( Oneshoot) Love Is Dilemma

( Oneshoot) Love Is Dilemma

Love Is Dilema cover

Author                :  Vera Riantiwi

Tittle                   : Love is Dilemma

Length                : Oneshoot

Cast                     : –  Im Yoona Girls Generation

  –  Lee Donghae Super Junior

Other Cast         : Tiffany (GG), Yuri (GG), Siwon (SJ), Etc.

Genree                : Romance, Sad

Author Note       : Annyeong !!aku datang dengan ff Oneshoot special Valentein. Cerita ini terinspirasi dari seseorang dan murni dari pemikiran aku… semoga Chingu suka ne….. Hehehhehe…..

 

Author No Comment deh,,,,, ^^

Happy Reading dan yang terpenting ‘Maafkan atas banyaknya Typo’

 

Disclaimer : ini hanya sebatas ff. Jadi mereka yg disini hanya pinjam. Terinspirasi oleh pemikiran sendiri, so DON’T COPAS!!!

ALLOWED!!

Synopsis :“ Hanya dengan sebuah kata-kata bisa menghancurkan segalanya dengan mudah dan cepat.”

 

 

Sebuah hubungan harusnya disertai dengan sebuah kejujuran. Hubungan tidak akan lah berjalan dengan baik tanpa kejujuran itu. Seperti Im Yoona gadis muda yang memiliki kekasih seorang namja yang lebih tua darinya tiga tahun.Namja itu adalah Sunbae di Kampus tempat dia kuliah.Mereka bertemu saat Ospek berlangsung.Yoona yang saat itu telat bangun membuat dia terlambat datang dan akhirnya mendapatkan masalah besar dan dihukum membersihkan sampah yang ada di lapangan outdoor dengan jalan jongkok.Melihat itu Lee Donghae namja itu tidak tega melihatnya dan memberikan dispensasi pada Yoona dan menasehatinya agar tidak telat lagi.Sejak saat itu mereka sering bertemu tanpa disengaja. Dan membuat mereka dekat ditambah Yoona mengambil Ekstrakulikuler yang kebetulan sama dengan Donghae. Membuat mereka sering bertemu dan dekat.Sampai akhirnya Donghae merasakan ada sesuatu yang salah dalam hatinya setiap bertemu dengan Yoona.Dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan yang indah dan romantic.Sampai pada suatu saat seorang mahasiswi baru datang dan merubah segalanya.Dan segala masalah datang di antara mereka berdua.

 

Yoona POV :

 

“Oppa kenapa tidak menjemputku?Biasanya Oppa selalu menjemputku.Kemana oppa pergi?”Gumam Yoona. Yoona memang sedang menunggu Namjachingunya yang biasanya menjemputnya.Dengan malas Yoona berjalan dari rumah menuju halte bis.Dia benar-benar heran dengan namjachingunya, tidak biasanya dia tidak ada kabar sedari kemarin, apamungkin Oppa marah dengan aku. Tapi apa salah aku? Entah lah aku tidak mengerti.Nanti aku akan tanyakan saja dikampus.”Gumam Yoona diperjalanan menuju kampusnya.

Setelah tiba digerbang kampusnya dia disambut oleh sahabatnya Yuri.“Yoong, tumben kamu tidak berangkat bersama Donghae Oppa?Tadi aku lihat di sudah tiba dikampus sejak 30menit yang lalu.Apa kalian bertengkar?”Tanya Yuri kepada Yoona.Yoona hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.Dia pun tidak tau.“Aiisshhh ya sudah kajja kita masuk sebelum dosen killer itu menghukum kita?” ucap Yuri mencoba membuat Yoona tidak bersedih.Mereka berjalan bersama sambil sesekali bercanda.Ketika mereka melewati kantin Yoona tidak sengaja melihat Donghae sedang bercanda dan makan bersama dengan Tiffany mahasiswi baru dari amerika itu.Melihat itu merasa hatinya sakit seperti ditusuk pisau dan tanpa diduga air matanya sudah membasahi pipinya. Melihat Yoona yang diam dan murung Yuri mencari arah pandang dari mata Yoona, Yuri mengerti apa yang dirasakan oleh Yoona. Pasti dia terkejut melihat itu.Sebenarnya sudah beberapa kali Yuri memergoki Donghae kencan dengan wanita itu.Tapi dia tidak tega memberitahu kepada Yoona.Karena dia tidak ingin melihat Yoona sedih dan kecewa.

