Mistake (Chapter 2 Of 2)

mistake-arin-yessy

 

 

 

| Yang Min Soo | Do Kyungsoo, Song Hyena (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun | Genre: Romance, Sad, Marriage-life, Angst, Friendship | Length: Twoshoot | Rate: PG-13 |

Cast belong to god. Don’t be plagiarism, don’t bash, and i hope you like it, guys 🙂

Poster By Arin Yessy @ Poster Channel

When a sacrifice make a mistake

“dan kau akan menjadi satu-satunya wanita yang ku nikahi”

Ucapan Kyungsoo sukses membuat wajah Hyena memerah malu. Wanita itu menundukan kepalanya dengan cepat.

 

Sepertinya, Hyena mulai jatuh hati pada pria yang kini berstatus suaminya itu.

 

Seminggu kemudian

Hyena terlihat merias wajahnya. Wanita berumur 27 tahun itu mengenakan sebuah Dress hitam selutut yang cukup Elegant. Rambutnya ia biarkan digerai dengan sedikit digelombangkan. Wanita itu terlihat sempurna secara penampilan.

Hari ini Chanyeol mengajaknya untuk menghadiri pesta sahabatnya. Pria bertubuh tinggi itu meminta Hyena berdandan cantik. Pasalnya, pesta itu penting bagi Chanyeol. Selain karena orang yang mengadakan pesta tersebut adalah sahabatnya sendiri, ia bisa reunian dengan sahabatnya tersebut.

************

 

Hyena berdecak kagum melihat betapa besarnya aula tempat dimana pesta diadakan. Sedangkan Chanyeol terlihat tengah mencari seseorang.

“Joonmyeon-hyung!”

Pria berparas tampan dengan kulit pucat berbalik ke arah sumber suara. Kim Joonmyeon, pria yang tengah mengenakan Tuxedo itu tersenyum manis. Ia langsung berjalan cepat menghampiri Chanyeol dan Hyena.

“Chanyeol-ah! Kau datang?”

“seperti yang hyung lihat”

Joonmyeon melirik Hyena. Ia sedikit terpana melihat wanita cantik itu, “ini siapa?” tanya Joonmyeon.

Hyena dan Chanyeol hanya saling menatap. Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut mereka. Entah harus mengakui mereka berpacaran atau sebagai sahabat.

Joonmyeon memang tak mengetahui perihal pernikahan antara Kyungsoo dan Hyena. Suami istri itu menikah secara Private, atas permintaan Kyungsoo. Hanya Chanyeol dan keluarga Hyena serta keluarga Kyungsoo yang mengetahuinya.

“eoh? Kyungsoo-ya!” seru Joonmyeon

Mata Hyena dan Chanyeol melebar mendengar Kyungsoo. Terlihat raut wajah Hyena berubah drastis. Ia kira, Kyungsoo tak diundang. Bahkan pria itu tak mengatakan sepatah kata apapun saat pergi.

Joonmyeon langsung merangkul Kyungsoo dengan akrab. Sedangkan Kyungsoo hanya membuang muka saat berhadapan dengan Hyena dan Chanyeol.

“Kyungsoo-ya, Chanyeol sudah mempunyai kekasih! Cantik ya?” tanya Joonmyeon seraya tertawa kecil. Tak mengetahui hubungan di antara ketiganya.

“kapan kau akan melepas masa lajangmu? Setidaknya untuk berpacaran?” tanya Joonmyeon lagi.

Kyungsoo hanya tertawa paksa, “aku tak tahu, hyung” jawabnya sambil melirik ke arah Hyena. Kedua mata wanita itu sudah berkaca-kaca.

“adakah wanita yang sudah memenuhi hatimu?”

Kyungsoo kembali melirik Hyena. Wajahnya memasang raut yang tak bisa terbaca, “belum. Satupun belum” jawabnya. Hati Hyena makin terasa perih mendengarnya.

“oh ya, kita belum saling menyebutkan nama. Namaku Kim Joonmyeon”

Hyena pun menyambut uluran tangan Joonmyeon dengan ramah. Walaupun senyum yang ia tampilkan dipaksa, “Song Hyena”.

Joonmyeon tersenyum manis. Pria itu memang suka tersenyum dan senyumannya memang manis. Joonmyeon membawa Kyungsoo bersamanya. Sekilas Kyungsoo melirik ke arah Hyena, tetapi wanita itu membuang muka.

“Hyena-ya…”

“pria brengsek!” umpat Hyena lalu berlari keluar aula.

Chanyeol hanya menghela napas. Ia tak berusaha menghentikan Hyena yang berlari keluar. Membiarkan wanita itu menenangkan dirinya. Lagipula wanita itu cukup bisa menjaga dirinya sendiri.

“Do Kyungsoo, kau benar-benar pria bodoh” gumam Chanyeol

************

“pria brengsek! Pria sialan!” kesal Hyena saat berjalan sendirian di tengah hawa malam yang dingin.

Air mata terus bergulir membasahi kedua pipinya. Wajahnya memerah. Untung saja malam hari. Tak banyak orang yang berada di jalan dan gelapnya malam sedikit menutupi wajah cantik Hyena yang sudah memerah padam.

“aku membencimu, Do Kyungsoo!”

************

Kyungsoo meletakan sepatu hitamnya di rak. Ia pun berjalan pelan memasuki Apartement miliknya. Matanya membulat saat menemukan sang istri sudah bertenggar manis di sofa ruang tengah. Wanita itu terlihat miris. Wajahnya dihiasi maskara yang luntur karena air mata. Kakinya juga sedikit memar, akibat hak sepatunya yang patah sewaktu pulang. Rambut wanita itu berantakan.

