[OneShot] Best Gift Ever!

young

Title: Best Gift Ever!

Author: anonymouspark

Genre: Romance.

Lenght: OneShot

Cast:

Park Chanyeol

Ahn Young Gi (OC)

Disclaimer: This is just a fanfic. Already posted here

Previous story : Lullaby l Vacation l Couple l Yours l Offically Yours l All Yours

A/N: sebelumnya fic ini dalam bentuk drabble (Chanyeol-Yeong Gi). Karena sekarang lebih panjanga dari drabble jadi length cerita ini oneshot ya. All cast belong God. Poster made by me. Enjoy ❤

Young Gi bangun lebih pagi hari itu karena dia ingin mempersiapkan sesuatu yang spesial untuk suaminya, Park Chanyeol. Sudah 3 bulan umur pernikahan mereka, tetapi Young Gi masih merasa tidak percaya bahwa lelaki yang tidur sebelahnya itu adalah suaminya. Senyum Young Gi membelah di wajahnya sembari tangan Young Gi membelai pelan rambut dan wajah Chanyeol lalu mencium pelan bibir Chanyeol agar suaminya tidak bangun. Young Gi memindahkan lengan Chanyeol yang masih memeluk dirinya pelan lalu melanjutkan langkahnya ke kamar mandi sebelum ke dapur. Setibanya di dapur Young Gi langsung memasak sarapan sebelum suaminya berangkat kerja. Biasanya Young Gi yang terbangun hanya membuatkan Chanyeol Gaeran Toast-U karena dirinya yang bangun lebih lama dari Chanyeol. Tetapi kali ini tidak, Young Gi memasak Galbi, Kongnamul Bab, Oi Naengguk dan Kimchi. Memang tidak lengkap dan menyuluruh tapi setidaknya Young Gi berniat membuatnya sebagian, tentu saja Young Gi terlihat kerajinan pagi itu mengingat besok adalah hari ulang tahun suami tercinta, jadi mulai hari ini hingga besok Young Gi akan membuat hal-hal spesial yang akan mengejutkan suaminya itu.

Chanyeol yang terbangun tidak melihat Young Gi disampingnya heran. Biasanya Chanyeol lah yang terbangun lebih pagi dari Young Gi. Melihat Young Gi yang masih terlelap disampingnya dan memerhatikan wajah istrinya yang terlihat lucu saat tertidur adalah bagaimana cara Chanyeol memulai harinya yang baik. Tetapi tidak pada hari itu saat Chanyeol terbangun dengan guling yang berada di pelukannya. Chanyeol pun mengedarkan seluruh pandangannya ke kamar tetapi tidak ada Young Gi. Melanjutkan langkahnya ke kamar mandi, Chanyeol juga tidak menemukan Young Gi. Tidak menemukan istrinya di kamar Chanyeol pun keluar dari kamar dan berjalan ke dapur.

“Young Gi-ya,” panggil Chanyeol saat melihat istrinya tengah sibuk di dapur. “Iya oppa,” jawab Young Gi yang masih sibuk dengan masakannya. Melihat istrinya sibuk memasak Chanyeol hanya tersenyum lalu langkah Chanyeol mendekati Young Gi.

“Selamat pagi istriku,” sapa Chanyeol sembari memeluk pinggang Young Gi dari belakang. “Selamat pagi juga, suamiku, kau bersiap-siaplah selagi aku masih memasak,” Young Gi menyuruh Chanyeol bersiap-siap selagi dirinya masih sibuk dengan masakannya. “Tidak mau, aku rasa aku tidak akan pergi bekerja hari ini,” ujar Chanyeol lalu mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di leher Young Gi.

