Mistake (Chapter 1 Of 2)

mistake-arin-yessy

 

| Yang Min Soo | Do Kyungsoo, Song Hyena (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun | Genre: Romance, Sad, Marriage-life, Angst, Friendship | Length: Twoshoot | Rate: PG-13 |

Cast belong to god. Don’t be plagiarism, don’t bash, and i hope you like it, guys 🙂

Poster By Arin Yessy @ Poster Channel

When a sacrifice make a mistake

 

 

“YA! KAU MELEWATI BATAS, BODOH!”

“AKU HANYA MELANGKAHI 1 cm! DASAR PERFEKSIONIS!”

“APA KAU BILANG?!”

Terlihat sepasang suami istri tengah bertengkar hebat di dalam kamar. Sebuah tali merah yang cukup panjang memisahkan mereka. Sang istri terlihat kesal saat suaminya melewati batas yang telah mereka buat. Sedangkan sang suami juga terlihat marah karena sang istri memarahinya. Ia tak terima bila sang istri memarahinya hanya karena hal sepele.

 

Apa mereka pantas disebut suami istri?

 

Sang suami akhirnya lebih memilih untuk menghiraukan wanita yang kini telah sah menjadi istrinya. Ia pun melempar dirinya ke sofa putih lalu menutupi telinganya dengan bantal. Ia sudah pusing dan telinganya seperti terbakar mendengar kicauan sang istri.

“YA! Aku belum selesai berbicara! Aisssh, pria bodoh!”

Pria itu tak lagi mendengar kicauan istrinya. Ia sudah mengarungi alam mimpi. Mungkin itu lebih baik daripada ia harus mendengar ocehan sang istri yang setiap harinya membuat beban pikirannya bertambah.

 

 

Setelah hampir 10 menit wanita itu berbicara panjang lebar, ia baru menyadari sesuatu. Sang suami tak merespon kicauannya. Tubuhnya pun terlihat diam dengan tenang. Perlahan wanita itu mendekati sang suami. Ia tak takut melewati tali merah yang menjadi pembatas mereka setiap tidur.

“ternyata dia sudah tidur”

Wanita berparas manis dengan kulit yang putih bersih layaknya mutiara, mata yang lebar dengan iris mata berwarna cokelat muda, rambut ikalnya yang kemerahan ia gerai begitu saja. Ia mengusap pelan rambut kehitaman milik sang suami. Wajahnya ia dekatkan ke bahu sang suami, merasakan aroma pria yang jarang bisa ia dapatkan. Lalu menatap lekat suami yang memiliki mata bulat serta berwajah Babyface itu, tak lupa tubuhnya yang mungil menggemaskan dengan bibirnya yang sedikit tebal berbentuk hati.

“jujur, aku tak membencimu, Do Kyungsoo. Sungguh, aku tak membencimu” bisik wanita itu di telinga sang suami.

“maafkan aku karena aku tak mau mengubah marga ku. Maafkan aku karena keegoisanku. Aku masih belum bisa menerima kalau kita sudah menjadi sepasang suami istri walaupun hubungan kita sudah berjalan hampir 9 bulan. Maafkan aku”

Wanita yang bernama Song Hyena itu hanya bisa menahan tangis. Perlahan ia kembali ke kasur King Size yang sebenarnya milik Kyungsoo lalu berusaha untuk terlelap tidur.

Keesokan harinya

Hyena terbangun setelah merasakan sinar matahari menerpa wajah cantiknya. Perlahan ia membuka matanya, terlihat Kyungsoo telah rapi dengan pakaian kerja. Hyena pun merenggangkan otot tubuhnya lalu mengumpulkan kesadaran yang masih belum sepenuhnya terkumpul.

“cepat mandi”

Perkataan Kyungsoo membuat Hyena mengerut kesal. Ia memerhatikan sang suami yang sibuk merapikan kamar. Entah mengapa, ada perasaan bersalah menyelimuti Hyena.

Kyungsoo suami yang baik, bisa dibilang suami idaman. Dengan paras yang di atas rata-rata dan kemandiriannya membuat wanita manapun yang menikahinya adalah wanita beruntung. Kyungsoo pekerja keras dan berbakat dalam hal memasak. Ia juga seorang yang pandai mengatur dirinya sendiri dan mengurus rumah. Selain itu, Kyungsoo pandai dalam segala hal walaupun ia bodoh dalam hal percintaan. Hyena akui, Kyungsoo suami yang mendekati sempurna.

 

Apa yang harus Hyena lakukan?

 

“Chanyeol akan menjemputmu 1 jam lagi. Cepat mandi, jangan membuat kekasihmu itu menunggu. Aku akan pergi bekerja” pamit Kyungsoo lalu meninggalkan Hyena sendirian.

Hyena memerhatikan punggung Kyungsoo yang mulai menghilang. Ia terdiam. Entah mau berkata apa.

Park Chanyeol, mantan kekasih Hyena. Ah bukan, tetapi masih menjadi kekasih Hyena. Mereka masih berpacaran walaupun Hyena telah menikahi Kyungsoo. Lagipula Kyungsoo terlihat tidak terlalu peduli. Ia tak pernah menegur Hyena saat Hyena meminta izin untuk berkencan dengan Chanyeol. Dan selama ini Kyungsoo mengetahui hubungan Chanyeol dan Hyena. Ia tak keberatan bahkan selalu memperbolehkan Hyena kemanapun bersama Chanyeol. Benar-benar suami yang aneh.

Pernikahan Hyena dan Kyungsoo pun atas dasar perjodohan. Mereka dijodohkan hanya karena keinginan konyol kedua orang tua mereka. Kyungsoo terlihat tak masalah dengan perjodohan itu bahkan seakan tak peduli. Tetapi itu masalah bagi seorang Song Hyena. Saat itu, ia masih bersama Chanyeol dan hubungan mereka sudah berjalan selama 2 tahun. Tentu saja Hyena sempat memberontak dan menolak dengan keras.

