Hurt

yang-min-soo

 | Yang Min Soo | Do Kyungsoo, Kim Hyejung (OC), Im Yoona| Genre: Sad, Romance, Friendship| Length: Oneshoot | Rate: PG-13 |

Cast belong to god. Don’t be plagiarism, don’t bash, and i hope you like it, guys 🙂


Poster By  BumbleBee @ Poster market

Why it’s so hurt?

 

 

Sepasang kekasih tengah duduk manis di sebuah Café yang cukup ramai. Terlihat sang perempuan asyik menawarkan berbagai menu makanan. Tetapi sang kekasih terlihat tak antusias. Bahkan untuk melontarkan sepatah kata pun.

“kau bosan? Atau kita pulang saja?” tanya perempuan tersebut.

Laki-laki itu terlihat acuh pada kekasihnya. Dan perempuan cantik itu selalu sabar menghadapi sikap diam sang kekasih. Ia tahu, laki-laki bermata bulat yang tak lain adalah kekasihnya sendiri sangat pelit dalam berbicara.

“kau mau aku memasak untukmu?” tawar perempuan itu lagi, benar-benar sabar.

“lebih baik aku memasak sendiri”

Perempuan itu tersenyum. Setidaknya untuk pertanyaannya kali inu tak diacuhkan oleh laki-laki itu. Ia pun menjadi bersemangat. Entah mengapa, setiap mendengar suara dari laki bermata bulat itu, ia seakan mendapat kekuatan.

“Kyungsoo-ya, ayo! Kita pulang!”

Laki-laki bernama Do Kyungsoo menarik kembali kekasihnya untuk duduk. Ia pun memanggil pelayan dan memesan makanan. Sedangkan perempuan itu hanya menatap bingung Kyungsoo.

“kau mau makan di sini?” tanya perempuan itu.

“kau, Kim Hyejung”

“a–aku?!”

Kyungsoo hanya diam sedangkan Hyejung mengerutkan bibirnya. Melihat ekspresi wajah Hyejung, ia terlihat makin imut.

Do Kyungsoo adalah seorang mahasiswa berprestasi di sebuah Universitas ternama di Korea. Ia mendapat beasiswa dari kampusnya karena kecerdasannya yang tidak bisa dianggap remeh. Kyungsoo terkenal dengan wajah tampan dan imut secara bersamaan. Selain itu, ia terkenal dengan Blank Face. Siapapun yang melihatnya, tak benar-benar bisa membaca raut wajahnya. Laki-laki bernama Do Kyungsoo benar-benar misterius. Tapi karena kemisteriusan dirinya, banyak mahasiswi di kampusnya yang penasaran dengannya dan malah berakhir jatuh cinta pada Kyungsoo. Sudah banyak perempuan yang menyukai laki-laki mata bulat itu.

Keluarga Do, yaitu keluarga Kyungsoo termaksud keluarga berada. Mereka termaksud keluarga kaya raya yang terkenal memiliki beberapa Mall besar, perusahaan Furniture, ataupun arena wahana bermain bergengsi. Walau keluarganya sangat kaya raya, tapi Kyungsoo bukan tipikal anak yang manja. Ia cenderung mandiri dan sangat jarang meminta apapun pada orang tuanya.

Kim Hyejung, seorang perempuan berparas cantik yang cukup terkenal di kampusnya. Selain cantik, ia juga terkenal Easy Going dan baik. Apalagi Hyejung memiliki sifat sabar yang luar biasa. Terbukti ia bisa bertahan dengan sikap diam Kyungsoo dan mempertahankan hubungan mereka selama 2 tahun lebih.

Hyejung menatap pasta kesukaannya. Kyungsoo hanya memesan satu porsi pasta dan itu membuat Hyejung tak enak hati. Ia menatap Kyungsoo yang dengan cueknya meminum kopi miliknya. Sudah 2 cangkir kopi yang Kyungsoo minum karena lama menunggu Hyejung yang terus menerus berbicara.

“Kyungsoo-ya, aku tak enak makan sendirian bila kau tak makan. Kau harus makan juga” bujuk Hyejung

Kyungsoo hanya diam seperti biasanya tanpa ekspresi. Entah apa yang laki-laki bermata bulat itu pikirkan, Hyejung tak bisa menebaknya. Bahkan ia sendiri menganggap Kyungsoo terlalu misterius. Selama 2 tahun mereka menjalin hubungan, hanya beberapa yang Hyejung tahu tentang Kyungsoo. Tentang Kyungsoo yang ahli dalam bidang memasak, Kyungsoo orangnya juga sangat rapi dan tak suka berantakan, dan Kyungsoo tak suka bila ada orang yang ribut saat makan.

“lebih baik aku membungkusnya” kata Hyejung berhasil membuat Kyungsoo terheran.

“kenapa? Bukannya katamu kau tak sarapan?”

“aku lebih baik tak makan daripada aku harus makan sendirian” cibir Hyejung, Kyungsoo menghela napas mendengarnya.

“aku dengar dari Joonmyeon-sunbae, kau tidak makan sejak kemarin! Apa kau mau diet? Kau tidak sadar bahwa badanmu sudah sangat kurus?”

“aku tak nafsu”

“aissh, kalau begitu, kau harus makan hari ini setidaknya satu kali! Aku tahu saat pemeriksaan kesehatan di kampus 2 hari yang lalu, berat badanmu turun lagi 2 kg! Aku benar-benar mengkhawatirkanmu, Kyungsoo-ya. 5 bulan yang lalu saat berat badanmu turun 3 kg, aku benar-benar panik ditambah kemarin saat aku tahu berat badanmu turun lagi”

Kyungsoo menatap lekat-lekat perempuan yang ada di hadapannya. Menurutnya, Hyejung terlalu berlebihan. Lagipula ia sendiri tak masalah dengan berat badannya yang terbilang ringan.

“kau mau makan pasta milikmu atau kita pulang?” tanya Kyungsoo

Hyejung mempoutkan bibirnya dengan lucu, “aku lapar tapi kau tak makan”.

“makan kalau lapar”

“aku ingin masakan buatanmu, Kyungsoo-ya” rengek Hyejung

Kyungsoo memandang Hyejung. Kali ini sedikit ada ekspresi di wajah imut Kyungsoo yang menyiratkan kebingungan. Ia tak menjawab dan hanya membuang muka sambil mengangguk. Hyejung tersenyum lebar dan meminta pelayan untuk membungkus pasta miliknya.

************

Rumah keluarga Do terlihat sepi. Setiap pagi hingga siang, rumah keluarga Do memang sepi. Biasanya rumah keluarga Do akan ramai saat malam hari.

Hyejung terpana melihat besar dan mewahnya rumah keluarga Do. Walau sudah berkali-kali ia mengunjungi rumah Kyungsoo, rasa kagumnya akan rumah megah keluarga Do tetap tak berkurang.

Kyungsoo memang tinggal bersama orang tuanya. Tetapi orang tua Kyungsoo sangat jarang sekali pulang ke rumah karena pekerjaan. Oleh karena itu, Kyungsoo mengajak ketiga sepupunya, Kim Jongin, Kim Joonmyeon, dan Kim Minseok untuk tinggal di rumahnya. Lagipula orang tua dari ketiga sepupunya itu sama sibuknya dengan orang tua Kyungsoo dan orang tua mereka bertiga mengizinkan ketiga anaknya itu untuk tinggal bersama Kyungsoo.

“sepi sekali. Jongin dan Joonmyeon-sunbae kemana?” tanya Hyejung menyadari heningnya rumah keluarga Do.

“pergi”

“lalu Minseok-oppa?”

“kerja” jawab Kyungsoo, benar-benar pelit kata.

“ini kan hari sabtu! Memangnya Minseok-oppa tak lelah?!” kesal Hyejung yang ia tujukan pada Minseok.

“aku tak tahu”

************

Hyejung pun memerhatikan Kyungsoo yang dengan telaten memasak. Ia selalu menganggumi Kyungsoo bila sedang masak. Menurutnya Kyungsoo terlihat keren.

 

 

Tiba-tiba terdengar suara ribut dari ruang tamu. Pasti itu Jongin, ia memang selalu ribut dimanapun ia berada.

“wah, ada Hyejung-sunbaenim! Annyeong!” sapa Jongin

“annyeong Jongin!”

“Kyungsoo-hyung!” panggil Jongin membuat Kyungsoo menengok.

“calon istri Minseok-hyung akan datang beberapa hari lagi dan tinggal di sini, boleh kan?”

“terserah” .

“tapi karena Minseok-hyung sibuk mengajari Joonmyeon-hyung untuk mengurus perusahaan, kau dan aku yang akan menyiapkan pernikahan Minseok-hyung” kata Jongin sambil memakan permen karet miliknya.

