[2S] Fated To Love You ~ Part 1

[2S] Fated To Love You ( Part I )

IMG_20150418_185355

Title: Fated To Love You
Author: SimbaDeer307/Chika Choi
Genre: Romance
Rate: PG-17

Cast:
Im Yoona — Girls Generation
Choi Siwon — Super Junior
Lee Jonghyun — CNBlue

Suport Cast:
Lee Hyuk Jae — Super Junior
Cho Kyuhyun — Super Junior
Tiffany Hwang — Girls Generation
Kim Hyoyeon — Girls Generation
Ect.

spesial art by Kryzelnut @ ART ZONE

Disclemer : Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik keluarganya dan, agencynya. Jika ingin membaca FF ku yang lain silahkan kunjungi My Blog. Maaf jika ada Typo ^^

DON’T COPAS
DON’T PLAGIAT
# Happy Reading ^^#

Sebuah mobil Audi berwarna hitam berhenti tepat didepan lobby gedung pencakar langit, sebuah perusahaan terbesar dikorea. Terlihat Seorang pengawal bergegas membukakan pintu mobil untuk seseorang yang ada didalamnya. Orang itu keluar dari mobil dengan gayanya yang dingin dan perfectionis. Namja itu langsung melangkahkan kaki panjangnya memasuki gedung pencakar langit dengan di ikuti keempat pengawalnya.

Didalam gedung semua karyawan berbaris rapi menyambut kedatangannya, ditengah para karyawan lainnya nampak seorang wanita cantik sedang berdiri menanti kedatangan boss barunya. saat boss barunya memasuki gedung, ia nampak terkejut melihatnya.

“Oh tuhan! Ini tidak mungkin dia? Kenapa dia kembali lagi dikehidupanku, setelah bertahun-tahun aku berusaha melupakannya?” Kata hati wanita cantik yang berkuncir seperti ekor kuda tersebut. namja pemilik lesung pipi itu tersenyum simpul saat melihat Yoona. Namun Yoona hanya membalas dengan tatapan datar.

“Selamat datang di perusahaan Hyundai Corporation Sajang-nim?” Sambut gadis berkuncir kuda sambil membungkukkan kepalanya dengan bersikap profesional. meskipun dia orang yang dibencinya.

“Saya Im Yoon Ah sekretaris anda. Jika anda bituh sesuatu panggil saja saya. Mari saya antar keruangan anda Presdir.” Ucap gadis berkuncir kuda yang bernama Im Yoona dengan formal.

“Senang bisa bekerja sama dengan anda Nona Im Yoona” Kata Namja itu dengan tersenyum penuh makna. Lalu ia melangkah menuju ruangannya dan Yoona mengikuti dibelakangnya.

Saat sampai di ruangan Presdir utama, semua pengawalnya pun pergi meninggalkannya. Dan kini hanya ada mereka berdua diruangan itu.

“How are You?” Tanya namja itu tak lepas menatap Yoona.

“Baik!” Jawabnya datar. Namja itu trrsenyum mendengar jawaban datar Yoona. Karna beberapa menit yang lalu ia menyambut dirinya dengan formal dan lembut.

“Kau sudah lama bekerja disini?” Tanya namja itu lagi. Yoona merasa gerah melihat namja ini dihadapannya. Ingin rasanya ia menghilang dari hadapannya.

“Nde, saya sudah lama bekerja disini.”jawabnya singkat.

“Apa kau sudah menikah?” Yoona menatap kesal kearah namja itu. Kenapa dia bertanya masalah pribasinya.

“maaf, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan, Saya permisi.” Kata Yoona dengan datar lalu hendak melangkah pergi.

“Kau sungguh berubah sekarang.” Ucapnya yang membuat Yoona menghentikan langkahnya.

“baru beberapa menit yang lalu kau menyambutku dengan lembut. Sekarang kau bicara dingin padaku.” Jelas Siwon dengan santai. Yoona membalikkan badannya kembali.

“Ku rasa kau tahu jawabannya. jadi aku tidak perlu menjelaskannya.” Kata Yoona dengan ketus, lalu ia berjalan menuju pintu. Sebelum ia membuka pintu tersebut, Yoona menolehkan kepalanya kembali.

“Satu hal yang harus kau ingat! Aku masih sama seperti Yoona yang dulu. masih membencimu sampai saat ini. Dan aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang kau lakukan padaku 10 tahun yang lalu. Aku hanya bersikap profesional saja. Sebagai bawahan dan atasan, ingat itu baik-baik!. ” Cetus Yoona dengan tatapan penuh kebencian. Lalu ia menghilang dari hadapan namja itu.

Pov Siwon
Sungguh aku tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi, Setelah 10 tahun lamanya. sejak aku lulus SMA dan kejadian waktu itu membuatku tidak bisa melupakannya, bahkan dia bekerja disini menjadi sekretarisku. awalnya aku tidak tahu, karna informasi dari kedua sahabatku yang bekerja disini, aku pun menjadi bersemangat.

Dia sungguh tidak berubah, masih cantik dan menggemaskan. Bodohnya aku yang telah membuatnya kecewa dan membenciku hingga sekarang.

“KLEEK” terdengar seseorang membuka pintu ruanganku. Aku mengalihkan pandanganku pada sosok namja yang sudah aku anggap saudaraku sendiri. Dia adalah Hyuk Jae si monkey dan Kyuhyun si evil. Sudah lama kami berteman, bisa dibilang kami tiga sekawan yang sangat tampan. Yah! Mereka juga bekerja disini. Mereka juga yang memberitahuku jika Yoona bekerja disini. Sehingga sepulang dari New York aku begitu semangat untuk bekerja menggantikan appa. Sebenarnya appa akan menempatkanku di Busan tapi aku menginginkan di Seoul saja dan Appa menyetujuinya.

“Yak! Kalian masuk tanpa permisi. Kalian kan tahu aku presdir disini. ” Omelku pada kedua makhluk jahil ini yang seenaknya masuk tanpa permisi. Mereka hanya tertawa.