“Hyena-ya…”

“pria brengsek!”

Kyungsoo membulatkan matanya mendengar ucapan Hyena. Ia terdiam di tempat. Membiarkan Hyena berjalan mendekatinya dengan langkah yang tertatih-tatih.

“kau pembohong! Pria brengsek! Pria sialan! Kau sama dengan pria kebanyakan! Kau jahat!” tangis Hyena

Kyungsoo diam saja saat Hyena memukul dadanya cukup keras. Membiarkan wanita itu meluapkan segala sakit padanya.

“seburuk itukah aku? AKU ISTRIMU! Tapi mengapa kau tak pernah mengakuinya di depan teman-temanmu? Apakah aku sebuah kesialan untukmu, hah?!”

Kyungsoo menatap tajam Hyena, “apakah aku harus mengerti dirimu?! Aku selalu membiarkanmu bersama Chanyeol padahal kau istriku! Apakah kurang cukup?!” geram Kyungsoo.

Hyena terhenyak mendengarnya. Sungguh, tatapan Kyungsoo seakan mencekiknya. Tak pernah sekalipun pria bermata bulat itu menatapnya setajam itu.

“lalu kenapa kau memintaku untuk mau kau nikahi?!” kesal Hyena

“KARENA KEDUA ORANG TUAMU! Tidak pernah kah kau berpikir?!”

Hyena kembali terdiam, “saat itu ayahmu sedang sakit! Mana bisa aku menolak permintaannya! Otakmu dimana?!” kesal Kyungsoo.

Hyena merasa hatinya berdenyut sakit. Ia tak pernah dibentak seperti itu terlebih oleh seorang pria. Bahkan Chanyeol dan Ayahnya tak pernah membentak. Tapi Kyungsoo, pria itu yang pertama kali membentaknya dengan kata-kata menyakitkan.

“aku tak pernah protes apa maumu. Aku selalu menuruti maumu! Tapi tidak bisakah kau mengerti?!” seru Kyungsoo

“kau benar-benar”

“aku menyesal memintamu bersedia untuk ku nikahi. Kau benar, kau adalah kesialan dalam hidupku. Suatu kesalahan yang tak bisa kuperbaiki lagi” desis Kyungsoo

Tubuh Hyena melemas mendengar ucapan Kyungsoo. Ia tejatuh duduk di lantai setelah Kyungsoo keluar dari Apartement. Pintu yang Kyungsoo tutup secara kasar membuat Hyena semakin ketakutan.

 

Jadi inikah Kyungsoo yang sebenarnya?

************

Kyungsoo menangis di dalam mobil. Ia menepikan mobilnya di dekat sungai Han. Kepalanya yang terasa berat ia jatuhkan ke stir.

Kyungsoo tak bermaksud berkata kasar pada Hyena. Hanya saja, ia lelah dengan semuanya. Usahanya untuk menjauh malah membuat wanita itu seperti berharap ada secercah perasaan. Kyungsoo memang mencintai istrinya sejak dulu. Tapi tak ingin wanita itu mempunyai perasaan yang sama dengannya.

 

Cukup ia yang merasakan sakitnya mencintai seorang wanita.

 

Kyungsoo merogoh ponsel di saku celananya. Menghubungi Chanyeol, orang yang saat ini bisa menemaninya. Dengan tangan yang bergemetar dan tenaga yang tersisa, ia menelpon pria bertubuh tinggi tersebut.

 

“Yeol…”

“Kyungsoo-ya! Kau tidak apa-apa?”

“bisakah kau menemaniku di sini?”

“kau dimana?”

“Sungai Han”

“aku akan ke sana secepatnya. Tunggu aku!”

************

Chanyeol berlari panik, mencari mobil milik sahabat bermata bulatnya itu. Ia sedikit lega melihat mobil hitam milik Kyungsoo. Langsung saja ia membuka pintu mobil tersebut.

Mata Chanyeol membulat saat melihat Kyungsoo sudah tak sadarkan diri. Dengan kemeja putih yang telah dihiasi bercak darah. Wajahnya pun memucat dengan bibir yang memutih.

“Kyungsoo-ya! Kyungsoo-ya!

************

Chanyeol membawa Kyungsoo di punggungnya, menuju ke kamar. Ia hafal dengan sifat Kyungsoo bahkan di luar kepala. Pria itu benci rumah sakit. Bahkan kesehatannya memburuk bila ia dirawat di rumah sakit. Akhirnya Chanyeol memutuskan untuk membawanya ke rumahnya. Kebetulan Chanyeol memang tinggal seorang diri.

 

Dengan telaten Chanyeol mengurus Kyungsoo, seakan hafal bagaimana caranya bertindak saat pria itu mulai koleps. Ia pun melepaskan kaos kaki dan sepatu, lalu mengganti baju Kyungsoo dengan baju Kyungsoo yang ada di rumahnya. Dulu, Kyungsoo cukup sering menginap di rumahnya dan selalu tak pernah mengambil kembali bajunya.

“aisssh, kau selalu membuatku khawatir” gumam Chanyeol menatap Kyungsoo dari dekat nakas tempat tidur.

************

Hyena terduduk di lantai dengan Apartement yang sudah dalam keadaan hancur berantakan. Wanita itu bahkan terlihat lebih miris dibandingkan dengan 3 jam yang lalu. Wajahnya memucat dengan rambut yang berantakan. Ia pun menjambak rambutnya sendiri, frustasi.

“kalau begitu, aku akan mempercepat waktu 1 tahun itu, Do Kyungsoo”

 

Seminggu kemudian

 

“KAU GILA, SONG HYENA!” marah Chanyeol saat menatap sebuah map cokelat pemberian Hyena.

