Late

2015-03-15_22.45.03

 

Yang Min Soo | Cast: Lee Donghae, Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae | Genre: Romance, Sad, Angst, Friendship | Length: Vignette | Rate: PG-13 | Disclaimer: Cast belong god. Don’t be plagiarism, i hope you like it guys 😉

 

“Maaf, aku terlambat memperbaikinya” – Jessica Jung

 

Seorang pria tampan tengah duduk di salah satu bangku taman. Pria itu merapatkan Coat cokelat miliknya. Sepertinya ia sangat kedinginan, begitu juga pria yang berada di hadapannya. Ia juga terlihat memeluk dirinya sendiri sangking dinginnya.

Hari ini cuaca terlihat tidak mendukung. Salju lumayan lebat dan jalanan ditutupi oleh salju. Bahkan banyak transportasi umum yang terpaksa dihentikan. Orang-orang pun terpaksa berjalan kaki sampai ke tempat tujuan mereka.

Pria tampan yang tak lain bernama Lee Donghae sesekali menengok ke arah kanan dan kiri, berharap orang yang ia tunggu sejak 3 jam lalu datang. Padahal Cho Kyuhyun, temannya menyuruhnya untuk pulang karena orang yang Donghae tunggu tak akan datang.

“YA! Donghae-hyung! Sampai kapan kau mau menunggunya? Kita sudah menunggunya lebih dari 3 jam” kesal Kyuhyun

“aku yakin dia datang, Kyu. Aku yakin” ujar Donghae tetap dengan keras kepalanya.

“dia tak akan datang, hyung. Dia tak akan datang! Ayo, kita pulang! Kulitmu terlihat pucat”

“aku akan tetap menunggunya, aku yakin dia datang”

“YA! Lee Donghae!”

“Kyuhyun-ah, kalau kau tak mau menemaniku, lebih baik kau pulang” saran Donghae

“wanita itu tak akan datang sampai kapanpun, Hae-hyung” lirih Kyuhyun

“aku yakin dia datang, Kyuhyun-ah! Aku yakin” seru Donghae sambil merapakan pelukannya pada sebuah kotak cantik yang berada di dekapannya.

 

“kau bodoh, hyung”

Donghae menghela napas, ia membenarkan sindiran Kyuhyun. Donghae pria bodoh yang masih mau bersama seorang wanita yang jelas-jelas menduakannya. Donghae pria bodoh yang masih mau bersama wanita yang selalu bermain di belakangnya. Cinta Donghae pada wanita itu membuat Donghae bodoh. Cinta Donghae pada wanita itu membuatnya buta. Ia tak peduli berapa kali ia dibodohi oleh wanita itu. Ia tak peduli berapa kali terluka karena wanita itu. Yang terpenting bagi Donghae, ia masih memilikinya. Tak masalah bila wanita itu selalu menggores luka padanya.

 

Selama Donghae masih memilikinya, itu tak masalah. Donghae pria bodoh yang memberikan beratus kesempatan pada wanita itu. Donghar benar-benar pria naif yang selalu memaafkan wanita itu dan berusaha melupakan kesalahan wanita itu atau bahkan berpura-pura tidak tahu atas kesalahan wanita itu.

 

 

 

 

Donghae merasakan tangannya membeku. Kyuhyun menatap sahabatnya, ia tahu Donghae terlalu mencintai wanita itu. Ia juga tahu kalau Donghae adalah orang paling keras kepala yang pernah ia kenal.

 

 “Donghae-hyung…”

“aku yakin dia datang, Kyuhyun-ah! Aku yakin!” seru Donghae melawan gejolak di hatinya.

“Lee Donghae! Dengarkan aku!” teriak Kyuhyun sambil menarik kerah baju Donghae.

Donghae menatap wajah Kyuhyun. Matanya membulat, baru kali ini Kyuhyun berteriak padanya. Baru kali ini Kyuhyun terlihat sangat marah padanya. Kyuhyun bukan orang yang suka mengumbar kemarahannya, biasanya ia memilih diam atau menahan kemarahannya.

 

“dia tak akan datang, Lee Donghae! Kau harus sadar itu!” teriak Kyuhyun, lagi-lagi Donghae berusaha menahan gejolak di hatinya.

 

“kau harus sadar, Lee Donghae! Dia tak mencintaimu! Dia tak akan datang karena dia tak mencintaimu! Sadar, Lee Donghae! Sadar!”

“Kyuhyun-ah…”

“kau tahu berapa kali dia selingkuh di belakangmu?! Kau juga tahu berapa pria yang telah dipermainkan oleh kekasihmu itu?! Dan kau juga tahu berapa kali kau memaafkannya dan berusaha tak tahu apapun?!”.

“kenapa kau terlalu buta akan hal itu?! Kau bodoh, hyung! Kau benar-benar bodoh!” kesal Kyuhyun, mata Donghae berkaca-kaca.

“kau tahu kalau dia bukan wanita yang baik untukmu! Tapi kau selalu melawan hati kecilmu itu dan tetap bersama wanita itu! Cintamu terlalu buta, hyung”

“tapi—”

 “hyung, kali ini ikuti kata hati kecilmu. Masih banyak wanita yang mengantri untuk dirimu, masih banyak wanita yang lebih cantik darinya, masih banyak wanita yang lebih baik untukmu! Pria baik sepertimu tak pantas  bersanding dengannya, hyung”

 

Donghae meneteskan air mata. Mendengar perkataan Kyuhyun, seketika rasa sakit yang selama ini Donghae rasakan menyeruak. Rasa sakit yang Donghae rasakan karena wanita itu pun meluap. Ia menyadari bahwa perkataan Kyuhyun benar, ia terlalu buta akan cinta. Ia terlalu naif dan keras kepala hingga membuat luka untuk dirinya sendiri.