“Yoong, Gweachana?? Apa kita bolos kuliah saja hari ini? Percuma juga bila dipaksakan kalau saat ini kondisi kamu tidak memungkinkan.”Ucap Yuri lembut.Yoona yang mendengar itu hanya mengangguk lemah.Dan Yuri membawa Yoona pergi dari tempat itu.Dia tidak ingin melihat Yoona yang seperti ini terus menerus.

“Yoong, Aku boleh bertanya?”Tanya Yuri ragu.

“Nde, Eonni ingin Tanya apa?” jawab Yoona lirih.

“Apa sebelumnya kalian bertengkar?” Tanya Yuri.

“Anniya Eonni. Kami tidak pernah bertengkar.Tapi aku tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini Oppa seperti tidak mempedulikan aku.Aku juga tidak mengerti apa salah ku padanya Eonni.”Jelas Yoona disela isak tangisnya.

“Apa Eonni boleh jujur sama kamu Yoong.Sebenarnya ini bukan kali pertamanya Eonni melihat Donghae Oppa Namjachingu mu pergi berdua dengan Yeoja itu.Pertama eonni bertemu dengannya di mall ketika eonni sedang kencan dengan Siwon Oppa.Kedua waktu Eonni menemani Minho ketaman bermain.Dan ketiga hari ini eonni.Mianhae eonni tidak jujur pada mu Yoong.”Jelas Yuri pada Yoona.

Yoona yang mendengar itu terkejut.Ia tidak mengira bahwa hanya dirinya lah yang tidak mengetahui itu semua.Dan hanya dirinya lah yang selalu percaya pada namjachingunya.

“Eonni, tidak salah.Aku mengerti eonni menutupi semua ini karena Eonni tidak ingin aku terlukakan.Aku mengerti.Pantas saja belakangan ini Donghae oppa sudah jarang menghubungi aku dan dating kerumah.Jadi karena Yeoja itu.”Ucap Yoona yang berusaha agar tegar.

Mendengar itu Yuri langsung memeluk Yoona menguatkan perasaan Yoona. “Sabar ne… Eonni yakin aka nada Namja yang akan mencintai kamu dengan tulus. Dan menerima segala kekurangan kamu, Yoong.”Ucap Yuri lembut sambil membelai rambu Yoona lembut.

Setelah kejadian itu Yoona berpura-pura tidak mengetahui itu.Dia bersikap biasa terhadap Yoona. Sampai pada malam hari Donghae menghubunginya, dan mengajaknya untuk bertemu besok di taman kampus mereka.

 

Esok harinya

Yoona datang ke kampus dengan perasaan yang tak menentu. Dia senang Donghae menghubunginya, tapi di dalam hati yang lain dia merasa sedih entahlah dia takut kalau saat ini saat terakhir mereka bertemu. Dia takut Donghae akan memutuskan untuk berpisah.

Setelah sampai dikampus Yoona berjalan menuju taman belakang kampus. Dia berjalan dengan ragu. Setibanya di taman ternyata Donghae sudah ada disana dan duduk di bangku taman. Tempat yang menjadi saksi mereka bersatu dahulu. “Annyeong, Oppa. Mian sudah menunggu lama.”Ucap Yoona lembut sambil tersenyum untuk menutupi hatinya yang sakit.

“Anniya.Yoong.Oppa juga baru tiba disini.” Jawab Donghae.

“Mmmm…. Memang apa yang ingin Oppa bicarakan kepada ku. Sepertinya penting sekali.” Tanya Yoona.

