BE WITH U (Chapter 1 of 2)

(FF REQUEST) BE WITH U (Chapter 1 of 2)

Be With You

Author : Vera Riantiwi

Tittle : Be With U

Length : TwoShoot

Cast : Kwon Yuri (GG), Park Chanyeol (EXO), Choi Sulli (F(X))

Other Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Choi Minho, Krystal Jung, Etc.

Genree : School Life, Sad, Romance, Marriage.

Poster by: Vera29riantiwi.wordpress.com / Koreanfanbasefanfiction.wordpress.com

Author Note : Annyeong !! Chingu…. Aku kembali dengan Request FF dengan cast Chanyeol dan Yuri. Ini FF pertama aku dengan main cast mereka berdua… semoga suka yaaa.

Happy Reading and Please coment…. yaaa chingu…..

Author No Comment deh,,,,, ^^

Happy Reading dan yang terpenting ‘Maafkan atas banyaknya Typo’

Disclaimer : ini hanya sebatas ff. Jadi mereka yg disini hanya pinjam. Jadi bukan milik Author Cast disini oke.. , so DON’T COPAS!!!

ALLOWED!!

Sinopsis : “Ketika cinta datang tidak pada seseorang yang kita harapkan. Karena sebuah kecelakaan yang membuat semuanya hancur berkeping-keping. Dan pernahkah kau dihadapkan oleh pertanyaan yang sangat sulit dijawab? Pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranmu?

Apakah aku mampu bertahan? Apakah aku mampu membuatnya mencintai aku?mungkin itu semua hanya mimpi?”

Yuri Pov :

“Yuri eonni….”Pekik Yoona memanggilku dari jauh. Yoona adalah sahabat ku dan dia sudah aku anggap kembaran mungkin karena dia selalu mengerti keadaan aku.

“Aiishh, gadis itu apa dia tidak malu memekik seperti itu didepan namjanya. Memalukan.” Dumelku melihat sikap Yoona yang kekanakan.

“Waeyo?” kata ku ketus ketika Yoona sudah ada di hadapan aku.

“Eonni kenapa? Aku dengar kalian berdua bertengkar lagi? Kali ini apalagi yang membuat kalian bertengkar?” Tanya Yoona pada Yuri.

“Anniya, kami baik-baik saja.” Jawab Yuri seadaanya.

“Eonni tidak bisa berbohong padaku. Aku mengenal Eonni bukan baru satu jam yang lalu. Aku tahu Eonni pasti ada masalahkan, ayolah katakana pada ku.” Bujuk Yoona pada Yuri.

“Sudahlah Yoong. Untuk kali ini Eonni mohon jangan campuri urusan eonni dengan namja itu. Biarkan kami menyelesaikannya sendiri.” Ucap Yuri memohon pada Yoona. Mendengar ucapan Yuri membuat Yoona menyerah dan akhirnya mengerti perasaan Yuri.

Akhirnya mereka berjalan ke ruang kampus mereka berdua. Dalam perjalanan ternyata Yuri tidak sengaja mendengar pertengkaran seseorang dengan kekasihnya. Setelah mereka melihat ternyata Chanyeol sedang bertengkar dengan Sulli. Melihat itu Yoona terkejut, karena mereka berdua tidak pernah bertengkar sebelumnya. Tapi Yuri tidak peduli dan langsung pergi menuju kelasnya.

Setelah jam kuliahnya berakhir Yuri keluar dengan tergesa-gesa dari kelasnya. Karena dia tidak ingin bertemu dengan namja itu. Tapi nasib buruk ternyata menimpa Yuri, dia harus melihat Namja itu sedang bermesraan di depan matanya. Sudah cukup sakit yang dia pendam selama ini,keputusannya sudah bulat untuk berpisah dengan namja itu. Dengan mantap dia berjalan menghampiri dua orang itu, tanpa Yuri sadari ada seseorang yang memperhatikannya dalam tempat berbeda orang itu adalah Chanyeol dan Yoona. Yoona jelas ingin tahu karena dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara Minho dan Yuri.

