One Millions Love ( Chapter 2)

One Millions Love ( Chapter 2)

A ONE MILLIONS OF LOVE NEW COVER new

Author             : Vera Riantiwi
Tittle                : One Millions Love
Length             : Chapter
Cast                : – Im Yoona Girls Generation
– Lee Donghae Super Junior
Other Cast       : Cho Kyuhyun, Seohyun, Jessica Jung, Kim Heechul, Choi Minho, Kwon Yuri,Choi Siwon, Etc

Genree : Romance, Sad, School lifeSinopsis

Annyeong, semua….. aku kembali dengan lanjutaan part 2nya…. sesuai dengan sarannya Seohyun di ganti sama Seohyun.  Maaf kalau ada salah pengucapan dan kata-kata. Happy Reading!!!

 

Sinopsis : Tidak ingin terluka kembali Lee Donghae, namja yg dikenal playboy, memutuskan untuk mnutup hatinya untuk siapa pun. Tapi tanpa disadari namja ini malah jatuh hati pada, Choi Yoona, Yeoja kelas dua SMA, dan dia adik sahabat karibnya. Di lain pihak, choi Yoona ternyata baru saja berkencan dengan Lee Kyuhyun. Tapi gara-gara Lee Seohyun,dongsaeng perempua Lee Kyuhyun yang Brother complex, cinta Kyuhyun tidak bisa berjalan dengan mulus. Celah yang terbuka membuat Donghae memakin berusaha merebut perhatian Yoona. Akankah semua usaha Donghae akan berhasil membuat Yoona berpaling? Jadi siapa yang akan dipilih oleh Yoona, Donghae atau Kyuhyun?

# Yoona Pov #

Yoona termangu di depan komputer, berusaha mengingat kencan butanya yang pertama. Hari-hari pertamanya sebagai siswa SMA kelas satu… Mereka bertemu di depan sekolah Yoona. Namja itu sedang menunggu adiknya yang sedang menjalani MOS, sama seperti Yoona. Yoona sempat berdebar-debar ketika namja itu menjemputnya di sekolah. Tapi debaran itu hilang begitu mereka berkencan.

Yoona awalnya mengira ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan padanya untuk merasakan dunia orang dewasa. Tapi begitu jalan dengan namja itu, dia sadar kalau ini adalah kutukan. Mulai dari pertama kali mereka tidak pernah jauh-jauh dari yang namanya restorant.

“Ihhhh!!!” Yoona merasa begidik kalau membayangkan, seandainya dia benar-benar jadian sama namja itu… Bisa-bisa satu bulan kemudian Yoona jadi bantalan karet yang mengapung di kolam renang!

“Masa…. iya Aku nulis itu sih?!” Berkali-kali Yoona menghela napas panjang, tapi tidak ada ide lain. Perlahan-lahan, jemari Yoona pun melayang di atas Keyboard komputer dan mulai menulis penglamannya dengan pasrah.

My first Disorder Date….

« *** »

Lee Donghae POV :

Dipojok bagian dalam pub, Donghae sedang duduk sendirian sambil sesekali meminum Vodka-nya. Tiba-tiba sepasang tangan menuup mata Donghae.”Stop it, Jessica Jung-shi…!” Donghae sudah hafal dengan tangan lembut dan wangi yang memabukkan itu. Dia pun melepaskan tangan Jessica.

“Aku senang sekali Oppa masih hafal dengan sentuhanku…” Jessica beranjak ke sisi Donghae sambil melemparkan senyuman yang menggoda.

“Huh, hafal pun tidak ada gunanya… Sebentar lagi, aku mesti memanggil kamu ‘ahjuma’…” Donghae menyesap minumannya sambil menatap nanar Jessica. Meskipun begitu, dia masih sempat membalas senyuman Jessica.

“Oppa… Tidak tahu…,Aku..aku terpaksa… Orang tuaku… Mereka memaksaku untuk menikah dengan Heecul oppa..” Jessica berusaha menjelaskan alasannya.

‘Heechul Oppa.. Kamu bahkan tidak memanggilnya dengan embel-embel ahjushi lagi, Jess…’  ucap Donghae dalam hati. Samar-samar terdengar suara Jessica yang begitu lembut, berusaha memberi penjelasan pada Donghae. Membuai Donghae dalam mimpi.