“Sebenarnya….”

“Sebenarnya apa Oppa.Katakan saja?”

“Sepertinya hubungan kita cukup sampai disini saja ne. Yoong!” Ucap Donghae dengan yakin.

“Mwo… Waeyo Oppa? Apa Oppa sudah tidak mencintai ku lagi?Apa Oppa sudah Bosan dengan ku? Apa Oppa sudah memiliki yeoja lain yang oppa suka?” Tanya Yoona tanpa henti.Ini lah puncak emosi yang Yoona tahan saat tadi.

Bukan menjawab Donghae hanya diam terpaku melihat Yoona yang menangis.

“Jawab Oppa. Waeyo?” pekik Yoona.

“Oppa tidak Bosan dengan kamu.Oppa juga masih mencintai kamu. Tapi Oppa juga mencitai yeoja lain. Oppa tidak ingin semakin menyakiti kamu. Lagi Yoong.” Jelas Donghae.

“Apa Yeoja itu anak baru itu?” Tanya Yoona lagi.

“Ne. Yoong dia Tiffany Hwang yang sudah mampu meluluhkan hati Oppa setelah dirimu.” Ucap Donghae.

“Arra, Oppa aku mengerti. Tidak apa-apa kok, lagi pula aku tidak bisa memaksakan Oppa terus disampingku kan. Apa bisa Oppa pergi dari taman ini aku ingin sendiri disini.”Ucap Yoona lirih.

“Mianhae Yoong. Oppa tidak bermaksud menyakiti kamu.Oppa benar-benar minta maaf.” Ucap Donghae.

“Gweachana Oppa. Tidak ada yang bisa disalahkan disini karena hati seseorang bisa saja berubahkan Oppa.”Jelas Yoona sambil menahan sakit yang ada dihatinya.

Mendengar itu Donghae langsung memeluk Yoona erat. “Gomawo Yoong. Oppa doakan agar kamu mendapatkan namja yang baik tidak seperti Oppa.”Ucap Donghae dengan senang, tanpa menyadari air mata Yoona yang sudah membasahi pipi indahnya.Setelah Donghae pergi Yoona tidak mampu lagi menompang tubuhnya.Dia merasa jiwanya sudah tidak ada disini.Melihat itu Yuri yang memang melihat dan mendengar semua ucapan mereka merasa iba.Yoona benar-benar pintar menutupi rasa sakitnya dihadapan Donghae. “Yoong, gweachana?” Tanya Yuri sambil menahan badan Yoona agar tidak jatuh.

Yoona menoleh menghadap Yuri.Air mata kesakitan kesedihan jelas terlihat di wajah cantik Yoona. “Eonni,… Oppa….” Ucap Yoona terisak dan menangis di pelukan Yoona.

“Arra, Eonni sudah tau semua Yoong.Jangan kau tahan lagi semua menangislah dipelukan Eonni kalau itu membuat kamu menjadi lebih baik.”Ucap Yuri lembut.Yoona menangis pilu, dia benar-benar sakit saat ini.Dia merasa sebagian hidupnya sudah hilang.Setela Yoona lebih tenang dan baikan Yuri mengajak Yoona untuk pulang. Beruntung Ayah Yoona sedang tidak ada di rumah karena perjalanan bisnis kalau dirumah pasti akan lebih repot, karena melihat anak gadis satu-satunya itu pulang dengan wajah menyedihkan.

“Yoong, Kamu ingin makan apa? Biar Eonni buatkan untuk kamu ne.” bujuk Yuri.

Yoona hanya menggelengkan kepalanya. Akhirnya Yuri menyerah dan  pergi dari kamar Yoona. Setelah kepergian Yuri, Yoona menangis lagi di dalam kamarnya.Menangis lebih kencang dan hingga berteriak.Dia mungkin sudah tidak sanggup menahan semua ini. Mendengar teriak pilu Yoona, Yuri pun ikut menangis. Dia tidak mengira Yoona yang sudah ia anggap seperti Adiknya sendiri yang biasanya selalu riang dan penuh dengan senyum berubah dalam sekejap menjadi menyedihkan seperti ini. Tiba-tiba Handphone Yuri berbunyi dan ketika melihat panggilan itu dari Siwon namjachingunya.

