[FICLET] Good Night Like Yesterday

image

Good Night Like Yesterday

A Ficlet
By Summer Cho

Im Yoona & Choi Siwon | PG-13 | Angst, AU, Sad

Inspired by Lovelyz – Good Night Like Yesterday

Happy Reading!!!

South Korea, 23.00
Yoona Apartement

Yoona menatap sendu ubin hitam di apartemennya. Saat ini salju turun tetapi Yoona tidak menyalakan pemanas ruangan sehingga membuat ia menggigil. Tetapi Yoona tidak menyadari dirinya sendiri sedang kedinginan.

Apa kau baik-baik saja tanpaku?

Hanya pertanyaan itu yang selalu melintas di otaknya. Dan ia terlalu sibuk memikirkan jawabannya sampai tidak menyadari betapa dinginnya malam itu. ia tidak berfikir bahwa ruangan apartemennya semakin lama semakin gelap karena lilin yang di nyalakannya tinggal beberapa menit bisa dipastikan akan habis meleleh.

Satu pemikiran terlintas di otaknya. Dia baik-baik saja tanpaku. Tidak, tidak, Yoona menolak untuk menyetujui itu walaupun sebagian dirinya mengakui bahwa itu benar. Ia menolak itu karena bisa di pastikan akan membuat dirinya merasakan sakit. Sakit, karena di tinggalkan sosok yang sangat di cintainya, Choi Siwon.

Selamat Tinggal…

Selama ini Yoona menganggap itu hanyalah sebuah kata yang mudah di katakan. Tetapi hari ini ia menyadari bahwa kata itu adalah kata yang sangat sulit untuk di ucapkan.

Tadi siang Siwon menemuinya di café miliknya. Raut wajahnya datar dan terkesan dingin, tetapi menyimpan kemarahan. Kemarahan akan kesalahan yang dilakukan Yoona. Terlihat beberapa kali Siwon menghela nafas, sebelum ia mengatakan Selamat Tinggal. Dalam artian putus…

Siwon juga meminta Yoona untuk mengucapkan Selamat tinggal. Tetapi kata-kata itu seolah menggantung mulutnya. Pita suaranya seolah putus. Ia tidak mampu mengatakan kata sederhana itu.

Meskipun ia tidak mampu mengatakan itu. Yoona berusaha tersenyum. Senyum yang menggantikan kata perpisahan yang di minta Siwon.

Yoona berhasil tersenyum tetapi saat itu juga air mata melesak keluar. Dan ia menangis dalam diam. Raut wajah Siwon tetap seperti tadi. Siwon mengucapkan selamat tinggal untuk kedua kalinya lalu berjalan keluar dari café miliknya.

-oOo-

Kali ini Yoona merasa seperti ada yang kurang dalam hidupnya. Dan ia menyadari bahwa itu adalah Choi Siwon dan suara hangatnya yang biasanya selalu hadir dalam hidupnya.

Yoona tidak mampu membayangkan bagaimanakah dunianya tanpa suara hangat Choi Siwon. Keinginannya untuk mendengarkan suara Choi Siwon setiap hari lebih mengerikan daripada kebiasaannya.

“Ini semua salahku” Yoona berkata dengan suara lirih yang terdengar menyakitkan.

Yoona mengharapkan ucapan selamat malam dari Choi Siwon seperti hari kemarin tetapi yang ia dapati adalah ucapan selamat tinggal yang menyakitkan.  Yoona sangat berharap bahwa ucapan selamat tinggal itu hanya untuk hari ini. Tidak untuk besok.

Tetapi Yoona menyadari bahwa ucapan selamat tinggal adalah kata yang d ucapkan oleh orang yang tidak akan bertemu lagi. Yoona menangis lagi, ia menepuk dadanya beberapa kali untuk meredakan nafasnya yang tersengal-sengal.

Yoona sudah mencoba berbagai cara untuk memikirkan hal lain, tetapi tetap saja hanya perpisahannya dengan Choi Siwon yang selalu mendiami otaknya. Tubuhnya melemah dan ia jatuh terduduk di lantai yang dingin. Air matanya semakin deras ketika melihat benda-benda milik Choi Siwon banyak yang tertinggal di apartemennya. Membuat ia semakin merasakan sakit karena di setiap pandangannya selalu mendapati Choi Siwon dengan barang-barang tersebut.

Dalam hati Yoona menginginkan Choi Siwon berubah pikiran, dan harus berubah pikiran. Ia memutuskan untuk bengkit mengambil ponselnya di nakas dan menghubungi nomor yang sudah ia hafal di luar kepala. Nomor Choi Siwon.

