Time Machine

Time machine

Author: seobabywook
Rate: G
Length: oneshoot
Genre: sad ending
Cast:
-Kim Taeyeon & Park Jungsoo (TaeTeuk)
-Jessica Jung & Kim Heechul (HeeSica)
-Lee Soonkyu & Lee Sungmin (SunSun)
-Tiffany Hwang & Choi Siwon (SiFany)
-Kim Hyoyeon & Lee Hyukjae (HyoHyuk)
-Kwon Yuri & Kim Jongwoon (YulSung)
-Choi Sooyoung & Cho Kyuhyun (KyuYoung)
-Im Yoon Ah & Lee Donghae (YoonHae)
-Seo Joo Hyun & Kim Ryeowook (SeoWook)

Other cast? Find it out!

Quotes: Need a time machine..

Disclaimer: Holaa.. Kali ini aku bawain FF Super Generation. Entah lagi stres atau kenapa yak, pas gue lagi nonton MV Time Machine, langsung pingin buat FF kayak gini 😀 maap kalau ada couple yang kalian gak suka, soalnya member SNSD cuma 9 sementara member Suju 15 member, jadinya enggak pas 😀 nobash ya, wajib comment, jangan biasakan jadi silent readers. Silent readers? DON’T READ MY FF!

—————–

TaeTeuk’s Story

Mungkin latar dan suasana sangat tidak cocok untuk kedua insan ini. Di taman bunga yang indah, namun suasana hati kedua insan itu tidak dalam keadaan baik. Sang namja merasa kecewa, dan sang yeoja ingin membuat sang namja mengerti dengan keadaannya.

“Jadi ini balasan cinta untukku? Apa kau tidak peka terhadap perasaanku?” Ujar Leeteuk.
“Oppa mianhae.. Sebenarnya aku juga mencintaimu. Aku tidak tahu jika oppa juga mencintaiku. Tetapi ini semua sudah terlanjur, oppa. Aku tidak ingi melukai perasaanmu, juga Baekhyun. Semenjak ada Baekhyun, perasaanku terhadapmu mulai berubah. Aku hanya menganggapmu sebagai oppa” jelas Taeyeon.
“Aku benar-benar kecewa Taeyeon-ahh. Jadi apa arti dari kedekatan kita? Tidak berarti apa-apa!” kilah Leeteuk.
“Hiks.. Kumohon oppa, mengertilah..”
“Aku memang salah. Aku sungguh bodoh. Seharusnya dari awal aku sudah mengatakan bahwa aku mencintaimu. Sekarang, Baekhyun sudah mendapatkanmu. Semoga kau bahagia bersamanya. Saranghae” ucap Leeteuk sambil mengecup kening Taeyeon, lalu pergi entah kemana. Taeyeon menatap kepergian Leeteuk dengan iba.
“Nado saranghae, mianhaeyo..” Lirih Taeyeon.

—————–

HeeSica’s Story

“Jessica! Changkaman! Aku bisa menjelaskan semuanya” kilah Heechul.
“Penjelasan apa?! Jelas-jelas wallpaper ponselmu adalah fotomu yang sedang mencium pipi Puff! Dan aku yakin itu bukan photoshop atau sejenisnya. Katakan saja kau sudah bosan terhadapku! Hiks.. Aku membencimu!” Tangis Jessica.
“Jessica..”
“Jangan sebut namaku lagi”
“Jessica, aku-”
“SUDAH KUKATAKAN JANGAN SEBUT NAMAKU!!!”
“Kumohon Jessica, jangan seperti ini. Biar aku jelaskan semuanya”
“Aku tidak butuh penjelasan darimu!”
Jessica melihat ke jalan raya, terlihat sebuah taksi sedang melaju. Jessica pun melambaikan tangan dengan isyarat kalau ia memanggil taksi itu.
“Jessica, kamu mau kemana?”
“Aku mau pergi! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi” bentak Jessica. Ia pun masuk ke dalam taksi itu, namun Heechul menarik tangannya.
“Lepaskan tanganku!” Ujar Jessica sambil menepis tangan Heechul.
“Ahjussi, cepat jalankan mobilnya” ucap Jessica. Taksi yang dinaikinya pun melaju kencang. Jessica melihat ke kaca yang telah dibasahi oleh embun. Dituliskannya tulisan “Jessica & Heechul” di kaca berembun tersebut. Kembali ia mengingat memori-memori indahnya bersama Heechul. Kisah cinta yang berakhir menyakitkan.

