[Oneshot] New Family

redo

|| Title: New Family || Author: Phiyun || Genre: Drama| Fluff || Cast: | Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk | Lee Jieun a.k.a IU | Kim Hyoyeon ||

 Poster Credit : Arcee@PosterMarket (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

 

Di dalam cerita kali ini aku buat kebanyakan Pov Eunhyuk ya ^^

 

*** Happy  Reading ***

~Summary~

Ketika kau tidak diinginkan lagi oleh dirinya janganlah kau bersedih karena masih ada yang menginginkanmu untuk tetap terus disampingnya.

~~~ooo~~~

“Kriing…kring…kring…”

 

Terdengar suara bunyi telefon dari dalam saku jasku. Akupun langsung mengangkatnya dengan suara yang senang.

 

Yeoboseyo, Hyoyeon-ah. Ada apa kamu menelefon ku sepagi ini?” Tanya ku.

“Eunhyuk oppa, aku ingin putus denganmu.”

 

Seketika tenggerokankupun terasa tercekik untuk beberapa detik saat mendengar ucapan dari wanita yang aku cintai ini.

 

“Ya? Ada apa denganmu Hyoyeon-ah? Becandaanmu ini tidak lucu sama sekali.”

“Aku tidak becanda oppa. Aku benar – benar ingin putus denganmu.”

“Hyoyeon-ah aku kan sudah pernah katakan padamu untuk tidak membicarakan hal ini lagi. nanti kita lanjutkan lagi. Aku sekarang harus pergi kekantor dulu.”

Namun saat aku hendak akan menutup ponselku tiba – tiba terdengar suara Hyoyeon memanggil namaku. Akupun lalu meletakkan kembali ponsel itu di telingaku.

 

“Eunhyuk oppa, tolong jangan kau tutup dulu telefonnya. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”

“Iya, apa yang ingin kau tanyakan lagi padaku?” Balasku dengan nada yang dingin terhadapnya.

“Apakah kamu tahu apa yang membuatku selalu ingin putus denganmu?”

“Kalau kau menelefonku hanya untuk mengatakan itu lebih baik aku tutup telefonnya! Aku lelah selalu mendengar kalimat itu darimu. Apakah kamu tak lelah?” Kata ku dengan nada yang lebih rendah.

 

“Sama aku juga oppa. Aku sangat lelah menghadapi dirimu. Kau selalu sibuk dengan urusan kantormu. Kamu tak pernah memberikan aku sedikit waktu untuk kita saling bertemu. Aku lelah kepada dirimu jadi mulai detik ini tolong jangan ganggu hidupku lagi! dan jangan juga  oppa menghubungiku lagi!!!”

 

“Ttuut…tuut…tuut…” Hyoyeonpun lalu langsung menetup telefonnya.

 

“Hyoyeon-ahh.. Kim Hyoyeon…” Teriak ku di telefon.

 

Kakiku dan tangankupun lemas seperti tak ada tulang yang menyanggahnya. Aku tak percaya dengan apa yang sudah terjadi pada diriku. Memangnya apakah aku salah bila aku  suka bekerja keras? Semua ini aku lakukan demi dirinya. Aku juga harus meneruskan perusahaan ayahku. Aku sudah terbiasa hidup dengan bekerja dan bekerja. Semenjak orang tuaku meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan aku jadi workerholic.

 

Ini semua bukan kemauanku tapi aku harus tetap melakukan pekerjaan itu semua. Jadi mau – tak mau aku harus membagi waktuku dengan mu Hyoyeon-ahh. Aku juga berusaha mati-matian untuk menabung banyak uang untuk pantas meminang mu, tapi apa yang aku dapatkan sekarang? Aku sekarang hanya bisa meratapi nasipku sekarang.

~~~ooo~~~

 

Akupun akhirnya berjalan keluar rumah dengan langkah yang berat untuk pergi bekerja.  Saat aku masuk kedalam mobilku dan aku hendak pergi, tiba – tiba ada seekor anjing ras Golden Retriever sedang berjalan menghampiri mobilku dengan langkah kaki yang terpincang – pincang.