Mata Kyungsoo makin membulat saat kaget. Ia menatap Jongin dengan pandangan terkejut. Hyejung yang tak mengerti apapun hanya asyik makan soup cream buatan Kyungsoo.

“kenapa harus aku?!” kesal Kyungsoo

“hyung kan tahu kalau nanti sesudah menikah, Minseok-hyung akan cuti selama 2 bulan untuk bulan madu atas permintaan eomma! Otomatis Minseok-hyung harus mengajari Joonmyeon-hyung untuk mengurusi perusahaan dan kita berdua harus membantu Minseok-hyung untuk mengurus pesta pernikahannya bersama calon istri Minseok-hyung”

“kekasih Minseok-hyung akan datang dari London beberapa hari lagi” lanjut Jongin lalu melesat pergi ke kamar.

“Minseok-oppa mau menikah? Dengan siapa?” tanya Hyejung polos

“aku tak tahu”

“tadi aku dengar kalau kekasih Minseok-oppa akan datang dari London, apakah dia tinggal di London?” tanya Hyejung

Kyungsoo menghela napas berusaha bersabar akan pertanyaan yang terus keluar dari mulut cantik Hyejung, “dia asli Korea tapi tinggal di London. Yang ku tahu, dia bermarga Im” jawab Kyungsoo setengah hati.

 

 

Keesokan harinya

Kyungsoo terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam dan langsung melesat ke dapur. Dengan telaten Kyungsoo memasak sarapan untuk dirinya dan ketiga sepupunya. Mencium wangi masakan Kyungsoo, Joonmyeon dan Minseok terbangun.

“mau kubantu?” tawar Minseok sambil tersenyum manis.

“hyung, kenapa harus aku yang mengurus pernikahanmu?” tanya Kyungsoo tanpa melirik ke arah Minseok.

“kenapa? Kau keberatan?”

“tidak. Hanya saja, bukankah bagus kalau kau dan dia yang mengurus pernikahan kalian sendiri? Kau kan tahu kalau selera Jongin buruk”

“Minseok-hyung harus mengajarkanku menjadi direktur selama nanti dia berbulan madu. Karena terlalu banyak yang harus diajarkan, makanya dia tak sempat untuk mempersiapkannya, Kyungsoo-ya” kata Joonmyeon ikut nimbrung

Minseok mendekat ke arah Kyungsoo yang sibuk memasak, “kau tak mau membantuku?” godanya seraya tersenyum.

“tenang saja, kekasihku akan ikut mempersiapkan pernikahan kami! Jadi jangan khawatir kalau nanti konsep kalian tak aku sukai. Yang penting, kalian menyiapkan segalanya sesuai dengan selera kekasihku nanti” kata Minseok sambil menepuk pelan pundak kecil Kyungsoo.

Tiba-tiba ponsel Kyungsoo bergetar dan membuat Kyungsoo menghentikan sejenak pekerjaan memasaknya.

“hyung, tolong angkat makananku ke mangkuk!” pinta Kyungsoo entah pada Joonmyeon atau Minseok.

Minseok pun menuruti permintaan Kyungsoo sedangkan Joonmyeon tengah mencuci sayuran. Sedangkan Jongin? Entahlah, anak itu paling malas berurusan dengan dapur dan lebih memilih bermain Games.

 

 

annyeong, Kyungsoo-ya!

“ada apa Kim Hyejung?” tanya Kyungsoo, ia benar-benar hafal dengan kekasihnya itu.

hari ini kau ada waktu?

“ada”

aku ingin ke wahana bermain! Kau bisa kan menemaniku? Aku benar-benar pusing, semalaman aku mengerjakan tugas dari Lee-sosaengnim dan sepertinya otak ku tidak berfungsi dengan baik! Aku membutuhkan Refreshing, kau mau menemaniku kan?”

“baiklah”

jemput aku jam 1 siang!

“baiklah”

Kyungsoo hanya menghela napas. Sebenarnya hari ini ia kurang enak badan. Tapi ia juga tak bisa menolak permintaan Hyejung.

************

 

 

Mereka pun saling bergenggaman. Menautkan setiap jari tangan mereka. Di tangan kanan Hyejung, terdapat permen kapas. Sering kali Hyejung menyuapi Kyungsoo.

“naik Roller Coster yuk!” ajak Hyejung

 

Tak seperti kebanyakan orang, Kyungsoo hanya memasang wajah datar saat permainan dimulai. Bahkan Kyungsoo tak mengeluarkan suara sedikit pun. Dia hanya diam tanpa ekspresi yang bisa dijelaskan.

“kau kenapa? Kau tak senang?” tanya Hyejung sedikit mengeraskan suaranya.

“bisakah kita Food Court habis ini?” pinta Kyungsoo

************

 

Mereka benar-benar ke Food Court. Tapi anehnya Kyungsoo tak memesan makanan apapun. Ia hanya duduk dan memesan air putih.

“kukira kau lapar makanya kau ajak aku ke sini” kesal Hyejung sambil mengerutkan bibirnya.

Kyungsoo lagi-lagi hanya diam. Ia terus memegang perutnya yang terasa sakit. Hyejung menyadarinya dan menatap wajah Kyungsoo.

“kau kenapa? Kau sakit?” panik Hyejung, Kyungsoo hanya menggenggam erat tangan Hyejung.

“pasti karena kau telat makan”

“kita ke dokter sekarang! Aku khawatir padamu”

“tidak apa-apa. Kita main lagi! Aku benar-benar bosan kalau pulang” tolak Kyungsoo

“baiklah, Tapi kalau kau sudah tak kuat, kita pulang. Mengerti?”

************

 

 

Hyejung melihat jam tangan miliknya, jarum menunjukan pukul 5 sore. Sekilas Hyejung melirik ke arah Kyungsoo. Rasa khawatir akan Kyungsoo masih saja menggelayuti hatinya. Wajah laki-laki bermata bulat itu kian pucat dengan keringat yang mengalir deras dari pori-pori kulitnya.

“Kyungsoo-ya…” panggil Hyejung, Kyungsoo menengok padanya.

“bolehkah aku menyetir mobil untuk kali ini?”

Kyungsoo tak menjawab. Tapi ia mengeluarkan kunci mobilnya lalu memberikannya pada Hyejung. Hyejung tersenyum mengetahui Kyungsoo memperbolehkannya.

************

 

Ternyata Hyejung berniat membawa Kyungsoo ke rumah sakit. Ia yakin kalau Kyungsoo yang menyetir, otomatis Kyungsoo langsung mengantarkannya ke rumah dan menolak untuk dibawa ke rumah sakit.

“maaf, aku membawamu ke rumah sakit. Sungguh, aku mengkhawatirkanmu”

************

 

“ini hanya maag. Kalau anda minum obat teratur selama seminggu dan makan yang teratur, akan pulih! Tapi kalau terlalu sering maag, lebih baik kembali Check Up karena dikhawatirkan maag akut yang dapat merusak dinding lambung” jelas dokter

Hyejung menyipitkan mata memandang Kyungsoo yang hanya diam tanpa ekspresi. Kyungsoo pun berdiri dan membungkuk hormat pada dokter begitu juga Hyejung. Dokter itu pun hanya tersenyum dan memberikan resep obat yang harus ditebus.

************

 

“aku tebus obat dulu, kau tunggu di mobil saja” pinta Hyejung sambil memberikan kunci mobil.

“kau menyetir atau aku?” tanya Kyungsoo

“aku menyetir, nanti kalau sudah sampai rumahku, kau yang menyetir sendiri saat pulang ke rumah”

Kyungsoo lagi-lagi tak berkomentar, ia pun berjalan meninggalkan Hyejung menuju mobil. Hyejung menghela napas, lalu berjalan ke arah yang berlawanan untuk menebus obat.

 

 

Keesokan harinya

Joonmyeon terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara dari ruang tamu. Ia melihat Minseok sedang bercengkrama akrab dengan seorang wanita yang sangat cantik. Joonmyeon sedikit terpana melihat kecantikan wanita itu.

“Joonmyeon, kau terbangun karena suara ku? Maaf” sesal Minseok

“tidak, hyung! Aku memang sudah bangun”

“annyeong hasseyo!” sapa wanita itu.

“annyeong hasseyo” sapa Joonmyeon sambil membungkukkan badan.

“ini adik ku, Kim Joonmyeon. Joonmyeon, ini kekasih ku, Im Yoona”

 

Tiba-tiba Minseok melihat Kyungsoo menuruni tangga. Ia segera memanggil Kyungsoo untuk berkenalan dengan Yoona.

“Kyungsoo-ya, ini calon istriku!” seru Minseok

Yoona tersenyum ramah ke arah Kyungsoo. Ia pun mengulurkan tangannya, “Im Yoona”.