“Jadi, ini yang kalian berdua lakukan dibelakang aku. Aku tidak menyangka kalian berdua bisa melakukan itu pada ku. Aku menyesal telah mengenalkan kalian berdua, bila harus seperti ini jadinya. Dan kau… Minho oppa, terimakasih untuk semua yang sudah oppa berikan kepada aku. Dan terimakasih sudah pernah mencintai aku. Tapi, maaf untuk kali ini kita benar harus berakhir. permisi.” Ucap Yuri dengan menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh. Yuri berjalan dengan cepat menuju halte bus yang biasa dia gunakan untuk pulang ke apartementnya. Tapi belum sempat Yuri sampai disana Yoona sudah menghadangnya dan memeluknya erat. Dia tahu saat ini Yuri bersedih dan dia ingin di samping yeoja itu, biar bagaimana pun dia adalah sahabat yang selalu ada untuk Yoona ketika Yoona bersedih waktu itu.

“Eonni menangislah… aku akan meminjamkan bahu ku untuk kau bersandar.” Ucap Yoona lirih.

“Yoong, kau tahu dari mana?” Tanya Yuri yang berusaha untuk menahan air matanya.

“Aku melihat dan mendengar semuanya, eonni. Jadi Eonni tidak perlu menutupi ini semua dari aku. Aku mengerti alasan Eonni tadi pagi. Mianhae karena aku terlalu memaksa eonni untuk menceritakan ini pada ku.” Jawab Yoona.

Setelah beberpa menit mereka ditaman Yuri menceritakan semua masalah dan perubahan sikap Minho terhadapnya ternyata selama ini ada orang ketiga dalam hubungan mereka. Setelah Yuri sedikit agak tenang, Yoona pamit karena dia ada janji dengan Siwon untuk bertemu.

“Eonni, tidak apa kan bila aku pergi sekarang? Eonni sudah sedikit lebih tenangkan dari sebelumnya?” Tanya Yoona dengan nada khawatir.

“Ne, Yoong. Eonni sudah lebih baik. Bila kamu ingin pergi, pergilah pasti Siwon Oppa sudah menunggu kamu.” Ucap Yuri dengan tenang dengan memberikan sedikit senyum yang dipaksakan.

“Arra, kalau begitu aku pamit ne, Eon. Kalau terjadi sesuatu cepat hubungi aku.” Ucap Yoona yang masih cemas dengan keadaan Yuri. Dia tahu Yuri bisa saja melakukan apapun yang dia mau bila dirinya tertekan seperti ini.

“Ne, gomatha Yoong. Aku janji aku baik-baik saja.” Ucap Yuri dengan senyum yang dipaksanya. Setelah Yoona pergi, Yuri kembali terisak dia menangis sejadi-jadinya. Hatinya sakit, dia terluka.

Tanpa disadari Yuri ternyata ada seseorang yang mengikutinya dan memperhatikannya dari jauh. Dan orang itu adalah Park Chanyeol.

“Kenapa aku jadi mengikutinya seperti ini? kenapa juga aku harus merasa peduli? Aku kan tidak mengenalnya” gumam Chanyeol dalam hati.

“ini pasti tidak beres. Kenapa juga aku peduli dengannya. Masalah ku dengan Sulli saja tidak selesai-selesai. Kenapa juga aku harus peduli dengan yeoja itu.”

Tak selang berapa lama Yuri berjalan melangkah di berjalan tanpa arah. Dia seolah tidak memiliki jalan hidup lagi. Begitu sulit menerima kenyataan pahit ini. namja yang sangat dicintainya tega menduakannya di depan matanya. Dan itu membuat dia terpuruk. Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang perhatian? Apa memang dari awal Minho oppa tidak mencintai ku. Kenapa dia tidak seperti Hyungnya Siwon Oppa yang selalu perhatian pada Yoona dan memanjakannya. Semakin banyak pertanyaan yang ada di pikiran Yuri sampai dia berhenti di depan Club yang masih sepi dan dia masuk kedalam. Sebelum masuk dia sempat bergumam “Yoong, mianhae tapi aku tidak baik-baik saja saat ini. Dan maaf bila aku mengecewakan kamu.”

Chanyeol yang memang mengikuti Yuri tertegun ketika yeoja itu masuk kedalam. “sudah ku duga yeoja itu hanya pura-pura kuat di depan sahabatnya.” Gumam Chanyeol pelan. Akhirnya Chanyeol ikut masuk kedalam club itu, dan memperhatikan yeoja itu yang sedang meneguk Alkohol berkali-kali. Dan sepertinya yeoja itu tidak kuat untuk meminum-minuman seperti itu. Buktinya saja baru dua botol dia sudah mabuk dan meracau tidak jelas. Dengan segera Chanyeol menghampiri yeoja itu, sebelum ada namja byeotae yang mengganggunya. Dia membawa Yuri keluar dari club malam itu. Dia bingung harus membawa yeoja itu kemana dan akhirnya dia memutuskan untuk membawa yeoja itu ke Apartementnya karena tidak ada tempat tujuan lainnya.

