Bunga Terakhir

bunga terakhir

Author: seobabywook
Rate: PG 14+
Length: one shot
Genre: angst, romance
Cast:
-Kim Ryeowook (Ryeowook)
-Seo Joohyun (Seohyun)

Other cast:
-Super Junior
-Girls Generation

NB: FF ini terinspirasi dari SS6INA yang si Ryeowook nyanyiin lagu Bunga Terakhir by Afgan. Cerita ini cuma fiktif! Jadi jangan tabok gua gegara endingnya :v

-Happy Reading-

Berpacaran secara diam-diam.

Tak banyak orang yang bisa melakukan itu. Sama halnya seperti Ryeowook dan Seohyun. Ya, mereka berpacaran secara diam-diam demi menjaga perasaan fans. Yang mengetahui hal itu hanya member Super Junior dan Girls Generation. Selain itu, tidak ada lagi yang mengetahuinya. Mereka telah berjanji akan menutup rahasia itu rapat-rapat dari siapapun terutama Kim Youngmin.

“Super Show 6 Jakarta adalah konser penutupan. Apakah ada salah satu dari kalian yang ingin memberi kejutan untuk ELF Indonesia?” Tanya Leeteuk pada semua member.

Hening. Tidak ada satupun dari mereka yang angkat tangan. Leeteuk mengerutkan keningnya. Tidak ada?

Leeteuk mengarahkan pandangannya ke seluruh member. Matanya mencari seorang Eternal Magnae yang tak tampak batang hidungnya.

“Kemana Ryeowook?” Tanya Leeteuk bingung.
“Entahlah, mungkin dikamarnya.” Jawab Eunhyuk.

***

“Oppa, mianhae..”
“Seohyun-ah, mengapa kau tega? Tega membiarkanku tidak tahu apa-apa tentang dirimu? Aku ini kekasihmu, aku berhak tahu apapun yang terjadi padamu.”
“Aku tidak ingin kamu sedih, oppa. Aku tidak sanggup lagi merahasiakannya padamu, untuk itu aku memberitahumu di saat yang tepat. Yaitu hari ini.”

Air mata Ryeowook jatuh membasahi pipinya. Ditatapnya layar ponselnya itu, Ia sedang melakukan Video call dengan Seohyun di Line. Dari layar ponselnya, terlihat wajah kekasih tercintanya yang pucat. Ia belum sanggup untuk kehilangan Seohyun setelah apa yang Seohyun katakan padanya. Sebuah kalimat singkat dari bibir Seohyun namun membuat hatinya hancur. ‘Aku mengidap hepatitis C stadium akhir.’

“Uljima oppa.”

Ryeowook mengusap air matanya.
“Oppa, dimana konser penutupan Super Show 6? Aku ingin meminta sesuatu.”
“Jakarta.”
Jakarta, Indonesia? Kalau begitu, boleh aku memintamu untuk menyanyikan sebuah lagu untukku ketika Super Junior mengadakan konser disana?”
“Katakanlah, apa yang kamu pinta.”
“Nyanyikanlah lagu Indonesia yang diyanyikan oleh Afgan. Judulnya, ‘Bunga Terakhir.’”
“Lagu Indonesia?”
“Ya.”
“Apapun akan kulakukan demi membuatmu bahagia, Seohyun-ah.”
“Kudengar, oppa sulit untuk menghafalkan lagu. Apa itu benar?”
“Tak usah pedulikan hal itu, aku akan menyanyikannya untukmu saat Super Show 6 Jakarta nanti. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu.”
“Gomawo.”

***

Tok tok tok..

Ryeowook menoleh ketika mendengar ketukan dari pintu kamarnya. Segera Ia hapus air matanya lalu Ia pun membuka pintu kamarnya dengan mata yang terlihat sembab. Cengeng memang, tetapi itulah yang dirasakannya ketika sang kekasih yang sangat Ia cintai sakit, yaitu rasa sedih. Bahkan bukan hanya sakit biasa, tetapi sakit parah.

“Hei, kau kenapa, Ryeowook-ah? Kau menangis?” Tanya Donghae khawatir.
“Ani, lupakan. Ada apa?” Ryeowook mengalihkan pembicaraan.
“Jangan mengalihkan pembicaraan! Katakan sebenarnya, apa yang membuatmu menangis?”
“Seohyun…” Ryeowook tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Sementara itu kening Donghae mengerut. Apa Ryeowook sudah tahu semuanya? Batin Donghae.
“Seohyun sakit, iya kan?” Potong Donghae.

