Gone [SongFic]

Gone [SongFic]

cover gone ok

Author : Vera Riantiwi
Tittle : Gone
Length : Oneshoot / Songfic
Cast : – Im Yoona Girls Generation
– Lee Donghae Super Junior
Other Cast : – Yoona’s Father, Yoona’s Bodyguard, Donghae Bodyguard
Genree : Romance, Sad
Inspirated By : [MV] Jin – Gone


Note: Aku bingung pas bikin FF ini, tadinya aku mau aku buat Songfic ternyata dapet inspirasinya panjang jadi dibuat Oneshoot deh.FF ini terinspirasi dari MV Jin – Gone. Disini aku cuma ganti castnya sama nambah-nambahin adegan lain sedikit. kalo di MV itu Xiumin & Kim You Jung, disini aku ganti jadi Yoona & Donghae. Tapi disini aku tambah-tambahin adegannya dan ceritanya. Semoga suka ne readers…..

NB : aku buat Fanfic ini buat permohonan maaf WGM sama Don’t Leave yang belum di post.

Author No Comment deh,,,,, ^^
Happy Reading dan yang terpenting ‘Maafkan atas banyaknya Typo’

Disclaimer : ini hanya sebatas ff. Jadi mereka yg disini hanya pinjam. Terinspirasi oleh pemikiran sendiri, so DON’T COPAS!!!
ALLOWED!!

Sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti di sebuah rumah yang cukup mewah. Sang sopir mobil itu pun segera keluar dari mobilnya dan membukakan pintu belakang mobil. Lalu keluarlah seorang yeoja berwajah manis dari dalam mobil itu. Ya, tetapi sayang sekali yeoja itu buta. Yeoja yang bernama Yoona itu baru saja pulang dari rumah sakit usai pengecekan mata.
Tanpa dibantu oleh siapapun, Yoona pun melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah mewah itu. Jalannya sudah seperti orang yang normal karena ia sudah terbiasa melihat menggunakan mata hatinya sejak peristiwa tragi situ.
Dari kaca jendela, terlihat seorang lelaki muda yang sedang bermain piano dan disebelahnya ada seorang lelaki yang menjadi guru les pianonya dan sekaligus ayah dari Yoona. Tidak sengaja, lelaki yang bernama Donghae itu melihat ke kaca jendela dan melihat Yoona yang lewat.
Tak!
Guru piano Donghae memukul piano yang dimainkan oleh Donghae. Donghae pun merasa sedikit terkejut, lalu ia kembali memfokuskan diri pada pianonya. Namun fikirannya masih memikirkan Yoona.
Setelah selesai bermain piano, Donghae pun berjalan keluar dari ruang piano sambil meminum obatnya. Tak sengaja, ia berpapasan dengan Yoona. Donghae memerhatikan Yoona, lalu ia pun menanyakan tentang Yoona pada salah satu bodyguard nya.
“Siapa yeoja itu?” Ucap Donghae.
“Sudahlah, tidak usah banyak bertanya. Cepat jalan.” Balas bodyguardnya.
“Aish, mengapa?” Ucap Donghae sedikit kesal.
***
Keesokan harinya…
Donghae turun dari mobilnya sambil membungkuk pada penjaga rumah Yoona. Kemudian ia pun masuk ke dalam rumah itu dan duduk di ruang tunggu.