“… Mereka tidak suka dengan Oppa yang… Pengangguran,”jelas Jessica. Lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Donghae.

“Yang jelas…di dunia ini… Aku paling suka sama kamu. Jangan sampai hubungan kita berubah hanya karena aku menikah dengan Heecul oppa ya?”

“Sudah berapa lama kamu kenal dengannya? Sepertinya lidahmu sudah dengan lancar memanggil namanya… Heechul Oppa.. Heechul Oppa.. Sejak kapan kamu berhenti memanggilnya Heechul Ahjushi dan sekarang memanggil dengan sebutan oppa? Atau kamu hanya berpura-pura selama ini di depan aku?!!” Donghae menatap tajam mata Jessica.

“Aku… Aku…” Jessica tak mampu menjawab pertanyaan Donghae.

“Brengsek!!! Bisa-bisanya kamu suka sama ahjushi aku sendiri sementara kau yeojachinguku?! Pura-pura tidak kenal pula?!” Donghae menatap nanar Jessica sambil melemparkan gelasnya ke lantai.

“Hae-ah, Jebbal dengarkan penjelasanku..” Jessica meraih tangan Donghae.

“Brengsek! Tinggalin aku sekarang!!!” Donghae melepaskan tangan Jessica dan meninggalkan dua lembar dua lembar seratus ribu won untuk bartender dan pengganti gelas yang pecah.”Kita sudah tidak bisa seperti dulua,oke?! Tidak bisa, tidak akan pernah bisa!!!”

Dengan kukuh Jessica mengikuti Donghae yang berjalan menuju tempat parkir, di bawah tatapan para pengunjung pub yang terpana melihat pertengkaran mereka.

“Tapi aku masih cinta sama kamu… Aku masih sayang sama kamu… Bi..biarpun aku sudah menikah nanti… Cuma kamu yang ada di hatiku…selamanya!” Dengan tertatih, Jessica berusaha mengejar Donghae. Tapi Donghae sama sekali tidak peduli. Dengan keberanian terakhirnya, dia meraih tangan Donghae sekali lagi dan menariknya sampai mereka berhadap-hadapan, lalu mencium Namja itu..

Donghae tersentak menghadapi ‘serangan’ mendadak itu. Tapi dalam sekejap di tersadar, tahu kalau dia harus menghentikan kegilaan ini. Dengan serta-merta Donghae menghempaskan Jessica.

“museun il-iya?! dangsin-eun michin?” Pekik Donghae. Menanggapi celotehan Donghae yang kasar itu, Jessica hanya diam terpaku.

# Jessica Pov #

Donghae meninggalkan Jessica yang masih terpaku di tempat parkir. Bahkan, setelah tindaknanya yang paling nekat itu, Donghae masih saja tidak mau memaafkannya. Tidak ada yang bisa dilakukan Jessica selain pulang ke rumah Kostnya dengan taksi.

“Iksan park, ahjusi!” Kata Jessica pada sopir taksi. Seiring laju taksi, Jessica masih tak bisa melepas bayangan Donghae dari pikirannya, membiarkan lamunannya kembali ke peristiwa ketika dia pertama kali bertemu Donghae.

#flashback#

Ditengah riuh suasana festival kebudayaan Jepang yang diadakan oleh sekolahnya, Jessica termangu menaatap seorang namja yang berdiri di sebelahnya. Postur badannya yang tinggi, kulitnya yang putih, dan matanya yang tajam membius Jessica.

Yakin kalau namja disebelahnya itu adalah orang Jepang, dengan penuh percaya diri, Jessica membuka mulutnya. Mempraktekkan bahasa Jepang yang sempat dia curi dari Klub bahasa. “Konbanwa,” Donghae yang tadinya diam, kontan melirik Jessica yang sudah memasang senyumannya. “Ini masih siang lho!” Kata Donghae sambil membalas senyuman Jessica.

“Huh?!” Jessica tersenyum kecil. “Oups!!”

Senyum Donghae makin melebar, apalagi melihat Jessica yang sama sekali tidak merasa canggung. “Lagipula aku orang korea kok” ucap Donghae ramah.

“Dari sekolah mana? Dari luar kota Seoul atau Seoul sini?” Jessica sekali lagi memamerkan senyumannya.

“Seoul” jawab Donghae.