“Siap Sajangnim” Kata Hyuk Jae dengan berpura-pura bersikap formal padaku, lalu kami pun tertawa bersama.

“hei, Choi Siwon! Kapan kau pulang dari Amerika. Kenapa tidak memberitahuku?” Tanya Hyuk Jae sambil duduk di sofa.

“Iya, kami kan bisa menjemputmu dan kita bisa bersenang-senang melihat wanita cantik.” timpal Kyuhyun.

“Hei, evil. Kau bisa mati jika Seohyun tahu.” Seru Hyuk Jae sambil memukul lengan Kyuhyun.
“Ah, kau benar?” Ucap Kyuhyun dengan lesu. Aku tersenyum melihat mereka ribut sendiri.

“Kau sudah memiliki kekasih Kyu?” Tanyaku heran. Pasalnya ia kan evil.

“Iya, Wonnie. Bahkan mereka akan Segera bertunangan.” ujar Hyuk Jae mewakili Kyuhyun.

“Jeongmal? Ahh, aku kasihan padanya. Bagaimana nasibnya nanti ya jika menikah denganmu?”Timpalku dengan becanda.

“Memangnya kenapa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah bingung.
“Kau kan mata meranjang, jika ada gadis cantik.” Ujarku dengan bercanda.

“Yaak!Yak! Aku tidak seperti itu. itu sifat Si monkey jelek ini.” Protes Kyuhyun. Sedangkan aku tertawa geli melihat tingkah mereka, masih sama seperti dulu, kekanak-kanakkan.

“Hei, kenapa aku? Tuh si Simba sang rajanya Playboy. Dia pandai sekali jika memikat wanita. Bahkan primadona sekolah kita yang super cuek dan jutek saja bisa ia dapatkan.” Sahut Hyuk Jae dengan nada becanda.

Senyumku seketika memudar saat mereka mengatakan hal itu. aku tersenyum kecut ketika mengingat kejadian waktu itu.

“Hahaha…iya kau benar. Waktu itu Siwon berhasil menakhlukkannya.” Timpal Kyuhyun dengan tertawa.

mereka yang melihat diriku yang terdiam langsung menghentikan ucapan mereka.

“Won-ah! Are You Okey! Mainhae, aku tidak bermaksud menyinggung hal itu.” Ujar Kyuhyun merasa tidak enak hati.

Aku menunjukkan senyuman tipisku.
“Gwenchana?”

Pov Siwon End

¤¤¤~~¤¤¤

Pov Author

Saat keluar dari ruangan Siwon, Kyuhyun dan Hyukjae memandang kearah Yoona. Namun Yoona hanya fokus pada pekerjaannya tanpa ia ketahui bahwa kedua namja itu sedang memperhatikannya. Saat Yoona mendongakkan kepalanya ia langsung memergoki mereka sedang menatapnya.

“Yak! Apa yang kau lihat.” Omel Yoona dengan garang. mereka berdua langsung bergidik ngeri ketakutan lalu buru-buru pergi sebelum Yoona menerkamnya.

“Dasar Buaya, kalian juga sama saja dengan boss kalian. Sama-sama mata meranjang.” Gerutu Yoona menatap kepergian duo pembuat masalah. tanpa ia sadari Siwon juga ada diluar sambil memperhatikan Yoona.

“hm…siapa yang kau maksud buaya dan mata keranjang?” Tanya Siwon sambil memainkan alis sebelahnya. awalnya ia terkejut kedatangan Siwon. tapi ia bisa mengendalikannya dan kembali bersikap dingin padanya.

Yoona tidak menjawab perkataan Siwon, tapi ia malah berbalik tanya.

“waeyo? Apa kau membutuhkan sesuatu” tanya Yoona dengan datar. Siwon tersenyum tipis.

“Aku ingin melihat laporan keuangan bulan kemarin dan bulan ini. Bisa kau berikan dokomennya padaku?” Kata Siwon dengan tatapan yang menggoda pada Yoona.

“Tentu! Aku akan memberikannya padamu. Ucap Yoona lalu mulai bergegas menuju bendahara perusahaan.

Selang beberapa menit kemudian Yoona kembali sambil membawa laporan yang diinginkan Siwon. Yoona masuk ruangan Siwon lalu memberikan dokumennya pada Siwon.

“ini dokumen yang kau pinta sajangnim, Jika tidak ada yang dibutuhkan, saya permisi dulu.?” Kata Yoona dengan bahasa formal. Lalu ia melangkah pergi.

“Chakkaman? apa yang kau maksud buaya dan mata keranjang tadi itu aku?” Tanya Siwon. Yoona menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

“Sudah tau, kenapa kau bertanya padaku.” Cetus Yoona dengan tatapan dingin. Lalu pergi meninggalkan ruangan. Siwon mengembangkan senyumnya.

“Kau semakin membuatku ingin memilikimu” Gumamnya sambil tersenyum penuh arti.

~****~
hari semakin sore, sebagian karyawan bergegas membereskan semua dokumen-dokumen mereka. begitu pula dengan Yoona. Ia sudah menyelesaikan semuanya, hanya beberapa file yang harus ia kerjakan nanti dirumah. Ia menyelempangkan tas bahunya dan menemui Siwon di ruangannya.

“aku sudah menyelesaikan semua yang kau suruh, Sekarang aku boleh pulangkan?” Kata Yoona dengan nada sedatar mungkin.

“tidak boleh! hari ini kau lembur. Masih banyak yang harus kau kerjakan. Kau lihat ini kan? Semua dokumen yang kalian buat sangat berantakkan dan tidak efisien. Aku ingin kau menyusunnya kembali.?” Perintah Siwon dengan tegas.

“Mwo? Aiisshh, Kau sengaja melakukan ini semua?” Tuduh Yoona kesal. Pasalnya sejak tadi Siwon selalu memberinya begitu banyak tugas untuk ia selesaikan dengan cepat.