 

Kedua mata hitamnya menatapku dengan penuh harapan.  Akupun lalu membuka kaca mobil untuk bisa mengelus kepalanya. Saat tanganku mengelus kepalanya. Ekor anjing itupun mulai bergoyang – goyang senang. Perasaanku yang tadi sedih menjadi terobati saat anjing itu datang dihadapanku.

 

Akupun lalu membuka pintu mobilku untuk bisa melihat lebih dekat anjing keturunan Golden Retriever itu. Namun saat aku keluar tiba – tiba anjing itu langsung masuk kedalam mobilku begitu saja. aku sempat kaget, Bagaimana bisa dia langsung menyukai diriku yang baru dia temui beberapa menit yang lalu bahkan bisa dibilang beberapa detik yang lalu.

 

Aku ingin mengusirnya dari dalam mobilku tapi akhirnya aku tak tega mengeluarkannya saat dia menujukan sikap manjanya dihadapanku. Akupun mulai mencari tahu siapa pemilik anjing Golden Retriever  ini dengan mencari tanda pengenalnya yang ada di kalung yang dia pakai. Namun sayangnya anjing itu tidak memakai apapun dan keadaan anjing itupun tampak mengkhawatirkan.

Akhirnya aku mengurungkan niat untuk pergi kekantor hari ini. akupun akhirnya duduk didepan halaman rumahku bersama anjing yang aku temukan untuk menunggu pemilik anjing ini. Anjing ini terus menerus menempel di bawah kakiku sesekali diapun duduk diatas pangkuanku.

 

Tak terasa haripun sudah menjelang malam tapi tak ada satupun orang yang mencari anjingnya yang hilang. Awalnya aku ingin tidak memperdulikannya tapi aku tak tega bila harus membuangnya dengan keadaan dirinya yang sangat mengkhawatirkan itu.

Lalu aku pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bebarapa makanan anjing untuk anjing yang kutemu tadi pagi. Disana aku juga membeli dua tempat makan dan tidak lupa aku juga membeli  tali dan ikatan leher untuk dirinya.

 

Setibanya aku dirumah anjing itupun langsung berlari kencang ke arahku dengan terpincang – pincang. Aku melihatnya ada rasa senang namun ada rasa iba juga dengan diri anjing itu. Setelah itu aku langsung membuka makanan dan menaruhnya didalam wadah makan anjing yang baru saja aku beli di supermarket untuk bisa disantapnya dan wadah satunya lagi aku isi dengan air. Setelah itu aku tinggalkan dia dedepan teras rumahku. Aku berharap esok paginya anjing itu sudah tak ada lagi didepan teras rumahku dan aku berharap semoga pemiliknya cepat datang untuk mengambilnya.

~~~ooo~~~

 

~Pagi harinya~

 

Dipagi harinya aku sudah siap untuk pergi kekantor. Lalu aku mengintip dari jendela untuk melihat apakah anjing itu sudah pergi atau belum dan saat aku melihatnya ternyata anjing itu sudah tak ada di depan halamanku. Hatiku sedikit senang namun ada rasa sedih juga saat tahu anjing itu sudah pergi.

 

Setelah itu aku berjalan kearah mobilku yang aku parkirkan di depan halaman rumah. Betapa kagetnya aku saat melihat ternyata anjing itu sudah terduduk dengan tegapnya menunggu diriku didepan pintu mobil. anjing itu terlihat sangat sennag sambil mengibas – ngibaskan ekornya dan moncongnyapun menyundul-nyundul kakiku seperti dia meminta untuk dielus olehku. Akupun tak bisa bersikap tak peduli didepannya. Akhirnya hatiku luluh dan langsung mengelus lembutpuncak kepalanya.

 

“kamu belum dijemput oleh pemilikmu ya? Maafkan aku, aku tidak bisa menemanimu sekarang karena aku harus pergi kekantor dulu. Jadi maukah kamu menungguku pulang? Setelah pulang kerja aku berjanji akan mencari pemilikmu bersama – sama.” Ucapku sambil berjongkok didepannya sambil menepuk – nepuk pelan kepalanya.

 

Anjing itupun langsung menggonggok didepanku lalu dia berlari kearah depan pintu rumahku sambil memandangi tempat makannya.

 

“Kamu lapar ya?”

 

Lalu aku menghampiri anjing itu lalu aku menuangkan makanan anjing yang aku beli tadi malam di tempat makannya. Anjing itupun langsung memakannya dengan lahap sambil teteap menggoyang – goyangkan ekornya.

 

Setelah memberikan anjing itu makan aku lalu pergi kekantor. Saat ditempat kerja aku selalu memikirkan keadaan anjing itu. Aku belum sempat membawanya ke dokter kemarin. Karena aku lihat saat anjing itu berjalan terpincang – pincang.

Saat jam istirahat aku memanfaatkan waktu itu untuk membuat paflet tentang anjing hilang  dan aku juga ikutan join dalam web pencarian anjing hilang. Tepat jam 5 sore waktunya aku selesai bekerja lalu aku langsung pulang kerumah untuk melihat keadaannya.

 

Setibanya didepan rumahku aku melihat dia sedang duduk dengan tegap dan saat aku keluatr dari mobil, anjing itupun langsung berlari kearahku dan menyondong kan hidungnya ke tanganku. Didalam hati terasa begitu hangat karena selama aku tinggal sendiri tak ada orang yang menunggu ku. Jadi aku merasa sedikit terharu saat anjing itu melakukan hal itu. Anjing itu seperti sudah lama mengenalku, padahal baru satu hari dia bersama ku.

 