Hyena terlihat tak mengrubis amarah Chanyeol. Ia hanya menatap tajam Chanyeol. Tetapi itu terlihat tak berpengaruh bagi pria bertubuh tinggi tersebut.

“aku hanya memenuhi permintaannya, apa salah?” tanya Hyena

“bukan ini yang ia mau”

“lalu apa?! Dia bilang padaku bahwa aku adalah kesialan untuknya! Sekarang aku akan menyingkir darinya! Kurang baik kah aku sebagai seorang istri?!”

Tiba-tiba Chanyeol mencengkram keras pergelangan tangan Hyena. Membuat pemiliknya merintih kesakitan. Hyena terkaget saat Chanyeol menatapnya dengan tatapan mematikan. Ia tak berkutik.

“kau tahu kenapa selama ini ia tak peduli?”

“aku tak tahu dan tak mau tahu! Lepaskan! Sakit, Yeol!”

Bukannya melepaskannya, Chanyeol makin mencengkram keras. Menimbulkan bekas di pergelangan tangan Hyena. Bahkan Hyena hampir menangis karena Chanyeol terlalu kuat mencengkram tangannya.

“dia melakukan itu karena orang tuamu, Hyena!”

“aku tahu. Lepaskan aku, sakit”

“dan kau tahu kenapa aku mengatakan ia bodoh dalam hal percintaan?” tanya Chanyeol menatap tajam Hyena.

“dia tak mau kau terluka saat pergi nanti. Walaupun aku tak mengharapkan kepergiannya” lirih Chanyeol

Hyena mengerutkan dahinya. Ia pun mulai luluh, membiarkan Chanyeol mencengkram keras pergelangan tangannya yang kecil, “kepergiannya? Apa maksudmu?” tanya Hyena.

“dia mengidap kanker lambung stadium akhir” ucapan Chanyeol sontak membuat Hyena melebarkan matanya.

“ia menjauhimu bukan karena ia membencimu, tapi ia tak mau wanita yang terlanjur ia cintai menangisi kepergiannya” lanjut Chanyeol sukses membuat derai air mata membasahi kedua pipi Hyena.

“ia mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi ia lebih memilih melepaskanmu dan membuatmu pergi ke sisiku. Kau tahu kan bagaimana rasanya mencintai seseorang namun kau memilih untuk melepaskannya demi kebahagiaan orang yang kau cintai?”

Hyena menundukan kepalanya. Ia tak mengetahui perihal tersebut. Kilasan dimana ia menemukan Kyungsoo yang berwajah pucat, Kyungsoo yang selalu pulang cepat, dan menemukan bercak darah di toilet. Ia tak menyangka, selama ini Kyungsoo menahan semua rasa sakit dan luka. Baik fisik maupun perasaannya sendiri.

*************

Hyena menjambak rambutnya sendiri. Meringkuk di lantai kamarnya. Mengunci semua akses masuk di Apartement milik Kyungsoo itu. Ia menangis pilu, menyesali segalanya. Dadanya terasa berdenyut sakit mengetahui fakta yang selama ini disembunyikan oleh Kyungsoo.

 

 

Keesokan harinya

Chanyeol tersentak kaget saat mendapati Hyena datang ke rumahnya dengan sebuah kotak yang ia bawa. Wajah Hyena terlihat pucat, menandakan wanita itu tidak dalam keadaan baik-baik saja. Namun Chanyeol tak banyak bertanya. Pria itu lebih memilih untuk mempersilahkan Hyena masuk.

 

“aku boleh menjenguk suamiku?” tanya Hyena hati-hati.

Chanyeol mengangguk, “jenguklah, dia ada di kamarku,” jawabnya. Langsung saja Hyena berjalan menuju kamar Chanyeol. Tata letak ruang rumah Chanyeol sudah Hyena hafal di luar kepala. Ia tak mungkin tersesat di rumah yang cukup besar tersebut.

 

Hati Hyena mendesir saat melihat Kyungsoo masih tertidur dengan infus yang menancap di punggung tangan pria bermata bulat itu. Hyena menatap Chanyeol yang mengikutinya dari belakang.

“sejak seminggu yang lalu, Kyungsoo hanya bisa terbaring di ranjang. Ia tak bisa bekerja. Tubuhnya terlalu lemah. Dia juga tak mau kubawa ke rumah sakit” ujar Chanyeol

Hyena menangis, menutupi mulut kecilnya. Hatinya berdenyut perih melihat keadaan Kyungsoo yang miris. Chanyeol hanya bisa menenangkannya dengan menepuk pelan punggung wanita tersebut.

“Kyungsoo pria yang kuat. Kau harus percaya itu, Hyena-ya”

“ini semua karena ku” lirih Hyena

“bukan. Ini kehendak Tuhan”

Hyena pun menenggelamkan kepalanya di dada Chanyeol. Mendengar Hyena yang menangis membuat hati Chanyeol ikut menangis. Melihat keadaan 2 orang yang ia sayangi membuat Chanyeol frustasi.

“tentang surat itu—kau belum memberikannya kan?” tanya Hyena

Chanyeol menggeleng sambil tersenyum kecil, “belum dan tidak akan pernah. Aku menyimpannya di tempat yang aman” jawab Chanyeol membuat Hyena bernapas lega.

“aku masih malu menemuinya. Bisakah kau memberikan masakanku setiap hari padanya sampai aku mempunyai keberanian untuk menemuinya?” pinta Hyena

“baiklah”

 

Seminggu kemudian

Selama seminggu penuh, Hyena memberikan makanan sehat untuk Kyungsoo. Tak lupa ia memasak untuk Chanyeol. Tetapi selama itu, Kyungsoo hanya mengetahui kalau Chanyeol yang memasaknya. Sahabat bertubuh tiang listriknya memang lumayan dalam bidang memasak. Tapi yang Kyungsoo heran—

 

Mengapa rasa masakan Chanyeol sama seperti masakan Hyena?

