Unexpected Meeting [Chapter 2]

unexpected-meeting

|| Title: Unexpected meeting || Author: Phiyun || Genre: Romance | Comedy | Fluff || Cast: Im Yoona | Choi Siwon | Lee Donghae | Yuri ||

Poster Credit:  BumbleBee @ Art Zone  (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Preview: Chapter 1 ||

*** Happy  Reading ***

~Summary~

Kehadiranmu mengubah duniaku

~~~ooo~~~

Disepanjang jalan Yoona tak henti-hentinya berlari sambil meneteskan airmata dia sama sekali tak menghiraukan banyak mata yang memandangi dirinya yang sedang berlari mengenakan baju pengantin. Hingga akhirnya langkah kakinyapun terhenti saat tanpa Yoona sadari hak sepatunya patah ditengah jalan.

 

“Bruk!!!” Terdengar suara benturan cukup keras.

“Aaww… apha!” Kata Yoona sambil mengelus sikunya yang berdarah karena terantuk trotoar.

“Semua ini gara-gara pria brengsek itu. Seandainya aku tak bertemu dengannya hari ini aku tak akan mengalami kesialan seperti ini! Awas saja kalau bertemu lagi akan habisi dia dengan kedua tanganku sendiri.” Umpat Yoona sambil mengepal sebelah tangannya.

 

Tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantu Yoona berdiri. “Nona, apakah kau baik-baik saja.” Kata pria itu dengan menyungingkan senyum tipis di wajahnya. Yoonapun kaget saat melihat sosok yang ada dihadapannya sekarang. “Oppa… Donghae oppa, apakah itu kau?” Sampai-sampai tanpa Yoona sadari kedua matanya membulat lebar. “Ya, ini aku Yoona-ah. Sudah lama kita tak berjumpa Yoona-ah. Mari aku bantu kau berdiri.” Kemudian Donghae mengulurkan sebelah tangannya lagi untuk membantu Yoona bangun dari duduknya.

 

Oppa, kapan kembali kesini? Aku kok tak diberitahu sebelumnya?”

Mian, Yoona-ah. Sebenarnya tadi aku mau memberimu kejutan tapi malah kau yang memberiku kejutan.” Sambil terkekeh kecil.

 

“Yah! Adanya aku yang dibuat kaget olehmu Oppa. Sudah hentikan tertawamu, aku sekarang sedang tidak mood.”

“Oke…oke… Tapi Yoona-ah sepertinya gaya berpakaianmu sudah berubah yah setelah 5 tahun tak bertemu dengan ku.” Ucap Donghae sambil menatap Yoona dari ujung kaki sampai ujung rambut. “Apakah kau barusan saja lari dari acara pernikahan?” Seketika wajah Donghaepun langsung berubah serius saat menatap Yoona.

 

“I-itu… ta-tadi…”Dengan tersendat-sendat gadis itu berkata dan itu membuat lawan bicara semakin ingin tahu jawaban apa yang akan dikatakan oleh gadis ini. “Itu, apa? Kenapa kau terlihat sangat gugup, Yoona-ah.” Tanyanya lagi.

 

“A-aku tidak gugup! ta-tadi aku habis melakukan kegiatan teater tak jauh dari sini dan aku belum sempat berganti pakaian.” Kilahnya namun semua itu tak bisa menutupi wajahnya yang sekarang terlihat panik.

 

“Apakah semua itu benar, Yoona-ah. Kau sedang tidak berbohongkan?” Kali ini Donghae mulai berjalan mendekati Yoona perlahan-lahan. “Lalu peran apa yang kau mainkan didalam cerita teater itu.” Tambahnya.

 

Yoona semakin gugup saat wajah Donghae semakin lama semakin mendekati wajahnya. “Pe-peran ku…” Sambil memalingkan wajahnya dari hadapan Donghae. “Yah… kau tahukan kalau aku paling tak suka saat aku sedang bicara lawan bicaraku tak mau menatap kedua mataku.”

 

Oppa… mianhae… aku tak bermaksud membuat dirimu marah.” Dengan kepala yang menunduk bersalah. “Sebenarnya peranku ini… sulit aku ceritakan padamu oppa.”

“Baiklah kalau kau tak bisa menceritakannya padaku, bagaimana kalau aku yang tebak sendiri jalan ceritanya.” Lalu tubuh Yoona langsung digendongnya begitu saja didalam dekapannya.

Mwo? Oppa! Turunkan aku. Aku tak mau membuat mu malu.” Bisik Yoona seraya memukul-mukul pelan dada bidang milik namja itu.

“Untuk apa malu, anggap saja kita sedang melakoni dialong didalam teater. Tapi ceritanya kali ini pengantin wanita dibawa lari oleh sahabat pria wanitanya yang hari ini baru saja pulang dari amerika.” Celetuk Donghae dan tanpa basa-basi dia langsung berlari kencang sambil membopong tubuh Yoona didalam pelukannya.

 

