[Oneshoot] The Strange Namja

THE STRANGE NAMJACast:
Seohyun & Kyuhyun
Genre:
Romance, Horror, Fantasy
Length: Oneshoot
Rating: PG – 13

DON’T PLAGIAT!
DON’T BASH!

Lalu lalang yang meramaikan kota Seoul malam ini semakin sepi dan semakin membuat beberapa orang yang baru saja pulang kerja merasa merinding karena adanya pemberitaan bahwa kemarin malam telah ditemukan mayat seorang perempuan muda yang meninggal di jalan yang sepi. Tubuh wanita itu tercabik-cabik layaknya dicakar oleh seekor binatang buas. Dugaan sementara sebelum petugas kepolisian melihat dan memeriksa kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian, pelakunya adalah binatang buas yang memiliki kuku tajam dan runcing yang siap menerkam korban kapanpun dan di manapun. Namun setelah pihak kepolisian memeriksa segala bukti yang ada, dapat diketahui bahwa pelaku yang sebenarnya adalah seorang laki-laki muda, berperawakan tinggi dan memiliki tatapan mata yang dingin.

Malam yang mencekam ini tak berhasil membuat seorang gadis bermarga Seo dirundung ketakutan seperti orang-orang yang lainnya. Ia tak memiliki rasa takut terhadap apapun dan siapapun. Gadis pemberani itu adalah Seo Joo Hyun atau lebih akrab dipanggil dengan nama Seohyun.

Seohyun sudah mendengar kabar mengerikan yang disiarkan oleh semua stasiun TV Korea Selatan. Meski dia telah mengetahui kebenaran kabar itu, tak ada rasa ngeri dan takut dalam dirinya untuk melewati jalan yang telah ditutup sementara oleh pihak kepolisian guna menjaga keselamatan dan keamanan orang-orang yang terbiasa melewati jalan itu.

“Kenapa mereka berlebihan seperti itu? Seharusnya penutupan jalan tidak perlu dilakukan. Aish, kalau begini, aku terpaksa mengendap-endap agar dapat melewati jalan itu.” Seohyun melihat keadaan sekelilingnya. Dia bertekad untuk melewati jalan yang terkenal angker itu sendirian. Jika saja ada jalan lain yang lebih dekat dengan rumahnya, Seohyun akan memilih jalan itu yang tentunya lebih aman dan lebih ramai. Namun karena jalan angker yang akan dilewatinya merupakan jalan yang terdekat dari rumahnya, dia akan melewatinya tanpa rasa takut.

Satu langkah kaki Seohyun terayun di atas jalan beraspal yang memiliki lebar 5 meter dan keadaan yang sunyi senyap. Seohyun belum merasakan apapun yang membuatnya takut. Dia tetap mengayunkan langkah seperti biasa. Jika malam ini dia mati, berarti itu takdirnya. Begitulah pikir gadis yang bekerja di sebuah salon kecantikan yang terletak di jantung kota Seoul. Meski melangkah dengan langkah kaki yang terlihat santai, Seohyun tetap waspada akan sesuatu yang mungkin terjadi padanya. Mungkin ada serangan mendadak yang entah dilakukan oleh manusia ataupun hewan.

2 menit telah berlalu. Seohyun hampir sampai di penghujung jalan yang dihalangi oleh sebuah portal penutup jalan. Dia menghentikan langkah kakinya ketika melihat portal itu. “Sungguh keterlaluan!” ungkapnya.

Beberapa langkah lagi, Seohyun bisa dikatakan keluar dari jalan angker itu.

Tap!
Langkah Seohyun terhenti seketika. Seseorang telah menepuk bahu kanan dengan sedikit keras hingga membuatnya membelalakkan kedua mata bulat miliknya.

Seohyun tak berani memutar badan dan melihat siapa yang menepuk bahunya. Jantungnya berdegub kencang dan kedua telapak tangannya mengepal. “N, nuguya?” ucapnya lirih dengan mengerahkan segenap keberanian yang ia miliki.

“Tolong aku…” lirih seorang pemuda yang terdengar merintih kesakitan.

Seohyun menghela nafas panjang lalu menghembuskannya pelan. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri setelah itu diputar lah tubuhnya menghadap ke sosok laki-laki yang berdiri di belakangnya.

Pelan tapi pasti. Ya, itulah yang dilakukan Seohyun saat memutar badan untuk melihat sosok pemuda yang meminta bantuannya. Kedua bola matanya membulat saat melihat seorang pemuda tampan dengan hidung mancung, kulit putih bersih dan berperawakan tinggi sedang berdiri di depannya. Seohyun tak berani mengedipkan matanya walau hanya sekejap sebelum dia tahu siapa pemuda yang berpakaian compang camping itu.