Senyum Jessica makin merekah. “SMA mana?”

“SMA Inha” jawab Donghae terkekeh. Sekali lagi Jessica dibuat terkejut oleh namja yang baru pertama kali di lihatnya itu. Ternyata mereka satu sekolah, karena malu, Jessica membiarkan Donghae berbicara, menceritakan tentang dirinya yang hanya berbeda satu tingkat dari Jessica.

Ketika salah seorang teman Jessica memanggil, Donghae yang masih ingin berbicara dengan Jessica, spontan menarik tangan Jessica dan berkata,”aku boleh minta nomor ponselmu? Karena sepertinya aku merasa jatuh cinta sama kamu.”

Jessica terperangah. Meskipun tahu kalau Donghae bisa saja membual, tapi dia tidak bisa menutupi perasaanya yang juga ingin lebih dekat lagi dengan Hobae dikampusnya itu. Tanpa disangka, Donghae menelepin keesok harinya. Sejak saat itu dia tahu, Donghae serius dengan perkataannyaa. Meskipun kadang ada beberapa Yeoja yang menyelingi kisah cinta mereka dan berusaha merebut kedudukannya di hati Donghae, Jessica tahu pasti, Hanya dia yang bisa menguasai hati dan pikiran Donghae.

Sayangnya, hubungan manis dan gila itu mesti berakhir karena orang tua Jessica sama sekali tidak menyukai Donghae. Bukan hanya karena Heecul yang akan mereka jodohkan dengan Jessica, tapi juga karena Donghae belum matang secara Finansial. Belum lagi sifat Donghae yang jelas-jelas terlihat playboy-nya. Namun, seandainya bisa, Jessica ingin memilih Donghae. Namja yang bahkan sampai sekarang masih memenuhi mimpinya setiap malam.

“Hhhhh…..” Jessica mengehela napasnya dengan kasar.

« *** »

SMA Inha, Ruang Jurnalistik.

# Kyuhyun pov #

Sambil menahan tawa, Kyuhyun membaca tulisan Yoona yang menceritakan pengalaman kencan pertamanya yang hancur dan cara menghadapi namja itu. Tadinya Kyuhyun mengira Yoona akan menyerah dan tidak memberikan apa pun untuk membantu Kyuhyun. Ada sedikit rasa kagum yang terselip di dalam diri Kyuhyun untuk yeoja berponi itu begitu dia masuk ke ruangan.

“Hmph..hmph…hmmpp…” Kyuhyun membaca tiap detailnya, sambil menahan tawa. Pipi Yoona memerah karena malu dan marah pada Kyuhyun. “Kalau mau tertawa, tertawa saja yang keras, tidak usah ditahan … Sudah jelas juga…”

“BWAHA…HA…HA…Ha…” Yoona terkejut mendengar tawa Kyuhyun. Dia sama sekali tidak menyangka, kalau namja seperti Kyuhyun akan tertawa sekeras itu. Selama ini, Kyuhyun yang ada di ingatan Yoona adalah Namja dingin dan tegas.

“Aduh,kasihan ya? Pengalaman pertama sudah begini. Tapi mau kamu kasih judul apa? Kayaknya rubrik untuk tulisan ini tidak ada,” tanya Kyuhyun.

“….Survivor Guide?” Jawab Yoona dengan nada ragu.

“Hahahah…. Kalau yang ini, jelas-jelas butuh penyelamat, Sou desu ne(Ya kan?) ?” Tawa Kyuhyun kembali meledak, lalu dia memperhatikan sosok yang ada di depannya. Wajah Yoona yang terlihat lucu selalu membuat Kyuhyun tersenyum. Rambut pirangnya yang panjang,senyumnya, dan wajahnya yang sekarang malu-malu. ‘Ya Tuhan apa sih yang aku pikirkan?!” Kyuhyun berusaha untuk konsentrasi kembali. Bahasa yang asing yang keluar dari mulut Kyuhyun mengingatkaan Yoona pada pengalamannya dengan namja kasar di halaman sekolah. “Jadi?” Tanya Yoona sambil mengusir jauh-jauh pengalaman tidak enaknya itu.

“Selain ini, apalagi yang kamu buat?” Kyuhyun mulai memasang wajah seriusnya, “Kamu tidak mungkin hanya membuat tulisan ini kan?”

