DON’T LEAVE ME (CHAPTER 3)

DON’T LEAVE ME (CHAPTER 3)

ff Don't Leave Me New Poster

Author : Vera Riantiwi
Tittle : Don’t Leave Me
Length : Chapter
Cast : – Im Yoona Girls Generation
– Lee Donghae Super Junior
Other Cast : Kim Kibum, Kim Taeyeon, Park Junsoo, Kwon Yuri, Kim Yeojin (OCS), Lee Donghwa (OC) Etc
Genree : Romance, Sad, Family
Author Note : Annyeong !! chingu masih ingat dengan cerita yang gk nyambung ini gak??? hehehhehe… mav udah lama banget baru bisa post ini … semoga tidak mengecewakan… dan maaf bila ada typo yang berantakkan… .

Author No Comment deh,,,,, ^^
Happy Reading dan yang terpenting ‘Maafkan atas banyaknya Typo’

Disclaimer : ini hanya sebatas ff. Jadi mereka yg disini hanya pinjam. Terinspirasi oleh pemikiran sendiri, so DON’T COPAS!!!
ALLOWED!!

Synopsis : “ Entah sudah berapa lama aku menunggumu, Mulai pagi hingga Senja, Detik demi detik, hari demi hari. Waktu saat ini tak lagi berarti yang terpenting adalah dirimu. Kapan kau akan kembali kesisiku lagi, aku sangat merindukanmu, sangat dan sangat merindukanmu dan sangat Mencintaimu. Sampai Saat ini pun aku tetap menunggumu, ditempat yang kau janjikan untuk menemuiku”.

# Flashback#
“Baiklah akhirnya selesai juga. Yoong, Kamu tinggal design gaun yang indah-indah ne, Oppa dan Eonnie tidak akan ribet dengan model nya. Dan Oppa yakin kamu sudah tau kan selera kami seperti apa. Sekarang sudah selesai dan akh sudah masuk jam makan siang bagaimana kita makan siang sama-sama. Sudah lama kan kita tidak kumpul-kumpul seperti ini. ahhh yyaa Yoong coba kamu hubungi Taeyeon dan Leeteuk juga. Dan kamu Soo, Hubungi Kyuhyun juga. Okke.” Ucap Donghwa.
“ Oppa aku bisa tidak ikut makan siang ini, aku meresa nanti aku akan jadi orang asing di antara kalian yang berkencan.” Ucap Yoona kesal mendengar usulan Donghwa.
“hahhahhah ….Oppa lupa. Tidak apa-apa lah Yoong, Lagi pula Donghae juga ada dan dia juga kan tidak ada pasangannya. Siapa tau kalian bisa dekat nanti… hahhahhaha…” ledek Donghwa.
“Yaalkkk. Oppa/Hyung…” Ucap Yoona dan Donghae bersamaan.
“tuh kan kalian tuh cocok sekali dan kompak pula. Benarkan Soo, changi” ledek Donghwa. Yoona dan Donghae hanya mendengus mendengar ledekan itu. Dan saling membuang muka. Melihat kelakuan Donghae dan Yoona mereka pun tertawa puas.

@ Café
Setiba di sebuah café mereka memesan tempat yang sangat Privet karena Donghwa merasa makan siang ini tidak ingin ada yang menggangu. Karena jarang sekali moment seperti ini, Donghae bisa ada disini dan Yoona yang sekarang sedang sibuk dengan butik bisa menyempatkan diri. Walau kesibukannya sekarang ini dia yang membuat untuk mengalihkan rasa kesedihan dan kesepian karena di tinggal Kibum. Memang kabar kecelakaan dan meninggal nya Kibum itu pukulan terhebat dalam hidup seorang Im Yoona. Dia berusaha untuk bangkit dari keterpurukan yang ada saat ini.
“ ahh, ya Yoong kamu mau pesan apa?” tanya Donghwa pada Yoona tapi tidak ada respon apapun dari Yoona. Melihat itu Donghwa pun heran dan di mengalihkan buku menu pada Yoona. Namun pandangan Yoona hanya terpaku lurus pada bangku kosong yang ada di sampingnya. Donghwa yang melihat itu bingung dan bertanya pada Taeyeon. Yang saat ini pun melakukan hal yang sama dengan Yoona. “Taeng-ah, Apa kamu tau Yoona kenapa?” tanya Donghwa.
Taeyeon yang merasa ditanya langsung terkaget dan menoleh pada Donghwa.
“Ooh, tempat ini sering di datangi Yoona dengan mendiang Kibum Oppa. Mereka melakukan kencan dengan dinner ditempat ini. dan tempat duduk yang disana adalah tempat duduk kenangan mereka berdua.” Ucap Taeyeon parau.
“Mian, Taeng oppa tidak tau kalau tempat ini ada kenangan kalian. Kenapa kamu bisa tau . Taeng-ah?” tanya Donghwa.
“Kami berempat pernah makan bersama jadi kami tau.” Ucap Jungsoo.
“Yoong, Gweachana? Apa kita pindah Café saja.” Ucap Sooyoung sambil berusaha membuyarkan lamunan Yoona.
“Ehh, Eonnie kenapa?” tanya Yoona yang sudah kembali tersadar dari lamunannya.
“Kita pindah Café saja Yaa Yoong,” ucap Donghwa.
“Tidak usah, Oppa. Aku tidak apa-apa kok. Kita lanjutkan saja ne. Kalian sudah pesan makanannya belum. Disini itu terkenal dengan dagingnya yang enak. Aku dan Kibum oppa sangat suka sekali makan disini. Kalau Kibum oppa masih hidup mungkin dia akan senang kita makan disini dengan lengkap.” Ucap Yoona lemas.
Setelah mereka memesan makanan mereka sibuk dengan pembicaraan masing-masing.

