[Vignette] That’s Why!

thats-why

jeonbyhanna present

Cast: Krystal (f(x)), Kai (EXO) || Genre: Fluff, Romance, School-life || Rate: PG-15

Karena kau itu bodoh! Itulah mengapa!”

.

.

.

Soojung masih setia membolak-balik halaman di bukunya ketika terjadi kecelakaan kecil di sebelah selatan Gangnam, orang yang memberi uang pada kasir di sebuah toko kecil di sebelah barat Ilsan, dan Jinri yang tiba-tiba berlari kearahnya dengan napas terengah-engah.

“Kenapa? Kau nampak seperti orang yang baru saja lari maraton sepuluh kilometer,” Soojung membetulkan letak kacamatanya. Setelah bel berbunyi nanti, akan ada kelas literatur bahasa dan Soojung harus banyak mendapat nilai tambahan hari ini.

Well, kau mungkin tak percaya ini, tapi, kau sudah dirumorkan berkencan dengan Jongin,” mata Soojung berhenti pada satu kata pada sebaris kalimat di buku yang tengah ia pegang.

“Rumor. Atau sederhananya disebut gunjingan, dapat berkembang dari mulut ke mulut. Hell, aku tak peduli dengan itu karena Jongin adalah anak yang bodohnya luar biasa. Mungkin jika aku dirumorkan dengan Kyuhyun sunbae, itu akan menarik,” gadis itu kemudian membalik halaman bukunya kembali dengan tenang.

Namun, tak sampai lima belas menit, ketenangan Soojung terusik dengan suara keras namun agak cempreng dari ketua kelas—Junmyeon—mereka. Junmeyon berkata bahwa wali kelas hari ini tidak masuk dan Junmyeon diperintahkan untuk memindah tempat duduk seisi kelas tersebut.

“Sekarang, semuanya berdiri di depan dan aku akan menyebutkan dimana kalian akan duduk. Jangan ada yang membantah atau aku akan benar-benar mematahkan leher semua orang yang ada disini,” Junmyeon mulai membacakan pesan dari wali kelasnya tentang daftar-daftar anak yang akan sebangku nantinya.

Soojung hanya bisa berharap bahwa ia tak sebangku oleh orang yang menyebalkan. Ia sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, jadi lebih baik ia duduk sebangku dengan Jinri atau Amber. Namun, dewi fortuna sedang tidak berpihak padanya.

“…Chorong akan duduk denganku dan, Soojung dengan Jongin,” Junmyeon mematikan ponselnya sebelum Soojung mencengkram lengan Junmyeon.

“Kau salah, kan? Kau pasti salah baca, kan? Aku yang seharusnya denganmu, kan?” mata Soojung langsung bergetar ketika Junmyeon menyalangkan matanya kearah mata Soojung.

“Jung, jika kau menolak ini, rumor kencanmu dengan Jongin akan semakin menyebar dan aku yang akan disalahkan wali kelas kita,” Soojung menundukkan kepalanya kemudian berjalan dengan lesu menuju meja paling belakang, dimana Jongin telah duduk terlebih dahulu disana.

Soojung menaruh tasnya di pinggir meja dan mengeluarkan bukunya tanpa melirik Jongin sedikitpun. Ia kemudian duduk di kursnya kemudian memakai kacamatanya kembali dan mulai membaca bukunya.

“Kau cantik,” celetuk Jongin yang sama sekali tak membuat konsentrasi Soojung buyar. Ia hanya terkekeh.

“Kau baru tahu? Harusnya aku berterima kasih pada ibuku karena telah melahirkan sebuah masterpiece sepertiku,” Soojung sedikit tersenyum namun segera memasang wajah angkuhnya.

Guru telah masuk namun Soojung tak menyadarinya, sehingga ketika Jongin melanjutkan percakapan mereka, Soojung menyanggupinya tanpa sama sekali memperhatikan penjelasan guru.

“Aku rasa kita harus membuat rumor itu menjadi nyata, aku tampan dan kau cantik, aku seksi, kau juga,” Jongin menjilat bibir bawahnya ketika mengatakan hal itu. Membuat Soojung bergidik ngeri.

“Seksi? Hell, pantat Junmyeon bahkan lebih bagus dari pantatmu. Kau bilang dirimu seksi hanya karena setiap menari, kau selalu memegangi daerah selangkanganmu. Itu tak cukup,” Soojung melepas kacamatanya.

Jujur saja pada saat Jongin berkata seperti tadi, rasanya perut Soojung dipenuhi dengan bunga-bunga yang baru mekar. Juga ribuan kupu-kupu yang terbang di dalamnya. Rasanya memuakkan, namun juga memabukkan dalam saat yang sama. Jujur saja, Jongin memang tampan. Kulitnya eksotis dan juga senyumnya bisa membuat seorang wanita jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Namun, Soojung bukan wanita gampangan.

“Oh? Kau mau lihat keseksianku, eh?” Jongin menyeringai setelah tanpa disadari Soojung, ia membuka dua kancing bagian atas seragamnya dan sekarang mulai menurunkan zipper celananya. Soojung kemudian segera memukul kepala Jongin dengan buku tebalnya. Kemudian mengerucutkan bibirnya.