Tetapi Kyungsoo membujuknya untuk menuruti keinginan orang tua mereka dan memperbolehkan ia berhubungan dengan Chanyeol. Bahkan kalau perlu, ia menutupi hubungan gelap itu. Awalnya Hyena ragu dan akhirnya menyetujuinya. Lagipula Kyungsoo berjanji akan menceraikan Hyena setahun setelah hubungan mereka.

 

Walau terdengar egois.

 

Hyena mengerutkan dahi saat melihat makanan sudah siap tersedia di meja makan. Wanita berumur 27 tahun itu menghela napas. Dadanya terasa sesak.

 

Sebenarnya istrinya Hyena atau Kyungsoo?

 

Perlahan Hyena duduk di kursi, menyantap Soup Cream yang telah Kyungsoo buatkan untuknya. Wajahnya terlihat lesu dan matanya meredup.

“Kyungsoo-ya, kau selalu seperti ini. Apa yang harus kulakukan? Perasaan bersalah ini makin besar” lirih Hyena. Ia memegang dadanya, tepat dimana rasa sesak itu bersarang.

******

 

 

Kyungsoo terlihat tengah memijit pelan pelipisnya. Pekerjaannya kali ini benar-benar membuatnya lelah dan suntuk. Matanya terasa berkunang-kunang setiap melihat huruf. Ayolah, kemarin saja Kyungsoo baru pulang jam 2 dini hari dan pagi-pagi ia harus membuat sarapan untuk sang istri lalu berangkat bekerja. Terkadang Kyungsoo mempertanyakan hubungannya dengan Hyena.

 

Apakah ia lebih pantas menjadi seorang istri dibanding suami?

 

Kreek

 

Konsentrasi Kyungsoo terpecah. Ia menatap pria tampan bertubuh tinggi yang kini di hadapannya. Seulas senyum mengembang di bibir berbentuk hati miliknya.

“Chanyeol-ah…”

“kau sepertinya suntuk. Mau jalan-jalan sebentar?”

************

 

 

Kyungsoo mengaduk asal Fettucini miliknya. Sedangkan Chanyeol melipat kedua tangannya sambil menatap intens pria bermata bulat yang kini bersamanya. Ia menghela napas, tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya yang satu itu.

“Kyungsoo-ya”

“mmm?”

“sampai kapan aku harus melakukan ini?” tanya Chanyeol sambil mendesah.

“maksudmu?”

“sampai kapan kau membiarkan aku melanjutkan hubungan gelapku dengan istrimu?” Kyungsoo hanya tertawa kecil mendengarnya.

“kau tahu? Aku merasa seperti perusak hubungan rumah tangga orang lain terlebih itu sahabatku sendiri! Rasa bersalah itu kian besar, Kyungsoo-ya”

“aku hanya memintamu melanjutkannya. Lagipula kalian saling mencintai kan?” Chanyeol terdiam mendengarnya. Tebakan Kyungsoo memang benar, tetapi bukan ini yang Chanyeol inginkan.

“kebahagiaannya hanya ada padamu, bukan padaku” ucap Kyungsoo, terdengar nada lirih di sana.

“tapi bukan seperti ini caranya, bodoh!” kesal Chanyeol

“lalu aku harus apa? Dia masih mencintaimu, lagipula pernikahan kami sebuah perjodohan”

“aku sudah menganggap hubungan kami adalah masa lalu! Kau sahabatku, Kyungsoo-ya” lirih Chanyeol, matanya terlihat berair.

“kalau kau sahabatku, turuti keinginanku, Yeol. Aku tak mau dia jatuh cinta padaku. Aku tak mau dia terluka suatu saat nanti. Biarkan dia tetap mencintaimu”

“tapi kau sudah terluka terlalu banyak, Kyungsoo-ya”

“tidak masalah selama aku bisa mengatasi luka itu”

“dasar bodoh”

Kyungsoo hanya terkekeh mendengar umpatan Chanyeol. Entah mengapa, Chanyeol suka memanggilnya dengan sebutan bodoh. Tapi Kyungsoo tak mempermasalahkan itu. Menurutnya, itu adalah panggilan kesayangan Chanyeol untuknya.

“terima kasih, Yeol” ucap Kyungsoo tiba-tiba.

“untuk apa?”

“untuk tidak memusuhiku. Untuk merelakan Hyena menikah denganku”

“dasar bodoh” desis Chanyeol

“kau memanggilku bodoh tetapi keadaan kita sebaliknya, Yeol” ledek Kyungsoo

“apa?!”

“aku hanya bercanda”

Kyungsoo hanya bisa menutup mulutnya, menahan tawa melihat ekspresi wajah Chanyeol. Ia tak menyesal memiliki sahabat seperti Chanyeol. Chanyeol seorang sahabat yang baik walaupun aneh. Chanyeol selalu ada untuknya, selalu melakukan apapun untuknya. Seperti menjadi kekasih gelap istrinya, Chanyeol melakukannya untuk Kyungsoo, sahabatnya.

 

 

Malam hari

Kyungsoo menatap kartu undangan yang kini berada di tangannya. Partner bisnis Kyungsoo mengadakan pesta ulang tahun perusahaannya yang ke-12. Dan Kyungsoo tak punya pilihan lain, ia harus menghadiri pesta tersebut. Lagipula CEO perusahaan itu adalah sahabat terdekatnya sewaktu masa sekolah. Ia tak enak hati bila tak hadir.