Selama di perjalanan Yuri selalu merancau tidak jelas “Oppa… kenapa kau tega seperti ini dengan ku… aku sangat mencintai mu.. saranghae Oppa….”

Mendengar itu, Chanyeol tidak menyangka ada seorang yeoja yang mencinta seorang namja dengan tulus seperti itu. Dia kira semua wanita itu sama hanya mencintai seseorang karena fisik dan harta. Tapi mendengar ucapan Yuri walau tidak jelas tapi dia baru mengetahui tidak semua wanita seperti itu, masih ada wanita yang tulus mencintai kekasihnya sampai seperti itu. Ketika Chanyeol akan beranjak pergi tiba-tiba saja tangan Yuri menahan tangan Chanyeol. Saat itu Chanyeol merasakan jantungnya berdetak kencang. Dia tidak pernah merasakan hal seperti itu, apa lagi bersama Yeojachigunya Choi Sulli, walau mereka berdua saling menyukai tapi dia tidak pernah merasakan jantungnya berdetak kencang seperti ini.

“Ada apa dengan jantungku. Kenapa berdetak kencang saat dia memegang tangan ku erat?” gumam Chanyeol dalam hati.

“Oppa, Jebbal jangan tinggalkan aku sendiri. Aku sangat mencitaimu Oppa.” Gumam Yuri lirih. Mendengar itu Chanyeol tidak tega dan memutuskan menemani yeoja itu dikamar. Setiap Chanyeol akan beranjak pergi Yuri selalu menahannya, sampai sesuatu yang tidak seharusnya terjadi dan mereka berdua lakukan.

Keesok harinya

Yuri terbangun dari tidurnya, dimerasa badannya sakit semua, dia belum menyadari apa yang terjadi semalam. Ketika di menyadari dia tidak berada di kamarnya dia terkejut dan melihat tubuhnya hanya dilapisi kain selimut hitam. Disana pakaiannya berantakan di lantai kamar ini.

“Apa yang terjadi? Kenapa aku ada disini? Siapa namja ini? Ahhh… kenapa kepalaku sakit…” gumam Yuri dalam hati.

Tidak lama dari itu namja di sebelahnya menggeliat dan bangun dia tampak terkejut melihat Yeoja yang disampingnya dengan tubuh polos.

“Siapa kamu? Kenapa aku bisa disini? Kenapa ini bisa terjadi…. Hiks…hikss…” ucap Yuri sambil terisak.

“Mianhae… aku tidak bermaksud seperti itu. Ini semua di luar kendaliku. Aku tidak sadar melakukan ini semua. Mianhae…. Aku akan bertanggung jawab dengan semua ini.” ucap Chanyeol dengan yakin.

Mendengar ucapan Namja yang disebelahnya dengan serius dia berhenti menangis. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi bila orang tuanya mengetahui ini semua. Pasti orang tuanya akan kecewa dan shok.

“Emmm… kita belum berkenalan Chanyeol Immida..” ucap Chanyeol ramah.

“Yuri…” jawab yeoja itu singkat.

“Ya sudah sekarang bersihkan dirimu dahulu dan kita langsung kerumah kamu bertemu dengan kedua orang tua ku terlebih dahulu. Setelah itu kita kerumah kamu untuk menemui kedua orang tuamu. Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan, tapi rahasiakan hal ini dari orang tua kita berdua. Biarkan mereka tahunya kita saling mencintai, aku tidak ingin mereka kecewa terhadap kita berdua.” Jelas Chanyeol.

“Mendengar itu, Yuri tidak menyangka namja itu mau bertanggung jawab. Bagaimana dengan yeojanya? Sepertinya aku pernah melihat namja ini tapi dimana?” pikirnya.

“Emm… apa aku boleh bertanya sesuatu dengan kamu, Chanyeol-shi?” Tanya Yuri ragu.

“Boleh, apa yang ingin kamu tanyakan, Yuri-shi.” Jawab Chanyeol lembut.