Seohyun dan pemuda itu terdiam sesaat.

“Kau baik-baik saja?” tanya Seohyun menatap iba pada pemuda tampan itu.

Pemuda itu hanya berdiam diri. Tak menunjukkan respon atas pertanyaan Seohyun yang baru saja terlontar.

Seohyun bingung dan serba salah. Pemuda itu tak menjawab pertanyaannya lalu bagaimana cara menolongnya? “Aku akan menolongmu. Tapi aku perlu tahu siapa dirimu.”

Pernyataan Seohyun mampu membuat pemuda itu menatap Seohyun dengan tatapan tajam. Seohyun sempat terlonjak kaget melihat tatapan itu. Dia menduga bahwa….

“Namaku Kyuhyun, lengkapnya Cho Kyuhyun.” Suara dingin itu terdengar nyaring di indera pendengaran milik Seohyun.

“Namaku Seo Joo Hyun, panggil saja aku Seohyun. Aku lihat kau dalam keadaan yang tidak baik. Kalau begitu, ayo kita ke rumahku sekarang” Seohyun mengajak Kyuhyun menuju rumah kecilnya yang masih dinamakan hanok, rumah tradisional Korea Selatan.

Sesampainya di kediaman keluarga Seo yang hanya ada Seohyun sebagai anggota keluarga terakhir. Kyuhyun melepas baju yang dipakainya hingga saat ini hanya tertinggal celana panjang yang menempel di tubuhnya.

Seohyun datang membawakan air hangat dan obat-obatan yang akan digunakan untuk mengobati luka-luka di dada dan bahu Kyuhyun.

“Jangan heran! Aku tinggal di rumah ini sendirian. Kedua orang tuaku sudah meninggal 4 tahun yang lalu.” Seohyun ingin mencairkan suasana meski dirinya harus menceritakan tentang keluarganya yang telah tiada. “Aku juga memiliki kakak laki-laki. Tapi… dia juga telah meninggal karena kecelakaan.”

Ekspresi wajah Kyuhyun terlihat datar saat Seohyun bercerita tentang keluarganya.

“Bagaimana dengan keluargamu?” tanya Seohyun secara tiba-tiba.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, mengalihkan perhatiannya dari tangan Seohyun yang tengah mengobati luka di dadanya, ke wajah gadis itu. Ia menatap Seohyun yang baru saja melontarkan pertanyaan padanya. “Tidak ada.”

Seohyun mengerutkan alisnya. “Maksudmu, kau sama sepertiku?” tanya Seohyun tak mengerti.

“Eoh,” jawab Kyuhyun sangat singkat dengan anggukan kepalanya pelan.

“Nasib kita sama ya…” lirih Seohyun yang merubah ekspresi wajahnya menjadi sendu.

Seohyun tidak menyadari bahwa sejak beberapa detik yang lalu, Kyuhyun menatapnya intens. Pemuda aneh itu merasa iba padanya. “Kau merasa iba padaku, kan?” tanya Kyuhyun.

“Iba?” Seohyun menatap kedua manik mata Kyuhyun. “Jangan mengatakannya sekali lagi. Aku tidak merasa iba padamu dan kau jangan pernah memiliki rasa iba padaku. Aku tidak akan merasa iba pada siapapun karena aku sendiri tidak ingin diperlakukan seperti itu. Aku percaya bahwa semua orang pasti tidak ingin diberikan rasa iba oleh seseorang, apalagi orang yang baru dikenal.”

Kyuhyun dia membisu. Kata-kata Seohyun benar-benar menusuk dan membuatnya merasa canggung. “Kenapa kau melewati jalan itu?” tanya Kyuhyun lagi. Dia penasaran kenapa hadis secantik Seohyun tidak merasa takut sama sekali saat melewati jalan itu.

“Aku tidak akan takut pada siapapun dan apapun yang berusaha menakutiku atau bahkan ingin membunuhku. Kabar itu mungkin memang benar. Gadis yang dibunuh kemarin malam adalah tetangga belakang rumahku.” Seohyun selesai mengobati luka yang ada pada bahu dan dada Kyuhyun. “Lukamu sudah ku balut. Sekarang kau boleh pergi.”

“Pergi?” Kyunhyun bingung.
“Eoh, pergilah!”

Kyuhyun tak segera beranjak dari tempatnya.