“Yeobseo, Changi bagaimana keadaan Yoona sekarang? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Siwon pada Yuri.

“Oppa….”Yuri tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Oppa akan kesana sekarang kamu sabar ne, changi.” Ucap Siwon.

Tak lama kemudian Siwon sudah datang dan Yuri langsung berlari menghambur ke pelukan Siwon.

“Oppa…. aku tidak tahan melihat Yoona yang seperti ini.Setelah tadi dia menangis dan berteriak-teriak, saat ini malah dia diam seperti mayat hidup Oppa. Aku tidak akan memaafkan Donghae Oppa bila terjadi hal yang buruk pada Yoona. Aku akan menyalahkan Donghae Oppa.” Ancam Yuri.

“Ne, Oppa mengerti.Oppa coba bicara pada Yoona ne,”bujuk Siwon.

“Yoong, Oppa boleh bicara sama kamu?” Tanya Siwon pada Yoona.

Yoona hanya menoleh pada Siwon tanpa berkata apa-apa.Siwon duduk disamping ranjang Yoona.

“Yoong, Oppa mengerti perasaan kamu.Tapi kamu tidak boleh seperti ini terus.Kamu harus menunjukkan pada Donghae bahwa kamu ini yeoja yang kuat tidak lemah seperti ini.Dan buat dia menyesali perbuatannya yang meninggalkan kamu seperti ini. Kamu mengerti kan apa yang Oppa katakana.” Ucap Siwon. Yoona terdiam dan dia tersenyum pada Siwon.

“Oppa benar…. Aku harus bangkit, aku tidak boleh sedih seperti ini…” Ucap Yoona. Tapi…. apa aku bisa Oppa?”

Mendengar itu Siwon tersenyum dan menyakinkan Yoona kalau dia bisa. “Oppa yakin kamu bisa… kamu pernah melalui yang lebih berat dari ini kan? Waktu perceraian orang tua kamu.Dan kamu berhasil melewati itu.Tapi kenapa hanya masalah namja kamu jadi lemah. Jadi Oppa harap kamu bisa bangkit lagi dan menghadapi semua ini.” Nasihat Siwon kali ini benar-benar membuat Yoona merasa apa yang dibicarakan oleh Siwon itu benar semua.

 

Setelah Dua Bulan kemudian…

Yoona sudah benar-benar melupakan semua dan dia sudah mulai terbiasa dengan pemandangan romantis yang di lihatnya pemandangan yang dilakukan Donghae dan Tiffany dan itu sudah tidak dia hiraukan yang ada dipikirannya saat ini hanya kuliah.Suatu hari ketika Yoona sedang makan malam dengan Ayahnya disalah satu Restaurant mahal di kawasan Seoul, Yoona tidak sengaja melihat Tiffany dengan namja.Dan namja itu bukan Donghae.Yoona sempat berpikir yang tidak-tidak.

‘Apa mungkin Tiffany selingkuh dari Donghae Oppa? Tapi kenapa? Bukannya mereka baik-baik saja.?’Pikir Yoona.

Sepulang dari makan malam nya Yoona langsung menghubungi Yuri dan memberitahu kejadian yang dia lihat malamini.

“Kamu lihat kan Yoong, Tuhan tidak akan tidur pasti Donghae Oppa dapat balasan dari perbuatannya menyakiti hatimu.” Ucap Yoona.

Setelah mendengar itu, Yoona tidur karena dia hari ini benar-benar lelah sekali.

Keesok harinya Donghae melihat apa yang di lakukan Tiffany dibelakangnya. Dia tidak menyadari bahwa Yoona juga melihat kejadian itu juga.Yoona merasa iba pada Donghae tapi dia tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan Donghae pun menghampiri Tiffany dan ingin meminta penjelasan apa yang dia lakukan saat ini.