 

Flashback

Donghae dan temannya, Lee Hyukjae sedang mencari Café yang cocok untuk tempat mereka belajar bersama di sebuah Mall. Kebetulan hari ini Hyukjae mendapat uang saku lebih sehingga ia mengajak Donghae untuk belajar bersama sekaligus Refreshing.

Saat di sebuah Restaurant China, Donghae membulatkan matanya melihat sebuah meja yang terletak di pojok kanan Restaurant tersebut. Meja itu diisi oleh sepasang kekasih yang tengah bercengkrama dengan mesranya. Dan wanita itu adalah kekasih dari Donghae, Jessica Jung. Jessica terlihat bermesraan dengan pria yang sedang bersamanya.

“kau kenapa? Kau mau makan di sini?” tanya Hyukjae menyadari sikap diamnya Donghae.

“tidak. Kita cari restaurant yang lain” jawab Donghae dengan senyuman paksa miliknya.

Hyukjae yang terlalu polos langsung mempercayai perkataan Donghae dan melanjutkan langkahnya. Donghae menatap sendu Jessica lalu berjalan mengikuti Hyukjae.

Flashback end

Seorang wanita cantik terlihat tergesa-gesa. Kakinya terhenti di tempat Donghae dan Kyuhyun menunggu Jessica. Wanita itu mengatur napasnya, ia pun melihat ke sekeliling berharap seseorang masih menunggunya.

Tiba-tiba ekor mata wanita itu tertuju pada sebuah kotak cantik dengan surat diselipkan di pita kotak itu. Perlahan wanita itu mendekati kotak cantik tersebut.

 

From: Lee Donghae

To: Jessica Jung 

Saengil chukkae! Maaf, kemarin aku benar-benar emosi hingga hubungan kita menjadi sedingin ini. Harusnya aku bisa menahan emosiku, kau pasti sangat marah padaku bukan? Maafkan aku…

Bisakah kita memperbaiki hubungan kita sebelum terlambat? Aku ingin sekali menjadi seorang pria yang lebih baik untukmu! And last, happy birthday! Wish you all the best! Jessica Jung, Saranghaeyo!

 

Wanita itu menangis. Ia menatap surat itu dan kado yang telah di hias cantik oleh Donghae untuk Jessica. Kaki wanita itu melemas, ia terjatuh duduk di salju tebal. Tak memperdulikan dingin yang menyergapi kaki mungilnya. Wanita cantik itu menangis sejadi-jadinya.

“maaf, aku terlambat memperbaikinya”

Epilog

Terlihat pria paruh baya tampan sedang bergandengan dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah anaknya. Ia dan anak laki-lakinya itu terlihat senang bermain di taman bermain. Kebetulan hari ini ia sedang cuti kerja dan bisa mengajak anaknya bertamasya. Pria paruh baya yang tak lain bernama Lee Donghae itu pun tersenyum menatap anaknya, Lee Kyungmin  yang terlihat senang bertamasya bersamanya.

“appa! Kyungmin senang sekali bermain di sini!” pekik Kyungmim

“appa juga senang kalau Kyungmin ku ini senang”

“appa! Aku mau membeli gulali yang itu!”

“ayo! Kita ke sana” ajak Donghae

“appa tidak boleh ikut Kyungmin! Appa di sini saja” pinta Kyungmin

“nanti kalau Kyungmin terjatuh bagaimana? Di sana kan melewati tangga yang cukup tinggi untukmu”

“appa percaya saja pada Kyungmin! Kyungmin sudah berumur 7 tahun!”

aigoo, anakku yang satu ini! Baiklah, kau boleh membelinya sendirian. Tapi sehabis itu, Kyungmin langsung kembali,  mengerti?”

Kyungmin sangat senang saat sang ayah mempercayainya. Ia langsung menaiki tangga untuk membeli gulali yang ia maksud. Saat membeli, ia juga memesankan gulali untuk Donghae. Ia tahu kalau Donghae menyukai gulali sama seperti dirinya.

Karena Kyungmin terlihat terburu-buru, ia terjatuh. Gulali yang ada di genggamannya terjatuh. Donghae yang dapat melihat anaknya itu langsung berlari menuju anaknya. Sedangkan ada seorang wanita menghampiri Kyungmin.

“kau tidak apa-apa, nak?” panik wanita itu.

“Kyungmin tidak apa-apa, ahjumma. Tapi gulali milik Kyungmin—” tangis Kyungmin menatap gulali miliknya dan Donghae yang terjatuh dan kotor.

“nanti ahjumma belikan yang baru. Tapi jangan menangis. Mengerti?” Kyungmin hanya mengangguk polos.

“ya ampun! Tanganmu terluka! Sini, ahjumma bersihkan”

“terima kasih, ahjumma! Ahjumma baik pada Kyungmin”

“Kyungmin-ah!” panggil Donghae

“appa!”

“kau tidak apa-apa?” panik Donghae

“ada yang sakit? Ada yang terluka?”

“Kyungmin tidak apa-apa, appa! Tadi ahjumma cantik mengobati lukaku”

“terima kasih!” ucap Donghae sambil membungkukkan badannya.

Saat wanita itu telah selesai membersihkan luka Kyungmin, ia mengangkat kepalanya. Bermaksud melihat siapa orang tua dari anak kecil yang ia tolong. Tapi ia malah terkejut mengetahui siapa orang tua dari Kyungmin. Sama halnya dengan Donghae, ia terkejut menyadari wanita yang berada di hadapannya.

“Lee Donghae?”

“Jessica Jung?”

Saat itu juga, Donghae merasa takdir hidupnya kembali dipermainkan.

END

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s