“Ada…” Yoona dengan ragu mengeluarkan beberapa tulisannya dari dalam tas, lalu memberikannya ke Kyuhyun.

“Tempat makan? Yah … Okea. Panduan cara berpakaian? Horoskop?! Web site?!! ” Kyuhyun membelalakkan matanya. “Panduan cara berpakaian?! Ada yang lebih konyol lagi?!” Kyuhyun memelototi Yoona.

“Aku hanya menawarkan. Lagian kamu sendiri tidak menentukan temanya kan?!” Yoona mulai emosi. Tadinya dia akan menyerahkan rancangan rubrik “cara menjaga kecantikan”. Tapi untungnya batal. Kalau tidak, bisa-bisa namja di depannya itu bakalan mencak-mencak. Ngamuk nggak karuan dan ngomel.

“Oppa” Seohyun muncul dari balik pintu dengan tangan membawa bekal. “Aku sudah selsai cari soal suku-suku!” Seohyun menyerahkan flashdisk dan kotak makanan yang dibawanya. “Kore, Anta no bento (ini bekalmu)”

“Doumo (makasih).” Sambil tersenyum, Kyuhyun menerima semuanya.

‘Jadi, dia ini pacarnya si namja dingin ini?’ Yoona mengamati Seohyun yang sedang bermanja-manja dengan Kyuhyun, dengan penuh kecemburuan dan iri.

“Kalau begitu, aku tunggu dibawah ya?” Seohyun melirik Yoona tajam. Ketika dia berpapasan dengan Yoona, dengan perlahan tapi tajam, Seohyun mengancam Yoona, “Awas ya, jangan coba mendekati Kyuhyun oppa!”

“HAah?” Yoona hanya melongo, terkejut dengan sikap Seohyun yang entah kenapa tidak bersahabat dengannya.

“Yak, aku menyetujui semuanya. Tentu saja, kecuali panduan cara berpakaian ini,” kata Kyuhyun, yang segera mengembalikan kesadaran Yoona.

“Asyiiiik! Ini artinya aku sudah tidak ada hutang apa-apa lagi kan?” Yoona tersenyum lega.

“Salah, kamu masih harus meneruskan semuanya, setidaknya sampai aku kaluar dari klub ini.” Kyuhyun tersenyum licik pada Yoona.

“Heeeeeh?!” Yoona terkejut. Dia tidak membayangkan harus ikut ekstra Jurnalistik sampai lulus. “Aku.. Aku bahkan tidak tahu tentang kamu! Bisa-bisanya kamu menyuruh aku?! La..lagi pula aku ada kegiatan ekstra yang lain!! Apa kamu tidak tahu?!” Meskipun tahu kalau dia tidak berbakat untuk berbohong, Yoona berusaha meyakinkan Kyuhyun, kalau dia benar-benar mengikuti salah satu ekstra di kampusnya.

“Tidak, tapi yang pasti aku tahu kalau kamu tidak ikut kegiatan apa-apa. Choi Yoona, atau harus aku panggil… Yoongi? Namaku Lee Kyuhyun.”

“Kyuhyun…? Darimana kamu tahu namaku?” Tanya Yoona sambil menatap Kyuhyun curiga.

“Aku disini ketua klub Jurnalistik punya all access. Aku bisa tahu siapa kamu dan bagaimana kamu,” Kyuhyun yang tadinya merapikan berkas laporan kembali menatap Yoona dengan tajam. “Tapi itu tidak penting pastikan saja semua materimu selsai dalam seminggu. Kalau tidak kamu akan tahu akibatnya,” ancam Kyuhyun, tanpa peduli dengan ekspresi wajah Yoona.

«***»

# Yoona Pov #

“Eomma !!” Teriak Yoona begitu dia pulang ke rumah. Dengan perlahan dan malas-malasan, Yoona melepaskan sepatunya. “Eomma!!!”

Setelah menunggu selama satu menit dan tidak ada balasan Yoona langsung berlari masuk ke ruang tamu, dapur, dan naik ke atas. Tapi tidak ada satu pun jejak eommanya di temukan Yoona di sana. Tidak biasanya eommanya keluar tanpa mengunci pagar.

“WHOAAA!!!”