“Aku ini atasanmu. jadi aq bebas mengatur semua karyawanku, termasuk dirimu.” Kata Siwon dengan sikap tenangnya namun nampak tegas. Yoona mencibir kesal.

“Ahh, kenapa Tuan Choi Kiho mempunyai anak semenyebalkan sepertimu. Menyebalkan.” Umpat Yoona kesal. Siwon menyeringai mendengar ucapan Yoona.

“duduklah! Dan susun dokumen itu.” Kata Siwon menyuruh Yoona duduk di sofa yang penuh dengan dokumen di atas meja.

Yoona mencibir kesal dihadapan dokumen-dokumen itu. Siwon diam-diam tersenyum melihat wajah kesal Yoona yang menggemaskan.

.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun Yoona masih sibuk menyusun ulang sambil menguap. Siwon yang melihatnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar. Yoona sekilas melihat langkah Siwon dengan ekor matanya.

“Ahhk, namja itu membuatku gila dengan semua dokumen ini. Seharusnya aku sudah menjelajahi alam mimpiku, Dasar presdir gila.” Gerutu Yoona kesal sambil merenggangkan ototnya yang pegal saat Siwon sudah benar-benar pergi dari pandangannya.

Namun diluar sana, Siwon tidak benar-benar sudah pergi, Ia sempat mengintip Yoona sebentar dan mendengar umpatan-umpatan Yoona. Ia tersenyum geli melihat tingkah Yoona yang frustasi. Lalu ia berjalan menuju belakang untuk meminta dua gelas kopi hitam dan coklat hangat. Kebetulan Suasana di kantor memang sudah sepi, Jadi ia bisa leluasa melakukan apapun.

Setelah ia mendapatkan segelas kopi dan coklat hangat, ia bergegas keruangannya kembali. Dia menghampiri Yoona dan memberikan segelas coklat hangat itu pada Yoona.

“ini untukmu? coklat hangat kesukaanmu.” Kata Siwon sambil menyodorkannya dihadapan Yoona. Yoona mendongakkan kepalanya. Ia menatap Siwon dan gelas berisikan coklat hangat secara bergantian.

“tenang saja! Aku tidak memberinya obat apapun didalamnya.” Kata Siwon yang tahu isi kepala Yoona.

“kenapa? Kau takut aku memasukkan sesuatu didalamnya, hmm?” Tanya Siwon lagi yang seakan tau isi otak Yoona.

“Yah, siapa tau kau memberi obat tidur atau hal lainnya dan kau…” Belum sempat Yoona bicara, Siwon sudah memotong ucapannya.

“kalau aku mempunyai niat jelek padamu? Mungkin saat ini aku sudah melakukannya.” Ujar Siwon dengan tatapan menggoda kearah kancing kemeja Yoona yang terbuka. Yoona mengikuti arah pandang Siwon.

Dan ia terkejut, mendapati kancing kemejanya terlepas satu.

“Yak! Namja mesum! Apa yang kau lihat huh.”Omel Yoona dengan kesal sambil menyilangkan kedua tangannya didada.

“Kau begitu ceroboh, seharusnya kau menyadari hal itu, sebelum orang lain mengetahuinya lebih dulu. untung saja aku yang melihatnya.” Seru Siwon dengan tatapan yang membuat semburat merah di wajahnya menahan malu.

Yoona dengan cekatan melempari Siwon dengan bantal Sofa yang ada disampingnya dengan tangan kirinya yang mengenai tepat wajah Siwon.

“Aiisshh Jinjja, lama di Amerika. Membuat otakmu itu konslet.” Omel Yoona kesal, lalu beranjak dari duduknya.

“aku sudah menyelesaikannya. Hanya beberapa dokumen saja yang belum. sekarang aku mau pulang.” Ucap Yoona sembari menyelempangkan tas dibahunya.

“Chakkaman? aku akan mengantarmu pulang” Ucap Siwon sambil meletakkan kedua gelas itu ke meja.

“Tidak usah! Aku sudah di jemput oleh kekasihku.” Tolak Yoona dengan datar lalu segera pergi.

Siwon memicingkan matanya bingung, pasalnya informasi yang ia dapat dari Kyuhyun dan Hyuk Jae bahwa dia tidak memiliki kekasih. Siwon pun dengan cepat mengikuti Yoona dari belakang. Apa benar ia dijemput oleh seorang namja?

Sedangkan Yoona yang berjalan dilorong kantor, mengetahui jika Siwon mengikutinya, Yoona tersenyum simpul. hingga sesampainya di lobby ia langsung menghampiri seorang namja yang sejak tadi menunggunya. Yah! saat Siwon pergi untuk mengambil minuman, diam-diam ia mengirim pesan pada sahabatnya waktu kuliah.

“Jonghyun Oppa! Kau sudah datang? Maaf telah menunggu. Semua ini karna boss baruku yang sangat menyebalkan itu.” Kata Yoona sambil menggelayut manja pada lengan namja itu. Namja itu tersenyum dengan wajah nampak bingung tapi ia menyukainya.

“Gwenchana? Tum…” Belum selesai namja itu bicara Yoona langsung memotongnya.

“Oppa, kajja kita pulang. Aku sangat lelah sekali hari ini.” Kata Yoona dengan nada manja.

Jonghyun mengangguk dengan wajah bingung dengan sikap Yoona. Mereka pun memasuki mobil dan kemudian mobil itu perlahan meninggalkan kantor Hyundai Coporation.

Disudut dinding Siwon melihatnya dengan tatapan cemburu.

~*****~
On The Way

“Oppa! maaf atas sikapku tadi, aku melakukannya karna aku ingin menghindari boss baruku yang gila itu.,” jelas Yoona atas maksudnya tadi.

“Gwenchana? Sepertinya boss mu itu menyukaimu.” Kata Jonghyun sambil fokus menyetir.