“Do Kyungsoo” setelah itu, Kyungsoo langsung berlari meninggalkan mereka.

“adik mu kenapa?” tanya Yoona polos pada Minseok.

“dia memang seperti itu”

************

 

Setelah selesai sarapan, Yoona menunggu Jongin dan Kyungsoo di mobilnya. Yoona berencana untuk mengantarkan kedua mahasiswa itu. Tapi yang masuk ke mobil hanya Jongin tanpa Kyungsoo berada di sampingnya.

“Jongin-ah, Kyungsoo dimana?” tanya Yoona

“katanya dia mau berangkat sendiri naik bus. Tapi nanti dia akan ikut ke butik”

Ok!”

Tiba-tiba terbesit di benak Yoona. Sikap Kyungsoo yang terlalu dingin di hari pertama mereka berkenalan membuatnya berpikir sesuatu, “dia sudah memiliki kekasih?” tanya Yoona seraya matanya yang terfokus melihat ke depan.

“Kyungsoo-hyung? Sudah” jawab Jongin singkat.

“pantas dia seperti jaga jarak denganku”

************

 

 

Kyungsoo mendengus kesal karena harus naik bus. Kalau saja Minseok tak memintanya untuk menemani Yoona memilih pakaian pernikahan, ia bisa memakai mobilnya.

 

 

“Kyungsoo-ya…” panggil seorang perempuan yang tak lain Hyejung.

“tumben kau naik bus! Memangnya mobilmu kenapa?” tanya Hyejung, Kyungsoo membuang muka.

Hyejung mengerutkan dahinya saat melihat betapa Bad Mood nya Kyungsoo, “kau lagi kesal ya?” tebak Hyejung. Kyungsoo hanya mengangguk membenarkan.

“memangnya kenapa?”

“Minseok-hyung, dia menyuruhku menemani kekasihnya untuk memilih gaun”

“itu hal bagus! Kenapa kau malah kesal? Aku kalau jadi kau, pasti senang karena bisa mempersiapkan pernikahan saudaraku sendiri dan lebih menyenangkan kalau kerja keras untuk membantu mempersiapkan pernikahan itu disukai! Kau ini benar-benar aneh, Kyungsoo-ya”

************

 

 

Sampai di kampus, Kyungsoo dan Hyejung segera masuk ke kelas. Awalnya mereka dengan tenangnya memasuki kelas. Tetapi ketenangan itu diusik oleh 3 laki-laki Childish yang aneh.

“Do Kyungsoo! Ah, ada Hyejung jugal”  goda Park Chanyeol

Byun Baekhyun menatap sebal Chanyeol, “mereka itu sepasang kekasih, idiot!”.

“kalian bisa diam kan? Sedikit lagi Cho-sosaengnim datang” pinta Kim Jongdae

Kyungsoo terkadang berpikir, kenapa ia bisa memiliki 3 sahabat yang sifatnya sangat bertolak belakang dengannya? Jujur, mungkin akan terdengar aneh mengetahui Kyungsoo yang terkenal dingin berteman dengan ketiga orang yang berperilaku seperti bocah.

Chanyeol pun mendekat ke arah Hyejung. Laki-laki dengan kaki panjang itu menatap Hyejung dengan tatapan nakal, “Hyejung! Kau ada waktu?”

“memangnya kenapa?”

“Kyungsoo-ya, aku pinjam gadismu”

“YA! Kau selalu saja seperti itu!” kesal Hyejung

Baekhyun yang kesal dengan Chanyeol langsung memukulnya. Ia mengerutkan bibirnya seraya berkata, “kau ini! Sungguh genit!”.

“aisssh! Sakit!”

************

 

 

Setelah kelas selesai, Kyungsoo, Hyejung, Baekhyun, Chanyeol, dan Jongdae asyik makan di kantin. Mereka bercengkrama akrab seraya bercanda. Namun yang Kyungsoo lakukan hanya diam memerhatikan ketiga temannya serta kekasihnya itu bercanda ria. Ia bingung harus bagaimana menanggapi candaan dari ketiga temannya itu. Entah mengapa, ia bingung cara mengekspresikannya dengan baik.

 

Tiba-tiba seorang wanita cantik menggaet lengan Kyungsoo begitu saja. Tentu saja Baekhyun, Chanyeol, Jongdae, dan Hyejung kaget dengan kedatangan wanita itu.

“Kyungsoo-ya, perempuan itu–siapa?” tanya Baekhyun sambil menunjuk wanita yang tengah menggaet lengan Kyungsoo.

Kyungsoo hanya diam tak menjawab. Ia melirik wanita di sebelahnya yang tak lain adalah Yoona. Sedangkan Hyejung hanya diam menahan cemburu.

“annyeong hasseyo! My name is Im Yoona!” sapa Yoona

“nama ku Byun Baekhyun”

“Park Chanyeol”

“Kim Jongdae”

“Kim Hyejung”

“Kyungsoo-ya, itu kekasihmu? Dia sangat cantik” puji Yoona, Kyungsoo hanya menatap tajam Yoona.

“Hyejung-ah, bolehkah aku meminjam kekasihmu?”

Hyejung membulatkan matanya. Ia merasa tak enak menolak, “bo–boleh”.

Thank you! Kita harus ke butik sekarang”

Kyungsoo hanya diam tak memberontak. Ia menatap Hyejung yang sedaritadi menundukan kepalanya. Sebenarnya Kyungsoo tak enak hati pada Hyejung. Tapi karena ia tak tahu harus melakukan apa, Kyungsoo lebih memilih diam.

 

 

Suasana menjadi kaku. Baekhyun, Chanyeol, dan Jongdae memerhatikan Hyejung yang menjadi pendiam seketika. Chanyeol yang tak suka dengan suasana kaku pun mulai mencairkannya. Ia pun mengajak Baekhyun, Jongdae, dan Hyejung untuk makan Ddeobbeoki dan khusus hari ini ialah yang mentraktir. Mendengar perkataan Chanyeol, Baekhyun dan Jongdae langsung bersemangat dan Hyejung tersenyum. Setidaknya Hyejung harus menerima tawaran Chanyeol. Lagipula itu bisa menghilangkan kesedihannya dan gratis.

************

 

Kyungsoo dan Yoona terus mencari Jongin di sekitar kampus. Tangan Yoona masih setia menggaet lengan Kyungsoo.

“Kyungsoo-ya, dimana Jongin?” tanya Yoona, Kyungsoo hanya diam bertanda bahwa ia tak tahu.

“kau tidak tahu ya? Wait, I will call Jongin

Sebelum Yoona menghubungi Jongin, orang yang mereka tunggu datang. Yoona pun tersenyum cerah dan kembali menaruh ponsel di tas kecil miliknya.

“apakah aku lama? ” ujar Jongin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Yoona tersenyum lalu menggaet lengan Jongin, “tidak! Ayo! Kita pergi” .

 

Kyungsoo hanya diam sambil menatap Yoona dengan Blank Face miliknya. Sebenarnya Kyungsoo sedikit risih saat Yoona menggaet lengannya, berbeda dengan Jongin. Namun demi menjaga perasaan Yoona, Kyungsoo lebih memilih diam.

“noona! Kita ubah rencana kita! Hari ini lebih baik kita ke perusahaan dekorasi pesta! Mungkin beli gaun dan Tuxedo lain waktu saja! Aku sudah bilang pada temanku dan beruntungnya, kita akan langsung dilayani oleh appanya” ujar Jongin

************

 

“annyeong, Jongin-ah!” sapa seorang perempuan yang berjalan ke arah Jongin saat mereka sampai di tempat tujuan.

“annyeong, Jiyeon!”

Jongin pun menarik Jiyeon untuk mendekat ke arah Yoona dan Kyungsoo, “ini calon istri Minseok-hyung! Dan ini hyungku”

“namaku Park Jiyeon”

“Im Yoona” .

“Do Kyungsoo”

************

 

“appa! Temanku sudah datang!” seru Jiyeon saat berada di ruangan tuan Park.

“annyeong!” sapa Tuan Park

Jiyeon tersenyum lebar seraya merangkul Yoona “appa, ini calon istri Minseok oppa! Namanya Im Yoona” ujar Jiyeon

“ah, Direktur Kim? Aku mengenalnya. Baiklah, langsung saja kita mulai! Yoona, kau suka konsep apa?”

“aku bingung, paman. Ada contoh konsepnya?”

Tuan Park hanya tersenyum. Ia pun menyerahkan sebuah buku yang cukup tebal. Berisikan konsep pesta yang disediakan oleh perusahaannya.

 

 

Mata Yoona berbinar melihat semua konsep pesta. Tangannya tak henti-henti mengganti halaman buku, “wah, konsepnya bagus” pujinya seraya tersenyum manis.