~~~ooo~~~

 

Sebelum aku mengajaknya kedokter hewan aku memberi dia makan terlebih dahulu. Anjing itu terlihat sangat senang saat aku mulai menuangkan makanannya di tempat makannya. Dia mulai mengongong sambil menyundul – nyundulkan kepalanya di kaki ku. Sepertinya dia ingin mengatakan kepadaku kalau dia sangat menungu – nunggukan acara makannya. Aku hanya bisa tersenyum sambil melihat tingkah laku anjing itu.

 

Aku lalu mengisi tempat makan itu dengan penuh makanannya. Anjing itu langsung memakannya dengan lahap sampai – sampai makanannya jatuh berceceran diatas lantai dan dengan cepatnya diapun langsung memakan makanannya yang jatuh diatas lantai tersebut. Aku melihatnya lalu berjongkok dihadapannya sambil mengelus lembut kepalanya.

 

“Makanlah yang banyak, kalau sudah habis aku akan memberikannya lagi untukmu. Aku akan menjagamu sampai kau menemukan pemilikmu. Akan aku buat tubuhmu menjadi gemuk, jadi maafkan aku bila aku belum bisa melakukan yang terbaik untuk merawatmu tapi aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untukmu.” Kataku sambil mengelus dirinya dan anjing itupun lalu menatapku.

 

Aku sempat kaget dengan apa yang barusan dia lakukan didepanku. Aku merasa dia mengerti dengan apa yang barusan saja aku katakan pada dirinya. Lalu tak berapa lama kemudian diapun berjalan menghampiriku dan sekarang dia tepat berada didekapanku sambil kepalanya mengelus – elus tubuhku. Anjing itu seperti ingin berkata padaku kalau dia ingin dipeluk oleh diriku. Lalu akupun membalasnya dengan memeluknya.

 

“Karena aku tak tahu siapa namamu bagaimana kalau aku memberikan mu nama sementara. Apakah kau mau?” Kataku didepan anjing itu.

“Guk…” Balasnya.

“Aku berikan nama cho-cho ya. Apakah kamu menyukainya?”Tanyaku lagi.

“Guk..guk..guk…” Balas anjing itu sambil menggoyang – goyangkan ekornya.

“Kamu suka ya dengan namamu? Syukurlah kalau begitu. Ayo kita pergi pergi sekarang.”

“Guk..guk…”

 

Anjing itu pun lalu mengikuti aku dari belakang untuk masuk kedalam mobil bersama denganku.