Ryeowook menatap Donghae sambil mengerutkan keningnya. Darimana Donghae tahu semua itu? Mengapa Donghae tidak pernah memberitahunya?

“K-kau, kau tahu?”
“Nde.”
“Mengapa kau tidak memberitahuku?”

Donghae menghela nafas.

“Dia tidak ingin kau sedih.”

Ryeowook menarik kerah baju Donghae dan menatapnya dengan marah. Kali ini amarahnya benar-benar naik. Jarang sekali Ryeowook seperti ini.

“Tidak peduli aku akan sedih atau tidak. Tapi aku ini kekasihnya, hyung. AKU KEKASIHNYA! Aku seharusnya ada disaat Ia seperti itu. Tetapi mengapa? MENGAPA AKU SENDIRI TIDAK BECUS MENJADI SEORANG KEKASIH UNTUKNYA? Katakan padaku hyung, MENGAPA?!”
“RYEOWOOK! CUKUP!”

Suara itu berhasil membuat suasana menjadi hening. Siwon yang berhasil mendinginkan suasana pun menghampiri Ryeowook dan Donghae.

“Bukan hanya Donghae yang tahu akan hal itu, tetapi kita semua. Dengan kau marah-marah dan berteriak pun tidak akan membuat Seohyun sehat kembali. Tidak ada gunanya kau marah, Ryeowook-ah.” Nasihat Siwon.
“Ada apa ini?” Ujar Leeteuk menengahi.
“Aku pusing, jangan ganggu aku.” Ucap Ryeowook sambil berjalan memasuki kamarnya.
“Ryeowook! Changkaman!”
“Jangan ganggu aku, aku butuh waktu untuk sendiri.”

Blam!

Ryeowook membanting pintu kamarnya. Fikirannya sangat kacau. Ryeowook membanting tubuhnya diatas kasur. Diraihnya sebuah foto yang terletak diatas meja. Foto Ia dengan Seohyun saat berselca di SMTown Concert 2013. Ryeowook menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin berpisah dengan Seohyun. Ryeowook mendesah panjang, Ia meraih laptopnya dan segera mencari lagu Afgan yang dimaksud oleh Seohyun, yaitu ‘Bunga Terakhir’. Didengarkannya secara seksama lagu itu.

Ini adalah lagu ballad. Apa arti dari lagu ini? Pikir Ryeowook. Segera Ia mencari lirik lagu Bunga Terakhir itu. Kemudian lirik lagu itu diterjemahkan olehnya ke dalam bahasa Korea di Google Translate. Ia membaca arti lirik lagu itu dengan seksama sekaligus memahami apa arti yang terkandung dalam lagu itu.

Tema lagu ini adalah perpisahan. Apa maksud Seohyun menyuruhku menyanyikan lagu ini untuknya? Batin Ryeowook.

***

Keesokan harinya..

Siang ini seluruh member berkumpul di ruang tengah. Leeteuk masih membahas soal kemarin. Yaitu tentang kejutan apa yang akan mereka berikan pada ELF Indonesia saat Super Show 6 yang merupakan konser penutupan itu.

“Siapa yang mau mengajukan diri?” Tanya Leeteuk. Kurang dari satu detik kemudian, Ryeowook mengangkat yangannya.
“Kejutan seperti apa yang akan kau berikan pada mereka?” Ujar Leeteuk sambil memain-mainkan remote TV yang dipegangnya.
“Aku akan menyanyikan lagu Indonesia.” Jawab Ryeowook enteng. Kemudian seluruh member menatap Ryeowook dengan terkejut.
“Apa? Lagu Indonesia?” Ucap Kyuhyun terkejut.
“Bahasa Indonesia itu sangat susah, apa kau yakin?” Sambung Heechul.
“Nde. Itu juga permintaan dari Seohyun.” Ucap Ryeowook datar.
“Lagu apa yang akan kau nyanyikan?” Tanya Kyuhyun.
“Lagu yang dinyanyikan oleh idola Henry di Indonesia, Afgan. Henry-ya, apa kau punya lagu Bunga Terakhir?” Celetuk Ryeowook.
“Ya, tentu! Lagu itu adalah lagu favoritku.” Seru Henry.
“4 hari lagi kita akan konser di Jakarta, apa kau yakin bisa menghafalnya dalam 4 hari ini?” Tanya Leeteuk. Ryeowook mengangguk mantap.
“Hyung, apa boleh aku mampir ke dorm SNSD sebentar? Aku ingin bertemu dengan Seohyun.”
“Nde, pergilah.”