~~~ooo~~~

 

~Pov Donghae~

 

Aku tahu saat ini kau sedang merahasiakan sesuatu pada diriku Yoona-ah. Aku tahu saat ini kau tak bisa mengatakan hal yang sebenarnya padaku. Aku tahu itu karena aku sudah mengenalmu cukup lama. Kita bersahabat bukanlah setahun maupun dua tahun kita sudah bersahabat dari kecil sampai sekarang. Jadi aku tahu saat kau sedang berbohong padaku.

 

Aku sudah lama mengenal dirimu dan aku juga sangat mengenal dirimu tapi nampaknya semua itu tak cukup untuk bisa memberikan hatimu untuk diriku. Mungkin didepan matamu, kau hanya mengangap ku sebagai seorang kakak maupun teman. Tapi di depan mataku kau bukan saja sebagai seorang teman tapi aku ingin kau lebih dari sekedar teman baikku. Aku ingin kau selalu disisiku bukan saat ini saja tapi menjadi pendamping hidupku untuk selamanya.

 

~~~ooo~~~

 

Terlihat ada seorang pria sedang duduk termenung sambil kedua matanya menatap fokus secarik  kertas yang ada diatas meja tepat didepan hadapannya.

“Yah… Choi Siwon-ah… apa yang sedang kau fikirkan tadi. Paboya! Apakah kau sudah gila! Kau seperti sedang menggali kuburanmu sendiri, Siwon-ah.” Maki pria itu pada dirinya sendiri.

 

Pria itu lalu mengambil lembaran kertas itu kedalam gengamannya. “ Hahaha…Nan michesseo?! Tawanya geli. “Setan apa yang merasuki diriku saat membuat surat perjanjian ini. Mungkin waktu itu akal sehatku hilang saat dia pergi dari dalam hidupku. Aku tak bisa terima akan kepergiannya saat itu. Hingga akhirnya aku membuat perjanjian konyol ini untuk diriku sendiri. Padahal sudah 5 tahun berlalu tapi kenapa sosoknya masih terlihat jelas dipikiranku bahkan sekalipun disaat ku menutup kedua mata.”Gumamnya sambil menutup kedua matanya sejenak.

 

“Mungkin memang benar aku terlalu mencintainya, meskipun dia lebih memilih laki-laki itu dibandingkan diriku tapi entah kenapa aku tak bisa membencinya. Entahlah apakah aku sangat tergila-gila kepadanya atau memang aku begitu bodoh yang terlalu banyak mengharapkan cintanya kembali.”

 

Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar ruangan kerja Siwon. “Bruk!!!” Terdengar suara bantingan pintu yang cukup kencang dan itu membuat Siwon terbangun dari lamunannya. Siwonpun lalu langsung menyimpan secarik kertas itu didalam saku jasnya. “Yak! Choi Siwon-ssi… apa yang sedang kau perbuat!!! Kenapa kau lebih memilih seorang gadis kampungan seperti dia dibandingkan wanita pilihanku! Kemana akal sehatmu!!” Bentak wanita paruh baya itu kemudian melemparkan sebuah artikel dari gengamannya keatas meja yang tak jauh dari Siwon.

 

“Bisakah anda sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu?” Balas Siwon dengan wajah yang datar.

“Yah… aku ini ibumu, kenapa kau bersikap seperti itu padaku! Kemana sopan santunmu didepan orang tuamu.”

“Aku tahu kau itu ibuku. Tapi anda harus tahu dimana anda berdiri saat ini. Ini kantorku bukan didalam rumahmu jadi bisakah kau bersikap sopan.” Tambahnya dengan wajah yang tak jauh beda saat tadi.

“Baiklah, bila itu mau mu. Aku dapat mengerti tapi pilihan yang kau pilih ini salah! Apakah kau sadar? Kau mempermalukan harga diri ibumu ini. Apa kau tahu itu?!” Seraya jari telunjuknya menunjuk-nunjuk kearah gambar artikel yang ada diatas meja.

Dengan santainya Siwon mengambil artikel itu dan melihat isi didalamnya dengan seksama. “Tak buruk. Setidaknya aku tak semunafik dirimu, eomma.”

 

“Plak!!!”