“Kenapa kau diam saja?” tanya Seohyun sedikit kesal karena pria asing itu tak kunjung pergi dari rumahnya. Ia mendesah kesal dan tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengusir orang itu dari rumahnya. Saat melihat kondisi laki-laki itu, Seohyun sungguh tak tega jika harus mengusirnya.

Tap tap tap!
Suara langkah kaki Seohyun terdengar nyaring saat dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah kain tebal yang dilipat begitu rapi.
“Pakailah ini! Kau pasti kedinginan.” Seohyun menyerahkan kain tebal itu pada Kyuhyun yang tak langsung menerimanya.

Dengan tatapan penasaran, Kyuhyun menatap Seohyun dan kain tebal itu secara bergantian.

“Kenapa? Pakailah ini!” Seohyun menyodorkan kain itu lagi pada Kyuhyun.

“Tidak, terimakasih. Aku harus pergi.” Tiba-tiba Kyuhyun berdiri kemudian mengayunkan kakinya satu langkah ke depan.

Tap!
“Tunggu!” Seohyun mencegah Kyuhyun pergi dengan memegang tangannya. “Kau… dingin sekali. Apakah kau baik-baik saja?” tanya Seohyun yang mulai iba pada Kyuhyun yang berpenampilan cukup dekil.

“Aku baik-baik saja. Terimakasih karena kau telah menolongku. Aku harus pergi.” Kyuhyun melenggang pergi meninggalkan Seohyun yang berdiri menatap punggungnya hingga tak nampak lagi saat Kyuhyun berbelok setelah melewati pintu gerbang rumah Seohyun.

Seohyun merasa bersalah pada laki-laki itu. Dia telah mengusirnya namun saat laki-laki aneh itu pergi, ada sesuatu yang membuatnya berat melepas kepergiannya.

“Selamat jalan, Cho Kyuhyun. Sampai bertemu lagi lain waktu,” gumam Seohyun dengan senyum tipisnya. Ia menutup pintu rumahnya rapat-rapat.

Tinggal di rumah seorang diri tidak lah membuat Seohyun takut akan sesuatu yang bersifa takhayul. Ia lebih takut pada manusia yang memiliki sifat buruk dan suka mengusik orang lain daripada hantu yang suka berkeliaran di mana-mana.

Suatu malam, Seohyun melewati jalan yang terkenal angker sejak beberapa minggu terakhir ini untuk kesekian kalinya. Pertama kali dinyatakan sebagai Jalan Angker, Seohyun melewati jalan itu dengan sedikit merinding. Alhasil, dia bertemu dengan seorang pria aneh bernama Cho Kyuhyun.

Seohyun pov
Aku melewati jalan ini untuk beberapa kali dengan harapan bertemu lagi dengannya. Siapa dia? Itulah pertanyaan yang sering muncul di otakku yang sulit sekali ku temukan jawabannya. Beberapa hari setelah aku bertemu dengannya, aku tak dapat lagi menemukannya. Ah, mungkin dia sudah tidak tinggal di sekitar darah ini lagi. Selamat jalan, Cho Kyuhyun….

Greb!
Aku mendengar seseorang yang baru saja turun dari tempat yang tinggi. Ku tolehkan kepalaku ke segala penjuru namun tak menemukan seorang pun yang berdiri di jalan ini selain diriku sendiri. Aneh.

“Seo Joo Hyun!”

Suara itu. Aku menoleh ke arah sumber suara yang baru saja memanggil namaku. “Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun tersenyum padaku. Wajah tampannya terlihat sangat menyenangkan. Aku membalasnya dengan senyuman.

“Kau… datang dari mana? Aku tidak melihatmu berjalan di sepanjang jalan ini.”

Kyuhyun masih tersenyum. “Mungkin kau tidak teliti melihat sekelilingmu. Senang bertemu denganmu untuk yang kedua kalinya, Seohyun-ssi.”

Deg!
Sungguh kata-kata yang sangat menyejukkan hatiku. Aku belum pernah mendengar kata-kata seperti itu dalam hidupku. “Gomawo. Aku juga senang bertemu denganmu. Ah, kau mau mampir ke rumahku?” tawarku yang tak tahu malu. Ya, aku menyadari bahwa diriku tak memiliki rasa malu di hadapan laki-laki aneh itu.
Seohyun pov end.

Cekleeek!
“Silahkan masuk!”

Kyuhyun melangkahkan kakinya ke dalam rumah sederhana yang tak asing lagi baginya. Seohyun tersenyum senang karena Kyuhyun bersedia mampir ke tempatnya.