 

 

Kyungsoo pun merebahkan tubuhnya di sofa putih miliknya. Hari ini ia sengaja pulang lebih cepat dari biasa. Tubuhnya sudah sangat lelah dan ia sudah tak sanggup berkonsentrasi dengan dokumen yang membuat matanya terasa sakit.

“aku pulang!”

Suara Hyena membuat Kyungsoo yang sempat memejamkan matanya pun membuka matanya yang bulat. Ia menyembunyikan kartu undangan dari Partner bisnisnya, Kim Joonmyeon di balik punggungnya.

“oh? Suamiku sudah pulang. Kenapa kau tak menjemputku?” tanya Hyena, ia pun melipat kedua tangannya.

“ada Chanyeol yang menjemputmu”

“benar. Lagipula aku yakin kau lelah. Oh ya, mau ku buatkan sesuatu?”

“tidak usah. Aku mau tidur saja”

Hyena hanya mendengus kesal menatap Kyungsoo yang berjalan menuju kamar. Suaminya selalu seperti itu, enggan menjemputnya. Enggan pula mengantarkannya ataupun pergi bersamanya. Benar-benar suami menyebalkan. Hubungan kami sudah berjalan 9 bulan. Tidak bisakah ia mulai bersikap peduli padaku? Tidak bisakah ia mulai menyukaiku? Aisssh, gerutu Hyena dalam hati.

 

Hyena hanya menginginkan seorang Do Kyungsoo menyukainya.

 

 

Keesokan harinya

Hyena terlihat tengah menikmati makan siang bersama Chanyeol. Hyena yang meminta Chanyeol untuk makan bersama dan Chanyeol tidak keberatan akan hal itu.

“kau mau membicarakan apa?” tanya Chanyeol, ia menatap Hyena yang hanya asyik menikmatiLemon Tea.

“aku kesal dengan sikap Kyungsoo”

“kesal?”

“dia masih saja menghiraukanku. Dia masih saja bersikap dingin terhadapku! Aisssh, suami macam apa dia?!”

Chanyeol hanya tertawa kecil mendengarnya, “kau menyukainya?”

“hah?”

“kau menyukai Kyungsoo?”

“ti–tidak!”

“hei, dia pria yang mendekati sempurna. Terkadang aku iri padanya” ucapan Chanyeol membuat Hyena menatap dengan intens pemilik kedua mata lebar itu.

“dia pria yang bisa diandalkan, cerdas, sukses, dan cukup tampan. Semasa sekolah dulu, ia termasuk idola di sekolah. Banyak gadis yang menyukainya”

“tapi sayang sekali, ia bodoh dalam percintaan. Ia tak bisa mengekspresikan dirinya dengan baik, tak bisa mengatakan perasaannya. Kau tahu, ia terlalu pemalu untuk itu” lanjut Chanyeol.

Hyena mengangkat salah satu alisnya, “untuk apa kau mengatakan hal itu?”.

“kau istrinya. Aku rasa, kau harus tahu akan hal itu”

“untuk apa? Aku akan berusaha untuk tak peduli dengannya lagi”

“wataknya memang sedikit dingin dan menyebalkan. Tapi sebenarnya, ia orang yang sangat dewasa dan berpikir ke depan. Ia juga orang yang mengetahuimu lebih dari siapapun”

“apa katamu? Mengetahuiku dari siapapun? Bahkan ia terlihat tak peduli”

“terkadang orang yang terlihat tak peduli adalah orang yang memerhatikanmu lebih dari siapapun, ia yang lebih menyayangimu lebih dari siapapun. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengekspresikan perasaannya. Termasuk Kyungsoo”

Hyena terdiam mendengar perkataan Chanyeol. Berusaha mencerna ucapan Chanyeol yang membuat otaknya berpikir keras. Sedangkan Chanyeol hanya tersenyum. Ada tatapan terluka serta lega di kedua mata lebar Chanyeol. Kau mulai mencintainya, Song Hyena, gumam Chanyeol.

************

 

 

Hyena mengerutkan dahinya melihat sepasang sepatu hitam telah bertengger manis di teras rumahnya. Ia merunduk, berusaha menggapai sepasang sepatu yang Hyena yakini milik suaminya, Kyungsoo.

“2 hari ini dia selalu pulang cepat. Bahkan ini baru jam 7 malam. Ada apa dengannya?” gumam Hyena pada dirinya sendiri.

 

 

Hyena berjalan, meletakkan tas kulit miliknya di atas meja makan. Ia mengeluarkan kotak bekal berwarna merah. Hyena selalu membawa bekal walaupun ia juga makan di Cafe. Porsi wanita itu memang sedikit lebih banyak dari orang kebanyakan walaupun tubuhnya tetap saja mungil.

 

 

Hyena menatap intens Kyungsoo yang sudah tertidur di tempat biasanya. Wajah pria berumur 29 tahun itu terlihat pucat, bibirnya memutih, bahkan deru napasnya terdengar tidak teratur. Hyena meletakkan punggung tangannya di dahi pria bermata bulat itu. Merasakan suhu tubuh pria yang kini menjadi suaminya.

“dia tidak demam. Tapi mengapa wajahnya pucat sekali?”

Hyena baru menyadari sesuatu. Tubuh Kyungsoo lebih kurus dari sebelumnya. Tangannya pun terlihat seperti tulang berbalut kulit. Hati Hyena mendesir, rasanya ia seperti tidak memerhatikan suaminya sendiri. Walaupun Kyungsoo cukup bisa mengurus dirinya sendiri, tetapi sebagai seorang istri, seharusnya Hyena lebih memprioritaskan suami.

“maafkan aku. Mulai besok, aku akan lebih memerhatikanmu lagi” bisik Hyena sambil mengelus lembut rambut kehitaman milik Kyungsoo.