—————–

SunSun’s Story

“Kau dimana, Sungmin oppa..” Lirih Sunny. Hujan pun turun dengan derasnya. Namun ia tetap setia menunggui Sungmin di tempat yang Sungmin maksud. Ya, Sungmin menyuruhnya untuk menunggu di tempat itu karena ada suatu hal yang ingin ia bicarakan pada Sunny. Tetapi sudah 3 jam lebih Sunny menunggu kedatangan Sungmin. Sungmin juga belum menampakkan batang hidungnya.
“Hiks.. Sungmin oppa.. Mengapa kau tega berbuat seperti ini padaku? Apa dia main-main dengan hubungan ini?”
Hujan tetap membasahi seluruh tubuh Sunny. Namun itu tidak membuat Sunny untuk beranjak pergi dari tempat itu. Ia tetap setia menunggui Sungmin sampai akhirnya poselnya berbunyi.
“Sungmin oppa?” Sunny melihat nama yang tertera di ponselnya. Cepat-cepat ia mengangkat telfonnya.
“Yeoboseyo oppa? Oppa, kau dimana?”
“Chagi, mianhae.. Orang tuaku melarangku untuk pergi. Mian sudah membuatmu menunggu lama disana”
“Waeyo oppa?”
“Kumohon pulanglah, aku tidak ingin kau sakit karena kehujanan diluar sana’
“Oppa, tolong jelaskan padaku mengapa orang tuamu melarangmu untuk menemuiku?”
“Sebentar lagi, aku harus pergi ke Jepang. Orang tuaku telah menjodohkanku dengan yeoja lain. Aku ingin berkata padamu bahwa aku benar-benar mencintaimu, sungguh aku tidak ingin semua ini terjadi. Aku tidak mau dijodohkan dengan yeoja yang tidak kucintai. Tetapi ini demi orang tuaku, mianhae… Walau bagaimanapun, aku tetap mencintaimu Sunny, sangat mencintaimu”
“Hiks..hiks..”
“Uljimayo, Sunny. Jangan lupakan aku, aku tetap mencintaimu. Aku akan menjaga cinta ini sampai mati Sunny, sampai mati..”
“Hiks.. Aku tidak akan melupakanmu oppa. Aku juga akan menjaga cinta kita sampai mati”
“Saranghae, jeongmal saranghamnida”
“Nado saranghaeyo.. Kamu harus baik-baik di Jepang sana, aku pasti akan merindukanmu”
“Aku juga pasti akan merindukanmu..”

—————–

SiFany’s Story

Seorang yeoja tengah berjalan di tengah keramaian orang. Muram, itulah yang dirasakannya. Hari itu tepat 1 tahun tanggal anniversary nya dengan namja yang sangat ia cintai. Namun namja itu tidak ada lagi disisinya.

-Flashback-

“Fany.. Jangan bersedih. Kamu harus kuat menghadapi ini, menghadapi leukimia yang bersarang ditubuhmu. Aku yakin, cepat atau lambat pasti ada orang yang berbaik hati memberikan donor sumsum tulang belakangnya untukmu” ujar Siwon sambil membelai rambut Tiffany.
“Mana mungkin oppa, orang sepertiku hanya menunggu mati saja” balas Tiffany.
“Sssst.. Sudahlah, jangan bicara apapun. Kau butuh istirahat. Tidurlah, aku akan menemanimu disini” ucap Siwon. Tiffany mengangguk, ia pun memejamkan matanya. Setelah Siwon merasa kalau Tiffany sudah tertidur pulas, Siwon pun mengecup kening Tiffany.
“Mianhae, kurasa ini terakhir kalinya aku mengecup keningmu. Selamat tinggal, kuharap kau tidak melupakanku. Saranghaeyo..” lirih Siwon. Siwon pun berdiri dari kursi yang di dudukinya, lalu pergi keluar dari ruang rawat Tiffany.