***

Ryeowook mencopot kacamata dan maskernya setelah Ia telah sampai di depan pintu dorm SNSD. Ia menarik nafas dalam. Lalu diketuknya pintu itu.

Tok tok tok..

Cklek!

Seorang gadis berambut pirang terlihat membuka pintu dan menyambut kedatangan Ryeowook.

“Hyoyeon-ssi, apa ada Seohyun di dalam?” Tanya Ryeowook.
“Ada, silahkan masuk.”

Ryeowook memasuki dorm SNSD. Ruangan disana-sini terlihat rapi. Berbeda 180 derajat dengan keadaan dorm nya yang selalu acak-acakan. Itulah perbedaan laki-laki dan perempuan. Dan itulah juga alasan mengapa Tuhan memasangkan laki-laki dan perempuan. Karena mereka bisa saling melengkapi satu sama lain.

Senyum Ryeowook merekah ketika melihat gadisnya yang tengah duduk di sofa sambil menikmati TV. Hyoyeon menyuruh para member lain untuk segera mengosongkan ruang tengah agar tidak mengganggu Seohyun dan Ryeowook. Ryeowook menghampiri Seohyun dengan sebuah senyum manis yang mengembang diwajahnya walau Seohyun tahu senyum itu digunakan Ryeowook untuk menutupi segala rasa perih dihatinya.

“Hei, bagaimana keadaanmu?” Tanya Ryeowook. Diusapnya rambut Seohyun dengan lembut.
“Selama ada kamu, aku akan selalu baik-baik saja.” Jawab Seohyun sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ryeowook.
“Lagu itu, lagu permintaanmu. Apa tujuanmu menyuruhku menyanyikan lagu itu? Bukankah lagu itu bertema, perpisahan?”
“Tidak usah fikirkan isi dan tema lagu itu. Tetapi cermatilah setiap kata dan arti kata-kata indah di dalam lagu itu.”
“Seohyun-ah, tapi lagu itu…”
“Apa kau sudah hafal?” Seohyun mengalihkan pembicaraan.
“Sedikit.”
“Boleh kau nyanyikan bait yang sudah kau hafal?”
“Baiklah.”

“Bunga terakhir, kupersembahkan kepada yang terindah. Sebagai satu tanda cinta untuknya..”

Seohyun menutup matanya sambil mendengarkan alunan suara Ryeowook yang indah saat menyanyikan lagu itu. Kemudian Ryeowook berhenti di tengah lagu karena lupa dengan liriknya.

“Ah, sampai disitu saja. Aku lupa lagi liriknya.”
“Suaramu benar-benar indah, oppa.”
“Seohyun-ah. Aku ingin kau tahu, walaupun hanya hyung-hyung ku dan eonni-eonni mu yang tahu akan adanya hubungan kita, tetapi dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku sangat mencintaimu. Sangat sangat cinta. Aku tidak ingin kita berpisah. Karena, perpisahan itu sangat menyakitkan. Berjanjilah padaku untuk satu hal, Seohyun. Kau harus berjanji untuk mencintaiku selamanya, begitupun sebaliknya.”
“Aku akan selalu mencintaimu, oppa. Sampai kapanpun.”

CHU~

Ryeowook mengecup lembut bibir Seohyun. Tak terasa, setetes air mata keluar dan membasahi pipinya. Ryeowook mengusap air matanya dan kembali melemparkan senyumnya pada Seohyun. Senyum manis, tetapi di dalamnya terdapat beribu kepedihan yang disembunyikan olehnya.

Seohyun meremas erat perut bagian kanannya. Tiba-tiba Ia merasakan sakit yang amat menyakitkan. Wajahnya terlihat memucat dan mengkhawatirkan.

“Seo.. Seohyun? Seohyun-ah, a-ada apa? Kau sakit?” Ucap Ryeowook setengah panik.
“Oppa..”

Seketika itu tubuh Seohyun melemas dan akhirnya Ia tak sadarkan diri di pelukan Ryeowook. Ryeowook panik. Ia segera berteriak memanggil member lain.

“Taeyeon-ssi! Seohyun, tolong Seohyun!” Seru Ryeowook.