 

 

Keesokan harinya

Mata Kyungsoo membulat saat menatap punggung wanita yang tengah sibuk dengan bahan-bahan dapur. Sesekali ia mengerjapkan matanya, berusaha meyakini kalau penglihatannya tak salah.

 

Hyena memasak sarapan untuknya?

 

Hyena meletakkan sarapan buatannya sambil tersenyum ke arah Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo hanya bisa membeku di tempat. Masih tak percaya apa yang Hyena lakukan padanya.

“ayo, makan” ujar Hyena lalu menarik Kyungsoo untuk duduk.

Kyungsoo tak punya pilihan lain, ia akhirnya makan bersama Hyena. Baru kali ini mereka berdua makan di satu meja. Selama pernikahan mereka, Kyungsoo memang selalu sarapan duluan, meninggalkan Hyena yang masih mandi atau tidur.

“Kyungsoo-ya”

“mmm?”

“aku mau jalan-jalan, boleh?”

“boleh”

“tapi aku bukan pergi bersama Chanyeol” ucapan Hyena membuat Kyungsoo mengerutkan dahinya sembari mengunyah. Kalau bukan bersama Chanyeol, lantas wanita itu pergi bersama siapa?

“aku ingin pergi bersamamu, Kyungsoo-ya. Aku ingin jalan-jalan bersama suamiku sendiri”

Kyungsoo langsung tersedak mendengarnya. Ia segera minum lalu menatap tak percaya Hyena.

 

Kenapa tiba-tiba seperti ini?

 

“kau ada waktu kan?”

Kyungsoo hanya diam. Kalau dibilang ada waktu, itu masalah kecil. Kyungsoo bisa saja libur sesukanya dan melimpahkan pekerjaannya pada Chanyeol.

“ayolah, Kyungsoo-ya” bujuk Hyena, memakai sedikit Aegyo yang sangat menggemaskan.

“kenapa kau tiba-tiba mau kencan denganku?” tanya Kyungsoo

“entahlah. Aku hanya ingin”

“jawaban macam apa itu?”

“sudahlah, jangan tanya alasannya lagi. Mau ya?”

Kyungsoo hanya mendesah. Ia tak mungkin menolak permintaan Hyena. Lagipula, sesekali tak ada salahnya mereka bersikap layaknya suami istri.

“baiklah”

******

 

Chanyeol menatap Kyungsoo yang sibuk dengan pekerjaannya. Ia tak mengerti, atasannya itu memanggilnya tetapi saat sudah bertemu, mereka hanya diam.

“Kyungsoo-ya, kau mau mengatakan apa?” tanya Chanyeol, ia sudah cukup  bosan.

“Yeol, apa yang harus kulakukan?” tanya Kyungsoo dengan mata yang berkaca-kaca.

“hah?”

“dia terlalu baik padaku”

Chanyeol mengerutkan dahinya, seperti mengerti siapa yang Kyungsoo bicarakan, “maksudmu Hyena?”

“dia mengajakku kencan dan sekarang ia bersikap layaknya istri  yang baik”

“bagus kalau dia seperti itu. Tapi kenapa kau sedih?” bingung Chanyeol, merasa aneh dengan sahabat bermata bulatnya  itu.

“aku tak mau dia mencintaiku. Aku tak mau melukai hatinya”

“Kyungsoo-ya…”

“bagaimana kalau suatu saat aku pergi meninggalkan dia sendiri dalam keadaan dia masih mencintaiku? Aku yakin, penyebab ia menangis karena kepergianku. Aku tak mau ia menangis. Aku ingin dia mencintaimu, Yeol. Aku tak mau mengubah perasaannya padaku”

“tapi kalau seperti ini, aku bisa apa? Aku tak mau membuatnya dekat denganku dan merasa kehilangan saat aku pergi nanti. Apa yang harus kulakukan?”

Chanyeol geram mendengarnya. Ia menggebrak meja, membuat Kyungsoo kaget. Tak tanggung-tanggung, Chanyeol menarik kerah baju Kyungsoo dan menatap pria mungil tersebut dengan tatapan tajam. Tak peduli fakta bahwa Kyungsoo adalah atasannya.

“mereka bukan Tuhan, Do Kyungsoo!” seru Chanyeol, mata Kyungsoo membulat mendengarnya.

“mereka bukan Tuhan! Mereka hanya manusia ciptaan Tuhan! Tidak ada manusia yang bisa memprediksi kapan manusia yang lain lahir ataupun meninggal!”

“Chanyeol-ah…”

“keajaiban Tuhan akan selalu ada, sedarurat apapun. Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk makhluk ciptaan-NYA. Mungkin saja, kau adalah manusia yang akan diberikan keajaiban oleh-NYA”

“asalkan kau tidak menyerah seperti ini, mungkin Tuhan mau memberikan keajaibannya untukmu. Kalau Tuhan sudah berkehendak untuk memberikan kesembuhan padamu, tak ada yang bisa menyangkalnya bahkan dokter terhebat sekalipun” Chanyeol mulai melepas cengkramannya dari kerah Kyungsoo.

“jadi kumohon, jangan menyerah seperti ini. Kau membuatku terluka” pinta Chanyeol, Kyungsoo hanya bisa menahan tangis.

“kau sahabatku satu-satunya yang kumiliki. Aku tak mau kehilangan sahabat untuk yang kedua kalinya”

Kyungsoo hanya bisa menatap lirih Chanyeol. Ia mengerti apa yang dimaksud ‘tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya’.

Dulu Chanyeol dan Kyungsoo memiliki sahabat bernama Byun Baekhyun. Mereka bertiga selalu pergi bersama, bercanda bersama, berangkat sekolah bersama bahkan sampai masuk universitas bersama walaupun beda fakultas.