***

“Nona Hwang, persiapkan diri ne. Nanti malam, nona akan menjalani operasi. Ada yang mau menyumbangkan sumsum tulang belakangnya untuk nona” ujar suster.
“Jinjayo? Siapa orang itu?” Tanya Tiffany.
“Orang itu tidak ingin nona mengetahui siapa dirinya” balas suster.
“Eumm.. Baiklah kalau begitu. Sampaikan ucapan terima kasihku padanya” ujar Tiffany.
“Nde” balas suster.
‘Siwon oppa, mengapa disaat seperti ini kau tidak ada? Biasanya dia selalu menemaniku setiap hari’ batin Tiffany

***

“Selamat Tiffany, operasi kamu berjalan lancar” ucap uisa.
“Jeongmal kamsahamnida uisa..” Balas Tiffany.
“Oh ya, ini ada titipan surat untukmu” ucap uisa sambil memberikan sebuah amplop berwarna biru pada Tiffany. Tiffany pun membuka isi amplop itu yang ternyata surat dari Siwon.

Untuk: My Lovely Tiffany

Annyeong Chagi..
Apa kau mencariku?
Apa kau bingung dimana aku?
Saat kamu membaca surat ini, aku sudah berada di surga bersama Tuhan. Yang mendonorkan sumsum tulang belakang itu adalah aku. Aku tidak ingin kamu terus-terusan tersiksa dengan rasa sakit yang menderamu. Aku tidak tega melihatmu seperti itu. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu.
Saranghaeyo.. Jangan lupakan aku ne..

-Siwon-

“Hiks.. Jadi Siwon yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya untukku? Hiks..hiks” tangis Tiffany.
“Ya, benar” ucap uisa.

-Flashback end-

‘Aku merindukanmu oppa. Walaupun sekarang aku telah memiliki Nickhun, perasaan cintaku padamu tidak akan pernah hilang. Saranghae oppa, happy anniversary’ batin Tiffany.

—————–

HyoHyuk’s Story

“Dimana kau, Eunhyuk oppa?” Bisik Hyoyeon. Hyoyeon melirik alroji nya, sudah setengah hari ia menunggui Eunhyuk di tempat yang Eunhyuk janjikan. Namun Eunhyuk belum datang juga.
“Sebenarnya dia kemana? Mengapa ia belum datang juga?” Ujar Hyoyeon.
Dengan setia, Hyoyeon tetap menunggui Eunhyuk. Namun Eunhyuk tak kunjung datang juga.
Menit demi menit berlalu. Namja yang ditunggunya belum juga datang menampakkan wujudnya. Hyoyeon mulai putus asa. Ia pun meninggalkan tempat itu dengan rasa kecewa yang besar dihatinya.

—————–

YulSung’s Story

‘Akhir-akhir ini Yesung oppa jarang sekali menghubungiku. Bahkan tidak pernah. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa ia tiba-tiba berubah drastis?’ Batin Yuri.
Yuri mengambil ponselnya. Walaupun hanya 1 pesan, ia berharap Yesung mengirimkan pesan untuknya. Namun tidak ada satupun pemberitahuan di ponselnya. Tidak ada satupun miscall dari Yesung, bahkan satu pesan pun dari Yesung tidak ada.
‘Sebenarnya ada apa denganmu, Yesung oppa?’ Batin Yuri.

Drrrtt.. Drrrtt..

Hal yang ditunggu-tunggu Yuri pun tercapai. Yesung mengirimkan pesan untuknya. Dengan senang hati, ia pun membacanya. Namun alisnya mengerut ketika membaca isinya.

From: Yesung oppa

Chagi-ahh, mianhae aku tidak pernah menghubungimu seminggu belakangan ini. Aku mau hubungan kita berakhir sampai disini. Sebenarnya aku tidak ingin mengakhiri hubungan kita. Perusahaan appa ku bangkrut, dan terpaksa orang tuaku menjodohkanku dengan Jiyeon karena keluarga Jiyeon mau membantu keluargaku dengan syarat aku dan Jiyeon harus dijodohkan. Saranghae… Mianhae, mungkin kita bukan jodoh. Kuharap kau bisa mendapatkan namja yang lebih baik lagi dariku. Neomu saranghae, Yuri-ahh..