“Kau akan memberi ku makan apa kalau kau tidak bekerja oppa, cepatlah mandi!” Young Gi sedikit kesal melihat Chanyeol yang semakin hari terlihat semakin manja. Melihat Young Gi selesai menyisihkan bahan masakannya Chanyeol pun membalikkan badan Young Gi sehingga Young Gi berhadapan dengan dirinya. “Kau berbicara seolah-olah diriku bukanlah pemilik dari perusahaan,” ucap Chanyeol memelas. Young Gi menggeleng kepala melihat suaminya memelas itu. Melihat reaksi istrinya Chanyeol malah semakin memelas. Young Gi pun mengalungkan tangannya di leher Chanyeol, menatap lembut Chanyeol lalu tangannya berpindah di bahu Chanyeol dan mengusap pelan bahu suami nya.

Oppa, jika kau benar-benar tidak mau pergi bekerja hari ini, baiklah, terserah dirimu, yang penting malam ini kau tidak bisa tidur dengan ku,” ancam Young Gi dengan suaranya yang sangat lembut. Chanyeol hanya mengeluh kesal mendengar ancaman istrinya. Melihat Chanyeol mengeluh Young Gi hanya bisa tersenyum usil. “Baiklah, aku akan mandi dan bersiap-siap, tapi aku punya satu syarat,” ucap Chanyeol.

“Oppa, kau benar-benar—“

Ucapan Young Gi terpotong karena Chanyeol menempelkan bibirnya dengan bibir Young Gi. Chanyeol mengulum pelan bibir istrinya berharap kadar cerewet istrinya itu berkurang. Chanyeol pun menjauhkan bibirnya dari bibir Young Gi, “aku hanya ingin mencium, itu saja, aku mandi dulu ya,’ ucap Chanyeol meninggalkan istrinya. Young Gi pun melanjutkan masakannya yang terbengkalai tadi.

***

“Wah! Ada apa dengan semua masakan ini? Hari apa ini?” Chanyeol terkejut saat melihat Young Gi memasak banyak kali ini sebelum dirinya berangkat ke kantor. “Hanya saja ingin memanjakan mu dengan masakan, kenapa?” tanya Young Gi. “Tidak biasanya, apa karena aku ulang tahun besok?” tanya Chanyeol sembari mengambil sarapannya. “Kau memang narsis tapi kau yang paling mengerti aku oppa,” ujar Young Gi lalu tertawa usil. Young Gi melihat Chanyeol menyantap sarapan yang dia masak tadi, berharap dirinya mendapatkan pujian yang bagus dari suaminya itu.

“Semua masakan mu enak, kecuali galbi mu memang kekurangan bumbu, tapi tidak terlalu berarti, bagi ku enak-enak saja,” ucap Chanyeol disela-sela makan. “Benar oppa, aku memasak galbi setelah memasak semuanya. Saat aku memasak galbi badan ku langsung tidak enak, aku sempat mual dan kepala ku sakit, padahal saat bangun tadi aku merasa baik-baik saja,” ucap Young Gi murung.

“Benarkah? Kau mual-mual lagi? Kepala mu juga sakit? Apa kau butuh ke dokter? Apa aku harus libur bekerja dan—“

“Tidak! Dan jangan mencari alasan agar kau libur bekerja hari ini!” Young Gi langsung menegur Chanyeol ketika tahu kemana arah pembicaraan Chanyeol. “Apa mungkin kau hamil?” ucap Chanyeol dengan suara pelan tapi cukup terdengar dengan Young Gi.

“Apa? Hamil? Dari kemarin kau  sangat ingin kalau aku hamil,” Young Gi bukannya menyangkal atau tidak ingin hamil, tetapi dia merasa belum siap.

“Bagaimanapun aku sudah berusaha keras agar membuat dirimu hamil,” ujar Chanyeol sembari menghabisi sarapannya.

Young Gi hanya menggeleng tidak percaya dengan ucapan sang suami. Chanyeol yang selesai dengan sarapannya lalu berdiri. Young Gi menghampiri Chanyeol lalu mengantar Chanyeol hingga pintu apartemen, sebelum Chanyeol melanjutkan langkahnya Young Gi menyempatkan diri untuk merapikan pakaian kerja suaminya. Young Gi membetulkan dasi Chanyeol dan mengusap pelan rambut Chanyeol yang terlihat sedikit berantakan. Lalu Young Gi menangkup pipi Chanyeol dan mencium lembut bibir suaminya.

