[One Shot] Don’t Leave, Please Stay

tumblr_npm42f1zhs1roxgsyo1_1280

Title: Don’t Leave, Please Stay

Author: anonymouspark

Genre: Romance, Fluff

Lenght: One shot.

Cast:

Oh Sehun

Ahn Ji Young (OC/You)

Disclaimer: This is just a fanfic. Already posted in my own blog here

A/N: This story fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God

Please do not plagiarize

Karena kau adalah hadiah terindah yang pernah Tuhan berikan untuk ku

“Wah, dingin sekali disini~” Ji Young terdengar seperti bernyanyi dan Sehun tertawa kecil melihat gadis itu.

‘Apa? dingin? Apa hanya itu basa basi terbaik yang kau punya?’ Ji Young bertanya pada dirinya sendiri.

“Kau ingin jaket ku?” tanya Sehun dengan manis. Ji Young menggelengkan kepalanya lalu Sehun kembali tersenyum, “Kenapa aku harus bertanya, tentu saja kau ingin.” Sehun melepaskan jaketnya lalu meletakkannya di bahu Ji Young.

Oh Sehun, bahkan tidak ada perubahan sedikit pun dari dirimu. Pikiran Ji Young melayang ntah kemana sembari dirinya tersenyum kecil

‘Jangan pernah berubah, Sehun-ah,’ batin Ji Young.

“Jadi, bagaimana kabarmu?” tanya Sehun dengan kedua tangan di saku. Ji Young dan Sehun jalan berdampingan di sebelah Sungai Han.

Ji Young senang mendengar bagaimana Sehun benar-benar ingin tahu dengan keadaannya, “apa yang kau khawatirkan sejak kau pergi meninggalakan ku?” Ji Young bercanda menggoda Sehun yang dibalas Sehun dengan senyum tipisnya.

“Bukan apa-apa, hanya saja khawatir dengan perasaan mu yang mungkin saja merindukan ku,”  Sehun membalas Ji Young.  Ji Young kembali tertawa kecil mengingat masa lalu  sebelum Sehun mulai training di SM Entertaiment hingga dirinya sekarang sudah menjadi idola besar.

Ji Young mengambil napas dalam-dalam setelah tertawa lalu mengangguk kecil, “Benar, aku sangat kewalahan karena aku merindukan mu,” Ji Young diam-diam mengaku, lalu dirinya menolak untuk melihat reaksi Sehun. Baik Sehun dan Ji Young sama-sama berjalan dalam keheningan.

“Sekarang aku sudah menjadi pemain teater tetap dan mendapatkan peran utama di salah satu acara musikal,” Ji Young memecah keheningan terlebih dahulu.

Sehun tentunya sangat senang mendengar ucapan Ji Young, “Benarkah? Bagus sekali!”

Ji Young tertawa melihat ekspresi Sehun, “Kau terlihat begitu terkejut.”

“Kau telah bekerja begitu keras…Kau layak mendapatkannya.” Sehun tetap berkomentar meskipun dia tahu Ji Young  sedang bercanda.

 “Benar, aku masih menempati peran pendamping, tetapi bagaimanapun aku masih mengharapkan posisi peran utama,” ujar Ji Young.

“Setidaknya kau telah maju secara perlahan, begitupun dengan aku sekarang, aku sangat berterima kasih kepada mu,” ucap Sehun. Ji Young bingung mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Sehun.

‘Berterima kasih? Untuk apa?’ batin Ji Young

“Itu semua, karena dirimu,” lanjut Sehun, “Kau adalah alasan mengapa aku bisa bergabung dengan klub seni dan teater saat itu juga,”

Ji Young menatap Sehun dengan heran, “Apa? Kau serius? Aku tidak pernah tahu tentang hal itu.”.

“Benar, dan jangan khawatir tentang hal itu karena aku tidak pernah mengatakan hal ini kepada siapa pun,” Sehun mengatakan itu seolah-olah ingin membuat perasaan Ji Young lebih baik, karena bagaimanapun Ji Young adalah teman terbaik baginya.