Member SNSD yang lain pun segera berhamburan keluar dari kamar masing-masing dengan wajah panik. Melihat Maknae nya yang terbaring lemas di sofa. Taeyeon segera menelfon ambulans dan Seohyun pun segera dilarikan ke rumah sakit.

***

01 Mei 2015

Pandangan Ryeowook kosong. Terlihat para hyung nya yang dari tadi asyik mengobrol dan memerhatikan keindahan hotel Singapura itu. Namun dirinya hanya duduk terdiam di atas tempat tidur. Keindahan hotel Singapura tidak menarik perhatiannya.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi. 4 jam lagi konser Super Show 6 Singapura akan digelar. Dengan gontai, Ryeowook meraih handuknya dan segera berangkat mandi. Bahkan Eternal Magnae yang terkenal dengan sifat pembersihnya ini baru mandi jam 9 pagi. Member lain hanya geleng-geleng kepala melihat sikapnya, namun juga mereka mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Ryeowook. Pasti sangat sedih rasanya ketika seseorang yang sangat dicintai sedang terbaring di rumah sakit. Terlebih lagi jika Ia di vonis tidak dapat hidup lebih lama lagi.

***

Bunga terakhir
Kupersembahkan kepada yang terindah
Sebagai satu tanda cinta untuknya
Bunga terakhir
Menjadi satu kenangkan yang tersimpan
Tak pernah hilang tuk selamanya…

Waktu telah sampai di tanggal 3 Mei 2015. Dimana tanggal konser Super Show 6 terakhir digelar. Yaitu di Jakarta. Bertepatan pula dengan tempat dimana Seohyun meminta Ryeowook menyanyikan lagu ‘Bunga Terakhir’. Ryeowook tersenyum kecil, lagu itu telah Ia hafal di luar kepalanya. Ia yakin, Seohyun akan bahagia saat mendengarkan dirinya menyanyikan lagu itu. Ryeowook menyuruh Kyuhyun untuk menelfon Seohyun ketika Ryeowook akan menampilkan lagu itu agar Seohyun dapat mendengarkan dirinya menyanyikan lagu tersebut.

45 menit berlalu. Kini giliran penampilan solo Ryeowook yang akan menyanyikan lagu ‘Bunga Terakhir’. Ryeowook menarik nafas panjang. Ia meraih mic dan segera naik ke atas panggung dan duduk di sebuah bangku yang telah disediakan.

***

Kriiing.. Kriiing..

‘Kyuhyun calling’

Seohyun menoleh ketika mendengar ponselnya berbunyi. Taeyeon mengambilkan ponselnya yang tergeletak di meja. Lalu Taeyeon pun memberikan ponsel itu paa Seohyun yang kini tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Klik

“Yeoboseyo, Kyuhyun-ssi?”
“Yeboseyo, ini aku Kyuhyun. Ryeowook menyuruhku untuk menelfonmu ketika Ia tampil solo.”
“Ya, aku mendengar suaranya. Jangan matikan telfon sebelum lagunya selesai.”
“Arraseo.”

“Betapa cinta ini sungguh berarti, tetaplah terjaga. Selamat tinggal kasih, ku telah pergi selamanya.”

Seohyun menangis terharu mendengar alunan suara indah Ryeowook. Dari suaranya, Seohyun dapat membayangkan bagaimana Ryeowook bernyanyi, seperti apa Ryeowook bernyanyi. Nada-nada indah yang dinyanyikan oleh Ryeowook melukiskan betapa dalamnya perasaan Ryeowook saat menyanyikan lagu itu.

“Bunga terakhir ku persembahkan kepada yang terindah. Sebagai suatu tanda cinta untuknya. Bunga terakhir, menjadi satu kenangan yang tersimpan. Takkan pernah hilang tuk selamanya.”

“Bunga terakhir.”

“Bunga terakhir ku persembahkan kepada yang terindah. Menjadi satu kenangan yang tersimpan, bunga terakhir.”

“Bunga terakhir menjadi satu kenangan yang tersimpan. Sebagai satu tanda cinta untuknya, bunga terakhir….”

“Gomawo, oppa.. Sa—ranghae, Ryeo..wook oppa…”

Blam!

Seohyun menjatuhkan ponselnya. Matanya tertutup rapat, namun wajahnya menampakkan kebahagiaan dan ketenangan. Taeyeon menangis keras. Diguncang-guncangkannya tubuh Seohyun. Tak ada respon apapun dari gadis malang itu. Jiwanya telah pergi. Pergi untuk selamanya.