Yoona tertarik pada salah satu konsep. Ia pun meminta pendapat pada Kyungsoo yang hanya diam. Sedangkan Jongin asyik bercengkrama dengan Jiyeon. Dulu mereka adalah teman SMU, tapi karena Jiyeon dan Jongin berbeda kampus, mereka jadi jarang sekali bertemu.

Kyungsoo menatap konsep pilihan Yoona. Terlihat dari wajahnya yang menolak itu. Berbagai konsep telah Yoona sarankan tetapi tak ada yang masuk kriteria Kyungsoo. Karena kesal, Kyungsoo merebut buku konsep. Ia pun tertarik  pada salah satu konsep yang bernuansa putih.

“yang ini?” tanya Yoona, Kyungsoo mengangguk.

Tuan Park yang melihat konsep pilihan Kyungsoo tersenyum. Ia memuji Kyungsoo yang memiliki selera tinggi, “itu bernuansa White Valentine and Classic. Banyak sekali pasangan yang tertarik dengan konsep itu! Bahkan para artis pun tak jarang yang meminta konsep itu pada kami”

Yoona menatap kagum Kyungsoo. Ternyata Minseok tak salah meminta ia menyiapkan pesta pernikahannya bersama Kyungsoo dan Jongin. Kyungsoo mempunyai selera tinggi serta Jongin yang memiliki koneksi luas.

 

 

Keesokan harinya

Hyejung dan Kyungsoo terlihat sedang belajar bersama di depan kampus. Mereka memiliki tugas bersama dan harus dikumpulkan minggu depan. Karena mereka terlalu serius, mereka tak menyadari kehadiran Yoona.

“annyeong!” sapa Yoona

“huuaaaah!”

“maaf, aku mengagetkanmu”

“tidak apa-aoa, eonnie! Ah, ada apa eonnie?”

Yoona memasang wajah memelas dengan sedikit Aegyo, “Kyungsoo harus menemaniku lagi hari ini, boleh kan?”

Sekilas Hyejung melirik ke arah Kyungsoo, “bo–boleh eonnie”.

“Kyungsoo pasti beruntung memiliki kekasih sepertimu! Kau terlalu baik! Terima kasih!”

************

Di mobil, sudah ada Jongin yang menunggu Yoona dan Kyungsoo. Langsung saja Kyungsoo duduk di bangku belakang dan meluruskan kedua kakinya. Sedangkan Jongin lebih memilih duduk di samping kemudi.

“hari ini kita ke perusahaan Catering” ujar Yoona

“noona sudah tahu dimana tempatnya?” tanya Jongin

“sudah, Minseok memberitahuku”

************

 

Hyejung yang menemukan 3 Mahasiswa Perusuh sedang memperebutkan makanan di kantin. Langsung saja Hyejung menyambar makanan yang tengah diperebutkan. Ketiga laki-laki itu menengok ke arah Hyejung dengan pandangan tak percaya. Sedangkan Hyejung terus saja memakan makanan itu dengan cuek.

“YA! Kim Hyejung! Itu milikku!” seru Baekhyun dengan suara melengkingnya.

“kenapa kau memakannya?! Aisssh!” kata Jongdae tak kalah melengkingnya dengan Baekhyun.

Tiba-tiba ketiga mahasiswa itu dikagetkan saat melihat air mata keluar dari kelopak mata perempuan cantik itu. Kekesalan mereka akan makanan mereka yang diambil langsung sirna begitu saja.

“kau kenapa, Hyejung-ah?” panik Chanyeol

“cerita pada kami kalau kau ada masalah!” ujar Baekhyun

“Kyungsoo…”

“dia pergi lagi dengan Yoona-eonnie”lanjut Hyejung.

Mendengar itu, Jongdae dan Baekhyun naik darah. “Aisssh, anak itu! Apa dia tak tahu betapa sakitnya kau karena melihat seperti itu?!” kesal Baekhyun yang ditujukan untuk Kyungsoo.

“Kyungsoo sudah mulai tak waras! Dia malah bergandengan dengan perempuan lain dan meninggalkan kekasihnya sendirian!”

Chanyeol hanya diam. Ia tak bisa ikut-ikutan mengeluarkan kekesalannya walau sebenarnya ia juga kesal akan sikap Kyungsoo. Yang bisa ia lakukan hanya membuat Mood Hyejung membaik.

“kita makan Ice Cream yuk! Bukannya di seberang kampus ada kedai Ice Cream yang baru dibuka? Kenapa kita tak mencobanya?” tawar Chanyeol dengan senyuman.

“setuju!”

 

 

 

Keesokan harinya

Kyungsoo terlihat berdiri di depan kelas. Ia sedang menunggu Hyejung. Entah mengapa ia merasa bersalah terhadap Hyejung.

 

Saat Hyejung datang, Kyungsoo langsung menggenggamnya. Tentu saja Hyejung kaget tapi langsung menundukan kepala.

“ada apa?” tanya Hyejung

Kyungsoo melepaskan genggamannya. Ia tahu kalau Hyejung marah. Kyungsoo memutuskan masuk ke kelas. Meninggalkan Hyejung tanpa sepatah kata apapun. Kenapa kau tak menjelaskan apapun? Kenapa kau tak beritahu aku kau kemana bersama Yoona-eonnie? Kenapa kau tak menjelaskan mengapa kau diam saat Yoona-eonnie menarikmu saat bersamaku dan pergi bersamamu belakang ini? Kenapa kau tak menjelaskannya, Kyungsoo-ya?, tanya Hyejung dalam hati sambil menghela napas berat

************

.

Setelah kelas selesai, Hyejung memutuskan untuk ke perpustakaan. Biasanya ia bersama Kyungsoo. Tapi kali ini dia memutuskan untuk pergi sendiri ke perpustakaan. Ia ingin menenangkan diri dan memutuskan untuk tak bertemu dengan Kyungsoo sementara ini.

 

Tapi saat di perpustakaan, Hyejung malah bertemu dengan Kyungsoo yang sedang mencari buku. Sebenarnya ia ingin menghindar, tapi Kyungsoo lebih cepat menahan Hyejung.

“apa?”

Kyungsoo tak menjawab. Ia hanya menyerahkan sebuah laporan ke tangan Hyejung lalu pergi begitu saja. Hyejung hanya menatap punggung Kyungsoo dengan perasaan bingung.

Saat Hyejung membuka laporan yang diberikan Kyungsoo, ia terkejut melihatnya. Ternyata tugas kelompok yang harusnya dikerjakan bersama telah selesai. Padahal waktu pengumpulan laporan itu minggu depan.

“dia sudah selesai?! Yang benar saja!”.

Lalu Hyejung teringat saat melihat kantung mata Kyungsoo yang tebal. Dia begadang hanya untuk membuat ini?!, kaget Hyejung dalam hati. Ia pun tersadar akan Kyungsoo yang belum jauh dan memutuskan untuk mengejarnya. Untung saja Kyungsoo memang belum jauh dan mengikutinya dari belakang.

*************

 

Saat di depan kampus, Hyejung melihat Kyungsoo memasuki sebuah mobil. Ia segera menghentikan taksi yang kebetulan lewat dan meminta supir taksi untuk mengikuti Kyungsoo.

************

 

“ke butik? Untuk apa?” bingung Hyejung

Kyungsoo keluar mobil bersama Yoona. Hyejung langsung keluar mengikuti mereka dan bersembunyi di balik baju-baju yang jauh dari Kyungsoo dan Yoona.

“kita cari Tuxedo yang cocok!” ajak Yoona

Tuxedo? Untuk apa?, tanya Hyejung dalam hati. Ia terus memerhatikan Yoona yang tengah mencari Tuxedo untuk ukuran Kyungsoo. Yoona teringat akan Minseok yang bilang padanya bahwa ukurannya sedikit lebih besar dari Kyungsoo sehingga ia pun mencari Tuxedo yang sedikit lebih besar dari Kyungsoo.

“bagaimana pilihanku?”

Kyungsoo memerhatikan Tuxedo pilihan Yoona. Sepertinya Yoona memiliki selera Fashion yang cukup bagus. Ia hanya mengangguk, bertanda ia menyetujui pilihan Yoona.

“sebenarnya Tuxedo itu untuk apa?” gumam Hyejung

 

 

Saat Kyungsoo keluar dari ruang ganti, ia melihat Yoona menunjukkan gaun pilihannya. Untuk kesekian kalinya Kyungsoo tak menjawab dan hanya diam tanpa ekspresi apapun.

“kau menyukainya? Kalau kau menyukainya, aku akan mencobanya” ujar Yoona

Kyungsoo pun duduk di bangku yang tersedia tanpa menjawab pertanyaan. Yoona menghela napas, mengumpulkan kesabaran. Ia pun berjalan menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.