# Im Yoona pov #
Donghwa oppa mengajak kami makan siang bersama, padahal aku tidak ingin ikut tapi oppa memaksa. Akhirnya aku ikut dan setelah tiba ditempat yang dituju. Aku terkejut setelah sampai di café ini. di tempat yang banyak kenangan bersama Kibum Oppa. Kenapa harus di tempat ini.
Setelah sampai di tempat ini aku hanya terpaku pada bangku kosong yang ada dihadapan ku. Seolah ada film yang berjalan di depan tentang kebersamaan aku dan Kibum Oppa. Sampai tidak aku sadari semua terpaku pada ku setelah aku sadar dari lamunan ku. “Yoong, Gweachana? Apa kita pindah Café saja.” Ucap Sooyoung Eonnie lembut.
“Kita pindah Café saja Yaa Yoong,” ucap Donghwa Oppa.
Aku merasa tidak enak pada mereka semua gara-gara aku mereka jadi sedih lagi.
“Tidak usah, Oppa. Aku tidak apa-apa kok. Kita lanjutkan saja ne. Kalian sudah pesan makanannya belum. Disini itu terkenal dengan dagingnya yang enak. Aku dan Kibum oppa sangat suka sekali makan disini. Kalau Kibum oppa masih hidup mungkin dia akan senang kita makan disini dengan lengkap.” Ucap Yoona lemas. Mian, Eonnie Oppa aku belum bisa melupakan Kibum Oppa. Jadi tolong kasih waktu aku untuk melakukan itu.Ucap Yoona dalam hati.
Setelah selesai makan aku berpamitan untuk pergi daluan karena ada urusan mendadak. Aku berbohong kepada mereka, karena aku tidak ingin membuat siapa pun khawatir lagi terhadap ku. Aku ingin pergi ke taman sebentar untuk melepas sesak ini.
Setibanya di taman Yoona langsung duduk di bawah pohon yang selalu dia pakai bertemu dengan Kibum.
“Oppa, hari ini aku, Taeng eonni, Soo Eonni, Kyuppa, Teuki oppa,Donghwa oppa dan Yeojin Eonnie kami makan bersama di Café Favorite oppa. Pasti kalau oppa masih ada disana aku tidak akan merasa sendirian. Aku tidak ingin sedih lagi di dapan mereka maka dari itu aku berusaha menahan air mata ini oppa. Oppa aku benar-benar rindu pada mu.” Ucap Yoona terisak. Tanpa Yoona sadari ada seseorang yang mengikutinya. Orang itu adalah Lee Donghae. Dia sengaja pergi dengan alasan lelah pada mereka semua dan malah dia memutuskan mengikuti mobil Yoona dan dia melihat dan mendengar yang Yoona bicarakan. Dia bisa melihat ada yang di rasakan gadis itu. Beruntung sekali Kibum bisa mendapatkan gadis yang benar-benar mencintainya. Walau dia sudah meninggal tapi dia tidak dengan mudah melupakannya. Kibum-ah apa boleh Hyung menjaganya. Menggantikan mu untuk melindunginya. Mencintainya? Ucap Donghae dalam hati.
“Kibum tidak akan senang kalau kamu seperti ini.” ucap Donghae. Yoona yang mengetahui ada orang lain segera menghapus sisa air matanya.
“Kau, mau apa disini, kalau mau menuntut ganti rugi kan tadi sudah di jelaskan oleh Donghwa Oppa.” Ucap Yoona ketus terhadap Donghae.
“Tidak lagi pula aku bukan orang miskin yang akan terus menerus menuntut ganti rugi. Lagi pula mungkin aku juga salah dalam hal itu.” Ucap Donghae santai dan Yoona hanya mendengus sebal.
“Lalu untuk apa kamu kemari? Apa kau mengikuti aku pergi dari tadi. Karena tidak ada yang tau tempat ini selain aku dan… Kibum Oppa,” Ucap Yoona dengan lirih.
“Aku hanya tidak ingin kamu terus seperti ini Aghasi. Karena Kibum pasti tidak akan senang.” Ucap Donghae tenang.
“Tau apa kau tentang Kibum Oppa?” Bentak Yoona.
“Karena aku lebih dulu mengenal Kibum disbanding kamu Aghasi. Karena dia sahabatku sejak kecil dan sudah aku anggap seperti dongsaengku sendiri. Mungkin aku tidak ada waktu pemakaman kibum karena aku sendiri sedang menghadapi kasus di perusahaan yang di Jepang jadi aku hanya diwakilkan Donghwa Hyung saja.” Jawab Donghae dengan santai.
“Tapi Kibum oppa tidak pernah cerita tentang kamu.?” Tanya Yoona heran.
“Kibum mungkin tidak pernah cerita apapun tentang ku, Tapi dia selalu banyak cerita tentang kamu. Karena setiap aku libur aku pasti ke Korea dan menghabiskan waktu bersama Kibum. Setiap Kibum mau memperkenalkan kamu kepada ku selalu saja gagal. Jadi kita tidak pernah bertemu. Dan terakhir waktu aku member dia kabar bahwa hari ini aku akan kembali ke Korea dan menetap disini dia senang sekali dan dia berjanji akan menjemputku. Tapi belum sempat dia menjemputku dia sudah dijemput dengan maut.” Jelas Donghae kepada Yoona. “Dan sampai saat ini pun aku belum ke makam nya. Apa kamu mau menemaniku kesana?” tawar Donghae.