Tapi saat akan kelulusan, mereka kehilangan Baekhyun. Baekhyun bertengkar hebat dengan Chanyeol. Dan kejadian itu membuat Baekhyun membenci Chanyeol. Ia memutuskan untuk keluar negri setelah kelulusan, meninggalkan Chanyeol yang belum sempat mengucapkan kata maaf.

 

 

Malam hari

Lagi-lagi Kyungsoo pulang cepat. Wajah dan bibirnya pucat, tubuhnya pun bergemetar. Tak lupa darah yang terus mengalir dari kedua lubang hidung Kyungsoo. Kemeja kerja Kyungsoo pun dihiasi oleh bercak darah terutama di bagian kerah.

 

Saat di kamar mandi, tubuh Kyungsoo melemas. Ia terjatuh duduk di lantai kamar mandi yang dingin. Wajahnya kian pucat dan napasnya terdengar tidak teratur.

 

 

Apakah waktunya tersisa sedikit lagi?

************

 

 

Hyena hanya menghela napas, menatap sepasang sepatu hitam yang lagi-lagi sudah lebih dulu bertengger di teras. Ia melipat kedua tangannya, bingung akan sikap Kyungsoo akhir-akhir ini.

 

 

“Kyungsoo-ya! Kyungsoo-ya!”

Kyungsoo yang berada di kamar mandi tersentak kaget. Ia tak memperkirakan Hyena yang akan pulang lebih cepat dari biasanya. Dengan segera ia mengganti baju di kamar mandi. Kebetulan Kyungsoo membawa pakaian.

 

 

“Kyungsoo?”

Dahi Hyena mengerut saat menatap sang suami yang keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat. Tak sulit bagi Hyena menggapai dahi Kyungsoo, memastikan suhu tubuh pria tersebut baik-baik saja.

“kau tidak demam. Tapi mengapa wajahmu pucat?” bingung Hyena

Kyungsoo tak menjawab.  Napasnya terdengar tak teratur. Sesekali Kyungsoo memegang bagian pinggangnya, seperti ada rasa sakit yang tak terkira di sana.

“Kyungsoo? Kau tidak apa-apa?” kini Hyena mulai panik. Pasalnya napas Kyungsoo mulai terputus-putus, seperti diburu sesuatu.

 

BRUUK!

 

Tiba-tiba kaki Kyungsoo lemas bahkan tak bisa menopang berat badannya sendiri. Untung saja Hyena menangkap tubuh pria yang termasuk mungil tersebut. Ia panik dan membenamkan kepala Kyungsoo di pundaknya.

“Kyungsoo-ya! Kau kenapa?!”

“aku tidak apa-apa”

“bohong! Ayo, kita ke rumah sakit”

“aku hanya lelah. Aku ingin tidur”

Hyena hanya menghela napas. Melihat keadaan Kyungsoo yang miris membuat hatinya terluka. Perlahan ia memeluk suaminya itu, membantu pria itu berdiri.

“baiklah. Ayo kita tidur. Besok aku akan izin untuk cuti dan kau harus istirahat, mengerti?”

Kyungsoo yang tahu tubuhnya tak akan sanggup untuk bekerja besok hanya mengangguk, mengiyakan permintaan Hyena. Perlahan kakinya yang lemah berjalan, seiring langkah kaki Hyena yang menuntunnya ke kamar.

************

 

Hyena menatap Kyungsoo yang terbaring lemah di kasur. Ia tak bisa mempungkiri kalau hatinya tergores karena keadaan Kyungsoo yang miris.

“Hyena-ya…”

“apa?”

“kalau aku tidur di kasur, kau tidur dimana?” Hyena terhenyak mendengarnya. Benar ucapan Chanyeol, Kyungsoo memang perhatian padanya lebih dari siapapun.

“aku akan tidur bersamamu, boleh ya?”

Kyungsoo terlihat tak punya pilihan lain. Ia juga tak akan tega membiarkan seorang wanita terlebih istrinya tidur di sofa, “boleh”.

Perlahan Hyena membaringkan tubuh lelahnya ke kasur, tepat di samping Kyungsoo. Terlihat tubuh Kyungsoo menegang, gugup saat Hyena berbaring di sampingnya. Ini pertama kalinya sejak pernikahan mereka. Selama ini, baik Kyungsoo maupun Hyena menolak untuk tidur seranjang.

“Kyungsoo-oppa”

Kyungsoo menelan Saliva  nya dengan kasar saat Hyena memanggilnya dengan embel-embel Oppa.Sebenarnya tidak salah karena wanita itu memang 2 tahun lebih muda darinya. Tapi Kyungsoo merasa tidak biasa karena selama ini, Hyena selalu memanggilnya dengan formal.

“aku boleh memelukmu?”

Lagi-lagi Kyungsoo hanya bisa menelan Saliva nya. Ini sudah terlalu jauh. Hyena terlalu jauh. Tetapi Kyungsoo tak bisa menolaknya. Tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga tak bisa memberontak saat Hyena memeluk pinggangnya yang kecil sembari membenamkan kepalanya di dadanya yang bidang.

“ternyata oppa kurus ya”

Ya, Hyena akui kalau pinggang pria yang kini berada di pelukannya memang sedikit kecil untuk ukuran pria kebanyakan. Pinggang Kyungsoo layaknya wanita yang memiliki pinggang S Line.

“oppa, maafkan aku” tangis Hyena pecah, membuat Kyungsoo tak mengerti akan sikap perempuan itu.