Tak!
“Seharusnya kau harus lebih banyak belajar lagi!” Bentak ayah Yoona terhadap Yoona.
“Mianhae Appa. Yoongie janji akan lebih giat berlatih piano lagi.” Ucap Yoona lembut.
Di lain tempat Donghae memandang Yoona dari arah jendela dengan kasihan. Yoona terduduk di lantai sambil menunduk, lalu Ayahnya pun meninggalkan ia sendirian di dalam ruang piano tersebut. Sambil meraba-raba tempat di sekitarnya, akhirnya ia menemukan tempat duduk yang merupakan bangku piano.
“Apakah dia tidak bisa melihat?” Tanya Donghae pada salah satu pengawal Yoona.
“Sttt.. Diamlah.”
Sambil melihat keadaan, Donghae pun masuk ke dalam ruang piano itu dengan mengendap-endap sambil melihat keadaan setempat dan duduk di sebelah Yoona.
“Hai” sapa Donghae ramah.
“Nuguseyo” Ucap Yoona terkejut mendengar suara Donghae.
“Annyeonghaseo Lee Donghae imnida. Siapa nama kamu?” Ucap Donghae ramah.
“Im Yoona imnida.” Jawab Yoona malu-malu.
“Kau bisa bermain piano?” Tanya Donghae dengan menatap Yoona lembut. Yoona menggeleng dan menundukkan kepalanya.
“Mau mendengarkan oppa bermain piano?” Tanya Donghae sekali lagi. Yoona pun mengangguk.
Donghae pun mulai memainkan piano. Yoona tersenyum mendengarnya. Namun, tiba-tiba Donghae mendengar suara langkah kaki yang khas dari Ayah Yoona. Donghae pun cepat-cepat bersembunyi di belakang piano. Ayah Yoona melihat Yoona yang duduk sendirian, ia pun mengira bahwa Yoona sudah bisa bermain piano. Setelah Ayah Yoona pergi, Donghae pun kembali duduk di samping Yoona.
Tiba-tiba, Donghae memegang dadanya yang terasa sakit. Penyakit jantungnya kambuh. Ia pun mengeluarkan obat dari saku celananya, lalu meminumnya.
“Ada apa Oppa?” Ujar Yoona.
“Ah, gweachana. Ini, permen untukmu. Aaa…” Donghae menyuapi sebuah permen untuk Yoona. Yoona pun membuka mulutnya dan Donghae memasukkan permen itu dan tak sengaja jari telunjuk Donghae menyentuh bibir Yoona. Donghae tersenyum sambil menatap jarinya yang tersentuh bibir Yoona. Sementara Yoona itu tersenyum malu.
***
Keesok harinya
Donghae mengendap-endap di belakang rumah Yoona. Memastikan kalau tidak ada siapa-siapa di tempat itu. Setelah ia yakin bahwa tempat itu aman, Donghae pun segera menarik lembut tangan Yoona dan mengajaknya duduk di sebuah bangku.
“Yoong, apa Oppa boleh bertanya sesuatu?” Tanya Donghae.
“Ne, Oppa ingin bertanya apa? Jawab Yoona.
“Sejak kapan kamu tidak bisa melihat?” Tanya Donghae tidak enak melihat raut wajah Yoona yang menjadi murung.
“Sejak kecelakaan itu. Apa Oppa ingin mendengar cerita aku?”
“Kecelakaan apa?”