“Selamat bekerja suami ku, pulang lah dengan cepat dan selamat,” ujar Young Gi sembari mengelus pelan pipi Chanyeol.

“Tidak tahu kenapa kau terlihat lebih berbeda hari ini, bahkan terlihat lebih bersinar, apa karena aku melakukannya dengan baik semalam, makanya kau terlihat—“

“Sudah pergi sana,” Young Gi mendorong pelan Chanyeol.

“Aku pergi dulu ya,” pamit Chanyeol setelah mencium kening Young Gi.

***

Setelah Chanyeol berangkat, Young Gi langsung membereskan piring kotor dan kembali beristirahat di kamar. Young Gi yang baru saja beristirahat kembali terjaga karena dirinya yang mual dan perutnya yang kembali terasa sakit. Sudah beberapa hari ini memang Young Gi merasa tidak enak badan tetapi Young Gi selalu mengira kalau dirinya hanya kelelahan. Tidak tahan lagi dengan mualnya, Young Gi pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Yoo Ra unnie, apa kau sadang siaran sekarang?” tanya Young Gi tidak bisa menahan mualnya. “Kebetulan sekali aku dapat shift siaran nanti malam, kenapa adik ipar?” Yoo Ra cemas mendengar suara Young Gi yang disertai mual itu. “Aku sungguh merasa tidak enak badan belakangan hari ini, bisa kah kau menemani ku ke rumah sakit?” Young Gi meminta bantuan kakak ipar karena dia merasa tidak kuat dengan sakitnya. “Baiklah, tapi bagamana dengan Chanyeol—“

“Jangan beritahu Chanyeol, hari ini dia di kantor dan kemarin dia memberitahu ku bahwa akan ada rapat penting, jadi karena itu aku tidak ingin meganggunya, dan aku harap unnie juga tidak menelpon Chanyeol,” Young Gi menjelaskan kepada Yoo Ra kenapa dirinya tidak ingin menghubungi Chanyeol dan agar kakak iparnya itu tidak menghubungi Chanyeol.

“Baiklah Young Gi aku akan menjemput mu di apartemen, tunggu ya,” Yoo Ra memutus panggilan dan berlalu untuk menjemput adik iparnya itu.

***

Setibanya di rumah sakit Young Gi diperiksa di UGD sebelum dokter umum memberinya saran untuk pergi ke dokter kandungan.

“Tidak ada yang salah dengan kesehatan Anda, tetapi untuk kejelasannya saya memindahkan Anda ke unit dokter kandungan, mungkin disana Anda akan mendapatkan informasi lebih jelas tentang kondisi Anda, sebentar lagi perawat akan mengantar Anda, kalau begitu saya permisi dulu,” ucap dokter umum sembari berlalu dan memberikan beberapa catatan kepada perawat yag akan mengantar Young Gi ke dokter kandungan.

“Mari bu, silahkan duduk di kursi roda ini, kita akan memeriksa kandungan,” perawat menawarkan Young Gi kursi roda karena Young Gi yang tiba di rumah sakit tadi dalam kondisi lemah.

“Ayo Young Gi, unnie bantu kamu,” ucap Yoo Ra sembari membantu Young Gi duduk di kursi roda.

***

Setibanya Young Gi di unit dokter kandungan, Young Gi disuruh melakukan test kandungan dengan test pack dan memeriksa kandungannya dengan USG.

“Dari kedua cara yang kita lakukan tadi, memang Anda positif hamil, usia kandungan anda 3 minggu. Selamat ya!” dokter memberitahu hasil tes yang dilakukan Young Gi tadi.

“Omo! Selamat adik iparku! Akhirnya aku akan mendapatkan keponakan! Aku sungguh senang mendengarnya,” Yoo Ra terlihat sangat senang mendengar ucapan dokter.