“aku menelantarkanmu, sibuk dengan pekerjaanku dan Chanyeol. Padahal kau suamiku, harusnya kau yang ku prioritaskan. Aku bukan istri yang baik. Aku tak pernah mengurusmu, memasak sarapan untukmu, menyiapkan baju untukmu, bahkan untuk sekedar menemanimu makan. Kau terpaksa melakukan semuanya sendiri karena aku tak pernah melakukannya. Kau yang menggantikan tugasku untuk mengurus rumah padahal pekerjaan kantormu jauh melebihku”

“aku benar-benar minta maaf”

Kyungsoo hanya terpana mendengarnya. Ia tak tahu kalau Hyena berpikir seperti itu. Ia kira, selama ini Hyena tak memikirkannya, hanya memikirkan Chanyeol yang Kyungsoo ketahui adalah pria yang dicintai Hyena.

 

Walaupun Kyungsoo tak tahu fakta sebenarnya.

 

Keesokan harinya

Kyungsoo hanya terdiam, mengamati sang istri yang sibuk dengan urusan dapur. Sesekali  ia tersenyum kecil, Hyena terlihat manis di matanya. Dengan celemek merah serta rambut yang dikuncir ekor kuda. Melihat leher sang istri yang putih mulus, Kyungsoo hanya bisa menelan Salivanya sendiri.

“oppa, kau kenapa?” tanya Hyena yang tiba-tiba membalikkan tubuhnya, bermaksud melihat sang suami yang sedaritadi duduk di meja makan.

“ti–tidak apa-apa”

“oppa sudah lapar ya?”

“mmm, sedikit”

Hyena hanya tersenyum manis, membuat Kyungsoo tak berkutik. Wanita itu kembali fokus ke pekerjaan sebelumnya.

************

 

“kita mau kemana, Hyena?” tanya Kyungsoo sambil mengerutkan dahinya, melihat sang istri yang sibuk dengan aktifitasnya.

“kita kencan”

“a–apa?!”

“bukannya aku sudah bilang kalau aku mau berkencan denganmu, oppa?”

“i–iya tapi—“

Hyena yang gemas akan Kyungsoo langsung mencubit pipinya. Membuat pemilik pipi tersebut meraung kesakitan serta gugup. “Kau manis, oppa. Ayo! Kita pergi sekarang!”

************

 

Kyungsoo menatap Hyena yang tengah konsentrasi menyetir. Sesekali ia menghela napas. Ini sudah terlalu jauh. Bagaimana caranya agar Kyungsoo bisa melepas wanita yang kini sah menjadi istrinya?

“Hyena-ya”

“mmm?”

“kita mau kemana?”

Hyena mengedipkan salah satu matanya, “nanti oppa juga tahu”.

 

************

 

Kyungsoo tersenyum lebar saat mengetahui kemana Hyena membawanya pergi. Ke sebuah pantai yang damai akan suara. Kyungsoo suka ketenangan. Pria itu juga tipikal pendiam dan tidak terlalu suka keramaian.

Hyena yang melihat reaksi sang suami tersenyum puas. Ia sudah mengira Kyungsoo akan menyukai tempat pilihannya. “Oppa! Bantu aku membawakan bekal!” seru Hyena.

Kyungsoo mengangguk. Ia pun mengeluarkan tikar dari bagasi. Sedangkan Hyena mengeluarkan keranjang bekal mereka. Keduanya bekerja sama membuat acara piknik di pantai mereka menyenangkan.

 

“oppa! Kata Chanyeol, kau pintar bernyanyi” mendengar itu, Kyungsoo yang tengah menikmati Sandwich langsung tersedak.

“oppa bernyanyi untuk ku” pinta Hyena dengan wajah menggemaskan.

Kyungsoo menggeleng, “aku tidak bisa menyanyi. Sungguh” elak Kyungsoo. Walaupun sebenarnya ia beberapa kali memenangkan lomba menyanyi. Bahkan ia adalah ketua klub vocal bersama Baekhyun semasa sekolah.

“bisa atau tidak, harus bernyanyi! Aku akan mendengar suara oppa bagaimana pun itu!”

Kyungsoo hanya berdecak kesal. Ia baru menyadari kalau wanita dengan marga Song itu keras kepala. Kyungsoo menarik napas dalam-dalam, mencoba sebisa mungkin bernyanyi yang terbaik untuk Hyena.

 

 

 

 
Oh manhi haengbokhae boyeo haengbokhae boyeo
Seulpeudorok areumdaun neol bomyeon
Geuga silhjineun anha silhjineun anha
Neoreul cheonsacheoreom usge hanikka

 

 
Oh oh yeah
Kkeonaegi jeone ijen
Bimilcheoreom doeeo beorin mal
Oh oh yeah
Nan geuraeseon an doendaneun geot

 

 
Seoro majuboneun siseon dul
Hana nameun siseon gireul ilheun siseon
Gutge dathyeobeorin siseon dul
Neujeobeorin siseon neoreul nohchin siseon
Gwaenhi jakkuman mianhaejyeo
Ireon mameul gajgo
Neoreul bogo issneun geot
Seoro majuboneun siseon dul
Hana nameun siseon
Gireul ilheun hanaui siseon

 

 
Keun chakgageul haesseo chakgageul haesseo
Nae aneseoman jarawassdeon kkum
Jeo sigani baramcheoreom
Neol nae gyeote deryeo ol georan

 

 
Oh oh yeah
Dohwajie hayan geulssiro
Gadeukhaessdeon mal
Oh oh yeah
Naega neomu akkyeodwossna bwa

 

 
Seoro majuboneun siseon dul
Hana nameun siseon gireul ilheun siseon
Gutge dathyeobeorin siseon dul
Neujeobeorin siseon neoreul nohchin siseon
Gwaenhi jakkuman mianhaejyeo
Ireon mameul gajgo
Neoreul bogo issneun geot
Seoro majuboneun siseon dul
Hana nameun siseon
Gireul ilheun hanaui siseon

[EXO – What If]

 

Kyungsoo tersentak kaget saat mendapati Hyena menangis setelah ia bernyanyi. Wajahnya memerah, bulir-bulir air mata begitu saja bergulir membasahi kedua pipinya. Dengan segera Kyungsoo mencari Tissue di keranjang bekal mereka.