“Aku memang menunggu pesan atau telfon darimu oppa. Tetapi bukan pesan seperti ini yang kuminta.. Hiks hiks…” Tangis Yuri.
“Apa seperti ini akhir dari cinta kita?” Lirih Yuri.

—————–

KyuYoung’s Story

Tuuuut… Tuuut…

Telfon rumah Sooyoung berbunyi. Sooyoung yang sedang duduk di sofa pun mengangkat telfon itu.
“Yeoboseyo..”
“Sooyoungie..”
“Ada apa oppa?”
“Aku…hanya ingin meminta maaf padamu”
“Maaf? Mengapa kau meminta maaf? Kau tidak mempunyai salah apa-apa, oppa”
“Maaf, aku membohongimu..”
“A-apa maksudmu? Aku tidak mengerti? Bohong! Tentang apa?”
“Tolong, jauhi aku”
“Wae??? Apa aku memiliki kesalahan terhadapmu? Apa kau mulai merasa bosan terhadapku? Jelaskan padaku oppa!”
“Anni, kau tidak salah”
“Lalu mengapa? Dan apa maksud perkataanmu tadi bahwa kau membohongiku?”
“Aku bukan manusia”
“Yaakk.. Kau bercanda ne? Apa kau salah minum obat hah?”
“Sooyoung, aku serius. Aku adalah makhluk luar angkasa. Aku ini robot yang berbentuk manusia. Dan sebenarnya, aku tidak boleh mencintai seorang manusia. Itu sangat dilarang”
“Kau bicara apa oppa? Mana mungkin kau makhluk luar angkasa? Mana mungkin kau itu robot? Kau berhalusinasi oppa? Cepat periksakan dirimu ke dokter! Aku takut ada sesuatu yang salah dengan otakmu”
“Terserahmu, Soo. Kau boleh anggap aku orang gila, tidak waras, atau depresi. Tetapi ini fakta. Selama ini aku menyembunyikan identitasku agar kau bisa menerimaku. Kau juga sering melihat keanehan dalam diriku bukan? Aku takut air, aku tidak makan dan minum, aku bisa mendengar suaramu dengan jarak yang tidak memungkinkan untuk pendengaran manusia. Kau pasti merasakan keanehan itu bukan? Itu karena aku ini robot. Chagi, jauhi aku. Jangan temui aku lagi. Cari namja lain yang lebih mencintaimu. Aku sudah ditegur oleh saudaraku. Ia mengancam akan melaporkanku pada raja robot jika aku tidak cepat-cepat memutuskanmu. Jika raja robot mengetahui ini, aku akan terkena hukuman berat. Soo, perlu kau ketahui, aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin pergi darimu. Aku selalu mengutuk takdir. Mengapa aku dilahirkan sebagai robot? Mengapa aku tidak dilahirkan sebagai manusia sepertimu? Tetapi percuma, itu tidak akan merubah takdirku sebagai robot. Sooyoungie, saranghaeyo..”
“Ja-jadi? Kau robot? Oppa… Hiks.. Aku ingin selalu bersamamu, disampingmu, menjadi pendampingmu. Jangan tinggalkan aku. Hiks hiks..”
“Uljima.. Neomu mianhaeyo.. Aku tidak bisa melakukan itu. Soo, cobalah untuk melupakanku. Anggap saja kita tidak pernah bertemu”
“Hiks hiks hiks.. Baiklah, jika itu memang kemauan oppa. Tetapi tolong jangan paksa aku untuk melupakanmu”
“Saranghae, Choi Sooyoung”
“Nado saranghae, Cho Kyuhyun”