Flashback :
Hujan, sore itu mengguyur kota seoul. Yoona sedang duduk sambil menunggu Ibunya menjemputnya dari sekolah. Yoona kesal karena Eommanya tak kunjung datang. Tak lama itu Eommanya datang sambil berlari kecil memakai paying untuk menghampiri Yoona.
“Yoong, Mianhae Eomma telat tadi dijalan macet sekali. Kamu tidak marah kan?”ucap Eomma Yoona.
“Eomma, tahu tidak Yoongi menunggu berapa lama.”ucap Yoona dingin.
“Ne, Eomma tahu chagi. Mianhae ne. Eomma tidak akan mengulanginya lagi. Ne, jangan marah lagi chagi.”ucap Eomma Yoona sambil membujuk Yoona.
“Aiishhh, yasudah kajja kita pulang eomma. Yoongi sudah lapar.” Ucap Yoona sambil menggandeng lengan Eommanya.
Dijalan mereka berdua berbincang di dalam mobil tentang keseharian Yoona disekolah. Ditengah hujan lebat sore itu dan jalanan licin tiba-tiba saja didepan mobil mereka ada sebuah truck besar berjalan kencang kearah mobil mereka dan dalam sekejap kecelakaan tragis itu tidak dapat terhindarkan. Mobil yang ditumpangi Yoona dan Eommanya berguling-guling di tengah jalan yang sepi dan menabrak pembatas jalan. Dalam kecelakan itu Yoona mengalami kebutaan pada matanya. Sedangkan Eommanya tewas di tempat kecelakaan.
Flashback End:
“Ohh, kamu yang sabar ne. lalu apa kamu kemungikinan nanti bisa melihat lagi?” Tanya Donghae pada Yoona.
“Kemarin, kata dokter kemungkinan aku melihat lagi ada. Tapi apabila ada yang mendonorkan matanya untuk aku. Tapi aku tidak yakin Oppa.” Ucap Yoona.
“Waeyo?? Kenapa kamu tidak yakin?”
“Karena tidak mungkin ada orang yang masih hidup memberikan matanya untuk aku, Oppa.”
“Guere, kamu yang sabar ne. Oppa yakin suatu saat kamu bisa melihat kembali.” Ucap Donghae lembut.
“Oppa..” Panggil Yoona.
“Ne, Waeyo Yoong?” Ucap Donghae.
“Apa aku boleh meraba wajahmu? Aku ingin tahu bagaimana wajahmu.”
“Tentu saja.”
Sambil tersenyum, Yoona pun meraba wajah Donghae. Mulai dari mata, pipi, hidung, dan bibir Donghae.
“Kau tampan.”
“Sekarang, aku ingin kau merasakan detak jantungku.”
Donghae memegang tangan Yoona, lalu ditempelkannya di dada kirinya. Yoona tersenyum merasakan debaran jantung Donghae. Namun disisi lain, jantung itu tiba-tiba terasa sakit. Donghae memejamkan matanya karena menahan sakit yang begitu menyakitkan.
“Mengapa detak jantung Oppa tiba-tiba lemah?” Ucap Yoona.
Donghae menarik nafas dalam, berusaha menahan sakit di dadanya. Ia pun berkata jujur pada Yoona.
“Aku sakit.”
“Maksud Oppa apa?”
“Aku punya penyakit jantung. Dan rasanya sangat sakit.”
“Maksud Oppa, penyakit Oppa kambuh sekarang ini?” Yoona berucap dengan nada khawatir. Donghae sedikit membungkukkan badannya karena rasa sakit itu tidak kunjung hilang.
“Ne.” Ucap Donghae lemah. Lalu ia mengeluarkan botol obatnya dari saku celana. Namun, belum sempat ia meminumnya, ia pun ditangkap oleh dua orang bodyguard suruhan Ayah Yoona. Botol obatnya pun terjatuh. Donghae memberontak, namun ia tidak bisa melepaskan diri dari tangkapan kedua orang itu.
“Lepaskan aku!”
“Oppa,… Donghae Oppa…”
“Diam!”
“Yoona! Yoona!”
“Oppa dimana… Oppa jebal Jawab aku…”
Yoona meraba-raba sekitarnya. Ia ingin menyelamatkan Donghae dari tangkapan bodyguardnya itu, namun apa daya ia tidak bisa melihat. Yoona pun jatuh berlutut, lalu ia menemukan botol obat milik Donghae.
Semenjak kejadian itu, Yoona tidak pernah lagi bertemu dengan Donghae. Setiap hari, ia selalu duduk di ruang piano, menunggu Donghae datang les. Namun tidak ada tanda-tanda bahwa Donghae akan datang ke tempat itu. Yoona terduduk di atas sofa sambil memegangi botol obat milik Donghae.
Dilain tempat
Donghae dirawat di rumah sakit. Dirumah sakit Donghae berkonsultasi pada dokter yang menanganinya tentang kondisi matanya. “Dokter apa aku bisa mendonorkan mataku untuk seseorang?” Tanya Donghae.