“hei, kenapa kau menangis?” tanya Kyungsoo sembari menyeka air mata Hyena.

“oppa bohong! Oppa bilang, oppa tak bisa bernyanyi. Tapi mendengar suara oppa, hatiku bergetar”

Kyungsoo hanya tersenyum kecil. Ia memutuskan untuk menyeka air mata Hyena dengan tangannya. Membuat wanita itu tersentuh, “jangan menangis lagi” pinta Kyungsoo.

Hyena hanya mengangguk. Ia pun menggenggam tangan Kyungsoo yang tengah menyeka air matanya. Pergelangan tangan Kyungsoo cukup kecil untuk seorang pria. Namun tangan tersebut seakan selalu menjaga Hyena kapanpun.

 ************

Kyungsoo dan Hyena asyik memilih Bedcover. Tangan Hyena memeluk lengan Kyungsoo, membuat pria itu nyaman.

Untung saja selera Hyena dan Kyungsoo hampir sama. Mereka tak terlalu berdebat saat pilihan mereka berbeda. Dan Kyungsoo juga sering kali bersedia untuk mengalah. Membuat Hyena kagum akan sifat dewasa dari suaminya itu.

“setelah ini, kita mau membeli apa?” tanya Kyungsoo

“aku mau membelikan oppa kemeja”

“kemeja?”

Hyena mengangguk. Ia langsung menarik Kyungsoo. Tak mempedulikan barang bawaan pria itu yang lumayan besar.

************

 

 

“yang ini? Atau yang ini?” tanya Hyena seraya menunjukan beberapa kemeja pilihannya.

Kyungsoo menghela napas. Pilihan apapun Kyungsoo akan suka. Toh, ia tak terlalu peduli denganFashion.

“beli saja semuanya” ujar Kyungsoo

“jangan! Nanti uangmu terkuras banyak”

Kyungsoo berdecak kesal. Selalu saja seperti ini. Hyena memang tipikal wanita irit. Bahkan kelewat irit. Terkadang Kyungsoo bingung, mengapa Hyena memikirkan uang kalau tetap saja menggunakan uang miliknya?

“oh ya, oppa suka warna apa?” tanya Hyena

“hitam” setelah mendengar jawaban Kyungsoo, Hyena langsung menaruh semua pilihannya. Kemeja yang ia pilih tak ada yang berwarna hitam. Wanita itu mulai kembali mencari kemeja dengan warna kesukaan suaminya itu.

Kyungsoo lebih memilih duduk. Ia memijat pelan kedua kakinya. Ia biarkan barang bawaannya di letakan di lantai. Kyungsoo melirik jam tangan hitam miliknya. Ia menghela napas.

 

Kenapa wanita suka berlama-lama saat berbelanja?

 

Malam hari

Kyungsoo dan Hyena memutuskan untuk menonton film di rumah. Dengan ditemani Cola danPopcorn. Lampu yang dimatikan membuat suasana canggung satu sama lain.

Hyena pun menaruh kepalanya di pundak Kyungsoo. Namun pria bermata bulat itu tak terlalu mengrubis. Ia terlalu terlarut suasana film. Hyena tersenyum. Jarang-jarang bisa sedekat ini bersama Kyungsoo. Ia baru menyadari ternyata suaminya adalah pria baik. Pria dengan kepribadian dewasa yang perhatian.

 

Mata Kyungsoo dan Hyena membulat saat melihat suatu adegan di film. Mereka menelan Salivadengan kasar. Bahkan selama menjadi suami istri, mereka belum pernah melakukan ‘itu’.

Dengan tangan bergemetar, Kyungsoo langsung mematikan film. Mereka terdiam di dalam kegelapan. Saling mengatur dentuman jantung masing-masing.

“Hyena-ya”

“mmm?”

Kyungsoo menelan Saliva nya dengan kasar, “kau memikirkan hal yang sama denganku kan?”.

“i–iya. Oppa mau?”

 

 

Keesokan harinya

Kyungsoo dan Hyena asyik memasak kue bersama. Sesekali mereka mengoleskan bahan-bahan kue. Wajah Kyungsoo terlihat lebih bersih dari Hyena. Karena memang pria itu membalasnya 2 kali lipat dari Hyena.

“sudah, oppa”

“kau mengoleskan mentega ke wajah ku”

Hyena mengerutkan bibirnya, “kau juga mengoleskan Cream ke wajah ku” bela Hyena. Kyungsoo hanya terkekeh geli. Ia pun menarik tangan tangan mungil Hyena lalu membersihkan wajah cantiknya dari tepung dan Cream.

“oppa, nanti malam kita Dinner di luar ya?” pinta Hyena

“baiklah”

“oh ya, sekalian ke wahana permainan!” seru Hyena, Kyungsoo hanya mengangguk.

Tiba-tiba Hyena memeluk Kyungsoo. Merasakan kehangatan yang menjalar dari tubuh mungil suaminya itu. Kyungsoo terlihat kaget. Ia terdiam membeku.

“aku beruntung memilikimu, oppa. Seandainya aku menyadari lebih cepat kalau suamiku sebaik dan perhatian seperti ini, aku memilih untuk tak berkhianat”

Mendengar itu, Kyungsoo hanya diam. Matanya terasa panas. Cairan bening menumpuk di pelupuk matanya.

 

Apa yang harus ia lakukan?