—————–

YoonHae’s Story

“Lee Donghae, apa kamu bersedia menjadi suami dari Im Yoon Ah dalam keadaan sehat maupun sakit?” Ucap pendeta.
“Saya bersedia” ujar Donghae
“Im Yoon Ah, apa kamu bersedia menjadi istri dari Lee Donghae dalam keadaan sehat maupun sakit?” Ucap pendeta. Yoona membendung air matanya, berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Sebenarnya ia sangan mencintai Donghae, namun ia pernah memergoki Donghae yang sedang berselingkuh dibelakangnya.
“Saudara Im Yoon Ah?” Ucap pendeta.
“Sa-saya… Saya….. Saya tidak bersedia” ucap Yoona. Air matanya pun lolos dari matanya membasahi pipinya. Donghae dan seluruh para undangan pun terkejut mendengar ucapan Yoona.
“Mianhae, aku tidak bisa menikahinya” ujar Yoona. Yoona pun pergi dari gereja itu. Lantas Donghae langsung mengejarnya dan Donghae pun berhasil menahan tangan Yoona di depan gerbang.
“Yoona, ada apa denganmu?” Tanya Donghae.
“Jujur padaku, Donghae. Kau berselingkuh dengan Dara bukan?” Ujar Yoona.
“A-apa? Si-siapa yang berselingkuh? Aku tidak berselingkuh!” Elak Donghae.
“Jangan mengelak Donghae, aku sudah tahu semuanya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau sedang bermesraan dengan Dara dibelakangku. Aku tahu kau menikahiku karena kau ingin memanfaatkan harta orang tuaku. Ini, ambil cincin pertunangan ini, aku tidak memerlukannya lagi!” Ucap Yoona sambil melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya, lalu memberikan cincin itu pada Donghae dengan kasar.
“Yoona.. Dengarkan aku..”
“Tidak perlu!”
Yoona pun berlari menjauhi Donghae. Berlari dengan mengenakan gaun pengantinnya. Orang-orang yang melihatnya pasti sudah bisa menebak kalau Yoona kawin lari(?)
‘Aku mencintaimu oppa, tetapi mengapa ini balasanmu?’

—————–

SeoWook’s Story

Seohyun membuka buku diarynya. Ia menemukan sebuah foto. Foto itu salah satu kenangan masa lalunya. Disentuhnya foto itu, lalu mengambilnya. Sejenak ia memejamkan matanya, mengingat kembali kenangan indahnya bersama namjachingunya, Ryeowook.

-Flashback-

“Tumben sekali kau mau mengajakku duduk berdua di pinggir kolam ini. Padahal biasanya kau malu dilihat siswa-siswa lain. Ada apa sih denganmu?” Tanya Seohyun.
“Hmmm.. Yang pastinya aku ingin bermesraan denganmu, chagi..” Balas Ryeowook. Siswa-siswa yang sedang berada di tempat itu menjadikan Seohyun dan Ryeowook sebagai objek tontonan mereka. Ya, tahu sendiri bagaimana anak sekolah bukan?
“Aish, lihat.. Semua orang memerhatikan kita” bisik Seohyun.
“Tidak apa-apa kok.. Yang penting mereka tidak memakanmu bukan?” Ujar Ryeowook.
“Huh, lagipula memangnya ada manusia makan manusia?” Ucap Seohyun.
“Ada..” Balas Ryeowook.
“Siapa?” Tanya Seohyun.
“Kamu sendiri” balas Ryeowook.
“Aish oppa, aku tidak memakan manusia. Aku memakan sayur, daging, nasi, dan sejenisnya, kalau manusia mana mungkin..” Ucap Seohyun.
“Kamu memakan manusia.. Buktinya kau bisa memakan hatiku dan akhirnya aku bisa cinta denganmu” gombal Ryeowook.
“Isshh.. Apa-apaan sih oppa” ujar Seohyun sambil mendorong-dorong bahu Ryeowook.
“Hahaha.. Lagipula kau terlalu serius menanggapinya. Memangnya ada manusia makan manusia? Hahaha” tawa Ryeowook.
“Huuhh.. Oppa menyebalkan” ucap Seohyun sambil mempoutkan bibirnya dengan imut. Ditambah lagi ia melipat tangannya.
“Aish, chagi ku imut kalau sedang cemberut seperti ini..” Ujar Ryeowook sambil mencubit kedua pipi Seohyun.
“Yaaakk.. Oppa, aish appoyo..” Ucap Seohyun sambil menepis kedua tangan Ryeowook. Ryeowook pun tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha… Huuuhh.. Aish, ternyata tertawa itu membuat orang menjadi haus ne..” Ucap Ryeowook.
“Kalau begitu aku akan membelikan oppa minuman” ujar Seohyun. Namun Ryeowook mencegahnya.
“Eiiitt.. Tunggu dulu..” Ucap Ryeowook.
“Aish, waeyo?” Tanya Seohyun.
“Aku tidak mau minuman. Aku mau eskrim. Tetapi jangan hanya satu, aku mau dua eskrim” ucap Ryeowook.
“Dua eskrim? Jangan salahkan aku kalau oppa gendut nanti” ujar Seohyun sambil beranjak ke kantin.