“ARGHHH!!! MALIIIING!!! SETAN !!! Pekik Yoona sambil berbalik dan memukul kepala orang yang berteriak di belakangnya dengan tasnya. Yoona memukulnya berkali-kali dengan mata yang terpejam.

“WUEH!!! Ini Oppa, Yoong!!” Mendengar suara yang familiar, Yoona akhirnya membuka mata. “Oppa…”

“Dasar, masih suka phobia di tempat sepi ya?”Choi Minho mengacak-acak rambut Adik kesayangannya itu.

“Ha… Habisnya, tidak ada yang cerita kalau Oppa bakal datang…,” kata Yoona sambil menyembunyikan rasa senangnya dengan memonyongkan mulut,lalu berpaling. “Eomma eodi?”

“Lagi jemput appa di bandara.” Minho berbalik menuju ruang keluarga, tempat favoritnya dan Yoona untuk menghabiskan waktu bersama. Entah dengan menonton DVD sampai belekan atau main game.

“Bawa oleh-oleh apa, oppa?” Tanya Yoona.

“Tidak ada.” Minho tiduran di atas karpet dengan kepala yang ditopang oleh tangannya. “Sudah mukul pake tas, masih sempat juga tanya oleh-oleh” ejek Minho kepada dongsaengnya Yoona.

“Bohong…” Yoona merajuk.

“Tidak, sungguhan kok. Oppa tidak bawa apa-apa.” Jawab Minho enteng.

“Aiissshhh…. Jinja!” Yoona meninggalkan Minho, lalu masuk ke kamarnya. Dengan kesal, Yoona membanting tas. Membuka pintu lemari dengan kasar dan memakai kaos dengan emosi.’Benar-benar tidak ada oleh-oleh!’ Gerutu Yoona.

Dia segera bangkit dan keluar dari kamarnya, mencari Minho untuk menuntut hadiah. Tapi ketika dia menuruni tangga, sosok yang dilihatnya sedang duduk diruang tamu bukan Oppanya. ‘Rasanya aku pernah lihat sosok ini… Tapi di mana ya?’ Yoona dengan perlahan mendekati sosok itu. Sampai akhirnya Namja asing itu berbalik.

‘AKH!!!’ Yoona menutupi mulutnya, tercengang melihat namja yang sedang berdiri di depannya itu, yang juga sedang menatapnya.

“Annyeong, Hae-ah!Sorry ne, mesti masak air dulu, dispensernya rusak.” Minho menghampiri Donghae dan Yoona yang terlihat tegang.

“Pacar kamu?” Tanya Donghae sambil menunjuk Yoona seolah berkata, ‘Cuma segini selera kamu?’ “Bukan, dia Nae Dongsaeng. Yeppeuda Ne?” Minho mendekap bahu Yoona.

“Kenalin Yoong, ini Donghae. Hobae oppa pas SMA dan Kuliah.”

“Ya… Kalau diam.” Dengan cuek Donghae duduk di sofa sambil meraih koran,tanpa mempedulikan Yoona yang demi kesopanan, mengulurkan tangannya.

“Reseh…” Bisik Yoona sambil menepis tangan Minho. “Oppa, biar Yoongi saja yang buat minumannya. Kopi atau teh?”

“Aku mau kopi,” jawab Donghae, tanpa menengadahkan kepala.

“….teh,” Minho menatap Donghae dan Yoona bergantian. Ada sesuatu yang aneh ditangkap mata Minho. Tidak pernah sebelumnya ini terjadi. Donghae, Si ikan Playboy kakap, kasar begini ke Yeoja. Ketika Yoona meninggalkan mereka berdua, Minho menghampiri Donghae dan bertanya. ” museun jalmos-inga?”

“Gweachana, cuma.. Pernah ketemu sama dongsaeng hyung itu,” jawab Donghae cuek. ‘Yeoja… Semua yeoja memang breng*sek! Egois, sok sensitif, dan tukang monopoli.’ Donghae berbisik dalam hati. Setelah perpisahannya dengan Jessica, Donghae mulai menghindari Yeoja. Mulai dengan mengganti nomor ponsel, e-mail, bahkan sampai pindah apartemen.

“Mian, kopinya habis.” Yoona menghampiri Donghae dan Minho. Dengan perlahan dan hati-hati, dia menyuguhkan dua cangkir teh. Dengan penuh antusias, Yoona memperhatikan Donghae yang menyesap tehnya. Menunggu reaksi Donghae setelah meminum tehnya sambil tersenyum manis.