“Emm… mmm… apa kamu tidak memiliki yeojachigu? Bagaimana kalau nanti kita menikah dan yeoja kamu tidak terima dengan pernikahan ini?”Tanya Yuri dengan cemas.

“Tenang saja. Aku dan yeoja itu memang sudah berakhir kemari. Kita sama-sama tersakiti oleh pasangan kita masing-masing kan. Aku di duakan oleh yeoja itu, dan kamu di duakan dengan namja itu.” Jawab Chanyeol dengan tersenyum.

“Mwo… bagaimana kamu tahu hal tentang itu, dan bagaimana aku bisa disini?”Tanya Yuri terkejut mendengar jawaban dari Chanyeol.

“Tentu saja aku tahu. Kamu tidak sengaja melihat aku betengkar dengan yeojachigu ku di taman kampus bersama dengan Yoona. Dan saat itu aku pula tidak sengaja melihat kamu ketika bertengkar dengan napeun namja itu. Dan aku mengikuti kamu pergi bersama Yoona ketaman tadi. Dan ketika Yoona pergi kamu berjalan menuju ke club malam dan mabuk disana. Saat itu aku bingung mau membawa kamu kemana. Tidak mungkin aku membawa kamu pulang kerumah Yoona. Pasti orang tua Yoona akan marah dengan kondisi kamu yang seperti ini. Dan satu-satunya tempat yang aku pikirkan hanya Apartement aku ini. Mian karena aku , kamu harus menanggung ini semua. Entahlah kenapa hal itu bisa terjadi. Malam itu aku pun sedang frustasi dengan Suli yeojachigu ku. Dan aku pun melampiaskannya dengan minuman sialan itu. Dan ketika aku masuk ke kamar kamu menanhan aku untuk pergi dan saat itu naluri ini tiba-tiba tidak dapat di tahan. Sekali lagi, mianhae… aku akan menanggung semua ini. dan aku akan belajar untuk mencintai kamu mulai saat ini.” jelas Chanyeol panjang lebar.

Menderngar semua penjelasan Chanyeol membuat Yuri tertegun mendengar penjelasan Yuri. Biar bagaimana pun dia juga bersalah tidak seharusnya dia minum-minuman seperti itu. Harusnya dia bisa menahan emosinya sesaat. Seharusnya ia juga mendengarkan perkataaan Yoona untuk pulang dan tidak pergi kemana-mana. Dan sekarang dia mau tidak mau harus menanggung semua yang terjadi karena ulahnya. Dan dia juga harus bisa mencintai namja itu mulai sekarang. Setelah mendengar penjelasan Chanyeol Yuri segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ketika di kamar mandi entah kenapa dia tidak menyesal dengan apa yang terjadi saat ini. padahal dia sudah melakukan yang seharusnya tidak dilakukan oleh namja itu.

“Kenapa aku tidak marah dengan namja itu? Kenapa aku seolah menerima ini semua? Ada apa dengan aku? Apa ini saatnya aku membuka hati untuk namja lain? Tapi kenapa secepat ini? kenapa hanya karena malam itu aku bisa mudah mempercayai namja itu? Kalau dia berbohong dan tidak mau tanggung jawab bagaimana?” semua pertanyaan muncul di benak Yuri. Tapi dia masih tidak tahu jawaban apa dari pertanyaannya itu. Setelah selesai Yuri mengenakan pakaiannya yang kemarin ia gunakan. Setelah rapih dan selesai dia keluar dari kamar mandi, dan melihat Chanyeol yang sudah rapih dengan pakaiannya juga.

“Kajja, kita berangkat sekarang. Tapi sebelum itu kita mampir ke butik lebih dahulu.” Kata Chanyeol dengan ramah.

“Untuk apa kita kesana?” Tanya Yuri yang masih bingung.

“Apa kamu ingin bertemu dengan orang tua ku dengan penampilan seperti ini?” Tanya Chanyeol dengan santai.

“Ahhh… iya juga yaa…hehhehhe…” gurau Yuri. Entah mengapa mereka berdua semakin dekat seolah mereka saling mengenal sudah lama.

“Ya sudah kajja kita berangkat. Karena hari ini akan menjadi hari yang terberat dan melelahkan bagi kita berdua.” Ucap Chanyeol lembut.

Setelah itu mereka berjalan menuju parkiran mobil Chenyeol selama perjalanan menuju butik tidak ada rasa canggung diantara mereka berdua. Mereka seperti orang yang sudah saling mengenal lama.