 

Saat Yoona keluar dari ruang ganti dengan gaun yang cantik, semua pria yang berada di butik itu terpana melihatnya. Bahkan para wanita juga terkagum melihat penampilan Yoona termaksud Hyejung.

“wah! Anda sangat cocok memakai gaun ini!” puji penjaga toko

Really? Ah! I really like this!” pekik senang Yoona

“coba anda berfoto dengan kekasih anda! Kalian terlihat cocok” pinta penjaga toko.

Apa?! Kekasih?! Aisssh, benar-benar! Kyungsoo-ya! Jangan hanya diam, kaget Hyejung dalam hati. Tapi ternyata Kyungsoo hanya diam saat Yoona memeluk lengannya. Membiarkan penjaga toko memfoto mereka.

Hati Hyejung terasa teriris-iris. Ia pun memilih pergi dari butik itu karena tak sanggup lagi melihat Kyungsoo yang terlihat mesra dengan Yoona.

 

 

Setelah selesai foto, Yoona melepaskan tangannya dari lengan Kyungsoo. Ia pun melihat hasil foto sedangkan Kyungsoo memilih untuk mengganti bajunya.

“sebenarnya, dia itu bukan kekasihku” ujar Yoona sambil tersenyum

“bukan kekasih anda? Saya kira anda dan orang yang datang bersama anda itu adalah pasangan kekasih!”

“kekasihku adalah hyung dari laki-laki yang datang bersamaku! Karena kesibukkan kekasihku, akhirnya ia meminta adiknya untuk menemaniku membeli gaun”

 

 

Keesokan harinya

Kyungsoo masuk ke kelasnya. Ia melihat Hyejung tengah asyik dengan ketiga sahabatnya itu. Kyungsoo sedikit terkejut saat melihat Hyejung duduk di samping Baekhyun. Padahal selama ini Hyejung selalu mencari tempat duduk yang kosong agar ia bisa duduk bersamanya.

************

 

Saat kelas selesai, Hyejung lagi-lagi melihat lengan Kyungsoo di peluk oleh Yoona. Kalau saja Chanyeol, Baekhyun, dan Jongdae yang tak segera datang untuk menenangkan, mungkin Hyejung akan menangis saat itu juga.

Chanyeol menepuk pelan pundak Hyejung. Berusaha menenangkan Hyejung, “sudah, sabar”

“aku sudah tak bisa menahan lagi” kata Hyejung sambil menahan air matanya.

Baekhyun mengerutkan dahinya. Tak mengerti dengan ucapan Hyejung,“apa maksudmu?” tanya nya.

“a–aku ingin mengakhirinya”

“apa?! Jangan bercanda!” kaget Jongdae dengan suara oktaf miliknya.

“YA! Suaramu membuat telingaku sakit!” kesal Baekhyun tak kalah melengkingnya.

“sekarang bukan waktunya bercanda!” marah Chanyeol membuat keduanya terdiam.

“Hyejung-ah, pikirkan lagi keputusanmu itu” p\

“aku tak bisa”

Jongdae menatap Hyejung. Ia bisa merasakan betapa terlukanya Hyejung. Namun teringat perkataan Hyejung yang mungkin sudah terlampau lama, “kau lupa dengan keinginanmu dulu?”.

Baekhyun ikut nimbrung. Ia juga menatap intens Hyejung, “kau masih mencintainya dan ‘dia’ kan?”

“iya”

“tapi aku yakin, dia akan terus di sampingku. Dan masalah Kyungsoo, aku tak mau lagi merasa sakit! Aku seorang perempuan dan aku memiliki batasan dalam kesabaran” lanjut Hyejung.

“tapi Kim Hyejung—” .

“aku sudah bertekad bulat, kumohon”

Chanyeol menghela napas. Ia cukup tahu sifat keras kepala Hyejung, “baiklah, tapi—”

“setiap manusia tidak ada batasan kesabaran! Hanya manusia yang membuat batasan itu sendiri” lanjut Chanyeol sambil tersenyum.

Hyejung menundukkan kepala mendengar perkataan Chanyeol. Ia mengepal keras tangannya.

 

 

Keesokan harinya

Kyungsoo menemui Hyejung di taman kampus seusai kelas selesai. Ia pun menatap Hyejung dengan Blank Face miliknya. Suasana terasa canggung.

“Kyungsoo-ya, aku ingin berbicara sesuatu padamu” ujar Hyejung membuat Kyungsoo memiringkan kepalanya.

“kita akhiri saja”

Perkataan Hyejung seakan petir yang menyambar. Kyungsoo membulatkan matanya. Namun yang Kyungsoo lakukan hanya diam. Ia tak tahu harus berbicara apa.

“aku tak tahan melihatmu bersama perempuan lain dan meninggalkanku sendirian! Aku juga tak tahan dengan ekspresi wajahmu ataupun sikap diam mu. Aku sungguh tak tahan” tangis Hyejung akhirnya pecah.

Kyungsoo terhenyak mendengarnya. Tapi yang ia bisa lakukan hanya diam dan terus diam. Membiarkan Hyejung menumpahkan segala perasaan yang dipendamnya.

“maafkan aku karena aku seperti mengkekangmu! Kini kau bisa bebas mencari perempuan lain yang lebih baik dariku! Aku sungguh berterima kasih padamu karena aku termasuk perempuan beruntung yang pernah menjadi kekasih sepertimu” tangis Hyejung lagi lalu meninggalkan Kyungsoo sendirian.

Kyungsoo terdiam di tempatnya. Membeku. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan. Ingin rasanya menghentikan langkah Hyejung. Membawa perempuan itu kembali ke sisinya. Tapi yang ia bisa lakukan hanya diam. Menahan segala sesak di dadanya.

 

 

2 hari kemudian

Selama 2 hari berturut-turut Hyejung tak masuk kuliah. Kyungsoo menjadi khawatir akan keadaan Hyejung. Tapi sekarang ia bukan siapa-siapa Hyejung dan memilih untuk tetap diam seperti biasanya.

 

Saat kelas usai, Kyungsoo mengambil tasnya dan bermaksud untuk pulang. Tapi tiba-tiba ada yang memegang pundaknya, menahannya pulang. Ia berbalik dan menemukan Chanyeol.

************

 

“apa kau yakin berpisah dengan Hyejung?” tanya Chanyeol To the point.

Kyungsoo hanya diam tak menjawab. Ia memainkan pulpen yang sekarang ia genggam. Sebenarnya Kyungsoo ingin mengataan bahwa ia tidak ingin berpisah dengan Hyejung. Tapi lagi-lagi Kyungsoo memilih diam.

“kau tahu orang baik 5 tahun yang lalu?” tanya Chanyeol membuat Kyungsoo membulatkan matanya.

“orang yang mendonorkan jantungnya untukmu, kau ingat kan?”

“5 tahun yang lalu terjadi sebuah kecelakaan besar. Kebetulan saat itu kau kritis dan membutuhkan donor jantung secepatnya”

“sebenarnya apa yang mau kau katakan?” tanya Kyungsoo yang akhirnya buka mulut.

“salah satu korban dari kecelakaan besar itu rela memberikan jantungnya untukmu” lanjut Chanyeol

Chanyeol terlihat tak mengrubis tatapan heran Kyungsoo. Ia lebih memilih melanjutkan cerita, “dan nama orang dengan hati malaikat itu adalah Kim Sunggyu”.

“Kim Sunggyu?”

“Kim Sunggyu, kakak dari seorang perempuan bernama Kim Hyejung” jawab Chanyeol

Kyungsoo membulatkan matanya. Dulu, ia memang mempunyai penyakit jantung karena dinding jantungnya bocor. Tapi 5 tahun yang lalu, ada seorang pengendara motor yang sekarat. Ia meminta para medis untuk memberikan organnya pada orang yang membutuhkan. Dan orang beruntung yang mendapatkan jantung itu adalah Kyungsoo.

************

 

Setelah pertemuan dengan Chanyeol, Kyungsoo terus mengurung diri di kamar. Hati Kyungsoo terasa sakit saat mendengar cerita Chanyeol. Untuk pertama kalinya Kyungsoo menangis pilu.

 

 

Seminggu kemudian

Sudah seminggu Kyungsoo mengurung diri di kamar membuat Jongin, Joonmyeon, dan Minseok khawatir. Sudah seminggu pula tak ada asupan gizi yang masuk ke tubuh Kyungsoo.

 

 

“sudah seminggu Kyungsoo tak masuk” ujar Jongdae

“dia kemana?” tanya Baekhyun pada Hyejung.

“aku tak tahu”

Baekhyun berpindah menatap Chanyeol, “kau tahu dia kemana, Yeollie?” tanya Baekhyun. Yang ditanya hanya menggelengkan kepala.

Tiba-tiba ponsel Hyejung bergetar. Ia terkejut melihat pesan dari Kyungsoo.