Terdengar suara tamparan yang cukup kencang. Terlihat dengan jelas ada tanda kemerahan di sebelah pipi kanan Siwon. Siwonpun lalu menyentuh pipinya yang agak kemerahan itu kemudian menatap tajam kearah orang yang barusaja menampar dirinya dengan dengan kedua mata yang tajam.

 

“Jaga ucapanmu itu! Apa maksud ucapanmu terhadap ku, Siwon-ssi.” Dengan tangan yang bergetar karena menahan amarah.

Tak beberapa lama kemudian Siwonpun tertawa “Hahaha… Kau tanya apa maksud ucapanku!? Haruskah aku membeberkan betapa busuknya dirimu didepan semua orang?”

Mwo? Kenapa sekarang kau bersikap seperti ini pada ibumu? Senjak kapan sikapmu berubah, Siwon-ssi.”

 

“Kau mau tahu senjak kapan aku berubah? Sikapku berubah karena dirimu, eomma. Setelah kau pergi meninggalkan diriku dan appa 5 tahun yang lalu. Kau begitu tega meninggal appa yang tak berdaya karena sakit stroke. Bukan maunya appa mendapatkan penyakit itu. Dia berjuang sekuat tenanganya untuk sembuh dari lumpuhnya namun perjuangannya kau pupuskan begitu saja ditengah jalan. Kau malah menceraikan appa dan menikah lagi dengan pria yang sudah beristri. Kemana hati nuranimu Eomma!” Teriaknya penuh dengan kekesalan.

 

“Siwon-ah…” Ucap wanita paruh baya itu sambil menyentuh lengan putranya namun Siwon langsung menghempaskanya dengan kasar dan kemudian diapun berkata. “Dulu aku sempat berfikir mungkin kau meninggalkan appa karena kau malu mempunyai suami yang cacat atau mungkin karena tiba-tiba perusahaan appa mengalami kebangkrutan kau takut hidup susah jadi kau lebih rela menjadi istri kedua dari pria yang kaya raya dibandingkan hidup susah bersama kami.”

 

Mianhaeyo, Siwon-ah…” Kata ibunya dengan suara yang parau.

“Maaf? Kalimat itu sudah terlambat kau ucapkan eomma, harusnya kau katakan itu sebelum appa meninggalkan dunia ini untuk selamanya! Lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga!” Ucap pria itu dengan suara yang serak.

“Ta-tapi, Siwon-ah… A-aku…” Belum sempat ibunya menyelesaikan perkataannya Siwonpun langsung bangkit dari tempat duduknya. “Baiklah kalau kau tak mau pergi, biar aku saja yang pergi dari sini!” Kemudian diapun berjalan kearah pintu keluar.

“Siwon-ah, Tunggu sebentar. Tolong dengarkan permintaan terakhirku ini.” Langkah kaki Siwonpun berhenti untuk mendengar permintaan terakhir ibunya. “Siwon-ah… tolong kau terima wanita yang menjadi pilihan eomma. Kumohon ini untuk kebaikanmu juga. Nde…”

 

Mendengarkan itu Siwon hanya bisa terkekeh. “Aku kira kau akan berkata apa padaku ternyata pembicaraan tak penting itu lagi yang ingin kau sampaikan padaku? Aku tegaskan sekali lagi padamu eomma, aku menolak permintaanmu dan satu lagi jangan pernah kau mencampuri kehidupanku biar itu semuanya menjadi urusanku sendiri.” Setelah berkata itu Siwonpun langsung keluar dari dalam ruangan kerjanya.

 

Ternyata diluar pintu sudah ada seorang wanita berdiri yang sedang menunggu dirinya. “Sajangnim, apakah anda baik-baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja. Tolong bawakan secangkir teh hangat beserta makanan kecil untuk orang yang ada didalam ya Sunny-ssi.” Pinta Siwon.

Ne araseumnida…”Balasnya setelah itu dia pergi untuk menyiapkan segera apa yang diperintahkan olehnya.

 

~~~ooo~~~

 

Setelah melihat sekertarisnya pergi, Siwonpun kemudian mengambil telefon gengamnya dari saku jasnya. “Sial kenapa seharian ini aku selalu terkena tamparan oleh seorang wanita ditempat yang sama pula?” Gumamnya pelan saraya mengelus sebelah pipinya yang agak bersemu merah kemudian diapun menelefon seseorang.

