[Ficlet] Butterfly

tumblr_inline_n0omk3FbKc1svff4p

Butterfly
FiolaCindy’s present

Original Character and Luhan EXO

“I don’t care am i still alive or died, it has same meaning for me.”

——

Menatap sendu langit biru.

Tinggi, layaknya sebuah mimpi. Namun hampa tanpa adanya pelangi yang menghiasinya. Layaknya mimpiku yang tak akan pernah mungkin dapat tercapai. Bahkan dengan hatiku yang hampa.

Sepi, tanpa adanya burung-burung yang terbang dan bernyanyi mengitarinya. Ataupun awan-awan putih yang menorehkan sedikit warna di dalamnya. Begitupun hidupku yang sepi. Tanpa adanya orang-orang yang menorehkan kisahnya.

Lihatlah seekor kupu-kupu di yang tengah hinggap di atas kelopak mawar itu. Sayap-sayapnya indah dengan puluhan warna tertoreh di sana layaknya goresan kuas oleh Sang Pencipta. Cantik. Benar-benar cantik. Menggambarkan betapa kuatnya dia.

Namun tubuhnya mungil berkata lain. Di balik keindahan sayapnya, ia hanyalah seekor serangga kecil. Rapuh. Tubuh kecilnya hanya akan bertahan hidup paling lama seminggu setelahnya. Bahkan tanpa sepasang sayap indahnya, dia bukan apa-apa.

Tanpa sayap-sayap yang menopang kokoh tubuhnya, ia akan mati.

Begitupun denganku.

Aku tidak peduli apakah aku masih hidup ataukah sudah mati. Karena itu semua sama saja. Aku tetap tidak memiliki teman dimana aku memerlukan dirinya sebagai penopang tubuh rapuhku saat ku lelah.

Aku tidak memiliki teman dimana senyum indahnya menghiasi hariku layaknya warna pada sepasang sayap yang menyempurnakannya.

Menerangi hariku cerah setelah redanya hujan.

Tidak seorangpun.

“Kembalilah padaku. Menjadi dirimu yang dulu ku kenal.” Bahkan satu suara menggema dalam ruang sepiku. Tetap sama.

“Tidak, Lu. Aku berhenti.” Sebuah deruan napas panjang yang justru membuatku semakin berat.

“Aku di sini. Dan akan tetap di sini ketika kau menoleh ke belakang, kapanpun itu.” Suara yang tetap terdengar lirih meski keras kucoba untuk melupakanya.

“Selamanya aku takkan menoleh ke belakang untuk yang kesekian kalinya. Karna itu percuma. Aku hanya akan menjadi mayat hidup tanpa satupun emosi dalam hatinya, seonggok tubuh berjalan tanpa jiwa menyelimutinya, bulan tanpa bintang untuk menyandinginya, vampire yang tak pernah memiliki kehangatan di tubuhnya, kupu-kupu tanpa sepasang sayap untuk menopang tubuhnya.”

“Tidak. Itu tidak benar. Tertawalah seperti saat kita tertawa, menangislah seperti saat kita jatuh bersama dulu.”

“Satu-satunya emosi yang tertinggal dalam diriku hanyalah amarah, pada diriku sendiri. Maaf aku hanya menjadi beban bagi kalian semua, menorehkan luka tiap lembaran hidup kalian. Jika dulu aku depresi dan lebih memilih untuk mati, sekarang aku hanya memilih untuk tidak peduli, pada apapun, karna itu akan sama saja.”

“Kumohon…” suara lirih itu kini mulai tergetar menahan air mata yang menetes membuat hatiku semakin goyah. Keras kucoba menahan air mata yang akan jatuh dari pelupuk mataku. Hampir.

“Kini aku akan menanggung semuanya sendirian, Lu. Tanpa satupun orang dari kalian. Karena luka itu kian bertambah dalam tiap detiknya, hingga benar-benar takkan dapat disembuhkan. Pergilah…”

Kalianlah sayap-sayapku, menopang kokoh tubuhku. Tanpa kalian aku bahkan tak dapat berdiri tegak. Tanpa kalian aku mati.

Kadang aku berpikir bahwa aku telah mati. Namun logikanya aku masih hidup walaupun tanpa jiwa di dalamnya.

Bahkan ketika kucoba menulis catatan ini, air mataku tak henti-hentinya mengalir deras menghiasi wajah senduku dengan hati yang terus tergetar tiap katanya.

Karena kalian hidupku.

You all are my life, my wings, my breath. Without all of you i am died.
Mianhae
FiolaCindy, May the 17th, 2015

サクラユラゲ

Hai all! aku author baru di sini! Annyeonghaseyo! Konichiwa! #bow. Yah karena aku bingung mau pos apa pertama kalinya di blog ini aku pos ficlet buat pemanasan air mata dulu :’3 sapa tau besok aku bikin ff nyesek seperti biasanya.

Nice to see you here! Thank you! :*

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Butterfly

  1. Bagus 🙂 Cuman kalo boleh nge-review sedikit, boleh nggak? Cuman satu aja kok.
    Sebelum tanda petik diakhir percakapan, pakainya koma, ya. Bukan titik. Jadi misal, “Tidak. Itu tidak benar. Tertawalah seperti saat kita tertawa, menangislah seperti saat kita jatuh bersama dulu,”
    Oh ya, dikata ‘Tidak. Itu tidak benar’, mungkin bisa dijadikan ‘Tidak, itu tidak benar’ jadi pakai koma aja 🙂
    Maaf kalo terkesan menggurui. Btw, fanfic-nya bagus. Hehe 😀

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s