Yoona hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Untung saja Yoona tidak membawa mobilnya. Dia ke tempat itu dengan menggunakan taksi. Jadi Donghae dan Yoona berangkat bersama ke makam Kibum. Tak lupa Yoona membeli buka Lili putih kesukaan Kibum. Setiba disana tangis Yoona tidak dapat di tahan lagi. Yoona langsung memeluk nisan nama yang bertulisan nama Kibum disana. Semua kesedihan yang dia pendam selama ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Tangis itu tangisan kepiluan yang sangat menyiksa. Donghae yang melihat itu tidak tega dan ditariknya Yoona dalam pelukannya agar Yoona sedikit tenang. Akhirnya usaha Donghae tidak sia-sia, sedikit demi sedikit Yoona tenang dan itu membuat Donghae lega. Dia mengusap lembut puncak kepala Yoona, sembari dia menatap nanar nisan itu. Dia tidak menyangka Kibum orang yang di anggap dongsaeng itu harus pergi dan itu karena kecelakaan maut yang merengut nyawanya. Akhirnya Yoona tersadar dan melepaskan pelukannya dan Donghae yang tersadar pun melakukan yang sama, mereka merasa gugp satu sama lain.
‘Ekkhhmm sudah sore kamu mau tidak ingin pulang?” tanya donghae untuk menghilangkan kegugupan yang ada. Yoona hanya menganggukan kepalanya. Akhirnya Donghae mengantarkan Yoona pulang kerumahnya. Di sepanjang perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan. Hanya ada suara angin dan music yang menemani perjalanan mereka. “Emm…kita belum berkenalan secara resmi. Annyeong Lee Donghae Imindah,” Ucap Donghae sambil focus pada jalanan yang ada di depannya. “ Nde, Annyeong Im Yoona Imindah.”ucap Yoona yang masih sedikit gugup tentang kejadian tadi. “Semoga kita bisa saling dekat ne,”Ucap Donghae tulus. Yoona hanya menjawab dengan senyuman.
“Ahh, Ia aku harus mengantar kamu kemana, Yoon?”tanya Donghae ketika sadar ia tidak tau arah yang akan dituju. “Aku tinggal di rumah Taeng eonnie, Donghae-shi.” Jawab Yoona kaku. “Aiishh, tidak usah seformal itu panggil Donghae saja atau kamu mau panggil aku Oppa juga tidak apa-apa…kekkekek”gurau Donghae dia hanya ingin mencairkan suasana yang ada saja. “Ne, Donghae-shi… ahh maksud aku Donghae oppa.” Jawab Yoona gugup sekali.
Setelah tiba di depan rumah Yoona segera keluar dari mobil Donghae dan tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Donghae.”Oppa, Gomawo ne sudah mau mengantar aku pulang. Apa Oppa ingin mampir dahulu ke dalam. Sepertinya didalam ada Teuki Oppa. Hahh.. aku harus menyaksikan kemesraan mereka lagi.”Yoona mendengus sebal. “hhahhahha, kamu ini mereka kan sudah bertunangan wajar saja. Aku saja setiap Hyung ke Jepang dengan Noona aku hanya menyaksikan mereka bermesraan setiap hari. Jadi wajar saja, Yoong” Ucap Donghae. “Oppa benar, dulu juga aku seperti itu seperti itu dengan…”ucapan Yoona terputus karena Donghae langsung mengalihkan pembicaraan. “Yoong, Oppa pamit saja yaa… Oppa lelah karena sampai di Korea oppa belum istirahat sama sekali. Sampai ketemu lagi ne,” ucap Donghae.
Yoona akhirnya masuk dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Melihat itu Taeyeon dan Leeteuk heran melihat dongsaeng mereka tersenyum gembira seperti itu. Tapi mereka juga senang karena mereka semua merindukan senyum tulus yang ada di wajah Yoona itu. “Kayaknya ada yang senang ya Oppa?” sindir Taeyeon. Mengetahui hal itu Yoona langsung tersadar dari lamunan indahnya. “Ne, Eonnie bicara apa?” tanya Yoona kikuk. “Eonnie bertanya pada Teukie Oppa kok ada yang sedang bahagia. Apa karena kencan dengan Donghae. Apa yang dibuat ikan tengik itu membuat adik kesayangan eonnie bisa sebahagia ini. Ehhmm?” tanya Taeyeon. Semburat merah di wajah Yoona tidak bisa di tutupi lagi dan bukannya menjawab pertanyaan Taeyeon, Yoona langsung bergegas masuk kekamarnya. Yang dia dengar hanya tawa Taeyeon. Yoona langsung mengunci pintu kamarnya dan dia mengingat kejadian di makam Kibum Oppa tadi waktu Donghae memeluknya lembut. Nyaman dan tenang. Yoona merasakan pelukan Kibum pada diri Donghae dan debaran jantungnya yang tidak karuan persis waktu pertama kali dia bertemu dengan Kibum. “Apa mungkin aku secepat itu melupakan Kibum Oppa dan jatuh cinta pada Donghae oppa yang baru dikenalnya setengah hari ini.” gumam Yoona dam Yoona hanya tersenyum malu mengingat kejadian kegugupan mereka setelah sadar akan kejadian itu. “Apa boleh aku jatuh cinta lagi? Tapi aku takut, kejadian seperti oppa akan terjadi lagi.”gumam Yoona sedih.