Panggilan pertama, tidak di angkat, Panggilan kedua, tidak di angkat, panggilan ketiga dan seterusnya tidak di angkat. Dan di panggilan kesepuluh, ponsel Siwon di matikan. Air mata mulai membanjirinya lagi. Ia jatuh terduduk di ranjang dan memutuskan untuk berbaring, untuk meredakan rasa sakit di hatinya.

-oOo-

Yoona terbangun ketika bel apartemennya berbunyi. Ia menggigil kedinginan karena semalam pemanas ruangan tidak ia nyalakan. Tanpa melihat siapa yang datang ia segera membuka pintu dan mendapati Choi Siwon berada di depannya.

Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi. Sebersit harapan timbul di hatinya. Harapan bahwa Choi Siwon mungkin akan kembali lagi padanya.

Tetapi harapan itu langsung memudar ketika menyadari bahwa Choi Siwon yang saat ini bukanlah Choi Siwon yang kemarin. Choi Siwon yang kemarin adalah Choi Siwon yang akan memberikan senyuman hangat padanya dan mengucapakan selamat pagi dengan suara yang membuat Yoona nyaman.

Tetapi kali ini Choi Siwon memberikan tatapan dingin yang sebelumnya tidak pernah Yoona lihat. Tatapan yang membuat Yoona berfikir agar dunia menelannya saat ini juga. Ia tidak mau berhadapan dengan Choi Siwon yang ini. Yang ia mau adalah Choi Siwon yang kemarin. Choi Siwon yang kemarin masih mencintainya.

-oOo-

Aku hanya ingin kau tahu bahwa hubungan kita benar-benar berakhir. Jangan mencoba menghubungi aku lagi mulai saat ini. Selamat Tinggal…

Air mata yang sedari tadi Yoona tahan kini sudah tak terbendung lagi. Tetes demi tetes air mata mulai berjatuhan dan membasahi kaus katun merah yang ia kenakan. Ia tidak menyangka bahwa Choi Siwon mengucapkan perpisahan dengan semudah itu. Yoona berharap bahwa kata itu hanyalah bualan dan Choi Siwon akan kembali padanya dengan mengucapkan maaf.

Nihil…

Tidak ada kata maaf yang keluar dari bibir merahnya.

Peluklah aku…
Mungkin kau bisa berubah fikiran ketika memelukku. Aku sudah mencoba ekspresi wajah yang dulu kau sukai, tapi wajahku tetap jelek karena aku menangis. Itu adalah kalimat yang ada dalam benak Yoona. Ia tidak berani menyuarakannya karena tatapan dingin Choi Siwon.

Dan Siwon berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata. Ia berjalan dengan langkah panjang, seolah tidak sudi berlama-lama di apartemen Yoona. Hati Yoona terasa sakit. Ia merasakan sebilah pisau menancap dihatinya. Ia tidak menyangka bahwa kata terakhir yang di ucapkan Siwon sangat menakutkan.

Di depan pintu apartemennya ia jatuh terduduk dan menangis dalam diam. Ia tidak peduli tetangganya akan memandang aneh ke arahnya. Saat ini yang ia butuhkan adalah menangis. Ia hanya ingin menangis dan mengeluarkan rasa sakit yang ada di hatinya. Rasa sakit karena perpisahan yang baru saja terjadi.

-oOo-

Hari-hari Yoona sekarang tidak ada yang benar. Ia seolah kehilangan bumi tempat ia berpijak dengan benar.

Rela…

Dalam hati Yoona sudah berusaha sekuat tenaga untuk merelakan Choi Siwon. Tetapi yang ia dapati ia malah semakin merindukan sosok Choi Siwon dalam hidupnya.

Kembalilah…

Kata itu yang setiap hari terlintas di dalam benaknya. Kembalilah dan ucapkan selamat malam seperti biasanya. Tetapi itu semua hanyalah harapannya. Harapan yang tidak akan pernah terwujud karena seorang Choi Siwon sudah tidak mau menemuinya lagi.

Selamat Tinggal…

Mungkin kata inilah yang tepat untuk dirinya. Ia harus mengucapkan selamat tinggal walaupun itu menyakitkan.

Selamat Tinggal Choi Siwon.

-END-

Advertisements

46 thoughts on “[FICLET] Good Night Like Yesterday

  1. jleb banget dihati ,,,
    bila butuh penjelasan berlanjut hubungin author buat minta sequel ^^ so minta sequelnya doonk

    Like

  2. What apaan nie??? Sad ending duhh bikin nyesek aja didada, g da sequel nie? Penasaran knp siwon kok putusin yoona ? Kykx yoona bikin kesalahan yg fatal yah?

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s