 

From: Kyungsoo

Bisakah nanti malam kita bertemu di dekat sungai Han? Aku ingin berbicara padamu

 

Hyejung hanya menghela napas dan kembali memasukkan ponsel nya ke dalam tas kecil miliknya.

“siapa Hyejung?” tanya Baekhyun

“bukan siapa-siapa”

 

 

Malam hari

Hyejung melihat Kyungsoo yang sudah menunggunya. Ia terkejut melihat wajah pucat Kyungsoo. Tapi ia hanya bisa diam tak mengomentari apapun.

“Kyungsoo…”

“aku ingin berbicara padamu”

“maaf” ucap Kyungsoo membuat Hyejung kaget.

“aku tak memintamu untuk kembali padaku, tapi aku benar-benar minta maaf padamu karena telah menyakitimu”

“Kyungsoo-ya…”

“aku benar-benar minta maaf karena hidupmu menjadi menyedihkan karena aku, dan—”

“kuharap kau menjaga ini untukku” pinta Kyungsoo sambil tersenyum lemah.

Hyejung menatap Kyungsoo yang mulai menghilang dari pandangannya. Tanpa Hyejung minta, air matanya mengalir satu persatu. Mendengar Kyungsoo berbicara seperti itu, entah mengapa dadanya terasa sesak.

************

 

Kyungsoo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pandangannya menjadi buram karena air mata yang terus mengalir dari kelopak matanya. Ia tak mempedulikan sumpah serapah karena cara menyetirnya yang buruk

Tiba-tiba ada sebuah truk yang hilang kendali di depan mobil Kyungsoo. Tapi Kyungsoo tak berusaha menghindari truk itu dan terjadilah sebuah trage.

 

CCKIIIT!

 

BRAK!

************

 

Hyejung yang sudah sampai rumah menatap kotak pemberian Kyungsoo. Ia membukanya dan air matanya langsung menetes begitu saja. Ternyata Kyungsoo memberikan sebuah kotak musik yang cantik. Hyejung pun menyalakan kotak musik itu dan terdengar alunan musik indah. Di dalam kotak music itu ada Miniature sepasang kekasih yang saling bergenggaman tangan.

 

 

3 hari kemudian

Hyejung yang tengah asyik membaca dikagetkan dengan seseorang yang memegang pundaknya. Ternyata itu Jongin, adik sepupu Kyungsoo. Ia tak berbicara apapun namun Hyejung mengerti tatapan Jongin yang memintanya untuk mengikutinya.

************

 

“sunbae, maaf bila mengganggu aktifitas membacamu, tapi aku ingin berbicara sesuatu padamu” kata Jongin dengan wajah sedih, tak seperti biasanya.

“kau mau berbicara apa?”.

“tentang Kyungsoo-hyung” jawab Jongin membuat senyuman Hyejung memudar.

“aku dengar, sunbae berpisah dengan Kyungsoo-hyung dan aku sedih akan hal itu. Awalnya aku tak mengerti mengapa Kyungsoo-hyung mengurung diri di kamar selama seminggu, tapi mendengar sunbae berpisah dengannya, aku jadi mengerti” ujar Jongin

Hyejung membulatkan matanya mendengar ucapan Jongin, “di–dia mengurung diri di kamar?!”.

“aku tahu, sunbae sangat tak tahan dengan sikap diamnya. Semua orang termasuk aku dan hyungku pun juga diperlakukan seperti itu! Tapi aku yakin, dibalik sikap dingin dan diamnya Kyungsoo-hyung, dia sangat mencintai sunbae”

“darimana kau tahu semua itu?! Kau tak mengalaminya!” kesal Hyejung, rasa sakit itu muncul kembali.

Jongin tersenyum kecil, “karena hanya sunbae, Kyungsoo-hyung mau memasak untuk seorang perempuan” ucapnya lembut.

“maksudmu?”

“Kyungsoo-hyung bukan tipikal orang yang dengan mudahnya memasak untuk orang lain! Ia hanya mau memasak untuk saudaranya, orang tuanya, dan perempuan yang dicintainya! Selama Yoona-noona tinggal di rumah kami, Kyungsoo-hyung tak pernah memasak karena Yoona-noona bukan orang yang Kyungsoo-hyung cintai” jelas Jongin membuat Hyejung terhenyak.

“dia juga mau diajak kemanapun oleh sunbae dan Kyungsoo-hyung bukan orang yang menurut saat orang lain memintanya pergi”

“lalu Yoona-eonnie itu siapa? Kenapa ia suka sekali menggaet lengan Kyungsoo?”

“dia itu calon istri dari Minseok-hyung” jawab Jongin, Hyejung membulatkan matanya.

“aku dan Kyungsoo-hyung sibuk akhir-akhir ini untuk mempersiapkan pesta pernikahan Minseok-hyung dan Yoona-noona! Karena Minseok-hyung sibuk, maka kami menyiapkan pesta itu bersama Yoona-noona! Lagipula kami selalu pergi bertiga” jelas Jongin

“lalu kemarin saat di butik, kenapa aku hanya melihat Kyungsoo berdua dengan Yoona-eonnie?”

“ah, waktu itu aku sedang sakit makanya aku tak bisa ikut”

Jongin menggapai kedua tangan Hyejung, “sunbae ikut aku sekarang juga”.

“kemana?”

“suatu tempat, Kyungsoo-hyung membutuhkanmu”

**************

 

Hyejung terperangah menyadari kemana Jongin membawanya pergi. Jongin membawa Hyejung ke rumah sakit, tempat dimana Kyungsoo berada. .

Di sebuah kamar, terdapat seorang laki-laki berwajah imut dan bertubuh mungil tengah terbaring tak berdaya. Berbagai alat medis menempel di tubuhnya. Dalam beberapa detik, air mata Hyejung menetes. Ia menatap Jongin meminta penjelasan padanya.

“Kyungsoo-hyung mengalami kecelakaan setelah menemui sunbae 3 hari yang lalu”

“dokter bilang bahwa Kyungsoo-hyung koma dan mengalami Dead Brain. Sangat kecil kemungkinan Kyungsoo-hyung untuk tersadar dari koma” lanjut Jongin membuat hati Hyejung kian tersayat.

“aku yakin, kalau sunbae di sampingnya, mungkin saja Kyungsoo-hyung bangun dari komanya! Aku tak meminta sunbae kembali padanya tapi bisakah membantuku untuk kali ini saja?

Hyejung hanya menundukan kepalanya. Tak bisa mempungkiri, hatinya benar-benar sakit melihat keadaan Kyungsoo seperti itu. Perasaan bersalah menjalar ke hati Hyejung.

 

“dia asli Korea tapi tinggal di London. Yang ku tahu, dia bermarga Im”

 

Bodohnya Hyejung yang tak menyadari marga Yoona. Karena saat itu Hyejung dikuasai oleh cemburu, ia sama sekali tak menyadarinya. Air mata Hyejung makin deras mengalir. Ia menyadari kebodohannya dan hanya bisa menatap Kyungsoo yang terbaring lemah di ranjangnya.

 

“aku tak memintamu untuk kembali padaku, tapi aku benar-benar minta maaf padamu karena telah menyakitimu”

 

 

Sebulan kemudian

Keadaan Kyungsoo masih sama, tak ada perkembangan yang berarti. Walau seperti itu, Hyejung tak menyerah. Ia rajin menjaga Kyungsoo dan berusaha agar Kyungsoo sadar. Bahkan Jongin, Joonmyeon, Minseok, Yoona, Chanyeol, Baekhyun, dan Jongdae juga berusaha membuat Kyungsoo sadar dengan cara mereka sendiri. Chanyeol, Baekhyun, dan Jongdae terkadang membuat suster harus menghentikan kebisingan yang mereka buat. Bahkan Minseok dan Yoona memutuskan untuk menunda pernikahan mereka. Lagipula undangan belum disebar dan orang tua Minseok serta Yoona setuju dengan penundaan waktu pernikahan tersebut.

Hyejung duduk di samping Kyungsoo sambil menyalakan kotak musik pemberian Kyungsoo. Menikmati alunan musik indah dari kotak musik tersebut.

“Kyungsoo-ya, kapan kau bangun?” tanya Hyejung sambil mengelus punggung tangan kanan Kyungsoo.

“aku sungguh merindukan mata bulatmu itu! Aku sungguh merindukan suaramu. Dan sesuai permintaanmu, aku menjaga kotak musik ini! Kau bisa dengar music dari kotak music indah ini kan?”

Hyejung menutup mulutnya agar isakan tangisnya tak terdengar. Kyungsoo tetap terdiam tenang dalam tidurnya. Hyejung mengelus wajah imut Kyungsoo. Walaupun mata Kyungsoo terpejam, ketampanan tak berkurang.