# Donghae POV #
Setelah mengantar Yoona pulang Donghae namja itu langsung menuju kamarnya dan dia mengingat kejadian yang baru saja ia lalui. Dia tidak menyangka kalau dia beranai untuk memeluk Yoona erat seperti itu. Entah setan apa yang merasukinya tapi yang ada di pikirannya hanya membuat Yoona nyaman dalam pelukannya. Donghae hanya ingin membuat Yoona tenang. Dan kenapa Jantungnya berdetak dengan kencang. “Apa mungkin aku jatuh cinta pada Yoona secepat itu. Kibum-ah, maafkan Hyung apa boleh hyung juga mencintai Yeoja yang kau cintai. Hyung janji akan menjaga dia dan membahagiakan dia.” Gumam Donghae. Entah apa yang akan terjadi biasanya dia tidak akan mudah untuk jatuh cinta kepada yeoja secepat itu. Tapi setelah melihat Yoona entah kenapa yeoja itu mampu meluluhkan hatinya secepat itu.

Esok harinya
Donghae bangun dari tidurnya dengan semangat, entahlah apa yang membuat dia begitu semangat untuk bangun dan pergi ke kantor. Dia merasa ada sesuatu yang akan membuatnya bahagia. Setalah rapih dengan pakaian kantornya Donghae segera turun dari kamar nya menuju ke ruang makan. Disana sudah berkumpul orang tuanya dan kakaknya. Mereka tampak heran melihat Donghae yang hari ini begitu bahagia.
“Kemarin sehabis pulang dari makan siang kamu kemana saja Hae-ah? Kamu tidak langsung pulang kerumah kan?” tanya Donghwa kepada Donghae.
“ Ada urusan hyung dengan teman.” Jawab Donghae singkat.
“Ooohh, Hyung kira kamu pergi dengan Yoona karena dia tidak kembali lagi ke butik dan itu membuat Sooyoung Khawatir.” Gumam Donghwa. Dan seketika itu Donghae yang sedang meminum susu nya tersedak.
Uhhhkkk…..
“ kamu kenapa Hae-ah. Makanya pelan-pelan saja. Hari ini kamu semangat sekali sih.” Ucap Eomma Donghae.
Donghae hanya menjawab dengan senyum tipis. Melihat kelakuan Donghae yang menjadi salah tingkah membuat Donghwa curiga, tapi dia tersenyum karena bila benar Donghae dan Yoona dekat akan mempermudah Yoona untuk sembuh dari keterpurukan ini. “semoga saja Donghae berhasil” gumam Donghwa dalam hati.
“Kajja, Hyung kita berangkat nanti keburu macet.” Ajak Donghae. Donghwa hanya geleng-geleng melihat kelakuan dongsaengnya itu.