 

“Kyungsoo-ya! Aku membawakan dokumen yang kau minta kemarin. Maaf, tadi malam aku lupa” ujar Chanyeol sambil menyengir kuda.

Kyungsoo tersenyum simpul. Ia mengambil dokumen yang Chanyeol sodorkan. Lalu meletakan dokumen itu di nakas tempat tidur.

“maaf, aku merepotkanmu. Sudah 2 minggu aku tidak masuk kerja dan pekerjaanmu menjadi menumpuk” sesal Kyungsoo

“tidak apa-apa”

“oh ya, malam ini aku harus menghadiri Meeting pemegang saham” ujar Chanyeol lagi.

Kyungsoo menunjukan kepalan tangannya, “Fighting!” serunya. Chanyeol terkekeh geli lalu berjalan menuju luar rumah.

 

Setelah kepergian Chanyeol, Kyungsoo berjalan menuju dapur. Mata bulatnya menangkap sebuah kotak bekal berwarna merah muda. Seperti pernah lihat, gumam Kyungsoo dalam hati.

 

Kyungsoo meminum air putihnya sambi terduduk di ruang tengah. Chanyeol melarangnya minum selain air putih. Dan pria itu benar-benar membuang semua minuman yang membahayakan kesehatan Kyungsoo, termasuk Cola kesukaan Kyungsoo.

Ekor mata Kyungsoo menangkap sesuatu. Sebuah map cokelat yang terjepit di antara buku-buku tebal. Perlahan Kyungsoo berjalan menuju rak buku, menarik map cokelat itu. Membiarkan beberapa buku tebal jatuh ke lantai.

 

Mata Kyungsoo membulat membaca tulisan yang terukir di kertas itu. Tangan Kyungsoo bergemetar. Matanya terasa panas.

 

Itu surat cerai yang Hyena berikan minggu lalu.

 

Malam hari

Chanyeol memarkirkan mobilnya di bagasi. Ia pun menutup pintu mobil lalu menguncinya. Kakinya yang panjang melangkah masuk ke rumah.

 

Dahi Chanyeol berkerut menatap rumahnya yang gelap. Biasanya Kyungsoo tak pernah lupa menyalakan lampu. Sekalipun pria itu sudah terlelap tidur.

 

Mata Chanyeol membulat saat mendapati Kyungsoo sudah tak sadarkan diri dengan baju yang dipenuhi bercak darah. Terdapat bekas darah mengering di sekitar hidung dan bibirnya. Tak lupa beberapa botol soju berada di sisi pria bermata bulat itu.

“Kyungsoo-ya! Kyungsoo-ya! Sadar! Kumohon!” panik Chanyeol, ia menepuk pelan pipi Kyungsoo.

Ekor mata Chanyeol menangkap suatu kertas basah di dekat Kyungsoo. Ia membacanya dan terkaget. Lalu menatap wajah Kyungsoo yang kian pucat.

************

Tubuh Chanyeol merosot. Matanya yang sudah basah oleh air mata menatap sendu ICU. Kyungsoo kritis karena soju. Lambungnya yang tidak kuat membuat kesehatan Kyungsoo menurun drastis.

 

Kenapa surat itu harus ditemukan oleh Kyungsoo?!

 

Dengan tangan bergemetar, Chanyeol merogoh saku jas nya. Dengan ragu, ia menghubungi seorang. Seorang yang kini sangat ia butuhkan. Bukan Hyena, wanita itu sudah berada bersamanya sedaritadi. Namun orang lain.

 

“yeobeoseyo?”

Chanyeol kembali menangis. Mendengar suara sedikit berat namun melengking. Suara yang ia rindukan beberapa tahun ini. Terlebih pemilik suara tersebut yang sudah ia kecewakan.

“Baekhyun-ah…”

“Cha–Chanyeol?! Kau kah itu?!”

“kumohon, datanglah”

“hah?”

“untuk sekali ini, datanglah”

“ada apa denganmu?”

“aku butuh teman”

“…”

“kumohon, datanglah. Sekali ini saja, demi Kyungsoo”

“Chanyeol? Kau menangis? Ada apa?!”

“kumohon, datang lah. Baekhyun, datang dan temani aku serta Kyungsoo di sini”

Setelah itu, Chanyeol menjatuhkan ponselnya. Ia menenggelamkan kepalanya di antara kedua kaki panjangnya. Membiarkan Baekhyun yang di seberang sana panik.

“aku ada di Gangwondo! Aku akan datang, secepat yang kubisa! Aku membaca GPS ponselmu! Ku mohon, setelah aku datang, jelaskan semuanya, Yeol!”

************

Hyena menangis dalam diam, menggenggam tangan Kyungsoo yang cukup dingin. Sesekali Hyena mengecup punggung Kyungsoo, meminta suaminya itu untuk sadar.

“oppa, sadarlah. Kau membuatku tersiksa”

Hyena mengecup pucuk Kyungsoo lalu mengelus rambut pria bermata bulat itu, “oppa, aku bodoh! Baru menyadarinya sekarang. Seharusnya aku menyadarinya sedari dulu. Aku bahkan lebih bodoh tentang cinta dibanding dirimu” lirihnya.

“oppa, kau tahu? Aku akan selalu menunggumu di sini. Jadi bangunlah dan kita kembali kencan seperti sebelumnya”

Hyena meletakan kepalanya di tepi ranjang Kyungsoo. Bulir-bulir air mata terus berlomba membasahi pipinya.