“Aniy, dia hanya seorang buaya dan mata keranjang. Aku tidak suka dengannya.” Sanggah Yoona membenarkan.

“sepertinya kau begitu membencinya? Apa terjadi sesuatu dengan kalian?” Ucap Jonghyun dengan selidik. Yoona mrnghembuskan nafasnya berat.

“Yah! Kau benar oppa? Aku dengannya sebenarnya saling mengenal. Bahkan kami dulu pernah satu sekolah dengannya. Dia kakak kelasku, dan dia juga pernah menjadi namjachinguku.” Jelas Yoona dengan sedih mengingat kenangan itu.

“Oh, lalu kenapa kalian bisa putus?” Tanya Jonghyun penasaran.

“ceritanya panjang oppa! Tapi kami putus karna ia sudah menipuku. Sehingga aku sangat membencinya sampai sekarang.” Ucap Yoona dengan jengkel.
“Oh, begitu.” Angguk Jonghyun mengerti.

Tak berapa lama mereka sampai di depan kontrakkan Yoona. Yoona turun dan berdiri di samping Jonghyun.

“Gomawo oppa sudah menjemputku.” Ucap Yoona berterima kasih. Jonghyun tersenyum senang.

“Tidak masalah. Aku siap jika harus mengantar jemput dirimu setiap hari.” Balas Jonghyun dengan becanda.

“kau bisa saja oppa. Baiklah! Aku masuk nde. Oppa hati-hati di jalan.” Pamit Yoona, Jonghyun mengangguk. lalu Yoona berjalan masuk memasuki pelataran rumahnya.

Jonghyun tersenyum sambil melambaikan tangannya saat Yoona menoleh kebelakang. Yoona juga membalasnya.

Jonghyun menghela nafasnya panjang.

“andai saja kau mendengar hatiku ini Yoong.” Gumam Jonghyun sambil menatap punggung Yoona yang semakin jauh.

~*****~
keesokkan harinya Yoona berangkat kekantor dengan tidak bersemangat, bahkan ia merasa malas untuk berangkat kerja. apalagi ia harus bertemu dengan namja itu setiap hari. Mungkin hari-harinya akan terasa berat jika ada namja itu.

Sesampainya ia dikantor, ia tidak langsung menuju ruangannya. Ia menghampiri ruangan kedua sahabatnya.

“Yoong, kau baru datang? Tumben kau terlambat, biasanya kau tidak seperti ini.” Tanya Tiffany hwang dengan heran melihat Yoona yang baru datang. Biasanya ia tidak pernah telat semenit pun.

Yoona mendesah sambil mendudukkan dirinya di bangku Hyoyeon yang kebetulan sedang tidak diduduki pemiliknya.

“Ini semua karna Presdir gila itu. Dia menyuruhku lembur semalaman.” Kata Yoona dengan kesal.

“Aahh, kalian ini sudah lama tidak bertemu. masih saja seperti kucing dan tikus.” Timpal Hyoyeon sambil merangkul pundak Yoona.

“Sampai kapan kau terus membencinya?” Lanjut Hyoyeon lagi.

“Sampai mati! sampai mati aku akan tetap membencinya.” Sahut Yoona dengan kesal.
“Aigoo! Apa sampai sebegitu kesalnya kah dirimu dengannya?” Tutur Tiffany.

“Tentu saja, apakah kau tak ingat seperti apa namja itu sudah mempermainkanku dulu. Sungguh aku tidak akan bisa melupakan hal itu” Ucap Yoona dengan nada datar.

“bahkan aku ingin membalas perbuatannya itu” Lanjutnya dengan mata kebencian.

ditengah pembicaraan mereka, tiba-tiba seseorang memanggilnya dengan sinis.

“Rupanya kau disini! Kau ini sekretaris macam apa? Apa kau tidak tahu Presdir mencarimu. Aish, jinjja. kenapa harus kau yang menjadi secretaris presdir tampan itu.” Kata Park Jiyeon dengan tatapan sinisnya.

Yoona bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapan Jiyeon dengan tatapan yang sama.

“aku juga tidak ingin menjadi secretarisnya, kalau kau mau? Kau bisa menggantikan posisiku.” Ucap Yoona dengan lirih tapi terdengar tajam. lalu ia pergi sambil menabrakkan lengannya pada lengan Jiyeon.

Yah! Jiyeon adalah saingannya di sekolah dan juga dalam bekerja, ia selalu berusaha mengungguli Yoona dan ia juga selalu mencari perhatian dari para karyawan. Jiyeon hanya tersenyum meledek dengan perlakuan Yoona. Lalu ia meninggalkan ruang kerja Tiffany dan Hyoyeon dengan menatap sinis pada keduanya.

“Aiiss, wanita kecentilan itu selalu membuatku ingin mencakar wajahnya yang menyebalkan itu.” Ujar Tiffany dengan kesal melihat sikap Jiyeon yang sok cantik.

“sabar Fany-ah, dia memang seperti itu dari dulu.” Ucap Hyoyeon menenangkan hati Fany yang kesal.

.
.
.

Yoona memasuki ruangan Siwon dengan sikap datarnya.

“Waeyo?” mendengar suara itu, Siwon mendongakkan kepalanya.

Entah kenapa setiap menatap mata indah Yoona jantungnya selalu berdebar. Ada daya tarik tersendiri pada diri Yoona saat menatap mata bulat nan indah milik Yoona.

Siwon berdiri dan berjalan mendekati Yoona.

“kau terlambat hari ini, bahkan kau tidak langsung ke ruanganku. kau tahukan aku tidak suka dengan pegawai yang telat.” Kata Siwon dengan tenang namun terdengar tegas.

“Maafkan aku.” Balas Yoona singkat.

“Jadi kau mengakui kesalahanmu, kalau begitu kau harus di hukum.!” Ucap Siwon menatap kedalam manik indah Yoona.

“Mwo? aku baru telat pertama kali, kau mau menghukumku?” Kata Yoona dengan tak percaya dengan tindakkan Siwon. Pasalnya selama ini dia selalu efisien dan tepat waktu. Hanya karna ia telat 10 menit saja sudah di beri sangsi.

