Catastrophy’s Love Magic [Chapter 1]

Catastrophy 1

Title : Catastrophy’s Love Magic

Author : Arisyazzhey

Gendre : Romace , Fantasy, Friedship and Family.

Main Cast : Kim Myungsoo , So Na Eun, and Park Chanyeol.

Note : Hi! Ini FF pertamaku. Gendernya agak fantasy – fantasy gimana gitu #Hehehe. Tapi tenang aja ada Love Storynya juga. Maaf untuk alur cerita yang tidak jelas dan terlalu cepat. Dan juga banyak ada Typo. Kalau ada kesamaan alur cerita, bukan berarti saya Plagiats #Plaak!

Happy Readings!


Author POV

Sudah 4 tahun warga Catastrophy di perbudak. Banyak warga yang meninggal karena kelaparan dan tidak tahan akan cobaan hidup mereka. Banyak yang berusaha kabur namun mereka berakhir di liang kubur. Tidak ada yang lolos dari penjagaan mereka. Hingga pada suatu malam , ketika semua penjaga tertidur dan legah, seorang anak kecil berlari mencoba untuk keluar dari desanya. Dia segera lari dengan kaki kecilnya dan hanya ditemani sebuah tongkat. Dia sudah tiba di perbatasan desa, dia melompati pagar dan berhasil keluar dari desa itu. Mungkin kalian pikir dia lah orang pertama yang berhasil menginjakkan kakinya di tempat lain selain desa itu, namun saat anak itu kembali berlari menjauhi desa dia bertemu seorang kakek yang sangat renta. Kakek itu mengaku dia adalah salah satu warga Catastrophy yang berhasil melarikan diri. Dia mengaku bahwa dia telah berhasil keluar sejak 3 minggu yang lalu, namun dia tidak menemukan desa lain tempat untuk dia tinggali. Kakek itu bercerita bahwa dia sudah pergi ke desa terdekat namun ternyata desa itu juga telah di perbudak. Kini kakek itu hanya tinggal di sebuah goa kecil yang sangat kotor dan tanpa makanan. Anak kecil itu pun sangat bingung dia ingin kembali ke Catastrophy namun dia takuk akan ketahuan bahwa dia sempat melarikan diri. Kakek itu menyuruhnya untuk tinggal dengannya satu hari saja.

Keesokan harinya Anak kecil itu bangun dari mimpinya dia melihat sekelilingnya, kakek itu menghilang. Dia sangat panik dan segera mencara kakek itu. Dan dia memberhentikan langkah dia pinggir sungai yang memiliki air yang sangat jernih. Dia melihat sesuatu. Ya sesuatu yang membuat matanya berkaca – kaca. Kakek itu , dia berhasil melayang – layangkan gumpalan air dan mengendalikannya. Kemana tangan kakek itu bergerak, airpun akan mengikutinya. Anak kecil itu hanya bisa membuka mulutnya lebar dengan apa yang dilakukan oleh kakek itu. Kakek itupun menyadari kehadirannya dan segera mendekatinya.
“Nak, kenapa kau terbangun? Ini masih terlalu pagi” Ucap kakek itu sambil mengusap kepalanya. Dia melihat mata kakek itu dalam, sangat dalam.

“Kek, kau ini apa?” Kakek itu tertawa medengar apa yang dikatakan anak kecil itu.

“Tentu saja aku manusia nak” Kakek itu kembali tertawa.

“Lalu kenapa kakek bisa mengendalikan air itu?” Anak kecil itu kembali bertanya.

“Sebelumnya , aku ingin tahu namamu”

“Aku? Kakek bisa panggil aku Kim Myung Soo.” Ucap anak kecil itu yang bernama Kim Myung Soo. Kakek itu duduk dan menyuruh Myungsoo untuk duduk di sampingnya.

“Aku saja tidak percaya dengan apa yang aku lakukan Myung Soo. Aku hanya melakukannya saja” Ucapnya dengan sangat santai.

“Bagaimana caranya? Aku ingin mencobanya”

“Tidak tahu. Aku hanya menganggap bahwa air itu adalah tanganku. Kakek berusaha mengendalikannya dengan cara mengirim semua kekuatan kakek pada air itu. Pusatkan saja pikiranmu pada Air itu.” Kata kakek itu sambil menunjukan caranya pada Myungsoo dan seketika air itu kembali bergerak.

“Kakek sebuat kekuatan itu apa?” tanya Myungsoo.

“Semacam ilmu sihir, mungkin” Setelah mengucapkan kalimat itu, dia langsung pergi meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo hanya terdiam mendengar perkataan kakek itu. Dia kembali menatap kakek itu yang sedang berusaha menangkap ikan di sungai itu. Myungsoo bangun dan segera mencoba apa yang dilakukan oleh kakek itu.
Dia terus mencoba , mencoba dan mencoba. Tapi itu tidak membuahkan hasil. Setetes airpun tidak bergerak. Semakin lama Myungsoo pun kesal dia menendang air – air tersebut sambil mencaci maki air itu.

Melihat Myungsoo yang kesal, kakek itu menghampirinya. Dia kembali mengusap kepala Myungsoo lalu tersenyum kecil.