“Jangan bicara lagi padaku, mesum!”

***


Beberapa minggu setelah itu, kelas mereka banyak diadakan ulangan harian mendadak. Seisi kelas menyuruh Junmyeon agar menghadap pada kepala sekolah agar kelas mereka tidak diberi ulangan mendadak. Namun, kepala sekolah berdalih bahwa itu hanya sekedar untuk brainstorm menjelang ujian saja.

Sistem di sekolah ini adalah mengumumkan nilai ulangan di hari Sabtu. Semua pelajaran yang mengadakan ulangan dalam satu minggu itu, nilai semuanya akan diumumkan pada hari Sabtu saja.

Rumor tentang Jongin dan Soojung yang berkencan itupun semakin lama semakin tidak terdengar kembali. Hubungan Jongin dan Soojung malah semakin erat tiap harinya.

Namun, hari itu adalah hari Jumat dan Soojung menemukan sebuah surat di lokernya. Surat yang mengatakan bahwa sang pengirim adalah anak buah Jongin, yang menyebarkan rumor tentang Soojung dan Jongin yang berkencan. Soojung hanya mengendikkan bahunya kemudian membuang surat tak bergun aitu di tong sampah.

Malamnya, Soojung tak bisa belajar, ia juga tak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi oleh Jongin, Jongin, dan Jongin. Tiap Jongin mengirim pesan padanya, ia akan dengan cepat membalas pesan tersebut dan menunggu balasannya kembali.

Hari-hari sebelumnya juga selalu saja seperti itu sehingga ibunya, Jinri, serta Amber mengkhawatirkan kantung mata yang ada dibawah matanya. Nilainya pun juga ikut menurun karena ia tak pernah belajar.

Keeseokan harinya, hari dimana semua nilai ulangan yang diujikan minggu ini diumumkan. Dan momen yang membuat Soojung tercengang adalah momen yang membuat seisi kelasnya tercengang juga karena setahun ini, Soojung biasanya menyabet nilai tertinggi.

Namun, seluruh nilainya sekarang ‘nol’.

Soojung seketika merasa kakinya berubah menjadi agar-agar. Kenyal dan tak kuat menopang tubuhnya sehingga ia jatuh dengan lutut sebagai tumpuannya. Jinri dan Amber segera membantu Soojung berdiri. Tetapi, bukannya berterima kasih, setelah benar-benar berdiri, Soojung malah berlari ke kamar mandi. Bendungan di pelupuk mata yang sedari tadi ia bendung itu akhirnya jebol juga.

Sebuah tangan menggenggam pergelangan tangan Soojung dan membuat pergerakan kakinya berhenti. Soojung lalu berbalik dan mendapati seseorang yang familier di matanya. Jongin.

“Kau belum menjawab pertanyaanku semalam, mengapa kau tak bisa mencintaiku?” tangan Soojung rasanya gatal ingin menampar wajah Jongin. Disaat seperti ini, harusnya Jongin menenangkannya, bukannya malah bertanya tentang hal-hal tak penting seperti itu.

“Karena kau bodoh, itulah mengapa! Dan juga, bila aku terus berdekatan denganmu seperti ini, aku sama saja merusak masa depanku sendiri!” Soojung masih terisak. Ia masih kesal pada Jongin dan dirinya sendiri. Ia bisa dihukum bila ibunya mengetahui hal ini.

Gerakan tiba-tiba dari Jongin membuat Soojung terkejut setengah mati dan Soojung bersumpah jika aroma maskulin Jongin ini benar-benar membuatnya mabuk. Jongin memeluknya. Soojung bisa merasakan debaran yang sangat keras di dalam dada Jongin.

“Dan kau tahu? Mengapa aku terus-menerus membuatmu lupa akan pelajaran?” Soojung menggeleng perlahan. Matanya masih terus-terusan mengeluarkan air mata. “Karena aku mencintaimu dan aku hanya ingin kau memikirkanku, dan bukan yang lain,”

Soojung tersenyum. Wajahnya tersipu malu. Wajahnya masih ia sembunyikan di dada bidang Jongin.

“Aku juga mencintaimu, Kim Jongin,”

FIN


A/N: Gaje? Oh ya jelas, sejak kapan Ty kalo nulis ff engga gaje? :v Pasti selalu gaje lah :’v

BTW, tulunk jangaan dipeduliin itu poster alaynya :’v

Ty juga mau minta maap soalnya manjang-manjangin masa hiatus :’v

NO SILENT READER!!

Advertisements

4 thoughts on “[Vignette] That’s Why!

  1. Itu si jongin ya ampun kurang asam banget iissshhhh sampe bikin si pintar soojung dapet nilai nol hahahha dan soojung juga jual mahal amat deh tinggal bilang mencintai jongin juga apa susahnya dri situ kan tinggal ngajarin jongin aja biar gak bodoh lagi. Eh tapi tunggu kalo belajar bareng nanti bukannya belajar malah si jongin nyosor” mulu lagi hahhaha

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s