Setiba dikantor Donghae segera memasuki ruangannya. Di sana dia hanya tersenyum mengingat kejadian kemarin antara dia dan Yoona. Saking asyiknya dia melamun hingga dia tidak menyadari kedatangan Cho Kyuhyun sahabatnya. Melihat kedatangannya tak dihiraukan oleh Donghae ide jahil menghampirinya.
“Yakkk, Lee Donghae apa ini pekerjaan mu di Jepang sana menghabiskan waktu untuk melamun sambil tersenyum tidak jelas seperti itu.”
Mendengar pekikan Kyuhyun, akhirnya Donghae tersadar. “Ada apa Kyuhyun kau kemari?” tanya Donghae.
“Hyung, ayo kita makan siang bersama lagi. Karena Sooyoungie ku, sibuk dengan persiapan pernikahan Donghwa Hyung. Sampai Namjanya sendiri tidak dihiraukan dan malah menyuruh aku makan sendirian. Ayo lah Hyung temanin aku makan ne,” bujuk Kyuhyun sambil mengeluarkan puppe eyes nya. Melihat itu Donghae merasa jijik.
“Yakk, Kyu apa yang kamu lakukan, aiiiss jinjja itu benar-benar menjijikan kau tahu itu.” Omel Donghae.
Kyuhyun hanya tersenyum tidak jelas karena dia berhasil membujuk Sahabatnya itu untuk makan bersamanya. Setelah tiba di café dekat kantor Donghae tidak lama setelah mereka tiba ternyata Donghwa dan Jungsoo berjalan bersama untuk makan siang.
“Hyung!” pekik Kyuhyun.
“Yak, Kyu kenapa kamu memekik seperti itu. Memalukan.” Dumel Donghae.
“Hai, kalian makan disini juga. Tumben kamu Kyu sendiri. Biasanya kamu selalu bersama dengan Sooyoung. Dimana Nyonya Choi itu.” Tanya Jungsoo terhadap Kyuhyun.
“Nyonya muda Choi itu sedang sibuk dengan pakaian pernikahan Donghwa hyung. Dan dia lebih memilih menemani kertas-kertas itu dan menemani Yoona makan di sana. Karena tidak ingin meninggalkan dongsaeng kesayangannya sendirian. Kalian sendiri dimana para Noona-noona. Kenapa tak nampak bersama kalian.?” Tanya Kyuhyun heran.
“Kim Yeojin, sedang sibuk dengan persiapan pernikahan kami” tanya Donghwa. “Taeng, dia sedang sibuk dengan perusahaannya setelah kepergian Kibum. Taeyeon lah yang menghendel semuanya.”Ucap Jungsoo.
“Ahhahhhah kalian ini kasian sekali ya dicuekin dengan yeojachingu kalian sendiri.” Tawa Donghae meledak.
“Yakk Donghae/Hyung…” pekik mereka bersama.
“Hyung kan tidak punya yeojachingu jadi tidak merasakannya. Coba kalau hyung mempunyai yeojachingu yang sibuk seperti kami. Hyung pasti merasakan apa yang kami rasakan.” Omel Kyuhyun.
“Sudah-lah Kyu, kita lanjutkan makan siang kita saja ne. Hyung masih harus kembali ke kantor Hyung dan Hyung harus ke kantor Taeyeon untuk membantunya.” Lerai Jungsoo. “Ahh ia Hae, Hyung baru ingat kemarin kamu yang mengantar Yoona pulangkan? Kalian bertemu dimana?” tanya Jungsoo. Semua terkejut mendengar perkataan Jungsoo. Donghwa yang memang sudah menduga itu langsung tertuju pada Donghae. Donghae yang ditanya bingung harus mengatakan apa.
“Ahh, aku bertemu di jalan Hyung. Dan aku meminta dia mengantarkan aku ke makam Kibum?” jawab Donghae yang sedikit gugup. “ MWWoo, Hyung Gila meminta Yoona ke sana? Hyung tau Yoona sedang terpuruk.” Pekik Kyuhyun. “Kyu, tenanglah” Jungsoo berusaha menenangkan Kyuhyun.
“Mian, aku tau aku bersalah. Tapi aku berusaha agar Yoona tidak terus berlarut dalam kesedihan ini. aku hanya tidak ingin Kibum tidak bahagia di surge sana.” Jawab Donghae tenang.
“Kamu benar Hae. Aku juga merasa Yoona sedikit berubah. Dia pulang dengan senyum yang tidak lepas dari wajah cantiknya. Senyum yang kami rindukan, senyuman lembut., Gomawo Hae-ah. Karena membuat Yoona kembali tersenyum lagi. Hyung mohon tolong buat Yoona selalu tersenyu dan bahagia. Tolong jaga dia. Karena melihat Yoona bahagia Hyung juga ikut bahagia. Karena kebahagian Yoona adalah kebahagian Hyung dan Taeyeon.” Mohon Jungsoo pada Donghae.
“Hyung, bicara apa? Aku dengan Yoona kan baru bertemu kemarin. Lagi pula Yoona milik Kibum. Aku tidak ingin Kibum marah dengan ku Hyung.” Donghae berusaha menolak dengan halus.
“Kibum tidak akan marah, Hae-ah. Dia pasti juga ingin melihat Yoona bahagia. Walau dia tahu kebahagian Yoona sekarang bukan dengan dia karena dia sudah pergi. Dan kebahagian Yoona sekarang adalah ada di kamu Hae-ah.” Donghwa berusaha meyakinkan Dongsaengnya.
“Hyung juga tau kalau kamu sebenarnya juga menyukai Yoona kan? Jangan pernah bohongi hatimu lagi Hae-ah. Cukup dengan kau kehilangan Jessica karena kau telat mengatakan perasaan kamu yang sesungguhnya.” Lanjut Donghwa.
“Arra, Hyung aku akan mencoba menjaga Yoona dan membuatnya bahagia. Gomawo karena kalian sudah mengizinkan aku untuk menjaganya hyung.” Ucap Donghae.
Akhirnya mereka makan dengan tenang dan sesekali mereka bercanda. Mereka berempat memang berteman baik dari sekolah sebenarnya mereka berlima. Tapi sekarang karena Kibum sudah meninggal jadi tinggal berempat.