“Oppa, apa Oppa yakin dengan keputusan ini. aku takut suatu saat nanti Oppa akan menyesal dengan keputusan ini.” Tanya Yuri yang masih ragu dengan keputusan yang mereka berdua lakuka.

“Semoga saja aku tidak menyesal, Yuria-ah. Sejak pertama kali bertemu dengan kamu, aku merasakan yang tidak pernah aku rasakan dengan yeojachigu aku selama ini. dan mulai saat ini aku akan mulai belajar untuk mencintai kamu, dan aku harap kamu pun seperti itu. Aku tahu kamu masih mencintai namja itu, tapi untuk apa kamu masih berharap dengan napeun namja itu, dia hanya akan terus menerus menyakiti kamu. Dan aku janji aku tidak akan menyakiti kamu atau pun meninggalkan kamu sendiri.” Ucap Chanyeol dengan yakin.

“Kenapa oppa bisa seyakin itu memilih aku. Kita bahkan belum saling mengenal satu sama lain.” Kata Yuri lirih.

“Molla, tapi oppa merasa kalau kita sudah saling mengenal sejak lama. Tapi entahlah mungkin hanya perasaan oppa saja.” Jawab Chanyeol dengan tenang dan senyum yang lembut.

Setibanya di butik Chanyeol segera meminta penjaga disana untuk mencarikan gaun yang sesuai dengan Yuri. Setelah berkali-kali berganti pakaian akhirnya Chanyeol menjatuhkan pilihannya pada dres biru muda yang memang cocok dengan tubuh Yuri. Setelah semua beres, mereka berdua pergi menuju Rumah Chanyeol. Chanyeol memang sengaja sebelum pergi tadi menghubungi kedua orang tuanya, meminta mereka untuk tidak pergi kemana-mana lebih dahulu karena ada hal penting. Ketika mereka berdua sampati diperkarangan rumah Chanyeol jantung Yuri berdebar-debar entah lah mungkin baru pertama kalinya dia datang kerumah namja, apalagi saat ini dia datang untuk diperkenalkan kepada kedua orang tua Chanyeol.

“Apa kamu gugup, Yuri-ah?” tanya Chanyeol lembut.

“Ne, karena ini untuk pertama kalinya aku diperkenalkan oleh orang tua seperti ini.” Jawab Yuri pelan.

“Mwo, apa Minho tidak pernah memperkenalkan kamu kepada orang tuanya? Yoona saja sudah pernah di kenalkan ke semua keluarganya.” Seru Chanyeol tidak percaya.

“Ne, Yoona memang beruntung mendapatkan Siwon Oppa. Aku tidak pernah diperlakukan seperti Yoona diperlakukan Siwon Oppa.” Jawab Yuri murung.

“Tenang saja Yuri-ah, Oppa akan melakukan yang terbaik untuk kamu. Oppa akan melakukan yang dilakukan Siwon hyung dengan Yoona. Oppa akan menjadikan kamu yeoja yang paling bahagia nantinya.” Kata Chanyeol dengan sangat yakin.

Mendengar itu Yuri tersenyum tulus, dan langsung memeluk Chanyeol bahagia. Dia tidak pernah merasa bahagia seperti ini, di perlakukan baik oleh seorang namja. Walau namja ini baru dikenalnya dalam beberapa jam saja.

“Gomawo, Chany Oppa.” Ucap Yuri dengan tulus.

“Sama-sama Yuri-ah. Jadi jangan takut ne, Kajja kita masuk oppa akan selalu melindungi kamu nanti didalam.”

Setelah itu mereka berdua masuk kedalam kediaman keluarga Chanyeol. Ternyata di dalam rumah itu orang tua Chanyeol sedang menerima tamu. Dan yang membuat Yuri terkejut ternyata tamu di rumah Chanyeol itu adalah orang tuanya sendiri.

_TBC_

Apa yang dilakukan orang tua Yuri di rumah Chanyeol? Perasaan apa yang dimilik Chanyeol ketika pertama mereka berdua bertemu?? Tunggu kelanjutannya ya….

Wuuaahhh akhirnya bisa selesai juga chapter satunya,… ini adalah FF Request pertama aku dengan cast member Exo… semoga suka ya… maaf kalau ceritanya kurang menarik dan masih banyak typo….

NB: jgn lupa kunjungi blog ini yaaa….

http:/koreanfanbasefanfiction.wordpress.com/

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s