“oppa, kalau kau mencintaiku, sadarlah dan kencan denganku”

Mata Hyena sudah mulai berat. Seperti ada sebuah kerikil yang memberatkan kelopak matanya. Efek terlalu banyak menangis pun menjadi salah satu alasannya.

“aku juga mencintaimu. Jadi, bangunlah dan temani aku”

 

Keesokan harinya

Baekhyun menatap Chanyeol yang tertidur di sebelahnya. Sepanjang malam, Chanyeol menangisi Kyungsoo. Dan pria berkaki panjang itu menjelaskan semuanya.

Baekhyun mencengkram bagian dadanya. Merasa bersalah dan jahat pada Chanyeol serta Kyungsoo. Ia meninggalkan kedua sahabatnya itu di saat mereka membutuhkan dirinya sebagai penengah.

Selama ini, Baekhyun memang mengaku tinggal di luar negri. Namun sebenarnya, ia pindah ke daerah Gangwondo. Ia sengaja Lost Contact dengan Chanyeol karena mengira laki-laki itu sudah melupakan dirinya bahkan menghapus nomor ponselnya.

 

Namun perkiraannya salah. Sampai kapanpun, Kyungsoo dan Chanyeol tetap menganggapnya seorang sahabat.

************

Jari-jari Kyungsoo terlihat bergerak pelan. Menandakan sebentar lagi pria itu akan tersadar. Namun Hyena tak menyadarinya. Ia masih tertidur karena semalaman menangisi Kyungsoo dan menjaganya.

Perlahan mata bulat Kyungsoo terbuka. Tatapannya kosong, menandakan ia masih mengumpulkan kesadaran. Dengan tenaga yang ia miliki, Kyungsoo menengok ke arah sisi kanannya. Menemukan Hyena yang tengah tertidur. Gerakan yang pelan namun pasti, Kyungsoo mengelus rambut wanita yang kini masih berstatus istrinya. Membuat kegiatan tidur Hyena terusik.

“oppa! Kau sudah sadar?!” seru Hyena senang.

Kyungsoo hanya tersenyum mengangguk. Dengan segera Hyena memeluk erat pria tersebut. Seakan tak ingin pria itu kembali pergi dari sisinya.

“oppa, maafkan aku” ucap Hyena

Kyungsoo tak menjawab. Ia masih tak sanggup berbicara dengan lantang. Yang bisa ia lakukan hanya tersenyum.

“aku mencintaimu, oppa!” ucapan Hyena sontak membuat mata Kyungsoo membulat.

“jangan pergi lagi ya? Aku hanya ingin oppa di sisiku”

Kyungsoo terdiam. Ia bingung. Antara bahagia atau menyesal. Bahagia karena wanita itu membalas perasaannya. Atau menyesal karena telah membuat Hyena mencintainya.

“oppa, ada Baekhyun di luar. Kalau tidak salah, dia teman oppa semasa kuliah kan?”

************

Kyungsoo tersenyum lega melihat Baekhyun terduduk di ruang tunggu bersama Chanyeol. Chanyeol masih tertidur dengan posisi kedua tangan dilipat.

“Kyungsoo-ya!”

Baekhyun langsung berlari memeluk Kyungsoo yang terduduk di kursi roda. Hyena sedikit mundur, memberikan waktu untuk Kyungsoo dan Baekhyun.

“kau kembali, Baek” ucap Kyungsoo sambil tersenyum.

“maaf, aku meninggalkan kalian”

“tidak apa-apa. Oh ya, kapan kau datang?”

“tadi malam. Chanyeol menangis dan menghubungiku. Dia memintaku datang dan aku datang”

Kyungsoo mengerutkan dahinya, “bukankah kau berada di luar negri?” bingung Kyungsoo.

“aku tak pernah ke luar negri. Dari dulu, aku tetap di Korea. Bersama nenek ku di Gangwondo”

“lalu kenapa kau tak memberitahu kami?”

“hanya merasa malu bertemu kalian”

Kyungsoo hanya mengangguk mengerti. Ia pun melirik Chanyeol yang masih tertidur. “Baek, jangan pergi lagi. Kami rapuh kalau kau tidak ada” pinta Kyungsoo.

“iya”

 

 

Keesokan harinya

Hyena menatap heran Kyungsoo yang sibuk mencari pakaian. Ia mendekati Kyungsoo dan membantu suaminya itu untuk mencari pakaian.

“oppa mau kemana?”

“kencan denganmu”

Mendengar itu, Hyena langsung merebut tas milik Kyungsoo, “tidak boleh!” serunya sambil mempoutkan bibir.

“aku bosan”

“tidak boleh sebelum membaik!”

“ayolah, Hyena-ya” rajuk Kyungsoo sambil memberikan Aegyo. Hyena kalah telak. Aegyo pria itu benar-benar menggemaskan.

“baiklah. Tapi kalau sudah lelah, kembali ke rumah sakit”

************

Hyena memeluk erat lengan Kyungsoo. Mereka menghabiskan waktu bersama. Bermain, makan bersama, bahkan melakukan hal konyol.

Kyungsoo baru menyadari kalau Hyena wanita yang konyol. Mungkin tertular dari sifat Chanyeol. Pria bertubuh tinggi itu juga tipikal pria konyol dan humoris.

“oppa! Mau main layang-layang?” tanya Hyena saat melihat beberapa layang-layang terbang di atas langit biru.

“boleh”

Tiba-tiba ada sebuah layang-layang mendarat tepat di depan kaki Kyungsoo. Tentu Kyungsoo terkaget dan mengambil layang-layang biru itu. Sepertinya layang-layang itu putus.