# Im Yoona POV #

Ditempat lain pagi hari ini Yoona merasa sangat bahagia. Dia melihat langit pagi ini sungguh cerah secerah harinya. Dia tersenyum kembali ketika mengingat kejadian kemarin. Setelah selesai, Yoona segera keluar dari kamar nya menuju meja makan disana Taeyeon sudah siap dengan sarapan yang ada di meja makan. “Pagi, Taeng Eonnie” sapa Yoona dengan riang. “Pagi, Yoong. Ada apa nih sepertinya kamu sedang bahagia sekali. Ada apa? Ceritalah sama Eonnie.” Desak Taeyeon yang melihat Yoona begitu bahagia.
“tidak ada apa-apa kok, Eonnie.” Elak Yoona.
“Aiiishhh eonnie tau kamu Yoong. Pasti ada yang membuat kamu bahagia? Apa gara-gara Donghae oppa yang kemarin mengantar kamu pulang?” tanya Taeyeon.
“Bukan… bukan karena itu kok Eonnie.” Elak Yoona sambil menutupi kegugupannya.
“Yoong, kalau memang kamu ingin membuka hatimu untuk Donghae oppa tidak apa kok. Kibum Oppa juga pasti senang karena Donghae Oppa itu kakak yang di sayangin sama Kibum Oppa.” Jelas Taeyeon.
“Apa boleh Eonnie, aku jatuh cinta lagi? Aku takut akan kejadian seperti Kibum Oppa. Karena aku tidak ingin kehilangan seseorang yang aku cintai lagi Eonni.” Ucap Yoona lemah.
“Yoong, kamu tidak boleh bicara seperti itu. Mungkin memang Kibum Oppa bukan jodoh kamu. Lagi pula Jodoh tidak ada yang tau, changi. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di depannya.” Jelas Taeyeon.
Yoona mencoba mencerna perkataan Taeyeon. Dia juga masih belum yakin akan persaannya saat ini. dan dia juga tidak tau perasaan Donghae terhadapnya saat ini.
Yoona dan Taeyeon berangkat bersama tapi kali ini Taeyeon yang mengantar Yoona ke Butik karena mobil Yoona masih di Bengkel.
“Gomawo Taeng Eonnie, hati-hati di jalan ne.” ucap Yoona riang. Yoona masuk ke butiknya dengan senyum yang mengembang. Sooyoung, Yuri, Sunny, Hyeoyeon yang melihat Yoona tersenyum akhirnya mereka semua merasa lega karena Yoona yang mereka rindukan telah kembali. “Pagi… Eonniedul” sapa Yoona ramah. Sooyoung bukan menjawab malah berlari memeluk erat Yoona. “Yoong, kamu kembali. Kamu menjadi Yoona yang eonnie kenal seperti dulu.” Ucap Sooyoung.
“Ne, Eonnie aku tidak akan sedih lagi. Aku berjanji.” Ucap Yoona. Yoona tahu benar bahwa Sooyoung sangat menyayanginya dan dia tidak ingin lagi membuat orang sekelilingnya merasa sedih karena dia. Dan setelah itu mereka kembali di sibukan dengan kegiatan mereka masing-masing. Sampai pada saat jam makan siang Sooyoung lebih memilih menemani Yoona dari pada namjachingunya Kyuhyun. Itu membuat Kyuhyun marah, dan Yoona berusaha mengatakan pada Sooyoung kalau dia tidak apa-apa bila ditinggal sendiri karena masih ada Yuri, Sunny, Hyeoyeon yang menemaninya. “Eonnie,pergilah dengan Kyuppa. Aku tidak apa-apa kok.” Ucap Yoona memohon. Tapi Sooyoung tetap pada pendiriannya. Dan membuat Kyuhyun pergi dengan perasaan kesal. Melihat itu Yoona menjadi tidak enak karena melihat Kyuhyun dan Sooyoung yang bertengkar karena dirinya. Dan dia pun mempunyai ide untuk menghubungi Kyuhyun.” Yeobseyeo, Oppa naya Yoona.” Ucap Yoona lembut. “Wae, Yoong” jawab Kyuhyun ketus. “Oppa, marah ya dengan aku. Mian ne, aku tidak pernah melarang Soo Eonnie untuk tidak pergi dengan oppa. Ya sudah nanti malam bagaimana aku traktir kalian makan ne. Kita makan malam bersama dengan yang lain.”bujuk Yoona. “emmmm… gimana ya?” ucap Kyuhyun yang masih menimbang-nimbang ajakan Yoona. “ayolah Oppa disana nanti ada Jungsoo Oppa, Taeng eonnie, “ bujuk Yoona lagi. “Apa oppa boleh mengajak Donghwa hyung dan Yeojin noona?” tanya Kyuhyun. “boleh kok lebih banyak lebih rame.” Jawab Yoona riang.
