[OneShot] At Least…

tumblr_nq1qk9lHRg1roxgsyo1_500

Title: At Least…

Author anonymouspark

Genre: Fluff, Romance, Friendship.

Lenght: Oneshot

Cast:

Kim Jongin

Bae Song Hee OC/You)

Oh Sehun

Other Cast:

Find it by yourself

Disclaimer: This is just a fanfic. Already posted in my blog here

A/N: This story fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God. Poster made by me.

Do not plagiarize and do not steal any idea from this fict.

Setidaknya aku pernah memiliki kesempatan tersebut, kesempatan pernah memiliki dirimu walaupun hanya sebentar…

Song Hee duduk di salah satu bangku yang ada di taman. Gadis itu terlihat manis dengan gaun putih polos selututnya. Kedatangan Song Hee di taman tersebut tentunya memiliki alasan, yaitu karena seseorang dari masa lalunya meminta Yoon Hee untuk menemuinya. Ingatan Song Hee kembali berputar mengingat seseorang tersebut, memori bahagia maupun memori yang menyedihkan. Setelah berapa lama Song Hee berusaha untuk melupakan semuanya, tetapi semua usaha Song Hee sia-sia karena seseorang tersebut kembali menghubungi Song Hee. Sekarang bagaimanapun Song Hee berusaha kembali mencoba untuk melupakannya, namun tetap saja sulit bagi Song Hee. Karena bagi Song Hee, memori tentang cinta pertamanya adalah salah satu hal penting yang pernah dia rasakan.

***

“Selamat ulang tahun, Sehun-ah,” Song Hee memberi hadiah ulang tahun Sehun dengan senyum di wajahnya. Sehun membalas senyuman Song Hee sebelum menerima hadiah dari gadis tersebut lalu berkata “Terima kasih Song Hee-ya, kau tidak perlu repot-repot memberikan ku kado,”

“Kau berbicara seperti itu pasti karena aku memberimu kado kan, jika aku tidak memberi mu kado, dirimu pasti juga heran kenapa aku tidak memberi mu apa-apa pada hari ulang tahun mu,” Song Hee menggoda Sehun dengan leluconnya yang dibalas dengan tawa Sehun. “Kau benar sekali,” ucap Sehun.

“Bukalah,” ucap Song Hee dengan senyuman dan raut wajahnya yang terlihat gugup. Terlihat Sehun bermain kecil dengan kotak kecil tersebut dan bertanya-tanya dengan isi kado tersebut. Tangan Sehun perlahan membuka bingkisan kado dan melihat bingkisan lagi di dalam kotak kado.

“Oke, kado di dalam sebuah kado, kau benar-benar membuatku penasaran,” ucap Sehun sembari merobek kertas kado yang kembali melilit kado dari Song Hee. Terlihat sebuah buku diary tipis dengan sampul “I Love You”. Perlahan Sehun membuka halaman per halaman isi buku diary tersebut. Sehun dapat membaca setiap halaman adalah tulisan tangan Song Hee yang berisi tentang perasaannya terhadap Sehun.

Sehun membuka halaman pertama pada buku diary, dan menemukan sebuah kalimat.

                ‘Tentang pertemuan pertama kita, aku sungguh bersyukur akan hal tersebut’

Sehun menelan ludahnya sebelum membuka halaman berikutnya.

                ‘Bagaimana lelucon mu yang selalu membuatku senang, bagaimana senyuman mu yang selalu membuat hatiku tenang, aku mulai suka dengan perasaan ku terhadapmu’

Yoon Hee terlihat gugup dan mencoba menghilangkan kegugupannya dengan memainkan ujung bajunya. Hingga Sehun membalikkan halaman demi halaman hingga halaman terakhir. Melihat Sehun menghentikan jemarinya untuk membalikkan halaman terakhir, Song Hee menggigit bibir bawahnya sebelum membuka suara “Silahkan baca halaman terakhirnya,” ucap Song Hee dengan suara yang bergetar. Sehun menatap kosong Song Hee sebelum jemarinya membalikan halaman terakhir dan lanjut membaca halaman terakhir dari diary tersebut. Perasaan Song Hee semakin tidak karuan saat Sehun kembali membaca buku diary tersebut, tentunya Song Hee sedikit merasa takut karena buku diary itu berisi tentang pengakuan cintanya terhadap Sehun, cinta pertamanya.

Pada halaman itu tertulis.