Sehun kembali menatap langit lalu tersenyum, sesekali Sehun melihat Ji Young dengan hati-hati, Sehun mengamati Ji Young dari sudut matanya, “tetapi bagaimanapun kau sudah bekerja sangat keras di klub seni itu dan disitulah aku menemukan hal-hal menarik, melihat orang-orang yang memilki tekad kuat untuk mewujudkan mimpi mereka. Karena itulah aku mau bergabung, berlatih hingga sekarang aku menekuni dunia musik,”

Ji Young terpaku mendengar ucapan Sehun yang begitu serius, Ji Young merasa Sehun kerasukan sesuatu sehingga lelaki itu bisa berbicara seperti tadi. Melihat tatapan kosong Ji Young, Sehun kembali tertawa kecil lalu melanjutkan kalimatnya tadi “jadi sebenarnya aku merasa sangat berterima kasih kepadamu. Terima kasih karena telah membantu ku dalam menemukan mimpi ku. “

Ji Young sedikit tersipu lalu kembali menatap Sehun, “Sehun, kau bisa seperti ini bukan karena diriku, tetapi karena bakat yang kau milliki, kau sudah berlatih dengan keras, tentunya keberhasilan mu ini adalah hadiah terindah yang diberikan oleh Tuhan, orang-orang seperti diriku hanya bisa berlatih dan melatih, semua dari kita tentunya berusaha mendapatkan tujuan hidup dan mimpi kita, yang pada akhirnya nanti semua dari kita memiliki akhir cerita yang berbeda,” Ji Young menggeleng kecil lalu melanjutkan kalimatnya,”Aku bahkan dulunya tidak pernah berpikir bisa sejauh ini, bergabung di salah satu acara musikal, aku sudah sangat bersyukur dengan pencapaian ku,” gumam Ji Young.

Sehun menatap Ji Young dengan lembut, “Jangan berbicara seperti itu. Kau telah bekerja keras untuk mendapatkan semuanya dengan tekad yang kau miliki. Aku hanya sangat bersyukur karena pertemuan konyol kita dulu, saat kita sama-sama di hukum karena tidak menaati peraturan sekolah, saat itu kita mulai berkenalan dan dekat hingga seperti saat ini, lalu kau mengajak ku ke klub seni dan kau menunjukan bakat dan semangatmu, disitulah aku mulai menemukan semangat ku kembali. Dan lihat lah sekarang, hingga kini kau sudah mendapatkan peran di salah satu acara musikal dengan usahamu sendiri. Bagiku itu adalah sesuatu yang sangat hebat,” Sehun tersenyum manis,”Aku cukup beruntung memiliki mu di sisiku,”

Ji Young berkedip mendengar Sehun lalu lelaki itu kembali melanjutkan kalimatnya, “Kau mungkin belum melihat hadiah besar yang diberikan Tuhan sekarang, tapi aku merasakan kau adalah hadiah terbesar yang dikirim Tuhan bagiku, kau adalah hadiah dari atas untuk yang ditujukan kepada ku bahwa malaikat itu ada, bahwa kerja keras dan tekad dapat membawa kita dengan kesuksesan,”

Sehun berhenti sejenak untuk menatap dalam Ji Young. Ji Young dapat merasakan tatapan mata Sehun yang berbeda, dalam hati Ji Young mulai merasa tidak aman, “A-ada apa?” tanya Ji Young pelan.

“Aku hanya ingin menunjukkan kepadamu bahwa aku merasa diberkati karena telah memiliki sesorang seperti dirimu di dalam hidup ku,” Sehun menatap Ji Young begitu lembut, Sehun begitu dekat dengan wajah Ji Young sehingga Ji Young dapat merasakan  napas Sehun di wajahnya. Ji Young terlihat canggung melihat jarak wajah Sehun yang dekat.

“Kenapa?” tanya Sehun dengan hati-hati.

Ji Young tertawa kecil, “Aku bisa melihat napas mu.”  komentar Ji Young sembari menggeleng kecil lalu tersenyum melihat Sehun.

“Kau sungguh hebat dalam merusak suasana,” gumam Sehun namun memastikan Ji Young mendengarnya. Mendengar komentar Sehun, Ji Young kembali membawa senyum ke wajahnya, Ji Young kembali berpikir tentang kalimat Sehun, sebelumnya,

‘Aku merasa diberkati untuk memiliki seseorang seperti mu di dalam hidup ku.’

“Kau itu sulit ditebak, kau tahu itu?” Ji Young bertanya menunggu Sehun menjawab pertanyaannya tersebut.

“Kaulah yang sulit ditebak. Aku telah beberapa kali memberitahu mu bahwa aku peduli tentang denganmu, tetapi kau selalu menyangkal dan bertingkah seperti tidak memiliki dosa apa-apa terhadapku,” Sehun pura-pura kesal dengan Ji Young.