 

“Tuuth….tuuuth…tuuthh…” Siwonpun kemudian menunggu sampai panggilan telefonnya diangkat dan tak beberapa lama kemudian terdengarlah balasan dari dalam telefon. “Yoboseo…” mendengar ada balasan di telefonnya wajah Siwonpun berubah senang. “Hyung… bisakah kita bertemu sekarang?” Pintanya. “Aaa… kau Siwon-ah, sepertinya hari ini aku sangat sibuk Siwon-ah. Bagaimana kalau lain waktu saja? aku harus menemui klienku saat ini.” Balasnya dari telefon.

 

Untuk beberapa saat Siwonpun terdiam, Siwonpun mulai memutar otaknya agar orang yang ditelefonnya ini mau mengubah pikirannya. “Hyung, jebal… Ini sangat penting didalam hidupku. Kalau aku tak bertemu denganmu sekarang mungkin esok pagi aku sudah tidak ada di korea.” Kali ini nada Siwon sedikit merajuk.

 

Ne…ne…ne… araso… kau mau bertemu dimana sekarang? Aku akan menemui sebentar sebelum aku pergi ketempat klienku.”

Gomawoyo, Leeteuk hyung. Bagaimana kalau kita ketemu ditempat seperti biasa sekarang.” Ujar Siwon.

“Baiklah kita ketemu disana setengah jam lagi.”

“Ye… sampai ketemu disana ya hyung…

“Hheeemmm…”

 

Setelah itu telefon itu ditutup oleh Siwon. Siwonpun langsung bergegas ke arah parkiran mobil untuk mengambil mobilnya yang terparkir disana. setelah tiba disana Siwon langsung menyalahkan mesin mobilnya dan kemudian pergi ketempat dimana dia berjanjian dengan temannya.

 

Setibanya disana Siwon langsung masuk dan sebelum dia duduk,  Siwon  sudah memesan dua cangkir exspresso untuk dirinya dan temannya terlebih dahulu. Tak berapa lama kemudian datanglah orang yang dia tunggu sedari tadi.

 

“Maaf aku datang agak telat, lalu apa yang ingin kau bicarakan padaku Siwon-ah.” Sambil duduk didepan hadapan Siwon.

“Tak apa-apa hyung. Aku juga baru tiba kok. Sebenarnya aku ingin minta tolong sesuatu padamu.”

“Apa itu?”

 

Siwon lalu mengeluarkan sebuah tabloid dan setelah itu tabloid itu dibukanya di salah satu halaman dan kemudian tabloid itu di serahkan pada temannya. “Aku ingin hyung, menghapus semua kabar dari majalah ini untukmu. Kalau perlu hyung hapus pemberitaan ini dari semua media masa maupun media elektronik.”

 

Deabak! Apakah kau benar-benar menikah hari ini, Siwon-ah? Kenapa kau tak mengundangku? Lalu apa masalahnya dengan artikel ini kalau kabar ini benar?” Tanya Leeteuk dengan wajah yang bingung.

“Ini akan menjadi malapetaka ku, hyung. Aku dan gadis yang ada difoto itu tidaklah menikah, saat itu aku hanya menggantikan posisi pengantin pria sedangkan gadis itu menggantikan posisi pengantin wanitanya. Jadi kami berdua tidak melakukan pernikahan seperti bayangan yang dipikiran mu, hyung.”

 

“Jadi kau ingin aku menghapus semua pemberitaan ini disemua media masa.”

Ne, hyung… aku mohon padamu tolong bantulah aku. Aku akan menjadi laki-laki yang amat jahat bila sampai kehidupan gadis itu menjadi berantakan karena diriku.”

 

Untuk sesaat keadaan disana terlihat canggung. Siwon tak tahu kemana lagi dia akan meminta tolong kalau sahabatnya ini tak bisa membantunya. Beberapa saat kemudian Leeteukpun berkata. “Baiklah, akan aku lakukan.” Kemudia pria itupun menhelakan nafas yang panjang. “Jinjja??” Tanya Siwon sambil menyunggingkan senyum yang lebar.

 

“Ya, aku akan melakukannya sampai tuntas. Kau tak usah mengkhawatrikan masalah itu. Ini sih perkara mudah untuk ku. Kau kan tahu aku ini pengacara yang handal dan lagi orang tua ku pemilik salah satu media elektronik terkenal di seoul jadi kau tak usah mengkhawatirnya.”

 

Gomawoyo hyung, aku tak tahu apa yang akan akau lakukan bila kau tak ada. Sekali lagi terimakasih banyak aku tak tahu harus membalas kebaikan hyung dengan apa.”

 

“Kau cukup membalasku dengan hidup lebih baik lagi dari sekarang. Aku tahu kau belum bisa melupakan gadis itu tapi apakah jika lebih baik kau sedikit membuka hatimu untuk wanita lain. Ini juga untuk kebaikanmu, Siwon-ah.” Ucap Leeteuk sembari meneguk minuman yang sudah dipesankan oleh Siwon.