Seohyun penasaran sekali bagaimana bisa Kyuhyun ada di tempat yang sama dengannya sementara ia tidak melihat keberadaan Kyuhyun sebelumnya.

“Seohyun-ssi, apa yang kau lakukan di tempat itu?” tanya Kyuhyun yang sempat mengejutkan Seohyun.

Pertanyaan yang sama hendak dilontarkan oleh Seohyun namun Kyuhyun telah mencuri kesempatan itu lebih dulu.
“A, aku baru pulang dari mini market tempatku bekerja. Kalau kau sendiri dari mana?” tanya Seohyun balik.

“Aku baru saja jalan-jalan dan mencari angin segar,” jawab Kyuhyun.

Seohyun mengangguk kecil kemudian membuka salah satu jendela rumahnya agar angin malam dapat masuk ke dalam ruangan yang sedikit pengap itu. Mendengar kata ‘angin segar’ dari Kyuhyun, membuat Seohyun ingin merasakannya juga. Setidaknya dia bisa merasakan sedikit angin malam yang segar melalui jendela rumahnya. “Malam bulan purnama!” seru Seohyun kegirangan. Dia begitu senang melihat sang bulan yang menampakkan diri seutuhnya.

Kyuhyun terlihat agak terkejut saat Seohyun mengatakan ‘malam bulan purnama’.

“Malam bulan purnama?” tanya Kyuhyun untuk memastikan bahwa ucapan Seohyun benar.

“Eoh. Lihatlah! Bulan itu terlihat sangat indah. Aku bisa merasakan kedamaian saat melihatnya.” Seohyun mendongakkan kepalanya, menatap bulatnya sang bulan yang tampak bersinar terang di malam itu.

“Maaf, Seohyun-ssi. Aku harus pergi.” Tiba-tiba Kyuhyun bergegas meninggalkan rumah Seohyun tanpa berpamitan baik-baik pada sang empunya rumah.

Seohyun heran melihat sikap aneh laki-laki itu. “Kyuhyun-ssi!” serunya seraya menutup jendela yang baru saja ia buka. Sepersekian detik kemudian, Seohyun telah berdiri di jalan yang dilalui Kyuhyun. Dia memutuskan untuk mengikuti langkah kaki Kyuhyun. “Ke mana kau pergi, Kyuhyun-ssi?” Rasa penasaran yang tinggi membuat Seohyun tak takut berjalan di jalan yang sepi dan gelap. Tak ada kamera CCTV di sekitar jalan itu. Seohyun mempercepat langkahnya agar tidak kehilangan jejak Kyunhyun. “Makam?” gumam Seohyun.

Kyuhyun berlari di bawah sinar terang sang bulan purnama dengan tergesa-gesa. Seohyun dapat melihatnya masuk ke area pemakaman seorang diri.

“Kyuhyun-ssi, apa yang kau lakukan di pemakaman?” tanya Seohyun lirih. Dia masih berani mengikuti Kyuhyun yang sudah melangkah cukup jauh ke dalam pemakaman.

Dengan langkah yang sangat pelan, Seohyun dapat menyusul Kyuhyun yang berhenti di depan sebuah makam dengan nisan yang berukuran lebih besar daripada nisan-nisan yang lain.

Seohyun melihat sosok Kyuhyun meringkuk di atas makam di dalam gelapnya malam. Merinding, itulah yang dirasakan oleh Seohyun. Ia bersembunyi di balik sebuah nisan yang mungkin tak dapat dilihat dari tempat Kyuhyun berada.

Beberapa detik kemudian, Kyuhyun mengerang layaknya orang yang tengah kesakitan. Seohyun bersiap mengayunkan kakinya untuk mendekati Kyuhyun. Namun belum sempat ia melangkahkan kaki, Seohyun melihat sosok Kyuhyun perlahan-lahan berubah menjadi lebih besar. Suara erangan Kyuhyun pun semakin keras hingga membuatnya terpaksa menutup kedua telinga.

Tubuh Seohyun bergetar karena takut melihat Kyuhyun yang telah berubah menjadi sosok menakutkan seperti yang dilihatnya dalam sebuah film Werewolf. Seohyun menggeleng pelan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan kanannya. Ia tak percaya dengan apa yang kini disaksikan oleh kedua manik matanya.

Cho Kyuhyun adalah seorang manusia serigala. Kalimat itu yang tertanam  di pikiran Seohyun. Sudah cukup dia menyaksikan perubahan wujud laki-laki tampan bernama Cho Kyuhyun menjadi seorang manusia serigala yang menakutkan, menyeramkan, brutal dan buas.