“Jangan lampiaskan kekesalanmu pada air. Airlah yang membuat kita bertahan hidup sampai sekarang” Ucap Kakek itu namun Myungsoo tetap kesal dan menjauhinya.

“Bagaimana dengan api?”

Myungsoo langsung menghadap ke belakang dan melihat kakek itu tersenyum. Api? Air saja tidak bisa dia kendalikan, apa lagi api. Dan api itu sangat berbahaya.

Kakek itu melemparkan sebuah korek api kepada Myungsoo. Dia mengangkapnya. Kemudia melihat kakek itu, dia kembali tersenyum. Myungsoo membalas senyuman kakek itu dengan senyumannya dan mencoba untuk mengendalikan sebuah api.


Hari mulai gelap , burung – burung pun kembali ke sarangnya. Hawa yang panas kini berubah menjadi dingin. Mataharipun diganti oleh sebuah Bulan yang menerangi malam hari. Suara jangkrik menambah suasana malam hari ini menjadi tenang. Kakek itu pun kembali ke Goa, ia akan membakar hasil tangkapan ikannya.

Dia mengambil ranting lalu di tumpuknya. Dia memasukan tangannya ke kantong celana, mencari benda untuk menghidupkan api. Namun benda itu tidak ada dikantong celananya. Dia baru ingat kalau dia berikan ke Myungsoo

Kakek itu meneriaki nama Myungsoo untuk mengembalikan koreknya. Dia terus berteriak hingga suara seseorang tertawa terdengar. Kakek itu mengikuti suara tawa itu. Dan ternyata itu miliki suara Myungsoo.

“Myungsoo, ayo kembali ke Goa ini sudah malam dan sangat dingin. Kembalikan juga Korek kakek” Ucap Kakek itu lalu mendekati Myungsoo.

Dia menggapai tangan Myungsoo. Dan betapa terkejutnya kakek itu melihat tangan Myungsoo yang sudah penuh dengan api yang sangat besar dan panas.

“Myungsoo! Apa yang terjadi? Cepat siram tanganmu!” Kakek itu menanrik tangan Myungsoo dan membawanya ke Sungai tapi Myungsoo Menolak.
“Apa sih kakek. Aku sudah susah payah untuk menghasilkan api ini!” Bentak Myungsoo keras.

“Aku sudah lakukan yang diajarkan oleh kakek. Kini aku bisa mengeluarkan api dari dalam tubuhku!” Lanjutnya dengan sangat riang.

Kakek itu terkejut bukan main. Bagaimana seorang anak kecil seperti dia mampu melakukan hal itu dalam 1 hari. Dia saja melakukannya selama 5 hari lebih.

“Tapi kamu harus menghentikannya. Sekarang” Ucap Kakek itu pelan lalu meinggalkan Myungsoo ke Goa.

Api yang semulanya berada di tangan Myungsoo kini menghilang dengan sekejap. Myungsoo segera berlari kecil mengikuti kakek itu.

Myungsoo melihat kakek itu berusaha untuk menghidupkan sebuah api dengan menggesekkan dua tongkat. Namun api tidak kunjung datang.

“Kek, biar aku bantu”

Api kemudian muncul dari tangannya yang mungil. Dia mendekatkan tangannya ke ranting itu dan ranting itu pun terbakar.

“Hebatkan aku kek!” Ucap Myungsoo kegirangan. Kakek itu hanya terdiam melihat Myungsoo.

“Myungsoo, lebih baik kau jangan melakukannya lagi” Ucap Kakek itu pelan dan sontak membuat Myungsoo terkejut.

“Kenapa kek? Kan kakek yang mengajarkannya kepadaku!” Myungsoo kembali membentak. Kakek itu kembali diam.

“Gimana sih? Aku sudah susah payah untuk menghidupkan api ini! Aku tidak mau percuma! Kan Kakek yang..”

“Iya, iya. Kamu boleh melakukannya hanya di depanku saja.” Ucap kakek itu memotong perkataan Myungsoo.

“Gitu dong kek. Kakek baik banget deh” Myungsoo tersenyum lebar.


Dan Kini sudah sekian lama Myungsoo dan kakek itu tinggal bersama. Dengan hidup di sebuah Goa yang memang tidak layak ditempati dan juga makanan yang terbatas. Namun mereka sangat akur sudah seperti Kakek dan cucunya sendiri.

Namun sudah 8 tahun mereka bersama, Kematian kakek itu sangat membuat hati Myungsoo tersakiti. Tidak ada yang lebih membuatnya sedih dari pada kematian kakek itu. Kakek itu sudah dianggap seperti ayahnya sendiri. Myungsoo hanya terus menangis dan menangis hingga ia lupa cara tersenyum lagi, lupa cara untuk tertawa lagi seperti dulu.

Kini Myungsoo sudah dewasa, dia pergi dari goa yang kumuh itu dan mencari desa lain yang layak dia tempati seperti desanya dulu. Dan di desa barunya inilah dia menemukan kehidupan yang lebih layak walaupun dia masih tidak mengingat cara untuk tersenyum lagi.

Advertisements

One thought on “Catastrophy’s Love Magic [Chapter 1]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s