************

Sebelum Dinner, Kyungsoo dan Hyena memutuskan untuk bermain. Kyungsoo memang bukanGamers seperti Hyena, tapi pria bermata bulat itu cukup handal bermain.

“oppa! Kau tidak boleh menang”

“hei! Aku tidak memakai cara curang”

Hyena mengerutkan bibirnya. Ia tetap fokus pada Game. Seruan mereka tak mengganggu pengunjung lainnya. Bahkan teriakan mereka tenggelam oleh suara pengunjung.

Yes! I win!” seru Kyungsoo sambil melempar senyum puas ke arah istrinya.

Hyena berdecak kesal. Suaminya itu tak mau mengalah sekalipun pada istrinya sendiri. Hyena pun melipat kedua tangannya dengan sebal.

“oppa mau apa?” tanya Hyena

“terserahmu”

Hyena terdiam. Ia terlihat berpikir. Lalu senyuman melengkung manis di bibir tipisnya. Perlahan ia mendekati Kyungsoo lalu mendaratkan bibir Cherry miliknya pada bibir sang suami.

 

CUP!

 

Kyungsoo membeku di tempat. Matanya membulat sempurna. Tak menyadari Hyena yang berlari malu.

************

Hyena memeluk manja lengan Kyungsoo. Mereka berjalan menuju Restaurant Prancis. Keduanya memang suka makanan Prancis.

“oppa mau makan apa?” tanya Hyena, ia pun membolak-balik halaman buku menu.

“apa saja”

“baiklah! Fettuccini, Spaghetti, Pizza dan—“

“tunggu dulu, tunggu dulu! Siapa yang mau menghabiskan seluruh makanan?” tanya Kyungsoo memotong.

“aku dan oppa” jawab Hyena polos.

“Hyena-ya, aku tahu makanmu banyak. Tapi bisakah untuk tak berlebihan?”

Hyena menatap polos Kyungsoo, “oppa takut uang mu habis? Kemarin kita habis berbelanja. Apa kita pesan Fettuccini saja?”.

Kyungsoo menepuk dahinya. Uang habis tak masalah. Tapi kalau makanan tak habis, siapa yang makan?

“makan dulu satu menu makanan, kalau kau masih lapar, tinggal  pesan lagi” ucap Kyungsoo

ay, ay Captain!” seru Hyena sambil membuat postur hormat.

 

Saat makan, Kyungsoo hanya melirik Hyena yang asyik menikmati Fettuccini. Sepertinya wanita itu memang lapar setelah habis jalan-jalan bersamanya. Ia tersenyum. Hyena terlihat Cute di matanya.

“ada saus di bibirmu” ujar Kyungsoo dengan cepat ia membersihkan ujung bibir Hyena denganTissue.

Entah mengapa, jantung Hyena berdebar saat Kyungsoo melakukan hal seperti itu padanya. Wajahnya memanas. Semburat merah menghiasi kedua pipinya.

“oppa…”

“mmm?”

Hyena menundukan kepalanya, malu. Matanya ia gerakan ke kanan dan kiri. Jari-jari tangannya terlihat terus bergerak. “Pernah kah oppa merasa beruntung memiliki ku? Pernah kah oppa merasa bahagia telah menikahku?” tanya Hyena malu.

Kyungsoo membulatkan mata mendengarnya. Ia memandang Hyena yang gugup. Entah ia harus menjawab apa.

“pernah, dan akan selalu bahagia karena aku menikahi mu. Memangnya kenapa?” tanya balik Kyungsoo

“bukankah aku istri yang buruk?”

“kata siapa?”

“eh?”

Kyungsoo tersenyum manis, “kau istri yang baik. Selalu berusaha mengurusi ku. Walaupun pada akhirnya aku sendiri yang melakukannya. Mungkin karena aku yang terlalu mandiri membuatmu merasa istri yang buruk. Tapi sungguh, kau istri yang baik” ujar Kyungsoo. membuat Hyena tersenyum manis.

“dan kau akan menjadi satu-satunya wanita yang ku nikahi”

Ucapan Kyungsoo sukses membuat wajah Hyena memerah malu. Wanita itu menundukan kepalanya dengan cepat.

 

Sepertinya, Hyena mulai jatuh hati pada pria yang kini berstatus suaminya itu.

 TBC

Advertisements

4 thoughts on “Mistake (Chapter 1 Of 2)

  1. Kak….. yaampun…. ffnya TT___________TT
    Aduuhh feels nya parah banget yaampun bsjdgjajshsgsg :”””((
    Pertama aku random search gt eh tertarik dama gambar posternya/? Seru juga nih chansoo biasanya angst kan.___. Pas baca ceritanya aku rada gimana gt… kaya males…. soalnya yaa gitu… married life lagi, aku kira bakal bikin boring dan pasti storyline nya tentang arranged married terus… tapi ternyata aaaaaa bagus banget TT_______TT
    Huhuhuuu Hyena tuh sebenernya salah paham :””(( dia tuh ngerasa bersalah banget selalu cuek sama kyungsoo :””(( dia juga kayanya ngelanjutin hubungan sama chanyeol udah gaada feels apa-apa :””(( dia kira kyungsoo juga cuek sama dia karna pasti udah ada chanyeol yg ngejagain… duuh taunya emang yaa kyungsoo tuh perhatian bangeett :””(( malah sayang banget sama hyena sampe2 dia ngerelain hyena tetep ngejalin hubungan sama chanyeol :””””((
    Sebenernya kyungsoo sakit apa huhuhuu katawnya serem banget kaya kenapa penyakit yang udah aku stadium akhir gitu TT_________TT
    Huaaaaa parah kak ff nya hurt banget astaga pengen nangis bacanyaaa :”””((
    Keren banget huhuhuu nyesek gilaaa baper jugaaa yaampun kak good job!!! :”((((

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s