“hyung! Jangan diambil! Itu layang-layangku!” seru seorang anak kecil dari jauh.

Kyungsoo mengerutkan dahinya. Ia menyerahkan layang-layang itu pada anak laki-laki dengan paras imut tersebut. Hyena menatap lekat anak laki-laki tersebut. Mirip dengan suaminya secara wajah.

“terima kasih!” ucap anak kecil itu sambil membungkukan badannya.

“layang-layangmu putus ya?” tanya  Kyungsoo

“iya. Dan aku bingung membetulkannya”

“biar aku yang betulkan. Sini benang milikmu”

Tanpa ragu anak kecil itu menyerahkan segulung benang miliknya. Hyena menatap Kyungsoo yang asyik bercengkrama dengan anak kecil tersebut. Mungkin dia akan menjadi ayah yang baik untuk anak ku, gumam Hyena dalam hati. Ia mengelus perutnya yang sedikit membuncit.

“nah, sudah selesai!” seru Kyungsoo

“wah! Terima kasih, hyung!”

“sama-sama. Hati-hati ya mainnya. Jangan sampai putus lagi” ujar Kyungsoo sambil mengelus lembut rambut anak laki-laki itu.

“aku main dulu! Sekali lagi, terima kasih!” pamit anak kecil tersebut lalu berniat berlari ke arah belakang Kyungsoo.

“tunggu!” cegah Kyungsoo

“ada apa, hyung?”

“siapa namamu?”

Anak kecil itu tersenyum, “aku hanya bagian dirimu di masa depan” jawab anak kecil tersebut yang mengundang kerutan di dahi Kyungsoo.

“maksudmu?”

Anak kecil itu hanya tersenyum. Ia pun berlari ke arah belakang Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa terdiam di tempat.

 

Sebenarnya anak kecil itu siapa?

 

Kyungsoo menangkap Hyena yang tersenyum ke arahnya. Ia memilih tak mengrubis masalah anak kecil tersebut. Merangkul hangat sang istri.

“kenapa kau tersenyum?” tanya Kyungsoo

“hanya senang saja saat melihatmu lembut pada anak kecil itu. Aku yakin, dia akan senang bila memiliki ayah sepertimu” jawab Hyena sembari mengelus perutnya.

“dia? Siapa?”

“anak kita, oppa”

“anak?”

Hyena mendekatkan bibir kecilnya ke arah telinga Kyungsoo, “oppa, aku hamil” bisiknya sambil tersenyum.

Mendengar ucapan Hyena, Kyungsoo langsung tersenyum cerah. Ia menggendong Hyena lalu memutar-mutar istrinya tersebut. Ia tak menyangka akan sesenang ini saat mendengar kabar bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.

“oppa, memalukan!”

“biarkan saja”

“turunkan aku!”

“tidak mau!”

“oppa…”

“biarkan aku meluapkan rasa bahagiaku, Ok?”

Hyena hanya berdecak kesal. Namun setelah itu ia tersenyum. Senang saat melihat senyuman suaminya kembali. Senang saat melihat Kyungsoo bahagia atas kehamilannya.

Hyena makin bahagia saat Kyungsoo menurunkannya. Mencium perut buncitnya seraya berkata, “anak ku sayang, terima kasih sudah hadir dalam kehidupan kami! Ayah dan ibu janji akan menjagamu, Ok?”.

 

Keesokan harinya

Kyungsoo memerhatikan sang istri yang asyik menikmati hidangan. Ia pun duduk bersila di atas ranjang, menikmati keindahan ciptaan Tuhan di depannya.

Kyungsoo akui, porsi makan wanita itu memang 2 kali lipat dari biasanya. Bahkan Hyena bisa makan 2 jam sekali. Untung saja tadi Chanyeol dan Baekhyun sempat mampir dan membawakan banyak sekali makanan.

“oppa…”

“mmm?”

“kenapa memerhatikanku? Oppa mau juga?” tanya Hyena polos.

“tidak. Aku sudah kenyang”

“lalu?”

“hanya lucu saja melihatmu makan sebanyak itu”

Hyena mempoutkan bibirnya, “itu karena yang makan bukan hanya aku” cibirnya. Kyungsoo hanya terkekeh geli mendengarnya.

“anak kita harus makan banyak!”

“iya. Biar nanti bisa menjaga ibunya” ucapan Kyungsoo sontak membuat nafsu makan Hyena hilang.

“oppa, kalau kau mengatakan hal itu lagi, aku marah padamu”

Kyungsoo hanya tersenyum kecil. Merasa gemas saat melihat Hyena mempoutkan bibirnya dengan lucu.

 

Mungkinkah Tuhan memberikan kesempatan untuknya melihat sang anak?

 

2 bulan kemudian

Keadaan Kyungsoo makin memburuk. Bahkan kini ia hanya bisa berbaring di ranjang rumah sakit. Untuk bernapas pun ia harus menggunakan alat medis.

Rasanya ironis. Keadaan Kyungsoo memburuk sementara Hyena tengah hamil anak mereka. Tak jarang wanita itu mual. Keadaan janinnya pun lemah karena Hyena mempunyai beban pikiran yang berat. Ia juga memfosir tubuhnya agar setia menjaga suaminya yang sering kali terbatuk darah atau mimisan. Memaksa makhluk kecil di dalam perutnya untuk bekerja keras. Hyena juga harus mengorbankan pekerjaannya. Ia berhenti sebagai pegawai kantor dan memilih fokus bersama sang suami. Pekerjaan Kyungsoo pun harus Chanyeol yang Handle segalanya. Selain itu, Baekhyun dan Chanyeol bekerja keras mencarikan pengobatan yang efektif untuk Kyungsoo.