“Tentu saja bisa. Karena yang sakitkan Jantung kamu tidak dengan mata kamu. Memang kamu ingin mendonorkan mata kamu untuk siapa? Apa untuk seorang Yeoja?” Tanya Dokter itu.
“Ne, untuk yeoja yang saat bertemu membuat aku jatuh cinta padanya.”Ucap Donghae lirih.
“Pasti, dia beruntung sekali memiliki namja yang mencintainya dan rela berkorban untuknya.”
Donghae hanya tersenyum mendengar ucapan Dokter itu. “Apa aku sudah bisa pulang hari ini. Aku ingin bertemu dengannya terakhir kalinya.”
“Tidak bisa, Hae-ah. Kamu masih harus dirawat disini.”
“Tapi, Dokter aku ingin bertemu dengan dia terakhir kalinya. Aku takut tidak sempat bertemu dengannya lagi. Aku janji bila sudah bertemu dengan dia aku akan kembali ke rumah sakit ini lagi. Tapi jebbal….”
“Aiiissshh… arraseo… tapi kau harus janji akan kembali dan menjalani rawat di rumah sakit ini.”
“Ne, Dokter aku janji.”
“Baiklah…. Kamu boleh bertemu dengan yeoja itu.”
Di lain tempat..
Donghae datang ke rumah Yoona ditemani oleh seorang bodyguardnya. Ia memohon dengan sangat pada Ayah Yoona untuk mengizinkannya bertemu dengan Yoona.
“Saenim, tolong izinkan aku bertemu dengan Yoona.” Ucap lelaki berwajah pucat itu.
“Tidak bisa!” Bentak Ayah Yoona.
“Aku mohon. Aku sangat mencintainya.”
Ayah Donghae terdiam sejenak. Lalu memerhatikan anaknya dari jendela. Yoona terlihat sangat bersedih.
“Baiklah, silahkan masuk. Yoona ada di ruang piano.” Ucap Ayah Yoona.
“Kamsahamnida, saenim.” Ucap Donghae sambil membungkukkan badan. Ia pun masuk ke dalam rumah itu.
Cklek..
Yoona mendengar suara pintu terbuka. Donghae mulai duduk di bangku piano, lalu memainkan piano tersebut untuk Yoona.
‘Akhirnya, kau datang oppa.’ Batin Yoona ia tersenyum mendengar alunan nada yang dimainkan oleh Donghae.
‘Dengarkanlah lagu ini, Yoona. Ini lagu terakhir yang kumainkan untukmu. Dan semoga kamu suka. Dan bersabarlah kamu akan melihat dunia ini lagi, Yoong.’ Batin Donghae.
Tubuh Donghae membungkuk, lagi-lagi ia merasakan sakit di dadanya. Ia tetap melanjutkan permainan pianonya. Namun, rasa sakit itu terasa 3 kali lipat dari yang ia rasakan biasanya. Ia sudah merasa tidak kuat lagi, ia pun jatuh di atas piano dengan mata yang terpejam. Tubuhnya dingin, nafasnya terhenti. Donghae sudah tak bernyawa lagi.
Blam!
Ekspresi wajah Yoona tiba-tiba berubah. Matanya berkaca-kaca. Seorang bodyguard yang menemani Donghae tadi pun masuk ke dalam ruang piano itu dan segera membopong Donghae ke dalam mobil.
‘Ada apa dengan Donghae oppa? Apa dia sakit lagi?’ Batin Yoona
Ayah Yoona memerhatikan anaknya yang kembali bersedih. Ia merasa menyesal pernah melarang hubungan Yoona dengan Donghae. Ia pun masuk ke dalam ruang piano itu. Sambil melepas kacamatanya, ia melanjutkan permainan piano Donghae tadi. Senyum Yoona kembali merekah, ia mengira Donghae melanjutkan lagi permainan pianonya, ia pun mendengarkan alunan musik itu sambil memejamkan matanya. Tidak lama setelah Donghae dibawa kerumah sakit. Tiba-tiba saja pihak rumah sakit memberitahu bahwa Yoona mendapatkan donor matanya.
“Yoona..” Ujar Ayahnya.
“Appa? Sedang apa Appa disini?”
“Tadi, pihak rumah sakit memberitahu bahwa kamu sudah mendapatkan donor mata yang cocok untuk kamu.” Ayah Yoona berjalan menghampiri anaknya, lalu memeluk erat tubuh Yoona.
“Jinjja appa?”
“Ne, chagi. Kamu akan kembali melihat lagi. Apa kamu senang?”
“Ne appa aku senang sekali. Aku akan kembali melihat wajah appa lagi. Dan tentu saja aku akan melihat seperti apa wajah Donghae Oppa.” Senyum Yoona tidak lepas dari wajah Yoona.
Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi untuk mata Yoona. Sepanjang jalan Yoona senang ia akhirnya bisa melihat lagi. Tapi dia bersedih karena Donghae tidak ada disampingnya saat dia akan menjalani operasi mata ini. ‘Oppa, aku berharap Oppa akan hadir saat mata aku kembali bisa melihat lagi’ batin Yoona.