                ‘Sehun-ah, selamat ulang tahun ke-17. Akhirnya kau 17, bukankah ini hebat? Aku berharap semua doa yang terbaik dikabulkan oleh Tuhan, dan juga aku ingin jujur dengan mu tentang suatu hal, kau dan aku, kita telah bersahabat selama 3 tahun hingga saat ini, sebelum kau dan aku meninggalkan masa SMA dan melanjutkan pendidikan kita perguruan tinggi, aku ingin mengatakan bahwa, aku menyukaimu, sangat menyukaimu, dan aku harap kau…juga menyukaiku,’.

Sehun menutup buku diary sebelum kembali menatap Song Hee. Dari cara melihat Sehun, Song Hee dapat merasakan sesuatu yang salah setelah Sehun membaca buku diary tersebut, Song Hee memberanikan dirinya untuk bertanya, “Kenapa Sehun? Ada apa? Apa ada yang salah?”.

“Aku juga menyukaimu,” Sehun membalas pertanyaan Song Hee. Senyum membelah di wajah Song Hee saat mendengar balasan Sehun, tetapi senyuman di wajah Song Hee tidak berlangsung lama saat Sehun kembali membuka suara, “tetapi kita tidak akan bisa bersama, aku tidak bisa bersama mu,”.

Song Hee menatap Sehun tidak percaya. Apa maksud dari ucapan Sehun saat dirinya mengatakan bahwa dirinya menyukai Song Hee tetapi dia tidak bisa bersama denga Song Hee.

“Apa maksudmu, Sehun?” Song Hee kembali bertanya.

“Terima kasih banyak sebelumnya, tetapi…aku tidak bisa menerima hadiah ini begitu juga aku tidak bisa menerima perasaan mu,” ucap Sehun dengan terbata. Sebelah tangan Sehun memegang tangan Song Hee lalu mengembalikan hadiah pemberian Song Hee. “Aku harus pergi sekarang,” ucap Sehun sebelum berbalik dan pergi menjauh meninggalkan Song Hee sendiri. Song Hee kembali menggigit bibir bawahnya untuk menahan air matanya agar tidak terjatuh. Song Hee terlalu lemah hingga ingin menangis tetapi dirinya takut untuk menangis. Dengan perlahan Song Hee menguatkan dirinya untuk bangkit, Song Hee berjalan jauh dari bangku taman, meninggalkan hadiah pemberiannya untuk Sehun di bangku taman tersebut.

***

Song Hee tersenyum tipis kembali mengingat bagaimana kisah cinta pertamanya dengan lelaki tersebut, Oh Sehun. Hingga sebuah tangan menepuk kecil pundak Song Hee, gadis tersebut berbalik dan menemukan Sehun berdiri tegap di depan dirinya.

“Sehun…” Song Hee menyapa Sehun terlebih dahulu. Dengan perlahan Song Hee meyakinkan dirinya untuk melihat Sehun. Hingga mata Song Hee berani untuk menatap mata Sehun dan senyum kecil membelah wajah Song Hee.

“Pernah aku meminta maaf terhadapmu?” Sehun membalas Song Hee dengan pertanyaan yang membingungkan bagi Song Hee. Song Hee sebelumnya mengira Sehun akan bertanya tentang kabarnya atau bagaimana kehidupannya setelah melanjutkan perguruan tinggi.

“Maaf? Untuk?” Song Hee bertanya dan kembali melihat Sehun. Sehun tertawa pahit sebelum menjauhkan pandangannya dari Song Hee.

“Maaf, maaf karena aku tidak bisa menerima perasaanmu, meskipun disaat itu perasaan mu sama denganmu, aku sungguh ingin membalas dan perasaanmu dan juga memilikimu, tetapi,” Sehun menghentikan pembicaraannya lalu menundukkan kepalanya. Mendengar pengakuan Sehun kembali, Song Hee menatap Sehun tidak percaya.

“Aku minta maaf, bahkan setelah aku menolak mu, aku masih belum bisa berani dan jujur terhadapmu,” Sehun kembali melanjutkan pembicarannya yang terhenti tadi. Song Hee dapat mendengar suara Sehun yang serak dan bergetar seolah dirinya akan menangis.

“Tetapi aku yakin, Jongin telah membuat dirimu bahagia, bukan?” tanya Sehun lalu menatap Song Hee. Song Hee mengangguk kecil sebelum menjauhkan matanya dari tatapan mata Sehun yang mulai berubah.