‘Aneh, kenapaa tehnya kayak gini? Mirip teh tubruk… Tidak terlalu buruk sih, tapi aneh.. Ada asin… Sedikit manis.. Juga… Asam?!” Donghae menyesap tehnya dengan perlahan. Wajahnya yang tadinya cool, sekarang berubah tidak karuan. Dahingya mengerut, mulutnya tidak berhenti bergerak, untuk memastikan rasa teh yang diminumnya. “Hyung sering minum teh begini?” Tanya Donghae pada Minho.

“Yeah, bikinan Yoona memang paling enak.” Minho melirik Yoona sambil melemparkan senyum.

“Kalau yang begini enak… Gimana yang paling tidak enak?” Guman Donghae.

“Hehehehhe…” Bukannya marah atau ngambek mendengar kata-kata Donghae, Yoona malah cengengesan, lalu menghampiri telepon rumahnya yang berdering.

Krrrriiiiinng..krrrrriiiiing!!!

“Permisi ya,” pamit Yoona sambil berbalik. “annyeonghaseyo?” Yoona menjawab telepon dengan ekspresi yang puas dengan balas dendamnya pada Donghae.

“Yoona?” Suara namja yang tegas dan bening menyapa telinga Yoona.”Naya, Kyuhyun.”

“Mau apa?!”Tanya Yoona jengkel, setelah tahu Kyuhyun yang meneleponnya.

“Yak, masih untung aku tidak melaporkan kamu ke pihak kesiswaan karena telah membuat hancur semua materi untuk tabloid…”

“Oke, oke. Ada apa?” Potong Yoona, lalu memperbaiki nada bicaranya dengan lebih halus. “Sabtu, kosong?” Tanya Kyuhyun.

“Heh?!” Yoona terkejut, mengira Kyuhyun akan mengajaknya kencan.

“Jangan mikir yang aneh-aneh deh. Aku mau mengajak kamu ke Perpustakaan Pusat sepulang sekolah. Bukan kencan,” jawab Kyuhyun, seolah dia menangkap apa yang ada di pikiran Yoona.

“Si..siapa juga yang mau kencan sama kamu?!” Balas Yoona yang tidak mau diremehkan oleh namja yang diam-diam dipujanya dalam hati.

“Yeah,seenggaknya aku tidak akan bikin kencanmu disorder. Janji.” Bisik Kyuhyun.

“Oh,shut up!” Pekik Yoona.

“Hehehehhe….yah, sampai besok ne?!” Kyuhyun terkekeh, lalu menutup telepon.

‘Brengsek! Tapi dia ganteng… Dan aku suka.. Ya Tuhan..!!!” Yoona meringkuk sambil mengerang.

« *** »

# Donghae pov #

Tlilililit…tlilililit…

Ketika Donghae sedang asyik memperhatikan foto-foto yang diperlihatkan Minho, HP-nya tiba-tiba berbunyi.

“Yeojachingu kamu, kali.” Minho nyengir sambil merapihkan foto-foto yang diambilnya ke album yang dibeli khusus untuk pemandangan langit.

“Aniyo, aku sedang kosong,” jawab Donghae, lalu dia menjawab telepon.

“Kosong?!” Minho terkejut ketika Donghar mengeluarkan kata yang sangat jarang digunakannya itu.

“Hae oppa?! Kamu ikut makan malam kan?” Suara Seohyun membahana di telinga Donghae.

“Ada Kyuhyun?” Tanya Donghae, seperti anak kecil yang tidak mau ke dokter gigi.

“Ee, atarimaeda (Ya, tentu saja)! Oppa ini.. Kayak anak kecil saja. Masa dari dulu oppa sama m..”

“Urusai (diam)!” Pekik Donghae keluar rumah Yoona, ketika dia mulai merasa Seohyun akan mengungkit semua perasaan bencinya pada Kibum. “Oppa akan pulang!!”

“Hehehheh!” Seohyun nyengir, lalu menutup teleponnya.

Sekembalinya Donghae, Minho menunjukkan album foto yang lain. Dengan gusar, Donghae membuka tiap lembar halaman album foto. “Ada masalah?” Tanya Minho.