Seohyun mengangkat tubuhnya, berdiri lalu mengambil langkah beberapa jengkal untuk mengeluarkan dirinya dari kegelapan malam dan ketegangan yang ia rasakan di tempat itu.

Rupanya suara langkah kaki Seohyun mampu ditangkap oleh indera pendengaran sang manusia serigala.

Tanpa menoleh ke belakang, Seohyun segera berlari menuju pintu gerbang pemakaman. Dia tidak ingin melihat wajah manusia serigala itu.

Aaakh!!
Seohyun berteriak ketakutan melihat manusia serigala yang merupakan wujud dari sosok lelaki tampan, Cho Kyuhyun. Wajah tampan itu tak ada lagi. Yang ada hanyalah wajah serigala yang menakutkan.

“Kyuhyun-ssi, ini aku Seo Joo Hyun. Tolong jangan menggangguku. Biarkan aku pergi. Jebal…” isak Seohyun dalam ketakutan.

Mata tajam Kyuhyun dalam bentuk serigala tak dapat melihat siapa sebenarnya yang berdiri di depannya. Kuku tajamnya mencakar tanah dengan buas.

Seohyun melangkah mundur perlahan-lahan dan tetap waspada jika tiba-tiba Kyuhyun menyerangnya. “Kyuhyun-ssi, aku Seohyun. Kau ingat aku? Jebal… jangan ganggu aku.”

Tiba-tiba serigala jelmaan Kyuhyun yang berdiri di depan Seohyun diam dan bergeming. Ia hanya menatap tajam ke arah Seohyun yang bersandar pada pohon. Kedua kaki Seohyun terasa lemas hingga akhirnya dia terkulai di bawah pohon. Kaki jenjangnya tak dapat menopang tubuhnya lebih lama lagi. Seohyun pun terisak dalam ketakutan.

“Jangan ganggu aku…” lirih Seohyun yang telah pasrah, entah apa yang akan terjadi pada dirinya.

Seohyun tetap berada di posisinya selama 3 jam. Serigalaa jelmaan Kyuhyun pun tetap setia berdiri di depannya dalam waktu selama itu. Seohyun menatap sepasang mata serigala itu dengan tatapan kasih sayang. Dia mengulurkan tangan kanannya untuk menyentuh kepala serigala. “Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Jadi, kau juga harus menjaga sikapmu, Kyuhyun-ssi.” Tak lama kemudian Seohyun memejamkan kedua matanya dan tertidur di bawah pohon.

2 jam telah berlalu. Hari menjelang subuh, disambut oleh kicauan burung yang tengah sibuk mencari makan untuk anak-anaknya.

Seohyun masih tertidur di bawah pohon. Sementara itu, sosok serigala menakutkan yang menunggu Seohyun semalaman telah berubah menjadi sosok pria tampan bernama Cho Kyuhyun.

“Di mana ini?” gumam Seohyun yang belun sepenuhnya sadar. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya lalu mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. “Pemakaman?” Seohyun baru sadar kalau dirinya berada di sebuah pemakaman. Dia mencari sosok serigala atau Kyuhyun.

“Kyhyun-ssi!” panggil Seohyun yang merangkak mendekati tubuh polos Kyuhyun.

Seohyun menutupi tubuh Kyuhyun dengan sweater yang ia kenakan. “Terimakasih karena kau telah membuatku lebih berani,” ucapnya.

Dengan langkah gontai, Kyuhyun dan Seohyun berjalan menuju kediaman Seohyun yang berjarak 1 km dari pemakaman. Kini Seohyun telah mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Kyuhyun darinya dan dari semua orang. Ya, rahasia yang disembunyikan Kyuhyun memang harus menjadi rahasia selamanya, tak ada orang lain yang boleh mengetahuinya atau bahkan membongkar rahasia itu.

“Tetaplah di sini. Aku tidak akan mengusirmu, Kyuhyun-ssi,” kata Seohyun untuk menyetabilkan emosi Kyuhyun pasca transisi.

Hari-hari berlalu dengan indah. Seohyun dapat menerima keadaan Kyuhyun yang harus berubah menjadi makhluk menyeramkan setiap bulan purnama. Kyuhyu juga menerima Seohyun apa adanya. Inilah yang dinamakan cinta sejati.

Finish

Maaf kalo ceritanya gaje ^^

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshoot] The Strange Namja

  1. annyeong readers baru, salam kenal author,,
    wah suka bgt ma ceritanya apalgi castnya^^ #maklum jiwa shipper keluar
    buat ff seokyu lagi ya, yang lebih keren lagi. yang romance kalau bisa hehehe

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s