 

Hyena menggenggam tangan Kyungsoo. Jantung pria itu melemah sejak tadi pagi. Wajahnya pun memucat. Membuat hati Hyena mendesir melihatnya.

“oppa, kau dengar aku kan?” tanya Hyena, yang bisa Kyungsoo lakukan hanya mengedipkan matanya.

“oppa harus bertahan, untuk anak kita”

 

Maaf, aku tak bisa bertahan lagi, sesal Kyungsoo dalam hati. Perlahan bulir air mata jatuh dari kedua mata bulat Kyungsoo. Membuat Hyena tak kuasa menahan air mata.

“oppa jangan menangis. Aku akan selalu di sisi oppa”

 

Hyena tak tahan lagi. Ia memeluk erat Kyungsoo yang bahkan sudah tak sanggup lagi duduk. Kyungsoo bisa berbicara. Namun pria itu lebih memilih diam membisu.

“oppa, aku mencintaimu. Anak kita mencintaimu” tangis Hyena

“aku tahu”

“oppa, apakah sakit sekali?”

Kyungsoo mengangguk, “sakit. Aku lelah” jawabnya.

Hyena mengelus rambut Kyungsoo. Pelukan tetap tak pernah Hyena lepaskan, “oppa, kalau kau lelah, tidak apa-apa” ucapnya. Walaupun antara perkataan dan hatinya berbeda. Namun Hyena bisa apa? Ia tak tahan melihat Kyungsoo yang tersiksa akan penyakitnya.

“bo–boleh kah aku tidur? Aku lelah”

Hyena makin mengeratkan pelukannya. Seakan tidak rela melepas pria yang sangat ia cintai itu. Namun Hyena bisa mengerti. Ini batas kekuatan Kyungsoo. Saat inilah batas waktu Kyungsoo. Dan Hyena tak bisa berbuat apapun.

“boleh. Kau boleh tidur, oppa. Tapi janji, jangan kesakitan seperti ini lagi, Ok?” pinta Hyena

Kyungsoo mengangguk lemah. Perlahan napasnya mulai seperti ditarik. Suhu tubuhnya mulai mendingin dengan saraf tubuhnya yang seperti lumpuh. Detak jantungnya kian melemah.

 

Mungkin ini saatnya?

 

“Hyena-ya, jaga anak kita. Maaf, aku tak bisa melihat wajah anak kita. Aku tak bisa menemanimu di saat persalinanmu” ucapan Kyungsoo membuat derai air mata makin deras mengalir dari kedua mata Hazzel Hyena.

“aku tak bisa menggendong anak kita, bermain bersama, mengantarkan anak kita sekolah, lalu kita bertamasya bersama. Maafkan aku yang tak bisa lagi bertahan”

“oppa…”

“tapi ingat sesuatu, Hyena. Aku akan selalu mencintaimu dan anak kita”

“aku juga”

“aku punya permintaan” ucap Kyungsoo, terdengar seperti bisikan.

“apa?”

Kyungsoo menarik napas yang sudah mulai sesak. Paru-parunya terasa dijepit sesuatu. Namun laki-laki itu berusaha untuk tetap bicara, “di kehidupan mendatang, cegah aku melakukan hal ini. Cegah aku untuk melepaskanmu. Tetaplah bersamaku. Apapun itu, tolong cegah aku” pinta Kyungsoo.

Hyena menutup mulut mendengarnya. Isakan tangis Hyena kini mendominasi kamar rawat Kyungsoo. Hatinya berdenyut perih saat menyadari kalau ia akan berpisah dengan Kyungsoo.

 

Perpisahan memang menyakitkan.

 

“aku akan mencegahmu, oppa. Aku akan setia bersamamu, apapun itu. Aku berjanji” setelah ucapan Hyena, Kyungsoo terlihat tersenyum lega. Semua kelegaan dan kebahagiaan berpadu menjadi satu. Terlihat jelas dari tatapan Kyungsoo.

“terima kasih. Aku mencintaimu, Hyena-ya”

“aku juga”

Hyena bisa merasakan tubuh Kyungsoo yang kaku. Suhu tubuhnya menurun dan keheningan mendominasi ruangan. Hyena tak bisa menahan isak tangis. Ia makin memeluk erat Kyungsoo yang sudah menutup mata untuk selamanya. Dengan sejuta kebahagiaan yang ditinggalkan. Dengan senyuman berbentuk hati yang tertinggal di bibirnya yang manis.

 

Hyena berjanji, akan mencegah Kyungsoo untuk melakukan kesalahan yang sama di kehidupan mendatang.

 

 

Epilog

Terlihat seorang laki-laki terduduk diam, di tempat menyimpanan abu orang-orang yang sudah kembali pada-NYA. Laki-laki dengan mata bulat  itu  menatap 2 tempat menyimpanan abu.

Lalu ekor matanya menatap sebuah Diary merah yang cukup tebal. Laki-laki itu membaca Diary tersebut. Diary yang sudah terlihat usang dan lama. Namun laki-laki itu hanya membaca halaman terakhir, dimana sebuah catatan kehidupan seseorang yang terakhir.

 

 

 

Dia telah berpulang. Meninggalkan kebahagiaan yang telah terukir di dalam sejarah. Meninggalkan ku dengan anak kami. Namun aku tak menyesal dengan kepergiannya. Mungkin ini takdir Tuhan untuk kami.

Tapi ada satu hal yang kusesali. Di saat waktunya kian menipis, aku baru menyadari bahwa ia sangat mencintaiku. Melebihi apapun. Mungkin keegoisanku membutakan segalanya. Membutakan mata hatiku untuk melihat betapa besarnya mencintaiku.