 

“Kau benar, hyung. Aku ingin sekali melupakannya tapi aku belum sanggup untuk menghapus bayangan dirinya dari dalam pikiranku.” Sambil sebelah tangan Siwon menyentuh atas pelipisnya. Terlihat dengan jelas betapa frustasinya Siwon dan Leeteukpun tak bisa membantu banyak dengan permasalah yang dia hadapi kali ini. “Ya sudah, kau tak harus melupakannya saat ini juga. Aku tahu ini berat untukmu. Oh iya sudah pukul berapa sekarang? Aku sampai lupa untuk pergi menemui klienku.” Ungkapnya seraya memandangi arloji yang ada di pergelangan tangannya. “Kalau begitu aku pergi dulu ya, mungkin nanti pagi semua berita tentangmu bersama gadis itu di media cetak maupun media elektronik akan hilang. Kau tunggu saja esok pagi.” Tambahnya. Setelah itu Leeteukpun pergi meninggal Siwon.

~~~ooo~~~

 

Ditempat yang lain Yoona sudah tiba di kediamannya bersama sahabatnya Donghae. Saat mereka berdua masuk kedalam rumah tersebut, Donghae merasa ada sesuatu yang ganjil yang sudah terjadi didalam rumah Yoona. Rumah ini terasa sangat sepi seperti tak ada seorangpun yang berada didalam rumah ini.

 

Dengan nada yang berhati-hati Donghaepun bertanya pada gadis itu. “Yoona-ah kemana kedua orang tuamu?” Yoonapun seketika diam seribu bahasa kedua matanyapun mulai berkaca-kaca saat hendak menjawab pertanyaan pria tersebut. “Appa dan eomma sudah tak ada mereka sudah pergi kesurga dua tahun yang lalu.”

“Aku turut berduka, Yoona-ah. Apakah kau baik-baik saja? Maaf saat itu aku tak ada disampingmu.”

“Kau tak usah merasa bersalah oppa. Aku baik-baik saja. Lagipula keadaan ini sudah berlalu dua tahun yang lalu jadi aku sudah terbiasa dengan keadaan rumah yang seperti ini.” Balasnya dengan dengan tersenyum tipis.

 

“Aku buatkan minum dulu ya untukmu, tunggulah sebentar disini.” Yoonapun lalu pergi bergegas kedapur untuk membuatkan secangkir teh untuk Donghae. Setelahh selaesai membuat minuman Yoona lalu kembali lagi untuk menemui sahabatnya yang sedang menunggu dirinya diruang tamu. “Maaf lama menunggu, silakan diminum minumannya.” Sembari menyodorkan secangkir teh dihadapan Donghae.

 

“Yoona-ah apakah kau tak merasa kesepian tinggal disini?”

Nde? Aku sudah biasa dengan ini oppa. Oppa tak usah mengkhawatirkan keadaanku.”

“Bagaimana, kalau kau tinggal bersama dengan ku? Mari kita buat sebuah keluarga kecil bersama?” Sambil kedua maniknya menatap tajam kearah Yoona. Sontak Yoonapun terkejut. Dia tak percaya dengan apa yang barusan saja yang dia dengar. “Yah… oppa, hentikanlah becandaanmu itu. Ini tak lucu, oppa.” Kilahnya sambil tertawa kecil.

“Aku serius padamu, Yoona-ah. Aku ingin mempersunting dirimu. Aku sudah lama menyukaimu. Apakah aku kurang pantas untuk menjadi teman hidupmu?” Lalu kedua tangan Donghaepun menggengam erat tangan Yoona.

 

Dengan sopan Yoonapun melepaskan gengaman tangannya dari kedua tangan Donghae. “Mianhaeyo oppa, sepertinya aku harus berganti pakaian terlebih dahulu. Aku permisi sebentar.” Lalu Yoonapun pergi meninggalkan Donghae sendirian di ruang tamu sedangkan dirinya berlari masuk kedalam kamar.

 

~~~ooo~~~

 

Setibanya didalam kabar wajah Yoonapun merona merah. Jantungnyapun berdegup dengan kencang. ada rasa senang didalam hatinya namun ada rasa sedih juga yang dirasakan. “ Yah, ada apa dengan dirimu Yoona-ah. Ingat dia itu hanya teman mu ya teman baikmu saja. Mungkin saja perkataan yang dia lontarkan barusan saja itu semata hanya untuk menghiburmu saja.” Sambil menatap sosok bayangan didepan cermin. “Debak! Hari ini sangat luar biasa. Dalam sehari sudah ada dua orang pria yang ingin menikahi aku. Apakah ini suatu keberuntungan untuk ku atau ini awal mula kesialan didalam hidupku?”