“Dia adalah lelaki yang baik, bahkan dia lebih baik dariku,” Sehun mengaku tentang kedekatan Song Hee dengan Jongin sebelum menjatuhkan air mata yang tidak ia tahan lagi lalu berkata, “Song Hee, jujur, aku merindukanmu,”.

Mendengar pernyataan Sehun, Song Hee tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sejak Song Hee menyatakan cintanya terhadap Sehun hingga Sehun meninggalkannya untuk pergi ke Amerika demi melanjutkan pendidikannya, Sehun bahkan tidak pernah berpamitan dengan dirinya hingga kini Sehun kembali ke Korea dan berdiri lagi di hadapan Song Hee dan tentunya kehadiran Song Hee menemui Sehun bukan hanya karena lelaki itu kembali menghubunginya tetapi karena kekasihnya, Kim Jongin juga memberi kabar Song Hee akan kembalinya Sehun. “Aku…juga merindukanmu, Sehun,” ucap Song Hee dengan suaranya yang pelan.

Sehun kembali menatap Song Hee, kembali merekam dan menyimpan pertemuannya kali ini dengan Song Hee, bagaimana gadis itu terlihat lebih cantik dan lebih dewasa dari sebelumnya. Tentu saja Sehun menyempatkan kembali ke Korea untuk beberapa hari juga dengan niat ingin menemui Song Hee.

Sehun pergi melanjutkan pendidikannya ke Amerika sengaja tidak memberitahu Song Hee karena Sehun merasa itu adalah hal yang terbaik bagi dirinya maupun Song Hee, hingga Song Hee menemukan seseorang yang lebih baik dari dirinya dan bisa membuatnya bahagia.

“Aku bahagia, kau tahu?” Sehun kembali bersuara membuat Song Hee kembali menegakkan kepalanya dan kembali menatap Sehun. “Aku bahagia, akhirnya kau menemukan seseorang yang lebih baik dariku, yang bisa membahagiakan mu dan…bisa memperlakukan mu dengan baik, tidak seperti diriku,” ujar Sehun.

“Aku melanjutkan pendidikan ku di Amerika tentunya karena keinginan orang tua ku. Itulah alasan kenapa aku menolakmu dan tentunya aku berpikir jika aku pergi ke Amerika, aku bisa melupakanmu dengan cepat, perasaan bersalah karena aku telah menolakmu bisa ceoat memudar, karena bagiku sendiri, aku tidak bisa melihatmu tersakiti olehku, dan aku sengaja tidak memberitahu mu karena aku tahu kau akan mencari berbagai cara untuk ikut bersama ku, tetapi aku tidak ingin egois Song Hee, aku tidak akan membiarkan batin mu tersiksa karena harus ikut dengan ku, karena kau harus meninggalkan semua hal yang kau cintai di negeri ini, aku tahu akan sulit bagimu jika ikut bersama ku, karena itulah aku pergi, dengan diam,” Sehun menjelaskan semua alasan yang dimiliki.

Song Hee terdiam dan membeku ditempat. Lidahnya tidak mampu bergerak dan suara Song Hee seolah takut untuk keluar. Setelah mendengar penjelasan Sehun, bagaimana lelaki itu mencoba kembali membalas perasaannya dengan situasi yang berbeda, mendengar penjelasan Sehun yang meninggalkannya dengan diam karena Sehun tidak ingin egois membiarkan dirinya ikut dengan Sehun.

“Aku tahu, aku tidak akan bisa meminta dirimu  untuk kembali mencintaiku seperti dulu, karena malam ini aku akan kembali ke Amerika, dan karena…aku dapat merasakan tatapan mu yang berbeda, caramu menatap diriku sekarang, sangatlah berbeda,”.

“Berbeda maksudmu?” tanya Song Hee. Sehun kembali tersenyum pahit lalu menjawab pertanyaan Song Hee, “Berbeda, tidak seperti 4 tahun yang lalu saat kau menyatakan perasaan mu,”.

Sehun dapat merasakan hatinya begitu sakit saat melihat Song Hee, saat dirinya melihat Song Hee, dan saat dirinya kembali jujur terhadap Song Hee. Tetapi bagaimana pun Sehun merasa lega, karena akhirnya ia memiliki kesempatan untuk jujur dengan Song Hee dan Sehun yakin, bersamaan dengan kesempatan ini, dirinya kembali melepas Song Hee, tentunya dengan pilihan hati Song Hee. Setidaknya Sehun kembali berpikir, dirinya sempat memiliki Song Hee beberapa tahun yang lalu hingga kini ia harus melepas Song Hee seutuhnya, Sehun merasa lega karena tidak ada lagi beban dengan perasaannya terhadap Song Hee, begitupun sebaliknya.