Ji Young tertawa lembut, “jangan terlalu berharap dengan ku,” Ji Young kembali menggoda Sehun.

Sehun kembali tertawa mendengar Ji Young, “Aku bersikap manis dengan mu seperti tadi tentunya karena aku memilki alasan khusus,”

Ji Young kembali menatap Sehun dengan heran, “dan apa alasannya?” tanya Ji Young.

“Tidak, aku tidak ingin memberitahu mu, kau sudah menolak ku dan aku–“

“Ayolah~” Ji Young menggoda Sehun hingga lelaki itu menjawab pertanyaan Ji Young.

Sehun kembali menghentikan langkahnya, kedua tangan Sehun menangkup wajah Ji Young.

 “Oh Se–” kedua bibir Ji Young kembali merapat saat bibir Sehun menempel di pipi Ji Young.

“Hun,” lanjut Ji Young kembali menatap Sehun yang sudah menjauh dari wajahnya.

“Itu lah alasan, pipi chubby itu sungguh menggoda bibir ku untuk menciumnya,” Sehun lalu mencubit pelan pipi Ji Young. Sehun kembali menjauhkan pipinya saat Ji Young pura-pura meringis kesakitan. Ji Young terlihat kesal setelah mendengar alasan Sehun yang tidak masuk akal.

“Oke, sepertinya kau terlihat kesal, maaf sebelumnya aku menggoda mu, tetapi alasan khusus itu adalah karena aku menyukai mu,” ujar Sehun.

“Apa?” tanya Ji Young tidak percaya.

“Baiklah kalau kau memaksa ku, AHN JI YOUNG, AKU MENYUKAIMU—, TIDAK LEBIH TEPATNYA AKU MENCINTAI MU, JI YOUNG-AH APA KAU MENDENGARKU,” Sehun mengambil napas dalam setelah berteriak menyatakan perasaan cinta nya terhadap Ji Young.

“Kau barusan berbicara apa? Apa saja yang baru kau lakukan” gumam Ji Young. Sehun menatap Ji Young tidak percaya dengan gadis itu. Sehun tahu kalau Ji Young berusaha menyangkalnya lagi dari dengan perasaannya.

“Baiklah Ji Young, mungkin dengan cara ini akan berhasil, Ahn Ji Young, aku mencintaimu, aku sudah berusaha memberitahu mu tentang perasaan ku tetapi kau selalu menyangkal dan tidak peduli tetapi sekarang aku tidak tahan, aku ingin memilikimu, Ji Young-ah, aku sudah melakukan berbagai cara dan aku rasa sekarang lah waktu yang sangat tepat jadi–“

“Aku juga mencintai mu, Sehun,” Ji Young memotong kalimat Sehun. Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Ji Young barusan, Sehun merasa tidak percaya. “Kau berbicara apa tadi–“

Kalimat Sehun terhenti karena bibir Ji Young mendarat di pipi kiri Sehun.

“Aku juga mencintai mu, Oh Sehun,” ucap Ji Young meyakinkan Sehun. Kedua tangan Sehun mendekap Ji Young, Sehun merasa senang sekaligus beruntung karena akhirnya Ji Young tidak menyangkalnya lagi dan lagi, akhirnya Ji Young membalas perasaannya.

“Jangan pernah menyangkal lagi, dan tetaplah berada disisiku Ji Young,” ujar Sehun. Ji Young membalas Sehun dengan senyuman. Bagi Sehun, senyum kecil Ji Young adalah hadiah indah lainnya yang diberikan Tuhan untuknya. Hingga akhirnya Ji Young menerima cintanya, Sehun merasakan sebuah keutuhan. Bibir Sehun perlahan mengulum lembut bibir Ji Young. Ji Young kembali membalas ciuman Sehun lalu membiarkan dirinya larut dengan perasaanya yang baru, kekasih barunya, sekaligus suasana sungai Han yang menjadi saksi kisah cinta mereka.

Oke jadi ini oneshot sebelum bobok siang (cantik). Semoga kalian suka. Tetap RCL nya aku tunggu ❤

Maaf kalau oneshotnya pendek, lagi bosan, gak tau mau ngapain, dan akhirnya lahir lah oneshotnya ini.

I think that is all. See you! Xoxo~~~

ps: Gonna have daydream with Oh Sehun 😉

silahkan kunjungi blog aku untuk cerita lainnya disini

Advertisements

5 thoughts on “[One Shot] Don’t Leave, Please Stay

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s