“Kalau oppa mengajak teman oppa satu lagi boleh tidak?” tanya Kyuhyun lagi.
“Boleh kok, Oppa boleh mengajak siapa saja ne. asal oppa tidak marah dengan aku dan Soo Eonnie. Gimana?” tanya Yoona penuh harap.
“Arra, Oppa tidak akan marah dengan mu lagi Yoong, lagi pula mana bisa oppa marah lama-lama dengan dongsaeng oppa yang imut ini.” ucap Kyuhyun di telepon.”Jinjja Oppa, Gomawo ne, sampai bertemu di kafe biasa ne! Annyeong.” Yoona memutuskan sambungan teleponnya dengan riang.
Yoona langsung berlari ke ruangan Sooyoung. Dan disana dia bertemu dengan Oppa Sooyoung dan Istrinya. “Annyeong, Siwon Oppa dan Fany Eonnie.” Sapa Yoona ramah.
“Annyeong Yoong,” jawab mereka bersama. Minho yang melihat Yoona datang langsung berlari dan memeluk erat Yoona. “Yoong Imo Bogoshipo…!” Ucapnya riang.
“Wwaahhh, Eonnie Minho diajak kesini, apa boleh aku bermain dengan Minho Eonnie, Oppa.” Bujuk Yoona pada Siwon dan Tiffany. Melihat itu Siwon terkekeh dia paling tahu kalau Yoona sangat menyayangi anak kecil. “ tentu saja Yoong” jawab Fanny. Sebelum Yoona pergi keluar dia memberitahu mereka untuk ikut makan malam bersama nanti malam. “Oh iya, Siwon Oppa, Fanny Eonnie, Sooyoung Eonnie nanti malam kita makan malam bersama-sama nie… aku ingin berkumbul bersama kalian. Sudah lama juga kita tidak berkumpul bersama ne.” bujuk Yoona. Dan mereka semua menyetujuinya. Setelah itu Yoona pergi dengan Minho untuk bermain diruangannya. Diruang kerjanya memang sengaja dia siapkan mainan untuk anak-anak kecil apabila ada yang berkunjung ke butiknya supaya dia tidak jenuh. “Minho-ah, kamu ingin mainan apa? Yoona Imo punya mainan baru banyak sekali buat Minho. Minho senang tidak?”tanya Yoona pada balita imut itu. Minho hanya menjawab dengan senyuman imutnya. Yoona benar-benar menyayangi Minho. Dia ingin sekali mempunyai anak seimut Minho. Yoona akhirnya asyik bermain dengan Minho tanpa ia sadari seseorang sedang melihat itu dan tersenyum lembut. Ini lah Yoona yang mereka benar-benar rindukan. Orang itu adalah Sooyoung, dia tahu kalau Yoona akan lebih bahagia dengan Minho. Apa lagi dia baru tahu dari namjachingunya mengatakan bahwa Lee Donghae menyukainya dan mereka pulang bersama dan saat itu Yoona menjadi bahagia. Dia mengira bahwa Donghae adalah seseorang yang dia tunggu untuk membuat Yoona bahagia. “Donghae oppa, semoga oppa bisa menjadi obat penyembuh untuk Yoona. Aku ingin oppa selalu menjaganya.”ucap Sooyoung dalam hati. Melihat dongsaengnya bersedih Siwon pun segera menghampiri Sooyoung. “Wae, Soo? Apa ada masalah?” tanya Siwon lembut. “Anyo Oppa,Gweachana. Oppa lihat Yoona. My Deer kita sudah kembali. Dia tidak bersedih lagi oppa, dia tersenyum dan ketika melihat Minho dia benar-benar bahagia dan aku tidak pernah melihat dia seperti ini sejak kejadian buruknya itu. Aku bahagia sekali Oppa.” Ucap Sooyoung berusaha menjelaskannya.
“Oppa tahu itu. Kita kan sama-sama tahu kematian Kibum benar-benar pukulan terberat untuk Yoona yang selama ini selalu bersama Kibum. Kita harus memakluminya saja. Tapi syukurlah kalau Yoona sudah seperti sedia kala.” Jelas Siwon berusaha membuat dongsaengnya tenang.