***

“Terima kasih.” Ucap Ryeowook dengan menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian ELF pun terdengar bersorak.

Ryeowook kembali ke backstage. Segera Ia mencari-cari sosok Kyuhyun. Perasaannya sangat tidak enak. Ia ingin menanyakan keadaan kekasihnya itu pada Kyuhyun. Namun terlambat, Kyuhyun sudah menaiki panggung terlebih dahulu untuk tampil solo.

“Ryeowook-ah, ada apa denganmu?” Tanya Leeteuk khawatir melihat wajah Ryeowook yang panik.
“Seohyun, bagaimana keadaannya?” Ucap Ryeowook sambil meremas-remas tangannya yang berkeringat dingin.
“Seohyun baik-baik saja.” Dusta Leeteuk.
“Ah, aku ingin buang air kecil. Aku pergi ke toilet nde.” Ujar Leeteuk yang dibalas oleh anggukan kecil dari Ryeowook.

Aku tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Leeteuk hyung. Pasti ada sesuatu yang Ia sembunyikan. Batin Ryeowook.

***

3 jam 30 menit pun berlalu, menandakan bahwa konser Super Show 6 telah berakhir. Kemudian, jam 11 pun para member Super Junior kembali ke Korea.

Incheon Airport..

“Eunhyuk hyung..” Panggil Ryeowook.
“Nde?”
“Boleh aku titip barang-barangku? Aku… Aku harus segera ke rumah sakit, aku ingin bertemu Seohyun.”
“Ya, pergilah. Nanti aku akan mengatakannya pada Leeteuk hyung.”
“Gomawo hyung.”

***

Ryeowook pun pergi berlawanan arah dari para hyung-hyung nya. Tak lupa, Ia mampir di sebuah toko bunga dan membeli sekuntum bunga mawar merah muda untuk kekasihnya. Setelah itu Ia pun segera mencari taksi untuk mengantarkannya ke rumah sakit tempat dimana Seohyun berada.

Tak lama kemudian, taksi pun sampai di tempat tujuan. Ryeowook mengeluarkan dompetnya dan memberikan sejumlah uang kepada supir taksi tanpa mengambil kembaliannya. Ryeowook berlari memasuki rumah sakit dan segera menuju ke ruang dimana Seohyun dirawat.

“Hah.. Hah.. Hah..”

Ryeowook akhirnya berhenti di depan ruang rawat Seohyun dengan nafas yang terengah-engah. Dahinya mengerut ketika melihat orang-orang yang tengah menunggui Seohyun sedang menangis. Bahkan di depan ruang rawat, ada sosok seorang Kim Youngmin sang CEO SM.

“A-ada apa ini? Mengapa k-kalian semua menangis?” Tanya Ryeowook khawatir bercampur panik.
“Masuklah.” Ucap Taeyeon di tengah tangisannya.

Perlahan, Ryeowook membuka pintu ruang rawat Seohyun. Di dalam kamar itu, terlihat seseorang yang terbaring diatas ranjang dengan tubuh yang telah tertutupi oleh kain putih.

Jantung Ryeowook berdebar dua kali lebih cepat. Ia berharap jika orang yang terselimuti oleh kain putih itu bukan Seohyun, bukan kekasihnya. Namun bunga mawar yang digenggamnya itu terjatuh ketika Ryeowook telah membuka kain putih tersebut. Seketika itu, tubuh Ryeowook merosot ke lantai. Lalu Ia menangis dengan penuh iba. Berkali-kali Ia mengutuk dirinya sendiri. Berkata pada dirinya bahwa Ia bukanlah kekasih yang baik.

Ryeowook menarik nafas dalam. Ia kembali memungut bunga mawar yang tak sengaja dijatuhkannya tadi. Perlahan, Ryeowook berdiri. Kembali ditatapnya sosok gadis berwajah pucat yang kini telah tertutup matanya. Gadis itu telah menutup mata untuk selamanya.

Ryeowook meletakkan bunga mawar itu diatas tubuh Seohyun. Berkali-kali Ia menghela nafas. Meruntuki dirinya sendiri. Namun Ia sadar bahwa itu semua tidak akan merubah takdir.

“Bunga terakhir, ku persembahkan kepada yang terindah. Menjadi satu kenangan yang tersimpan.” Ryeowook menyanyikan lagu itu dengan suara bergetar. Air matanya kembali menetes.

“Seohyun-ah, saranghae.”

-END-

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s