“Yeah, internal. Sudahlah, aku tidak mau mikir apa-apa, kecuali lukisan yang bakal aku ikutkan ke pameran tahun depan,” jawab Donghae. Lalu, dia menemukan foto Yoona yang masih kecil. Yoona dengan giginya yang cuma dua biji, tersenyum lebar di bawah air terjun, dengan Minho yang sedang siap-siap akan melompat ke sungai.

‘Hehm… Dasar, yeoja aneh.’ Sebuah senyum terulas di bibir Donghae. “Boleh pinjam foto dongsaeng hyung? Mau aku jadikan objek nih,” kata Donghae sambil terus menatap Yoona kecil.

“Boleh, tapi kenapa tidak orangnya langsung?” Tanya Minho.

“Hyung tau sendiri orangnya kayak berkaki per, berpantat paku, dan bermulut cabe,” jawab Donghae dengan nada bicara yang datar.

“Maksud kamu?” Minho mengerutkan alisnya.

“Bukan tipe orang yang bisa diam dan patuh, hyung,” jawab Donghae, membuat Minho terkekeh.

« *** »

Hari berikutnya di SMA Inha.

Author pov

Dengan kesal Yoona menunggu Kyuhyun di depan sekolahnya. Sesekali dia melemparkan pandangan ke gerbang sekolah. Sudah sepuluh menit dia menunggu Kyuhyun. Tapi sampai sekarang, Kyuhyun tidak muncul juga. Padahal, dia sudah sengaja memakai jaket yang paling dia sukai dan aksesoris yang membuatnya percaya diri, walau tahi kalau Kyuhyun sudah memiliki Yeojachingu. “Sial, sial… Tidak seharusnya aku mengiyakan ajakan Kyuhyun. Sudah dandan rapi-rapi, eh ujung-ujungnya dicuekin begini…,” keluh Yoona sambil menendang kerikil yang ada di ujung kakinya.

Dari jendela ruangan jurnalistik, Kyuhyun menatap bayangan Yoona. Dia bingung dengan perasaannya. Entah sejak kapan, Kyuhyun merasa sesuatu yang aneh tiap dia berbicara atau menatap Yoona. Kyuhyun menghela napas panjang. ‘Kenapa logikaku sama sekalu tidak bekerja saat ini?!’

Tapi melihat Yoona yang begitu kesal, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk segera menemui yeoja itu dan menutup rapat telinga, agar keresahannya tidak mengganggu lagi.

“Oppa…” Beberapa saat setelah Kyuhyun keluar dari ruangannya Seohyun datang. Melihat ruangan yang sepi, Seohyun termangu. Untuk beberapa saat dia merengut, tapi kemudian dia kembali berjalan pulang.

« *** »

Perpustakaan pusat

Perhatian Kyuhyun terpecah. Bukannya membaca buku yang sedang di pegangnya, dia malah sibuk dengan pikirannya sendiri. ‘Apa benar aku sudah jatuh cinta pada Yoona? Sejak kapan aku suka Yoona?! Sejak pertemuan pertama kami di dalam bus?!’

‘Tidak, itu cuma pertemuan yang biasa. ‘Dia selalu memberikan bangkunya pada semua orang yang dianggap lebih pantas duduk ketimbang berdiri. Ketika Yoona dan dia bertabrakan? ‘Yah, mungkin…tapi.. Apa benar saat itu, dia menyukai Yoona?’ Rasanya tidak. Tapi.. Saat itu, Kyuhyun merasakan sesuatu yang aneh. Dua kali pertemuan dalam sehari, setelah hampir dua tahun Yoona Kuliah di tempat yang sama dengannya. Ini bukan kebetulan. Pasti ini adalah takdirnya.

“Hei, apa begitu caranya membaca yang benar?” Tanya Yoona yang sudah lama memperhatikan Kyuhyun.

“Eh?” Kyuhyun menatap Yoona dan menyadari dia membaca buku dengan terbalik. Yoona hanya terkekeh melihat sikap Kyuhyun.

Setelah satu jam, akhirnya Kyuhyun menemukan bahan-bahan yang tepat untuk tabloid sekolah edisi bulan depan. Dengan lembut, dia menatap Yoona yang ada di sebelahnya. “Habis ini, kita makan dulu,yuk!”

“Eh, makan?!” Pekik Yoona spontan.