Sehun kembali mendekatkan langkahnya dengan Song Hee, kedua lengannya menangkup bahu Song Hee lalu dengan pelan merangkul Song Hee, menghabiskan jarak antara dirinya dengan Song Hee. Memeluk Song Hee dan membiarkan perasaannya bermain, sebelum dirinya kembali meninggalkan Song Hee.

“Maafkan aku, dan terima kasih, untuk mencintaiku dan membiarkan diriku melihat senyum manis yang membelah di wajah cantikmu,” ucap Sehun sembari melepas pelukkannya dan menjauhkan dirinya dari Song Hee.

“Jongin sangat pantas memilikimu, dia pasti sangat beruntung telah memilikimu. Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu…” Sehun mencium kening Song Hee untuk terakhir kalinya sebelum menjauhkan langkahnya dari Song Hee. Bagaimana pun Song Hee ingin menahan Sehun, tetapi Song Hee tahu dia tidak bisa dan tidak boleh melakukan hal tersebut. Song Hee melihat Sehun berjalan menjauhi dirinya, bersamaan dengan itu air mata jatuh dari mata Song Hee.

Dari kejauhan, Jongin melihat adegan yang barusan terjadi antara pacarnya, Song Hee dengan sahabatnya tersebut, Oh Sehun. Dari tempat persembunyian, Jongin dapat melihat dan mendengar dengan samar percakapan antara Song Hee dan Sehun. Jongin dapat mendengar mereka yang berbicara tentang masa lalu. Sama dengan Sehun, Jongin dulu juga memiliki perasaan terhadap Song Hee. Pertemuan mereka hanyalah pertemuan singkat karena mereka bertiga dipilih menjadi satu grup dalam tugas kelompok. Dari situlah persahabatan mereka dimulai hingga perasaan mereka satu persatu mulai berubah. Jongin mulai menyukai Song Hee, tetapi Song Hee hanya melihat Sehun dan tidak terlalu peduli dengan perasaan Jongin. Tetapi hal itu tidak membuat Jongin menyerah untuk mendapatkan hati Song Hee.

Hingga suatu saat Jongin tahu bahwa Song Hee menyukai Sehun, Jongin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bersedih, tetapi Jongin tahu dengan persahabatan mereka dan tidak ingin egois dan berniat membiarkan Song Hee dengan perasaannya terhadap Sehun, hingga suatu hari Sehun menghampiri Jongin dan memberitahu Jongin bahwa dia tidak bisa menerima perasaan Song Hee, awalnya Jongin ingin marah dan membalas sikap Sehun tetapi tidak jadi karena Sehun memberitahu alasan kenapa dia tidak bisa menerima Song Hee dan mempercayai Jongin untuk membahagiakan Song Hee setelah Sehun pergi. Usaha Jongin membuahkan hasil karena dia memilih perguruan tinggi yang sama dengan Song Hee lalu akhirnya dirinya menjadi kekasih Song Hee hingga sekarang hubungan mereka sudah berjalan 4 tahun.

Seong Hee menerima cinta Jongin berharap dengan itu dia bisa melupakan Sehun dengan cepat. Song Hee lebih memilih belajar mencintai Jongin daripada harus bersusah payah untuk melupakan Sehun. Kembali ada yang menepuk kecil pundak Song Hee, gadis itu memutuskan untuk membalikkan badan dan menemukan Jongin berdiri dihadapannya.

“Aku tahu kau mengikuti dan melihatku bersama Sehun tadi, Jongin-ah,” ujar Song Hee dengan wajah yang dibuat terlihat kesal. Song Hee tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencubit lengan Jongin dengan pelan.

“Aw, sakit,” teriak Jongin yang berlebihan lalu tersenyum usil melihat kekasihnya yang mulai bermain dengannya. Melihat Jongin yang melebihkan suasana, jemari Song Hee kembali mencubit Jongin dengan keras.

“Aw! Yang kali ini sungguh menyakitkan,” Jongin meringis kesakitan. Melihat Jongin meringis kesakitan Song Hee tidak bisa menahan tawanya lalu kedua lengan Song Hee memeluk pinggang Jongin.

“Lain kali jangan membuatku kesal seperti itu,” gumam Song Hee dengan suara yang terdengar pelan karena kepalanya menyandar di dada Jongin.