 

~~~ooo~~~

 

Setibanya di depan dokter hewan aku lalu menggendong cho-cho untuk masuk kedalam. Karena aku merasa tak tega saat melihat dia berjalan dengan terseret – seret. Disana aku langsung di layanin karena kebetulan klinik hewan yang aku datanggi sedang tidak menangani pasien.

Saat aku masuk kedalam ruangan praktinya. Tiba – tiba dari balik pintu ruangan itu ada suara seseorang yang menyuruhku menaruh cho-cho diatas matras yang sudah disiapkan. Tak berapa lama kemudian muncullah seorang yeoja yang memakai jubah putih berjalan kearahku sambil mengenakan handskun di kedua tangannya.

“Anjing anda sakit apa, tuan.” Kata yeoja itu.

“Jieun… apakah kamu itu jieun?” Kataku tak percaya.

“Hyuk, apakah kamu Eunhyuk-ssi?” Tanya yeoja itu tak kalah kaget.

“Ya, ini aku. Senjak kapan kamu membuka klinik hewan disini?” Tanyaku lagi.

“Kebetulan baru beberapa tahun ini. Tapi senjak kapan kamu suka memelihara anjing? Setahuku bukannya kamu itu tak suka binatang ya saat kita sekolah dulu?” Kata Jieun sambil memicingkan kedua matanya kearahku dengan tatapan yang aneh.

 

“cho-cho bukan anjingku dia aku temukan didepan rumahku kemarin.”

“Oh… namanya cho-cho. Betapa beruntungnya kamu bertemu dengan Eunhyuk-ssi. Yang mau membawamu kesini untuk berobat. Apakah kamu tahu Eunhyuk-ssi itu orangnya dingin loh didepan orang. Akupun tak percaya dia begitu hangat kepadamu.” Kata Jieun sambil menatap cho-cho lalu dia melirik diriku.

 

“Yah!!! Hentikanlah perkataanmu itu didepan cho-cho.” Kataku dengan nada yang sedikit kesal.

 

“Ops… ada yang marah padaku, cho-cho. Baiklah kalau begitu mari aku periksa dirimu sekarang ya.”

Wajah Jieupun langsung berubah serius saat dia mulai memeriksa tubuh cho-cho dengan sangat teliti di setiap lekuk tubuh cho-cho. Setelah beberapa menit kemudian Jieun memberi tahu kan apa yang sudah terjadi dengan cho-cho.

 

“Eunhyuk-ssi, sepertinya sebelah tangannya patah dan kemungkinan besar tubuhnya dia pernah tertabrak oleh kendaraan. Lalu aku juga melihat ada banyak bekas luka lebab dan akupun tak tahu kenapa kondisi dirinya terlihat sangat mengkhawatirkan.”

“Luka Lebab? Bagaimana mungkin ditubuhnya banyak luka lebab?”

 

“Aku juga tak habis pikir tapi sepertinya ini bekas pukulan tak mungkin tubuh anjing ini lebab tampa sebab? Betapa teganya orang yang melakukan itu terhadapmu, cho-cho” Sambil kedua tangannya menompang kedua pipi cho-cho dengan tatapan yang sedih.

 

“Apakah lukanya sangat parah? Bisakah dia sembuh?” Tanyaku dengan nada yang sedikit ragu.

 

Gwenchanayo, Eunhyuk-ssi. Cho-cho pasti akan sembuh. Aku akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Cho-cho. Benarkan Cho-cho.” Ucapa Jieun sambil tersenyum kepada Cho-cho.

 

Mendengar perkataan dari Jieun hatiku sedikit lebih tenang. Aku merasa sedikit sedih saat melihat keadaan Cho-cho. Benar apa yang barusan saja Jieun katakan. Bagaimana mungkin ada orang yang begitu tega memukul dia yang hanya bertubuh 5 kaki dengan berat badan hanya 15kg. Betapa rapuh tubuhnya itu tapi masih saja ada yang menyakiti dirinya.

 

~~~ooo~~~

 

Haripun mulai berganti dan tak terasa sudah hampir 3 bulan aku merawat Cho-cho. Cho-cho selalu menemaniku saat aku berada dirumah bahkan sekarang dia sudah tidur bersama ku tiap malam diatas ranjangku. Setiap minggu aku selalu membawanya ke salon anjing untuk perawatannya dan tidak lupa setiap bulannya aku memberikannya vaksin untuk kesehatannya.