“Changiya, Siapa namja ini?” Tanya Donghae.

“Ohh… Oppa,…. Dia….?” Tiffany gugup.

“Aku Tunangan Tiffany Hwang.” Ucap Namja itu.

Mendengar itu entah sakit yang dirasakan Donghae dia tidak menyangka yeoja yang disayanginya tega melakukan ini padanya.

“Mianhae, Oppa aku dijodohkan oleh orang tua ku.”Ucap Tiffany menyesal.

“Ohh….begitu …. Arrasso….” Gumam Donghae pelan.

Setelah itu Donghae pergi meninggalkan mereka dan pergi ke taman belakang. Donghae menyesal telah mencampakkan yeoja yang benar-benar mencintainya demi yeoja yang baru dia kenal belum lama ini.

Yoona menghampiri Donghae, dia berniat ingin menghibur Donghae yang sedang sedih.

“Annyeong Oppa… apa boleh aku duduk disini.” Sapa Yoona ramah.

Donghae hanya membalas dengan senyuman. Yoona tahu saat ini Donghae benar-benar sedih. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun untuk menghibur.

“Kamu pasti tahu kana pa yang oppa alami. Mungkin kamu ingin mengejek Oppa karena oppa bodoh mempercayai yeoja yang baru di bandingkan kamu yang sudah lama mengenal oppa. “Ucap Donghae.

“Anniyo, Oppa aku tidak berniat mengejek Oppa. Lagipula itu sudah aku anggap tidak pernah terjadi. Aku sudah melupakan nya. Jadi untuk apa aku seperti itu. Aku bukan yeoja yang pendendam. Oppa pasti mengenal aku kan.?” Jelas Yoona.

“Mianhae, Yoong. Oppa menyesal mencampakkan kamu dulu. Apa kita bisa kembali seperti dulu lagi. Oppa masih sangat mencintaimu Yoong.” Ucap Donghae memohon.

“Mianhae Oppa, aku tidak bisa.” Jawab Yoona pelan.

“Wae… Yoong,… waeyo? Apa kamu sudah tidak mencintai Oppa lagi?” tanya Donghae kepada Yoona.

“Aku memang masih mencintai Oppa. Tapi itu bukan alasannya. Aku tidak ingin kejadian ini aku alami lagi. Aku tidak ingin disakiti lagi oleh oppa. Dan ada alasan kenapa aku juga menolak kembali pada Oppa.” Jelas Yoona.

“Oppa janji Yoong, Oppa tidak akan menyakiti kamu lagi. Oppa akan menjaga kamu selalu. Tapi, Jebbal pikirkan lagi.” Ucap Donghae.

“Bukan karena itu Oppa. Aku percaya bahwa Oppa tidak akan mengulanginya lagi. Tapi, bukan hanya itu alasannya kenapa aku tidak ingin kembali bersama Oppa.” Jelas Yoona.

“Lalu apa , IM YOONA…..”

“ Karena aku ingin melanjutakan kuliah ku di Jepang dan aku sudah mendaftarkannya lusa aku berangkat ke Jepang Oppa. Mianhae…” Ucap Yoona lemah.

Mendengar itu Donghae terkejut.

“Apa benar Yoong. Kamu tidak berbohongkan dengan Oppa?” tanya Donghae lagi.

“Aku berkata jujur Oppa. Untuk apa aku berbohong untuk masalah seperti itu.”Jelas Yoona.

“Oppa akan menunggu kamu, Yoong. Menunggu sampai kamu kembali ke Seoul.” Janji Donghae.

“Oppa yakin akan menunggu aku. Lebih baik Oppa mencari yeoja lain saja. Tidak usah menunggu aku.” Yoona berkata dengan enteng.