“Tentu, aku tidak mau melihat semua karyawanku sampai meniru ulahmu itu.” Cetus Siwon dengan sikap perfectionisnya. Yoona mencibir.

“baiklah, aku akan menerima apapun sanksinya.”

“Benarkah apapun sanksinya kau akan menerimanya? Kalau begitu temani aku makan siang, siang nanti. aku paling tidak bisa makan sendiri jika tidak ada yang menemaniku makan.” Ucap Siwon yang membuat Yoona langsung menatapnya dengan kesal.

“Mwo? Tssk, aku tidak mau. Kau kan bisa makan siang dengan wanitamu. Kenapa harus denganku.” Cetus Yoona pada Siwon.

“Wanitaku? Nuguya? aku tidak mempunyai wanita.” Ucap Siwon dengan tersenyum menggoda.

“Tssk, Playboy sepertimu pasti akan bicara seperti itu. bahkan kau akan mengajak wanita manapun yang kau suka. Tapi tidak denganku. jadi berhenti menggangguku.” Dengus Yoona dengan sengit. Siwon tersenyum miring.

“Aku akan menerima hukumannya, tapi tidak dengan makan siang bersama namja sepertimu” Setelah mengucapkan kata itu, Yoona pun melangkah pergi.

Namun dengan gerakkan cepat Siwon menarik lengan Yoona dan tangannya yang kiri langsung menahan tengkuk Yoona.

Yoona terkesiap dan membelalakkan matanya saat Ia merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya.

Yah! namja itu mendaratkan bibirnya ke bibir Yoona, memagut bibir mungil itu dengan lembut. bahkan bibirnya membuka bibir Yoona. Yoona terdiam, dia bisa merasakan bibir Siwon memainkan bibirnya. Dan ia dapat melihat mata Siwon yang terpejam.

Entah kenapa ia tidak bisa menolak pegutan demi pagutan yang diberikan Siwon. Otaknya terasa beku seperti gumpalan es salju di kutub utara. darahnya berdesir bagaikan aliran listrik yang bertegangan tinggi. sungguh dia membuatnya tak berkitik sama sekali.

meski hatinya bersikeras menyuruhnya untuk menghentikannya. Namun otaknya menolaknya. Sedetik kemudian Siwon menjauhkan wajahnya dengan perlahan.

Ia tersenyum tipis melihat raut wajah Yoona yang masih nampak shok atas perbuatannya yang tiba-tiba. setelah beberapa detik terdiam dan bergelut dengan hati dan pikirannya, Yoona pun bergeming dan menatap Siwon dengan tatapan mautnya.

“YAAKK! CHOI SIWON…Kau…! ” teriak Yoona dengan kekesal tingkat tinggi.

“Mwoya? Ini rasanya sangat manis, lebih manis daripada permen lolipop.” Ucap Siwon dengan tatapan yang menggoda. Yoona kesal melihat wajah Siwon seperti itu.

Yoona melangkahkan kakinya selangkah lalu meninju perut Siwon dengan kesal.

“BUG” Siwon meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.

“Itu balasan untuk pria pervert sepertimu.” Dengus Yoona lalu pergi dari ruangan Siwon.

Saat ia akan membuka pintunya tiba-tiba Kyuhyun sudah terlebih dulu membukanya dan berpapasan dengan wajah marah Yoona. Yoona menatap dingin pada Kyuhyun. Lalu menerobos tubuh Kyuhyun tanpa bertegur sapa.

Kyuhyun nampak bingung dengan sikap Yoona? kenapa wajahnya terlihat seperti singa yang siap menerkam orang? Itulah beberapa pertanyaan yang hinggap diotak Kyuhyun. Setelah Yoona pergi Kyuhyun langsung masuk dengan wajah bingung.

“hei, ada apa dengan si nenek rusa itu? Wajahnya sungguh mengerikan jika sedang marah.” Seru Kyuhyun meledek Yoona. Siwon tersenyum simpul.

“Tapi sangat menggemaskan?” Ujar Siwon sambil tersenyum. Kyuhyun mengerutkan dahinya tak paham melihat ekspresi Siwon.

“Apa kau gila? Apa yang menggemaskan. Dia terlihat seperti singa yang siap menerkam mangsanya.” Sanggah Kyuhyun. Siwon bergelak mendengarnya.

“Memangnya apa yang terjadi? Sehingga membuatnya semarah itu?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“tidak ada! entahlah! Mungkin dia sedang datang bulan, makanya dia marah-marah seperti itu.” Ucap Siwon dengan santai. “Oh ya, ada apa kau kesini?” Tanya Siwon menanyakan maksud kedatangannya.

“Ah, itu. Aku hanya ingin memberitahumu, bahwa lusa besok Jung Il Woo mengundang kita datang ke Pesta Reuni. Dia mengundang semua alumni kita dan hoobe kita.” Kata Kyuhyun.

“Ah, nde aku tahu. Dia juga sudah mengundangku melalui akun twitterku.”
“Oh, begitu. Baguslah!” Ucap Kyuhyun singkat.

“Oh ya Kyu, kau bilang Yoona belum memiliki kekasih sampai sekarang. Nyatanya kemarin ia dijemput dengan seorang namja.” Tanya Siwon memastikannya.

“Jeongmal? Setahuku dia tidak memiliki kekasih. pasalnya Aku tidak pernah melihatnya bersama namja siapapun.” Kata Kyuhyun dengan kaget.

“tapi dia sendiri yang bilang padaku, dia sudah memiliki kekasih.” Timpal Siwon bingung.

“Ahh, aku juga bingung? Ahhkk,sudahlah! lebih baik kau selidiki saja dia, daripada kau pusing memikirkan hal ini.” Saran Kyuhyun yang sama-sama bingung.

“Kau benar? aku harus mencari tahu kebenarannya.”