Tiga hari kemudian.
Perban dimata Yoona akhirnya sudah bisa di buka.
“Yoona-shi, apa sekarang kamu senang. Sebentar lagi kamu akan kembali melihat.” Tanya suster yang mendampingi Yoona.
“Tentu saja Suster. Karena aku sudah tidak sabar kembali melihat indahnya langit.”jelas Yoona sambil tersenyum lembut.
“Apakah, ada seseorang yang ingin kamu lihat ketika kamu bisa melihat kembali?”
“Tentu, saja. Aku ingin melihat seseorang ….”
“Apa itu namjachingu kamu, Yoona-shi…”
“Nde, Anniya…. Kami saat ini hanya berteman saja. Oh, iya suster apa selama aku disini tidak ada yang mengunjungi aku selain Appa?”
“Sepertinya tidak ada, Yoona-shi. Memang ada apa? Apa ada seseorang yang kamu tunggu?”
“Anniya, aku kira dia dating menjenguk ku. Ternyata tidak.”
“Apa mungkin sakit Donghae Oppa semakin parah.” Gumam Yoona dalam hati.
Tiba-tiba saja Dokter yang selama ini menangani Yoona dan Appanya masuk ke ruang inap Yoona. Mendengar kehadiran ayahnya Yoona pun mencoba menanyakan tentang Donghae.
“Appa, boleh Yoongi bertanya sesuatu?”Tanya Yoona pelan. Ia takut membuat ayahnya kembali marah bila ia bertanya tentang Donghae.
“Ne, apa yang ingin kamu tanyakan Chagi?” ucap Ayah Yoona lembut.
“Apa Donghae oppa tidak pernah sekalipun menjenguk aku? Apa dia tidak tahu bahwa aku akan operasi mata?”Tanya Yoona.
Ayah Yoona tidak langsung menjawab. Dia bingung harus menjawab apa. Karena yang dia tahu bahwa sekarang Donghae sudah meninggal dan mata yang ada pada Yoona saat ini adalah mata dari Donghae. Donghae yang memberikan Yoona mata itu. Agar Yoona bisa melihat indahnya dunia. Mengetahui tidak ada jawaban apapun dari ayahnya Yoona berusaha ingin bertanya lagi tapi Dokter sudah keburu mengajaknya bicara.
“Selamat pagi Yoona-shi. Apa hari ini kamu siap untuk membuka perbannya?”
“Ne, Dok. Aku sudah siap. Aku tidak sabar ingin melihat lagi.” Ucap Yoona riang. Dia tidak sabar ingin melihat Donghae dan ingin mengetahui keadaannya.
Dengan perlahan dokter itu membuka perban yang menutupi mata Yoona beberapa hari. Setelah bagian terakhir perban itu sudah terbuka dengan perlaha Yoona menggerakkan matanya. Dia menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kedalam matanya.
“Coba kamu buka mata kamu perlahan dan jangan dipaksakan.”
Yoona hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba mengikuti seperti yang di perintahkan Dokter. Yoona tersenyum puas setelah dirinya melihat sosok ayahnya.
“Appa, benarkah itu Appa?”Tanya Yoona lagi.
Ayah Yoona pun langsung Berhampur memeluk Yoona erat. Dia bahagia akhirnya putri sematawayangnya bisa melihat dunia lagi.
“Ne, Yoong. Appa bahagia sekali. Akhirnya kamu bisa melihat lagi.” Ucap Ayah Yoona bahagia.
“Gomawo, Dok. Karena operasi berjalan lancer. Sekali lagi Jongmal Gomawo.”ucap Ayah Yoona senang.
“Tidak perlu berlebihan seperti itu Tuan. Itu memang sudah tugas saya sebagai dokter.”
“Appa, apa Donghae Oppa tidak datang lagi hari ini.” Tanya Yoona lagi.
“Sebentar ne, Yoong. Appa ingin berbicara sebentar dengan dokter.”
Setelah sang dokter dan ayahnya keluar Yoona kembali murung. Dia ingin sekali orang yang ingin dia lihat hadir saat ini tapi ternyata orang itu tidak hadir.
“Yoona-shi, Waeyo? Kenapa bersedih? Bukankah kamu ingin melihat lagi? Sekarang kamu sudah bisa melihat lagi sekarang, harusnya kamu bahagia bukan bersedih seperti ini?”
“Aku senang bisa melihat lagi. Tapi saat aku bisa melihat lagi kenapa orang yang ingin aku lihat malah tidak ada disini.” Ucap Yoona lemas.
“Ahh, seperti itu. Mungkin saja dia sedang ada keperluan keluarga atau mungkin dia sedang sakit. Dia pasti punya alasan kenapa dia tidak hadir hari ini.”
“Ne, Eonni mungkin benar.” Ucap Yoona sambil tersenyum yang dipaksakan.