“Anniya, Oppa akan menunggu kamu sampai kamu kembali. Tapi kamu harus janji pada Oppa untuk kembali dengan segera. Jebbal Yoong,” mohon Donghae.

“Ne, aku janji aku akan segera kembali demi Oppa.”Janji Yoona.

Seharian ini Donghae dan Yoona menghabiskan waktu berdua. Mereka pergi menonton, belanja barang-barang couple, ke taman duduk sambil memakan ice cream. Mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua seharian. Karena lusa Yoona akan berangkat ke Jepang. Donghae sebenarnya tidak rela harus melepaskan Yoona. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah keputusan Yoona.

Saat waktu nya tiba, Yoona harus berangkat ke Jepang. Pesawatnya akan segera lepas landas. Donghae memang sengaja mengantar Yoona ke bandara untuk bertemu untuk terakhir kalinya.

“Hati-hati ne, jangan lupa menghubungi Oppa bila sudah tiba di sana.” Nasihat Donghae pada Yoona.

“Ne,Oppa. Oppa juga jangan lupa makan yang teratur. Ne” ucap Yoona.

“Bogoshipo, Yoong. Oppa akan sangat merindukan kamu.” Ucap Donghae sembari memeluk erat Yoona. Dia tidak tahu kenapa hatinya berat untuk melepas kepergian Yoona. Entah ada firasat buruk atau bagaimana.

“Nado, Oppa. Hae Oppa, Siwon Oppa, Yuri Eonni, aku berangkat sekarang ne. jaga diri kalian semua. Annyeong.” Pamit Yoona.

Setelah Yoona tidak terlihat lagi di pintu keberangkatan Donghae dan yang lain nya kembali ke rumah mereka masing-masing.

Dan setelah Donghae tiba di rumah, ia duduk di ruang tamu sambil menonton acara berita di TV. Dan yang mengejutkan ada berita tentang jatuhnya pesawat tujuan Jepang dan setelah dia melihat pesawat itu adalah pesawat yang membawa Yoona pergi menuju Jepang.

“Andewe…Andeww,…. Tidak mungkin… tidak mungkin itu Yoona… pasti berita itu bohong. Itu bukan pesawat yang dipakai Yoona,…” rancau Donghae.

Mendengar itu Donghae langsung menuju ke bandara untuk memastikannya. Disana sudah berkumpul Yuri, Siwon, beserta ayah Yoona, mereka sudah histeris berteriak. Melihat itu Donghae merasa tubuhnya sudah tidak bertenaga. Dia benar-benar seperti orang yang sudah mati. “Tidak mungkin … tidak mungkin… Yoona ku masih hidup…” teriak Donghae. Mendengar itu Yuri segera menengok dan mendapati Donghae sudah berlutut sambil menangis.

Esok harinya jenazah Yoona tiba di tempat persemayaman. Disana semua teman-teman Yoona maupun rekan bisnis Ayahnya datang. Semua bersedih atas kepergiaan Yoona. Yoona memang dikenal sangat baik dan ramah pada semua orang.

Ketika selesai Peti jenazah dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir. Isak tangis keluarga dan teman yang mengantarnya tidak dapat ditahan. Semua menangis kehilangan Yoona. Yang lebih terlihat kesedihannya adalah Donghae. Dia tidak dapat menahan tubuhnya lagi sehingga dia dibantu oleh Heechul temannya.

Setelah upacara pemakaman usai ayah Yoona memberikan bingkisan kepada Donghae. “Donghae-ah, tolong relakan Yoona ne. Dia pasti sudah bahagia disana.”Ucap ayah Yoona yang bersikap tabah.

Pulang dari makam Yoona, Donghae membuka bingkisan yang diberikan oleh Ayah Yoona tadi. Ketika membuka bingkisan itu adalah benda-benda yang dimiliki mereka berdua. Dan didalam kotak itu terdapat surat yang diberikan untuk Donghae.

 

Dear Donghae Oppa,

Mungkin saat Oppa membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di Korea, melainkan di Jepang. Belum aku pergi kesana aku sudah sangat merindukan oppa dan itu menyiksa sekali.