“Kau masih mengharapkannya kembali padamu?” Tanya Kyuhyun.

“hmm…aku masih mencintainya dan itu tidak berubah.” Ujar Siwon dengan tulus.

“kalau begitu, aku dan Hyuk Jae akan mendukungmu.” Support Kyuhyun dengan senang hati. Siwon tersenyum senang.

“lagipula kau putuskan juga gara-gara kami.” imbuh Kyuhyun mengingat masa lalu.

“sudahlah, jangan mengingatnya. Ini juga salahku sudah mempermainkan cintanya. Dan sekarang aku akan berusaha untuk mendapatkannya kembali.” Tutur Siwon dengan bijak.

~*****~
Jam istirahat pun tiba, semua yang ada diruang meeting pun mengakhiri rapat mereka dan akan melanjutkannya nanti setelah makan siang. Siwon pun melangkah keluar ruangan dan di ikuti oleh Yoona dari belakang menuju ruangannya.

“Setelah rapat nanti, apa jadwalku selanjutnya?” Tanya Siwon dengan suara tegas.
“setelah rapat nanti kau ada pertemuan dengan mr. John dari Amerika.” Cetusnya dengan terdengar sinis.

“Oh begitu. baiklah, kau persiapkan semuanya nde.” kata Siwon dengan santai.

“Nde! apa aku boleh pergi sekarang” ucap Yoona dengan nada seperti biasanya yang terdengar dingin.

“aku bisa saja menahanmu disini, tapi…?” Ucapan Siwon menggantung dengan menatap Yoona. “Baiklah kau boleh pergi.” Lanjutnya dengan menunjukkan senyuman manisnya.

Yoona menatap Siwon dengan dingin, lalu segera ia pergi meninggalkan ruangan Siwon.

“Dasar namja menyebalkan, kenapa dia selalu membuatku kesal.” cibir Yoona disetiap langkahnya.

Tiba-tiba sebuah suara memanggilnya.

“Yoongie, Chakkaman!” Teriak seorang wanita cantik yang memiliki eyesmile yang indah. Yoona menghentikan jalannya dan menoleh kebelakang. lalu ia melihat Tiffany dan Hyoyon sedang berjalan menghampirinya.

“Eonni-ya, aku pikir kalian sudah ke cafe duluan .” Kata Yoona saat mereka sudah berada didepannya.

“Kita sengaja menunggumu,” Timpal Hyoyeon dengan senyum.
“Oh, begitu. Baiklah, Kajja!” Ajak Yoona dengan menggandeng kedua lengan sahabatnya itu dengan senyum.

Yah mereka adalah teman sejak high School dulu, mereka selalu setia kawan dan saling berbagi sampai sekarang.

Sesampainya di Cafe, mereka langsung memesan makanan dan minuman. Apalagi Yoona yang porsi makannya tak cukup satu macam, ia memesan beberapa makanan dan camilan sekaligus. kedua sahabatnya berdecak heran.

“Aigoo, Yoong. dari dulu sampai sekarang Makanmu tetap banyak sekali, tapi yang membuatku heran, tubuhmu tetap saja ramping.” Kata Hyoyoen iri. Yoona tersenyum menanggapinya.

“Inilah kelebihanku eonni. Aku suka makan dan tubuhku tidak bermasalah.” Kata Yoona menyombongkan diri.

“Ahh, oh ya Yoong. kau masih ingat Shim Changmin sunbae kita waktu SMA dulu kan?” Tanya Tiffany sembari menyeruput minumannya.

“Hmm, Waeyo?” tanya Yoona Singkat.

“Kemarin aku bertemu dengannya, dan dia mengundang kita untuk datang keacara pesta Reunian, yahh untuk bernostalgia kembali. dia juga mengundang seluruh alumni kita. Kau datang ya?” Jelas Tiffany

“Mollaso eon? lagipula diacara itu pasti ada namja gila itu.” Kata Yoona dengan malas.

“Ayolah Yoong! Apa kau tidak ingin bertemu dengan Sica dan Yuri, kita kan jarang bertemu mereka sejak mereka menikah?” Ajak Hyoyeon merajuk.

“Aiiiss, kau ini seperti anak kecil saja. Aku ingin tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian, kau harus ikut. Besok aku akan menjemputmu.” Potong Hyoyeon dengan cepat.

“Jangan menjemputku.” Ujar Yoona dengan cepat. Tiffany dan Hyoyeon menatap intens Yoona.

“Baiklah, aku akan ikut. Tapi kalian tak usah menjemputku. aku akan mengajak seseorang. Aku tidak mau namja gila itu terus-terusan mengikutiku.” Kata Yoona dengan kesal saat mengatakan “namja gila” itu.

“memangnya siapa yang akan kau ajak kesana?” tanya Tiffany bingung.
“Jonghyun Oppa! Aku akan minta bantuan Jonghyun Oppa untuk menemaniku kesana.”

“Lagi Pula namja gila itu mengira jika Jonghyun Oppa kekasihku. Jadi dia tidak akan berani untuk mendekatiku.” Lanjut Yoona dengan tersenyum simpul.

“itu ide yang bagus Yoong, biar dia tahu kalau kau bisa melupakannya.” Ujar Tiffany menyetujui rencana Yoona.

Yoona mengangguk lalu sedetik kemudian senyumnya memudar dan tanpa mereka berdua ketahui.

~*****~
Setelah makan siang Yoona kembali dalam aktivitasnya, sekarang ini ia dan Siwon sedang berada di sebuah tempat hotel berbintang untuk menemui Client mereka yang ada di Amerika untuk membahas kerja sama antara kedua belah pihak.

Didalam rapatnya ini Yoona selalu membantu Siwon untuk menjelaskan dan meyakinkan mereka untuk mau bekerja sama dengan perusahaannya. Mr. John sangat kagum dengan penjelasan-penjelasan dari Yoona dan mereka tertarik untuk bekerja sama dengan mereka.