Yoo Ra melihat Young Gi terdiam. Young Gi terdiam dan terlihat dia menahan air matanya yang memaksa keluar.

“Aku hamil, aku akan jadi ibu?” tanya Young Gi tidak percaya.

“Kau kenapa Young Gi-ya? Kau tidak senang? Atau—“

“Aku senang kak, sungguh sangat senang, a-aku, aku akan menjadi seorang ibu,” ucap Young Gi dengan suaranya yang serak dan air matanya yang keluar. Melihat Young Gi menangis bahagia Yoo Ra tidak bisa menahan dirinya untuk memeluk adik iparnya.

“Selamat adik iparku, benar, kau akan menjadi ibu,” ucap Yoo Ra yang ikut menangis melihat reaksi adik iparnya itu. Tentunya tangisan mereka adalah tangis bahagia.

***

Diperjalanan menuju apartemen Young Gi kembali membaca surat yang menyatakan bahwa dirinya hamil. Senyum Young Gi seolah tidak ingin lepas dari wajah Young Gi.

“Kau terlihat sangat senang adik ipar,” sapa Yoo Ra yang melihat Young Gi terus memerhatikan surat itu.

“Berita ini pasti akan menjadi berita yang sangat memberikan,”

Unnie, kau boleh memberitahu ibu mertua dan ayah mertua tetapi jangan dengan Chanyeol,” Young Gi menegur Yoo Ra. “Kenapa?” tanya Yoo Ra heran.

“Tentu karena aku yang akan memberitahu nya nanti,” jawab Young Gi. “Kakak ipar, bisakah kau mengantarku ke toko kue? Aku ingin membeli kue ulang tahun untuk Chanyeol,” pinta Young Gi sebelum dirinya benar-benar kembali ke apartemen.

“Tentu saja, adik iparku,”.

***

Young Gi tengah duduk di ruang tengah menunggu kehadiran suaminya yang pulang dari kantor. Terdengar suara pintu apartemen, Young Gi pun berlari ke pintu dan menyambut Chanyeol pulang. Young Gi langsung memeluk Chanyeol yang belum sempat membuka sepatu kerjanya.

Oppa, kau pulang! Aku merindukan mu!” ucap Young Gi tidak bisa menahan rindunya dengan Chanyeol.

“Kau sunggu merindukan ku? Benar aku juga merindukanmu, tetapi biarlah aku membuka sepatu ku dulu sebelum kita melepas rindu,” ucap Chanyeol sembari melepas pelukannya. Selesai dari itu Chanyeol kembali merangkul istrinya dan menggendong bridal istrinya hingga ke kamar.

Young Gi membantu Chanyeol yang terlihat susah membuka jas dan baju kerjanya. Chanyeol yang memakai kaus dalam kembali tertidur disebelah Young Gi dan kembali memeluk istrinya.

Oppa, kau akan langsung beristirahat, kau tidak makan malam?” tanya Young Gi heran.

“Aku sudah makan dengan tamu ku tadi jadi aku hanya ingin menghabiskan malam ini dengan istriku tercinta,” ucap Chanyeol lalu mengeratkan rangkulannya.

“Young Gi, kau tahu kan kalau aku berulang tahun besok, jadi aku hanya ingin sesuatu, bisakah aku mendapatkan hadiah ku sekarang?” tanya Chanyeol dengan senyum miringnya. “Ulang tahun mu masih besok oppa, lagian sehari ini badan ku terasa sangat sakit jadi bagaimana kalau kita langsung beristirahat saja?” Young Gi tentunya menolak Chanyeol bukan karena dia tidak mau, tetapi karena hal lain.

“Baiklah, kita istirahat saja,” ucap Chanyeol melonggarkan pelukannya, mencium kening Young Gi lalu tertidur. Chanyeol akui dia merasa sedikit kecewa, tetapi disisi lain dia tidak ingin membuat istrinya kelelahan.