Untuk pertama kalinya Hyejung mencium Kyungsoo di bagian kening. Selama ini ia sama sekali tak pernah mencium Kyungsoo.

Ajaib, saat Hyejung mencium keningnya, terlihat pergerakan dari tangan Kyungsoo. Perlahan mata Kyungsoo terbuka. Mata bulat yang selama ini terpejam akhirnya terbuka lagi. Mata bulat yang lucu itu akhirnya terlihat lagi.

Kyungsoo  perempuan yang ia cintai kini menciumnya. Yeoja yang ia cintai adalah orang yang pertama kali ia lihat. Tak terasa air mata Kyungsoo mengalir. Hyejung menyadarinya dan terkaget melihat Kyungsoo membuka matanya.

“Kyungsoo-ya, kau sudah sadar?! Dokter! Dokter!”

Kyungsoo hanya diam. Air matanya terus mengalir dan membuat Hyejung panik. Ia pun menyeka air mata yang terus menerus membasahi pipi Kyungsoo. Baru kali ini Hyejung melihat Kyungsoo menangis.

Hyejung langsung merengkuh tubuh lemah Kyungsoo. Menjalarkan segala kehangatan untuk laki-laki bermata bulat itu, “aku ada di sini, Kyungsoo-ya! Jangan menangis, aku tak akan meninggalkanmu” pinta Hyejung.

Kyungsoo melepaskan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Ia pun memeluk Hyejung dengan erat.

 

Tiba-tiba Baekhyun, Chanyeol, dan Jongin yang sudah selesai makan datang. Mereka bertiga kaget melihat Kyungsoo memeluk Hyejung.

“hyung! Kau sudah—” kata Jongin terputus saat menyadari bahwa Kyungsoo menangis.

Jongin terdiam melihat Kyungsoo menangis begitu juga Baekhyun dan Chanyeol. Sudah lebih dari 5 tahun, Kyungsoo tak pernah menangis. Sudah lebih dari 5 tahun, Kyungsoo tak pernah menunjukkan kesedihannya.

“Hyejung-ah, Kyungsoo kenapa?” tanya Chanyeol khawatir.

Hyejung langsung menggelengkan kepalanya, “aku tak tahu, saat sadar dia langsung menangis” jawab Hyejung yang sama khawatirnya.

Perlahan Jongin mendekat ke arah Kyungsooo. Ia mengusap pelan rambut Kyungsoo yang sudah sedikit kusut itu, “Kyungsoo-hyung, kau kenapa? Kenapa kau menangis?” tanya Jongin lembut.

“a–aku–aku takut”

Semuanya membulatkan mata mendengar jawaban Kyungsoo. Seorang Do Kyungsoo ketakutan adalah hal langka. Hyejung makin mengeratkan Kyungsoo agar Kyungsoo merasakan nyaman.

Dokter tiba-tiba datang dan segera memeriksa Kyungsoo. Terlihat senyuman sang dokter yang berarti bertanda baik.

“pasien Do Kyungsoo hanya perlu banyak istirahat dan mungkin terapi jalan” ujar dokter

“dokter, Kyungsoo-hyung itu—” kata Jongin terputus lalu menatap Kyungsoo.

“bisakah kita berbicara di luar?”

************

 

 

“dokter, kenapa Kyungsoo-hyung terlihat ketakutan seperti itu? Saat sadar, Kyungsoo-hyung langsung menangis dan kami bingung akan sikapnya itu” bingung Jongin

“mungkin itu efek dari kecelakaan yang pasien Kyungsoo alami, tapi kalau kita memberikan perhatian lebih dan tak mengungkit kejadian itu lagi, mungkin saja trauma yang dia alami saat ini akan berkurang”

“terima kasih, dokter” ucap Jongin sambil membungkukkan badannya.

Dokter itu hanya tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkan Jongin. Sedangkan Jongin terdiam di tempatnya. Terlihat ia menggigit ujung bibirnya.

************

 

Saat Jongin membuka pintu, ia melihat Baekhyun sedang bermain Game bersama Chanyeol dan Kyungsoo sedangkan Hyejung asyik membaca buku. Jongin menatap lekat-lekat kakak sepupunya itu. Wajahnya kembali Blank Face seperti biasanya. Raut wajahnya kembali susah ditebak. Tapi Jongin bisa menangkap tatapan menyakitkan dari kedua mata bulat Kyungsoo. Ia bisa melihat rasa takut dan sedih yang terpancar dari kedua mata Kyungsoo.

“hyung! Aku ikut main!” seru Jongin

“tidak boleh” ujar Chanyeol sambil menutupi wajah Jongin dengan tangannya.

“hyung! Aku ingin main”

“kau ini sudah besar, Jongin-ah. Jangan ngambek” ujar Hyejung sambil mengelus rambut Jongin.

“hyung mau kemana?” tanya Jongin menyadari Kyungsoo yang berusaha berdiri.

“ke toilet”

Melihat cara jalan Kyungsoo, semua tak tega membiarkan Kyungsoo sendirian ke toilet. Kaki Kyungsoo terlihat kaku sehingga Kyungsoo harus berpegangan pada benda atau tembok agar bisa berjalan tanpa terjatuh. Saraf di kaki Kyungsoo masih kaku karena sudah lama Kyungsoo tak menggerakan tubuhnya.

“ah! Daripada aku bermain, aku ikut Kyungsoo-hyung ke toilet!” seru Jongin lalu menggaet lengan Kyungsoo.

“dasar anak aneh” ejek Baekhyun

*********

 

Kyungsoo menatap dirinya di cermin. Suara itu terngiang lagi di telinganya. Suara yang membuatnya ketakutan. Suara yang muncul saat kecelakaan itu terjadi.

 

“kau harus menjaga milikku! Aku akan menyesal memberikan milikku padamu kalau kau seperti ini”

 

“kau tak boleh mati begitu saja! Dia milikku yang aku percayakan padamu! Kau harus menjaganya”

 

Kyungsoo menutup matanya, berusaha mengenyahkan semua suara itu. Sedangkan Jongin menatap sendu Kyungsoo.

“hyung” panggil Jongin, Kyungsoo menengok.

“kau masih ingin bersama Hyejung-sunbae?”

Kyungsoo hanya terdiam. Ia tak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Jongin. Tentu ia ingin kembali pada Hyejung. Tapi ia juga tahu, Hyejung sakit karenanya dan Kyungsoo tak ingin Hyejung kembali merasakan sakit.

“aku tak tahu”

 

 

Keesokan harinya

Hyejung tengah duduk di salah satu kursi di bus. Ia berniat ke rumah sakit untuk menjenguk Kyungsoo.

Melihat hujan deras, Hyejung menggerutu sendiri. Ia pun mengeluarkan payung transparan miliknya. Sekilas senyum Hyejung mengembang, teringat kalau dulu payung itu milik Kyungsoo.

Dulu Kyungsoo selalu memakai payung itu setiap Hyejung kehujanan. Dulu Kyungsoo selalu ada di saat Hyejung kehujanan. Dan kini, ia dan Kyungsoo memiliki payung yang sama.

Saat di depan rumah sakit, Hyejung melihat seorang laki-laki tengah berlarian keluar rumah sakit mengenakan pakaian pasien. Mata Hyejung membulat, ia tahu pasien yang kini tengah berlarian. Langsung Hyejung mengejar laki-laki itu yang tak lain adalah Kyungsoo.

Kyungsoo terus berlari sambil menutup telinganya. Tak peduli tubuhnyanya kian basah ataupun tak memakai alas kaki. Yang penting ia bisa meghindari suara yang selalu menghantuinya sejak kecelakaan itu terjadi. Suara seorang pria yang terus menggema di benaknya.

 

“kau tak boleh mati! Aku akan menghantuimu seumur hidup kalau kau berniat mati!”

 

“diam!” teriak Kyungsoo sambil menutup telinganya.

 

“kau akan menyesal kalau kau mati! Aku tak akan memaafkanmu!”

 

“tolong jaga dia dan jantungku untukku! Kau harus melakukannya untuk membalasku!

 

Kyungsoo menangis sambil terus menutup telinganya. Ia tak tahan dengan suara yang terus menghantuinya.

 

Tiba-tiba Kyungsoo merasakan pundaknya disentuh. Kyungsoo terdiam, dengan takut ia berbalik ke arah belakang.

“Kyungsoo-ya! Kau kenapa?” tanya Hyejung pani

“Hyejung…” lirih Kyungsoo, kakinya lemas dan terjatuh begitu saja di tanah.

“Kyungsoo! Kau kenapa?!”

Kyungsoo diam tak menjawab. Air matanya tersamar oleh air hujan. Langsung saja Hyejung mempayungi Kyungsoo. Tak lupa ia memeluk Kyungsoo.