 

Beberapa menit kemudian Yoona kembali menemui Donghae dengan pakaian kasualnya. Namun saat Yoona kembali kesana Donghae sudah tak ada dia suadah pergi dan diatas meja ada secarik kertas yang ditulis oleh Donghae sebelum dia pergi. Yoona lalu membacanya dengan seksama satu persatu kata dia cerna secara perlahan-lahan. “Dear Yoona, aku pergi dulu ada sesuatu yang harus aku selesaikan hari ini. Perkataan yang barusaja aku katakan padamu itu benar. Aku menyukaimu dan aku serius ingin meminang dirimu. Esok hari aku akan kembali lagi kesini  untuk membicarakan hal ini padamu. Salam hangat Donghae.”

 

“Yah dia bersungguh-sungguh saat berkata itu padaku? Maldo andwae! Apa yang harus aku perbuat saat dia datang kembali kesini? Tak mungkin aku mengusir dirinya dari dalam rumahku kan?”

 

Tiba-tiba telefon gengam Yoonapun berdering dan intu membuatnya terkaget. “Kkamjjagiya!” Dengan perlahan-lahan Yoonapun melihat siapa yang saat sedang menelefon dirinya. “Mudah-mudahan ini buka dia.” Betapa leganya saat tahu kalau yang sedang menghubunginya bukanlah Donghae. Setelah itu Yoona langsung mengangkat telefonnya. “Yeoboseyo, ada apa kau menelefonku Sica-ah?”

 

“Yah, kau ada dimana sekarang? Apakah kau tahu ada kabar yang hebat di tabloid yang aku baca sekarang.”

“Apa sih berita di tabloid yang tak membuatmu heboh, siapa lagi artis yang berpacaran atau yang sedang bercerai sekarang? aku kira ada apa, kau membuat ku panik saja.” Balas Yoona dengan santai.

“Yah! Berita ini lebih menghebohkan dari pada artis bahkan tokoh pentingpun kalah. Apakah kau tahu orang yang sedang menjadi buah bibir sekarang?” Kata Jessica dengan nada yang semangat.

“Memangnya siapa? Apakah kau mengenalnya?”

“Ye… aku sangat mengenalnya.”

“Kalau begitu siapa dia?” Tanya Yoona lagi.

“Itu kamu, yah… Im Yoona-ssi kenapa kau menikah dengan seorang CEO hari ini tak mengundang diriku!”

Mwo?! Mweorago! Apa yang sedang kau katakan, Jessica-ah?”

“Kamu sedang membaca artikelmu sekarang kalau kau menikahi seorang pengusaha muda yang berbakat dan disini juga dikatakan kau mungkin saja menikah pemuda itu demi uang dan popularitas.”

“Dasar manusia brengsek!” Umpat Yoona dengan kesal.

“Ye? Apa kau sekarang sedang memaki ku?” Tanya Jessica.

A-ani… barusan saja aku sedang memaki nyamuk yang sudah menghisap darahku begitu saja dan yang membuat aku kesal aku tak bisa membunuhnya sama seperti dirinya. Kalau begitu aku sudahi dulu percakapan kita nanti aku telefon kembali pada saat urusanku sudah selesai. Annyeong...”

“Ta-tapi Yoona-ah…”

 

Belum sempat Jessica menyelesaikan ucapannya, telefon itupun lalu dimatikan secara sepihak oleh Yoona. Wajah Yoonapun menjadi geram saat tahu dirinya diberitakan yangg tak baik didalam media cetak. “Yah, Choi Siwon-ssi kali ini kau benar-benar membuat ku marah!! Akan aku habisi kau saat aku bertemu denganmu!!!” Teriaknya kesal.

 

Kemudian Yoona bergegas untuk pergi kembali keperusahaan Siwon. Dia ingin memberi perhitungan pada pria tersebut.  Langkah kaki Yoonapun dipercepat olehnya dan tanpa dia sadari kali ini kakinya tak berjalan lagi melainkan sekarang dia mulai berlari cepat menuju perusahaan Siwon.

