Wajah nya dan Chanyeol hanya berjarak 10 cm meter saja “Apa yang harus aku jawab? Untuk apa aku memberikan tubuh ku untuk sesrorang yang sama sekali tidak mencintai ku!” berucap dengan nada yang bergetar.

“Jika aku mencintai mu, mau kah kau tidur dengan ku?!”

“Pria bodoh! Tubuh ku bukan ma-”

Ucapan Lena terhenti akibat dengam bibi Chayeol yang telah membungkam bibir Lena denfan cepat.

Lena memberontak didalam ciuman panas yang dilakukan oleh Chanyeol. Memukul paksa dada bidang Chanyeol.

Dengan sepihak Chanyeol melepaskan ciuman itu dan melihat lekat kearah Lena. Melihat seluruh wajah cantik yang dimikili oleh Lena. “Saranghae!” ucap pelan Chanyeol.

Lena tidak percaya dengan ucapan Chanyeol yang begitu romantis itu “Kau berkata seperti itu untuk mendapat kan tubuh ku. Tidak akan aku terima Tuan”

Chanyeol yang geram akibat perilaku Lena, akhir nya menyentil dahi Lena yang tidak tertutup pino sedikit pun “Wanita bodoh! Aku berucap sesuai hati ku!” Chanyeol tersenyum diakhir kalimat nya.

“Kau tersenyum? Kau benar-benar tersenyum pada ku? Wah.. Kau bertambah tampan jika kau selalu tersenyum seperti ini” Lena menangkup wajah Chanyeol dan menekan pipi Chanyeol, bisa dibayangkan saat ini bibir Chanyeol maju seperti ikan.

“Bitha lepath kan?” kata Chanyeol amburadul.

Dengan berat hati Lena melepaskan tangan nya dan melihat kearah Chanyeol “Baiklah, aku terima permintaan mu. Asal kau langsung menikahi ku, Park Sajangmin?!” Lena tersenyum layak nya wanita penggoda yang ada di club malam itu.

“Dengan senang hati aku akan menikahi mu, sayang!”

Tanpa berkata lagi, Chanyeol menggendong tubuh Lena ala brydal style. Membawa Lena keluar dari club yang begitu ramai saat tengah malam tiba.

**

Burung berkicau dengan sangat keras yang masuk ke dalam gendang telinga, Lena. Membuat nya terpaksa terbangun.

Tangan siapa yang berani melingkar di tubuh ku, ucap Lena saat masih belum setelah sadar.

Dengan sigap Lena melihat kearah kanan nya.

Wajah polos juga damai saat tertidur. Lena mengingat semua yang telah ia lakukan bersama dengan lelaki yang sedang memeluk tubuh nya.

“Kau sudah berubah banyak saat ini. Tetap lah menjadi Chanyeol yang sekarang” ucap Lena pelan dengan membelai rambut Chanyeol.

“Bagunlah, kita harus bekerja” suara Lena mendengung di telingan Chanyeol.

“15 menit lagi. Aku masih mengantuk” jawab Chanyeol manja.

“Perlu aku beritahu, seorang direktur tidak boleh datang setelah karyawan nya datang” pekik Lena membelai surai rambut Chanyeol “Ayo lah, sayang”

Chanyeol masih tidak berkutik di tempat nya. “Aku lelah” kata Chanyeol dengan membenarkan posisi nya.

“Baiklah, akan ku hubungi sekertaris mu. Tidur lah yang nyenyak”

Dengan pelan Lena bangun dari tidur nya dan mengambil baju yang berserakan dilantai. Lena berjalan kearah kamar mandi yang ada di kamar Chanyeol.

Setelah mandi lantas Lena menuju lemari baju Chanyeol, memilih baju yang bagus ditubuh nya. Baju bolos putih yang kebesaran juga jogerspans yang sedikit kebesaran dikaki kecil Lena.

Lena berjalan kearah dapur rumah itu yang berada di lantai satu. Siapa sangka ternya rumah peninggalan orang tua Chanyeol begitu besar.

Mulai memasak dengan apa yang ada di dalam kulkas. Setelah memasak Lena lantas menyiapkan makanan nya diatas meja makan.

“Kau sudah bangun” Lena melihat Chanyeol yang sudah rapi dan seperti nya sudah selesai mandi.

Chanyeol mengangguk kan kepala nya “Kau tidak merasa sakit? Itu pertama kali nya untuk mu” tanya Chanyeol khawatir pada Lena.

“Hanya sedikit nyeri saja” jawab Lena tersenyum. “Sekarang makan lah” lanjut Lena mengambil kan nasi untuk Chanyeol.

Sedang kan Chanyeol hanya tersenyum dan mulai makan. Begitu juga dengan Lena.

.

.

2 Bulan Kemudian.

Dentingan musik klasik tampak memenuhi seluruh ruangan dengan merdu nya.

Seorang wanita cantik dengan baju pengantin yang begitu putih juga cantik serta rambut panjang nya yang di biar kan terurai begitu saja. Melihat kan sisi elegant di dalam dirinya.

“Kau terlihat cantik” ucap Nana melihat sahabat nya yang tengah tersenyum senabg di hadapan cermin. “Aku harap, aku segera menyusul mu” lanjut Nana dengan senyum.

“Terima kasih, aku harap kau mendapat kan jodoh. Misal nya Oh Sehun yang begitu mencintai mu?” goda Lena pada Nana yang sudah memajukan bibir nya.

“Kau benar, aku bahkan tidak yakin jika Oh Sehun mencintaiku”

“Kau sungguh mencintai nya?”

“Sudah lah, jangan bahas seseorang dihari sejarah mu ini”

Crek..

Suara pintu ruangan itu terbuka dwngan lebar. Menampilkan sosok ptia tua yang masih segar. Menghampiri Lena dan Nana yang masih berbincang.

“Acara akan dimulai nak. Apa kau siap?” Tuan Baek tampak membelai surai rambut anak nya “Jadilah istri yang baik untuk nya. Baiklah ayo kita mulai” Tuan Baek meraih tangan Lena melingkar kan nya tepat di lengan kanan nya.

**

Acara sesi pernikahan kali ini sudah berjalan dengan baik dan damai. Sorak riang dari masing-masing tamu mulai memenuhi ruangan itu.

“Sudah ku katakan bahwa teman mu itu banyak, Chan” tutur Lena pada Chanyeol yang sedang melihat teman nya yang ternyata lumayan banyak.

“Aku tidak pernah akrab dengan mereka, hanya beberapa saja” jawab Chanyeol.

Lena terkekeh pelan dan memukul lengan Chanyeol “Bodoh! Bagaimana manusia seperti mu bisa hidup sendirian. Bukan kan manusia adalah mahkluk sosial”

Chanyeol lantas membelak kan mata nya “Kau mengatai ku bodoh?”

Lena mengangguk mantap “Benar aku mengatai mu seperti itu”

“Coba kau ulang sekali lagi?!”

“Manusia bodoh” ucap Lena gugup.

Chanyeol memajukan wajah nya, tepat di depan wajah Lena “Ucapan mu akan berakhir di ranjang, nyonya Park” pekik Chanyeol tepat dihadapan Lena.

Glek

Lena menelan ludah nya pelan. Bagaimana bisa hanya ucapan sepele bisa membuat nya berakhir di ranjang.

“Matilah kau Baek Lena”

.

.

.

END

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s