Akhirnya mereka pun menyetujui kerja sama antara perusahaan yang Siwon pimpin. Yoona dan Siwon nampak senang mendengarnya, karna kerja sama ini adalah proyek terbesarnya dan sulit untuk membangun kerja sama dengan perusahaan terkenal di Amerika.

Setelah menandatangani perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak, Siwon dan Yoona pun mengantar kepergian Mr. John sampai ke lobby hotel, setelah itu mereka mengucapkan salam perpisahan.

Setelah mobil itu berlalu Yoona mendesah sambik memancarkan wajah senangnya.

“Aahh, akhirnya kita mendapatkannya.” Desah Yoona dengan wajah gembira.

Siwon terdiam, ia sedang sibuk mengagumi kecantikkan wajah Yoona yang sedang tersenyum. dimatanya Yoona nampak bersinar bagaikan mentari pagi. Begitu hangat dan mempesona.

kini Yoona nampak sedang menatapnya dengan tersenyum manis sambil bergaya seksi ala model di depannya. Ia berjalan menghampirinya sambil memainkan anak rambutnya yang bergelombang. Siwon tersenyum aneh saat tangan Yoona menyentuh dada bidangnya. Begitu menggoda dan menggairahkan.

Yoona yang ditatap seperti itu langsung memukul kepala Siwon dengan tas bahunya.

“Yaaakk! Apa yang kau lakukan?” Omel Siwon kesal.

“Justru aku yang bertanya seperti itu? Kenapa kau menatapku dengan tatapan menjijikkan seperti itu, eoh?” Omel Yoona dengan kesal.

“Memangnya apa yang ku lakukan?” Tanya Siwon dengan wajah tak bersalah.

“Tadi. Kenapa kau menatapku dengan tatapan aneh seperti itu?.” Cetus Yoona dengan nada datar.

“memangnya aku menatapmu seperti apa dan bagaimana?” bukannya menjawab Siwon malah balik tanya yang m enbuat Yoona semakin sebal.

“Aiisshh, sudahlah. Lama-lama darahku naik jika terus berdebat denganmu.” Sungut Yoona kesal. Lalu pergi meninggalkan Siwon.

Siwon menghela nafas lega. Kali ini dia selamat dan Yoona tidak curiga jika dia sedang berkhayal tentangnya dan dia tidak memojokkannya dengan pertanyaannya yang bisa membuatnya malu. Lalu Siwon melangkahkan kakinya menyusul Yoona.

“Hei, Im Yoona. biar aku antar kau pulang.” Kata Siwon menawari tumpangan. Dengan masih berjalan menuju halte, Yoona menolak tawaran Siwon.

“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri.” Balas Yoona dengan datar. Lalu ia berdiri dihalte menunggu bus.

“ini sudah malam, bagaimana kalau terjadi apa-apa denganmu.” Ucap Siwon khawatir.

“Gomawo, tapi kau tidak usah khawatirkan aku. Aku bisa jaga diriku.” Cetusnya dengan nada yang sama. lalu Tak berapa lama bus pun tiba.

Sebelum ia masuk bus itu, Yoona menyuruh Siwon pulang.

“sudah sana pulang? dan jangan mengikutiku lagi.” Lalu ia masuk kedalam bus. Perlahan bus itu melaju dan meninggalkan Siwon sendiri yang menatap nanar bus tersebut.

“Kau tahu Yoong, perasaan ini tidak akan pernah berubah meski kau terus berlari dariku. mungkin aku tidak bisa membaca pikiranmu, tapi satu hal yg bisa kulakukan untukmu, yaitu tetap mencintaimu segenap hatiku.” Kata Siwon lirih.

~*****~

Ternyata Yoona tidak pulang kerumahnya melainkan ia pergi ke Apartment elit di kawasan gangnam, tanpa Yoona sadari seseorang mengikutinya dari belakang. Pria itu nampak heran, pasalnya ini bukan alamat rumah gadis itu.

“Mau apa dia kemari?” Tanya namja itu pada angin lalu. Perlahan ia mulai mengikuti Yoona sampai masuk ke sebuah apartement seseorang. Namja itu bersembunyi tak jauh dari Yoona berdiri sekarang.

Pria itu mendesis kesal saat mengetahui ternyata Yoona masuk ke dalam apartment seorang namja yang menjemput Yoona kemarin. Namja yang bersembunyi dibalik dinding itu tak lain adalah Choi Siwon.

“Ttssk, Bukannya langsung pulang. Ia malah mendatangi namja itu.” ada rasa kesal dan tak rela saat Yoona harus berada didalam ruangan bersama pria lain meskipun ia mengaku bahwa namja itu kekasihnya. Dengan terpaksa ia menunggu Yoona sampai keluar dari apartemen itu.

Sedangkan disisi lain didalam sana Yoona sedang mencoba membujuk pria itu untuk membantunya untuk acara besok lusa.

“Waeyo? Tumben kau datang kemari.” tanya namja bernama Jonghyun sambil berjalan menuju lemari es. Pasalnya selama sebulan ini Yoona tak pernah main ke apartemennya.

“Tidak ada apa-apa?Aku hanya ingin mampir sebentar. Lagi pula aku juga sudah lama tidak main kesini” kata Yoona sambil mengutak atik laptop milik Jonghyun. Jonghyun kembali sambil membawa dua buah minuman.

“ini untukmu!” Jonghyun menyodorkan kaleng muice pada Yoona. Yoona menerimanya.

“Gomawo” lalu ia meminum juice itu.
“sepertinya kau sedang sibuk sekarang.” Kata Yoona memperhatikan berkas kerja Jonghyun di meja.

“Yah, tugas kantorku banyak sekali.”
“mainhae, mengganggumu malam-malam begini.” Ujar Yoona tidak enak hati. Jonghyun tersenyum lalu menyentil kening Yoona.

“Aahhh, Oppa” rengek Yoona dengan manja.
“Kau ini sudah biasa menggangguku seperti ini.” Ujar Jonghyun tersenyum sambil kembali meminum beernya.