Diluar kamar Yoona

“Tuan, saja tahu apa yang ada dipikiran tuan. Anda hanya ingin menghindar dari pertanyaan Yoona-shi.”
“Saya, bingung harus menjelaskan seperti apa pada Yoona. Bahwa orang yang dicintainya sudah meninggal dan dengan rela mendonorkan matanya untuk nya.”
“Lebih baik Anda jujur sekarang ini. Mungkin akan sakit mengetahui kenyataan pahit ini. Tapi lebih baik tahu dari anda di banding Yoona-shi mengetahuinya dari orang lain. Itu akan membuat Yoona-shi lebih sakit hati. Karena ayahnya menutupi kenyataan pahit itu.”Jelas Dokter Choi.
“Ne, tapi aku takut Yoona akan kembali terpuruk.”
“Tuan, tenang saja. Saya yakin Yoona yeoja yang kuat. Dia pasti akan melewati ini dengan mudah. Karena selama ini dia kuat menjalani penderitaannya. Saya yakin Yoona bisa melewati ini semua.”
“Terima kasih Dok.”
“Sama-sama Tuan.”
Tuan Im akhirnya masuk kembali ke kamar Yoona. Dia ingin memberitahukan tentang Donghae pada Yoona.
“Yoong, appa boleh memberitahu sesuatu pada mu?”
“Ne, appa ada apa?”
“Sebenarnya Donghae, sudah meninggal.”
“Mwoo? Tidak mungkin appa. Appa pasti berbohong. Aku tahu appa tidak menyukai Donghae Oppa. Jadi Appa memberitahu kabar seperti itu agar aku tidak mengharapkan Donghae Oppa lagi kan? Jawab aku Appa.” Pekik Yoona histeris.
“Appa tidak berbohong Yoong. Donghae meninggal saat terakhir dia kerumah beberapa hari yang lalu sebelum kamu di opersasi mata.” Jelas ayah Yoona.
“Tapi bukankah waktu itu, Donghae Oppa bermain piano untukku. Appa jangan bercanda!” pekik Yoona lagi.
“Ia memang sempat bermain piano untukmu. Tetapi ditengah permainannya, malaikat mencabut nyawanya. Agar kamu senang, Appa yang melanjutkan permainan piano Donghae tadi. Maafkan Appa yang pernah melarang hubungan kalian. Appa baru sadar, kalau kalian saling mencintai dan cinta kalian begitu dalam. Dan orang yang mendonorkan matanya untuk kamu adalah Lee Donghae. Chagi.”
“Hiks.. donghae oppa kenapa melakukan itu. Aku tidak butuh mata oppa. Aku hanya butuh Oppa ada selalu disamping aku. Hikkss….”
Yoona mulai menangis. Ia benar-benar tidak percaya kalau namja yang dicintainya telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.
“Yoong, tenanglah. Ini semua keinginannya sebelum dia benar-benar meninggal. Ia ingin kamu menjaga mata itu dengan baik. Ia tadi berkata, bahwa ia sangat mencintaimu. Ini ada surat yang dititipkan Donghae sebelum dia pergi.” Ucap Ayah Yoona.

Annyeong Yoona,
Mungkin saat kamu membaca surat ini oppa sudah pergi dari sisimu. Mungkin kamu akan marah karena Oppa tidak berpamitan pada kamu. Tapi kamu jangan khawatir mungkin oppa sudah tidak terlihat lagi dihadapan kamu. Tapi Oppa selalu menemani kamu dimanapun. Karena dengan mata yang ada didalam diri kamu, oppa akan selalu menjaga kamu. Mungkin saat ini sudah terlambat mengatakannya pada kamu. Oppa mencintai kamu Yoong, saat pertemuan pertama. Oppa sudah mulai mencintai kamu. Mungkin aneh bila saat itu oppa langsung mengatakannya dan mungkin juga oppa tidak ada keberanian untuk mengatakannya pada kamu. Semua yang ingin oppa katakan tentang perasaan oppa terhadap kamu. Oppa hanya ingin berpesan jalani hidup kamu dengan baik Yoong. Jangan pernah menangis selalu tersenyum, karena senyum kamu saat manis. Oppa titip mata ini untuk kamu. Gunakan untuk melihat indahnya dunia ini. Dan terima kasih untuk waktu yang singkat ini. sekali lagi oppa ingin kamu tahu bahwa Oppa sangat mencintai kamu. Saranghaeyo… Jongmal Saraenghaeyo Im Yoona.”

Dari Namja yang selalu mencintaimu selalu,

Lee Donghae ^-^

‘Aku juga mencintaimu, oppa.Nado Saranghaeyo Donghae Oppa. Aku akan selalu mengingat kebaikanmu dan selalu mencintai kamu. Aku akan hidup bahagia seperti yang oppa ingin kan dan menjaga mata pemberian Oppa.’ Batin Yoona.

-END-

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s