Young Gi terlihat senang melihat ekspresi Chanyeol yang terlihat kesal. Young Gi hanya bisa diam lalu pura-pura tertidur.

‘Rencana ku sepertinya berjalan lancar’ batin Young Gi.

***

Young Gi yang sempat tertidur kembali terbangun karena alarmnya. Tepat pukul setengah dua belas malam. Young Gi kembali melepaskan rangkulan Chanyeol dengan pelan lalu mengambil persiapan kejutan untuk suaminya. Young Gi kembali ke  kamar dengan kue ulang tahun lalu meletakkan kue ulang tahun di meja. Dengan pelan Young Gi membangunkan Chanyeol.

“Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun suamiku, selamat ulang tahun Park Chanyeol”

Young Gi bernyanyi pelan namun cukup keras untuk membangunkan Chanyeol. Chanyeol yang terbangun melihat istrinya dengan kue ulang tahun pun terkejut. Senyum membelah di wajah Chanyeol, lalu Chanyeol mengepalkan kedua tangannya untuk berdoa sebelum meniup lilin kue ulang tahunnya.

“Young Gi-ya, terimakasih istriku tercinta, kau tahu seharusnya tau tidak usah repot-repot memberiku kejutan, terimakasih sayang ku,” ucap Chanyeol lalu memeluk istrinya.

“Sama-sama oppa, senang sekali merayakan ulang tahun mu dengan status ku adalah istrimu,” ujar Young Gi senang.

“Dan oppa, aku ada hadiah untukmu, tunggu ya,” Young Gi pun berlalu ke meja, mengambil hadiah yang dia siapkan tadi, lalu memberikan hadiah itu kepada Chanyeol.

“Surat? Hadiah ku surat?” tanya Chanyeol heran.

“Cepat saja buka hadiah ku!” ujar Young Gi.

Chanyeol membaca isi surat itu dengan tenang lalu ternganga. Seolah tidak percaya dengan isi surat yang Young Gi berikan itu.

“Kau hamil? Young Gi ku hamil? Istri ku hamil? Ya Tuhan! Terima kasih telah mengabulkan permintaan ku tadi,” ucap Chanyeol tidak bisa menyembunyikan bagaimana bahagia perasaannya saat itu.

Melihat Chanyeol bersyukur dan terlihat bahagia, Young Gi tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar. Kebahagiaan tersendiri bagi Young Gi melihat senyum suaminya. Melihat bahagia karena dirinya adalah anugerah bagi Young Gi. Chanyeol melihat air mata mengalir di pipi istrinya pun tersenyum sebelum memeluk hanga istrinya.

“Terima kasih Young Gi, ini adalah hadiah terbaik yang pernah aku dapat seumur hidupku. Terima kasih telah menjadi istriku, terima kasih juga telah bersedia menjadi ibu dari anak-anak ku nanti, aku ingin tahu betapa beruntung dan bahagianya aku memiliki dirimu di hidupku, aku mencintaimu Young Gi-ya, aku sangat mencintai mu istri ku,” ucap Chanyeol mempererat pelukannya. Membiarkan dirinya dan istrinya tenggelam dalam suasana dan perasaan yang pertama kali mereka rasakan sebagai pasangan suami istri.

Hey Young Gi-Chanyeol kembali lagi. Setelah kalian bilang jangan fin, makanya aku lanjutin. Makasih udah baca dan komentarnya. Semoga cerita ini juga memuaskan ya.

Silent readers, semoga kalian juga suka. Terimakasih sudah baca, semoga kalian mau meninggalkan jejak dipostingan ku suatu saat.

Jadi aku post ini tergesa-gesa sebelum return of superman with chanyeol and baekhyun asdfghjkl! *author berasa jadi ibu mereka kalau liat bapaknya mas cahyo*

See you! Xoxo~~~

ps: Chanyeol really fits with Seojun. Oh my feeling! I feel like I am mother of his child *don’t mind my craziness*

Advertisements

4 thoughts on “[OneShot] Best Gift Ever!

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s