Tok….tok…. tookkk

Pintu ruangan Yoona diketuk oleh seseorang. “Nuguseyo” tanya Yoona. “Ini Oppa Yoong” jawab Siwon dan membuka pintu ruangan Yoona. “Ada apa Oppa?” tanya Yoona yang masih sibuk bermain dengan Minho. Yang berlari-larian. “Oppa ingin menjemput Minho pulang, Yoong.” Jawab Siwon. “Yaaaa…. Oppa biarkan Minho disini ne, aku masih merindukannya. Nanti malam kita bertemu di kafe saja ne. hari ini aku ingin bermain bersama dengan Minho. Oppa boleh kan?” bujuk Yoona. “tapi Yoong nanti Minho merepotkan kamu.” Tolak Tiffany. “Anyo Eonnie, tenang saja hari ini aku ingin bermain dengan Minho ditaman. Minho pasti senang, Iya kan Minho-ah?” Yoona mencoba untuk membujuk Siwon dan Tiffany. “Baiklah, Eonnie izinkan kalian berdua pergi. Tapi Minho tidak boleh menyusahkan Yoona Imo ne,”Ucap Tiffany pada Minho anaknya, dan Minho hanya menganggukkan kepalanya dan senang lalu Minho segera berlari kepelukan Yoona. “Kajja, Imo kita pergi”Bujuk Minho pada Yoona. “Ne, Kajja Minho-ah. Bye Fanny Eonnie, Sooyoung Eonnie dan Siwon Oppa. Sampai ketemu nanti malam ne. Oia Soo Eonnie jangan lupa menghubungi Taeyeon Eonnie dan Teuki Oppa ne.”Ucap Yoona dan mereka pun pergi dengan riang dan sepanjang perjalanan mereka bernyanyi, bercanda bersama dan di dalam taksi yang mereka tumpangi menuju taman tidak ada keheningan selalu saja Minho berceloteh tentang orang tua nya. Dan itu membuat Yoona tersenyum lebar.
“Imo, sudah sampai. Kajja kita bermain sepuasnya. Minho sudah tidak sabar nanti kita juga harus berfoto bersama biar saja Kyuhyuh samcon dan Sooyoung Imo Iri dengan kita berdua ne.” celoteh Minho riang. Dan itu membuat Yoona tersenyum lebar. “ne kajja kita bermain buat Evil itu iri dengan kita berdua ne.” Yoona menjawab celotahan Minho. Dan mereka berjalan dengan riang, mereka menaiki hampir semua wahana yang ada disana. Tapi mereka berhenti karena mereka merasa perut mereka lapar. “Minho-ah, Imo lapar kita makan dulu ne, nanti kita lanjutkan lagi bermainnya.” Bujuk Yoona pada Minho. Minho mengangguk menyetujuinya. Dan mereka berjalan ke Restaurant terdekat yang ada disana. Setelah tiba disana mereka memesan makanan ketika sedang menunggu makanan yang mereka pesan tersaji mereka berbincang riang. Tiba-tiba saja seseorang menghampiri mereka berdua. “Donghae Samcon, Bogoshipo..”ucap Minho setelah melihat siapa yang datang. “akkkhhh Minho, Apa kabar kamu sedang apa disini dan bersama dengan siapa?” tanya Donghae. “Minho dengan Yoona Imo itu dia sedang duduk disana. Kajja kita makan bersama samcon.” Bujuk Minho pada Donghae.
“Annyeong Yoona-ah.” Sapa Donghae sambil menutupi kegugupannya entah kenapa jangtungny berdetak dengan cepat.
“Annyeong Oppa” balas Yoona singkat dengan senyum tulusnya.
“Yoong Imo, samcon boleh makan bersama dengan kita berdua kan?”bujuk Minho kepada Yoona. Yoona menjawab dengan menganggukan kepalanya setuju.
Mereka bertiga makan dengan senang sesekali mereka bercanda. Orang-orang yang melihat beranggapan bahwa mereka bertiga adalah keluarga kecil yang sangat bahagia. Karena tidak ada kecanggungan di antara mereka. Setelah selesai makan mereka bertiga pun melanjutkan permainan yang belum dicobanya. Minho bahagia sekali karena dia tau kalau Yoona selama ini selalu bersedih dan dia mendengar cerita dari orang tuanya dan para Imo dan Samcon yang bercerita bahwa Yoona sekarang selalu murung sejak kepergian Kibum samcon. “Yoong Immo apa Immo bahagia sekarang?” Tanya Minho dengan polosnya. Yoona yang mendengar itu tersenyum dengan manis. “Tentu saja Immo bahagia, Minho-ah. Kan Immo bermain sepuasnya dengan Minho.” Jawab Yoona dengan terseyum. “ah iya… Immo lupa kalau kita akan makan malam bersama dengan orang tua mu dan yang lain kajja kita segera kesana. Minho-ah.” Bujuk Yoona pada Minho. “Yoong Imo, kita minta diantar Donghae samcon saja ya… dari pada kita naik taksi.” Bujuk Minho pada Yoona. “Tidak bisa Minho nanti merepotkan Donghae samcon. Kita naik taksi saja ne!” tolak Yoona halus.
“ tidak merepotkan kok. Lagipula Samcon juga ada janji dengan Kyuhyun Samcon. Apa kalian akan makan di Café Yesung Hyung?” Tanya Donghae pada Yoona.
“Ne, benar….!” jawab Yoona.
“Ya, sudah berangkat bersama saja. Tidak merepotkan kok lagi pula kan searah.” Jawab Donghae.
“Apa benar tidak merepotkan. Ya,sudah kalau tidak merepotkan. Sebelumnya terima kasih. Dan maaf merepotkan.” Kata Yoona tulus.
“ Sama-sama… kajja kita berangkat nanti kalau kita telat Kyuhyun pasti akan mengamuk.” Jawab Donghae bercanda untuk menghindari kecanggungan yang ada.
Setelah di dalam Café ternyata hanya mereka bertiga saja yang baru tiba. Dan semua orang yang ada ruangan VIV Café terkejut melihat kedatangan mereka bertiga. Mereka tidak mengira bila Donghae dan Yoona bisa datang bersama-sama.

-TBC-

Heheheh … akhirnya chapter 3 selesai juga ya…. Butuh perjuangan buat lanjutin ff ini …
Apa yang akan terjadi di Café tersebut? Apa yang akan terjadi di antara Donghae dan Yoona.
Mian nie chigu kalau lama postnya dan kalo ceritanya gak nyambung diharap kan komentar & sarannya nie… gomawo chingudeul… ^-^

Advertisements

One thought on “DON’T LEAVE ME (CHAPTER 3)

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s