 

~~~ooo~~~

 

~Sore harinya di perusahaan Siwon~

 

Terlihat ada seorang gadis berperawakan cantik sedang menuju ke meja receptionis. “Permisi apakah, Pak Choi Siwon ada ditempat?” Tanya gadis itu pada karyawan yang sedang bekerja disana.

“Maaf, Nona. Pak Siwon sedak tidak ada ditempat, beliau sedang pergi.”

Gadis itupun lalu bertanya lagi. “Kapan kira-kira dia datang?”

“Maaf, Nona. Saya tak tahu pasti kapan beliau kembali.”

“Kalau begitu apakah saya boleh tahu dimana alamat rumahnya?” Tanyanya lagi.

“Maafkan saya Nona. Saya tak bisa memberitahukan alamat rumah beiau karena itu adalah privasi kantor. Sekali lagi saya minta maaf.” Ucap karyawan itu sambil menundukan kepala.

“Ya, saya mengerti. Kalau begitu mungkin besok saya akan kembali lagi kesini untuk menemui direkturmu. Tolong sampaikan pesan untuknya kalau Yuri datang kesini untuk menemuinya. Terimakasih.” Kemudian gadis itu pergi meninggalkan meja receptionis dan berjalan keluar pintu gedung tersebut. Tanpa sengaja saat Yoona hendak masuk kedalam dirinya menambrak seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam gedung tersebut.

 

“Bruk!!!” Terdengar benturan yang cukup keras sampai-sampai tas yang ada digengaman wanita itupun jatuh diatas lantai. Melihat itu Yoona langsung memungut tas wanita yang bar saja dia tabrak dan diapun langsung meminta maaf.

 

“Maafkan aku, nona. Apakah anda baik-baik saja?” Sembari memberikan tas wanita itu kepada pemiliknya.

“Lain kali tolong lebih berhati-hati lagi saat berjalan.” Dengan nada yang dingin.

 

Coesonghamnida …” Ucap Yoona sambil membungkukan kepalanya untuk meminta maaf. Dan wanita itupun langsung masuk kedalam sebuah mobil yang terparkir di lobby perusahaan. Setelah melihat wanita itu pergi Yoonapun langsung berlari masuk kedalam gedung tersebut.

 

“Apakah, laki-laki brengsek itu ada! A-ani maksudku apakah Direkturmu ada. Aku ingin bertemu dengannya?” Dengan nafas yang terengah-engah dan peluh yang bercucuran.

“Maaf Nona, beliau sedang tak ada ditempat.”

“Bohong!! Aku tahu dia pasti ada, dimana dia?!” Bentak Yoona.

“Maaf, Nona. Beliau memang sedangg pergi keluar.”

“Jangan bohong padaku! Dimana dia, kalau kau terus berbohong akan aku hancurkan ruangan ini! Cepat katakan dimana si brengsek itu!!!”

 

Tiba-tiba dari belakang datanglah seseorang yang sedari tadi dicari oleh Yoona. “Yah, bisakah kau kecilkan suara mu. Ini kantor bukan hutan. Tingkahmu seperti penghuni hutan saja. Silakan ikut dengan ku.” Katanya dengan nada yang angkuh sambil berjalan kearah ruangannya.

“Ya…ya..yah… apa maksud ucapanmu itu penghuni hutan, dasar bajingan kau lihat saja nanti pembalasanku.” Gumam gadis itu penuh dengan emosi.

 

~~~ooo~~~

 

Setibanya diruang kerjanya Siwonpun langsung duduk diatas sofa dan Yoonapun lalu menyusulnya. “Aku tahu kau kesini pasti karena melihat kabar diberita itukan.” Kata Siwon.

“Baguslah kalau kau tahu, aku tak terima dikatakan wanita materialistis menikah denganmu karena harta. Boro-boro harta mendapat uang saja aku tidak darimu. Ini tak adil untuk ku!”

“Kau tenang saja, semua berita itu sudah aku urus. Kau tinggal terima selesainya saja.”

“Lalu kapan semua ini akan selesai, aku ingin sekarang selesainya!” Pinta Yoona dengan nada yang memaksa.

 

Siwonpun hanya menyunggingkan senyuman kearah Yoona dan kemudian berkata. “Yah… tak semudah itu bisa terjadi nona Yoona-ssi. Semua ini gara-gara kau juga. kenapa kau aktingmu itu setengah-setengah, senadainya kau melakukan peranmu dengan benar dan tak lari dari pelaminan mungkin saja ini tak akan terjadi, sayang.”

 

Yoonapun lalu berdiri dan menghampiri Siwon sambil berkacak pinggang. “Apa!! Jadi semua ini gara-gara aku, apa tak salah!? Adanya semua ini kesalahanmu. Kau sudah berani-beraninya mengancam diriku bahkan kau berani-beraninya menciumku! Dasar pria bajingan!!!”