Ia rela membiarkanku berhubungan dengan laki-laki lain. Padahal statusku adalah istrinya. Ia rela menikahiku, demi kedua orang tuaku. Dia rela terluka, demi kebahagiaanku. Dia rela menahan segala rasa sakit. Baik fisik maupun perasaannya. Demi diriku.

Sungguh, aku tak pernah merasa dicintai sebesar ini. Tak pernah merasakan pengorbanan sebesar ini. Aku memang wanita bodoh! Menyia-nyiakan pria itu demi pria lain.

Tapi aku mensyukuri suatu hal. Tuhan mengizinkanku untuk mencintainya. Tuhan memberikan rasa cinta ini tumbuh di dalam hatiku. Pada akhirnya, aku bisa membalas perasaannya. Walau terkesan sangat terlambat.

Dan aku bersyukur, Tuhan memberikan makhluk kecil untuk kami. Anak kami. Anak manis yang kini sudah tumbuh besar menjadi anak yang kuat seperti ayahnya. Anak dengan mata bulat yang sangat kurindukan. Anak yang selalu berceloteh ria dan polos. Dan anak yang kelak akan menjagaku di hari tua.

Aku memutuskan untuk setia. Tak memilih siapapun walaupun ia ingin aku menikahi salah satu sahabatnya. Namun aku memilih untuk setia. Menjadikan ia sebagai satu-satunya pria yang kunikahi.

Ia pernah meminta sesuatu padaku. Permintaan yang terakhir. Ia ingin, aku mencegahnya di kehidupan selanjutnya. Ia ingin aku mencegahnya melakukan pengorbanan yang telah ia lakukan. Sungguh, hatiku miris mendengarnya. Tapi aku berjanji, akan mencegahnya di kehidupan mendatang. Bersumpah tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Dan bersumpah akan selalu mencintainya sepanjang masa.

Song Hyena (Do Hyena)

 

 

 

Laki-laki itu menghela napas. Ia menatap lekat kedua tempat penyimpanan abu tersebut. Laki-laki itu tersenyum. Bibirnya melengkung, membentuk hati. Senyumannya sangat manis dan tulus.

“aku janji, tak akan mengulangi kesalahan kalian lagi. Aku janji, akan membuat kalian bahagia. Membuat janji nenek buyut terkabul” ucapnya sambil tersenyum.

“D.O-ya! Sampai kapan kau di sana? Ayo pulang!” seru seorang perempuan yang berjalan ke arahnya.

“aisssh, Jang Nari! Bisakah kau sabar sedikit?” kesal D.O

“ayolah, kita sudah di sini selama 2 jam dan hujan akan turun. Aku tak mau kau sakit lagi seperti kemarin”

D.O tersenyum, “baiklah, baiklah! Ayo, kita pulang! Aku akan memasak Kimchi Spaghetti untukmu!” seru D.O sambil merangkul Nari, istrinya.

Mereka pun berjalan, meninggalkan tempat menyimpanan abu tersebut. Meninggalkan sebuah Diary di sana. Namun D.O merobek halaman terakhir sebagai sebuah pengingat.

 

D.O berjanji pada dirinya sendiri, tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

 

“Nari-ya…”

“apa?”

“ah, tidak!”

Nari mengerut kesal, “katakan! Kau mau bicara apa? Jangan membuatku mati penasaran!” serunya.

D.O menatap lekat Nari, membuat langkah pasangan suami istri itu terhenti. Nari terlihat bingung dan gugup. Kedua mata bulat D.O membuat pipinya memerah panas.

“aku mencintaimu, kau mencintaiku juga kan?” tanya D.O

“percaya diri sekali” desis Nari

“jadi kau tak mencintaiku?”

Nari yang melihat D.O cemberut hanya terkekeh. Ia mencubit kedua pipi D.O, gemas akan suaminya tersebut. “Tentu saja aku mencintaimu! Walaupun kita menikah atas dasar perjodohan, tapi aku bersyukur kau menikahiku” jawabnya dengan lugas.

“lalu bagaimana dengan Sehun?”

“itu hanya masa lalu, D.O-ya”

“benarkah?”

“tentu saja. Memangnya kenapa?” tanya balik Nari

D.O tersenyum lalu mengelus rambut kecokelatan milik Nari, “jangan tinggalkan aku ya” pinta D.O.

“baiklah”

“dan satu lagi” ujar D.O

“apa?”

“tetaplah di sisiku. Bagaimana pun keadaannya, Ok?

END

 

Advertisements

8 thoughts on “Mistake (Chapter 2 Of 2)

  1. Huuuaaaaaaaaa kyungsooooo TT__________TT
    Huhuhuhuuu kenapa kyungsoo nya pergiiii :”””(((
    Kasian banget pls itu hyena lagi hamil terus suaminya meninggal astagaaa :”””((
    Padahal aku berharap banget ini bakal happy ending :”””((
    Tapi keren banget sumpah gaboong huhuhuuu ceritanya menarik banget sampe nyesek bacanya TT______TT Hyena udah ikhlas banget kalo kyungsoo pergi :””(( lagian jug kasian kalo kyungsoo hidup mesti nanggung kesakitan terus setiap harinya :””””((
    Eeee wait…. itu DO? Diantara 2 tempat abu? Pasti ini other story anaknya kyungsoo sama hyena yaa? Dia udh nikah? Dijodohin juga hmm….. tapi bedanya inisih istrinya Nari udah putus dari sehun :”””””)) awww ceritanya nyentuh banget kak yaampun :”””)) keep writing yaa! :””””))

    Like

  2. Part yang panjang..
    Aku nangis bacanya..
    Kyungsoo relain semuanya demi hyena, karna dia tau ga bakal brtahan lama..

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s