“Iya, apa kamu ada acara?” Tanya Kyuhyun sambil berusaha tersenyum.

“Tidak ada..” Yoona mengembangkan senyum. ‘Aku cuma tidak menyangka Kyuhyun. Kamu mau ngajak aku… Makan?’

Kyuhyun mengedikkan kepalanya, memberi isyarat pada Yoona agar dia mengikutinya.

« *** »

Kediaman Lee Hyuk Jae

Tayeon pov

Tunit.. Tunit.. Tuni…ninit..,nit..,nit…

Dering SMS masuk ke HP Seohyun. Saat itu, dia sedang duduk dengan Donghae, ikut mengamati album foto yang dibawa Donghae. Meskipun sedikit jengkel melihat objek foto itu, tapi Seohyun terus mengamati foto-foto itu dengan seksama. Sesekali dia memperhatikan ekspresi Donghae yang kadang berubah-ubah saat mengamati tiap foto. Kadang terlihat geli, terkejut, dan kadang dia terlihat menahan tawanya.

‘Hae-oppa, kapan oppa akan memperlihatkan ekspresi oppa itu pada kamu?!’ Gumam Seohyun dalam hati sambil mengingat kembali malam itu. Malam pertunangan Heechul ahjusi dan Jessica. Sejak malam itu, Donghae berubah. Lebih temperamental dan gampang kesentil. Walaupun Seohyun sudah melakukan segala cara, tapi Donghae tetap seperti ini. Dingin dan apatis.”Kenapa sih, isinya yeoja ini doang?!” Seohyun menutup album foto Yoona dengan kesal. “Dia objek lukisanku yang selanjutnyan,” jawab Donghae santai.

“Eeehh, kenapa mesti dia oppa?! Jangan-jangan.. Oppa suka sama dia?!” Seohyun menatap Donghae dengan pandangan mata yang berbinar-binar. Dia memiliki firasat kalau Oppanya itu tertarik pada Yoona. Dia juga ingin Donghae sadar, kalau di dunia ini masih banyak yeoja selain Jessica yang bisa membangkitkan semangat hidupnya. Meskipun akhirnya yeoja itu adalah Yoona, yeoja yang tidak disukainya sama sekali karena selalu dekat-dekat dengan Kyuhyun.

“Aniyo, cuma objek saja,” jawab Donghae.

“Kenapa mesti dia? Kenapa tidak aku saja, oppa?” Seohyun makin gencar menggoda Donghae. “Daripada mempedulikan soal ini, lebih baik kamu baca SMS yang baru masuk di HP-mu. Siapa tahu namjachingu kamu.” Donghae menuding tas pinggang Seohyun.

“Eits, buat aku tidak ada yang lain selain Kyuhyun oppa.” Seohyun membuka tasnya. “Kalau oppa mau kenalan sama yeoja itu, biar aku atur. Aku kenal dia kok, anak seangkatanku.”Yang butuh pacar tuh bukan aku, tapi kamu. Dasar… Kyuhyun complex.” Donghae terus mengamati tiap foto Yoona.

“ARGGHHHHHHH!” Pekik Seohyun begitu dia membaca SMS dari Kibum.

“Nandarou (ada apa sih?!)?!” Donghae menatap kesal dongsaeng kecilnya yang sudah seperti orang kesetanan.

“Kyu.. Kyuhyun oppa ga.. DEITO (kencan)?!!!” Jawab Seohyun sambil mendengus kesal.

15-12-2014. 17:30

Hyuniei _>

Gomen (maaf), ada keperluan sama anak baru. Sepertinya oppa telat ikut makan malam. Bye.

“BAKA (bodoh)!!!”

« *** »

_TBC _

Akhirnya selesai juga Chapter  2 ini… mian kalau postnya sedikit lama… soalnya asal mau ngelanjutin ceritanya banyak banget rintangannya. Bagaimana kelanjutan hubungan Yoona dan Kyuhyun? Apakah Yoona akan bersama dengan Kyuhyun. Apakah Donghae dapat menyadari perasaanya dengan cepat atau akan kehilangan lagi.??”””

Mau tau kelanjutannya.. ditunggu yaaa….

Gomawo…. Please Coment !!! Happy Reading!!!! Chingu…… ^-^

Advertisements

2 thoughts on “One Millions Love ( Chapter 2)

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s