Yoona kembali ingin mengungkapkan niatnya datang kemari pada Jonghyun, namun ia terlalu gugup dan tidak berani mengatakannya.

Yoona gusar sambil memainkan ujung kukunya, Jonghyun tersenyum memperhatikan tingkah Yoona yang seperti itu.

“Waeyo?” Tanya Jonghyun kembali bersuara.
“Ahh” Jonghyun kembali tersenyum melihat wajah polos Yoona.

“Sepertinya ada yang ingin kau sampaikan padaku.” Ujar Jonghyun.
“Ahh, nde.” singkat Yoona.

“Mwoya?”

“Ahh, begini Oppa. Aku butuh bantuanmu lagi.” Kata Yoona sedikit tak enak hati.

“apa ini berhubungan dengan namja itu lagi?” Tanya Jonghyun yang bisa menebak. Yoona mengangguk lesu.

“Apa? Apa yang bisaku lakukan untukmu?” Tanya Jonghyun lagi. Yoona mendongakkan kepalanya semangat.

“jadi kau akan membantuku.” Tanya Yoona dengan sumringah. Jonghyun mengangguk.

“Ahh, Begini oppa! besok lusa Sunbae kami mengundang kami diacara Reunian. yang pastinya namja gila itu akan ada disana? Aku ingin Oppa menemaniku dan menjadi kekasihku. Ini hanya sementara kok!” Ujar Yoona. Jonghyun terlihat diam tak menjawab.

“Nde, baiklah. Tapi kau harus menemaniku membeli sesuatu besok. Bagaimana?” Kata Jonghyun membuat kesepakatan.

“Okey! Aku akan menemanimu besok.” Jawab Yoona dengan senang hati.
“Baiklah! Besok pulang kerja aku akan menjemputmu.” Yoona mengangguk dengan senyum.

“memangnya kau ingin membelikan hadiah untuk siapa? Kekasihmu ne?” Tanya Yoona penasaran.

“Aniy, kau tidak boleh tahu.” Jawab Jonghyun lalu meminum beernya.
“Ahh, Oppa kau sudah punya kekasih. Kenalkan padaku nde?” Rajuk Yoona dengan manja.

“Tidak akan aku beritahu, nanti kau akan tau sendiri.” Kata Jonghyun dengan tawa yang mengembang, mereka pun tertawa bersama.

“Ahh, baiklah Oppa. Aku pulang dulu nde, sudah malam. Soojung dirumah sendirian.” Pamit Yoona sambil beranjak dari duduknya.

“Eoh, aku akan mengantarmu pulang” Jonghyun ikut beranjak dari duduknya.

“Ahh, tidak usah Oppa. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu itu.” Kata Yoona menatap kearah meja kerjanya yang penuh lembaran kertas.

“Mainhae, sudah mengganggumu. Sampai jumpa besok” Lanjut Yoona sambil berjalan kearah pintu. Jonghyun mengikutinya sampai pintu.
“Hati-hati dijalan ya.” Yoona mengangguk dan melambaikan tangannya. Setelah Yoona pergi Jonghyun menutup pintu dan kembali masuk kedalam. tiba-tiba suara intercom kembali berbunyi, Jonghyun membalikkan tubuhnya dengan wajah bingung.

“Aiiss, gadis ceroboh. Pasti ada yang ketinggalan.”gerutunya dengan senyum. Tanpa ia melihat sisi tv intercomnya, ia langsung membuka pintu itu dengan senyum.

“Ada apa lagi deer?” Kata Jonghyun dengan semangat. tapi senyumnya pudar saat mengetahui bahwa orang yang dihadapannya bukanlah Yoona.

To Be Continue…

Note : Gimana? Geje ya? sebenarnya ini OS tapi kepanjangan jadinya aku buat 2Shoot. Apalagi ini genrenya 17 keatas. Dan Next Part akan aku protect. Well RCL ya, hanya Goodreader saja yang akan saya kasih PWnya nanti. Harap diMakhlum jika ceritanya jelek, karna aku adalah Author yang masih buruk. Jadi masih belajar. Tidak seperti author yang lain yang pandai merangkai kata-kata^^ #HugKissAll.

Advertisements

77 thoughts on “[2S] Fated To Love You ~ Part 1

  1. Seru bgt nih. Pengen tau hal apa yg bikin yoona eonnie benci sama siwon oppa. Apa dulu dia buat taruhan kah sama wonkyuhyuk?? Tapi siwon oppanya beneran cinta tuh sama yoona eonnie.

    Pasti itu siwon oppa yg ngebell. Yoonwonnya lucu beranten mulu. Next publish soon ne^^

    Like

  2. Hubungannya yoonwon lucu, yoona juga kelihatan banget kalo masih ada rasa…!! 😀 ditunggu kelanjutannya eonnie… Dan jangan lupa bagi pwnya…!!! Hahaha 😀

    Like

  3. FF ini kayak udah gak asing gitu…
    Tp ff nya keren kok.. jadi penasaran sama kelanjutannya… jangan lupa bagi2 PW nya sama aku ya thor..😁😁😁

    Like

  4. Trnyata mreka punya hbungan dimsa lalu, trus apa sbab yoong marah pd wonppa?? wonppa masih cinta tu kyaknya.. semoga mreka bs trbuka, dan bs brsatu..

    Like

  5. Haha lucu wonpa ngejar222 yoona, wkwkwk, bgus akhirnya nemu ff yoonwon yg komedi romantis oiii. Eonni semangat kutunggu lanjutan dan pw nya. Tng dah 17+

    Like

  6. Hadeeuhh.. bener bener deh yw bikin gemes ><
    Tapi tetep aja walopun sering bertengkar pasti yoona ngerasa suka juga tuu ana siwon #sotoy kumat
    Next chapt ditunggu.. jadi penasaran siapa ya yg datengin apartemennya jjong?

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s