Apa Oppa ingat saat oppa mencampakkan aku dengan yeoja itu. Mungkin memang itu cerita lalu. Tapi aku hanya ingin oppa tahu. SAKIT sekali saat itu melihat Oppa bermesraan dengan yeoja lain. Beruntung Yuri Eonni ada disamping ku saat itu. Kalau tidak mungkin aku tidak dapat bertahan. Dan waktu malam harinya Oppa menghubungi aku, saat itu aku senang sekali ditambah Oppa mengajak aku untuk bertemu aku sangat bahagia. Dan tidak sabar untuk menunggu pagi dating. Ketika pagi datang aku menyiapkan segalanya aku berdandan yang cantik, menyiapkan hadiah anniversary kita. Tapi setelah bertemu yang aku dapat adalah kata perpisahan dari Oppa. Sakit….. saat itu pun aku merasa hidup ku hampa. Aku hancur berkeping-keping. Tapi berkat Yuri Eonni dan Siwon Oppa aku bisa berhasil bangkit dan menyembuhkan luka itu. Dan aku mulai mengikuti test Online untuk beasiswa kuliah di Jepang. Aku ingin mengejar cita-cita ku. Tapi setelah beberapa hari sebelum keberangkatan ku, aku melihat Oppa dicampakkan yeoja itu. Aku sedih, walau Oppa menyakiti aku, aku tidak pernah sekalipun membenci Oppa. Aku menghibur Oppa dan Kita kembali seperti dulu lagi. Aku sangat bahagia sekali. Tapi mengingat aku akan pergi ke Jepang kebahagian itu sirnah sudah.

Oppa Aku harap Oppa sabar menunggu aku kembali. Kalau memang aku tidak kembali lagi Oppa boleh kok mencari yeoja lain selain aku. Aku tidak ingin melihat Oppa tersiksa karena menunggu aku kembali.

Mungkin ini saja surat yang aku buat…

Jaga diri Oppa baik-baik, makan yang teratur. Jangan terlalu sering pulang malam. Dan jangan lupa minum vitamin.

Oppa tidak perlu khawatir karena aku akan selalu mencintai Oppa kapan pun itu. Mungkin bila aku mati sekalipun. Dan bila itu terjadi biarkan saja cinta itu aku bawa sampai akhir hayat.

 

Dari Orang yang sangat-sangat-sangat mencintaimu Oppa,

 

 

  • Im Yoona –

Membaca surat itu akhirnya air mata Donghae menetes lagi. Dia tidak mengira bahwa dirinya sudah sangat melukai hati Yoona saat itu. Dan dengan segera Donghae berlari di tengah hujan yang deras menuju mobilnya dan melaju dengan cepat menuju ke pemakaman. Dia berlari menuju makam Yoona dan berlutut di depan nisan Yoona.

“Yoong, Mianhae. Jongmal Mianhae…. Mungkin kata maaf tidak akan merubah segalanya saat ini. Tapi oppa hanya ingin kamu tahu, walaupun oppa sempat bersama dengan yeoja lain tapi hanya kamu yang ada dipikiran dan di hati Oppa. Saranghae… Jongmal saranghaeyo….” Ucap Donghae dengan isak tangis yang ia tahan. Setelah melampiaskan segalanya di makan Yoona, Dengan lemas Donghae berjalan menuju mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Tapi naas mobil Donghae tertabrak dan Donghae tidak dapat diselamatkan. Akhirnya Donghae bisa menyusul Yoona. Dan cinta mereka abadi sampai maut.

_ End_

 

Akhirnya Oneshoot pertama selsai juga…

“hikihikihkikkkk….. sedih banget buat cerita seperti ini. Maaf ya klo ceritanya gak nyambung chingu….

Jangan lupa Komentar nya…

Gomawo chingu…..

Advertisements

2 thoughts on “( Oneshoot) Love Is Dilemma

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s