“Bukannya ingin membuatmu kesal, tetapi sebagai pacar yang normal, wajar jika aku cemburu jika kekasihnya menemui lelaki yang dulu pernah ia cintai,” balas Jongin.

Song Hee melepaskan pelukannya dari Jongin, menegakkan kepalanya dan menatap kedua mata Jongin, memastikan ucapan Jongin serius atau bukan, meskipun Song Hee tahu Jongin serius dengannya, tetapi Song Hee sangat menyukai menatap dan mencari kebenaran dari mata kekasihnya tersebut.

“Maaf, sungguh aku tidak bermaksud lancang memataimu, apakah Sehun mengatakan semuanya terhadapmu?” tanya Jongin penasaran.

Song Hee tidak memberikan Jongin respon apapun.

“Apa kau sedih?” Jongin kembali bertanya.

Song Hee tetap terdiam.

“Apa kau masih menyukainya?” Jongin mengeluarkan pertanyaan lainnya.

Song Hee kembali tidak menjawab pertanyaan Jongin tetapi dirinya hanya memberikan sebuah gelengan kecil. Melihat Song Hee menggeleng kecil, Jongin merasa lega. Jongin merasa gelengan kecil Song Hee sudah memberinya jawaban lebih dari cukup.

“Meskipun kau tahu sekarang dirinya juga menyukaimu?” Jongin tidak bisa berhenti bertanya.

Song Hee diam dan tidak memberi Jongin jawaban apapun. “Song Hee-ya, kau kenapa? Kenapa suara mu tidak keluar sama sekali?” tanya Jongin dengan cemas.

“Aku, hanya sedih harus mengucapkan selamat tinggal tadinya,” Song Hee terdengar sangat jujur kali ini. Napas Jongin sangat berat saat mendengar kalimat Song Hee barusan. “Tetapi…” lanjut Song Hee.

“Tetapi apa?” Jongin penasaran dengan sikap aneh Song Hee.

Song Hee dengan senyum miringnya lalu kedua lengannya kembali memeluk Jongin, menghabiskan jarak antara dirinya dengan kekasihnya tersebut, lalu berkata, “tetapi aku tahu sedihku ini tidak akan berlangsung lama seperti yang lalu, karena sekarang aku telah memilikimu, bukan?” ucap Song Hee dengan senyum lebar yang membelah wajahnya.

Jongin tersenyum tipis lalu mencium kening Song Hee dengan lembut membalas Song Hee, “Kau tahu, aku sangat mencintaimu, bukan?”

Song Hee tidak langsung menjawab pertanyaan Jongin dan berpura-pura tidak peduli dengan pertanyaan Jongin.

“Hm, aku sendiri tidak tahu bahwa aku—“

Song Hee tidak dapat melanjutkan kalimatnya saat sebelah tangan Jongin menangkup pipinya sebelah kanan lalu bibir Jongin mengulum lembut bibir Song Hee dengan lembut. Song Hee tersenyum disela ciuman mereka dan membiarkan kedua lengannya mengeratkan pelukannya dengan Jongin lalu memperdalam ciuman mereka.

“Sepertinya kau senang membuatku panik belakangan ini,” ujar Jongin saat bibirnya menjauh dari bibir Song Hee.

“Sepertinya mengerjaimu adalah hobi yang sangat menyenangkan,” Song Hee tertawa usil sembari menatap Jongin.

“Baiklah jika itu membuatmu senang, tetapi kau mencintaiku, bukan?” tanya Jongin.

Bibir Song Hee mengecup ringan bibir Jongin lalu menyandarkan kepalanya di dada Jongin.

“Benar, aku mencintaimu, Kim Jongin,” ujar Song Hee sembari mempererat pelukannya dengan kekasihnya tersebut.

Hai hai hai!!! Ya akhirnya sampai dirumah setelah seminggu kurang pergi liburan. I am back, but!!! Gak bisa janji update fiksi tiap hari, but I’ll try my best to update, okayyy.

Jangan lupa RCL kalau kalian suka. Buat yang selalu RCL, terima kasih banyak sist semua! Love ya *muach*

I think that is all, see ya! Xoxo~~~

ps: my love me right will be arrive tomorrow I am so eqgnqpbqwod *excited*

Yang mau baca ff lain dari aku, sillahkan berkunjung disini

Advertisements

5 thoughts on “[OneShot] At Least…

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s