6 menit kemudian..

“Ige eskrimnya..” Ujar Seohyun sambil memberikan kedua eskrim tersebut pada Ryeowook. Namun Ryeowook hanya mengambil sebuah eskrim dari tangan Seohyun.
“Mengapa hanya mengambil satu?” Tanya Seohyun.
“Yang satu lagi untukmu” ujar Ryeowook.
“Aish, sudah kuduga” ujar Seohyun.
“Eum, chagi..” Panggil Ryeowook.
“Hmmm?” Sahut Seohyun.
“Jika aku tidak ada disampingmu, bagaimana rasanya?” Tanya Ryeowook.
“Sepi, hampa, tidak ada candaan, tidak ada yang bisa diajak bermesraan seperti ini” jawab Seohyun.
“Bagaimana kalau itu nyata?” Tanya Ryeowook.
“Tentunya sulit untuk melupakanmu. Karena kau adalah namja yang paling romantis menurutku” balas Seohyun.
“Eumm.. By the way, mengapa oppa menanyakan hal seperti itu? Memangnya oppa mau pergi?” Tanya Seohyun. Ryeowook mengangguk. Wajah Ryeowook berubah muram.
“Pergi kemana oppa?” Tanya Seohyun.
“Aku akan pindah dari sekolah ini karena tugas kerja appa ku dipindahkan ke Canada. Aku akan bersekolah disana. Dan tentunya aku pasti akan berpisah darimu. 10 menit lagi, appa ku akan menjemputku ke sekolah dan langsung berangkat ke bandara” ujar Ryeowook lemas.
“Katakan kau berbohong oppa.. Hiks.. Kau tidak akan pergi meninggalkanku bukan? Hiks hiks..” Tangis Seohyun pecah. Ryeowook pun menyeka air mata yang jatuh dari mata Seohyun.
“Uljimayo.. Aku juga tidak mau meninggalkanmu, tetapi aku tidak bisa mencegah appa. Seohyunnie, terimalah kalung ini, jika kau merindukanku pakailah kalung ini” ucap Ryeowook sambil memberikan sebuah kalung pada Seohyun.
“Aku akan sangat merindukanmu..” Ujar Seohyun sambil memeluk Ryeowook.
“Aku juga akan sangat merindukanmu. Aku berharap aku tidak tinggal di Canada untuk selamanya. Doakan aku agar aku bisa kembali lagi ke Korea walaupun harus menunggu 5 tahun ataupun 10 tahun kemudian. Aku tidak mau berpisah darimu. Hatiku terlanjur melekat padamu. Kau adalah yeoja yang kucintai setelah eomma ku” ucap Ryeowook sambil membelai rambut Seohyun.
“Ryeowook-ahh, appa mu sudah menunggu di luar” ucap Taeyeon.
“Jaga dirimu baik-baik, Seohyunnie..” Ujar Ryeowook sambil mengecup kening Seohyun.
“Kau juga harus menjaga dirimu. Kau harus makan teratur dan cukup istirahat” ucap Seohyun. Ryeowook tersenyum menanggapi ucapan Seohyun.
“Aku pergi dahulu ne..” Ucap Ryeowook. Seohyun mengangguk. Dengan berat hati, Ryeowook pun pergi menuju mobil appa nya yang sudah menunggunya.
“Saranghae oppa..” Lirih Seohyun.

-Flashback End-

“Aku merindukanmu oppa.. Dan itu sangat” lirih Seohyun.

—————–

FIN^^
Bagaimana? Gaje kah? #EmangGaje :3
Oh ya, maaf ya buat EunHyolics, bagian HyoHyuk aku bikin segitu doang. Coz di MV nya cuma gitu aktingnya Hyoyeon, jadi aku gak tau deh mau nulis apa.
Walau bagaimanapun, comment adalah kewajiban para readers..
Silent readers? Go out!

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s