 

Hubungan kamipun semakin dekat. Aku diajari juga oleh Jieun cara merawat ajing yang benar. Awalnya aku agak canggung untuk belajar dengannya namun lama – kelamaan aku jadi semakin tahu siapa sosok Jieun. Dia sangat berbeda saat kami masih SMA. Saat di sekolah dia itu sangat kutu buku bahkan tak mau berkomunikasih kepada teman – teman sekelas tapi ternyata setelah aku makin dekat dengannya aku tahu kalau hatinya itu sangatlah ramah dan baik saat dia membantu menyembuhkan kucing maupun anjing liar yang terluka hingga sehat.

 

Aku sempat tak percaya tapi memang begitu lah kenyataannya. Terkadang kita menilai seseorang dari luarnya saja tampa mau melihat apa yang dia miliki di dalam hatinya.

 

~~~ooo~~~

 

~1 bulan kemudian~

 

Saat aku pulang dari kerja tanpa sengaja aku melihat ada spanduk dipinggir jalan tentang komunitas pencinta anjing. Meraka akan mengadakan pengadopsian anjing dan para pecinta anjing bisa mengadopsi bahkan bisa memberikan anjing peliharaannya untuk diadopsi oleh pecinta anjing yang lain.

Melihat spanduk itu hatiku senang, akhirnya aku bisa menemukan pemilik Cho-cho. Namun seketika wajah senangkupun mulai pudar karena entah mengapa ada sesuatu yang kosong didalam hatiku disaat itu juga. Mungkin aku sudah telanjur menyayagi Cho-cho sehingga aku tak rela melepaskannya tapi Cho-cho bukanlah milikku, jadi aku harus bisa melepaskannya untuk kembali lagi kepelukan pemilik aslinya.

~~~ooo~~~

 

Hari itupun tiba akupun membawa Cho-cho ketempat dimana acara pencinta anjing tersebut. Kebetulan acara tersebut tak jauh dari komplek aku tinggal. Akupun dan Cho-cho pergi kesana sambil berjalan kaki.

 

Cho-cho berjalan dengan tegapnya didepanku sambil mengibas – ngibaskan ekornya. Sesekali dia juga berjalan berdampingan denganku dan dia juga mengeluskan moncongnya ke kakiku.

 

Disepanjang jalan aku semakin tak siap bila harus berpisah dengan Cho-cho tapi aku sudah berjanji padanya untuk mencari tuannya. Setibanya disana aku hanya bisa termangun menatap Cho-cho. Cho-chopun tak jauh beda denganku.

“Ayo, Cho-cho kita bertemu dengan pemilikmu?” Kataku dengan suara yang berat.

 

Dan tiba – tiba saja Cho-cho berjalan kebelakang lalu dia berdiri tepat di belakang kakiku. Akupun lalu membujuknya untuk masuk kedalam bersama – sama tapi Cho-cho sama sekali tidak ada niat untuk beranjak dari sana. Malahan dia mengeluarkan suara yang sedih saat aku menariknya.

 

Hatiku semakin tidak tega melihat Cho-cho. Kedua matanya yang hitam yang sayu menatap diriku penuh harapan seperti ingin berkata.

 

“Jangan tinggalkan aku, tetaplah menjadi tuanku. Aku mohon.”

 

Untuk beberapa saat aku hanya diam terpaku dan Cho-cho mulai duduk sambil menompang kepalanya di kedua tangannya. Melihat Cho-cho yang seperti itu, hati akupun luluh. Lalu aku berjongkok dihadapannya.

 

“Apakah kamu mau menjadi anjing peliharaanku seterusnya?”

 

Tiba – tiba anjing itupun langsung berdiri dari duduknya sambil mengong – gong. Melihat itu aku mulai tersenyum dan akupun langsung memeluk Cho-cho kedalam pelukanku. Sepertinya Tuhan yang sudah mengirimkan mu untuk menemani diriku ataukah mungkin memang sedari awal  Tuhan sudah merencanakannya semua ini pada saat kita bertemu untuk pertama kalinya.