 

Saat Yoona hendak menampar Siwon kembali tangan gadis itu sudah ditahan oleh lawan bicaranya. “Kau fikir dirimu bisa menamparku untuk yang sekian kali Nona Im Yoona-ssi.” Seraya bangun dari tempat duduknya dan kini mereka saling bertatapan.

 

“Lepaskan aku! Aku tak sudi tubuhku disentuh oleh mu, dasar bajingan!” Sambil meronta-ronta tapi tenaga yang dimiliki gadis itu tak sebanding dengan tenaga yang dimiliki oleh pria tersebut. “Kenapa kau terlihat sangat kesal padaku, Nona Yoona-ssi? Ah… apakah kau kesal karena saat itu aku mengecupmu, yah kita ini bukan lagi anak kecil Nona. Kita bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari itu. Apakah aku harus mengecupmu untuk yang kedua kalinya dengan lebih lembut.” Ujar namja itu sambil tetap memegangi kedua tangan Yoona.

 

“Jangan berani-beraninya kau melakukan itu padaku! Aku bilang lepaskan!” Bentaknya.

“Aku tak mau melepaskan mu, jadi kau bisa berbuat apa sekarang dengan ku?” Tantang Siwon.

“Kau…” Tiba-tiba Yoonapun melakukan perlawanan wajah Siwon langsung diantuk oleh kepala Yoona dan binggo hidung Siwonpun terkena sundulan kepala Yoona hingga hidung pria itu berwarna merah.

“Auww!!! Yak! Dasar gadis gila!” Umpat Siwon.

 

Tubuh mereka berduapun oleng dan jatuhlah mereka diatas sofa. Sekarang posisi  tubuh Yoonapun  ada dibawah Siwon. Yah, Posisi yang tak bersahabat bagi Yoona. “Cepat minggirlah kau dari atas tubuhku?” Teriak Yoona.

 

“Kalau aku tak mau, bagaimana?” ucapan Siwon membuat Yoona semakin marah dan kedua tangan Yoona akhirnya berhasil menggegam erat kerah baju Siwon. “Kalau kau tak segera enyah dari atas tubuhku, saat ini juga atau bahkan detik ini  kau akan mati ditanganku!” Bisiknya dengan nada penuh ancaman.

 

Namun dengan cepat kedua tangan Yoonapun dikunci oleh Siwon dan tanpa sengaja sebelum yoona melepaskan tangannya dari kerah baju Siwon. Yoona tak sengaja merobek kancing baju kemeja yang sedang dikenakan oleh pria itu. “Brreettt…”

 

Dan sekarang dada bidang Siwonpun terekspos dengan jelas didepan matanya. Yoonapun sempat takjub saat melihat dada bidang milik Siwon namun rasa itu langsung berubah menjadi panik. Diapun mulai meronta-rontakan tubuhnya. Namun Siwon tak mengubrisnya dia malah semakin mempererat gengaman tangannya di tubuh Yoona.

 

“Im Yoona-ssi kau harus membayar semuanya yang sudah kau perbuat padaku.” Kemudian Wajah Siwonpun mulai mendekati wajah gadis itu. Tiba-tiba datanglah seseorang masuk kedalam ruangan tersebut. Siwon dan Yoonapun langsung bangun dari atas sofa dan menjauhi satu sama lain. Terlihat dengan jelas wajah kedua orang ini terlihat sangat panik bercampur gugup.

 

“Apa yang sedang kau lakukan dengan gadis ini, Choi Siwon-ssi.” Kata seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan tersebut dengan wajah yang tak kalah terkejutnya seperti Siwon dan Yoona.

 

~TBC~

 

~~~ooo~~~

 

Annyeonghaseo Yeorobun, ketemu lagi dengan Phiyun disini, hehehe 😀

 

Mudah  – mudahan kalian tidak bosen ya ketemu sama aku terus. Maaf ya aku baru bisa postingin kelanjutan cerita fanfic ini dan maaf juga kalau ada kata yang typon bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum author juga manusia biasa, hehehe 😀

Bagaimana ceritanya menurut kalian? Aku harap kalian semua menyukainya ya 🙂

Jangan lupa RCL-nya ya, karena komentar dari readers semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam membut fanfic selanjutnya.

See you next chapter berikutnya…

Gomawo ^^

87 thoughts on “Unexpected Meeting [Chapter 2]

  1. Waduh siwon n yoona ke Gep… posisi yg tdk menguntungkan biat mereka … yg melihat kondisi mereka b2 bgitu pasti berpikiran yg macem2 dah…hhehehhhehe…next chapter selanjutnya…

    Fighting n gomawo ya…

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s