Mata Kyungsoo membulat saat mendapati sesosok seorang pria tengah berdiri di belakang Hyejung. Pria tampan itu tersenyum sambil menatap Kyungsoo dengan teduhnya. Entah mengapa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, sama seperti ia bertemu dengan Hyejung.

 

“aku Kim Sunggyu”

 

Kyungsoo membulatkan matanya. Mata bulat menggemaskan miliknya kian bulat. Ia berusaha mengerjapkan matanya. Percuma. Penglihatannya kali ini tak membantunya.

 

“maafkan aku karena selama ini suaraku lah yang membuatmu ketakutan seperti ini! Sungguh, aku hanya ingin kau mengabulkan permintaanku!” 

“kumohon, Hyejung hanya memilikimu. Dia juga adik yang kusayangi! Jaga dia dan jantung milikku! Walaupun ragaku sudah tak ada di dunia ini, tapi jantungku masih berdetak di dalam tubuhmu dan aku merasa bahwa aku masih menemani adik ku” 

 

Kyungsoo terdiam, bulir-bulir air mata tetap tak berhenti mengalir. Sunggyu yang melihat reaksi Kyungsoo langsung berlutut meminta pada Kyungsoo. Tentu saja Kyungsoo kaget.

 

“kumohon, adik ku sungguh mencintaimu! Aku tahu, adik ku hanya salah paham dan kau sama sekali tak berniat menyakitinya! Kumohon, jadilah cinta terakhir bagi adik ku karena aku tahu hanya kau yang pantas bersanding dengan adik ku” 

 

Kyungsoo mengangguk pelan. Bagaimanapun juga, ia sungguh mencintai Hyejung. Ditambah kakak dari perempuan yang ia cintai menyelamatkan hidupnya membuat Kyungsoo tak bisa menolak permintaan Sunggyu.

Sunggyu tersenyum manis. Perlahan tubuhnya menghilang dengan suara kian tak terdengar. Kyungsoo menatap Sunggyu yang melambaikan tangan padanya.

 

“terima kasih, Do Kyungsoo. Aku percayakan semuanya padamu”

 

Hyejung yang tak menyadari apapun hanya memeluk erat Kyungsoo. Perasaan bersalahnya kian besar dan Hyejung ikut menangis.

“dia sudah pergi, Hyejung. Dia sudah pergi dengan tenang” bisik Kyungsoo sanggup didengar Hyejung.

“dia sudah pergi? Siapa?”

Kyungsoo tak menjawab. Tubuhnya menggigil dan akhirnya tak sadarkan diri di pelukan Hyejung.

 

 

Beberapa tahun kemudian

Terlihat pria bertubuh kecil dan imut tengah berjalan mengelilingi sebuah gedung. Pria itu ditemani oleh seorang pria yang terlihat lebih tua darinya. Pria imut itu dengan percaya dirinya memakai kaus, celana hitam, serta memakai kacamata. Gaya pria itu terlihat sangat muda walaupun umurnya sudah cukup dewasa.

“ini perpustakaan”

“aku tahu, aku kan pernah kuliah di sini” ujar pria imut itu.

Pria imut yang tak lain adalah Do Kyungsoo itu telah menjadi dosen di Universitas tempat ia dulu kuliah. Setelah menyelesaikan S3 di luar negri, ia langsung melamar menjadi dosen di sana. Dan tanpa menunggu jawaban lama, pihak kampus langsung menerima Kyungsoo. Kyungsoo merupakan murid terbaik di kampus tempat ia kuliah dulu dan kampus luar negri. Prestasi Kyungsoo sungguh membanggakan membuat pihak kampus tak melewatkan kesempatan untuk menjadikan Kyungsoo sebagai salah satu dosen mereka.

Kini Kyungsoo resmi bertunangan dengan Hyejung sejak 2 bulan yang lalu. Dikarenakan aktifitas Kyungsoo sebagai dosen dan Hyejung sebagai aktris membuat mereka memutuskan untuk bertunangan terlebih dahulu. Mereka pun berencana akan menikah tahun depan dan kedua orang tua Kyungsoo setuju akan hal itu.

Minseok kini memiliki istri yang tak lain Im Yoona. Mereka telah memiliki seorang anak yang sangat cantik. Anak Minseok ia beri nama Kim Mina. Keluarga kecil itupun memutuskan untuk tinggal di London berhubung orang tua Yoona memaksa mereka tinggal di sana.

Joonmyeon, ia telah menjadi direktur menggantikan Minseok yang memutuskan untuk pindah ke London. Cara kepimpinan Joonmyeon patut diacungkan jempol. Ia membuat perusahaan maju pesat dan orang tua Joonmyeon sangat bangga. Bahkan Joonmyeon akan diangkat menjadi CEO menggantikan ayahnya tahun depan. Dikarenakan Joonmyeon yang cerdas dalam memimpin perusahaan dan umur tuan Kim yang semakin tua membuat Joonmyeon memang harus mengemban tugas CEO tahun depan. Kini Joonmyeon sudah memiliki kekasih dan memutuskan untuk menikah tahun depan. Kekasih Joonmyeon bernama Bae Joohyun, seorang wanita cantik yang merupakan salah satu penulis buku terkenal di Korea.

Jongin kini telah menjadi Dancer handal. Ia sering berpergian ke luar negri. Sangking sibuknya, Jongin tak sempat berjalan dengan seorang wanita. Walau seperti itu, Jongin tetap rajin menghubungi kakaknya itu termaksud Kyungsoo. Bahkan tak jarang Jongin mengirimkan hadiah dari luar negri untuk para kakak nya itu.

Chanyeol, Jongdae, dan Baekhyun kini telah menjadi penyanyi terkenal. Mereka adalah member salah satu Boyband terkenal dimana Jongdae dan Baekhyun sebagai Main Vocal dan Chanyeol sebagai main Rapper. Walaupun mereka sibuk, namun mereka bertiga masih sering bertemu dengan Kyungsoo dan Hyejung.

 

 

Saat Kyungsoo masuk ke perpustakaan, ia melihat seorang laki-laki tampan yang merupakan salah satu mahasiswa di sana. Terlihat mahasiswa itu tengah serius membaca buku. Melihat wajah laki-laki tampan dengan ekspresi datar itu, Kyungsoo menjadi penasaran.

“dia siapa?” tanya Kyungsoo berbisik pada pria yang kini menjadi rekan kerjanya.

“dia mahasiswa dari jurusan musik! Terkenal dengan Blank Face miliknya namun memiliki prestasi yang luar biasa! Dia akan menjadi muridmu nanti”

Mendengar itu, Kyungsoo tersenyum. Entah mengapa, Kyungsoo merasakan kesamaan antara dirinya dengan mahasiswa itu. Dengan senyuman Kyungsoo berjalan keluar diikuti oleh rekan kerjanya.

 

 

Keesokan harinya

“annyeong hasseyo! Aku dosen baru kalian. Namaku Do Kyungsoo! Kalian bisa memanggil Do-sosaengnim” sapa Kyungsoo pada muridnya.

Mahasiswi di kelas Kyungsoo ribut. Mereka tak percaya kalau Kyungsoo adalah dosen mereka mengingat Kyungsoo memiliki wajah Baby Face. Beberapa mahasiswi terlihat bersemu merah karena mendapatkan dosen yang tampan seperti keinginan mereka dahulu.

“sosaengnim! Apakah sosaengnim dulu adalah mahasiswa bernama Do Kyungsoo dari jurusan musik beberapa tahun yang lalu?” tanya salah satu murid.

“iya”

Lagi-lagi kelas riuh mendengar itu. Para mahasiswa dan mahasiswi di kelas itu mengetahui Kyungsoo merupakan murid terbaik di Universitasnya. Sedangkan mata bulat Kyungsoo mencari sosok mahasiswa yang kemarin ia lihat.

Kyungsoo tersenyum saat mendapati sosok mahasiswa yang ia cari. Mahasiswa itu tengah menatap jendela di sampingnya, “namamu siapa?” tanya Kyungsoo sambil menunjuk mahasiswa itu.

Mahasiswi yang berada di samping mahasiswa itu menggoyangkan lengan mahasiswa itu. Tentu saja mahasiswa itu tersadar dari lamunannya dan menatap Kyungsoo dengan tatapan datarnya.

“aku?” tanya mahasiswa itu menunjuk dirinya sendiri.

“iya. Namamu siapa?”

“Oh Sehun, sosaengnim”

Kyungsoo tersenyum penuh arti mendengar nama mahasiswa itu. Sepertinya akan ada Kyungsoo kedua di sini, gumam Kyungsoo sambil tersenyum penuh arti.

END

Note: ff ini aku bikin setahun yang lalu dan ini ff pertama yang pernah aku buat pas nyoba berkecimpung di dunia ff. jadi maaf ya kalo ga memuaskan >< 

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s