[FICLET] Tell Me What Is Love

4810403980_0077f2bec1

Tittle : Tell Me What Is Love

By : Indri-Ber

Genre : Romance, Angst, Tragedy

Rating : T

Length : Ficlet

Cast : Kim Hyerin (OC), Luhan,  Chanyeol

*all cast belong to me

My second ff, please give your respond at least comment or like, dont be plagiator

Happy Reading ^^

“I dont understand why destiny allowed someone people to meet when there is no wa for them to be together”

 

Mungkin ini adalah hari terburuk dalam hidup Kim Hyerin. Sedari tadi dirinya hanya terus menggesekkan sepatu kets biru yang dipakainya dilantai. Seseorang yang ia harap datang untuk menjemput dan menyapanya tak kunjung datang.

Park Chanyeol

‘Kenapa lama sekali ?’ batin Hyerin. Gadis itu sudah kehilangan kesabarannya dan memutuskan untuk meninggalkan halte bis tempat ia menunggu kekasih yang menyebalkannya itu. Ia terus melepaskan nafas panjang dan nafasnya terhenti ketika seseorang menggenggam tangannya dari belakang.

Kaget tentu saja. Hyerin dengan segera memutar badannya, ingin melihat sosok yang tiba-tiba saja menggenggam tangannya itu, berharap mungkin saja itu adalah orang yang sedari tadi membuatnya menunggu.

Deg

“Luhan”

“Jangan pergi dulu”

Tak pernah terbesit dalam pikiran Hyerin bahwa selama ini Luhan terus mengikutinya. Ia agak takut tapi Luhan selalu melindunginya, bahkan tanpa sepengetahuan Hyerin.

Hari itu Hyerin kelupaan buku di kampusnya, ia harus kembali lagi lantaran berkas berkas penting terselip didalam bukunya itu, disepanjang perjalanan menuju kampus ternyata Hyerin telah dibuntuti beberapa orang yang siap menjambret dirinya, Hyerin tahu ia tidak aman saat itu tapi sesuatu yang aneh terjadi. Ketika dirinya keluar dari lokasi kampus sekelompok orang itu ternyata sudah tidak ada.

Tak hanya itu, Hyerin sering sekali menemukan benda-benda aneh didepan dirumahnya. Benda itu tentu saja untuk meneror dirinya lantaran telah berani menjalin hubungan dengan seorang aktor seperti Park Chanyeol tapi untunglah benda-benda itu tidak pernah sekalipun sampai masuk ke lokasi rumahnya.

Hyerin kini tahu semua itu terjadi karena Luhan. Luhan selalu melindunginya. Tanpa Luhan beritahu pun seketika Hyerin sudah sadar melihat kondisi Luhan yang saat ini sangat memprihatinkan.

“kita ke rumah sakit saja oppa” Hyerin kini benar benar khawatir lantaran darah dari sudut bibir pemilik senyum yang menyejukkan hati itu tak kunjung reda.

“gwenchana Rin-ah, lebih baik kau pulang sekarang, aku akan mengantarmu. Jangan sekali kali kau berani jalan sendiri lagi, arra ?” bahkan dengan segala rasa sakit yang di tanggung Luhan ia masih saja menyempatkan untuk tersenyum dan melindungi gadis yang dicintainya itu.

“tapi lukamu harus diobati oppa”

“lukaku sudah terobati Rin-ah” lagi-lagi senyum yang di ukir Luhan diwajahnya membuat jantung Hyerin menjadi tak karuan. Kali ini Hyerin berusaha untuk mengabaikan perkataan Luhan. Kondisi anak itu kini benar-benar kritis.

———————————

Matahari kini mulai bergerak ke ufuk barat, membuat sinarnya yang tadi begitu menyengat menjadi lebih redup dan cuaca agak bersahabat untuk hari ini. Kicauan burung peliharaan sang ibu membuat Hyerin agak lebih tenang.

Saat ini Luhan tengah terbaring lemah di atas sofa berwarna coklat kehitaman. Dirinya terlihat begitu damai saat tidur. Namun gadis yang sedari tadi memperhatikannya tak bisa menutupi kegelisahannya itu.

Ia sudah merasa lega Luhan sudah agak mendingan namun bagaimana dengan Park Chanyeol ? ponselnya saja tak kunjung diangkat terlebih untuk membalas pesan singkat dari Hyerin. Hyerin tak mengerti, hari ini Chanyeol sama sekali tak punya jadwal syuting, Chanyeol sendiri yang memberitahukannya sejak seminggu lalu, jauh sebelum mereka berencana untuk berkencan hari ini.

Kini Hyerin dapat melihat pergerakan kecil dari tubuh Luhan. Sontak Hyerin menghentikan lamunan yang masih tak kunjung terselesaikan.

“kau baik-baik saja oppa ? apa kau butuh sesuatu ?” Hyerin mengelus wajah sang mantan dengan sangat lembut, entah mengapa Hyerin merindukan kegiatan yang sudah tidak lama ia lakukan untuk Luhan. Mengelus wajah dan rambut milik si deer.

Lagi-lagi Luhan hanya mengukir senyuman tulus diwajahnya, membuat seluruh kegelisahan Hyerin hilang seketika. Hyerin sadar pertemuannya dengan Luhan pasti akan membuat Chanyeol marah besar tapi mungkin kali ini Chanyeol bisa mengerti lantaran kondisi Luhan yang benar-benar memprihatinkan.

“aku menyayangimu”

“nado oppa, sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi denganmu, kenapa kau jadi seperti ini ? siapa yang melakukan hal ini padamu ?”

“aku pernah sekali mencintai seorang gadis, gadis yang membuatku tersadar belakangan tentang apa makna dari cinta itu sendiri. Tapi sesuatu terjadi sehingga gadis itu meninggalkanku disaat aku sadar bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya, aku tidak bisa melihatmu dalam bahaya, aku tidak bisa melihatmu bersedih, aku tidak bisa melihatmu terluka, dan aku tidak bisa jika tidak melihatmu, aku sudah jatuh dalam candu yang telah kau berikan setiap harinya dan tidak akan bisa pernah lepas dari hal itu Rin-ah, itulah yang terjadi padaku hingga membuatku hampir gila”

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s