 

~~~ooo~~~

 

“Cho-cho ayo kita pulang kerumah.”

 

Cho-chopun membalas perkataanku dengan gongongan riangnya. Tiba – tiba ditengah jalan ada seseorang yang memanggilku dari belakang.

 

“Eunhyuk-ssi…”

 

Lalu Aku menengok kebelakang ternyata yang memanggilku adalah Jieun yang sedang membawa anjing peliharaannya yang kebetulan sekali ras anjing dia sama dengan Cho-cho.

 

“Jieun-ssi, sedang apa kamu disini?” Tanya ku.

“Ah… aku sedang mengajak Chip jalan – jalan sore, kalau  kamu sedang apa disini?”

“Sama aku juga sedang mengajak Cho-cho jalan – jalan sore. Tapi tunggu sebentar siapa nama anjing peliharaanmu?”

“Nama anjingku Chip, memangnya kenapa Eunhyuk-ssi?” Tanya Jieun bingung.

 

“Apakah kamu merasa nama anjing kita ini terdengar lucu dan sering kita dengar. Nama anjingku Cho-cho sedangkan nama anjingmu Chip. Kalau nama mereka di gabung jadi.”

“Cho-cho chip…” Kataku dan Jieun berbarengan.

“Benar itu Eunhyuk-ssi aku baru sadar ternyata kalau nama anjing kita di satukan jadi lucu ya, hahaha…” Tawa Jieun geli. Akupun ikut tertawa saat melihatnya tertawa.

 

~~~ooo~~~

 

Lalu kamipun berdua jalan berdampingan sambil menuntun anjing peliharaan kami. Saat kami berdua sedang berjalan Jieunpun menanyakan keadaan Cho-cho padaku.

“Eunhyuk-ssi bagaimana keadaan Cho-cho?”

“Baik, bahkan sekarang keadaanya sangat baik melebihi saat pertama kali aku bertemu dengannya, kan kau yang sudah menyembuhkannya hingga sekarang dia berjalan tidak terseret – seret lagi.”

 

“Itu bukan karena aku kok, Cho-cho bisa sembuh. Kamu juga ambil andil juga disini Eunhyuk-ssi. Sepertinya anjing kita sangat akur ya? Padahal baru pertama kali bertemu.”

“Benar, sepertinya Cho-cho sangat menyukai anjingmu dan sepertinya kita akan lebih sering lagi melakukan hal ini sepanjang sore.” Kataku sambil tersenyum.

Ne… nampaknya akan seperti itu Eunhyuk-ssi.” Balas Jieun sambil mengangukan kepalanya.

 

“Oh iya, apakah pemilik Cho-cho sudah menghubungimu?” Tanya Jieun padaku.

“Belum bahkan sampai sekarang aku belum mendapatkan kabar apapun dari pemilik Cho-cho.”

“Kasihan sekali kamu Cho-cho. Pasti kamu sangat kesepian dan merindukan pemilikmu ya?” Kata Jieun dengan nada yang sedih sambil kedua matanya menatap Cho-cho.

 

“Jieun-ssi kamu tak usah mengkhawatirkan Cho-cho. Karena nanti Cho-cho akan senang dengan pemilik barunya sekarang.” Kataku untuk menenangkan Jieun.

“Memangnya siapa pemilik baru Cho-cho?” Tanya Jieun dengan antusias.

 

Lalu aku membalas pertanyaan Jieun sambil menatap kedua matanya lekat – lekat  dan berkata.

 

“Coba kau tebak?”

 

Ucapku sambil tersenyum simpul.

 

~The end~

 

~~~ooo~~~

 

Halloo…  Readers…. Ketemu lagi sama Phiyun disini ^^

Mudah – mudahan kalian tidak bosen ya sama ff buatanku 🙂

Oh iya bagaimana menurut kalian ceritanya…?? Aku harap  para Readers menyukainya ya 🙂

 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya setelah membacanya karena komentar dari para readers semua adalah sebagai acuan dan penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

 

See you next fanficku selanjutnya, Khamsahamida  ( ^-^)v

Advertisements

One thought on “[Oneshot] New Family

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s